Blog

  • Masyarakat Sipil Soroti Pelepasan Ribuan Hektare Hutan di Kalimantan Timur

    Masyarakat Sipil Soroti Pelepasan Ribuan Hektare Hutan di Kalimantan Timur

    7cloud.asia – Komisi IV DPR menerima audiensi dari Audiensi Komisi IV DPR RI dengan beberapa LSM pemerhati hutan pada Rabu (12/7/2023).

    LSM tersebut yakni Yayasan Auriga Nusantara, WALHI, Forest Watch Indonesia (FWI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan, dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman).

    Dalam audiensi tersebut Koalisi masyarakat sipil meminta pemerintah untuk mengkaji ulang pelepasan dan penurunan status kawasan hutan seluas 612.355 hektare yang tercantum dalam revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kalimantan Timur.

    “Kami tidak melihat adanya transparansi mengenai data dan kepentingan publik di dalam revisi itu,” kata Juru Kampanye Yayasan Auriga Nusantara, Hilman Afif.

    Baca: Jelang pemilu, masyarakat sipil ingatkan jangan obral lahan

    Hilman menuturkan ada 156 izin konsesi perusahaan yang mencaplok kawasan hutan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari sektor pertambangan, monokultur kelapa sawit skala besar, dan perkebunan kayu.

    Menurutnya, sebanyak 56 persen kawasan hutan yang akan dilepaskan itu masih berupa hutan alam dan menjadi habitat bagi orang utan serta badak sumatra.

    Status kawasan itu di dalam dokumen revisi RTRW berupa pengelolaan oleh masyarakat dan peruntukannya kepada masyarakat, tetapi koalisi melihat ada izin usaha pertambangan di atasnya.

    “Aktivitas pertambangan itu tidak memiliki pinjam pakai kawasan ataupun pelepasan kawasan hutan,” ujar Hilman.

    Baca: KLHK sebut deforestasi di Indonesia terus menurun

    Yayasan Auriga Nusantara mencatat, dari total 156 izin konsesi perusahaan yang membebani kawasan yang akan dilepas tersebut, sebanyak 138.021 hektare yang masuk dalam usulan pelepasan adalah lahan dengan perizinan berusaha pemanfaatan hutan pada hutan tanaman (PBPH-HT).

    Total perusahaan hutan tanaman yang terdeteksi dalam kawasan itu mencapai 39 korporasi. Sebesar 98 persen dari total luas  tersebut berupa pelepasan kawasan hutan.

    Selain itu, sebanyak 25.684 hektare masih berupa tutupan hutan alam. Seluas 164.429 hektare telah dibebani oleh 101 izin usaha pertambangan.

    Lebih rinci, 106.782 hektar atau 65 persen diusulkan untuk pelepasan status kawasan hutan dan 56.395 hektare atau 34 persen merupakan penurunan status kawasan dari hutan lindung menjadi hutan produksi terbatas.

    Baca:  Madani berkelanjutan soroti hilangnya hutan alam

    Seluas 100.323 hektare masih berupa tutupan hutan alam. Selain itu, 3.824 hektare telah dibebani oleh 16 izin perkebunan kelapa sawit dan seluruhnya berupa penurunan status kawasan hutan menjadi areal penggunaan lain.

    Secara total ada 736.055 hektare hutan yang bakal diubah fungsi dan peruntukannya dengan rincian 83,19 persen atau setara 612.355 hektare mengalami pelepasan kawasan hutan, 13,83 persen atau setara 101.788 hektare mengalami penurunan status kawasan hutan,

    dan hanya 2,7 persen atau setara 19.858 hektare yang mengalami peningkatan status kawasan hutan, serta 0,28 persen atau setara 2.054 hektare tidak mengalami perubahan status.

    Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian mengatakan ketimpangan pengelolaan kawasan hutan antara perhutanan sosial, hutan adat, dan hutan konsesi dapat memperpanjang rantai konflik.

    Baca: Komitmen Indonesia jaga hutan tropis diacungi jempol

    Ia menambahkan, ketimpangan juga berpotensi memperbanyak cerita kriminalisasi karena orang-orang saling berebut klaim.

    “Ini juga sebenarnya jauh dari komitmen iklim Indonesia, apalagi 54 persen adalah hutan alam,” kata Uli.

    “Kita jauh-jauh pergi ke pertemuan internasional untuk membicarakan komitmen iklim, tapi di dalam negeri kontradiktif antara apa yang dilakukan dengan apa yang diucapkan di forum-forum internasional tersebut,” imbuhnya.

    Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat ada 40 letusan konflik agraria yang terjadi selama lima tahun terakhir di Kalimantan Timur. Angka itu berkontribusi sebagai lima besar penyumbang letusan konflik agraria tahun 2021 dan luasan konflik agraria tahun 2019.

    Konflik agraria telah menyebabkan masyarakat sekitar kehilangan tanah dan kekayaan alam sebagai sandaran untuk kelangsungan hidup.

    Baca: Indonesia menjaid salah satu negara dengan hutan terluas di dunia

    Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Budi Satrio Djiwandono mengatakan, isu yang disampaikan oleh LSM yang hadir akan menjadi perhatian khusus bagi komisi IV DPR yang juga membidangi Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    “Ya isu pelepasan hutan ini tidak bisa kita anggap enteng anggap sepele. apapun itu tujuannya,” ungkap Budi ketika ditemui tim Parlementaria usai audiensi.

    Ia menilai, meski pemanfaatan hutan memiliki tujuan tujuan tertentu, pemerintah  harus perhatikan dengan detail dan saksama.

    yakni dengan tidak membiarkan ekosistem-ekosistem essential atau hutan-hutan yang mempunyai fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap kehidupan manusia ini bisa terdampak, terdegradasi yang sudah banyak terjadi.

    “Kita ingin pembangunan ekonomi berjalan, rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari pembangunan ekonomi, mendapatkan kesempatan kerja. tapi di saat yang sama kita juga menjaga aset-aset bangsa ini,” tutupnya.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang demi pemasukan negara

  • Dunia Sedang Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen dari Air, Ini Plus Minusnya

    Dunia Sedang Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen dari Air, Ini Plus Minusnya

     

    Stasiun pengisian bahan bakar hidrogen 700 bar Air Liquide di Zaventem, Belgia. (Arturbraun/Wikimedia Commons)

    7cloud.asia – Dunia saat ini tengah berlomba-lomba menghasilkan bahan bakar atau energi ramah lingkungan.

    Salah satu energi ramah lingkungan yang tengah disorot di dalam maupun luar negeri adalah bahan bakar hidrogen hijau yang dibuat dari air.

    Bagaimana pengembangan bahan bakar hidrogen hijau yang ramah lingkungan dikembangkan, berikut kajian Denny Gunawan dan Michael Gunawan dari ARC Training Centre for the Global Hydrogen Economy, Particles and Catalysis Research Laboratory, UNSW Sydney yang telah terbit di The Conversation

     

    Jadi emisi hidrogen hijau ini berbeda dengan pembakaran energi fosil yang mengeluarkan emisi gas beracun atau pun gas rumah kaca.

    Baca: Indonesia serius jajaki pengembangan energi hidrogen

    Indonesia pun tak mau ketinggalan. Bulan lalu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Peta Jalan Strategi Nasional Hidrogen termasuk hidrogen hijau guna mendorong terbentuknya ekosistem pemanfaatan hidrogen hijau di tanah air.

    Salah satu sektor yang menjadi sasaran adalah transportasi. Pemerintah turut berencana membangun sistem transportasi hijau – perpaduan kendaraan berbasis baterai listrik dan hidrogen di Ibu Kota Nusantara (IKN).

     

    Walau begitu, pengembangan hidrogen termasuk hidrogen hijau masih menuai pro dan kontra lantaran kelayakan teknis dan ongkosnya yang belum terjamin.

    Hidrogen, khususnya hidrogen hijau, mendapat banyak perhatian untuk bahan bakar kendaraan sebab dapat menekan kadar emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan kendaraan.

    Di samping itu, hidrogen memiliki kerapatan energi (energy density) sekitar 33,33 kilowatt jam per kilogram, lebih tinggi dari baterai listrik.

    Baca: Pengembangan enrgi terbarukan di Indonesia berjalan lamban

    Kendaraan dengan bahan bakar hidrogen pun hanya membutuhkan waktu 3-5 menit untuk proses isi ulang hingga penuh.

    Ini jauh lebih cepat dari isi ulang daya baterai pada kendaraan listrik yang perlu waktu 20 menit – 1 jam untuk DC fast charging atau 4-10 jam untuk home charging.

    Kendati demikian, penggunaan hidrogen untuk kendaraan dinilai kurang efisien. Pasalnya, efisiensi produksi hidrogen dari elektrolisis air saat ini sekitar 75% dan konversi hidrogen ke listrik dalam sel tunam (sel bahan bakar atau fuel cell) sebesar 60%.

    Angka ini lebih rendah dibandingkan efisiensi energi baterai litium (acap digunakan kendaraan listrik) yang dapat mencapai 80%.

    Di sisi biaya, pembangunan infrastruktur hidrogen termasuk hidrogen hijau mulai dari produksi, penyimpanan, transportasi, dan pengisian ulang memerlukan dana yang besar.

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik untuk angkutan massal

    Akibatnya, harga bahan bakar hidrogen saat ini masih sangat tinggi dan kurang kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional saat ini.

    Di California, Amerika Serikat, harga hidrogen di stasiun pengisian mencapai $16 per gge (gasoline gallon equivalent), sekitar empat kali lipat harga bensin.

    Kendala lain adalah masih terbatasnya ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen khususnya hidrogen hijau. Bahkan publik di negara maju belum melirik jenis kendaraan ini.

    Perkembangan teknologi hidrogen

    Salah satu teknologi kendaraan hidrogen yang sedang berkembang adalah kendaraan berbasis sel tunam.

    Dalam sel tunam, hidrogen bereaksi dengan oksigen menghasilkan energi listrik dan air sebagai produk samping. Sel tunam jenis membran penukar proton (PEM), misalnya, mampu memproduksi listrik sebesar 14 kilowatt jam per kilogram hidrogen.

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah untuk dorong pasar motor listrik

    Teknologi ini telah diterapkan pada mobil keluaran Toyota, Toyota Mirai. Sedan tersebut dikabarkan memecahkan rekor menggunakan 0,55 kg hidrogen untuk melaju sejauh 100 km.

    Indonesia juga sedang mengembangkan mobil hidrogen skala riset karya anak bangsa. Tim peneliti mobil hidrogen Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan prototipe mobil berbasis PEM dengan efisiensi 55,9%.

    Selain sel tunam, pemanfaatan hidrogen melalui pembakaran langsung menggunakan mesin pembakaran hidrogen internal juga telah dikembangkan.

    Perusahaan otomotif terkemuka dunia, BMW, memproduksi mobil BMW Hydrogen 7 yang dapat beroperasi menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar dengan efisiensi maksimum 42%.

    Teknologi pemanfaatan hidrogen untuk kendaraan juga dapat dilakukan melalui pencampuran hidrogen dengan bahan bakar diesel. 

    Baca: 

    Peneliti dari University of New South Wales menemukan bahwa mencampur hidrogen dengan bahan bakar diesel sebesar 20-90% pada mesin diesel silinder tunggal yang dimodifikasi mengurangi emisi karbon sebesar 85,9% dan meningkatkan efisiensi hingga 13,3%.

    Tidak hanya kendaraan pribadi, pengembangan hidrogen juga telah menyentuh kendaraan dengan beban kerja besar seperti bus, keretatruk dan kapal.

    Perusahaan otomotif terkemuka asal Jerman, Mercedes-Benz, merilis Mercedes-Benz eCitaro yang dapat melaju sejauh 400 km dengan hanya satu kali pengisian bahan bakar.

    Pada awal 2023, negara bagian New South Wales (NSW) di Australia melakukan lompatan dengan mengoperasikan bus berbahan bakar hidrogen sebagai transportasi umum.

     

    Bus berbahan bakar hidrogen di Malden Center. (El Dorado Axess)

    Masa depan hidrogen di sektor transportasi

    Meski sudah banyak dikembangkan, kelayakan kendaraan berbahan bakar hidrogen masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

    Beberapa pihak berpendapat bahwa kendaraan hidrogen tak mampu menyaingi keunggulan kendaraan listrik dalam hal efisiensi energi dan fleksibilitas.

    Ada juga pihak lain yang meyakini komersialisasi kendaraan hidrogen hanya menunggu waktu untuk membangun infrastruktur serta mengembangkan teknologi melalui riset.

    Terlepas dari perdebatan ini, kami menganggap baik kendaraan listrik maupun hidrogen memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

    Karena itu, kedua teknologi ini tidak seharusnya dipandang sebagai kompetitor satu sama lain.

    Ada jenis transportasi yang lebih layak menggunakan hidrogen dan jenis lainnya yang lebih cocok berbasiskan baterai listrik.

    Baca: Butuh waktu agar mobil listrik bisa eksis

    Misalnya, kendaraan pribadi seperti sedan kemungkinan akan lebih layak menggunakan baterai listrik sebab efisiensi energinya yang unggul dan beban kerja kendaraan pribadi yang relatif tidak terlalu besar.

    Sementara itu, bus, truk, dan kapal yang memiliki beban kerja dan jarak tempuh lebih besar akan lebih layak menggunakan hidrogen yang lebih ringan dengan waktu isi ulang lebih cepat.

    Bagi Indonesia, perpaduan sistem transportasi berbasis listrik dan hidrogen sangat diperlukan untuk mempercepat peralihan energi dari fosil ke sumber-sumber ramah lingkungan.

    Penerapan kedua jenis transportasi bersih ini memerlukan kebijakan dari pemerintah untuk mendorong investasi, membangun pasar, mengembangkan teknologi, serta menyediakan infrastruktur.

    Semua ini agar biaya mobil hidrogen dapat ditekan dan memberikan manfaat lingkungan serta ekonomi bagi masyarakat luas.

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke mobil ramah lingkungan

  • Kontroversi Penghapusan Kelas BPJS Kesehatan Menjadi KRIS, Siapa Diuntungkan?

    7cloud.asia – Sistem kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan diubah. Rawat inap BPJS Kesehatan yang selama ini berdasarkan pada sistem kelas akan dihapus.

    Sistem kelas BPJS Kesehatan akan dihapus dan disamakan menjadi satu, yakni Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

    Namun, hingga saat ini detail rencana perubahan kelas BPJS Kesehatan menjaid KRIS tersebut belum jelas.

    Dilansir dari CNBC Indonesia, rencana penghapusan kelas dalam layanan kesehatan BPJS Kesehatan masih dibahas oleh Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan BPJS Kesehatan.

    Baca: RUU Kesehatan dinilai dorong liberalisasi kesehatan, rakyat miskin makin susah

    Penghapusan kelas BPJS Kesehatan tersebut akan dilakukan secara bertahap pada 2023-2025 hingga akhirnya berlaku secara penuh pada tahun 2026.

    Adapun, besaran iuran BPJS Kesehatan hingga saat ini belum mengalami perubahan, yakni masih mengacu pada PP Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

    Berdasarkan ketentuan tersebut, besaran iuran bagi peserta BPJS Kesehatan ditentukan oleh jenis kepesertaan dalam program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. 

    Dilansir CNBC, BPJS Kesehatan telah melakukan uji coba sistem KRIS di sejumlah rumah sakit di Indonesia dan dijadwalkan segera rampung tahun ini.

    Baca: Ini kritik IDI terhadap UU Kesehatan

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan uji coba penghapusan kelas BPJS Kesehatan ini  telah dilakukan pada 12 rumah sakit di berbagai daerah.

    Meski diakuinya, masih ada sedikit catatan selanjutnya KRIS akan mulai memasuki implementasi.

    “Uji coba sudah selesai dan saat ini implementasi di 2023 ini,” jelas Siti Nadia Tarmizi.

     

    Nadia mengatakan uji coba dilakukan beberapa tahap di rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

    Baca: BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal ada sejak 2015

    Uji coba tahap satu dilakukan di 4 rumah sakit milik Kemenkes. Rumah sakit tersebut antara lain RSUP Tadjuddin Chalid (kelas B), RSUP J Leimena (kelas B), RSUP Surakarta (kelas C), dan RSUP Rivai Abdullah (kelas C).

    Kelima rumah sakit tersebut adalah RSUP Kariadi Semarang, RSUP Surakarta, RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon, dan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang.

     

    Namun, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti masih menolak definisi kelas rawat inap standar yang diungkapkan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Anggota DJSN Raden Harry Hikmat. 

    Menkes dan Raden Harry mendefiniskan KRIS sebagai sistem satu kelas dengan satu tarif iuran pesertanya. Sehingga BPJS Kesehatan tak lagi perlu menyediakan layanan tanggungan kesehatan sosial untuk ruang rawat inap kelas 1, 2, dan 3.

    Baca: Banyak lansia tak miliki BPJS Kesehatan

    Sementara itu menurut Ali, apabila konsep tersebut diterapkan maka sama saja menyalahi konsep “asuransi sosial” yang berdasarkan prinsip gotong royong.

    Ali menilai standarisasi iuran dan/atau tarif peserta menyebabkan hilangnya unsur gotong royong dalam pembiayaan jasa layanan kesehatan di rumah sakit.

    “Tadi dikatakan nanti iurannya satu, katanya ada yang menghitung Rp70 ribu, itu menyalahi prinsip dasar asuransi kesehatan sosial karena asuransi kesehatan sosial dibangun atas unsur gotong royong, saling membantu, kalau si kaya, si miskin bayar sama, gotong royongnya di mana?” ujar Ali Ghufron, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia (15/5/2023).

    Ali menambahkan anggaran pemerintah belum tentu cukup untuk untuk menaikkan besaran iuran BPJS Kesehatan yang ditanggung dalam cakupan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

     

     

  • Setelah Dikembalikan Pemerintah Belanda, Siapa yang Berhak atas Ratusan Artefak Bersejarah Itu

    Setelah Dikembalikan Pemerintah Belanda, Siapa yang Berhak atas Ratusan Artefak Bersejarah Itu

    7cloud.asia – Bertempat di Museum Volkenkunde, kota Leiden, pemerintah Belanda pada 10 Juli 2023 lalu resmi mengembalikan 472 benda seni dan artefak yang diambil secara ilegal atau dijarah dari bumi Nusantara pada masa kolonial. 

    Benda-benda seni dan artefak yang dikembalikan oleh pemerintah Belanda itu mencakup 335 barang emas dan perak dari Lombok, empat patung Kerajaan Singasari, keris Kerajaan Klungkung, Bali.

    Selain itu, pemerintah Belanda  juga mengembalikan 132 karya seni atau artefak asal Bali yang dikenal sebagai koleksi Pita Maha. Benda-benda ini selanjutnya akan dikelola oleh Museum Nasional di Jakarta.

    Baca: Belanda meminta maaf atas penjajahan yang pernah dilakukan di masa lalu

    Bonnie Triyana, Sekretaris Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia, yang juga pemimpin redaksi majalah Historia mengatakan, pengembalian artefak dari Belanda ini merupakan ikhtiar untuk melunasi utang dari sejarah.

    “Ini menjadi satu hal yang diidam-idamkan sejak kita baru merdeka, yang pertama menyuarakan pentingnya repatriasi ini kan Muhamad Yamin waktu itu dan pada akhirnya kita berhasil menyelesaikan tugas tersebut.” ujarnya sebagaimana dikutip VOA Indonesia.

    Sementara Sri Margana, anggota dan pakar tim repatriasi artefak ini mengatakan bahwa salah satu hal yang melatarbelakangi repatriasi benda dan artefak bersejarah ini adalah untuk meluruskan sejarah masa lalu.

    Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjadi Batavia lalu berubah menjadi Jakarta

    Ia merujuk pada tuntutan dari rakyat Belanda terutama generasi muda yang menyadari tentang reputasi Belanda dulu di masa kolonial sebagai sesuatu yang tidak baik, juga ada desakan-desakan apa yang disebut proses dekolonisasi.

    “Sehingga pemulangan ini juga bagian dari desakan-desakan agar pemerintah Belanda memperbaiki kesalahan di masa lalu dengan mengembalikan benda-benda ini,” tutur dosen ilmu sejarah di Departemen Sejarah Universitas Gajah Mada.

     

    Indonesia Sambut Baik Pengembalian Artefak Budaya oleh Belanda. Pasalnya, pemulangan artefak ini bukan sekedar memulangkan benda, tetapi melibatkan apa yang disebut provenance research atau penelitian asal-usul.

     

    Hasilnya menyajikan dokumentasi penting yang menjelaskan siapa pemilik benda seni dan artefak ini.

    Sehingga meskipun ada sekitar 50 ribu benda di berbagai museum Belanda, pelacakan masing-masing benda itu membutuhkan waktu yang lama sekali. Selain itu, menurut Sri Margana, penelitian seperti ini juga penting untuk Indonesia. 

    Sebetulnya, ujarnya, kalau pemulangan benda benda itu tidak disertai dengan knowledge production atau produksi pengetahuan baru, bagi Indonesia itu sia-sia juga.

    “Karena kemudian, nanti sampai di Indonesia hanya ditempatkan di gudang musium-musium saja, jadi tidak akan memberi efek apapun kalau tidak disertai dengan riset-riset,” imbuhnya.

    Baca: Wukuf, proses penyerahan diri yang tulus pada ilahi

    Lebih jauh Sri Margana mengatakan Indonesia harus mengantisipasi timbulnya masalah kepemilikan dari sebagian benda-benda ini, yang di masa lalu merupakan milik pribadi keluarga, terutama kesultanan-kesultanan di Nusantara.

     

     “Masalahnya adalah tuntutan dari keturunan atau keluarga sultan-sultan itu juga menginginkan agar benda itu dikembalikan ke keluarga, nah menurut saya pemerintah perlu mempersiapkan sebuah aturan hukum yang jelas.” ujarnya.

    Menurut Historia.id masih ada empat benda yang belum dikembalikan oleh pemerintah Belanda, meskipun termasuk dalam daftar permintaan pemerintah Indonesia.

    Artefak tersebut adalah tali kekang Pangeran Diponegoro, Alquran milik Teuku Umar, koleksi fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus/Homo Erectus atau Manusia Jawa temuan Eugene Dubois, serta regalia Kerajaan Luwu. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Meski Beroperasi di Jalanan, Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi Pulo Gebang tetap Semangat Bekerja

    Meski Beroperasi di Jalanan, Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi Pulo Gebang tetap Semangat Bekerja

    7cloud.asia – Hari masih pagi, ketika kesibukan mulai terlihat di Sekretariat Rt 16 RW 08 Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur yang dijadikan pusat bank sampah Sekarwangi.

    Ratusan perempuan yang tergabung dalam kader bank sampah unit Sekarwangi, tampak sibuk mengangkut, memilah, mencatat, berkeliling mengantar jemput sampah dari warga.

    Dengan mengendarai motor dan gerobak, perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini menjemput sampah, menimbang sampah JU Bersama yang terkunpul di area sekretariat.

    Tak hanya itu, para perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini juga sibuk membersihkan dan mengelompokkan sampah berupa botol, gelas, kardus dan beberapa jenis lainmya untuk dimasukkan ke dalam karung.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Setelah itu, sampah tersebut ditimbang dan dicatat dalam buku bank sampah Sekarwangi yang dimiliki warga serta nasabah untuk kemudian disalurkan ke pengepul swasta yang siap membawa langsung dengan mobil bak terbuka.

    Dari catatan kader bank sampah Sekarwangi ini, pengepul lalu mengkoversi bobot sampah yang dimiliki nasabah sekaligus kader bank sampah tersebut ke dalam rupiah yang kemudian dimasukkan ke dalam tabungan bagi mereka.

    Salah satu nasabah sekaligus kader bank sampah Sekarwangi, Sami Sholehah mengaku sangat merasakan manfaatnya.

    Dengan tabungan yang dimilikinya, ia bisa membeli beras, sabun, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Bank sampah Sekarwangi ini berdiri sejak awal tahun 2019. Sejak awal berdirinya, bank sampah Sekarwangi mendapat sambutan positif dari warga setempat. 

    Bahkan, anak perusahaan ASTRA, yaitu United Tractor (UT) bersedia memonitor serta memfasilitasi para kader dan pengurus bank sampah Sekarwangi  sebagai implementasi dari tanggung jawab sosial atau CSR perusahaan.

    ASTRA memberikan pembinaan serta pelatihan dan memberikan bantuan sarana serta prasarana demi menunjang kegiatan bank sampah.

    Tak hanya ASTRA, pemerintah Costa Rica juga tertarik mempelajari sistem pengelolaan bank sampah unit Sekarwangi agar dapat diterapkan di negaranya.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Saking tertariknya, Head of Mission Costa Rica Mr. Esteban Quiros Salazar beserta timnya datang berkunjung serta langsung menyaksikan ratusan kader perempuan bank sampah Sekarwangi melakukan dalam proses pengelolaan sampahnya.

    Tim dari kedubes Costa Rica ini menyaksikan langsung bagaimana para kader bank sampah sekarwangi yang semuanya perempuan, bergerak serentak menjemput sampah milik warga menggunakan motor dan gerobak.

    Lants memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang sampah dan memasukkannya ke dalam buku bank sampah milik nasabah.

    Proses pengelolaan sampah yang dilakukan spontan, serentak, kompak dan semangat ini otomatis menciptakan suasana meriah di sepanjang Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung.

    Baca: Peran penting pemerintah-produsen dan konsumen dalam kurangi sampah plastik

    Itu disebabkan banyak warga, ratusan perempuan, tim dari Sudin dan satuan pelaksana lingkungan hidup (Satpel LH) serta tim dari perusahaan UT, turun ke jalan dan ikut terlibat dalam membantu para kader dalam menyelesaikan proses tersebut.

    Sehingga, aksi kompak dalam pengelolaan sampah ini mendapat pujian dari Esteban Quiros Salazar.

    Ia kagum lantaran sistem pengelolaan sampah bisa dilakukan dalam sehari dengan proses yang cepat.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Para kader maupun pengurus bank sampah Sekarwangi ini juga merangkap tugas selaku kader posyandu balita, kader dasa wisma (dawis), kader jumantik, hingga PKK.

    Mereka bekerja di bawah koordinasi Suku Dinas Lingkungan  yang terhimpun dalam Sistem Manajemen Informasi Bank Sampah.

    Pada tahun 2022, kader bank sampah unit Sekarwangi sempat mengikuti kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh ASTRA di tingkat nasional.

    Dalam kompetisi itu, beberapa bank sampah dari berbagai daerah juga turut berperan serta seperti, Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan hingga Papua.

    Baca: Galon sekali pakai, solusi atau masalah untuk lingkungan?

    Masing-masing dari daerah itu juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan panitia melalui zoom. Hingga akhirnya, peserta dari daerah bali keluar menjadi juara bank sampah terbaik dan memenangkan kompetisi tersebut.

    “Bank sampah di daerah mereka bagus-bagus, kita kalah dan nggak ada apa-apanya. Areal bank sampah mereka luas, malah ada yang punya traktor segala,” kenang Ketua Bank Sampah unit Sekarwangi Sri Budiastuti pada 7cloud.asia Jumat (14/7/2023) lalu

    Meski tak menjadi juara, namun kompetisi ini memberikan pengalaman serta ilmu yang cukup berharga bagi para pengurus.

    Terbukti, tak lama kemudian tepatnya di tahun 2022, bank sampah unit Sekarwangi RW 08 Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung Jakarta Timur ini mampu mendapatkan penghargaan bank sampah terbaik tingkat propinsi DKI Jakarta. 

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Selain itu, para kader juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 3 juta.

    “Gak besar sih, tapi lumayan karena bisa untuk pembinaan dalam mengelola bank sampah,” kata Sri Budiastuti gembira.

    Dari penghargaan tersebut, bank sampah yang berlokasi di belakang Kantor Walikota Jakarta Timur ini lantas sering mendapatkan undangan baik ke Gedung DPR hingga memantau langsung tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

    Akan tetapi ironisnya, meski sudah berprestasi dan mendapat penghargaan bank sampah terbaik se-DKI Jakarta, hingga kini bank sampah Sekarwangi masih tak memiliki gedung sendiri.

    Baca: Bioplastik, apakah benar-benar aman untuk lingkungan?

    Bahkan kegiatan kader juga seperti tak dianggap dan tak didukung oleh pejabat setempat seperti RT dan RW di wilayahnya.

    Tiap kali mengangkut, memilah, mengantar jemput sampah, membersihkan, hingga menimbang sampah warga dan nasabah, perempuan kader serta pengurus bank sampah Sekarwangi harus melakukannya di jalanan serta area di sekitar sekretariat sebagai tempat kerja.

    Karena itu mereka tidak menimbun dan menumpuk sampah, karena kita tidak punya tempat kerja yang memadai.

    “Jadi sampah langsung diangkat dan harus cepat. Kita juga tak menimbun sampah lalu langsung diangkut pengepul, sebab kita harus pilah-pilah dulu dan dibersihkan supaya bernilai jual tinggi,” imbuh Sri Budiastuti.

    Baca: Cara unik warga Bali dalam memilah sampah

     

  • Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    7cloud.asia – Pada Jumat (14/7/2023) kru ruangkota, Herie Setianto berkesempatan menjajal LRT Jabodebek bersama rombongan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan.

    Rombongan Korlantas menjajal LRT Jabodebek ini dari Stasiun Dukuh Atas menuju Stasiun Harjamukti, kemudian kembali lagi ke Stasiun Dukuh Atas.

    Dari Stasiun Dukuh Atas, LRT Jabodebek ini akan melintasi 12 stasiun, di antaranya Stasiun  Setiabudi, Stasiun Rasuna Said, Stasiun Kuningan, Stasiun Pancoran, Stasiun Cikoko, Stasiun  Ciliwung, Stasiun  Cawang, Stasiun TMII, Stasiun Kampung Rambutan, Stasiun Ciracas dan berakhir di Stasiun Harjamukti.

    Baca: Berapa tarif LRT Jabodebek

    Jarak sejauh 24,3 kilometer dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Harjamukti ini ditempuh LRT Jabodebek dalam waktu kurang dari satu jam. 

    Kenyamanan yang kami rasakan saat naik LRT Jabodebek ini tak hanya pada waktu tempuh yang singkat tanpa macet, tapi juga kebersihan kereta dan stasiunnya serta ketepatan waktunya.

    “Waktu tempuh perjalanan hanya sekitar 50 menit. Dengan LRT Jabodebek kita bisa menerobos kemacetan, serta tidak ada perlintasan sebidang, jadi LRT Jabodebek ini betul-betul aman dan nyaman,” jelas Aan.

    Baca: Tarif LRT Jabodebek dinilai masih kemahalan

    Tak lupa Aan yang mengungkapkan apresiasinya atas kenyamanan LRT Jabodebek ini dan memuji kebersihannya. Meski beroperasi tanpa masinis, LRT Jabodebek lebih terjamin keselamatan.

    “Kami lihat risiko terjadinya crash ini hampir tidak ada, karena tidak ada perlintasan sebidang, jadi perjalanan LRT Jabodebek mulus dari Dukuh Atas ke Harjamukti, begitu pula sebaliknya,” sambung Aan.

    Menurut Aan LRT Jabodebek menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan juga melindungi keselamatan kecelakaan lalu lintas di jalan.

    Baca: Pembangunan hunian dengan konsep TOD diharapkan bisa mengurai kemacetan

    “Dengan LRT Jabodebek ini insyallah bisa menekan angka kecelakaan di jalan,” sebut Aan.

    Aan berharap moda transportasi publik bisa terus diperbanyak rutenya, sehingga masyarakat dari tempat tinggal bisa ke Jakarta dengan akses yang mudah.

    Kemudian koneksi dengan moda transportasi lain juga sudah baik, tersambung dengan kereta bandara, KRL, MRT dan busway.

    “Artinya ini betul-betul satu solusi untuk permasalahan lalu lintas di jalan,” pungkas Aan.

    Seperti diketahui LRT Jabodebek saat ini masih dalam tahap ujicoba sejak Selasa (12/7/2023). Uji coba akan berlangsung sampai 16 Agustus 2023 mendatang.

    Baca: Salah kaprah pembangunan TOD di Indonesia

  • Jalan-jalan ke Monas Nggak Hanya Bisa Nikmati Suasana Jakarta, Tapi Juga Belajar Sejarah Indonesia

    Jalan-jalan ke Monas Nggak Hanya Bisa Nikmati Suasana Jakarta, Tapi Juga Belajar Sejarah Indonesia

    7cloud.asia – Bulan Juli ini tepat satu tahun Monumen Nasional atau Monas dibuka kembali secara penuh untuk wisatawan umum. Jadi buat kamu yang sedang jalan-jalan ke Jakarta, maka sempatkan mampir ke Monas.

    Nah, buat kamu yang ingin menyambangi Monas, ada banyak spot yang bisa kamu nikmati. Dan, di Monas kamu nggak hanya bakal melancong, kamu bisa belajar banyak di ikon Jakarta yang dibangun di era Presiden Soekarno ini.

    Tugu Monas bisa dibedakan menjadi empat titik, yakni Taman Monas, Pelataran Bawah Monas Pelataran Cawan, Pelataran Puncak, dan Lidah Api. 

     

    Jadi kamu tak hanya bisa naik ke Puncak Lidah Api Monas untuk menikmati keindahan Jakarta dari ketinggian. Kamu juga bisa belajar tentang sejarah Indonesia sejak jaman purba hingga pasca kemerdekaan serta mengenal para pahlawan nasional.

    Baca: Wisata ramah lingkungan itu seperti apa?

    Penasaran? Segera saja simak daftar aktivitas yang bisa dinikmati saat menyambangi Tugu Monas yang berada di jantung Kota Jakarta ini: 

    1. Taman Monas 

    Taman Monas memiliki luas 65,4 hektare, merupakan ruang terbuka hijau di pusat Jakarta. Kalau kamu ingin mengitari Taman Monas disarankan memakai alas kaki yang nyaman ataupun topi agar lebih nyaman menjelajahi seluruh sudut di Taman Monas ini. 

    Jangan lupa juga membawa minuman ya, dan yang pasti jangan membuang sampah sembarangan.

    2. Fasilitas olahraga 

    Monas juga punya fasilitas olahraga, seperti lapangan futsal, lapangan voli, dan juga lapangan basket.  Tersedia area tempat refleksi tubuh yang bisa dicoba secara gratis bagi para wisatawan. 

    Baca: Belajar budaya Betawi pesisir di Museum Si Pitung

    3. Patung Diponegoro 

    Selain bisa menikmati berbagai fasilitas yang menarik, di kawasan Monas juga ada beberapa patung para pahlawan Indonesia. Salah satunya adalah Patung Diponegoro yang terletak sisi utara kawasan Monas. 

    Patung itu dulunya adalah pemberian dari mantan Konsul Jenderal Kehormatan Indonesia di Italia, Dr Mario Pitto.

    Patung Diponegoro dibuat oleh pemahat Italia bernama Profesor Cobertaldo.  Diponegoro adalah pahlawan nasional kelahiran Yogyakarta pada 11 November 1785. Dia menjadi tokoh utama dalam Perang Jawa pada periode 1825-1830 melawan Hindia Belanda. 

    Diponegoro dianggap berjasa dan hingga kini masih dijadikan teladan bagi masyarakat Indonesia. 

    Baca: Mengenal batik di 5 museum batik ini

    4. Patung Ikada 

    Di sebelah selatan kawasan Monas ada Patung Ikada, singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. Jika patung lain di Monas menggambarkan pahlawan Indonesia, patung ini berbentuk sosok lima pemuda yang memasang bendera Merah Putih.

    Patung Ikada dibuat untuk mengenang salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia, yakni Rapat Raksasa Ikada pada 19 September 1945. 

    Rapat tersebut diabadikan menjadi sebuah patung guna menandai pertama kalinya Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta bertemu dengan rakyat. 

    5. Patung MH Thamrin 

    Di sebelah barat Monas ada Patung Muhammad Husni (MH) Thamrin. MH Thamrin dianggap sebagai pahlawan kemerdekaan asli Betawi.

    Patung MH Thamrin dibuat oleh seniman bernama Arsono serta diresmikan pada 11 Januari 1982.  Bukan hanya terkenal sebagai pahlawan nasional, MH Thamrin juga dikenal sebagai pedagang yang dermawan.

    MH Thamrin diketahui pernah memberikan sejumlah uang kepada keluarga Soekarno.

    Baca: Daftar desa adat yang bisa kita sambangi

    6. Patung RA Kartini 

    Patung RA Kartini dipajang di sisi barat Monas. Di sana ada tiga buah patung yang menggambarkan RA Kartini tengah menari dengan gerakan berbeda. 

    Jika Patung Diponegoro pemberian dari Italia, Patung RA Kartini di Monas ini adalah pemberian dari Pemerintah Jepang kepada Indonesia.

    Bukti patung RA Kartini adalah pemberian Jepang terlihat dari adanya ukiran huruf Jepang di bagian bawah patung. 

    7. Patung Chairil Anwar

    Selain pahlawan, Di Monas juga ada  patung seorang penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar. Patung Chaiaril Anwar diletakkan di kawasan utara Monas.  Patung setengah badan tersebut menggambarkan wajah Chairil Anwar dengan pandangan lurus ke depan.

    Patung berbahan perunggu tersebut juga dibuat oleh Arsono. Peresmian Patung Chairil Anwar dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta R Suprapto pada 21 Maret 1986.   

    Baca: Mengenal flora dan fauna di Kebun Raya

    8. Museum Sejarah Perjuangan Nasional 

    Selain Monas, wisatawan juga bisa berkunjung ke Museum Sejarah Perjuangan Nasional. Museum yang punya tinggi ruangan sampai delapan meter dengan luas 80×80 meter itu berisi 12 diorama dengan menampilkan berbagai peristiwa bersejarah di Indonesia.

    Lebih dari 30 diorama tersebut menggambarkan sejarah Indonesia dari era pra sejarah, zaman kerajaan, masa penjajahan Belanda dan Jepang, hingga peristiwa reformasi Mei 1998.  

    9. Pelataran Bawah 

    Bagian Pelataran Cawan Monas luasnya mencapai 45×45 meter, dikutip dari laman Museum Jakarta. 

    Adapun jarak antara tinggi Monas hingga area Pelataran Cawan lebih kurang 17 meter. Dari tempat ini wisatawan bisa melihat Taman Monas yang menjadi salah satu area beraktivitas masyarakat di Jakarta.

    Baca: Mengenal sejarah bebatuan di Bumi di geopark

    10. Pelataran Puncak 

    Naik ke bagian lebih atas ada Pelataran Puncak Monas yang areanya semakin kecil, punya luas 11×11 meter. Buat wisatawan yang tertarik menuju ke area Pelataran Puncak Monas, bisa naik lift atau tangga.

    Dari Pelataran Puncak Monas ini, kita bisa melihat pemandangan Kota Jakarta. Jika cuaca cerah bisa melihat panorama Gunung Salak serta Kepulauan Seribu. 

    11. Lidah Api 

    Lidah Api Monas menjaid tujuan utama para pengunjung. Lidah api Monas tampak mencolok dengan bentuk seperti kobaran api keemasan.

    Lidah Api Monas terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi 17 meter, berdiameter 6 meter, dengan berat 14,5 ton. Bagian luarnya dilapisi dengan emas seberat 45 kilogram (kg) dan terdiri dari 77 bagian kemudian disatukan. 

    Baca: Akankah pembangunan hunian berkonsep TOD mampu atasi kemacetan?

  • Petugas Jumantik dan Pengelola Bank Sampah Bahu Membahu Jaga Kebersihan Kelurahan Malaka Jaya

    Petugas Jumantik dan Pengelola Bank Sampah Bahu Membahu Jaga Kebersihan Kelurahan Malaka Jaya

    7cloud.asia – Ini kisah bank sampah yang terdapat di wilayah Malaka Jaya Perumnas Klender Kelurahan Malaka Jaya, Kecamaatan Duren Sawit Jakarta Timur.

    Berbeda dengan bank sampah Sekarwangi yang beroperasi di jalan, bank sampah di wilayah Malaka Jaya ini memiiki gedung sendiri. Mereka juga punya pegawai tetap.

    Semua kegiatan memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang di bank sampah Malaka Jaya dilakukan oleh pegawai tetap yang berjumlah dua orang. 

    Bank sampah Malaka Jaya tak memiliki kader serta pengurus sebagaimana di bank sampah unit Sekarwangi Cakung Jakarta Timur.

    Baca: Bank sampah Sekarwangi berlangsung di jalanan 

    Para nasabah di bank sampah Malaka Jaya ini, kebanyakan berasal dari warga setempat yang hanya berminat membawa sampah mereka ke bank sampah.

    Setiap seminggu sekali, petugas jumantik membantu dengan menyerahkan hasil JPL (jumantik peduli lingkungan)  ke bank sampah Malaka jaya ini.

    Hasil penjualan sampah berupa botol dan gelas plastik, serta kardus yang sudah tak terpakai ini kemudian dimasukkan ke dalam kas organisasi.

    Baca: Aplikasi ini membantu kamu temukan bank sampah

    Meski hasil JPL tak banyak, namun setidaknya apa yang dilakukan petugas jumantik mampu menciptakan kebersihan dan dapat mengurangi sampah di wilayah sekitar.

    “Tapi dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit dari JPL, lama-lama bisa banyak juga. Lalu nanti kalu sudah banyak, kan, bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat,” kata salah satu kader jumantik RW 04 Fatimah Hadi.

    Petugas bank sampah Malaka Jaya, Simon mengatakan sampah yang terkumpul dari warga dan petugas jumantik biasanya dibersihkan lebih dulu, dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya.

    Baca: Aktivitas bank sampah terbaik di Jakarta

    Lalu sampah itu dimasukkan ke dalam karung. Setelah itu sampah tersebut ditimbang dan dicatat bobotnya ke dalam buku bank sampah milik nasabah serta dikonversi ke dalam rupiah.

    Sampah yang terkumpul, lantas akan diangkut oleh petugas dari dinas KLH di Ciracas atau BSI (bank sampah induk) dengan mobil bak terbuka.

    “Kita biasanya menghubungi petugas dari BSI atau dinas KLH untuk mengangkut sampahsampah ini dulu. Setidaknya minimal 2 ton sampah yang terkumpul di sini, baru mereka angkut,” jelas Simon.

    Baca: Mendulang cuan dari mengolah sampah

    Berdasarkan laporan Pengelolaan Sampah Nasional (SPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah di DKI Jakarta mencapai 3 juta ton.

    Jakarta merupakan provinsi penghasil timbunan sampah terbesar kedua setelah Jawa Tengah di Indonesia.

    Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada akhir 2022 juga menyebutkan bahwa Propinsi DKI Jakarta mengirimkan lebih dari 7500 ton sampah setiap harinya ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantargebang Bekasi, Jawa Barat.

    Dengan keberadaan bank sampah ini maka sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang bisa dikurangi, selain itu juga menghasilkan uang bagi warga.

    Baca: Bisnis menjanjikan dari minyak jelantah

  • Memotret Aktivitas Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi di Jalanan

    Memotret Aktivitas Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi di Jalanan

    7cloud.asia – Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi menjadikan Sekretariat Rt 16 RW 08 Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur sebagai pusat kegiatan merek ayang dilakukan setiap Hari Jumat. 

    Seperti apa kesibukan para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang, Jakarta Timur ikuti foto-foto berikut ini.

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur menjemput sampah ke rumah penduduk dengan menggunakan sepeda motor.

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur sedang mengumpulkan sampah kertas/kardus setoran warga.  

     

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur sedang memilah sampah plastik yang disetor warga.

     

    Seperti inilah para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur bekerja setiap minggunya.

    Meski menggunakan jalan dalam menjalankan operasinya, bank sampah Sekarwangi Pulo Gebang Jakarta Timur ini pernah menjadi juara bank sampah tingkat DKI Jakarta.

  • Tujuan dan Apa yang Akan Dilakukan Kaesang Pangarep Menjadi Walikota Depok

    Tujuan dan Apa yang Akan Dilakukan Kaesang Pangarep Menjadi Walikota Depok

    7cloud.asia – Sejak menyatakan kesiapannya menjadi Depok pertama alias Walikota Depok, Kaesang Pangarep terlihat serius untuk terjun ke panggung politik. 

    Lewat kanal YouTube Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi itu makin kerap mengundang tokoh-tokoh politik seolah  membuka jalannya untuk menjadi walikota Depok.

    Tak hanya itu, Kaesang Pangarep juga menggunakan YouTube ini untuk menjelaskan apa yang menjadi alasannya ia bersedia maju menjadi calon Walikota Depok.

    Baca: Kaesang Pangarep Siap jadi Depok Pertama, apa respon PDIP

    Dalam salah satu episode podcast yang dipandu Kiky Saputri yang diunggah di akun YouTube Kaesang Pangarep, Kaesang mengungkap alasannya maju di pemilihan Walikota Depok adalah bisa berbuat kebaikan untuk lebih banyak orang.

    “Kalau saya menjadi pengusaha kan yang merasakan manfaatnya hanya pegawai di perusahaan saya, kalau saya menjadi walikota maka manfaat yang saya bisa berikan lebih besar,” demikian Kaesang Pangarep menjawab pertanyaan Kiky

    Kaesang Pangarep yang dikenal slengekan itu berkelakar memilih menjadi balon Walikota Depok dibanding Kota Solo pada Pilkada 2024 karena Depok lebih menantang.

    Baca: Menebak arah pilihan pemilih muda

    Suami Erina Gundono itu berkelakar bila maju Pemilihan Walikota Solo, dirinya sudah otomatis menang.

    “Karena mau gimana pun harusnya maju di kota sendiri kan Solo. Cuma buat saya, ah Solo udah pasti menang saya,” kata Kaesang Pangarep sambil nyengir.

    Lantas, apa yang akan dilakukan Kaesang Pangarep jika memang terpilih menjadi Walikota Depok? Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mendisiplinkan warga yang membuang sampah sembarangan.

    Baca: PSI sebut pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan warga dan partai politik

    “Mungkin biar Kota Depok makin bersih, saya mau memberlakukan denda bagi orang yang buang sampah tidak pada tempatnya,” jelas Kaesang Pangarep apa yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi Walikota Depok.

    Namun Kaesang Pangarep, menekankan saat ini dirinya belum resmi menjadi bakal calon Walikota Depok. Jika diberi kesempatan, ia berjanji bakal menggodok visi dan misi sebaik mungkin.

    “Kebetulan kan saya belum jadi bakal calon (bacalon). Kalau nanti sudah, kita akan persiapkan itu dengan tim. Kita akan persiapkan itu dengan tim sematang mungkin, supaya Depok maju ke depan,” ucapnya.

    Baca: Gerindra siap mendukung Kaesang Pangarep maju menjadi Walikota Depok

    Kaesang Pangarep tidak menjawab langsung pertanyaan tentang kendaraan politik yang akan digunakannya untuk maju menjadi calon Walikota Depok.

    Dengan diplomatis dia mengatakan, menyatakan tidak masalah untuk bergabung dengan partai politik (parpol) mana pun asal niat dan tujuannya baik.

    “Sebenarnya, mau apa pun partainya, yang penting niatnya baik ke depannya, apa pun nggak masalah,” katanya.

    Baca: Dipasang di atas tumpukan sampah, baliho milik caleg PKS dikritik warganet

    Dalam kesempatan itu, Kaesang Pangarep juga mengaku sudah mendapat restu dari keluarga perihal niatnya maju menjaid calon Walikota Depok. Dia menyebut keluarga mendukung apapun yang dilakukan selama itu kebaikan.

    “Mau gimana pun keluarga mendukung apapun yang kita lakuin selama itu baik,” ujarnya.

    Dengan berkelakar, Kaesang Pangarep menyebut bahwa hanya sang kakak Gibran Rakabuming Raka yang tidak setuju dirinya maju di Pilwalkot Solo karena menganggap dirinya ancaman berat.

    Baca: Gibran raih suara terbanyak dalam rembug rakyat PSI

    “Nggak (Gibran tidak setuju), karena dia tau aku jadi ancaman berat buat dia,” kata Kaesang Pangarep sambil tertawa.

    Meski serius terjun ke panggung politik dengan menjadi calon Walikota Depok, sikap Kaesang Pangarep tetap saja santai seperti biasa.

    Seperti saat ditanya tagline apa yang akan diusungnya, Kaesang mengungkap pihaknya tidak menyiapkan strategi apapun untuk maju di pemilihan Walikota Depok, Dia menyerahkan hak memilih itu kepada masyarakat Depok.

    “Ya kalau saya cuma gini, kamu mau milih ya makasih, kalau nggak mau milih ya ya sudah, saya mah gampang,” kata Kaesang Pangarep.

    Baca: Ganjar ingin cawapres yang mendampinginya berjiwa muda