7cloud.asia – gelombang panas hebat dengan suhu mencapai 49 derajat celcius yang melanda India, Meksiko, hingga Amerika Serikat (AS). Gelombang panas itu menewaskan ratusan orang dari tiga negara tersebut.
Sementara itu, gelombang panas juga mengakibatkan kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Kanada.
Fenomena gelombang panas ini menurut para ilmuwan diperparah oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Pada Mei lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa 2023-2027 akan menjadi periode lima tahun terhangat yang pernah tercatat, sebab gas rumah kaca dan El Nino bergabung dan membuat suhu bumi melonjak dan memicu gelombang panas.
Baca: Emisi gas ruang kaca capai rekor tertinggi
Para ilmuwan mengatakan pemanasan global memperburuk cuaca di Meksiko. Hal ini, katanya, banyak negara mengalami rekor suhu tinggi dan mengalami gelombang panas
Kementerian Kesehatan Meksiko pada Rabu (28/6/2023) menyebut, ada lebih dari 1.000 keadaan darurat terkait panas dilaporkan di Meksiko antara 12 hingga 25 Juni, di mana 104 di antaranya mengakibatkan kematian.
Pihak berwenang melaporkan delapan kematian antara 14 April hingga 31 Mei. Sehingga total kematian hingga saat ini menjadi 112.
Kementerian Kesehatan menyebut penyebab utamanya adalah heat stroke, kemudian diikuti oleh dehidrasi yang dipicu gelombang panas.
Baca: Fenomena El Nino memuncak pada bulan Juni-Juli
Wilayah utara Meksiko melaporkan kematian terbanyak, dengan 64 kematian tercatat di negara bagian timur laut Nuevo Leon dan 19 di negara tetangga Tamaulipas, berbatasan dengan negara bagian Texas, AS, yang juga dilanda panas ekstrem.
Otoritas Meksiko menyebut, suhu maksimum rata-rata di Meksiko selama musim panas berfluktuasi antara 30 dan 45 derajat Celcius.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa gelombang panas lain dapat mempengaruhi mulai 1 Juli.
Baca: Gelombang panas tewaskan 96 orang di India
Di Amerika Serikat, dilaporkan setidaknya 13 orang tewas akibat gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu dalam dua minggu terakhir. Korban tewas tertinggi, 11 orang, tercatat di Webb County, Texas, dekat perbatasan Meksiko.
Dalam beberapa hari terakhir, suhu di beberapa kota di AS bagian selatan terasa seperti 113 derajat Fahrenheit, dengan trotoar retak di Houston, Texas.
Otoritas setempat telah mendirikan pusat-pusat pendinginan di kota berpenduduk 2,3 juta jiwa tersebut untuk mencegah damak lanjutan dari gelombang panas ini.
Sementara itu, Kanada terus memerangi musim kebakaran hutan terburuk dalam sejarahnya, sebuah fenomena yang menurut para ilmuwan diperparah oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Baca: Cuaca panas di Indonesia apakah bisa disebut gelombang panas
Di India, gelombang panas menewaskan setidaknya 96 orang akibat terik matahari yang tak tertahankan itu.
Ada dua daerah yang paling parah merasakan dampak gelombang panas, yaitu Uttar Pradesh dan Bihar, yang memiliki penduduk yang padat. Daerah padat penduduk dengan udara yang terik, pengap, dan kering membuat kondisi semakin parah!
Otoritas Uttar Pradesh dan Bihar memperingatkan warga berusia 60 tahun ke atas dan orang-orang yang menderita berbagai penyakit untuk tetap berada di dalam rumah pada siang hari.
Distrik Ballia di Uttar Pradesh kena dampak gelombang panas paling parah. Lebih dari setengah jumlah korban tewas berasal dari Ballia.
Baca: Jokowi sebut perlu langkah nyata atasi perubahan iklim

Leave a Reply