Blog

  • Seperti Ini Rencana Taktis Menuju Indonesia Emas 2045

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memanfaatkan peluang dengan menggunakan perencanaan, visi, dan strategi besar yang taktis dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

    Jokowi menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga hal pokok yang akan menjadi acuan untuk menggapai visi Indonesia Emas 2045.

    Saat meluncurkan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Kamis (15/06/2023), di Djakarta Theater, Jakarta, Jokowi memaparkan tiga kunci itu adalah stabilitas, kepemimpinan yang berkesinambungan dan peningkatan sumber daya manusia.

    “Stabilitas bangsa ini harus terjaga. Tidak ada satu negara pun yang berhasil mencapai sebuah kemakmuran saat kondisinya tidak stabil, enggak ada,” ujar Jokowi

    Baca: Logo HUT RI k3-78 dan maknanya

    Selain itu keberlanjutan dan kesinambungan dalam memimpin juga penting. Jokowi menyampaikan, kepemimpinan pada sebuah bangsa ibarat tongkat estafet yang harus bersambung dan bukan dimulai dari nol pada setiap kepemimpinan.

    Jokowi mengumpamakan kepemimpinan sebagai  tongkat estafet, bukan meteran pom bensin yang bisa dimulai dari titik nol.

    “Masa kayak meteran pom bensin. Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, ini ya kepemimpinan berikut masuk ke SMA, universitas. Nanti kepemimpinan berikut masuk ke S2, S3, mestinya seperti itu. Tidak maju mundur poco poco, ndak,” ujarnya.

    Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya hilirisasi industri, yang jika berhasil akan melompatkan Indonesia.

    “Kalau hilirisasi ini berhasil, kita akan melompat. Membangun, misalnya urusan hilirisasi mineral, membangun ekosistem EV battery. Bagaimana yang dulu kita ekspor hanya mentahan, nikel ekspor hanya mentahan, bisa jadi cathode, bisa jadi prekursor, bisa jadi lithium battery,” ujarnya.

    Baca: Pro Kontra RUU Kesehatan

    Dalam kesempatan itu Jokowi juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diharapkan bisa memeratakan ekonomi Indonesia.

    Jokowi menjelaskan bahwa 56 persen penduduk Indonesia ada di Jawa dan 58 persen produk domestik bruto (PDB/GDP) Indonesia juga berada di Jawa.

    “Oleh sebab itu, beban harus dikurangi, pemerataan harus dilakukan. Tidak dalam jangka setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun yang akan datang, tetapi kita harus melihat visi yang jauh ke depan. Oleh sebab itu, hilirisasi, IKN Nusantara ini harus diperkuat, harus dilanjutkan, harus ditingkatkan,” ujarnya.

    Baca: Logo IKN dan maknanya

    Yang tak kalah penting adalah sumber daya manusia (SDM), yang menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia.

    “Ini kekuatan besar kita, jangan tapi juga jangan hanya menang dari segi jumlah, tetapi juga harus dari segi kualitas SDM-nya, baik secara fisik, skill, karakter produktif, dan karakter disiplin. Ini yang harus kita benahi total, termasuk penguasaan iptek,” tandasnya.

    Jokowi menjelaskan, pada 2030 Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi di mana 68,3 persen total penduduk berusia produktif. Peluang yang hanya terjadi satu kali dalam setiap peradaban sebuah negara tersebut, kata Presiden, harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi bencana.

    “Di sebuah negara di Afrika di 2015 juga mendapatkan bonus demografi, tapi dalam tujuh tahun justru yang terjadi pengangguran melonjak menjadi 33,6 persen. Saya tidak usah sebut negaranya mana tapi saya yakin Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara tahu. Dan, kita tidak ingin terjadi seperti itu,” ujarnya.

    Baca: IKN dikonsep sebagai kota hutan, apakah menjamin bakal ramah lingkungan

    Kepala Negara menyampaikan, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi lima besar ekonomi dunia. Meskipun secara perhitungan angkanya sudah ada, lanjut Presiden, tantangan untuk mewujudkan hal tersebut tidak mudah.

    “Dari Bappenas saya sudah dengar kalkulasinya, dari McKinsey saya sudah dengar hitungannya, dari IMF saya sudah dengar hitungannya, dari Bank dunia (World Bank) juga saya dengar hitung-hitungannya, hampir mirip-mirip tetapi tantangannya itu juga tidak mudah,” ujarnya.

    Jokowi menekankan, Indonesia harus terus meningkatkan pendapatan nasional bruto (PNB) atau gross national income (GNI) dan menurunkan tingkat kemiskinan untuk menuju visi Indonesia Emas 2045.

    “Perkiraan kita [PNB] di tahun Indonesia Emas 2045 itu berada di angka kira-kira 23.000 sampai 30.300 dolar AS per kapita. Itu lompatannya. Tingkat kemiskinan sekarang ini meskipun sudah single digit, yaitu di angka 9,57 persen, tapi masih tetap angka itu kita harus sampaikan, masih tinggi. Dan, di tahun 2045 diperkirakan di 0,5 sampai 0,8 persen,” tandasnya.

    Sumber: Setkab, baca artikel asli di sini

  • Daur Ulang Minyak Jelantah ke Biodiesel Menjadi Bisnis Menjanjikan

    Daur Ulang Minyak Jelantah ke Biodiesel Menjadi Bisnis Menjanjikan

    7cloud.asia – Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman menyampaikan bahwa pemanfaatan minyak jelantah untuk biodiesel menjadi salah satu opsi penerapan ekonomi sirkular.

    Pemanfaatan minyak jelantah menjadi biodiesel berarti memanfaatkan sumber daya untuk terus menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

    Saleh memaparkan potensi pengolahan minyak jelantah menjadi potensi bisnis yang bagus bagi penerapan ekonomi sirkular.

    Dikutip esdm.go.idm, kajian awal TNP2K dan Traction Energi Asia tentang Potensi Minyak Jelantah Untuk Biodiesel dan Penurunan Kemiskinan di Indonesia (2020) mencatat bahwa pada tahun 2019, konsumsi minyak goreng sawit nasional mencapai 16,2 juta kilo liter (KL).

    Baca: Plus minus penggunaan biodiesel berbahan sawit

    Dari angka tersebut rata-rata minyak jelantah yang dihasilkan berada pada kisaran 40-60% atau berada di kisaran 6,46 – 9,72 juta KL.

    “Sayangnya minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai 3 juta KL atau hanya 18,5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional,” terang Saleh.

    Kajian tersebut menemukan bahwa hanya sebagian kecil minyak jelantah di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai biodiesel.

    Dari 3 juta KL yang berhasil dikumpulkan, hanya sekitar 570 KL yang dikonversi untuk biodiesel dan kebutuhan lainnya.

    Sementara sisanya sekitar 2,4 juta kilo liter digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor.

    Baca: Mendulang cuan dari ekonomi sirkular

    TNP2K dan Traction Energy Asia menyebut, hal itu disebabkan belum adanya mekanisme pengumpulan minyak jelantah baik dari restoran, hotel dan rumah tangga.

    Sebaran lokasi sumber minyak jelantah yang tidak simetris dengan lokasi pabrik pengolahan biodiesel, teknologi pengolahan (terutama yang dikelola oleh masyarakat) yang belum cukup efisien. 

    Selain itu kualitas biodiesel hasil olahan minyak jelantah yang masih perlu diuji lebih jauh, menjadi tantangan selanjutnya.

    Padahal, pengolahan minyak jelantah untuk biodiesel, khususnya jika dilakukan oleh masyarakat, akan mendatangkan banyak manfaat baik dari sisi ekonomi, kesehatan maupun lingkungan.

    Baca: Insentif dibutuhkan untuk mendorong pasar mobil listrik

    Dari sisi ekonomi mendaur ulang minyak jelantah menjaid biodiesel juga sangat menjanjikan.

    Sardji Sarwan, pengelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Tarakan Timur mengatakan bahwa omzet produksi biodiesel yang dihasilkan kelompoknya sudah mencapai Rp 2 juta per hari.

    Untuk omzet sebesar itu ia mempekerjakan sembilan karyawan yang bekerja 4 jam per hari, dengan bayaran Rp 2 juta per bulan per orang.

    Produk biodiesel yang dihasilkan bisa mencapai 180 liter per hari dan dijual dengan harga Rp11.000 per liter.

    Walaupun data yang ada memang menunjukkan bahwa biaya konversi biodiesel berbahan baku minyak jelantah lebih besar daripada biaya konversi biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit.

    Namun demikian, harga indeks produksi (HIP) minyak jelantah untuk biodiesel lebih rendah dibanding HIP minyak kelapa sawit karena faktor bahan baku.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk kawasan yang dipertahankan sebagai penghasil oksigen 

    Dari sisi kesehatan, serapan minyak jelantah untuk produksi biodiesel bisa mengurangi alokasi penggunaan minyak jelantah yang didaur-ulang sebagai bahan masakan, sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi risiko meningkatnya kadar HNE.

    HNE adalah zat beracun yang mudah diserap dalam makanan yang dapat mengakibatkan stroke, alzheimer dan Parkinson.

    Dari sisi lingkungan, pengolahan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel bisa berdampak positif terhadap pengurangan limbah B3.

    Mengolah kembali minyak jelantah berarti juga mengurangi pembuangan minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem.

    Baca: Mengapa pemerintah berencana terapkan pajak karbon

    Minyak jelantah yang dibuang sembarangan memberikan risiko meningkatnya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan. Hal ini menyebabkan tertutupnya permukaan air dengan lapisan minyak.

    Akibatnya, sinar matahari tidak dapat masuk ke perairan yang mendorong matinya biota dalam perairan, serta berpotensi mencemari air tanah. 

    Selain itu sifat biodiesel yang bisa terurai dengan bantuan mikroorganisme lain, tidak beracun dan dapat menggantikan bahan bakar solar tanpa modifikasi lebih lanjut.

    Kondisi ini menjadikannya sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti bahan bakar fosil.

    Sejak 2018 biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit dijadikan mandatori oleh Pemerintah dan saat ini implementasinya sudah sampai B30, dengan campuran FAME 30 persen dan solar 70 persen.

    Ini tentu pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel merupakan salah satu opsi bisnis menjanjikan di masa depan.

     

  • Suasana Hati Sering Terombang-ambing? Waspadai Kemungkinan Bipolar

    Suasana Hati Sering Terombang-ambing? Waspadai Kemungkinan Bipolar

    7cloud.asia – Kesehatan mental menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Salah satunya adalah gangguan bipolar.

    Bipolar merupakan gangguan jiwa berat yang prevalensinya cukup tinggi yaitu 1%-2% dan merupakan penyebab disabilitas ke-6 di dunia.

    Bipolar adalah kondisi kronis yang ditunjukkan dengan perubahan suasana hati yang sangat intens –dari sangat tinggi hingga sangat rendah– sehingga mengganggu kehidupan baik pada penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya. 

    Orang dengan gangguan bipolar akan mengalami periode suasana hati yang ekstrem yaotu periode manik dan periode depresi pada waktu yang berbeda.

    Apa yang dialami selama setiap episode (dan untuk berapa lama) dapat bervariasi. Kadang hanya berlangsung dalam hitungan hari, tetapi bisa juga berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan hingga hitungan bulan.

    Baca: Masa kritis untuk kesehatan mental

    “Perubahan suasana hati bipolar yang mungkin tidak masuk akal dalam konteks,” demikian ditulis di healthdirect.gov.au.

    Di masa manik (atau hipomanik) penyintas bipolar merasa sangat euforia atau tinggi. Hypomania berarti ‘kurang dari mania’. Gejala hipomania mirip dengan episode manik, tetapi tidak terlalu parah dan tidak berlangsung lama.

    Selama episode hipomanik, perubahan suasana hati tidak terlalu parah, sehingga gejala bipolar ini tidak mempengaruhi fungsi Anda di tempat kerja. 

    Sedangkan saat episode depresi, penyintas bipolar akan merasa sangat sedih hingga putus asa. 

    Gangguan bipolar lebih banyak ditemukan pada perempuan dan sering berkembang untuk pertama kalinya selama masa remaja atau awal masa dewasa. Bipolar juga sering ditemukan pada perempuan yang baru saja melahirkan.

    Baca: Kenali kesehatan mental dengan menonton Kdrama ini

    Gejala gangguan bipolar
    Seseorang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang berkisar antara episode manik dan depresi.

    Selama fase manik, penyintas bipolar akan merasa tinggi, sangat bahagia atau mudah tersinggung, harga diri yang melambung atau muncul ide muluk-muluk, peningkatan energi, aktivitas, dan kreativitas.

    Kebutuhan untuk tidur berkurang, balap pikiran dan ucapan (berbicara dengan kencang dan melompat dari satu topik ke topik lainnya), mudah bereaksi apa pun (seperti suara atau orang lain), perilaku impulsif atau berisiko dengan belanja, bisnis, atau aktivitas seksual, rencana yang tidak realistis, delusi atau halusinasi.

    Selama fase depresi ditanadai dengan suasana hati yang rendah motivasi, kehilangan minat untuk beraktivitas, perubahan pola tidur, sulitan konsentrasi, menarik diri dari kontak dan aktivitas sosial, perasaan tidak berharga atau bersalah, kadang muncul pikiran untuk bunuh diri.

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mentalmu

    Para ahli kesehatan mental membedakan gangguan bipolar menjadi:

    Bipolar I — dengan episode depresif yang ekstrim dan bertahan lama (mania). Mungkin juga termasuk psikosis (kesulitan mengetahui apa yang nyata atau tidak).

    Bipolar II — dengan puncak yang tidak terlalu ekstrim (hipomania) yang hanya berlangsung beberapa jam atau hari, serta episode depresi. Ini juga akan mencakup periode suasana hati yang normal.

    Tipe lain dari gangguan bipolar adalah gangguan siklotimik. Ini menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak terlalu parah tetapi tetap berdampak pada fungsi sehari-hari.

    Penyebab gangguan bipolar
    Penyebab pasti gangguan bipolar tidak sepenuhnya dipahami. Kombinasi faktor seperti genetika, fisik, lingkungan dan sosial (termasuk tekanan mental), dapat membuat seseorang lebih mungkin mengalami bipolar

    Genetika
    Genetika memainkan peran besar pada 4 dari 5 orang dengan gangguan bipolar.

    Jika salah satu orang tua memiliki gangguan bipolar, ada 1 dari 10 kemungkinan anak mereka juga akan mengalami kondisi tersebut. Jika kedua orang tua memiliki gangguan bipolar, kemungkinannya meningkat menjadi 4 dari 10. 

    Ketidakseimbangan kimia
    Gangguan bipolar juga dapat dipicu ketidakseimbangan bahan kimia otak tertentu (neurotransmiter), seperti adrenalin, dopamin, asetilkolin, serotonin, dan GABA (asam gamma-aminobutirat), serta hormon tertentu. Studi pencitraan otak menunjukkan bahwa perubahan struktural dapat dilihat pada otak orang dengan gangguan bipolar.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Pemicu
    Pada beberapa orang yang rentan terhadap gangguan bipolar, keadaan atau pengalaman yang membuat stres dapat memicu episode mania atau depresi. Ini termasuk pelecehan fisik, seksual atau emosional masa kanak-kanak konflik keluarga atau peristiwa besar lainnya yang mengubah hidup. Penyalahgunaan zat tertentu seperti narkoba juga terkait dengan gangguan bipolar.

    Antidepresan dianggap aman untuk digunakan dengan depresi bipolar. Penggunaannya harus diawasi secara ketat oleh psikiater. Ini karena beberapa orang dengan gangguan bipolar lebih mungkin mengalami episode mania saat mereka menggunakan antidepresan.

    Sejumlah ahli berpikir sinar matahari yang cerah dapat memengaruhi kelenjar pineal, bagian dari otak yang membantu mengatur tidur.

    Sumber: healthdirect.gov.au

  • Seperti Apa Suara Pemilih Muda di Pemilu 2024 Nanti?

    Seperti Apa Suara Pemilih Muda di Pemilu 2024 Nanti?

    7cloud.asia – Pemilih muda akan memegang porsi terbesar di Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari mendatang.
     
    Menurut catatan KPU, jumlah pemilih muda mencapai 110 juta pemilih atau hampir 60 persen dari total jumlah 207 juta pemilih di Pemilu 2024 
     
     
    Untuk itu peran pemilih muda sangat besar demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2024, yang untuk pertama kalinya akan melakukan pemilihan serentak untuk memilih presiden, DPD, DPR dan DPRD.
     
     
     
    Lantas, bagaimana pemilih muda memandang Pemilu 2024 dan apa ukuran-ukuran yang mereka gunakan dalam menentukan pilihan.
     
    Peneliti muda dari Fisip Universitas Brawijaya Malang, Rena Anisah (24) mengatakan keterlibatan pemilih muda dalam tahun politik ini akan memberikan dampak besar bagi konsolidasi agenda politik di pemilu 2024.
     

    Pemilih muda punya peran dalam Pemilu 2024, dan lebih jauh anak muda perlu dilibatkan untuk memutuskan siapa calon presiden harapan mereka.
     
    “Saya rasa sudah banyak anak muda yang memikirkan untuk mengawal, mengamati tentang refleksi kebijakan dari janji kampanye dan jejak para kandidat,” ujarnya kepada 7cloud.asia pada Minggu (18/6/2023) melalui sambungan telepon. 
     
     
    Rena menambahkan, pemilih muda tentu punya pertimbangan tersendiri dalam menentukan pilihannya. 
     
    Ukuran tersebut tak hanya berangkat dari visi misi partai dan kandidat yang diusung, tetapi juga pelaksanaan program yang dilakukan dalam lima tahun terakhir.
     
    “Karena masih banyak yang tidak integratif dan sustanabale. presidennya bagus tetapi menteri tidak bisa menerjemahkan dan mengejewantahkan program kerjanya sama saja zonk hasilnya” katanya.
     
     
    Persfektif berbeda dilontarkan oleh Failosof seorang mahasiswa di perguruan tinggi di Kota Serang, Banten.
     
    Menurutnya, sebesar apapun keterlibatan anak muda, selagi partai politik masih dikuasai kelompok borjuis seperti sekarang, maka tidak akan banyak berdampak.
     
    “Kepentingannya akan balik lagi ke kepentingan borjuasi itu sendiri, jadi tidak ada calon presiden yang merepresentasikan suara pemilih muda, karena sistemnya sudah dikooptasi kepentingan borjuasi,” ujarnya.
     
     
    Failosof menambahkan, sekalipun anak muda terpilih menjadi anggota legislatif atau eksekutif, akan sulit baginya melakukan perubahan sesuai yang dia inginkan.
     
    “Peluang terbesarnya adalah harus punya partai yang tidak terikat pada borjuasi, kepentingannya buat mayoritas masyarakat indonesia” ujarnya.
     
    Failosof mengatakan, selama sistemnya tidak berubah dan partai politik hanya mengakomodir kepentingan pengusaha maka akan banyak anak muda yang memilih goput alias tidak memilih. 
     
    “Kita tidak bisa berharap banyak, jika para politisi masih bersikap sebagai borjuis,” tandasnya.

     
     

     

     

     
  • Studi: Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Titik Tertinggi

    Studi: Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Titik Tertinggi

    Emisi gas rumah kaca terus naik. Indicators of Global Climate Change, Foto: Author provided

    7cloud.asia – Sebuah penelitian yang dilakukan Piers Forster, Professor of Physical Climate Change; Director of the Priestley International Centre for Climate, University of Leeds mengungkap emisi gas rumah kaca sedang mencapai puncaknya. 

    Tingginya emisi gas rumah kaca ini mengakibatkan kenaikan suhu bumi yang cukup siginifikan. Bagaimana pengaruh tingginya emisi gas rumah kaca dengan kondisi bumi, berikut laporannya sebagaimana telah diterbitkan di The Conversation. 

    Emisi gas rumah kaca di Bumi sedang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Jumlahnya secara tahunan mencapai 54 miliar ton setara CO2.

    Peradaban manusia telah mendongkrak emisi gas rumah kaca dan juga menyebabkan suhu permukaan bumi menghangat hingga 1,14°C sejak akhir abad ke-19. Perubahan ini ngebut sekali, dengan kecepatan pemanasan 0,2°C per dekade.

    Temperatur daratan tertinggi yang pernah tercatat (oleh ilmuwan disebut sebagai maximum land surface temperatures) mengalami peningkatan dua kali lebih cepat.

    Peralihan temperatur inilah yang menjadi biang keladi cuaca panas dan berbagai kejadian kebakaran hutan dan lahan lainnya.

    Sementara itu, bujet karbon 1,5°C di masa depan hanya tersisa 250 miliar ton. Bujet karbon adalah batas aman C02 yang bisa dilepaskan dari aktivitas manusia di seluruh dunia. Bujet karbon berfungsi meningkatkan 50% peluang kita untuk menahan pemanasan di angka 1,5°C.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Dengan tren emisi gas rumah kaca dan laju pemanasan yang terjadi belakangan ini, bujet karbon kita bakal habis tak sampai enam tahun lagi.

    Fakta-fakta di atas adalah temuan dalam hasil studi baru yang saya terbitkan bersama 49 ilmuwan lainnya di seluruh dunia. Laporan kami melacak tren terbaru emisi gas rumah kaca, temperatur, dan daur energi di Bumi.

    Data ini dapat menjadi basis tindakan untuk aksi iklim. Misalnya, untuk mengabarkan seberapa cepat emisi gas rumah kaca harus dipangkas agar sesuai dengan batasan temperatur global yang disepakati.

    Ini adalah laporan pertama dari rangkaian laporan tahunan kami untuk mengetahui sejauh mana pemanasan global terjadi. Kami meluncurkan inisiatif bernama Indicators of Global Climate Change yang meramu berbagai komponen untuk melacak pemanasan global secara tahunan.

    Kami melacak emisi gas rumah kaca ataupun polusi partikulat, sekaligus pengaruh pemanasan ataupun pendinginan keduanya untuk menentukan seberapa besar peran mereka dalam perubahan suhu global.

    Kami menggunakan metode yang ketat dan telah digunakan dalam penilaian Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). Penilaian IPCC adalah sumber informasi versi pemerintah dan negosiator kebijakan iklim yang tepercaya dan dapat diandalkan.

    Sayangnya, laporan ini hanya terbit setiap delapan tahun. Dalam dunia dengan kebijakan yang berubah cepat, jarak terbit laporan IPCC justru menciptakan celah: hilangnya indikator tepercaya dalam konferensi iklim tahunan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

    Baca: Kenapa akan diberlakukan pajak karbon

    Data iklim untuk semua orang

    Dalam laporan pertama, kami mengumpulkan bukti dari seluruh emisi gas rumah kaca berikut perubahannya selama pandemi. Dari data tersebut, kami mencoba menghitung perubahan termperatur yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

    Perhitungan ini membuat kita tahu: sebesar dan secepat apa risiko global untuk melampaui target pembatasan suhu global 1,5°C pada 2030 sesuai Perjanjian Paris.

    Kami, dalam laporan perdana ini, juga menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi sejak penilaian IPCC terakhir (laporan penilaian keenam atau disebut AR6) yang mengevaluasi data global per 2019.

    Untuk menelaah andil manusia dalam perubahan temperatur, kami harus melacak bagaimana aktivitas-aktivitas manusia di dunia mengganggu aliran energi di Bumi.

    Emisi gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer menyebabkan panas terperangkap di Bumi. Sementara itu, partikel merusak seperti sulfat aerosol yang dihasilkan dari pembakaran batu bara mendinginkan Bumi dengan memantulkan cahaya matahari lebih banyak.

    Selama beberapa tahun, emisi gas rumah kaca naik signifikan tapi polusi di seluruh dunia justru menurun. Kedua tren ini justru menyebabkan iklim menghangat. Berdasarkan penilaian kami, keduanya menjadi penyebab tingginya laju pemanasan alias sebesar 0,2°C per dekade.

    Baca: DPR usul ada insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Beberapa tahun ke depan, kami berencana mengajak lebih banyak komunitas sains. Tujuannya agar kita bisa melacak kejadian ekstrem seperti gelombang panas, banjir dan kebakaran hutan maupun lahan seperti yang melanda Kanada.

    Rencana ini sudah kami topang dengan hasil pelacakan temperatur harian maksimum yang meningkat di daratan Bumi. Sejauh ini kenaikannya dua kali lipat dari rata-rata. Peningkatannya mencapai 1,74°C dibandingkan temperatur rata-rata pada sekitar abad ke-19.

    Kami berharap data ini digunakan oleh beragam pengakses laporan IPCC, seperti utusan iklim negara-negara, agar mereka tahu seberapa besar aksi iklim yang harus dilakukan.

    Kami juga menginginkan lebih banyak orang-orang mengakses data iklim terbaru, tepercaya, dan transparan. Metode-metode saintifik di balik data tersebut harus dapat diakses publik. Karena itu, kami membangun dasbor data terbuka yang bisa dilihat oleh semua orang.

    Kami juga menginginkan usaha ini dipercaya oleh publik. Oleh sebab itu, kami hanya memaparkan data tanpa melakukan advokasi kebijakan tertentu. Kami mengadopsi jargon IPCC “relevan untuk kebijakan (policy relevant)” bukan “saran kebijakan (policy prescriptive)”.

    Kami ingin data yang berbicara agar pembuat kebijakan dapat mengetahui kecepatan perubahan iklim serta merumuskan aksi-aksi penting.

    Kami akan terus menerbitkan laporan setiap tahun. Karena itu, kami akan terus melacak tren kenaikan emisi gas rumah kaca ataupun pemanasan, mungkin juga penurunan emisi secara cepat dan tingkat pemanasan yang melandai. Semuanya tergantung pilihan aksi iklim kita semua.

    Apapun yang terjadi, komunitas sains global akan terus memantau dan melaporkan perkembangannya.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

  • Cerita Nicholas Saputra dan Lingkungan

    Cerita Nicholas Saputra dan Lingkungan

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu, aktor Nicholas Saputra memproduseri film dokumenter bertemakan lingkungan, Semesta.

    Menurut Nicholas Saputra, film Semesta ini mengangkat kisah tujuh orang dari berbagai daerah di Indonesia dan upaya mereka dalam melawan krisis iklim dengan menerapkan kearifan lokal, perspektif agama dan budaya masing-masing.

    Seperti apa Nicholas Saputra memotret alam, tentang terputusnya masyarakat kota dengan alam dan lingkungan; dan bagaimana menjalankan agama, kepercayaan, dan adat dengan baik menjadi kunci kesehatan Ibu Bumi dan kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di dalamnya.

    Berikut 7cloud.asia mengutip wawancara Marisa Anita dari greatmind.com dengan Nicholas Saputra tentang film Semesta tersebut:

    Marissa Anita (M): Nic, apa yang kamu mau ceritakan dengan Semesta?

    Nicholas Saputra (N): Di film dokumenter ini, kita berbicara soal lingkungan hidup melalui sudut pandang yang sedikit lain dan mungkin belum terlalu banyak dibuat dalam format film — berbicara tentang lingkungan hidup, tentang perubahan iklim melalui sudut pandang agama, budaya dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

    M: Semesta dibuat sejak dua tahun lalu. Adakah suatu kejadian dalam hidupmu yang mendorongmu membuat film ini?

     N: Sebenarnya kepedulian atau kegelisahan tentang isu-isu lingkungan ini sudah ada di saya sejak lama. Saya banyak bekerjasama dengan pihak-pihak dengan visi yang sama selama lebih dari sepuluh tahun.

    Saya ingat pertama kali berkenalan dengan dunia (lingkungan ini  saat di Aceh pascatsunami. Saya bertemu dengan beberapa NGO (organisasi nirlaba). Mereka saat itu melakukan sesuatu sangat menarik.

    Mereka mendekati ulama-ulama atau ustadz-ustadz supaya di dalam ceramahnya menyinggung persoalan lingkungan hidup. Ini sudut pandang yang sangat menarik karena agama itu sangat penting bagi orang Indonesia. Kenapa tidak kita bicara melalui sudut pandang itu.

    Saya juga penasaran, ada nggak sih orang-orang yang melakukan sesuatu untuk lingkungannya berdasarkan agama atau kepercayaan yang mereka punya?

    M: Ada tujuh sosok yang diangkat dalam Semesta. Ceritakan siapa mereka dan apa yang mereka lakukan untuk menjaga lingkungan hidup?

     N: Tujuh sosok kita ikuti kesehariannya. Yang kita soroti adalah bagaimana mereka melakukan sesuatu terhadap lingkungannya berdasarkan agama atau kepercayaan yang mereka punya. Salah satunya adalah Pak Iskandar Waworuntu dari Yogyakarta. Beliau memiliki tiga hektar lahan yang dia olah menjadi sebuah sistem di mana mereka makan apa yang mereka tanam.

    Permakultur namanya. Mereka punya sapi dan kambing, kotorannya dipakai untuk pupuk. Semua limbahnya tidak ada yang terbuang. Kotoran disaring lagi untuk menjadi air bersih untuk menyiram tanaman. Jadi beliau tidak mau ada yang waste (limbah).

    M: Jadi gaya hidup nol limbah?

     N: Ya. Menurut beliau penting sekali meniadakan limbah. Tuhan sudah ciptakan untuk kita pakai semua, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Semua ada manfaatnya. Ini yang beliau terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pak Iskandar juga punya warung makanan yang semuanya organik dan semua diperlakukan dengan sangat baik. Di Semesta, kita tidak hanya mengangkat soal bagaimana beliau mengelola perkebunannya, tapi juga bagaimana beliau menerapkan sebuah prinsip yang sangat penting tapi jarang orang bahas yakni ‘thoyib’. ‘Thoyib’ tidak terpisahkan dari ‘halal’. Jadi harus ‘halal’ dan ‘thoyibah’ — halal dan baik. Baik buat lingkungan dan buat masyarakat di sekitarnya. Menurut beliau, ini adalah prinsip yang sangat Islami.

    Ini salah satu contoh bagaimana agama dan kepercayaan bisa diterapkan dalam menjaga lingkungan. Sangat esensial untuk kita bisa berdamai dengan alam, hidup berdampingan dengan alam dengan baik.

    Agama dan kepercayaan bisa diterapkan dalam menjaga lingkungan.

    M: Kerusakan lingkungan semakin lama semakin cepat, demi memenuhi target pertumbuhan keuntungan korporasi yang setiap tahun terus meningkat, dan kebutuhan populasi dunia secara umum. Kalau melihat kecepatan kerusakan ini, apakah ini berarti masih banyak manusia belum paham betul pentingnya hidup berdampingan dengan alam?

     N: Menurut saya ada berbagai macam permasalahan. Kita sedang mengalami masalah yang besar yakni krisis ekologis. Kita mengalami climate emergency (darurat iklim), nggak cuma climate change (perubahan iklim) atau climate crisis (krisis iklim).

    Salah satu faktor ini terjadi karena masyarakat urban seperti kita terputus dengan alam. Sementara masyarakat di pedesaan akan benar-benar merasakan perubahan ketika mereka salah memperlakukan alam sekitarnya.

    M: Contohnya?

     N: Misal ada satu bukit yang mereka tebang, daerah itu langsung panas, airnya berkurang, banjir — cepat sekali terjadinya dan mereka bisa merasakan langsung. Kita di kota, panas dikit nggak masalah karena ada AC. Kita orang urban bisa melakukan segala macam teknologi [untuk menghindari ketidaknyamanan karena kerusakan lingkungan]. Kita yang tinggal di kota besar terputus dengan alam.

    Di desa, masyarakatnya merasakan betul dampak ketika mereka missmanage (salah olah dan salah atur — red.) lingkungannya. Dampaknya bisa mempengaruhi kualitas hidup mereka.

    M: Jadi betul gaya hidup masyarakat urban berkontribusi lebih besar dalam percepatan kerusakan lingkungan?

     N: Betul. Tidak hanya perilakunya, tapi juga kebutuhan masyarakat urban. Financially we need to grow, we need to expand (secara finansial, ada kebutuhan untuk terus tumbuh, terus ekspansi — red.) buat masyarakat kota, untuk kualitas hidup masyarakat kota. Tapi kerusakan terasa di daerah pedesaan karena kita mengambil banyak sekali kebutuhan kita dari sana, kan? — merambah hutan, pertambangan.

    Jadi bisa jadi kuncinya ada di kota juga — bahwa perilaku kita orang urban harus berubah. Keputusan-keputusan kita yang berhubungan dengan makanan, pakaian, minuman, anything harus lebih bijak karena sangat berdampak pada apa yang terjadi pada orang-orang yang akan dilihat di film Semesta ini — [yang tinggal] di pesisir, di hutan hujan tropis, di hutan adat, di semi urban. Perilaku kita memang harus berubah. We have to change.

    M: Secara konkret, bagaimana kita mengubah perilaku dalam keseharian kita sehingga menjadi lebih ramah lingkungan?

     N: Banyak yang bisa kita lakukan. Saya pribadi menggunakan solar panel (panel surya) di atap rumah saya. Itu mengurangi gas rumah kaca dan emisi.

    M: Mahal nggak, Nic?

     N: I would call it an investment karena [pasang panel surya] awalnya memang lumayan mahal, tapi akan balik modal dalam lima, enam tahun. Enam tahun kalau di Jakarta karena pendapatan mataharinya ya. Habis gitu kita untung karena bayar listriknya jadi sedikit sekali. Saya kebetulan nggak 100%, hanya 70-80% [pakai panel surya] jadi bayar listriknya ya cuma 20% dari biasanya.

    M: That’s great. 

    N: Saya juga tidak boros dalam membeli baju. Saya hanya beli satu warna, kebanyakan putih semua. Hahaha. Saya me-recycle juga —  pakaian bisa dipakai untuk keluar rumah, sehari-hari, bisa dipakai juga buat baju tidur. Saya memperhatikan bagaimana saya membeli sandang. Macem-macem, tas, sepatu. Saya beli satu produk. Misalnya sudah rusak, saya beli lagi yang itu. Supaya saya terbiasa juga bahwa tidak ada kok keharusan kita harus beli baju ganti-ganti tiap hari. Supaya menekan ego kita juga. Jadi saya akhirnya pakai warna sama, putih semua saja.

    M: Sudah berapa lama seperti ini, Nic?

    N: Mungkin sudah tiga, empat tahun. Industri tekstil, kontribusinya sangat besar terhadap perubahan iklim karena limbah, penggunaan air.

    M: Fashion adalah industri ke-dua terbesar yang mencemari lingkungan kita. Apalagi dengan adanya fast fashion, pakaian murah tapi cepat rusak sehingga orang didorong untuk terus membeli.

    N: Ya. Jadi mari kita lebih bijak lah dalam keseharian. Di kota, kita  punya banyak pilihan produk. Tiap hari beli produk, makanan dan lain-lain. Mungkin kita bisa lebih kritis terhadap merk atau produk mana yang lebih ramah lingkungan, lalu kita pilih yang itu. Kalau kita bersama-sama melakukan ini, mungkin kita bisa menyelamatkan (bumi) pelan-pelan.

    M: Biasanya barang yang ramah lingkungan harganya mahal. Bagi yang tidak punya privilese untuk membeli produk seperti ini bagaimana?

    N: Kita beli baju lebih sedikit. Beli baju yang harganya agak lebih mahal, tapi ramah lingkungan.

    Tujuan dari film Semesta untuk mengajak orang untuk menyadari  apa keputusan atau perilaku yang bisa kita lakukan untuk lingkungan, no matter how small can make a big impact (sekecil apa pun bisa membawa dampak — red.).

    Tentang makanan, banyak yang bicara tentang veganisme yang bisa membantu mengurangi emisi CO2 dan lain-lain. Perilaku kita terhadap makanan juga sangat membantu karena berkaitan dengan penggunaan lahan. 

    M: Kamu vegetarian atau vegan?

    N: NggakBut I’m not a big fan of meat (tapi saya tidak terlalu suka daging – red.) jadi secara tidak sengaja, dua atau tiga hari, saya menjadi vegetarian karena cuma makan gado-gado, ketoprak, nasi sama telur, atau sama tempe tahu. Saya cukup sederhana soal makanan.

    M: Di film Semesta ada tujuh sosok yang diangkat. Pak Iskandar sudah. Kisah enam lainnya?

    N: Di Bali, kita mengikuti satu orang sosok Pendesa, Tjokorda Raka Kerthyasa, di Ubud yang membiarkan kita mengikuti kegiatannya sebelum Nyepi. Kita ingin cari tahu apa esensi Nyepi dan apa kontribusinya terhadap alam. Ternyata ada 300.000 ton karbon yang terpangkas dari kontribusi harian Bali pada hari itu. Bayangkan kalau seluruh dunia melakukan Nyepi?

    Di Flores, ada Romo Marselus Hasan yang menginisiasi kampungnya untuk bergotong royong membangun micro hydro power plant (pembangkit listrik tenaga mini-hidro) karena dia melihat tidak ada listrik di kampung itu sehingga masyarakat setempat pakai genset malam-malam. Berisik, polusi dan lain sebagainya. Dia melihat ada yang salah dengan ini.

    M: Apa yang dilakukan Romo ini apa hubungannya dengan agama?

    N: Beliau adalah Romo gereja Katolik setempat. Dua, tiga tahun lalu Paus Fransiskus mengeluarkan sebuah ensiklik namanya Laudato Si’. Di dalamnya ada arahan untuk menjaga lingkungan. Dan Romo Marsel menerapkan itu di tempat tinggalnya.

    M: Cool. Sosok berikutnya?

    N: Di Kalimantan. Ada sebuah kampung masyarakat adat Dayak Iban di Sungai Utik. Mereka berhasil mempertahankan 9000 hektar lahan adatnya untuk tetap menjadi hutan. Mereka memiliki sebuah manajemen [hutan] yang sudah turun temurun — zonasi lahan. Jadi, ada lahan di mana mereka boleh berburu apa pun kecuali orang utan dan satwa dilindungi lainnya. Ada lahan yang [hasilnya] boleh diambil tapi diatur, misalnya ketika mau menebang hutan [untuk membangun sesuatu], satu keluarga hanya boleh menebang sekian pohon.

    M: Dan mereka disiplin?

    N: Ya. Karena adat. Karena kalau tidak, kena hukum adat. Lalu ada satu zona namanya Hutan Keramat. You cannot take anything from it (dilarang mengambil apa pun dari hutan ini – red.). Mereka menjaga itu. Masyarakat Dayak Iban sangat tergantung pada hutannya. Kalau mereka nggak ada hutan, mereka tidak bisa upacara.

    M: Bali, Yogya, Flores, dan Kalimantan sudah. Mana lagi?

    N: Aceh. Kita masuk ke satu kampung, Desa Pameu, yang paling ujung di Aceh Tengah. Tempat ini dikelilingi hutan yang masih berdampingan dengan habitat gajah. Kita mengikuti satu imam desa, Muhammad Yusuf, dan beliau selalu mengingatkan bagaimana kita seharusnya hidup berdampingan dengan alam, dengan gajah dan lain sebagainya.

    Gajah itu punya wilayah jelajah sendiri. Cuma kita manusia kadang-kadang suka membangun di wilayah jelajah gajah untuk kampung atau perkebunan. Nah ketika gajah lewat, ya habis lah. Dalam satu malam kita bisa lihat satu kebun habis. Akhirnya banyak konflik [antara manusia dan gajah]. Kalau nggak diracun, dibunuh. Kita melihat bagaimana masyarakat kampung tersebut hidup berdampingan dengan gajah.

    Sementara di Papua ada Mama Almina Kacili. Kita mengangkat kisah sebuah kampung yang punya kearifan lokal namanya ‘Sasi’. Dengan kearifan lokal ini, kita bersepakat untuk tidak mengambil apa pun dari wilayah yang disepakati, dengan jangka waktu yang disepakati juga.

    [Cara konservasi] mereka seperti tabungan. Bisa hutan, bisa laut. Uniknya di kampung ini, Sasi diinisiasi sama ibu-ibu. Kampung ini sebetulnya sudah punya daerah yang di-Sasi. Tapi ibu-ibu bilang: “Kita juga punya kepentingan khusus. Anak-anak sakit, anak sekolah, baju seragam gereja dan lain-lain.” Jadi mereka meminta sebuah daerah untuk mereka lindungi.

    M: Sosok terakhir?

    N: Dari Jakarta. Ada Siti Soraya Cassandra. Dia dan suaminya mengelola sebuah ruang terbuka hijau di mana dia melakukan pelatihan untuk urban farming (pertanian kota). Dia merasa penting sekali bagi masyarakat kota untuk selalu terhubung dengan alam. Melihat sesuatu tumbuh, nanam. Jadi kita orang kota tahu prosesnya.

    M: Lokasinya di mana?

    N: Di Situ Gintung. Dulunya tempat pembuangan sampah lalu diubah menjadi organic farming (pertanian organik). Setiap weekend banyak orang-orang datang untuk belajar bercocok tanam.

    M: Harapan kamu ketika orang nonton Semesta?

    N: Mereka bisa terbuka, terinspirasi, terketuk hatinya, karena mereka akan melihat kisah-kisah orang-orang yang sangat mendedikasikan dirinya untuk menjaga lingkungan. Peduli banget.

    Masa melihat orang-orang yang pedulinya kayak begitu, kita nggak tersentuh sih? Kita harusnya tersentuh, karena buat saya ini sangat menyentuh dan sangat menginspirasi. Saya sangat kagum dengan mereka, tanpa bermaksud menokohkan. Saya yakin mereka ini  tujuh contoh dari banyak orang yang melakukan hal itu. Mereka menjaga alam dengan sungguh-sungguh, jadi kita juga harus.

     
  • Meski Banyak Dikritik, Komisi IX DPR Sepakat Membawa RUU Kesehatan ke Paripurna untuk Disahkan

    Meski Banyak Dikritik, Komisi IX DPR Sepakat Membawa RUU Kesehatan ke Paripurna untuk Disahkan

    7cloud.asia – Komisi IX DPR dan Pemerintah sepakat membawa Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan ke paripurna untuk disahkan menjadi Undang-Undang.

    Sebelumnya, dalam rapat pandang fraksi, didapati tujuh fraksi di Komisi IX DPR menyetujui RUU Kesehatan dibawa ke paripurna. Dua fraksi yakni Demokrat dan PKS menolak RUU Kesehatan.

    Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat sipil juga mendesak agar pembahasan RUU Kesehatan ditunda karena dinilai masih banyak kontradiksi dan penyusunannya tidak melibatkan masyarakat.

    Baca: Koalisi masyarakat sipil nilai pembahasan RUU Kesehatan tak libatkan publik

    Ketua Panja RUU Kesehatan DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan RUU Kesehatan ini terdiri dari 20 Bab dengan 458 pasal.

    “RUU Kesehatan ini memuat substansi yang mendukung penyelenggaraan transformasi kesehatan,” terang Melkiades kepada wartawan, di Ruang Komisi IX, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/6/2023).

    Melkiades menjelaskan terdapat 12 poin yang akan diatur dari RUU Kesehatan yang menggunakan metode omnibus law tersebut. Ke-12 poin tersebut adalah:

    Pertama RUU Kesehatan menguatkan tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan pemenuhan kesehatan.

    Kedua, RUU Kesehatan menguatkan penyelenggaraan upaya kesehatan dengan mengedepankan hak masyarakat dan tanggung jawab pemerintah.

    Baca: RUU Kesehatan dinilai akan dorong liberalisasi layanan kesehatan

    “(Tiga) Penguatan pelayanan kesehatan primer yang berfokus ke pasien, serta meningkatkan layanan di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan, serta bagi masyarakat rentan,” ujar Melkiades

    Keempat, pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan untuk kemudahan akses bagi masyarakat.

    Kelima, penyediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui peningkatan penyelenggaraan pendidikan spesialis/sub-spesialis melalui satu sistem pendidikan dengan dua mekanisme.

    Keenam, transparansi dalam proses registrasi dan perizinan, serta perbaikan dalam perbaikan tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri melalui uji kompetensi yang transparan.

    Ketujuh, penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan melalui penyelenggaraan rantai pasok dari hulu ke hilir.

     Baca: Koalisi sipil nilai banyak konten kontradiktif di RUU Kesehatan

    “(Delapan) Pemanfaatan teknologi kesehatan, termasuk teknologi biomedis untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan,” ujar Melki.

    Kesembilan, penguatan dan pengintegrasian sistem informasi kesehatan.

    Ke-10, penguatan kedaruratan kesehatan melalui tata kelola kewaspadaan, penanggulangan, dan pasca kejadian luar biasa (KLB) dan wabah.

    Kesebelas, penguatan pendanaan kesehatan.

    Terakhir, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan antar kementerian/lembaga dan pihak terkait untuk penguatan sistem kesehatan.

    Baca: Sejumlah organisasi profesi kesehatan mendukung RUU kesehatan

    Melki menegsakan, pembahasan RUU tentang Kesehatan telah dilakukan secara intensif, hati-hati, dan komprehensif dengan menggunakan landasan berpikir bahwa adanya urgensi penguatan sistem kesehatan nasional.

    “Ini coba diwujudkan melalui transformasi kesehatan secara menyeluruh untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Melki.

  • Menyoal Galon Sekali Pakai, Solusi atau Persoalan untuk Sampah Plastik?

    Menyoal Galon Sekali Pakai, Solusi atau Persoalan untuk Sampah Plastik?

    7cloud.asia – Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) galon sekali pakai dinilai telah salah menafsirkan Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah khususnya terkait ketentuan ukuran kemasan yang diwajibkan minimal 1 liter.

    Hal diungkap Ujang Solihin Sidik, Kasubdit Tata Laksana Produsen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada webinar online bertema “Akuntabilitas Program Pengelolaan Sampah Plastik Produsen” yang diselenggarakan Aliansi Profesi Jurnalis Indonesia (APJI), Rabu (15/6/2023.

    Dia mengatakan, ukuran galon sekali pakai ini terbukti telah menjadi persoalan di masyarakat untuk mengelola sampahnya.

    “Galon sekali pakai itu keliru membacanya. Ukuran minimal itu untuk menghindari kemasan yang terlalu kecil sehingga sulit untuk dikumpulkan. Tapi bukan artinya membuat kemasan segede-gede gaban,” ujar laki-laki yang biasa dipanggil Uso ini.

    Baca: Ekonomi sirkular di sektor air minum kemasan

    Dia mengutarakan temuan di lapangan di mana bekas galon sekali pakai itu sulit untuk dikumpulkan. Menurutnya, karena ukurannya yang terlalu besar, masyarakat juga kebingungan untuk mengumpukan sampahnya setelah airnya habis dipakai.

    “Ini sudah menjadi fakta di lapangan. Saya pun menemukan dekat rumah saya sendiri galon yang sekali pakai itu akhirnya diisi lagi dengan air dan dijejeri untuk jagai taman di rumah,” tuturnya.

    Bukan hanya itu, menurut pengakuan Uso, dia juga melihat bekas galon sekali pakai itu akhirnya diisi air untuk menjaga tempat parkir di kampus Universitas Indonesia (UI).

    “Ini jelas sangat keliru dan kami sedang approach ke produsen AMDK yang menggunakan galon sekali pakai ini supaya mereka bertanggung jawab dengan kondisi ini,” ucapnya.

    Baca: Mendulang cuan dari ekonomi sirkular

    Jadi, kata Uso, ukuran size kemasan seperti ketentuan dalam Permen LHK Nomor 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah itu bukan berarti menjadi lebih besar seperti yang dilakukan produsen AMDK galon sekali pakai.

    “Bukan, itu salah salah bacanya. Yang penting adalah bagaimana size itu penting dalam kemasan. Ukuran kemasan yang tepat itu menjadi penting, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil,” ucapnya.

    Kata Uso, produsen yang membuat dan memasarkan AMDK galon sekali pakai berkewajiban untuk menarik kembali sampahnya untuk didaur ulang menjadi galon baru.

    “Itu yang sedang kami kejar untuk produsen ini. Karena, di lapangan sampah galon sekali pakai ini sudah terbukti menjadi persoalan,” katanya.

    Baca: KLHK ajak masyarakat ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Jangankan masyarakat biasa, menurutnya, para pelapak dan pemulung termasuk bank sampah juga mengaku kesulitan untuk mengumpulkan sampah galon sekali pakai ini.

    “Ini fakta dan akan kami sampaikan ke produsennya untuk ikut bertanggung jawab agar bagaimana galon-galon ini supaya tidak dijadikan untuk jaga tempat parkir atau jadi pagar atau jadi tempat kolam ikan dan seterusnya,” tukasnya.

    Dia mengingatkan bahwa jenis plastik sekali pakai ini sangat berharga sehingga harus didaur ulang untuk dijadikan botol baru atau atau jadi galon baru lagi.

    “Ini yang sedang kami approach ke produsen untuk segera melakukan hal yang harus mereka lakukan,” ujarnya.

    Baca: Prospek daur ulang minyak jelantah sangat menjanjikan

    Uso menegaskan bahwa yang diinginkan KLHK adalah bagaimana agar sampah-sampah plastik itu bisa dengan mudah dikumpulkan, dipilah dan didaur ulang.

    Artinya, bagaimana mengatur kemasannya supaya pas dan tidak menjadi persoalan di masyarakat.

    Dia mengatakan selain kemasan AMDK galon guna ulang, KLHK juga akan mengatur produk-produk yang separuhnya berisi udara sehingga lebih boros menggunakan plastik.

    Uso melihat ini strategi marketing dari produsen. KLHK sedang mengawal dalam rangka menghemat penggunaan plastik.

    “Seharusnya yang over packaging ini harus juga sudah diakhiri. Karena banyak sekali kemasan yang over packaging ini yang separuhnya isinya udara, padahal ini bisa diresizing sesuai dengan kebutuhan isinya,” ungkapnya.

    Penulis: Charles Maruli Siahaan

  • Penularan Rabies kepada manusia di NTT Terus Bertambah, Sejumlah Kabupaten Dalam Status KLB

    Penularan Rabies kepada manusia di NTT Terus Bertambah, Sejumlah Kabupaten Dalam Status KLB

    7cloud.asia – Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) kepada manusia di Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Dalam lima hari terakhir tercatat 146 kasus penularan rabies kepada manusia. 

    Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan telah menetapkan status Kasus Luar Biasa (KLB) Rabies sejak 30 Mei 2023 menyusul adanya warga di wilayah itu yang meninggal akibat rabies pada 2 April 2023.

    KLB Rabies juga diberlakukan di Kabupaten Sikka di Pulau Flores.

    “Jadi perkembangannya cukup signifikan, jadi tiap hari kita lihat peningkatan kasus gigitan anjing ini semakin massif,” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Adi Tallo saat dihubungi VOA, Senin (19/6/2023) siang.

     

    Baca: Ilmuwan AS gunakan tanaman dan jamur untuk bersihkan polusi tanah 

    Kasus gigitan anjing terhadap manusia itu terjadi di 120 desa di 26 kecamatan. Ada penambahan 40 desa baru dari jumlah pekan lalu yang berjumlah 80 desa dan 25 kecamatan yang terindikasi ada hewan penular rabies yang berkeliaran.

    Kini hanya tersisa enam kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang belum terdapat laporan gigitan hewan penular rabies.

    Kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan di Pulau Timor menyebabkan tiga orang meninggal dunia dua di antaranya anak-anak, satu anak lainnya dalam kondisi kritis.

    Sedangkan 449 orang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan menerapkan tujuh langkah untuk pengendalian rabies di antaranya memberikan vaksinasi rabies kepada hewan-hewan peliharaan masyarakat yang masih sehat.

    Pemkab Timor Tengah Selatan juga melakukan eliminasi selektif kepada hewan penular rabies yang bergejala rabies.

    “Pemilik HPR, baik anjing, kucing maupun kera untuk melihat gejala-gejala pada binatang yang dimiliki mereka atau hewan peliharaan yang dimiliki oleh mereka sehingga mereka bisa melakukan eliminasi sendiri. Jika mereka rasa bahwa ada perubahan perilaku dari pada hewan-hewan peliharaan mereka,” kata Adi Tallo.

    Baca: Polusi pengaruhi pertumbuhan nyamuk malaria

    Hingga Sabtu (17/6) dilaporkan terdapat 1.003 ekor hewan penular rabies yang telah dieliminasi di berbagai desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

     

    Adi Tallo mengungkapkan pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies yang baru pertama kali terjadi di wilayah itu.

    “Posisi rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama ini baru ada sejak Januari hingga saat ini, sehingga pengetahuan tentang dampak dari pada rabies masih minim, sehingga kita selalu melakukan edukasi ke masyarakat bahwa ini sangat berbahaya bagi manusia,” papar Adi Tallo.

    Pemerhati rabies dari Rumah Sakit TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dokter Asep Purnama mengingatkan pentingnya untuk mencuci luka bekas gigitan hewan penular rabies dengan sabun.

    Baca: Indonesia targetkan bebas rabies pada 2030

    Sifat kimia dari virus rabies yaitu virus cepat mati dengan zat pelarut lemak seperti air sabun, detergen. Penderita juga perlu segera mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) sesuai dengan indikasinya.

    “Di sini selama belum muncul gejala rabies kita berusaha mengobati, tapi sebelum mengobati harus dikasih tahu, kalau dilakukan secara dini tentu akan sembuh, ini sudah terbukti,” kata Asep Purnama dalam Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Rabies di Pulau Timor Provinsi NTT, di kanal YouTube P2PM Kemenkes RI, Senin (12/6).

    “Tapi kalau dia terlambat datang, sudah sebulan setelah gigitan, dua bulan setelah gigitan, itu tetap kita kasih selama tidak ada gejala,” lanjutnya.

    Menurut Asep Purnama, luka bekas gigitan harus dicuci dengan air mengalir dan sabun selama sepuluh hingga 15 menit. Namun ia mengingatkan untuk hindari mencuci luka. Ia juga mengimbau diberikannya antiseptik setelahnya.

    Baca: Polusi pengaruhi fertilitas manusia

     

    Sejak tahun 2014 hingga Mei 2023, terdapat 73 kasus kematian pada manusia akibat rabies di Nusa Tenggara Timur.

    Kasus rabies pertama kali ditemukan terjadi di Desa Sarotali, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores pada 1997 yang ditularkan oleh anjing yang dibawa dari Sulawesi. Pop-out player

    Sejak tahun 2014 hingga Mei 2023, terdapat 73 kasus kematian pada manusia akibat rabies di Nusa Tenggara Timur.

    Kasus rabies pertama kali ditemukan terjadi di Desa Sarotali, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores pada 1997 yang ditularkan oleh anjing yang dibawa dari Sulawesi.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Ulang Tahun ke 62 Jokowi Tepat Sesuai Wetonnya Rabu Pon, Apa Maknanya

    Ulang Tahun ke 62 Jokowi Tepat Sesuai Wetonnya Rabu Pon, Apa Maknanya

    7cloud.asia – Hari ini, Rabu (21/6/2022) Presiden Joko Widodo atau Jokowi genap berusia 62 tahun. Uniknya, ulang tahun Jokowi yang ke-62 ini dirayakan sesuai dengan weton Jokowi yakni Rabu Pon.

    Sementara mongso kelahiran Jokowi jatuh pada mongso Saddha dan wuku Sungsang.

    Menurut primbon jawa, orang yang terlahir pada Rabu Pon memiliki keberuntungan dalam hidupnya.

    Orang-orang dengan weton Rabu Pon biasanya memiliki sifat dan karakter yang terbuka pada ide-ide dan peluang baru, kerap merencanakan sesuatu dengan hati-hati, dan tidak mudah putus asa.

    Pemilik weton Rabu Pon juga memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik sehingga mudah bergaul dengan orang lain.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Meski demikian, pemilik weton Rabu Pon digambarkan memiliki masa kecil yang haus akan perhatian. Sehingga saat menginjak dewasa mereka kerap berusaha menguasai banyak hal, mulai dari pengetahuan, materi, hingga harta benda.

    Hal ini sedikit banyak tergambar pada sosok Jokowi yang terkenal sebagai pekerja keras tetapi cermat dalam merencanakan dan mengambil keputusan. 

    Lantas apa kata Jokowi tentang ulang tahun dan wetonnya yang Rabu Pon. Mantan walikota Solo ini mengungkapkan tak pernah merayakan ulang tahun.

    “Saya enggak pernah ulang tahun,” ucap Jokowi kepada wartawan usai meninjau Smelter Freeport di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).

    Jokowi mengaku sebagai orang desa. Oleh karena itu, dia tak pernah merayakan ulang sejak lahir, kuliah dan kemudian terpilih menjadi Presiden.

    Jokowi lahir di Rumah Sakit Brayat Minulya, Jalan Setiabudi No 106, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Hari itu, perempuan bernama Sudjiatmi melahirkan anak pertamanya di rumah sakit tersebut.

    Saat lahir, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, akhirnya namanya diganti menjadi Joko Widodo yang kemudian disingkat menjadi Jokowi. Joko bermakna laki-laki dan Widodo berarti selamet atau selamat.

    Baca: Mengenal sosok Buya Hamka lewat film

    Mengutip dari buku berjudul Jokowi Menuju Cahaya yang ditulis oleh Alberthiene Endah, kedua orang tuanya mengganti nama Joko Mulyono menjadi Joko Widodo.

    Penggantian nama itu dilakukan karena Jokowi sering sakit. Menurut kepercayaan orang Jawa, anak kecil yang sering sakit, namanya harus diganti.

    “Nama itu tak terlalu lama saya miliki karena orang tua saya segera mencarikan nama baru ketika saya berulang kali sakit. Boleh tidak percaya, saya kemudian tumbuh sehat. Itu misteri,” katanya dalam buku yang diluncurkan pada 13 Desember 2018 itu.

    Jadi, Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi.