Miliki Potensi Nilai Tambah yang Tinggi, Ubi Jalar Didorong Jadi Komoditas Unggulan

Written by

in

7cloud.asia – Ubi jalar (Ipomea batatas) memiliki potensi nilai tambah yang tinggi sehingga layak didorong sebagai komoditas unggulan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan ubi jalar tidak hanya dapat mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat memperkuat transformasi pangan nasional

Saat meresmikan Padjadjaran Center of Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) di Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Rachmat Pambudy menyebutkan pengembangan ubi jalar menjadi langkah strategi tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

Ubi jalar menjadi prioritas pengembangan pangan lokal dan nabati untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi beras.

Baca: Mengonsumsi Pangan Lokal Itu Keren

Data Badan Pangan Nasional menunjukkan konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih didominasi padi-padian. Pada tahun 2024, konsumsi ubi jalar hanya 3,1 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Angka ini jauh di bawah konsumsi beras yang mencapai 92,1 kg per kapita per tahun.

Padahal, ubi jalar disebut kaya serat, karbohidrat kompleks, dan memiliki indeks glikemik rendah yang baik bagi kesehatan.

Di sisi lain, produksi ubi jalar nasional pada 2024 hanya sebesar 1,38 juta ton dan cenderung menurun berdasarkan data Kementerian Pertanian, sehingga perlu penguatan dari sisi produksi hingga konsumsi.

Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa ubi jalar menjadi salah satu sumber karbohidrat dengan potensi luar biasa.

Baca: Konsumsi Pangan Lokal Bisa Mengurangi Emisi Karbon hingga 20 Persen

Adapun langkah yang dilakukan saat ini oleh pemerintah menjadi awal untuk membangun pusat ubi jalar nasional yang kelak dapat berkembang menjadi pusat ubi jalar internasional.

Rahmat menegaskan, inilah revolusi pangan Indonesia, revolusi pertanian Indonesia, yang dapat memberi kontribusi bagi dunia.

“Sudah saatnya kita membangun peradaban baru melalui revolusi pangan yang lahir dari karya para ahli Indonesia, berbasis pada plasma nutfah asli Indonesia,” ungkap Menteri PPN.

Ubi jalar, lanjutnya, tidak boleh hanya berhenti sebagai plasma nutfah, tetapi dengan riset dan pengembangan oleh para peneliti kita. Ubi jalar dapat menghadirkan nilai tambah yang besar.

”Pertanian berbasis ubi jalar ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kontribusi global, dan saya bersyukur dapat menjadi bagian dari upaya besar ini,” ucap dia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *