Blog

  • Senator AS Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Kepulauan Wakatobi

    Senator AS Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Kepulauan Wakatobi

    Senator Hawaii Christopher Lee bersama Bupati Wakatobi H. Haliana dan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mendengarkan penjelasan mengenai bisnis rumput laut di Desa Liya Togo, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 22 Juni 2023. (Foto: Putra Aditya/YSEALI)

    7cloud.asia – Bagi Senator Hawaii, Christopher Lee, Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara punya banyak kesamaan dengan negara bagian ke-50 Amerika Serikat atau Hawaii terkait kondisi geografis dan dampak perubahan iklim.

    Kedua kepulauan yang terpisah jarak ribuan kilometer sama-sama punya alam yang indah dan sumber daya laut melimpah. Tak cuma itu, keduanya juga punya masyarakat adat yang rentan terdampak perubahan iklim yang merusak sumber daya laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.

    Oleh karena itu, kata Lee, penting untuk memulai transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, seperti panel surya, di pulau-pulau kecil untuk memitigasi perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global.

    “Pulau ini (Wakatobi) lebih siap dan posisinya lebih baik dari banyak pulau-pulau lain yang saya pernah lihat untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai energi terbarukan. Tidak hanya bagi rumah-rumah, tetapi juga bisnis-bisnis besar. Jadi bisa mengurangi tagihan listrik dan memastikan jaringan listrik yang lebih bersih dan andal,” kata Senator Lee dalam wawancara dengan VOA pada akhir Juni di Jakarta.

    Baca: Terdampak perubahan iklim, desa ini kembangkan energi terbarukan

    Saat ini, Wakatobi mendapat pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Bahan bakar solar untuk PLTD didatangkan dari luar kepulauan yang pantainya menjadi salah satu surga bagi para penyelam.

    Dari 16 Juni sampai dengan 24 Juni lalu, Senator Lee berada di Indonesia untuk program pertukaran yang diinisiasi oleh Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), program program pertukaran antar profesional muda di Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Tenggara yang mencakup negara-negara ASEAN dan Timor-Leste.

    Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tujuan utama Lee untuk melihat implementasi program fasilitasi perizinan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat adat di Wakatobi.

    Program terkait masyarakat adat itu tersebut diusulkan oleh Amelia Setya Nur Kumala dari Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk program pertukaran YSEALI Professional Fellow yang dia ikuti pada 2022.

    Baca: Perubahan iklim picu bedol desa di Pantura

    Belajar dari Hawaii

    Keberpihakan Lee pada pembangkit energi terbarukan, terutama pemanfaatan tenaga surya, untuk memenuhi kebutuhan energi di pulau-pulau kecil berangkat dari pengalamannya hidup di Hawaii.

     

    Lahir dan besar di Hawaii, Lee menyaksikan bagaimana pantai-pantai pulau itu terkikis, pasokan air tawar berkurang dan peningkatan frekuensi badai akibat perubahan iklim.

    Lee, yang juga senator termuda di Senat Negara Bagian Hawaii saat terpilih pada 2005, tidak tinggal diam. Sebagai langkah awal, dia berhasil menggolkan undang-undang terobosan yang menjadikan Hawaii, negara bagian pertama di AS yang memandatkan 100 persen listrik dari energi terbarukan pada 2045.

    Dari pengesahan undang-undang tersebut, warga Hawaii mulai memasang panel surya di rumah-rumah mereka untuk mendapatkan pasokan listrik secara mandiri. Ketika makin banyak konsumen di pulau itu yang memasang panel surya, perusahaan-perusahaan listrik mulai berusaha menghadang upaya itu.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    Lee juga mengadakan konsultasi publik dan meloloskan undang-undang yang memerintahkan perusahaan listrik untuk memberi konsumen kebebasan memanfaatkan tenaga surya sebagai energi terbarukan.

    Transisi dari energi fosil ke energi terbarukan dengan menggunakan panel surya yang lebih murah juga berhasil membantu Hawaii menghemat lebih dari setengah miliar dollar dan mengurangi tarif listrik di Honolulu sebesar 20 persen.

    Keberhasilan Lee melakukan terobosan regulasi membuatnya dijuluki “Juara Surya” nasional.

    “Ini kisah yang sama yang terjadi di Hawaii, di Indonesia, Wakatobi, dan di negara-negara kepulauan di Pasifik. Kita menyaksikan kenaikan permukaan air laut, punahnya terumbu karang dan perubahan pola cuaca yang mengurangi pasokan air tawar,” kata Lee.

    “Jadi, masuk akal bagi saya untuk melakukan sesuatu.”

    Baca: Gelombang panas akibatkan ratusan orang meninggal di Meksiko dan India

    Menurut Lee, Hawaii sudah berhasil meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi negara bagian itu menjadi 40 persen, dari 10 persen pada 10 tahun lalu.

    Dengan kondisi geografi dan iklim yang mirip Hawaii, Lee yakin model pembangunan pembangkit energi terbarukan atau listrik  panel surya bisa diterapkan di Wakatobi.

    Apalagi, di Wakatobi masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk memasang instalasi panel surya dan baterai penyimpanan.

    “Di pulau-pulau kecil, seperti Wakatobi, ada komunitas dan desa yang lebih kecil. Anda bisa menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya dalam satu jaringan sistem kelistrikan yang mandiri. Ini lebih murah daripada mengubah jaringan listrik untuk jutaan orang,” kata Lee.

    Baca: Ini sisi gelap di balik transisi ke energi terbarukan

    Lebih jauh, Lee mengatakan secara umum Indonesia punya fleksibilitas membangun jaringan listrik dari sumber energi hijau dibandingkan Hawaii karena masih banyak pulau-pulau kecil di Indonesia belum terpasang jaringan listrik yang bersumber dari energi fosil seperti batu bara atau solar, katanya.

    “Transisi energi di pulau-pulau kecil di Indonesia, seperti di Wakatobi, lebih mudah daripada di Hawaii karena kami harus bersaing dengan warisan infrastruktur listrik yang mahal. Kami harus memikirkan secara finansial bagaimana transisi berjalan,” imbuhnya.

    Jadi, transisi ke energi terbarukan lebih mudah dimulai dari pulau-pulau kecil daripada langsung dalam skala besar, ujarnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • 8 Tanaman Ini Efektif Mengurangi Polusi Udara

    8 Tanaman Ini Efektif Mengurangi Polusi Udara

    7cloud.asia – Kita sudah lama tahu tanaman memainkan peran penting dalam menyerap karbon dan gas polutan lainnya dan mengolahnya menjadi oksigen. 

    Dengan cara ini tanaman bisa memurnikan atmosfer dan mengurangi polusi udara.

    Peran tanaman dalam menyerap polusi udara ini berkat fotosintesis, proses respirasi, dan tahap akhir dekomposisi yaitu mineralisasi yang dilakukannya.

    Karbon yang dikandung dalam tanaman merupakan hasil keseimbangan antara karbon yang difiksasi oleh fotosintesis dan karbon yang dilepaskan di atmosfer melalui respirasi. Dengan cara ini, tanaman bisa menahan kenaikan suhu bumi.

    Selain itu tanaman juga bisa meredam kebisingan di kawasan perkotaan dan industri. Jadi tak heran jika banyak kalangan yang menyarankan untuk menanam tanaman guna menciptakan lingkungan yang lebih asri dan udara yang lebih bersih. 

    Baca: Tanaman yang diyakini bisa membawa keberuntungan

    Jika kamu tertarik untuk menanam tanaman untuk mengurangi polusi udara di sekitarmua, berikut sejumlah tanaman yang diketahui efektif menyerap gas polutan: 

    1. Lidah Buaya

    Tanaman lidah buaya selama ini dikenal baik untuk mengobati luka akibat sengatan matahari ataupun kondisi kulit sensitif. Gel di dalam lidah buaya mengandung anti bakteri alami yang dikemas dengan vitamin.

    Selain itu, tanaman ini juga bertindak sebagai pembersih udara alami dan mengurangi bahan kimia beracun termasuk formaldehida dan benzena.

    2. Dracaena

    Tanaman dracaena telah terbukti menjadi salah satu penyaring udara yang paling efektif. Dracaena dapat menghilangkan formaldehida, benzena, trikloroetilen, dan karbon dioksida yang semuanya bisa memicu masalah kesehatan.

    Tanaman dracaena juga cenderung meningkatkan kelembapan ruangan yang pada gilirannya membantu mengendalikan gangguan pernapasan.

    Baca: Ramah lingkungan tak hanya soal suka tanaman

    3. Tanaman Karet

    Tanaman karet dapat meningkatkan produksi udara bersih karena permukaan daunnya yang besar bertindak sebagai spons dan menyerap bahan kimia keras kemudian memecahnya menjadi udara yang lebih ramah lingkungan.

    Tanaman ini telah terbukti menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen yang baik untuk kesehatan.

    4. Lady’s Mantle 

    tanaman Lady’s mantle memiliki daun berbulu yang pada akhirnya mengurangi tingkat nitrogen dioksida (NO2) di udara dan juga menjebak partikel berbahaya.

    Itulah sebabnya mengapa tanaman lady’s mantle merupakan pilihan ideal lainnya untuk membersihkan udara di sekitar kita.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan tanaman dan jamur untuk bersihkan polusi lahan

    5. Peace Lily

    Tanaman peace lily dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan hingga 60 persen. Tumbuhan ini menyerap spora kapang yang biasanya muncul dari debu di dalamnya.

    Tanaman ini dapat mengurangi tingkat spora jamur dengan menyerapnya sebagai makanan. Tanaman peace lily juga dapat bermanfaat di area dengan kelembapan tinggi, seperti misalnya di kamar mandi berkat kemampuannya mencegah jamur.

    6.  Pakis Boston

    Selain menjadi filter udara alami, tanaman Pakis Boston dapat mengembalikan kelembapan alami ke udara. Faktanya, tanaman ini terbukti efektif untuk orang dengan kulit kering atau hidung atau tenggorokan yang sensitif pada udara lembap. 

    Baca: Ini akibatnya jika keanekaragaman hayati musnah

    7. Spider Plant

    Spider plant adalah antioksidan alami karena secara efektif menghilangkan amonia, benzena, formaldehida, dan xilena yang merupakan bahan kimia keras yang muncul dari produk pembersih dan furniture. 

    Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan dengan cepat meningkatkan kualitas udara sehingga baik ditempatkan di dalam ruangan. 

    8Tanaman Ivy 

    Tanaman ini memiliki daun dengan permukaan yang besar sehingga memberikan peranan pada pemurnian udara.

    Tanaman Ivy dapat memompa oksigen dalam jumlah yang baik ke atmosfer sehingga bisa menyegarkan udara. 

     

  • Pemerintah Diminta Terbuka Soal Hilangnya Hutan di Hutan Skunder

    Pemerintah Diminta Terbuka Soal Hilangnya Hutan di Hutan Skunder

    7cloud.asia – Direktur MADANI berkelanjutan Nadia Hadad mengatakan, sudah saatnya pemerintah membuka data kehilangan hutan alam di wilayah izin dan konsesi. Pernyataan ini menanggapi pengumuman KLHK yang menyatakan deforestasi di Indonesia terus menurun.

    MADANI Berkelanjutan (lembaga yang bertujuan untuk memperkuat berbagai inisiatif dalam menyelamatkan hutan Indonesia) menilai angka deforestasi yang dirilis KLHK perlu ditelisik kesahihannya.

    Kajian MADANI Berkelanjutan  terkait deforestasi pada periode sebelumnya (2020-2021) memperlihatkan bahwa jenis hutan alam sekunder adalah yang paling rentan terdeforestasi.

    Baca: KLHK menyebut deforestasi terus turun setelah memuncak pada 2016

    Kajian yang sama juga memperlihatkan bahwa hilangnya hutan alam terbesar justru terjadi di Kawasan Hutan, khususnya Kawasan Hutan Produksi yang berkaitan dengan wilayah izin dan konsesi.

    “Izin dan konsesi di Indonesia mengelola hutan alam dengan jumlah sangat besar. Kajian MADANI Berkelanjutan pada periode sebelumnya (2020-2021) menunjukkan bahwa 62% hilangnya hutan alam terjadi di dalam izin dan konsesi,” ujar Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (9/7/2023)

    Tumpang-tindih perizinan, ujarnya, menyulitkan upaya untuk melihat izin atau konsesi mana yang menjadi pendorong utama susutnya hutan alam.

    Baca: Hilangnya hutan alam akibat deforestasi

    Hilangnya hutan alam juga terjadi di Area of Interest Food Estate yang mendapatkan berbagai karpet merah regulasi sebagai Proyek Strategis Nasional sehingga Program ini rentan menjadi driver of deforestation baru.

    Kajian MADANI Berkelanjutan menunjukkan sekitar 2.000 hektare hutan alam hilang di Area of Interest Food Estate pada periode 2020-2021,” terang Nadia Hadad.

    “Penyelamatan hutan alam tersisa terutama untuk hutan alam sangat krusial di izin perkebunan sawit, Hutan Tanaman, dan tambang karena kegiatan usahanya cenderung melibatkan banyak pembukaan lahan,” tegasnya.

    Baca: Komitmen Indonesia penuhi Deklarasi Glasgow menuai pujian 

    Ia melanjutkan, jika hutan alam di area izin atau konsesi hilang, Indonesia niscaya gagal mencapai komitmen iklimnya. Pemerintah juga harus mengumumkan ketegasan untuk melindungi hutan alam dalam penyelesaian keterlanjuran izin-izin di kawasan hutan serta membuat prosesnya transparan.

    “Tertutupnya proses saat ini meningkatkan risiko hilangnya hutan alam karena kurangnya public scrutiny,” tambah Nadia Hadad.

    Pemerintah juga perlu melindungi hutan alam di luar izin yang belum dilindungi melalui berbagai instrumen kebijakan yang menggabungkan pendekatan command and control dan pendekatan insentif-disinsentif.

    Baca: Riset tunjukkan emisi gas rumah kaca capai rekor tahun ini

    Sekitar 9,7 juta hektare hutan alam di luar izin atau konsesi, area moratorium, dan area yang dicadangkan untuk perhutanan sosial (PIAPS) masih belum terlindungi dan rentan terdeforestasi.

     

    Hutan alam yang belum terlindungi ini harus segera dilindungi melalui berbagai instrumen kebijakan seperti perluasan area moratorium ke seluruh hutan alam.

    Kebijakan ini termasuk yang dikategorikan sebagai hutan alam sekunder, Kawasan Ekosistem Esensial, insentif bagi jasa lingkungan, maupun berbagai instrumen kebijakan lain.

    Baca: Indonesia menjadi salah satu negara dengan hutan terluas di dunia

    Setengah dari hutan alam yang belum terlindungi ini bahkan sudah masuk ke dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) yang diperuntukkan untuk pemberian Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan baru.

    Untuk mencegah semakin susutnya hutan alam, perlu ada peraturan perundang-undangan atau kebijakan yang menegaskan bahwa hutan alam di area PAPH tidak akan diperuntukkan untuk pemanfaatan kayu melainkan hanya untuk jasa lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu.

    Selain itu, mengingat sudah sangat besarnya penguasaan hutan alam oleh perusahaan skala besar, sudah saatnya pemerintah mengutamakan pengelolaan hutan alam oleh masyarakat dan bukan Perizinan Berusaha skala besar,” pungkas Nadia Hadad.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen

     

  • Deforestasi Dilaporkan Turun, MADANI Berkelanjutan Soroti Hilangnya Hutan Alam

    Deforestasi Dilaporkan Turun, MADANI Berkelanjutan Soroti Hilangnya Hutan Alam

    7cloud.asia – Capaian pemerintah dalam menekan angka deforestasi dan upaya pemerintah dalam memenuhi komitmen iklim Indonesia mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa deforestasi Indonesia pada 2021-2022 turun sebesar 8,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    Namun demikian, MADANI Berkelanjutan mendorong khalayak untuk menyelisik angka deforestasi tersebut dan meminta pemerintah untuk memberikan gambaran yang lebih utuh tentang situasi hutan alam Indonesia.

    “Kita harus melihat secara khusus penyusutan hutan alam, terpisah dari penyusutan dan penanaman hutan tanaman,” ujar Direktur Eksekutif MADANI Berkelanjutan, Nadia Hadad dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (9/7/2023)  menanggapi turunnya angka deforestasi yang diumumkan pemerintah.

    Baca: Laju deforestasi di Indonesia terus menurun

    Berbeda dari hutan tanaman yang monokultur dan menghasilkan jasa ekosistem yang terbatas, hutan alam memiliki banyak peran kritis bagi kehidupan.

    Hutan Alam berperan mengurangi risiko bencana, mencegah memburuknya krisis iklim, dan melestarikan keanekaragaman hayati, sehingga mencegah deforestasi mutlak dibutuhkan.

    Kehilangan hutan alam juga bisa berarti kehilangan kekayaan budaya bangsa, terutama budaya masyarakat lokal dan masyarakat adat yang tinggal di dalam atau sekitar kawasan hutan.

    “Hutan alam juga krusial untuk mencapai target Indonesia FOLU Net Sink 2030 dan Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat,” tambah Nadia Hadad.

    Baca: Jelang pemilu dan pilkada, masyarakat diajak awasi pemberian izin membuka lahan

    Selain itu, Nadia Hadad juga menyerukan bahwa sudah saatnya pemerintah membuka data kehilangan hutan alam di wilayah izin dan konsesi.

    Kajian MADANI Berkelanjutan terkait deforestasi pada periode sebelumnya (2020-2021) memperlihatkan bahwa jenis hutan alam sekunder adalah yang paling rentan alami deforestasi.

    Kajian yang sama juga memperlihatkan bahwa hilangnya hutan alam terbesar justru terjadi di Kawasan Hutan, khususnya Kawasan Hutan Produksi yang berkaitan dengan wilayah izin dan konsesi.

    Izin dan konsesi di Indonesia mengelola hutan alam dengan jumlah sangat besar.

    Baca: Indonesia menjadi salah satu negara dengan hutan terluas di dunia

    Kajian MADANI Berkelanjutan pada periode sebelumnya (2020-2021) menunjukkan bahwa 62% hilangnya hutan alam terjadi di dalam izin dan konsesi.

    Tumpang-tindih perizinan menyulitkan upaya untuk melihat izin atau konsesi mana yang menjadi pendorong utama susutnya hutan alam.

    Hilangnya hutan alam juga terjadi di Area of Interest Food Estate yang mendapatkan berbagai karpet merah regulasi sebagai Proyek Strategis Nasional sehingga Program ini rentan menjadi driver of deforestation baru.

    “Kajian MADANI Berkelanjutan menunjukkan sekitar 2.000 hektare hutan alam hilang di Area of Interest Food Estate pada periode 2020-2021,” terang Nadia Hadad.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penyerap karbon

    MADANI Berkelanjutan (Manusia dan Alam untuk Indonesia Berkelanjutan) adalah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk memperkuat berbagai inisiatif lokal dan nasional dalam menyelamatkan hutan Indonesia.

    MADANI Berkelanjutan mengembangkan strategi menjembatani hubungan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai solusi inovatif terkait tata kelola hutan dan lahan.

     

  • Seperti Apa Perwujudan Konsep Smart City atau Kota Pintar di IKN

    Seperti Apa Perwujudan Konsep Smart City atau Kota Pintar di IKN

    7cloud.asia – Smart city atau kota pintar akhir-akhir ini makin sering kita dengar. Bahkan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mencanangkan bahwa ibu kota negara (IKN) akan mengadopsi konsep smart city alias kota pintar  yang ramah lingkungan dan berbasis alam.

    Terlepas dari polemik politik dan ekonomi soal rencana pembangunan IKN, penggunaan konsep kota pintar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

    Beberapa kota di Indonesia telah mengklaim status sebagai smart city atau kota pintar. Namun, konsep kota pintar atau smart city ini sendiri belum banyak dipahami oleh masyarakat.

    Padahal, sebetulnya ada beberapa standar yang harus dipenuhi untuk dapat mengklaim sebagai sebuah kota pintar.

    Lantas seperti apa sebenarnya perwujudan konsep smart city atau kota pintar ini? Berikut hasil kajian yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Indonesia, sebagaimana telah diterbitkan di The Conversation.

     

    Baca: Slow city, konsep baru tata kota yang lebih ramah lingkungan

    Kami tim peneliti dari kluster riset digital business and economics, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan konsep kota pintar dan bagaimana adopsinya menjadi salah satu pilar utama rencana pembangunan IKN.

    Tak hanya itu, kami juga akan mengulas berbagai tantangan terkait adopsi konsep kota pintar dan rekomendasi untuk para pengambil kebijakan.

    Konsep kota pintar atau smart city adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi operasional, keberlanjutan, dan pengalaman warga dalam suatu kota.

    Teknologi informasi dan komunikasi memadukan berbagai aspek kehidupan di kota pintar dan membantu pembuatan keputusan yang lebih tepat dan terukur. Ini seperti transportasi, energi, infrastruktur, layanan publik, lingkungan, dan lainnya.

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Integrasi dilakukan melalui beberapa fitur utama yang menjadi ciri-ciri kota pintar menurut standar komite perumahan dan manajemen lahan United Nations Economic Commission for Europe (UNECE).

    Pertama, kota pintar menggunakan teknologi berbasis sensor yang terhubung 24 jam untuk secara real-time mengumpulkan data berbagai indikator operasional kota. Misalnya adalah kamera CCTV yang memantau titik-titik rawan kemacetan atau sensor pendeteksi kualitas air dan udara di titik-titik rawan polusi.

    Kedua, kota pintar mengadopsi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan berbagai perangkat terhubung. Lampu jalan hingga sarana transportasi, misalnya, bisa saling “berkomunikasi” dan “berbagi informasi”. Pengelolaan kota pun menjadi lebih efisien.

    Ketiga, kota pintar menyediakan layanan publik yang terintegrasi melalui teknologi digital. Misalnya, sistem pelaporan masalah melalui aplikasi seluler yang memungkinkan warga untuk melaporkan gangguan atau kerusakan infrastruktur dengan cepat.

    Baca: Gaya hidup alon-alon waton kelakon membuat Yogyakarta layak masuk kategori slow city

    Laporan yang masuk kemudian akan memicu mekanisme operasional terstandardisasi untuk tindak lanjut yang terukur dan dapat dimonitor secara real-time oleh pelapor.

    Keempat, kota pintar mendorong keterlibatan aktif dari warga. Warga dapat memberikan umpan balik mengenai pengelolaan kota dan pengambilan keputusan melalui aplikasi seluler, platform digital, atau kios interaktif.

    Dengan cara ini, pemerintah mendapatkan informasi langsung dari warga, bisa memahami kebutuhan mereka, dan merespons secara efektif berbagai permasalahan yang sebelumnya harus melalui jalur birokrasi yang panjang dan berbelit.

    Adopsi kota pintar di IKN

    Pembangunan IKN memiliki delapan prinsip visi yang dapat dilihat pada laman resmi IKN. Sebagian besar dari indikator turunan dari prinsip tersebut membutuhkan dukungan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi untuk dapat terpenuhi.

    Misalnya, prinsip IKN terkait emisi karbon mengharuskan adanya peningkatan efisiensi energi pada bangunan umum dan menargetkan net zero emission pada 2045.

    Net zero emissions atau nol emisi karbon adalah kondisi saat jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh lingkungan.

    Baca: Penjelasan mengapa Kalimantan dipilih menjadi lokasi IKN

    Penerapannya membutuhkan smart grid atau jaringan listrik pintar yang dapat mengelola distribusi dan penggunaan energi secara efisien, serta menghubungkan berbagai sumber energi terbarukan ke dalam jaringan listrik.

    Contoh lain bagaimana adopsi kota pintar dapat membantu IKN adalah terkait prinsip IKN yang terhubung, aktif, dan mudah diakses – yaitu dengan memprioritaskan penggunaan kendaraan umum dan kemudahan transportasi menuju fasilitas umum.

    Hal ini dapat dipenuhi dengan sistem transportasi pintar, seperti penggunaan sistem pemantauan lalu lintas yang terintegrasi, pengaturan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan, pengelolaan parkir pintar, dan integrasi transportasi umum yang terpusat dan efisien.

    Sebagai contoh, pengelolaan parkir pintar menambahkan sensor yang terkoneksi internet pada lahan parkir sehingga memudahkan pengemudi untuk mencari, memesan, dan membayar tempat parkir dengan menggunakan aplikasi online.

    Baca: Komnas HAM nilai UU IKN perlu direvisi, ini alasannya

    Selain itu, penggunaan kendaraan listrik dan jaringan transportasi ramah lingkungan juga berkontribusi dalam mendukung prinsip ini, bersama-sama dengan pemantauan dan pengelolaan lingkungan menggunakan sensor real-time.

    Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang mengeluarkan emisi karbon berlebih.

    Terakhir, penerapan kota pintar secara umum dapat merangsang pertumbuhan ekonomi digital di IKN.

    Dengan menciptakan ekosistem digital yang mendorong kolaborasi antara perusahaan teknologi, start-up, dan lembaga riset, IKN dapat menjadi pusat inovasi digital yang berpotensi menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Penerapan konsep kota pintar di IKN akan membantu menciptakan kota yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

    Ini juga akan memberikan kesempatan untuk menyertakan teknologi terbaru dan praktik terbaik dalam pengelolaan kota, memberikan manfaat bagi warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

    Namun, implementasi konsep kota pintar di IKN kemungkinan akan menghadapi beberapa tantangan berat. Apa saja tantangan mewujudkan konsep kota pintar dalam sebuah kota baru seperti IKN, baca kelanjutannya di 7cloud.asia 

    Sumber: The Conversation, baca artikel asli di sini

  • Pengembangan Teknologi untuk Mengatasi Masalah Sampah Plastik

    Pengembangan Teknologi untuk Mengatasi Masalah Sampah Plastik

    7cloud.asia – Sampah plastik diketahui telah menimbulkan sederet masalah bagi lingkungan.  Setiap hari, setara dengan lebih dari 2.000 truk sampah penuh plastik dibuang ke lautan, sungai dan danau kita.

    Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Lebih dari itu berbagai penelitian juga dilakukan untuk mengatasi sampah plastik yang kini sudah telanjur mencemari planet Bumi. 

    Apa saja yang dilakukan ilmuwan dunia untuk mengatais sampah plastik, berikut rangkumannya seperti kami kutip dari earth.org.

    Baca: Robries memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Enzim Pemakan Plastik
    Salah satu solusi ilmiah terpenting untuk polusi yang diakibatkan sampah plastik yang muncul adalah enzim pemakan plastik.

    Di Jepang 2016, seorang ilmuwan menemukan enzim pemakan plastik yang mampu mengurai Polyethylene terephthalate (PET) – jenis plastik yang paling umum digunakan dan menghasilkan sampah plastik terbesar.

    Enzim yang dikenal dengan nama Ideonella Sakaiensis 201-F6 ini merupakan bakteri yang dapat mencerna plastik dengan mengeluarkan enzim yang disebut PETase, dan mencerna karbon dalam PET untuk digunakan sebagai sumber makanan.

    Meskipun proses pemecahannya relatif lambat, para ilmuwan telah bekerja untuk mempercepatnya. Sebuah tim ilmuwan internasional telah mampu memodifikasi komposisi molekuler enzim, dan men-tweaknya untuk mengonsumsi PET 20% lebih cepat dari yang semula.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Jamur Pemakan sampah plastik 
    Spesies jamur berpigmen gelap, yang dikenal sebagai Aspergillus Tubingensis, ditemukan mengandung zat yang dapat mendegradasi poliuretan (PU).

    Samantha Jenkins, insinyur biotek utama untuk perusahaan bio-manufaktur Biohm sedang mempelajari berbagai jenis jamur dalam sebuah proyek penelitian, ketika dia menemukan jamur pemakan sampah plastik dan menemukan bahwa jamur telah memakan jalan melalui spons plastik yang digunakan untuk menyegelnya.

    Jenkins sedang dalam proses menguji jamur pada sampah plastik PET dan PU dan menemukan bahwa jamur tersebut berkembang biak karena mengkonsumsi lebih banyak sampah plastik.

    Jamu pemakan sampah plastik ini juga berpotensi menciptakan sumber biomaterial baru “untuk makanan, atau stok pakan untuk hewan, atau antibiotik”.

    Baca: Kolaborasi pemerintah-produsen-masyakarat dalam mengatasi masalah sampah plastik

    Kumparan Magnetik
    Para ilmuwan telah menciptakan kumparan magnet yang mampu menargetkan mikroplastik di lautan. Nanoteknologi eksperimental ini mampu mengurai mikroplastik yang diakibatkan sampah plastik di dalam air tanpa membahayakan kehidupan laut.

    Lebih tipis dari rambut manusia, kumparan ini menyerupai pegas di bawah mikroskop, dan dilapisi nitrogen dan logam magnetik yang disebut mangan.

    Ketika mereka bereaksi dengan molekul oksigen, mereka menyerang sampah plastik dan dapat membantu memecahnya.

    Xiaoguang Duan, salah satu penulis studi ini menemukan bahwa nano-coils memiliki tingkat pengurangan 30% hingga 50% dalam mikroplastik selama delapan jam dalam percobaan awal.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

     

    Konversi sampah plastik menjadi bahan bakar

    Perusahaan Australia Licella Holdings telah mengembangkan teknologi baru yang dipatenkan, yang dikenal sebagai Catalytic Hydrothermal Reactor (Cat-HTR), yang dapat mengubah sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang menjadi minyak.

    Teknologi ini mampu melelehkan sampah plastik dan mengubahnya menjadi bahan bakar cair. Melalui proses yang mirip dengan pressure-cooker ukuran komersial, teknologi ini mengurai sampah plastik menjadi komponennya guna menghasilkan berbagai bahan termasuk minyak, lilin, dan plastik yang dapat diubah menjadi produk atau bahan bakar plastik lainnya.

    Apa yang membuat teknologi ini begitu unik adalah sifatnya yang serbaguna. Tidak ada plastik yang tidak cocok untuk perangkat ini. Cat-HTR secara kimia mendaur ulang campuran plastik tanpa perlu memisahkan jenis plastik yang berbeda.

    Sampah plastik tersebut termasuk plastik akhir masa pakainya yang seharusnya dikirim ke tempat pembuangan akhir, pembakaran, atau berakhir di lautan kita.

    Teknologi ini memungkinkan sampah plastik didaurulang berulang kali dan dalam skala komersial, dan dapat mengubah 20.000 ton sampah plastik setiap tahunnya. Namun, para kritikus menyebut teknologi tersebut sebagai pertukaran lingkungan karena proses tersebut dapat menghasilkan emisi karbon.

    Baca: Mengenal bioplastik, benarkah aman untuk lingkungan

    Konversi sampah plastik untuk perkerasan jalan
    Salah satu dari banyak solusi ilmiah untuk polusi plastik adalah mengubah sampah plastik menjadi jalan. Sebuah proyek yang dikenal sebagai PlasticRoad, membuat jalur sepeda di kota Zwolle, Belanda dan jalan di Overjissel pada tahun 2018 menggunakan 70% plastik daur ulang.

    Rencananya akan ditingkatkan menjadi 100%. Proyek ini telah terbukti berhasil karena plastik lebih tahan lama daripada aspal dan membutuhkan lebih sedikit alat berat dan waktu pemasangan, yang membuat jejak karbonnya lebih kecil.

    PlasticRoad bermaksud untuk terus merancang, membuat, dan memasok jalan yang berkelanjutan, tahan iklim, dan melingkar ini, terbuat dari limbah plastik kota dan “dengan dampak negatif sekecil mungkin pada planet dan sumber daya alam kita”.

    Ganti kemasan plastik dengan rumput laut
    Salah satu solusi ilmiah paling signifikan untuk polusi plastik yang muncul dalam beberapa tahun terakhir adalah bioplastik. Alternatif plastik terdiri dari bahan yang dihasilkan dari sumber biomassa terbarukan.

    Perusahaan rintisan Indonesia Evoware telah meneliti cara mengubah rumput laut menjadi bioplastik. Mereka bekerja sama dengan petani rumput laut setempat untuk membuat berbagai jenis kemasan seperti sandwich wrap, burger wrap, sachet untuk rempah-rempah.

  • Implementasi Konsep Kota Pintar di IKN Hadapi Sejumlah Kendala

    Implementasi Konsep Kota Pintar di IKN Hadapi Sejumlah Kendala

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) dibangun dengan mengadopsi konsep smart city atau kota pintar yang berbasis alam dan kota hutan.

    Namun kajian yang dilakukan tim ahli dari UNiversitas Indonesia menyebut implementasi konsep smart city atau kota pintar di IKN akan menghadapi beberapa tantangan berat.

    Kendala penerapan konsep smar city atau kota pintar di IKN muncul baik karena kondisi fisik di lokasi IKN maupun kemajuan teknologi yang ada sekarang.

    Baca: Konsep smart city di IKN

    Berikut sejumlah kendala yang dihadapi terkait penerapan konsep smart city atau kota pintar di IKN, sebagaimana telah diterbitkan di The Conversation

    Pertama, kebutuhan infrastruktur digital yang kompleks untuk meujudkan kota pintar. Membangun infrastruktur teknologi yang canggih dan terintegrasi di seluruh IKN membutuhkan investasi besar dan perencanaan yang matang.

    Terlebih lagi, saat ini pembangunan infrastruktur digital masih berpusat di pulau Jawa. Oleh karena itu, kelayakan infrastruktur digital demi terwujudnya smart city di lokasi pembangunan IKN masih menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Otorita IKN.

    Baca: UU IKN dinilai perlu direvisi, ini alasannya

    Kedua, keamanan dan privasi data. Pengumpulan dan penggunaan data yang luas menjadi pilar kota pintar. Namun, hasil penelitian kami mengidentifikasi risiko privasi dan kebocoran data menjadi salah satu faktor penghambat adopsi teknologi smart home atau rumah pintar.

    Rumah pintar menggunakan teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi dan merupakan implementasi kota pintar pada tataran terkecil.

    Terlebih, rekam jejak pemerintah dalam menjaga keamanan data dan privasi warga masih buruk. Pemerintah harus memprioritaskan perlindungan data dan penerapan kebijakan privasi yang ketat untuk memastikan informasi sensitif warga tetap aman dan terlindungi.

    Baca: Makna pohon hayat yang menjadi logo IKN

    Ketiga, keberhasilan kota pintar atau smart city bergantung pada partisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat. Mendapatkan dukungan dan partisipasi warga dalam penggunaan teknologi, serta memastikan inklusivitas dalam akses dan penggunaan layanan digital, menjadi tantangan tersendiri.

    Sebetulnya, adopsi internet di Indonesia tergolong baik. Skor literasi digital Indonesia – berdasarkan laporan hasil pengukuran indeks literasi digital Indonesia tahun 2022 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center (KIC) – berada di angka 3,54 dari skala 1-5.

    Namun, edukasi dan kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar mereka dapat memahami manfaat dan risiko penggunaan teknologi sehingga mampu menggunakan teknologi secara bijak.

    Baca: KOnsep kota hutan tak lantas membuat IKN ramah lingkungan

    Keempat, koordinasi dan kerja sama antara berbagai lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Koordinasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan untuk membagi sumber daya, mengatasi hambatan regulasi, dan memastikan kelancaran implementasi menjadi tantangan yang perlu diatasi.

    Hal ini termasuk memastikan adanya payung hukum bagi berbagai inisiatif terkait adopsi teknologi kota pintar di IKN.

    Terakhir, keberlanjutan finansial. Menerapkan kota pintar adalah investasi jangka panjang. Dana yang dibutuhkan tak hanya berhenti di sekitar perkiraan Rp 466 triliun untuk membangun IKN.

    Pada hakikatnya, kota terutama kota pintar akan terus berkembang dan infrastruktur akan membutuhkan perawatan. Akan muncul tantangan mencari model pendanaan serta mendapatkan pengembalian investasi yang memadai melalui efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan.

    Baca: Eksistensi masyarakat adat di lokasi IKN

    Pesan untuk pembuat kebijakan

    Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, kami memberikan enam rekomendasi yang bisa dipertimbangkan pembuat kebijakan.

    Pertama, penting untuk memastikan infrastruktur digital yang kuat dan terjangkau, termasuk konektivitas internet yang cepat dan luas. Kolaborasi dengan penyedia layanan telekomunikasi dan pengembang teknologi akan membantu memenuhi kebutuhan ini.

    Kedua, perlunya kerangka regulasi yang jelas dan fleksibel untuk mendorong inovasi dan adopsi teknologi. Pemerintah perlu mempertimbangkan aturan yang progresif dan memfasilitasi kerja sama antara sektor publik dan swasta.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

    Ketiga, penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui program pelatihan dan pendidikan. Hal ini akan memastikan partisipasi yang lebih luas dalam pemanfaatan teknologi secara bijak.

    Keempat, perlu fokus pada privasi data dan keamanan siber. Pemerintah harus mengembangkan kebijakan yang melindungi data pribadi dan memastikan sistem keamanan yang kokoh.

    Kelima, penting untuk mengadopsi pendekatan inklusif dalam pengembangan Kota Pintar, memperhatikan kepentingan dan kebutuhan semua lapisan masyarakat.

    Terakhir, kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil penting untuk merancang dan mengimplementasikan solusi yang berkelanjutan.

    Penting bagi Otorita IKN untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, melakukan perencanaan yang matang, dan mengadopsi pendekatan yang adaptif untuk mengatasi perubahan dan tantangan yang mungkin muncul selama implementasi konsep Kota Pintar di IKN.

  • Seperti Ini Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Kelautan

    Seperti Ini Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Kelautan

    Kegiatan bersih pantai di Pelabuhan Sungai Nyamuk, Kabupaten Nunukan. Foto: ANTARA/HO-Kantor UPP Kelas III Sungai Nyamuk, Sebatik, Nunukan.

    7cloud.asia – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ikut membahas kesepakatan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada industri pelayaran saat berpartisipasi dalam sesi ke-80 Komite Perlindungan Lingkungan Laut (MEPC 80).

    Acara tersebut digelar di Markas Besar Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London, Inggris pada 3-8 Juli 2023.

    Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan yang bertindak sebagai Ketua Pengganti I Delegasi Indonesia Antoni Arif Priadi mengungkapkan pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda utama, di antaranya penyusunan revisi strategi IMO 2023 terkait penurunan emisi gas rumah kaca beserta penentuan elemen upaya tindakan (measures).

     
    Baca: Agenda Birukan Langit Indonesia dari PAN

    Kemudian, pencegahan polusi laut dari kapal, efisiensi energi dari kapal, amandemen sejumlah ketentuan Konvensi MARPOL, amandemen Konvensi Ballast Water Management (BWM), isu sampah plastik laut, penyusunan pedoman penggunaan biofuel sebagai bahan bakar alternatif serta perlindungan kawasan laut sensitif (PSSA).

    “Dalam pertemuan ini disepakati antara lain penetapan program kerja MEPC dan subsidiary bodies untuk periode 2024-2025, penetapan jadwal MEPC 81 pada 22-26 April 2024,” kata Antoni sebagaimana dikutip Antaranews.com Senin (10/7/2023).

    Pertemuan itu dihadiri oleh negara-negara anggota IMO, wakil-wakil dari badan-badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta para pengamat intergovernmental organizations (IGOs) dan non-governmental organizations (NGOs) serta sejumlah asosiasi terkait industri pelayaran dengan status konsultatif.

     
    Baca: Riset mengungkap tahun ini emisi gas rumah kaca capai level tertinggi
    Ia memaparkan melalui pembahasan dengan dinamika yang sangat intensif, MEPC 80 berhasil menyepakati revisi strategi IMO 2023 terkait penurunan emisi gas rumah kaca.
     
    Strategi penurunan gas rumah kaca itu memuat visi dan misi, level ambisi dan kumpulan upaya tindakan (basket of measures) disertai dengan alur waktu (timeline) pelaksanaan kajian dampak komprehensif (comprehensive impact assessment) serta tahapan pemilihan elemen basket measures jangka menengah (mid-term).

    Dalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan dengan narasi penguatan upaya efisiensi energi pada kapal, penurunan intensitas karbon dari industri pelayaran pada 2040 ditargetkan diturunkan menjadi sedikitnya 40 persen pada 2030 dibandingkan angka tahun 2008.

     
    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi masa yang panas
     
    “Selain itu juga disepakati penggunaan teknologi nol atau rendah gas rumah kaca sedikitnya sebesar 5 persen, diupayakan 10 persen pada 2030, dan penurunan emisi gas rumah kaca mencapai net zero pada kisaran waktu atau mendekati pada 2050,” katanya.

    Sementara itu, terkait penetapan economic measures, Indonesia menolak pemilihan measures yang dapat berdampak negatif pada perekonomian negara berkembang.

     
    Selain itu, economic measures juga harus menjamin adanya transfer teknologi dan pengembangan kapasitas bagi negara berkembang dalam rangka transisi energi dan teknologi.
     
    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang

    “Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa Indonesia tekankan pentingnya pemilihan measures yang tepat untuk menghadapi urgensi perubahan iklim. Selain itu, Indonesia juga sampaikan pentingnya pengembangan penggunaan biofuel dalam transisi energi sambil mencari alternatif energi hijau lainnya,” ujar Antoni.

    Indonesia lebih lanjut menekankan aspek keselamatan pelaut (seafarer) dalam penerapan teknologi baru terkait penerapan technical measure dan pentingnya peningkatan kapasitas teknis sumber daya manusia untuk menerapkan revisi strategi dengan efektif.

    Pada pertemuan MEPC selanjutnya pada 2024, elemen basket of measures serta kajian dampak komprehensif akan dibahas lebih rinci.

     
    Baca: Upaya Indonesia turunkan deforestasi mendapat apresiaisi
     
    Pertemuan itu juga akan mengupas tindakan-tindakan atau langkah-langkah konkret apa saja dari perspektif teknis bahan bakar dan kapal serta pendekatan ekonomi yang diperlukan untuk mereduksi emisi gas rumah kaca tersebut.

    “Indonesia juga mendukung pelaksanaan comprehensive impact assessment dan meminta agar data dan informasi yang digunakan faktual dan memperhatikan kondisi masing-masing negara,” kata Antoni.

  • Partai Gerindra Siap Dukung Kaesang Pangarep Menjadi Balon Walikota Depok

    Partai Gerindra Siap Dukung Kaesang Pangarep Menjadi Balon Walikota Depok

    7cloud.asia – Dukungan untuk putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep untuk maju menjadi walikota Depok, Jawa Barat terus mengalir.

    Kali ini, dukungan untuk Kaesang Pangarep untuk maju menjadi calon walikota Depok datang dari Partai Gerindra.

    Tak tanggung-tanggung pernyataan dukungan Gerindra untuk Kaesang Pangarep disampaikan langsung Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. 

    Baca: Kaesang Pangarep siap jadi Depok pertama

    Ahmad Muzani mengungkapkan dukungan untuk Kaesang Pangarep saat ditemui wartawan di sela  konsolidasi kader Partai Gerindra Kota Depok, Minggu (9/7/2023).

    Muzani mengatakan jika aspirasi untuk memajukan Kaesang Pangarep memang berasal dari warga Depok dan Kaesang bersedia untuk maju, maka Gerindra akan mendukung.

    Dirinya menambahkan, rencana Kaesang Pangarep untuk maju di pilkada Depok tidak perlu ditolak dengan alasan umur ataupun pengalaman.

    Baca: Gibran raih dukungan terbanyak jadi balon gubernur DKI Jakarta 

    Muzani mengakui kehendak dan keinginan warga Depok agar Kaesang Pangarep  menjadi calon walikota Depok sangat kuat.  

    Muzani menambahkan, karena alasan itu maka jika Kaesang Pangarep bersedia maju menjadi balon walikota Depok, maka Gerindra siap memberikan dukungan. 

    “Jika aspirasi itu berasal dari warga Depok dan Kaesang Pangarep bersedia untuk maju maka Gerindra akan medukung beliau menjadi calon Wali Kota Depok,” kata Muzani sebagaimana dikutip Kompas TV.

    Baca: Bagaimana harusnya Jokowi bersikap di Pemilu 2024

    Walau demikian, Muzani menjelaskan pihak Gerindra belum ada komunikasi langsung dengan Kaesang Pangarep. 

    “Belum ada komunikasi. Tapi biarlah proses ini berjalan alamiah,” sambung Muzani. 

    Pemunculan nama Kaesang Pangarep menjadi calon wali kota Depok pertama kali dilontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. 

    Baca: PSI sebut pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan warga dan partai politik

    Salah satu alasan PSI mengajukan nama Kaesang Pangarep adalah kota Depok butuh perubahan, setelah hampir 4 periode dipimpin oleh Partai Keadilan Sejahtera. 

    PSI menyebut, pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk partai politik. 

    Untuk menggolkan pencalonan Kaesang Pangarep, PSI memang tidak bisa maju sendirian. PSI harus merangkul partai politik lain agar memenuhi syarat minimum yakni didukung 20 persen suara sah di Pemilu. 

    Baca: Program PAN untuk gaet pemilih muda

     

  • 1000 Purnawirawan Jenderal Bergabung jadi Relawan Ganjar Pranowo di RGN

    1000 Purnawirawan Jenderal Bergabung jadi Relawan Ganjar Pranowo di RGN

    7cloud.asia – Sebanyak 1.000 jenderal purnawirawan TNI/Polri yang tergabung dalam Relawan Gapura Nusantara (RGN) menyuarakan dukungannya terhadap bakal calon presiden (bacapres) 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo.

    Kegiatan deklarasi untuk Ganjar Pranowo ini berlangsung di Grand Ballroom Kelapa Gading Sport Center, Jakarta Utara Juni lalu

    Dalam deklarasi tersebut, para relawan menilai Ganjar Pranowo sebagai sosok yang mampu mempertahankan empat konsensus dasar bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Baca: Makna di balik pembacaan “dedication of life” oleh Ganjar Pranowo

    Ganjar Pranowo juga dianggap mau dan punya ketegasan dalam melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    “Beliau yang paling tegas. Visi kita itu kan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan hanya Pak Ganjar yang punya ketegasan untuk melakukan itu,” kata Ketua Dewan Pembina RGN Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh yang juga mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dalam keterangan tertulis. 

    Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam deklarasi itu mengaku bangga dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
     
     
    Ganjar Pranowo juga terharu lantaran banyak purnawirawan pejabat tinggi yang peduli terhadap konsensus bernegara.

    “Semangatnya tadi luar biasa, bagaimana konsensus berbangsa dan bernegara yang empat itu betul-betul dijaga,” kata Ganjar.

    Lebih lanjut Ganjar Pranowo mengajak anak muda untuk meniru semangat tersebut dengan menjaga empat konsensus negara. Dengan begitu diharapkan kedaulatan Indonesia bisa dirasakan hingga generasi-generasi mendatang.

    “Sehingga kita generasi muda betul-betul punya fondasi yang sangat kuat bagaimana menjaga bangsa, dan negara, kerukunan, perbedaan yang harus kita hormati agar kita bisa mencapai apa yang menjadi cita-cita negara ini,” tuturnya.

    Baca: Enam nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    Ganjar Pranowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung hilirisasi industri dan pembangunan yang telah dilakukan Jokowi selama dua periode sebagai Presiden.

    Menurutnya dengan dukungan yang diberikan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dirasakan masyarakat.

    “Soal memanfaatkan infrastruktur yang sudah dimanfaatkan Pak Jokowi, terus bagaimana kita bicara IKN mesti bisa selesai, dan tentu bagaimana ekonomi bisa di-recover dengan baik, di mana ekonomi-ekonomi baru mesti kita tumbuhkan dan kembangkan,” imbuh dia.

    Baca: KPU umumkan jumlah pemilih tetap Pemilu 2024 ada 204,788 juta orang

    Tokoh-tokoh yang hadir dalam deklarasi itu di antaranya mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiaji yang juga Ketua Umum RGN, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna.

    Mantan Sekretaris Militer Presiden era Megawati Soekarnoputri, Mayor Jenderal TNI (Purn) Tb Hassanudin.

    Hadir pula Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri bersama para senior TNI/Polri di antaranya Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Marsekal Madya TNI (Purn) Dede Rusamsi, Laksamana Madya TNI Purn Mudjito, hingga artis senior Roy Marten.

    Baca: Menteri yang maju sebagai caleg dan capres akan dievaluasi kinerjanya