Pemerintah Diminta Terbuka Soal Hilangnya Hutan di Hutan Skunder

Written by

in

7cloud.asia – Direktur MADANI berkelanjutan Nadia Hadad mengatakan, sudah saatnya pemerintah membuka data kehilangan hutan alam di wilayah izin dan konsesi. Pernyataan ini menanggapi pengumuman KLHK yang menyatakan deforestasi di Indonesia terus menurun.

MADANI Berkelanjutan (lembaga yang bertujuan untuk memperkuat berbagai inisiatif dalam menyelamatkan hutan Indonesia) menilai angka deforestasi yang dirilis KLHK perlu ditelisik kesahihannya.

Kajian MADANI Berkelanjutan  terkait deforestasi pada periode sebelumnya (2020-2021) memperlihatkan bahwa jenis hutan alam sekunder adalah yang paling rentan terdeforestasi.

Baca: KLHK menyebut deforestasi terus turun setelah memuncak pada 2016

Kajian yang sama juga memperlihatkan bahwa hilangnya hutan alam terbesar justru terjadi di Kawasan Hutan, khususnya Kawasan Hutan Produksi yang berkaitan dengan wilayah izin dan konsesi.

“Izin dan konsesi di Indonesia mengelola hutan alam dengan jumlah sangat besar. Kajian MADANI Berkelanjutan pada periode sebelumnya (2020-2021) menunjukkan bahwa 62% hilangnya hutan alam terjadi di dalam izin dan konsesi,” ujar Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (9/7/2023)

Tumpang-tindih perizinan, ujarnya, menyulitkan upaya untuk melihat izin atau konsesi mana yang menjadi pendorong utama susutnya hutan alam.

Baca: Hilangnya hutan alam akibat deforestasi

Hilangnya hutan alam juga terjadi di Area of Interest Food Estate yang mendapatkan berbagai karpet merah regulasi sebagai Proyek Strategis Nasional sehingga Program ini rentan menjadi driver of deforestation baru.

Kajian MADANI Berkelanjutan menunjukkan sekitar 2.000 hektare hutan alam hilang di Area of Interest Food Estate pada periode 2020-2021,” terang Nadia Hadad.

“Penyelamatan hutan alam tersisa terutama untuk hutan alam sangat krusial di izin perkebunan sawit, Hutan Tanaman, dan tambang karena kegiatan usahanya cenderung melibatkan banyak pembukaan lahan,” tegasnya.

Baca: Komitmen Indonesia penuhi Deklarasi Glasgow menuai pujian 

Ia melanjutkan, jika hutan alam di area izin atau konsesi hilang, Indonesia niscaya gagal mencapai komitmen iklimnya. Pemerintah juga harus mengumumkan ketegasan untuk melindungi hutan alam dalam penyelesaian keterlanjuran izin-izin di kawasan hutan serta membuat prosesnya transparan.

“Tertutupnya proses saat ini meningkatkan risiko hilangnya hutan alam karena kurangnya public scrutiny,” tambah Nadia Hadad.

Pemerintah juga perlu melindungi hutan alam di luar izin yang belum dilindungi melalui berbagai instrumen kebijakan yang menggabungkan pendekatan command and control dan pendekatan insentif-disinsentif.

Baca: Riset tunjukkan emisi gas rumah kaca capai rekor tahun ini

Sekitar 9,7 juta hektare hutan alam di luar izin atau konsesi, area moratorium, dan area yang dicadangkan untuk perhutanan sosial (PIAPS) masih belum terlindungi dan rentan terdeforestasi.

 

Hutan alam yang belum terlindungi ini harus segera dilindungi melalui berbagai instrumen kebijakan seperti perluasan area moratorium ke seluruh hutan alam.

Kebijakan ini termasuk yang dikategorikan sebagai hutan alam sekunder, Kawasan Ekosistem Esensial, insentif bagi jasa lingkungan, maupun berbagai instrumen kebijakan lain.

Baca: Indonesia menjadi salah satu negara dengan hutan terluas di dunia

Setengah dari hutan alam yang belum terlindungi ini bahkan sudah masuk ke dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) yang diperuntukkan untuk pemberian Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan baru.

Untuk mencegah semakin susutnya hutan alam, perlu ada peraturan perundang-undangan atau kebijakan yang menegaskan bahwa hutan alam di area PAPH tidak akan diperuntukkan untuk pemanfaatan kayu melainkan hanya untuk jasa lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu.

Selain itu, mengingat sudah sangat besarnya penguasaan hutan alam oleh perusahaan skala besar, sudah saatnya pemerintah mengutamakan pengelolaan hutan alam oleh masyarakat dan bukan Perizinan Berusaha skala besar,” pungkas Nadia Hadad.

Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *