7cloud.asia – Timwas Haji DPR menilai sistem screening kesehatan jemaah haji tahun 2026 menunjukkan hasil lebih baik. Hal itu terlihat dari menurunnya angka jemaah wafat dibanding musim haji sebelumnya.
Ketua Timwas Haji DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyebut hingga tahap evaluasi di Madinah jumlah jemaah wafat tercatat hanya sekitar 15 orang.
“Angka wafat menurun dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan screening dan penanganan kesehatan dilakukan dengan sangat baik sejak keberangkatan,” kata Cucun kepada Parlementaria saat konferensi pers di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kini lebih selektif dalam memberangkatkan jemaah, khususnya bagi jemaah dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi.
Menurutnya, hanya tersisa sekitar 13 jemaah dengan kondisi yang membutuhkan safari wukuf maupun badal ibadah karena keterbatasan fisik.
Perwakilan pelayanan kesehatan haji menjelaskan proses screening dilakukan berlapis sejak di Indonesia, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan aktivitas harian, hingga evaluasi kondisi mental dan kognitif jemaah.
“Data istitha’ah kesehatan menjadi dasar kami melakukan evaluasi lanjutan dan pelayanan di lapangan,” ujar perwakilan tim kesehatan dalam konferensi pers tersebut.
Selain screening awal, pemantauan kesehatan juga terus dilakukan setibanya jemaah di Arab Saudi. Pelayanan diberikan mulai dari tingkat kloter hingga rumah sakit Arab Saudi bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Timwas Haji DPR menilai pendekatan preventif tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menekan risiko kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci.
DPR pun meminta pola pengawasan kesehatan tetap diperkuat menjelang puncak ibadah haji di Armuzna yang dikenal memiliki tingkat kelelahan tinggi.
Cucun menegaskan pengawasan Timwas Haji DPR akan terus berlanjut hingga fase puncak haji untuk memastikan seluruh layanan, termasuk kesehatan, berjalan optimal.
“Kami akan terus melakukan pengawasan agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai,” pungkas Politisi PKB ini.
7cloud.asia – Ubi jalar (Ipomea batatas) memiliki potensi nilai tambah yang tinggi sehingga layak didorong sebagai komoditas unggulan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan ubi jalar tidak hanya dapat mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat memperkuat transformasi pangan nasional
Saat meresmikan Padjadjaran Center of Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) di Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Rachmat Pambudy menyebutkan pengembangan ubi jalar menjadi langkah strategi tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.
Ubi jalar menjadi prioritas pengembangan pangan lokal dan nabati untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi beras.
Data Badan Pangan Nasional menunjukkan konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih didominasi padi-padian. Pada tahun 2024, konsumsi ubi jalar hanya 3,1 kilogram (kg) per kapita per tahun.
Angka ini jauh di bawah konsumsi beras yang mencapai 92,1 kg per kapita per tahun.
Padahal, ubi jalar disebut kaya serat, karbohidrat kompleks, dan memiliki indeks glikemik rendah yang baik bagi kesehatan.
Di sisi lain, produksi ubi jalar nasional pada 2024 hanya sebesar 1,38 juta ton dan cenderung menurun berdasarkan data Kementerian Pertanian, sehingga perlu penguatan dari sisi produksi hingga konsumsi.
Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa ubi jalar menjadi salah satu sumber karbohidrat dengan potensi luar biasa.
Adapun langkah yang dilakukan saat ini oleh pemerintah menjadi awal untuk membangun pusat ubi jalar nasional yang kelak dapat berkembang menjadi pusat ubi jalar internasional.
Rahmat menegaskan, inilah revolusi pangan Indonesia, revolusi pertanian Indonesia, yang dapat memberi kontribusi bagi dunia.
“Sudah saatnya kita membangun peradaban baru melalui revolusi pangan yang lahir dari karya para ahli Indonesia, berbasis pada plasma nutfah asli Indonesia,” ungkap Menteri PPN.
Ubi jalar, lanjutnya, tidak boleh hanya berhenti sebagai plasma nutfah, tetapi dengan riset dan pengembangan oleh para peneliti kita. Ubi jalar dapat menghadirkan nilai tambah yang besar.
”Pertanian berbasis ubi jalar ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kontribusi global, dan saya bersyukur dapat menjadi bagian dari upaya besar ini,” ucap dia.
7cloud.asia – Lebih dari satu dekade setelah Perjanjian Paris ditandatangani, masyarakat dunia terus mengeluarkan emisi gas rumah kaca dengan kecepatan yang luar biasa
Emisi gas rumah kaca –-yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil– memanaskan planet Bumi secara berlebihan dan mengakibatkan perubahan iklim dengan cara yang seringkali membawa bencana.
Namun para ahli mengatakan umat manusia masih memiliki waktu untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca dan menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim. Dan, kita, saya dan Anda dapat berkontribusi dalam upaya ini.
“Pemerintah dan bisnis, karena ukuran dan pengaruhnya, harus menanggung sebagian besar beban untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Hongpeng Lei, Kepala Mitigasi Perubahan Iklim di Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).
“Tetapi Anda dan saya juga memiliki peran penting untuk dimainkan. Setiap sepersekian derajat pemanasan yang dapat kita hindari akan membuat planet ini menjadi tempat yang lebih sehat dan lebih layak huni.”
Para ahli mengatakan sangat penting bagi orang-orang terkaya di dunia untuk serius tentang emisi karbon mereka. Hanya 10 persen dari populasi planet ini bertanggung jawab atas hampir setengah dari emisi.
Jadi, jika ingin menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan.
1. Utamakan jalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi publik Transportasi adalah salah satu sumber emisi gas rumah kaca terbesar, sebagian besar berasal dari mengemudi.
Oleh karena itu, untuk perjalanan singkat, para ahli merekomendasikan berjalan kaki atau bersepeda. Selain mengurangi emisi, pilihan tersebut akan mengurangi polusi, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan kesehatan Anda.
Untuk perjalanan yang lebih jauh, cobalah transportasi publik atau berbagi kendaraan.Tidak menggunakan mobil dapat menghemat hingga 2 ton emisi karbon dioksida per tahun.
2. Hemat dengan penggunaan energi Anda Menggunakan lebih sedikit listrik — yang sebagian besar masih berasal dari pembakaran bahan bakar fosil — adalah salah satu cara tercepat dan termurah untuk mengurangi emisi. Sebagai manfaat tambahan, ini juga akan menurunkan tagihan listrik Anda.
“Hal-hal sederhana, seperti beralih ke LED dan peralatan hemat energi, mencuci pakaian dengan air dingin, dan mengeringkan pakaian dengan udara, dapat membuat perbedaan yang signifikan,” kata Lei.
Perangkat elektronik kita juga bisa boros energi, jadi para ahli menyarankan untuk membatasi penggunaan data yang tidak perlu dan memilih teknologi yang efisien, jika memungkinkan.
Karena produksi barang-barang seperti telepon dan komputer juga merupakan proses yang intensif energi, pertimbangkan untuk menyimpan perangkat Anda lebih lama dan memperbaikinya ketika rusak, daripada membuangnya.
3. Jadikan rumah lebih efisien Sistem pemanas dan pendingin, seperti tungku dan AC, adalah konsumen energi yang rakus. Jadi, pertimbangkan untuk sedikit menyesuaikan termostat Anda – baik naik atau turun – untuk meminimalkan penggunaan energi.
Jika suhu panas menjadi masalah, investasikan pada apa yang dikenal sebagai pendinginan pasif. Hal-hal seperti atap reflektif, ventilasi silang, dan naungan alami dapat menurunkan suhu dalam ruangan hingga 8°C.
Untuk dampak yang lebih besar pada emisi, tingkatkan isolasi rumah Anda atau beralih ke pompa panas, jenis sistem pemanas dan pendingin rumah yang sangat efisien.
Peningkatan ini dapat mengurangi emisi karbon Anda sekitar 900 kilogram per tahun dan menurunkan tagihan energi Anda pada saat yang bersamaan.
7cloud.asia – Sepertinya tidak ada habisnya jika kita membicarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan yang menghabiskan dana Rp1 triliun per hari tersebut memang kacau balau di segala aspek.
Mengelola anggaran MBG sebesar Rp335 triliun di tahun 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) kerap menuai kontroversi. Mulai dari masalah penyaluran MBG hingga pengadaan motor dan jasa event organiser yang biayanya dinilai terlalu mahal.
Publik juga sempat dihebohkan oleh pengadaan jumbo lebih dari 20 ribu unit motor listrik operasional MBG, yang ditaksir bernilai hampir Rp2 triliun. Anggaran ini disebut sempat ditolak Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya diduga diloloskan oleh Dirjen Anggaran yang berakhir dicopot dari jabatannya.
Di saat yang sama, kondisi keuangan negara juga tertekan akibat dinamika global, khususnya perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang menciptakan gejolak harga minyak dunia dan mendorong kenaikan biaya barang serta jasa lainnya.
Meski menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, MBG membawa tantangan besar bagi pemerintah yaitu ketersediaan uang negara untuk membiayai program MBG tersebut dan program ambisius lainnya hingga akhir tahun.
Lampu kuning keuangan negara
Dalam teori ekonomi publik, belanja pemerintah harus memenuhi setidaknya tiga prinsip, yaitu efisiensi, efektivitas, dan keadilan.
Efisiensi dipertanyakan karena anggaran yang besar mengalir ke kelompok bukan prioritas sehingga menyebabkan pemborosan anggaran negara. Efektivitas terancam karena kelompok ekonomi bawah yang rentan justru tidak menjadi penerima utama. Dan aspek keadilan terganggu karena distribusi manfaat tidak bersifat progresif.
Karena itu, efisiensi MBG menjadi sangat penting agar keuangan negara tetap memiliki ruang fiskal yang cukup. Tanpa perbaikan, program ini berisiko menjadi program yang ‘low value for money’ atau hanya menghambur-hamburkan uang saja.
Dalam Undang-undang Keuangan Negara memang ada batas utang maksimal 60% dari PDB dan batas defisit 3% dari PDB. Namun itu bukan berarti banyak pos keuangan negara dikorbankan demi MBG di tengah kondisi menantang dari luar dan dalam negeri seperti saat ini.
Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 memang besar, di angka 5,61%. Tapi angka itu disumbang oleh belanja negara yang sudah menghabiskan Rp815 triliun dari alokasi sepanjang tahun Rp3.842,7 triliun.
Adapun penerimaan negara dipatok Rp3.153,6 triliun–target yang berat untuk kondisi saat ini. Selain untuk belanja kementerian/lembaga dan transfer daerah, hampir Rp600 triliun harus disisihkan untuk membayar bunga utang.
Pemerintah juga harus bersiap menggelontorkan duit mendadak yang tak sedikit untuk program stimulus ekonomi, bantuan sosial, dan subsidi yang jumlahnya bakal membengkak jika kondisi tak kunjung membaik.
Tidak tepat sasaran yang sudah kritis
Tanpa penyaluran yang lebih tepat sasaran, MBG bisa kehilangan efektivitasnya dan memunculkan kebocoran manfaat yang mengalir ke kelompok yang sebenarnya tidak membutuhkan MBG.
Ketimpangan realisasi penyaluran MBG terlihat jelas antarkelompok ekonomi. Berdasarkan Benefit Incidence Analysis menggunakan data Susenas Maret 2025, porsi manfaat terbesar justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.
Dari infografis di atas terlihat 62,9% manfaat MBG dinikmati oleh kelompok atas. Sedangkan kelompok bawah hanya menerima 10,2%. Ketimpangan semakin mencolok jika kita lihat rincian penerima manfaat berdasarkan tingkat desilnya.
Distribusi manfaat meningkat tajam pada kelompok desil atas, dengan kelompok paling kaya (desil 10) menerima alokasi sangat besar yaitu 46,5%, sementara kelompok termiskin (desil 1) hanya sebesar 1,1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa MBG belum bersifat progresif.
Untuk bisa menghemat anggaran, pemerintah harus memperkuat sistem targeting berbasis data sosial ekonomi dengan memprioritaskan kelompok desil terbawah (desil 1-4).
Hasil simulasi refocusing target penerima manfaat yang saya lakukan, MBG akan menjangkau 49,5% dari jumlah penerima manfaat saat ini, terdiri dari balita, ibu hamil & menyusui, serta siswa jenjang PAUD hingga SMA sederajat yang berada dalam kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Jumlah tersebut mencapai 32,7 juta orang dengan 70% di antaranya adalah siswa. Jika refocusing juga dilakukan dengan menyempitkan target hanya ke 20% daerah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kerawanan gizi, maka angka tersebut akan lebih kecil lagi.
Dengan mengeliminasi penerima manfaat dari kalangan berada yang dirasa tak membutuhkan MBG–karena mampu untuk mengupayakan makanan bergizinya secara mandiri–serta menyesuaikan pemberian MBG dengan jumlah hari efektif sekolah khususnya untuk kelompok siswa, negara hanya butuh Rp110,6 triliun atau sekitar 30% dari pagu anggaran saat ini yang mencapai Rp335 triliun.
Hasilnya, ada lebih dari Rp200 triliun uang negara yang dapat dihemat. Penghematan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok, atau program di sektor lain yang lebih mendesak.
Menelantarkan saudara kita di wilayah timur
Analisis distribusi manfaat MBG menunjukkan ketimpangan geografis yang cukup tajam. Sebanyak 58,9% manfaat program MBG terkonsentrasi di Pulau Jawa. Seperti yang terjadi dalam pembangunan wilayah, semakin ke Timur, semakin rendah pula distribusi manfaat MBG yang disalurkan.
Parahnya lagi, ada jurang ketimpangan realisasi distribusi yang amat besar antara wilayah perkotaan (80,4%) dengan wilayah perdesaan (19,6%).
Temuan ini memperkuat indikasi bahwa program MBG masih menghadapi tantangan dalam menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, khususnya di wilayah perdesaan.
Padahal, daerah seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur memiliki prevalensi stunting yang tinggi, tingkat kecukupan gizi yang sangat rendah, tingkat kemiskinan dan kerentanan pangan yang besar, serta kapasitas fiskal dan layanan publik yang terbatas.
Melansir BPS, empat kelompok desil terbawah secara nasional memiliki tingkat konsumsi protein paling rendah, hanya 51,4 gram/kapita/hari.
Sedangkan di Pulau Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara khususnya NTT, angka ini bahkan lebih rendah lagi (31-45 gram/kapita/hari), jauh di bawah standar kecukupan protein minimum 57 gram/kapita/hari sesuai acuan Kementerian Kesehatan.
Temuan-temuan ini amat memprihatinkan. Sebab mereka yang paling membutuhkan justru menerima manfaat MBG yang paling sedikit. Distribusi manfaat yang ideal seharusnya mengikuti tingkat kebutuhan, bukan sekadar kepadatan populasi penduduk.
Belanja sosial yang efektif harus lah lebih berpihak pada wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.
Pembenahan yang berujung pada efisiensi MBG bukan berarti mengurangi komitmen negara, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
7cloud.asia – Hari Burung Migrasi Sedunia 2026 berlangsung pada tanggal 9 Mei dan 10 Oktober, mengusung tema “Setiap Burung Berharga, Pengamatan Anda Penting!”
Tema ini sangat penting, karena menyoroti peran penting sains komunitas (juga disebut sains warga) untuk mendukung konservasi burung migran di seluruh dunia.
Tema Hari Burung Migrasi Sedunia ini juga sangat bermakna karena mengakui banyak proyek sains komunitas di sepanjang semua jalur migrasi utama di dunia.
”Kami akan fokus pada inisiatif dan platform pemantauan yang sudah ada untuk mencatat pengamatan burung dengan cara yang mendukung sains dan kebijakan,” demikian pihak penyelenggara dalam pernyataannya.
Dilansir di laman resmi UNEP, ketika orang-orang berpartisipasi dalam kegiatan penghitungan burung yang membantu mengumpulkan data penting ini, maka ini memperkuat hubungan mereka dengan alam, memperdalam pemahaman mereka tentang tekanan yang dihadapi burung.
Seringkali, mereka pada akhirnya akan bergerak menjadi penjaga perlindungan alam, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dengan alam.
Hari Burung Migrasi Sedunia 2026 juga bertepatan dengan Peringatan ke-60 Sensus Burung Air Internasional, jadi momentum merayakan upaya global ini untuk memantau dan melindungi burung air migrasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi promosi inisiatif sains komunitas dan warga lainnya di seluruh jalur migrasi di dunia.
Dengan mendorong orang untuk mengumpulkan pengamatan dari seluruh jalur migrasi, kita dapat membangun gambaran yang lebih jelas tentang “kisah jalur migrasi,” menekankan konektivitas, kolaborasi internasional, dan tanggung jawab kolektif kita.
Anda dapat terlibat dalam proyek-proyek yang berfokus pada konservasi yang berkontribusi pada pemantauan dan penelitian jangka panjang.
Hal ini termasuk program sains komunitas, penghitungan burung terkoordinasi, atau acara publik yang membangun kesadaran tentang bagaimana pengumpulan data berkelanjutan mendukung burung migrasi.
Bahkan pengamatan kecil dan rutin dapat menambah nilai ketika menjadi bagian dari upaya yang lebih besar dan berkelanjutan untuk melacak populasi dari waktu ke waktu.
Apa pun cara Anda berpartisipasi, keterlibatan yang bijaksana dan konsisten membantu memperkuat sains yang menjadi dasar kebijakan konservasi di seluruh jalur migrasi dunia.
Hari Burung Migrasi Sedunia 2026 berlangsung pada tanggal 9 Mei dan 10 Oktober, dengan mengakui bahwa migrasi terjadi pada waktu yang berbeda di belahan bumi utara dan selatan dan merupakan bagian dari siklus tahunan yang berulang.
Para mitra di balik Hari Burung Migrasi Sedunia berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan yang berkepentingan, mitra eksternal, pemerintah, organisasi, dan komunitas di seluruh jalur migrasi.
Langkah ini untuk memperkuat pesan ini dan terus menggunakan Hari Burung Migrasi Sedunia sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan konservasi untuk burung migrasi lintas batas.
7cloud.asia – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur terus menggencarkan pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang, Bekasi.
Saat ini, rata-rata sebanyak 3,4 ton sampah organik per hari berhasil diolah menjadi bubur fermentasi untuk pakan maggot dan bahan kompos.
Untuk bubur sampah hasil pencacahan saat ini dimanfaatkan untuk pakan maggot di lingkungan Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur dan sebagian lainnya dikirim ke offtaker Harmoni Farm dan Magota Plus di Tangerang, Banten.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Timur, Aditya Pamungkas mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 2.405 tong sampah berkapasitas 80 liter untuk mendukung program pemilahan sampah organik di masyarakat.
Tong sampah tersebut dibagikan kepada warga sebagai wadah sampah organik terpilah. Setiap hari, petugas mengambil sampah dari warga di 10 kecamatan untuk dibawa ke lokasi pengolahan.
Dilansir beritajakarta.id, pada Senin (18/5/2026), sampah organik hasil pemilahan warga dari 10 kecamatan dikumpulkan dan diolah di Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur.
Sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah kembali untuk memisahkan plastik, dedaunan tertentu, dan material lain yang tidak dapat difermentasi.
Setelah itu, sampah ditimbang dan dicacah menggunakan mesin berkapasitas 500 kilogram per jam hingga menjadi bubur organik.
Bubur hasil pencacahan kemudian dimasukkan ke dalam tong berkapasitas 80 liter dan dicampur cairan EM4 serta kolase untuk mempercepat proses fermentasi.
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur, Monang Sinaga mengatakan, program pengolahan sampah organik ini telah berjalan sejak awal April 2026.
“Sampah organik yang diolah awalnya hanya sekitar 1,4 ton per hari saat ini meningkat menjadi sekitar 3,4 ton per hari,” ujarnya,
Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi beban sampah di TPST Bantar Gebang.
Ia menjelaskan, jumlah sampah organik di Jakarta Timur diperkirakan mencapai 1.250 ton per hari. Namun, saat ini kapasitas pengolahan yang dimiliki baru mampu menangani sekitar 3,4 ton per hari.
Untuk itu, pihaknya terus mengajak masyarakat mendukung program pemilahan sampah dari sumber, khususnya rumah tangga. Warga diimbau memisahkan sampah organik, nonorganik, dan residu sebelum dibuang.
“Nantinya, yang boleh dibuang ke TPST Bantar Gebang hanya sampah residu. Sampah organik dan nonorganik harus diolah terlebih dahulu,” terangnya.
Monang mengimbau masyarakat untuk mengirimkan sampah organik ke titik pengumpulan atau drop point yang tersedia di setiap kecamatan.
Sampah tersebut kemudian akan diangkut ke Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur untuk diolah menjadi pakan maggot maupun kompos.
7cloud.asia – Merebaknya kasus hantavirus membuat masyarakat mulai khawatir terhadap penyebaran penyakit yang berasal hewan pengerat itu.
Menanggapi hal tersebut Prof Upik Kesumawati, Kepala Laboratorium Entomologi Kesehatan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Dilansir ipb.ac.id, Prof Upik menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus.
Virus ini sebenarnya sudah lama diketahui dalam penelitian di Indonesia sejak 1980-an dan dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.
“Virus ini memang sudah lama ada dan penyebab utama nya adalah tikus. Tetapi kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan,“ ujar Prof Upik Kesumawati.
Ia menuturkan, manusia dapat terinfeksi setelah menghirup debu yang sudah terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularannya juga dapat terjadi jika melalui kontak langsung dengan kotoran tikus maupun makanan yang telah terkontaminasi.
Berdasarkan pedoman Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, hantavirus umumnya menyebabkan dua sindrom utama.
Pertama,Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Gejala awal terinfeksi hantavirus ini meliputi demam, nyeri otot terutama di paha, punggung, dan bahu, badan lemas, sakit kepala, serta gangguan saluran pencernaan.
Pada kondisi lebih lanjut setelah 4–10 hari, dijelaskan oleh Kementrian Kesehatan melalui situs resminya, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas yang berkembang cepat, hingga penurunan kadar oksigen dalam darah.
Sementara pada kasus HFRS, gejala dapat berkembang menjadi tekanan darah rendah, syok, kebocoran pembuluh darah, bahkan gagal ginjal akut.
Prof Upik juga menyoroti salah satu jenis hantavirus yang saat ini menjadi perhatian dunia, yakni Andes virus, karena dilaporkan memiliki kemungkinan penularan antarmanusia meski kasusnya sangat jarang terjadi.
Sebagai langkah pencegahan, Pakar Entomologi IPB University tersebut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya tikus.
“Jangan langsung menyapu atau menyedot debu sarang dan kotoran tikus yang kering karena partikel virus dapat beterbangan dan terhirup. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan larutan disinfektan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai gangguan pernapasan atau gangguan ginjal setelah terpapar lingkungan yang dicurigai terdapat kotoran tikus.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hantavirus memang tergolong penyakit langka, tetapi memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Tingkat kematian akibat HPS dapat mencapai sekitar 40 persen, sedangkan HFRS berkisar 5–15 persen.
Karena itu, pengendalian populasi tikus dan kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hantavirus di masyarakat.
7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Timur dan beberapa wilayah lain pada Rabu (20/05/2026).
Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah lain yang juga berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah wilayah Sumatra Utara dan Maluku Utara.
Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan maksimal 25 knot di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
7cloud.asia – Iran resmi mengumumkan pembentukan badan khusus yakni Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) yang bertugas mengelola Selat Hormuz.
Dilansir di akun X resminya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa PGSA akan bertugas memberikan “pembaruan secara real-time tentang operasi Selat Hormuz dan perkembangan terbaru”.
Akun X Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga membagikan unggahan serupa.
Dilansir CNBC, Iran memblokir jalur logistik yang melewati Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan sepihak pada 28 Februari lalu. Gencatan senjata juga mulai berlaku sejak 8 April, di tengah negosiasi alot kedua pihak.
Pemblokiran Iran atas selat vital tersebut mengguncang pasar global. Pada saat yang sama, AS juga memberlakukan blokade angkatan laut yang berangkat dari dan menuju pelabuhan Iran.
Sejak perang dimulai, Iran telah berulang kali mengatakan bahwa lalu lintas maritim melalui selat tersebut “tidak akan kembali ke status sebelum perang”.
Bulan lalu Iran bahkan mengaku telah menerima pendapatan pertama dari tol di jalur air tersebut.
Pekan lalu, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi, mengatakan Iran telah “menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas” lewat Selat Hormuz.
Azizi mengatakan mekanisme tersebut akan segera diumumkan.
Iran memblokir jalur logistik yang melewati Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan sepihak pada 28 Februari lalu. Gencatan senjata juga mulai berlaku sejak 8 April, di tengah negosiasi alot kedua pihak.
Pemblokiran Iran atas selat vital tersebut mengguncang pasar global. Pada saat yang sama, AS juga memberlakukan blokade angkatan laut yang berangkat dari dan menuju pelabuhan Iran.
Sejak perang dimulai, Iran telah berulang kali mengatakan bahwa lalu lintas maritim melalui selat tersebut “tidak akan kembali ke status sebelum perang”.
Bulan lalu Iran bahkan mengaku telah menerima pendapatan pertama dari tol di jalur air tersebut.
Pekan lalu, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi, mengatakan Iran telah “menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas” lewat Selat Hormuz.
Azizi mengatakan mekanisme tersebut akan segera diumumkan.
7cloud.asia – Indonesia menjadi rumah bagi 13 spesies kuda laut yang tersebar di berbagai wilayah perairan nasional. Namun, beberapa spesies kuda laut di Indonesia kini berada dalam kategori terancam berdasarkan tingkat keterancaman global maupun nasional.
Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri dalam lokakarya bertajuk “Perspektif Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Keberlanjutan Kuda Laut di Perikanan Indonesia”, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam paparannya, Masayu mengatakan, jumlah spesies kuda laut di perairan Indonesia tersebut masih berpotensi bertambah seiring perkembangan riset dan penemuan spesies baru.
“Di Indonesia ada 13 spesies kuda laut, tapi itu saat ini. Seiring berjalannya waktu bisa terus bertambah,” katanya seperti dilansir di laman resmi brin.go.id.
Masayu menerangkan bahwa untuk kuda laut saat ini, khususnya yang ada di Indonesia, ada yang berstatus critically endangered, endangered, dan vulnerable.
Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan kuda laut, ungkap Masayu, ialah minimnya data pelaporan pemanfaatan dan perdagangan. Kondisi ini membuat status populasi kuda laut di alam sulit dipastikan.
Ia mencontohkan, perdagangan kuda laut ke luar negeri wajib dilengkapi dokumen Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan pemanfaatannya tidak mengancam populasi di alam.
“Kalau pemanfaatan dan perdagangan tidak dilaporkan, kita tidak mengetahui kondisi populasi sebenarnya,” katanya.
Selain perdagangan, ancaman lain datang dari rusaknya habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang menjadi tempat hidup kuda laut. Masayu mengatakan, kuda laut sangat bergantung pada habitat karena bukan “perenang” yang kuat.
Hewan ini biasa mengaitkan ekornya pada lamun, alga, atau terumbu karang untuk bertahan di perairan.
“Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya pemanfaatan kuda laut kering untuk obat tradisional dan suvenir. Menurut Masayu, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatan kuda laut terus terjadi, dengan harga mencapai Rp1 juta hingga Rp8 juta per kilogram.
Dalam setiap kilogramnya, terdapat ratusan hingga ribuan ekor kuda laut, tergantung ukuran spesiesnya. “Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Masayu memaparkan sejumlah fakta unik kuda laut, salah satunya adalah jantan yang mengandung dan melahirkan anak. Telur dari betina dipindahkan ke kantong tubuh jantan untuk dierami selama sekitar satu hingga dua bulan hingga siap lahir.
“Di dalam kantong itu, embrio diberi oksigen dan diatur kadar garamnya sampai siap dilahirkan,” jelasnya.
BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberikan rekomendasi kuota pemanfaatan kuda laut untuk kebutuhan perdagangan, penelitian, maupun indukan budi daya.
Selain itu, BRIN menyusun pedoman translokasi dan restocking, serta mendukung penyusunan rencana aksi nasional untuk pengelolaan kuda laut berkelanjutan.
Masayu menekankan, pengelolaan kuda laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena luasnya wilayah perairan Indonesia dan keterbatasan jumlah personel.
Karena itu, ia mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut.
“Kalau masyarakat pesisir tidak mau berkontribusi, kita tidak bisa mendapatkan data yang sebenarnya,” katanya.
Pemahaman masyarakat terhadap keunikan dan ekologi kuda laut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan spesies tersebut di alam.