Gaikindo: Butuh Waktu Agar kendaraan Listrik Bisa Eksis di Indonesia

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah dalam beberapa tahun belakangan intensif mendorong terbangunnya ekosistem kendaraan listrik untuk mewujudkan target nol emisi.

Berbagai insentif ditawarkan agar pasar kendaraan listrik terus berkembang. Namun, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan bahwa perlu waktu yang cukup lama untuk kendaraan listrik bisa eksis di Indonesia.

Meski demikian, Nangol tetap mengapresiasi langkah pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Menurutnya, pemberian subsidi untuk kendaraan listrik adalah salah satu langkah positif dari pemerintah dalam membentuk ekosistem hijau.

Baca: IESR sebut insentif dibutuhkan untuk dorong pasar kendaraan listrik

“Kalau elektrik (kendaraan listrik, red) ini kan barang baru. Teknologi Hidrogen jika disubsidi juga belum tentu laku di Indonesia, memang beda situasinya dengan konvensional. Meski begitu, langkah itu sudah betul dengan pemerintah kasih subsidi, dan infrastruktur juga perlu ditingkatkan serta edukasi juga penting ke masyarakat melalui auto show ini,” kata Yohannes Nangoi di Jakarta, Rabu (23/5/2023).

Subsidi untuk kendaraan listrik ini memang berbeda kasusnya dengan apa yang disampaikan oleh Gaikindo kepada pemerintah beberapa waktu lalu, pada saat Indonesia dilanda COVID-19.

 
Baca: Dua alasan beralih ke kendaraan listrik

Gaikindo berkordinasi dengan pemerintah untuk memulihkan situasi industri otomotif pada saat itu, dengan memberikan potongan pajak barang mewah atau PPNBM kepada kendaraan-kendaraan yang memang sudah eksis di Indonesia.

 
Sehingga, saat itu penerimaan dan sambutan dari konsumen itu jauh lebih agresif.

“Insentif ini kan untuk pengurangan pajak ya, dengan harapan pajak berkurang penjualan akan naik. Kalau barang yang dikasih itu barang yang eksis di Indonesia, itu pasti jalan,” ucap dia.

 
Baca: Menilik kesiapan infrastruktur kendaraan listrik 

Nangol mencontohkan kejadian tahun 2022 pada saat pandemi, pihaknya berdiskusi dengan pemerintah.

 
“Lalu di Januari 2021, akhirnya kita telurkan yang namanya subsidi PPNBM dan yang mendapat itu adalah kendaraan-kendaraan yang sudah dijual di Indonesia dan penjualannya langsung loncat kan,” tambah dia.

Untuk itu, Gaikindo tidak tinggal diam dalam membantu menyuburkan ekosistem kendaraan hijau di Indonesia.

 
Baca: Mengapa pengembangan energi terbarukan berjalan lamban
 
Nangoi menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkordinasi dengan para anggotanya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kendaraan listrik.

“Kita minta anggota-anggota kita itu aktif dalam promosi kendaraan listrik, seperti tahun lalu ada tempat spesial untuk tes kendaraan listrik, sambil kita edukasi ke masyarakat. Jadi kita berikan prioritas untuk produsen yang punya kendaraan listrik,” tutur dia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *