Blog

  • Spanyol Alami Hari Terpanas dengan Suhu di Atas 40°C

    Spanyol Alami Hari Terpanas dengan Suhu di Atas 40°C

    7cloud.asia – Para ahli meteorologi Spanyol memperingatkan bahwa Selasa (23/6/2026) bisa menjadi hari terpanas selama Juni karena kubah panas (heat dome) yang intens mendorong suhu di atas 40 derajat Celsius di sebagian besar wilayah negara itu.

    Tingkat peringatan tertinggi diberlakukan oleh Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) di sejumlah wilayah Andalusia, Wilayah Basque, dan Cantabria, di mana suhu diperkirakan mencapai 44 derajat Celsius (°C)

    Sekitar 17 dari 50 ibu kota provinsi di Spanyol diperkirakan akan mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius.

    Fenomena malam tropis, ketika suhu tidak turun di bawah 20 derajat Celsius, juga diperkirakan terjadi secara luas sehingga bangunan sulit mendingin.

    Baca: El Niño Dikhawatirkan Akan Memicu Terciptanya Rekor Panas Baru

    “Selasa bisa menjadi hari terpanas yang pernah tercatat pada Juni dan mendekati rekor hari terpanas sepanjang sejarah,” kata meteorolog RTVE Marc Santandreu.

    Gelombang panas mulai terjadi pada Minggu dan telah memecahkan sejumlah rekor suhu. AEMET menyatakan suhu malam hari di beberapa wilayah tenggara Spanyol tetap berada di atas 30 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut.

    Peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya pada Juni di Semenanjung Iberia. Kota Palma de Mallorca juga mencatat malam terpanas pada Juni dalam sejarah pengamatannya.

    Gelombang panas ekstrem tersebut dipicu kubah panas yang membentang di sebagian besar Eropa Barat, bersamaan dengan masuknya massa udara sangat panas dan kering dari Gurun Sahara ke arah utara.

    Baca: Tanda-tanda Godzilla El Niño Semakin Nyata

    Menurut AEMET, sistem tekanan tinggi di daratan Eropa dan sistem tekanan rendah di sebelah barat Semenanjung Iberia mendorong massa udara Sahara bergerak ke utara.

    Berdasarkan analisis Climate Shift Index, perubahan iklim membuat kemungkinan terjadinya gelombang panas ekstrem ini setidaknya lima kali lebih besar.

    Kombinasi pola cuaca tersebut dan intensitas sinar matahari musim panas diperkirakan menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan bertahan setidaknya hingga pertengahan pekan.

    Sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Prancis, Italia, Swiss, Luksemburg, Belanda, dan Inggris, juga telah mengeluarkan peringatan level tertinggi untuk cuaca panas.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Integrasikan Enam Moda Transportasi Publik

    Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Integrasikan Enam Moda Transportasi Publik

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi mencanangkan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

    Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan mobilitas masyarakat dengan mengintegrasikan layanan moda transportasi publik di Jakarta, yakni TransJakarta, LRT, KRL, MRT, kereta bandara.

    “Tadi telah disampaikan oleh Dirut MRT bahwa ini empat moda akan terkoneksikan, padahal kenyataannya bukan hanya empat, menjadi enam moda terkoneksikan,” ujar Pramono.

    Pramono menyampaikan, pembangunan pedestrian deck ini tidak akan memindahkan patung Jenderal Sudirman. Patung Jenderal Sudirman tetap akan ditempatkan di lokasi yang sama sehingga akan menambah estetika kota.

    “Setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik,” ucap Pramono.

    Baca: Patung Jenderal Besar Sudirman Akan Dipindah ke Lokasi Strategis

    Pramono pun memproyeksikan tempat ini agar menghadirkan fasilitas layanan imigrasi, sehingga transportasi kereta bandara yang juga akan terintegrasi menjadi lebih hidup. Selain itu, area ini juga akan mengakomodasi produk UMKM lokal dengan konsep duty free.

    Dalam acara ini, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance yang menyusun awal kajian tentang pedestrian deck ini.

    Dengan adanya pedestrian deck ini, enam moda transportasi publik akan terhubung sehingga mobilitas masyarakat akan semakin mudah dan nyaman.

    Pramono juga meyakini keberadaan pedestrian deck ini akan mengurangi kemacetan di kawasan sekitar.

    Dia berharap, pembangunan fasilitas ini akan menjadikan sistem transportasi Jakarta lebih baik. Ia menyebut, sistem transportasi publik Jakarta saat ini telah menduduki peringkat nomor dua di ASEAN dan delapan di ASIA.

    Baca: Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    “Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta menjadi semakin baik transportasinya,” katanya.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat menyampaikan, pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas ini sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT dan tidak menggunakan APBD DKI Jakarta.

    “Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta,” ujar dia.

    Tuhiyat juga menjelaskan soal rencana pembangunan pedestrian deck dan patung Jenderal Sudirman di lokasi tersebut.

    Di dalam pedestrian deck yang akan dibangun, nantinya terdapat anjungan yang dapat dilintasi oleh masyarakat. Dari anjungan tersebut, masyarakat bisa melihat patung Sudirman lebih dekat.

    Baca: Pembangunan TOD Dukuh Atas Dipercepat

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur beberapa wilayah di Jakarta pada Kamis (25/06/2026) pagi hingga sore hari.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada siang dan sore, hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah hingga berawan.

    Untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Wilayah lainnya sperti Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

  • Kutuk Kasus Penyekapan YTT di Bandung, Komnas Perempuan: Ini Bukan Kekerasan Biasa

    Kutuk Kasus Penyekapan YTT di Bandung, Komnas Perempuan: Ini Bukan Kekerasan Biasa

    ruangkota.com – Komisi Nasional anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyampaikan keprihatinan dan mengecam penyekapan terhadap korban perempuan berinisial YTT (29)

    Saat ini YTT dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Korban diduga  mengalami perlakuan kejam dan tidak manusiawi berupa penyekapan dan penganiayaan berat. 

    Komnas Perempuan menegaskan bahwa keselamatan, pemulihan, dan perlindungan hak-hak korban harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

    Dalam pernyataan resminya, Komnas Perempuan menegaskan bahwa Peristiwa ini juga menjadi pengingat serius atas risiko kekerasan berbasis gender dalam relasi personal yang dapat berlangsung dalam waktu lama dan luput dari deteksi. 

    Seperti diberitakan, korban YTT ditemukan dalam kondisi kritis di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung setelah dilaporkan hilang selama kurang lebih tiga tahun. Kasus ini kini ditangani Polda Jawa Barat, dan terduga pelaku berinisial TH telah berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Komnas Perempuan mengecam keras tindakan tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kekerasan berbasis gender dalam relasi personal, bukan masalah hubungan asmara.

    Komnas Perempuan mengutuk perlakuan kejam dan tidak manusiawi yang dialami korban.

    “Ini adalah kekerasan berbasis gender yang ditandai kontrol ekstrem, penguasaan, dan perampasan kemerdekaan,” tegas Maria Ulfah Anshor, Ketua Komnas Perempuan.

    Komnas Perempuan menolak segala bentuk narasi yang meromantisasi kekerasan seperti “cinta berujung tragis”, karena mengaburkan fakta bahwa pelaku menggunakan relasi pacaran untuk melakukan kontrol, isolasi, dan kekerasan sistematis terhadap korban.

    Dalam banyak kasus, kekerasan semacam ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui pola pengendalian bertahap: pembatasan pergaulan, isolasi dari keluarga, pengawasan ketat, hingga ketergantungan emosional dan ekonomi. Kondisi ini membuat korban berada dalam situasi tidak bebas dan sulit keluar dari relasi kekerasan.

    Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan menunjukkan bahwa kekerasan dalam relasi pacaran dan relasi dengan mantan pasangan masih menjadi pola yang konsisten dalam kekerasan berbasis gender.

    Komnas Perempuan menerima 518 pengaduan kekerasan dalam pacaran (KDP) dan 534 pengaduan kekerasan oleh mantan pasangan (KMP) pada 2025.

    Pola kekerasan ini memiliki karakteristik yang mirip dengan kekerasan dalam rumah tangga, yaitu adanya kontrol dan ketimpangan kuasa dalam relasi intim yang tidak berbasis perkawinan.

    Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengalami penyekapan jangka panjang dan isolasi sosial, serta kemungkinan kekerasan berlapis baik fisik psikis, ekonomi, dan dugaan kekerasan seksual yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan visum secara komprehensif.

    Secara hukum, peristiwa ini berpotensi memenuhi unsur tindak pidana berlapis, termasuk perampasan kemerdekaan (Pasal 446 ayat (2) KUHP), penganiayaan berat yang dilakukan secara berencana dan berlanjut 

    (Pasal 469 ayat (1) KUHP), serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual apabila ditemukan unsur kekerasan seksual.

    Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.

    “Kasus ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam pacaran dapat berkembang menjadi bentuk kekerasan yang ekstrem dan berlapis. Penyidikan tidak boleh berhenti pada penganiayaan, tetapi harus mengungkap seluruh bentuk kekerasan yang dialami korban,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, Komisioner Komnas Perempuan.

    Komnas Perempuan menyoroti pentingnya respons cepat atas hilangnya kontak korban yang seharusnya dapat ditindaklanjuti lebih awal melalui mekanisme kepolisian dan sistem perlindungan di tingkat komunitas. Kasus ini menjadi alarm perlunya penguatan deteksi dini kekerasan berbasis komunitas.

    Negara didesak untuk memastikan pemulihan korban secara menyeluruh melalui layanan medis, psikologis, konseling, serta perlindungan dan pendampingan hukum, termasuk keterlibatan LPSK. Pemulihan korban harus menjadi prioritas utama.

    Komnas Perempuan juga mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyidikan secara menyeluruh, menangkap pelaku, menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta menerapkan pasal berlapis sesuai aturan.

  • 2 Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Ikut Pelatihan Militer

    2 Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Ikut Pelatihan Militer

    7cloud.asia – Kementerian Pertahanan membenarkan wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

    Kedua calon manajer KDMP itu meninggal ketika sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI di Balikpapan dan Baturaja.

    Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua calon manajer KDMP tersebut.

    Dia mengatakan dua peserta SPPI yang meninggal atas nama nama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Annisa meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

    Ia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

    “Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal akibat heat stroke,” kata Rico dalam keterangan tertulis pada Selasa, (23/6/2026).

    Baca: Dana Rp3 miliar untuk 40.000 Koperasi Desa Merah Putih Dikhawatirkan Akan Menguap

    Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq tengah mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

    Ia mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

    “Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung),” tutur Rico.

    Rico menegaskan, sebelum mengikuti program, keduanya telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan.

    Ia berujar, Kementerian Pertahanan dan TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga mendiang, serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

    Setelah peristiwa ini, Kementerian Pertahanan bersama panitia seleksi nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program.

    Baca: Lahan Sekolah Diserobot untuk Pembangunan KDMP

    Evaluasi termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan.

    Rico menjelaskan program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk
    mendukung pembangunan nasional melalui KDMP dan KNMP.

    “Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Rico.

    Kementerian Pertahanan menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program.

    “Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” tutur Rico.

    Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk menjadi manajer pada Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih pada Rabu, 17 Juni 2026. Pelatihan militer berlangsung selama 45 hari hingga 31 Juli 2026.

    Total terdapat 35.476 calon manajer yang mengikuti pelatihan ini. Jumlah itu terdiri dari 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

    Baca: Ritel Modern Ditutup untuk Pengembangan Koperasi Merah Putih

  • Lima Cara untuk Tetap Sehat Saat Cuaca Sangat Panas

    Lima Cara untuk Tetap Sehat Saat Cuaca Sangat Panas

    7cloud.asia – Perubahan iklim dan pemanasan global mengakibatkan gelombang panas semakin sering terjadi dan semakin intens.

    Dilansir unep.org, gelombang panas sudah menyebabkan hampir 500.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia.

    Gelombang panas dapat dengan cepat menjadi risiko kesehatan yang serius, terutama bagi lansia, anak-anak, pekerja luar ruangan, perempuan hamil, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

    Itulah mengapa para ahli mengatakan penting untuk bersiap-siap, selain tentunya menurunkan emisi karbon agar laju pemanasan ini bisa ditekan

    Untuk membantu, staf di Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menawarkan beberapa kiat tentang cara mendinginkan rumah dan lingkungan Anda, ketika suhu melonjak.

    1. Minum air secara teratur dan makan makanan ringan
    Minumlah air sedikit demi sedikit sepanjang hari, bahkan sebelum rasa haus muncul. Dalam cuaca panas ekstrem, Anda akan mengalami dehidrasi lebih cepat daripada yang Anda sadari. Hindari alkohol.

    Ganti makanan berat yang dimasak dengan makanan dingin dan lebih kecil seperti salad; Memasak di dalam ruangan meningkatkan suhu rumah Anda, dan mencerna makanan besar menghasilkan panas tubuh.

    Baca: Prancis Siaga Hadapi Potensi Gelombang Panas Ekstrem

    2. Lindungi diri saat panas tak terhindarkan
    Kenakan pakaian ringan, berwarna terang, longgar, dengan topi bertepi lebar dan kacamata hitam.

    Jika memungkinkan, tetaplah di dalam ruangan atau di tempat teduh selama jam-jam puncak panas dan jadwalkan olahraga dan tugas di luar ruangan untuk bagian hari yang lebih sejuk.

    Bagi pekerja luar ruangan, istirahat teratur, akses ke tempat teduh, hidrasi yang sering, dan penyesuaian jam kerja sangat penting untuk melindungi diri dari penyakit yang berhubungan dengan panas.

    3. Kenali tanda-tanda penyakit yang berhubungan dengan panas
    Pusing, sakit kepala, mual, kram otot, dan keringat berlebihan dapat menandakan kelelahan akibat cuaca panas.

    Jika Anda mengalaminya, pindahlah ke tempat yang lebih sejuk, istirahat, dan minum air segera.

    Kebingungan, kehilangan kesadaran, pernapasan cepat, kejang, atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat mengindikasikan serangan panas, suatu keadaan darurat medis. Segera hubungi layanan darurat.

    4. Turunkan suhu tubuh dengan cepat
    Saat suhu melonjak, mendinginkan tubuh Anda secara langsung dapat memberikan bantuan cepat.

    Mandi air dingin, kain lembap di leher dan pergelangan tangan, atau kaki yang direndam dalam air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

    Letakkan kompres dingin yang dibungkus handuk pada titik-titik nadi seperti leher, ketiak, dan selangkangan, di mana pembuluh darah dekat dengan kulit.

    Baca: Upaya Kota-kota di Dunia Mengatasi Panas Ekstrem

    Teknik sederhana ini bekerja cepat, membutuhkan sedikit atau tanpa peralatan, dan dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan panas.

    5. Cari tempat berlindung yang sejuk saat rumah terlalu panas
    Perpustakaan, pusat perbelanjaan, pusat komunitas, bioskop, dan taman yang teduh semuanya dapat memberikan kelegaan selama periode panas ekstrem.

    Banyak kota menjalankan pusat pendinginan khusus selama keadaan darurat panas — periksa dewan kota atau otoritas kesehatan setempat untuk mengetahui yang terdekat.

    Keluar rumah di pagi hari atau sore hari umumnya lebih aman daripada selama jam-jam terpanas di siang hari.

    Pohon, taman, atap hijau, dan vegetasi lainnya membantu mendinginkan lingkungan dengan memberikan naungan dan melepaskan kelembapan ke udara.

    Jika memungkinkan, pilih rute jalan kaki yang teduh, habiskan waktu di ruang hijau, dan dukung upaya untuk memperluas tutupan pohon perkotaan dan solusi pendinginan berbasis alam.

    6. Perhatikan orang lain dan persiapkan diri sebelum cuaca panas tiba
    Lansia, anak-anak kecil, wanita hamil, penderita penyakit kronis, mereka yang tinggal sendirian, dan pekerja di luar ruangan paling berisiko.

    Panggilan telepon atau kunjungan selama gelombang panas dapat menyelamatkan nyawa.

    Seiring suhu terus meningkat, persiapan menghadapi cuaca panas ekstrem menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Tindakan kecil yang dilakukan sebelum dan selama cuaca panas dapat melindungi kesehatan Anda, mengurangi risiko, dan membantu Anda tetap aman saat suhu melonjak.

    Baca: Kematian Terkait Cuaca Panas Ekstrem di Negara Miskin Jauh Lebih Tinggi

     

  • El Niño Memicu Gelombang Panas, Simak Cara untuk Tetap Dingin yang Lebih Ramah Lingkungan

    El Niño Memicu Gelombang Panas, Simak Cara untuk Tetap Dingin yang Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Perubahan iklim dan pemanasan global mengakibatkan gelombang panas semakin sering terjadi dan semakin intens.

    Dilansir unep.org, gelombang panas sudah menyebabkan hampir 500.000 kematian setiap tahunnya, semakin sering terjadi, semakin intens, dan semakin berbahaya.

    Gelombang panas ini sangat dirasakan di Eropa, di mana suhu minggu ini melonjak mendekati 40°C, memicu peringatan panas di 26 negara, menurut laporan media.

    Panas dapat dengan cepat menjadi risiko kesehatan yang serius, terutama bagi lansia, anak-anak, pekerja luar ruangan, perempuan hamil, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

    Itulah mengapa para ahli mengatakan penting untuk bersiap-siap, selain tentunya menurunkan emisi karbon agar pemanasan ini bisa ditekan

    Untuk membantu, staf di Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menawarkan beberapa kiat tentang cara mendinginkan rumah dan lingkungan Anda, ketika suhu melonjak.

    Baca: Kencangkan Suara untuk Mendesak Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

    1. Siapkan rumah untuk suhu tinggi
    Panas ekstrem lebih mudah dikelola jika Anda merencanakannya terlebih dahulu. Periksa prakiraan cuaca dan peringatan panas agar Anda tahu kapan kondisi berbahaya diperkirakan akan terjadi.

    Pastikan kipas angin, lemari es, dan peralatan pendingin lainnya berfungsi dengan baik.

    Siapkan persediaan air minum dan obat-obatan penting, dan identifikasi tempat-tempat sejuk yang dapat Anda kunjungi jika rumah Anda terlalu panas.

    2. Halangi sinar matahari
    Tutup tirai, kerai, dan penutup jendela yang menghadap matahari di siang hari.

    Peneduh eksternal seperti tenda, tirai bambu, atau vegetasi bekerja lebih baik lagi dengan menghalangi panas matahari sebelum mencapai kaca.

    Setelah suhu luar ruangan turun di malam hari, buka jendela di sisi berlawanan rumah Anda untuk mengeluarkan panas yang tersimpan. Tutup semuanya kembali sebelum pagi untuk menjaga udara yang lebih dingin di dalam.

    Baca: Tanda-tanda Godzilla El Niño Semakin Nyata

    3. Cobalah untuk tetap sejuk tanpa AC
    AC dapat menyelamatkan nyawa selama cuaca panas ekstrem, tetapi ketergantungan yang luas pada pendinginan yang tidak efisien dapat meningkatkan permintaan energi dan berkontribusi pada perubahan iklim.

    Jika memungkinkan, kombinasikan pendinginan yang efisien dengan tindakan pasif yang menjaga bangunan tetap lebih dingin secara alami.

    Kipas angin menggunakan energi jauh lebih sedikit daripada AC dan membantu orang merasa lebih sejuk dengan meningkatkan aliran udara di kulit.

    Teknik pendinginan tradisional dapat membantu lebih banyak lagi. Di beberapa bagian Asia Selatan, tirai dari rumput vetiver (khus) yang dibasahi telah lama ditempatkan di atas jendela sehingga udara yang masuk didinginkan secara alami saat air menguap.

    Peneduh, ventilasi silang, penutup jendela, atap dingin, dan bangunan yang dirancang dengan baik juga dapat mencegah panas masuk, mengurangi kebutuhan akan pendingin ruangan.

    Untuk jangka panjang, UNEP telah lama menyerukan untuk menekan penggunaan energi fosil, memperbanyak menanam pohon, memperbanyak ruang terbuka hijau untuk kota dan lingkungan yang lebih tahan pada gelombang panas.

    Pohon, taman, atap hijau, dan vegetasi lainnya membantu mendinginkan lingkungan dengan memberikan naungan dan melepaskan kelembapan ke udara. 

    Baca: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dari Isi Piring Kamu

  • 60.000 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Tak Daftar Ulang Karena UKT Tinggi: Kebijakan PTN BH Dituding Sebagai Penyebab Utama

    60.000 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Tak Daftar Ulang Karena UKT Tinggi: Kebijakan PTN BH Dituding Sebagai Penyebab Utama

    7cloud.asia – Sekitar 60 ribu anak Indonesia yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 tidak melakukan daftar ulang setelah mengetahui tingginya biaya kuliah atau yang lebih dikenal dengan UKT.

    Menurut data panitia SNPMB 2026, dari total 806.242 peserta yang mengikuti SNBP 2026, sebanyak 178.981 peserta dinyatakan lulus.

    Jumlah ini terdiri atas 155.543 peserta jalur Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik dan 23.438 peserta jalur PTN Vokasi.

    Dari total keseluruhan peserta yang lulus, tercatat 53.897 peserta jalur akademik atau sekitar 19,67 persen merupakan pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

    Di jalur vokasi, jumlah penerima KIP Kuliah yang lulus mencapai 10.574 peserta atau 31,97 persen dari total kelulusan vokasi.

    Berdasarkan aturan panitia, peserta yang dinyatakan lulus SNBP tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT 2026, 2027, dan 2028, serta Seleksi Jalur Mandiri 2026.

    Fenomena ini memantik reaksi keras dari Komisi X DPR yang membidangi sektor pendidikan. Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), untuk segera bergerak cepat melakukan investigasi menyeluruh.

    Fenomena ini cukup memprihatinkan, lantaran anak-anak berprestasi justru terancam tak bisa memaksimalkan potensi mereka lantaran gagal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

    “Angka 60 ribu itu sangat besar dan ini adalah kerugian nasional. Kita kehilangan potensi anak-anak cerdas yang masuk lewat jalur prestasi. Kemendiktisaintek harus melacak, kenapa mereka mundur?” ujarnya beberapa waktu

    “Kalau alasannya karena salah jurusan, itu masalah bimbingan konseling di sekolah. Tapi kalau alasannya karena tidak mampu bayar UKT, ini adalah tamparan keras bagi keadilan pendidikan kita,” imbuhnya.

    Menurut Sofyan, ada tiga kemungkinan besar yang melatarbelakangi keputusan para siswa untuk mundur.

    Pertama, adanya ketidakcocokan antara jurusan yang diterima dengan minat asli calon mahasiswa (sering kali akibat strategi asal pilih demi lolos sekolah).
    Kedua, peserta telah diterima di perguruan tinggi swasta (PTS), sekolah kedinasan, atau kampus luar negeri yang dirasa lebih representatif.

    Ketiga, calon mahasiswa terpaksa melepaskan kursi PTN karena ketidakmampuan finansial keluarga untuk menopang biaya kuliah, terutama bagi mereka yang terlempar dari kuota program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

    Dia mendesak dilakukan pemetaan langsung di lapangan. Jangan hanya menebak-nebak di permukaan.

    “Angka 60 ribu kursi hangus ini adalah kerugian besar bagi negara dan menutup kesempatan anak-anak lain yang benar-benar ingin kuliah tapi tidak lolos seleksi berkas,” tegas Sofyan Tan.

    Sementara Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji mengatakan, fenomena ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam mekanisme beasiswa pada KIP Kuliah.

    Dia mengungkapkan, kuota KIP Kuliah di setiap PTN terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pendaftar SNBP yang mengajukan KIPK.

    Ubaid menungkapkan, bisa saja calon mahasiswa yang saat verifikasi internal dinyatakan lolos KIPK, langsung disodorkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) reguler dengan nominal tak masuk akal, sehingga terpaksa mengundurkan diri.

    “Logika sederhananya, bagaimana mungkin seorang siswa yang sejak awal mendaftar karena berharap dapat KIPK, tiba-tiba disuruh bayar UKT jutaan rupiah per semester? Ya, pilihan rasionalnya cuma satu, mundur,” katanya, dikutip Senin (21/6/2026).

    Sudah begitu, ujar Ubaid, sistem juga tak memberi ruang negosiasi bagi para calon mahasiswa yang tak berkantong tebal itu, lewat aturan baku bahwa peserta yang lolos SNBP dan tidak daftar ulang akan dilarang (diblacklist) mengikuti UTBK-SNBT selama beberapa tahun ke depan. “Ini adalah kebijakan yang sangat egois dan tidak adil,” katanya.

    Ubaid menegaskan, PTN boleh saja merasa dirugikan karena ada kuota kursi mereka yang hangus dan menganggap calon mahasiswa tersebut tidak bertanggung jawab. “Tapi mereka buta, atau pura-pura buta, bahwa siswa tersebut mundur bukan karena manja atau iseng, tetapi karena dipaksa oleh keadaan ekonomi akibat sistem yang tidak sinkron,” tegasnya.

    Fenomena UKT yang mahal ini memang menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat kelas menengah-bawah yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Ketika anak mereka cukup pintar untuk bisa lolos lolos jalur prestasi (SNBP) pun, ternyata tidak otomatis mendapatkan biaya kuliah yang sangat murah atau gratis.

    Faktanya, jalur SNBP hanya membebaskan biaya pendaftaran seleksi, sementara biaya operasional kuliah per semester tetap mengikuti skema UKT berkeadilan yang ditentukan oleh pihak kampus.

    Sementara, saat pengumuman nominal golongan UKT keluar pasca-kelulusan, angka yang ditetapkan universitas sering kali berada jauh di luar kemampuan riil ekonomi keluarga.

    Sistem penentuan golongan UKT di berbagai PTN saat ini dinilai banyak pihak mengandung kecacatan instrumen survei. Idealnya, UKT dibagi menjadi beberapa kelompok (Golongan 1 hingga Golongan 8 atau lebih) berdasarkan slip gaji orang tua, tagihan listrik, hingga aset yang dimiliki. Namun, dalam implementasinya, terjadi ketimpangan struktural yang parah.

    Akar utama dari kondisi ini adalah kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang menuntut kampus mandiri secara finansial.

    Kebaijakan ini mendorong dinaikkannya batas atas nominal UKT pada beberapa program studi favorit seperti Kedokteran, Teknik, dan Hukum.

    Mundurnya 60 ribu calon mahasiswa dari jalur SNBP berarti terdapat 60 ribu anak bangsa ini kehilangan haknya untuk menikmati pendidikan tinggi negeri akibat sistem yang tidak memihak mereka yang kurang beruntung secara ekonomi.

  • Perubahan Iklim Kian Nyata: Adaptasi Iklim Butuh Kolaborasi Semua Pihak

    Perubahan Iklim Kian Nyata: Adaptasi Iklim Butuh Kolaborasi Semua Pihak

    7cloud.asia – Perubahan iklim telah menjadi realitas yang dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia saat ini.

    Di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, banjir rob terus menggenangi kawasan pesisir. Sementara masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan merasakan perubahan pola hujan yang mengancam pertanian.

    Di Toraja, masyarakat merasakan menurunnya produktivitas kopi Toraja akibat cuaca ekstrem, dan di Samarinda Kalimantan Timur, warga merasakan meningkatnya risiko banjir perkotaan.

    Meski dampaknya berbeda di setiap daerah, pengalaman dari berbagai wilayah dalam menghadapi dampak perubahan iklim menunjukkan satu benang merah.

    Bahwa untuk membangun ketahanan iklim membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas lokal, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Pembelajaran tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Nasional Adaptasi Perubahan Iklim yang diselenggarakan KEMITRAAN bersama Kementerian Lingkungan Hidup dengan dukungan Adaptation Fund (AF) yang dipantau secara daring pada Rabu (24/6/2026).

    Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, mengatakan bahwa pihaknya telah menjadikan isu perubahan iklim sebagai prioritas program pembangunan nasional.

    “Pemerintah melalui berbagai kebijakan pembangunan nasional terus mendorong penguatan kapasitas daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan berbagai inisiatif adaptasi berbasis masyarakat,” sebutnya.

    Menurut Franky, praktik-praktik baik yang berkembang di daerah perlu menjadi bagian dari solusi nasional dalam menghadapi krisis iklim.

    Apa yang dilakukan masyarakat di Pekalongan, Bulukumba, Toraja, maupun Samarinda, ujarnya, menunjukkan bahwa solusi adaptasi yang lahir dari kebutuhan lokal sering kali menjadi solusi yang paling efektif.

    “Tantangan kita adalah memperkuat, mereplikasi, dan mengintegrasikan pembelajaran tersebut ke dalam kebijakan pembangunan yang lebih luas,” imbuhnya.

    Sejak 2019, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Kedeputian Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon dan KEMITRAAN melalui dukungan dari Adaptation Fund (AF) telah menjalankan program adaptasi perubahan iklim di lima wilayah Indonesia dengan dampak iklim yang berbeda.

    Di Kota Pekalongan, masyarakat menghadapi ancaman banjir rob dan kenaikan muka air laut yang memengaruhi kawasan permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

    Di Kabupaten Bulukumba, perubahan pola cuaca berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan penghidupan masyarakat adat Kajang.

    Sementara di empat kabupaten yang ada di Daerah Aliran Sungai Saddang di Provinsi Sulawesi Selatan, cuaca ekstrem telah menurunkan produksi komoditas Kopi Toraja yang telah mendunia.

    Di Kota Samarinda, risiko banjir perkotaan dan cuaca ekstrem menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui penguatan tata kelola dan kapasitas masyarakat.

    Melalui program tersebut, berbagai pihak didorong untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat, meningkatkan perencanaan pembangunan yang responsif terhadap perubahan iklim, serta membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan kelompok rentan.

    Hugo Remaury, perwakilan Adaptation Fund, menegaskan bahwa organisasinya mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

    Adaptation Fund (AF) merupakan mekanisme pendanaan internasional yang dibentuk sebagai bagian dari komitmen global untuk mendukung berbagai inisiatif masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.

    Adaptation Fund dibentuk berdasarkan keputusan Konferensi Para Pihak (COP) dalam Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), dengan tujuan membiayai proyek dan program yang membantu masyarakat rentan di negaranegara berkembang beradaptasi terhadap perubahan iklim.

    “Pendanaan tersebut didasarkan pada kebutuhan, pandangan, dan prioritas masing-masing negara,” jelasnya.

  • Sejumlah Negara Sediakan Listrik Gratis Saat Produksi Setrum Berlebih, Bisakah Indonesia Melakukannya?

    Sejumlah Negara Sediakan Listrik Gratis Saat Produksi Setrum Berlebih, Bisakah Indonesia Melakukannya?

     

    7cloud.asia – Di Jerman dan Australia, fenomena rumah tangga ditawari listrik gratis semakin sering terjadi.

    Hal ini terjadi pada waktu-waktu tertentu ketika produksi
    energi dari tenaga surya atau angin sedang tinggi-tingginya. Alhasil, listrik yang dihasilkan lebih banyak daripada yang dibutuhkan masyarakat.

    Sementara itu, kapasitas penyimpanan energi yang tersedia juga terbatas. Sebagian besar listrik pun perlu disalurkan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

    Seiring banyaknya negara yang memperluas penggunaan energi angin dan surya, semakin banyak pula masyarakat yang bisa menyalakan mesin cuci atau merebus air dengan ketel listrik tanpa kena tagihan listrik.

    Ketika pasokan melebihi permintaan, harga listrik bisa turun drastis, bahkan terkadang sampai negatif. Harga listrik negatif itu sederhananya, produsen listrik yang membayar konsumen untuk menggunakan kelebihan listrik yang tersedia.

    Fenomena ini bahkan sudah mulai terjadi di beberapa negara Eropa lain seperti Spanyol. Pada 2024 saja, pasar listrik Eropa mencatat tagihan listrik negatif melebihi seribu jam.

    Energi terbarukan telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Sebagian besar pertumbuhan ini merupakan sokongan tenaga surya.

    Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA)
    memperkirakan kapasitas tenaga surya akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2030 dan menyumbang hampir 80% dari seluruh kapasitas pembangkit listrik baru di dunia. Energi terbarukan juga diprediksi bakal memenuhi lebih dari 90% pertumbuhan kebutuhan listrik global pada 2030.

    Tahun 2025, produksi listrik rendah karbon global meningkat sekitar 887 TWh (terawatt-jam), sedikit lebih tinggi daripada kenaikan permintaan listrik.

    Energi surya memenuhi sekitar 75% pertumbuhan tersebut. Sementara gabungan energi surya dan angin memenuhi hampir semua kebutuhan listrik.

    Sejumlah negara memiliki kelebihan pasokan listrik

    Di berbagai belahan dunia lain, surplus pasokan kian melimpah pada tahun 2025 menunjukkan harga listrik negatif menjadi semakin tidak bernilai.

    Di Spanyol, angka ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Di Prancis meningkat hampir 50 persen, sementara Belanda mengalami kenaikan sekitar 25 persen.

    Pola serupa juga mulai terlihat di berbagai negara Eropa seperti Finlandia, Swedia, Inggris, dan Jerman,

    Sedangkan di Jerman, produksi listrik yang tinggi dari angin dan surya—terutama pada akhir pekan—juga menghasilkan surplus pasokan. Kondisi ini kini cukup sering terjadi sehingga memengaruhi harga listrik.

    Bergeser ke Australia, tren serupa terjadi karena pertumbuhan panel surya atap yang menghasilkan listrik dalam jumlah besar pada siang hari ketika kebutuhan rumah tangga relatif rendah.

    Di Australia Selatan, harga listrik negatif mencakup sekitar seperempat dari pasokan listrik secara keseluruhan pada 2023 dan 2024.

    Pun di California, Amerika Serikat, proporsi jam dengan harga listrik negatif meningkat dari sekitar 4% pada 2023 menjadi 15 persen di 2024. Semua terjadi karena bauran energi terbarukan yang konsisten dan terealisasi dengan optimal. 

    Kelebihan pasokan jadi berkah tersendiri bagi masyarakat Australia

    Pola terjadinya kelebihan pasokan ini sebenarnya menunjukkan bahwa sistem kelistrikan saat ini belum cukup fleksibel untuk merespons perubahan pasokan yang sangat cepat. Akibatnya operator terkadang terpaksa “membuang” kelebihan listrik dengan cara menyalurkan listrik secara cuma-cuma agar sistem tetap dapat beroperasi dengan baik.


    Pada saat-saat ketika pasokan energi dari tenaga surya di Australia melimpah, tarif listrik pun diturunkan.
    anatoliy_gleb/Shutterstock

    Namun, Australia sepertinya sudah mulai menemukan cara mengatasi masalah ini. Harga listrik negatif kini umum terjadi dua hingga tiga jam setiap hari. Tapi di sisi lain lonjakan harga listrik bisa ditekan sedemikian rupa.

    Harga listrik nol atau negatif itu terjadi di pasar grosir (wholesale markets), yaitu pasar tempat pembangkit menjual listrik ke perusahaan listrik. Namun, tagihan listrik rumah tangga biasanya memakai harga eceran yang juga mencakup biaya jaringan dan pajak.

    Sebagian konsumen mungkin bisa merasakan manfaat, seperti pelanggan yang menggunakan tarif fleksibel (harga berubah mengikuti kondisi pasar). Mereka bisa menikmati listrik lebih murah atau bahkan “gratis” pada jam-jam tertentu.

    Namun pelanggan yang memiliki baterai penyimpanan atau sistem pintar bakal mendapat manfaat lebih besar dari tren ini. Sebab, mereka bisa menyimpan energi untuk malam hari ketika konsumsi biasanya lebih tinggi. Artinya, mereka tidak perlu membeli setrum saat harga lebih mahal.

    Hal ini mencerminkan sistem yang mulai beradaptasi. Operator Pasar Energi Australia (AEMO) menyebut baterai skala besar semakin berperan penting untuk menyimpan listrik saat pasokan melimpah dan melepaskannya ketika permintaan meningkat.

    Langkah ini membantu meredam fluktuasi harga dan menstabilkan sistem.

    Secara keseluruhan, perubahan ini menandai perubahan besar dalam operasi sistem kelistrikan. Seiring bertambahnya pembangkit energi terbarukan, pasokan listrik akan semakin dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Oleh karenya, sistem listrik pun juga harus lebih fleksibel.

    Mulai diterapkan di Inggris

    Perubahan ini sudah mulai memengaruhi kebijakan di negara lain seperti Inggris. Menurut Operator Sistem Energi Nasional UK/NESO, mulai musim panas 2026, rumah tangga dan pelaku usaha akan didorong untuk menggunakan lebih banyak listrik pada saat pasokan berlebih, terutama saat produksi tenaga surya tinggi dan permintaan rendah.

    Waktu penerapan kebijakan ini bukanlah kebetulan. Sebagai bagian dari transisi menuju energi terbarukan, terutama tenaga surya, periode kelebihan pasokan listrik di Inggris, semakin sering terjadi.

    Pola serupa pernah terlihat di Jerman, ketika melonjak tajam, produksi tenaga surya menciptakan kebutuhan mendadak akan fleksibilitas sistem yang lebih besar.

    Pemadaman massal atau blackout yang terjadi di Spanyol dan Portugal pada 2025, menunjukkan betapa cepatnya ketidakstabilan dapat terjadi jika sistem tidak mampu merespons secara efektif.

    Untuk menanggulanginya, operator sistem Inggris memprioritaskan pemantauan kondisi semacam ini dan dikelola secara aktif.

    Pada akhirnya, listrik gratis mencerminkan perubahan yang lebih mendalam dalam cara kerja sistem energi modern.

    Seiring pertumbuhan energi terbarukan, kelebihan pasokan listrik bakal menjadi semakin hal lumrah di sejumlah negara. Listrik gratis—atau bahkan situasi saat konsumen ‘dibayar’ untuk menggunakan listrik—kemungkinan akan semakin sering terjadi di masa depan.


    Salma Al Arefi, Senior Lecturer in Renewable Energy, University of Leeds

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.