7cloud.asia – Jelang operasi komersial pada Agustus nanti, progres pembangunan LRT Jabodebek dilaporkan telah mencapai 95 persen.
Keberadaan LRT Jabodebek diharapkan akan akan mengurangi angka kemacetan yang menjadi masalah serius di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memastikan pengurangan kemacetan berkat beroperasinya LRT Jabodebek akan cukup signifikan.
Baca: Metamorfosa Kota Jakarta lewat penataan transportasi publik
Pada Rabu (28/6/2023) kemarin, Menhub Budi Karya melakukan inspeksi proyek pembangunan LRT Jabodebek dengan didampingi Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Keduanya naik LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas Jakarta ke Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur. Setelah itu kembali ke Stasiun Halim, Jakarta.
“Pada tanggal 12 Juli nanti, kita mulai lakukan ujicoba operasional terbatas dengan tarif Rp 1 yang dilakukan oleh KAI. Diharapkan pada 18 Agustus 2023 akan diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi dan beroperasi secara komersial,” kata Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Juni 2023.
Baca: Stasiun Manggrai akan menjadi stasiun sentral, seperti ini grand desainnya
Keberadaan LRT Jabodebek ini, jelas Budi Karya Sumadi, bisa memangkas waktu perjalanan yang biasanya jika menggunakan kendaraan pribadi 2 jam.
Waktu tempuh LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas ke Harjamukti Cibubur hanya 39 menit. Lalu dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Jatimulya, Bekasi Timur selama 43 menit.
“Ini lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan sekalipun lewat tol, yang waktu tempuhnya bisa sekitar 2 jam. Dengan naik LRT Jabidebek mampu memangkas waktu sepertiganya. Ini angka yang signifikan,” tutur Budi Karya Sumadi.
Baca: Stasiun Tanah Abang direnovasi, kapasitasnya naik tiga kali lipat
Ketika beroperasikan penuh, diharapkan LRT Jabodebek bisa mengangkut 80.000 hingga 110.000 penumpang sehari. Dalam kondisi normal, setiap rangkaian LRT Jabodebek bisa menngangkut sekitar 740 penumpang, dan pada kondisi padat bisa mencapai 1.308 penumpang dengan konfigurasi 174 duduk dan 566 berdiri.
LRT Jabodebek terdiri dari 31 rangkaian dengan masing-masing rangkaian 6 kereta, sehingga terdapat total 186 unit kereta. Kereta tersebut menggunakan lebar ganda 1.435 dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga.
LRT Jabodebek menggunakan teknologi grade of automation level 3 atau GoA3 yang mampu berjalan secara otomatis atau tanpa masinis dengan sistem persinyalan moving block CBTC, sehingga memungkinkan kapasitas kereta lebih besar, serta headway bisa dipersempit menjadi 3 dan 6 menit.
Baca: Kereta Cepat Jakarta Bandung juga siap beroperasi
Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Risal Wasal mengatakan bahwa persiapan dan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 95,09 persen.
“Tinggal pekerjaan kalibrasi sistem operasi yang belum rampung,” ujar Risal Wasal, dalam keterangan pers yang dikutip dari Antaranews.com Kamis (29/6/2023).
Tidak hanya pengerjaan fisik, izin operasional diupayakan selesai pada Juli. Dengan begitu pengoperasian perdana atau soft launching LRT Jabodebek bisa berjalan Agustus 2023.
Baca: Tarik menarik tarif LRT Jabodebek
Risal memastikan kesiapan operasional LRT Jabodebek, integrasi antarmoda antara layanan LRT Jabodebek dengan layanan moda transportasi lainnya juga tengah disiapkan.
“Integrasi antarmoda merupakan salah satu aspek penting yang harus disiapkan sebelum dioperasikan,” kata dia.
Beberapa moda transportasi lain yang akan terhubung dengan LRT Jabodebek seperti TransJakarta, bus kota, KRL, MRT, Jaklingko, angkot, dan beberapa moda transportasi umum lainnya.
Baca: Tantangan pengunaan bus listrik untuk angkutan massal
Terkhusus untuk Stasiun LRT Halim, dia memastikan akan terhubung dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) dan beberapa moda lainnya seperti TransJakarta, RoyalTrans, serta taksi, dantravelyang sudah disiapkan tempat pemberhentian khusus.
Dengan persiapan tersebut, dia berharap LRT Jabodebek bisa beroperasisesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.








