Blog

  • Koalisi Keadilan Iklim: Kelompok Rentan Justru Ditinggalkan dalam Perumusan Kebijakan soal Perubahan Iklim

    Koalisi Keadilan Iklim: Kelompok Rentan Justru Ditinggalkan dalam Perumusan Kebijakan soal Perubahan Iklim

    7cloud.asia –  Pada Oktober tahun lalu Koalisi Keadilan Iklim menggelar seminar bertajuk “Menguak Elemen Keadilan Iklim dalam Aksi Iklim Global dan Penerapannya di Indonesia”

    Koalisi Keadilan Iklim adalah gerakan masyarakat sipil yang mendorong perlunya kebijakan terkait iklim dan lingkungan yang berkeadilan.

    Koalisi Keadilan Iklim ini terdiri dari Yayasan Pikul, Yayasan Madani Berkelanjutan, Eksekutif Nasional WALHI, Kemitraan, dan Institute for Essential Services Reform (IESR).

    Bivitri Susanti, Pendiri dan Peneliti Senior Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) dan Pengajar Sekolah Tinggi Hukum JENTERA menilai, partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan, terutama kelompok rentan perlu dibuka dengan luas dan bebas dari tekanan.

    “Perlu perubahan yang transformatif agar suara-suara kelompok rentan benar-benar ditampung dalam kebijakan demi terwujudnya keadilan iklim,” ujarnya dalam diskusi yang dipantau melalui Youtube pada Selasa (6/6/2023).

    Baca: Pajak karbon, apa itu dan kapan akan diterapkan?

    Ia menilai, selama ini suara publik banyak diabaikan dalam pembuatan hukum atau kebijakan. Misal, di tingkat kebijakan soal kelapa sawit dan perpajakan, keputusan politik diambil oleh kelompok oligarki yang kental isinya dengan kepentingan mereka.

    Di tingkat perumusan undang-undang dan lembaga peradilan, oligarki sudah menutup rapat kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi. Hal ini terjadi pada proses UU Cipta Kerja yang problematik.

    Kemudian, yang terjadi belakangan adalah hakim konstitusi yang berinisiatif memperbaiki UU Cipta Kerja justru dicopot dari posisinya. Hal ini menegaskan bahwa partisipasi publik, juga suara kelompok rentan, tidak diakomodasi secara sungguh-sungguh dalam pembuatan kebijakan.

    Memang betul, Bivitri menegaskan, dalam banyak hal tak ada aturan dan prosedur yang dilanggar pemerintah.

    “Partisipasi publik dibuka, tapi hanya sekadar formalitas dan permukaan. Jadi, walaupun aturannya legal, namun belum tentu benar,” ujar Bivitri.

    Baca: Sejauh mana kelompok rentan dilibatkan dalam adaptasi perubahan iklim?

    Siti Rakhma Mary Herwati, Tim Manajemen Pengetahuan, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai, ketidakadilan iklim ini terbentuk karena ketimpangan kuasa dan adanya privilese bagi kalangan industri ekstraktif.

    Sedangkan imbasnya, ditanggung masyarakat kelompok rentan. Misalnya penggusuran, pencemaran udara, hingga kerusakan lingkungan.

    Rakhma menjelaskan, banyak kasus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditangani LBH berdampak besar pada kelompok rentan, di mana dalam proses rancangannya tidak melibatkan partisipasi publik.

    Misalnya, di kawasan pantai utara Jawa (Pantura) masyarakat sering ditimpa banjir, namun pembangunan infrastruktur jalan terus.

    Baca: Disabilitas empat kali lebih merasakan dampak perubahan iklim

    Di Manado, reklamasi dilakukan tanpa mengajak bicara masyarakat. Sedangkan jika protes, malah dikriminalisasi.

    “Dalam kasus ini, banyak aspek HAM yang dilanggar. Misalnya hak informasi, hak rasa aman, serta hak atas air lingkungan dan pangan,” ujar Rakhma.

    Dia menilai, pemerintah malah anomali; menjadikan perubahan iklim sebagai isu strategis namun di sisi lain juga memberi jalan bagi industri ekstraktif yang menyebabkan naiknya emisi gas rumah kaca (GRK).

    Sementara Parid Ridwanudin, Manajer Kampanye Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil, Eksekutif Nasional WALHI, masyarakat yang selama ini menanggung langsung dampak buruk dari bencana iklim seperti nelayan tradisional atau petani, justru menjadi kelompok yang paling tidak tahu-menahu proses kebijakan yang mempengaruhi kehidupan mereka.

    Baca: Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Kalaupun ada partisipasi publik, dilakukan dengan teknokratis, yang hanya sekadar menggugurkan syarat-syarat teknis saja.

    Parid menilai, publik perlu mendorong adanya Undang-undang Keadilan Iklim. Aturan ini diperlukan agar keadilan iklim menjadi isu penting dan genting yang perlu segera diwujudkan.

    Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL, Torry Kuswardono menilai, keadilan iklim juga merupakan isu pembangunan untuk memperkecil ketimpangan, dan bisa memberi manfaat bagi kalangan miskin dan kelompok rentan.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan lahan yang kena polusi

     

     

     

     

  • Greta Thunberg: Berjuang untuk Lingkungan Sejak Umur 8 Tahun

    Greta Thunberg: Berjuang untuk Lingkungan Sejak Umur 8 Tahun

    7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari ini, 7cloud.asia akan mengangkat profil Greta Thunberg  aktivis lingkungan muda yang berhasil menginspirasi dunia. 
     
    “Satu pengingat: Kekuatan rakyat tidak butuh konferensi, kesepakatan pun perjanjian untuk memulai aksi nyata untuk iklim. Kita bisa memulai hari ini, saat cukup orang berkumpul bersama lalu perubahan akan datang. Dan kita bisa mencapai apapun,” demikian kicau Greta Thunberg di akun twitternya @GretaThunberg
     
    Greta Thunberg melanjutkan, “Jadi ketimbang mencari harapan, mari kita mulai menciptakannya sekarang!” 
     
     
    Cuitan ini dirilis pada 15 November 2021, namun oleh Greta Thunberg sengaja dipin sehingga tetap muncul di laman teratas. Seolah untuk mengingatkan dunia bahwa perjuangan untuk iklim masih panjang. 
     
    Cuitan ini juga mengingatkan kita bagaimana tegas dan gigihnya seorang Greta Thunberg dalam menyelamatkan lingkungan akibat perubahan iklim.
     
    Aksi nyata Greta Thunberg yang saat ini umurnya baru memasuki 20 tahun harusnya menampar kesadaran banyak orang di dunia yang selama ini lebih banyak berbicara tapi tidak melakukan langkah apapun untuk lingkungan.
     

     
    Dilansir di wikipedia.com, Greta Thunberg lahir 3 Januari 2003. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan asal Swedia.
     
    Greta Thunberg yang didiagnosis mengidap sindrom asperger bekerja mengampanyekan isu-isu terkait pemanasan global dan perubahan iklim sejak usia muda.
     
    Untuk Menurunkan jejak karbon yang dihasilkannya, Greta Thunberg bersikeras menjadi vegan dan tidak lagi menggunakan pesawat terbang saat bepergian. Hal ini karena Greta Thunberg tahu jika avtur menghasilkan lebih banyak jejak karbon ketimbang bahan-bakar lainnya.
     
    Gebrakan Greta Thunberg dilakukan pada Agustus 2018, saat usianya masih 15 tahun, Ia menjadi motor penggerak aksi pemogokan di sekolahnya dengan tujuan untuk membangun kesadaran terhadap perubahan iklim.
     
     
    Pada 20 Agustus 2018, Greta Thunberg, yang saat itu duduk di kelas sembilan, memutuskan untuk tidak bersekolah sampai Pemilu Swedia dilaksanakan. 
     
    Dia memprotes dengan duduk di luar Gedung Parlemen Swedia setiap hari selama jam sekolah dengan mengusung psoter bertuliskan “Skolstrejk för klimatet  atau Pemogokan sekolah untuk iklim).
     
    Aksi ini dilakukan setelah gelombang panas dan kebakaran hutan di Swedia. Ia menuntut Pemerintah Swedia untuk mengurangi emisi karbon sesuai perjanjian Paris. 

     
    Setelah pemilihan umum, dia terus melakukan aksi mogok sekolah yang berlangsung hanya pada hari Jumat, dan kemudian mendapatkan perhatian dunia. 
     
    Aksi Greta Thunberg menginspirasi siswa sekolah di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama. Pada Desember 2018, lebih dari 20.000 siswa telah melakukan pemogokan di setidaknya 270 kota. 
     

    Tiga bulan kemudian di tahun yang sama, tepatnya pada Pada November 2018, Greta Thunberg berbicara di TEDxStockholm, sebuah gerakan yang coba melibatkan berbagai komunitas untuk berbagi pemikiran dan gagasan.

    Di sana, Greta mengisahkan kesadarannya akan iklim muncul saat berusia delapan tahun, dan bertanya-tanya mengapa itu bukan berita utama di setiap saluran berita, seolah-olah ada perang dunia yang sedang terjadi tetapi tidak ada yang peduli.

    Dia mengatakan dia tidak pergi ke sekolah untuk menjadi ilmuwan iklim, seperti yang disarankan beberapa orang, karena banyak penelitian telah dilakukan dan hanya penyangkalan, ketidaktahuan dan tidak adanya tindakan yang tersisa.

    Berspekulasi bahwa anak-anak dan cucu-cucunya akan bertanya mengapa mereka tidak mengambil tindakan pada tahun 2018 ketika masih ada waktu, dia menyimpulkan “kita tidak dapat mengubah dunia dengan bermain sesuai aturan, karena aturan harus diubah.” 

    Baca: Pakai barang second itu lebih ramah lingkungan

    Pada Desember masih di tahun yang sama, Greta Thunberg berpidato di Konferensi Perubahan Iklim PBB. 
     
    Lantas pada Januari 2019, Greta Thunberg diundang untuk berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos Swiss. 
     
    Berbeda dengan banyak delegasi lain yang tiba dengan penerbangan komersil ataupun penerbangan jet pribadi, Greta Thunberg menggunakan kereta untuk menuju Davos yang total memakan waktu 32 jam. 
     
    Di forum itu Greta Thunberg berkata lantang untuk mengingatkan para pemimpin global bahwa “Bumi yang menjadi rumah tinggal manusia sedang terbakar” menambahkan, “Saya ingin Anda panik. Saya ingin Anda merasakan ketakutan yang saya rasakan setiap hari. Kami berutang kepada orang-orang muda, untuk memberi mereka harapan.
     
     
    Pada 21 Februari 2019, Greta Thunberg berbicara di sebuah konferensi Komite Ekonomi dan Sosial Eropa dan kepada Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

    Dalam kesempatan itu ia menuntut agar Uni Eropa tetap memenuhi tujuan perubahan iklim, dengan mengurangi emisi karbon setidaknya 80%. hingga 2030. Kemudian, dia bergabung dalam protes tentang iklim di Brussels. Belgia

    Aksi nyata yang dilakukan Greta Thunberg terus menginspirasi gerakan iklim di dunia. 

     

     
     

     
     
     

     
     

  • Olah Raga di Sore Hari Efektif Turunkan Kadar Gula Darah pada Penyintas Diabetes Tipe 2

    Olah Raga di Sore Hari Efektif Turunkan Kadar Gula Darah pada Penyintas Diabetes Tipe 2

    Ilustrasi olahraga di sore hari. Foto: Pixabay.

    7cloud.asia – Sebuah penelitian menyebutkan bahwa olahraga di sore hari lebih  membantu mengontrol kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2 dibanding olahraga pada waktu lainnya.
     
    Healthline, seperti dikutip Antaranews Sabtu (3/6/2023) menulis bahwa penelitian ini dilakukan oleh Brigham and Women’s Hospital serta Joslin Diabetes Center dengan melibatkan 2.400 responden dari data yang dihimpun studi Look AHEAD (Action for Healthin Diabetes).
     
    Baca; Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

    Menurut laporan studi yang dirilis di jurnal Diabetes Care, responden dengan tingkat aktivitas sedang hingga besar pada sore hari mengalami penurunan gula darah yang cukup besar pada tahun pertama pengamatan.

     
    Kelompok responden dengan diabetes tipe 2 ini juga tetap mempertahankan penurunan gula darah pada tahun keempat pengamatan.

    Belum diketahui secara pasti alasan di balik olahraga sore hari yang membawa dampak lebih baik untuk penderita diabetes tipe 2 dibanding waktu lainnya.

     
    Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk pengobatan
     
    Namun, pakar dari Brigham and Women’s Hospital, Dr. Jingyi Qian, serta pakar dari Joslin Diabetes Center, Dr. Roeland Middelbeek, berhipotesis bahwa sistem sirkadian kemungkinan turut mengambil peran.

    “Sistem sirkadian ini mengatur banyak fungsi fisiologis dalam tubuh kita, yang mungkin berperan dalam manfaat waktu tertentu dari aktivitas fisik,” kata Qian dan Middlebeek kepada Healthline.

     
    Baca: Setelah pandemi Covid dicabut, masih perlukah menggunakan masker?

    Selain itu, faktor perilaku seperti kondisi setelah makan (postprandial) atau siklus tidur-bangun juga kemungkinan dapat berkontribusi pada hasil penelitian.

    “Misalnya, aktivitas fisik setelah makan, yang mungkin paling sering terjadi (aktivitas fisik) dilakukan pada sore hari setelah makan siang, adalah strategi yang efektif untuk mengelola kadar glukosa postprandial pada diabetes tipe 2 ini,” kata mereka.

     
    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental
    Meski begitu, para peneliti mencatat bahwa olahraga yang dilakukan pada waktu selain sore hari juga tetap bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
     
    Manfaat tambahan lainnya juga termasuk membantu mengatur berat badan hingga meningkatkan kesehatan mental pada penederita diabetes tipe 2. Jadi selamat mencoba.

  • Sidang Perdana Kekerasan PRT Khotimah Diwarnai Air Mata, Koalisi Sipil Ingatkan Adanya Relasi Kuasa

    Sidang Perdana Kekerasan PRT Khotimah Diwarnai Air Mata, Koalisi Sipil Ingatkan Adanya Relasi Kuasa

    7cloud.asia – Sidang perdana kasus kekerasan yang menimpa pekerja rumah tangga (PRT) Siti Khotimah mulai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin (5/6/2023).

    Selain pembacaan dakwaan, agenda sidang kasus kekerasan terhadap PRT Khotimah ini juga mendengarkan keterangan korban dan saksi.

    Sejumlah PRT dan aktivis perempuan turut hadir di persidangan tersebut, untuk memberikan dukungan pada Siti Khotimah.

    Dengan membawa poster bertuliskan #SOSPRT, para PRT meminta hakim di PN Jaksel menyidangkan dan memutus perkara ini dengan adil.

    Baca: Bukan delik aduan, pelecehan seksual pada anak dan disabilitas tak bisa diRJkan

    Kasus kekerasan yang dialami PRT Khotimah terungkap pada Desember 2022 lalu. Selama berbulan-bulan Khotimah mengalami kekerasan oleh tiga majikannya dan sejumlah PRT yang bekerja di tempat yang sama.

    Sidang ini menghadirkan sembilan terdakwa, termasuk terdakwa utama yaitu tiga majikan Khotimah, Metty Katampow, So Kassender dan Jane Kasender.

    Sedangkan 6 PRT lainnya yang juga turut melakukan kekerasan terhadap khotimah atas perintah majikan adalah E (35), ST (25), PA (19), IY (38) dan S (48).

    Atas perintah sang majikan, para PRT ini turut melakukan kekerasan seperti memukul, menampar, menendang PRT Khotimah.  Ada juga yang menyiram dengan air panas, memborgol, hingga menyuapi dan melumuri sekujur korban dengan cabai.

    Para terdakwa dijerat Pasal 333 dan 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 43 dan 45 Undang-Undang tentang Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga UU TKDRT.

    Akibat kekerasan ini, PRT Khotimah harus mengalami luka fisik dan mental. Ia sempat  di rumah sakit selama 4 bulan dan kemudian menjalani rawat jalan di rumah aman dengan pemantauan dokter.

    “Para PRT akan terus datang ke sidang pengadilan untuk memberikan dukungan pada Siti Khotimah, kami akan dukung baik secara fisik maupun mental,” kata Cyah Fauziah, salah seorang PRT yang hadir di PN Jakarta Selatan.

    Baca: Hambatan penerapan UU TPKS

    Siti Khotimah adalah PRT asal Pemalang, Jawa Tengah yang menjaid korban kekerasan saat bekerja di rumah pasangan Katampow di apartemen Simprug, Jakarta Selatan. 

    Para PRT menjadi saksi sidang yang dipenuhi derai air mata tersebut. Siti Khotimah tak kuasa menahan air matanya saat dicecar oleh pengacara terdakwa soal apa yang dialaminya tahun lalu. 

    Pertanyaan ini menguak kembali traumanya, sehingga ia harus berkali-kali ditenangkan kuasa hukumnya Tuani Sondang dan Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini serta petugas LPSK.

    Dalam sidang itu Khotimah tak kuasa menahan tangisnya, bahkan ia sempat pingsan saat sidang tengah berlangsung. 

    Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi tersebut, PRT Khotimah korban tak kuat saat melihat foto-foto  penyiksaan yang dialaminya. 

    Siti Khotimah menangis lalu terjatuh ke pelukan sang ayah. Momen itu terjadi saat majelis hakim meminta Siti mendekat ke mejanya. Majelis Hakim tak memiliki maksud untuk membangkitkan memori kelam korban.

     

    Baca: Layanan kesehatan untuk korban kekerasan seksual masih minim

    Hakim beralasan hal itu dilakukan guna memastikan sosok di dalam foto itu adalah PRT Siti Khotimah.

    “Tenang ya tenang, kami untuk memastikan saja ya SK, ya bukan untuk mengulang pemikirannya, masa lalunya, bukan gitu ya, ya SK. Jadi itu ya,” kata Hakim Ketua, Tumpanuli Marbun, SH, MH.

    Dalam penuturannya di depan hakim, Siti Khotimah menyatakan ia bekerja di rumah majikannya pada April 2022. Sebulan kemudian, ia mengalami kekerasan karena dituduh mencuri celana dalam.

    Akibat kekerasan ini ia mengalami luka serius di bagian kaki, sehingga untuk harus menggunakan kruk. Ia juga mengalami trauma mendalam akibat kekerasan yang dialaminya.

    Khotimah saat ini didampingi JALA PRT, LBH Apik Jakarta, LBH Apik Semarang, Institut Sarinah dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

     

    Baca: Penyandang down syndrome rentan alami kekerasan dan stigma

    Tuani Sondang, pengacara publik dari LBH APIK Jakarta yang menjadi kuasa hukum korban menyatakan bahwa Siti Khotimah tidak hanya mengalami KDRT fisik, tetapi juga kekerasan seksual. Ia menyayangkan sikap Jaksa yang pasif.

    “Seharusnya jaksa bisa menengahi saat Khotimah dicecar karena memunculkan kembali  trauma. Korban merasa tertekan. Jaksa tidak sensitif melihat kondisi ini, padahal Khotimah sudah terpukul dan menangis,” kata Tuani Sondang.

    Tuani menyatakan, sudah seharusnya PRT Khotimah mendapat restitusi, yaitu pengganti biaya untuk penderitaan dan waktu untuk mengurus kasusnya. 

    Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan bahwa para terdakwa terutama majikan Khotimah yang sudah melakukan kekerasan harus dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Penyiksaan dan kekerasan ini juga menunjukkan majikan yang memandang rendah PRT nya.

    “Maka tidak ada cara lain selain cepat disahkannya RUU Perlindungan PRT menjadi undang-undang, agar orang lain tidak bisa semena-mena pada para PRT,” kata Lita.

    Baca: Dunia pendidikan belum menjaid ruang aman dari kekerasan

    Komnas Perempuan dan sejumlah aktivis perempuan dari Koalisi Sipil untuk UU PPRT yang turut memantau kasus ini concern pada fakta di persidangan yakni tidak dimasukannya kekerasan seksual dalam dakwaan.

    Harusnya Kekerasan seksual juga masuk dalam dakwaan agar PRT Khotimah bisa mendapatkan restitusi.

    Mereka juga menyorot adanya relasi kuasa dalam kasus kekerasan ini. Di mana sangat mungkin para PRT yang melakukan kekerasan terhadap Khotimah melakukannya karena mendapat tekanan.

    “Saya concern juga pada PRT yang membantu melakukan kekerasan. Jangan sampai mereka diadu sesama PRT. Harus jelas posisinya dalam relasi kuasa itu. Jangan sampai mereka para PRT itu dikorbankan lagi,” ujar Nursyahbani Katjasungkana. 

    Para aktivis perempuan akan terus mengawal kasus ini untuk mendapatkan putusan yang adil. Jangan sampai, para  PRT itu disidik dengan sesama PRT meski yang satu pada posisi korban kekerasan. 

    Jika ini terjadi akan memicu trauma sosial yang bisa memecah perasaan senasib sepenanggungan yang sedang digalang oleh para PRT melawan para feodal/patriarkh yang menolak RUU PPRT.

    “Jangan sampai majikan dihukum ringan sementara para PRT dihukum lebih berat,” pungkas Nursyahbani dalam wawancara tertulis dengan 7cloud.asia.

  • Tak Lagi Tanam Tembakau, Petani Windusari Sukses Raup Omzet Berlipat Ganda

    Tak Lagi Tanam Tembakau, Petani Windusari Sukses Raup Omzet Berlipat Ganda

     

    7cloud.asia – Turunnya harga tembakau ditambah dengan gagal panen akibat musim kemarau basah sekitar tahun 2012-2013 membuat pening petani tembakau di Desa Candisari, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Para petani tembakau ini harus memutar otak untuk mencari solusi agar mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tanaman yang menghasilkan.

    Hal itu juga yang dilakukan Istanto, salah satu petani tembakau asal Desa Candisari. Ia kemudian mencari alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mencari komoditas tanaman lain yang bisa dibudidayakan sepanjang tahun.

    Biaya produksi murah, perawatan mudah, dan lebih menguntungkan dibandingkan tembakau serta pasar bersifat bebas menjadi pertimbangannya untuk beralih dari petani tembakau. Atas saran Dinas Pertanian setempat, Istanto kemudian memilih ubi jalar dari Cilembu.

    “Apalagi kami mencari yang saat itu bibitnya murah, bibit ubi cukup murah,” ujar Istanto saat mendampingi peserta field trip kegiatan Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) ke-8 di Magelang, 1 Juni 2023 lalu sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Senin (5/6/2023)

    Baca: Mengapa pupuk kandang lebih ramah lingkungan ketimbang pupuk kimia

    Sejak tahun 2013, ubi jalar tipe tersebut mulai dibudidayakan Istanto di sela-sela tanaman tembakau yang dia tanam. 

    Usaha Istanto tersebut membuahkan hasil yang lebih bagus dibandingkan tembakau. Dengan luas lahan yang sama untuk budidaya tembakau, ternyata ubi jalar lebih menguntungkan 6-7 kali lipat.

    Sejak saat itu Istanto menyadari bahwa tanaman tembakau bukan merupakan satu-satunya komoditas yang dapat diandalkan.

    Para petani di sekitarnya pun mulai mengikuti jejak Istanto dan semakin inovatif dengan mengeksplor tanaman-tanaman lain yang dapat memberikan keuntungan lebih.

    Saat ini, di wilayah Kecamatan Windusari yang terdiri dari 20 desa hampir tidak ditemukan lagi tanaman tembakau yang dibudidayakan.

    Hampir seluruh petani telah beralih ke komoditas lain terutama tanaman pangan yang lebih menguntungkan seperti kopi yang dibudidayakan di ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut. 

    Baca: BRIN kembangkan pestisida ramah lingkungan berbasis mikrorganisme

    Tanaman hortikultura (sayuran hijau, cabe, bawang putih, bawang merah, padi, dan jagung) jadi pilihan petani yang tinggal di ketinggian 800-1000 mdpl, serta ubi jalar di ketinggian 600-700 mdpl.

    Istanto menyebutkan ada 12 desa di Kecamatan Windusari yang mengikuti pola tanam dan panen setiap hari seperti yang dia lakukan. Bahkan, peralihan ini dilakukan para petani tanpa adanya paksaan dari siapapun.

    Ia lebih banyak berperan membantu memberikan saran terkait cara tanam dan lokasi ideal untuk tanaman ubi madusari.

    “Awalnya memang saya mulai panen, lalu nanti si A mau minta bibit, kita berikan. Lalu B mau buat juga, dapat bibit dari hasil yang didapatkan si A. Dengan begitu akhirnya terbentuk pola panen yang baik,” tutur Istanto.

    Baca: Kisah pohon raksasa berumur ratusan tahun di Agam, Sumatera Barat

    Istanto bersyukur karena sejak alih tanam dari tembakau, ketahanan pangan di desa terjamin apalagi model diversifikasi tanaman seperti yang kini dilakukan terbukti membuat petani selalu untung sepanjang waktu.

    Dengan metode ini, tidak lagi ada istilah ‘panen raya’, sebaliknya setiap hari bisa menjadi momen panen sesuai dengan masa perkembangan tiap-tiap tanaman tersebut.

    “Jadi kini tidak ada lagi menunggu panen raya. Setiap hari, petani di sini bisa memanen,” ungkap Istanto sembari menjelaskan jenis-jenis tanaman di lahan pertanian Desa Candisari.

    MTCC Unimma sekitar tahun 2018 membantu mengoptimalkan upaya yang telah dilakukan para petani di Kecamatan Windusari.

    Baca: Minyak sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman terhadap lingkungan

    MTCC antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha yang telah dirintis, mencarikan jejaring dengan pihak lain untuk memperoleh bantuan peralatan, serta memfasilitasi untuk pemasaran produk.

    Salah satunya dengan mengajak para peserta ICTOH ke-8 yang dilaksanakan di Kota Magelang pada tanggal 1 Juni 2023 yang lalu.

    Usai field trip, peserta diajak oleh Istanto untuk meninjau proses seleksi hasil panen, pengolahan ubi madusari menjadi snack, hingga proses packaging. Proses pengolahan ubi madusari ini memberdayakan para ibu rumah tangga dan pemuda dari Desa Candisari.

    Giat ekonomi dari panen ubi hingga proses industri usaha kecil mikro menengah (UMKM) terbukti membantu tidak hanya taraf ekonomi masyarakat, tetapi juga kualitas pendidikan anak-anak dari desa Candisari.

    “Anak-anak dari desa kami pun sekolahnya lancar, banyak yang kini bisa dibiayai masuk perguruan tinggi. Banyak juga yang diterima dan melanjutkan sekolah di UNIMMA,” kata Istanto.

    Baca: Perlu ada insentif untuk daerah agar lestarikan hutan dan lahan perkebunan

    Ketua MTCC UNIMMA Retno Rusdjijati menambahkan di sela-sela diskusi bersama peserta field trip bahwa kegiatan kunjungan ke lokasi pertanian Desa Candisari merupakan bukti kalau alih tanam tembakau secara nyata berkontribusi positif pada kehidupan masyarakat.

    Dampak baik ini tercermin dari keuntungan yang lebih tinggi dari hasil yang telah diperoleh petani dibandingkan dengan tembakau.

    ICTOH sendiri menjadi momentum dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun 2023 yang mengangkat tema “We Need Food Not Tobacco”.

    Untuk itu, Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) berkolaborasi dengan MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang.

    Baca: Kearifan lokal warga Bali dalam menjaga lingkungan lewat pengelolaan sampah

    Prosesi ICTOH ke-8 diselenggarakan di Puri Asri Hotel, dihadiri para akademisi, peneliti, dan praktisi pengendalian tembakau untuk kesehatan masyarakat. Tak lupa, ICTOH juga mengundang para pemangku kebijakan daerah se-Jawa Tengah.

    Mereka berbagi pengalaman dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

    Di Indonesia ICTOH diselenggarakan oleh Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI), sebuah organisasi yang fokus di bidang upaya pengendalian tembakau di Indonesia, serta didukung oleh Kementerian Kesehatan, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), World Health Organization (WHO), International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union), Campaign for Tobacco Free Kids (CTFK) dan seluruh jaringan pengendalian tembakau di Indonesia.

  • Carut Marut Pengelolaan Museum di Indonesia

    Carut Marut Pengelolaan Museum di Indonesia

    7cloud.asia – Keberadaan direktorat yang membawahi persoalan museum dan pengelolaan museum layaknya anak kos, yaitu terus berpindah-pindah.

    Sebelumnya urusan Permuseuman yang berada di bawah Kemendikbudristek ini ditangani oleh Direktorat Permuseuman di lingkungan Ditjen Kebudayaan.

    Kemudian lembaga yang mengelola museum dan urusan permuseuman ini turun tingkat, menjadi di bawah subdirektorat di Direktorat Perlindungan Cagar Budaya. 

    Baca: Kenali lima museum batik ini

    Sedangkan saat ini pengelolaan museum diurus oleh Pokja Permuseuman di Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

    Karena itu, Anggota Komisi X DPR Lestari Moerdijat berharap RUU Permuseuman diharapkan tidak hanya membahas masalah substansi, tetapi juga tata kelola dan birokrasi dalam pengelolaan museum.

    RUU Permuseuman ini nantinya diharapkan tidak malah menjadi undang-undang yang menambah komplikasi dalam pengelolaan museum.

    Baca: Belajar budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    Saat ini Lestari sedang mencermati sekarang mengenai RUU Pariwisata. Saya agak bingung, ada satu poin yang menyebutkan juga di situ bahwa ada kemungkinan nanti dipindah ‘rumah’ lagi. Nah saya rasa di sinilah DPR harus menunjukkan perannya.

    “Mestinya betul-betul membenahi,” ujar Lestari dalam kegiatan Seminar Forum Tematik Bakohumas dengan tema ‘Menjawab Tantangan Pengelolaan Museum Melalui RUU Permuseuman’ di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2023).

    Baca: Mengenal sosok Buya Hamka

    Selain itu, dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, juga terdapat pasal khusus yang berbicara mengenai museum dan pengelolaannya

    Untuk itu, RUU Permuseuman diharapkan nantinya dapat membahas dengan jelas mengenai turunan, aplikasi, serta simpangan, dan singgungan mengenai museum di berbagai undang-undang.

    “Jangan nanti RUU Permuseuman malah menambah komplikasi kalau tidak ada kemudian padu serasi. Saya rasa inilah hal-hal yang harus menjadi tugas dari kita dan saya sendiri di Komisi X tentu tidak boleh lelah dan berhenti cerewet,” ucap Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya

     

    Kepada Kepala Badan Keahlian Inosentius Samsul, Lestari Moerdijat berharap RUU Permuseuman tidak hanya bicara masalah substansi, tetapi juga bagaimana bagaimana masalah tata kelola, bagaimana masalah birokrasi terkait museum.

    “Itu memerlukan sebuah pendalaman khusus. Ini jangan barang yang dipindah-pindah terus dari sini kos-kosannya udah penuh, dipindah lagi,” pungkasnya. 

  • 6 Nama Dikaji untuk Dampingi Ganjar Pranowo Sebagai Cawapres, Siapa Saja Mereka?

    6 Nama Dikaji untuk Dampingi Ganjar Pranowo Sebagai Cawapres, Siapa Saja Mereka?

    7cloud.asia – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani mengungkap ada enam nama yang disebutnya sebagai kandidat kuat calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo.

    Enam nama bakal cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo ini disaring dari 10 nama yang beredar di media dan masyarakat.

    Nama-nama ini akan dipertimbangkan dan dibahas bersama Ganjar Pranowo yang sudah resmi dtetapkan menjadi capres dari PDIP.

    Puan mengatakan beberapa nama bakal cawapres yang disebut layak mendampingi Ganjar Pranowo ini telah disebut media.

    Nama-nama itu adalah Menkopolhukham Mahfud MD, Meneg BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkoperekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, 

    Baca: Internal PAN cenderung dukung Ganjar Pranowo – Erick Thohir

    Salah satu nama yang dikaji untuk mendampingi Ganjar Pranowo adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Nama-nama ini akan dibahas bersama  antara PDIP-Ganjar Pranowo dan partai politik yang mengusungnya. 

     

    “Nama-nama itu ya termasuk dalam peta yang ada di PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Kalau boleh saya sebut nama itu dan semuanya tentu punya kelebihan-kelebihan,” ujar Puan di sela Rakernas di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (6/6/2023).

    Baca: Menteri yang akan maju sebagai caleg, capres dan cawapres akan dievaluasi 

    Puan menekankan, sosok bakal cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo harus memiliki visi, misi, dan cita-cita yang sama.

    Kandidat cawapres tersebut belumlah dibahas dalam rapat kerja nasional (Rakernas) III PDIP. Forum tersebut fokus terlebih dahulu pada program pengentasan kemiskinan dan konsolidasi untuk pemilihan legislatif.

    “Jadi nama yang akan mendampingi Ganjar Pranowo tetap akan ditentukan nanti tapi belum hari ini. Jadi masih menimbang nama-nama yang ada,” ujar Puan.

     

    Adapun hingga saat ini, sudah ada dua partai politik yang resmi mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres. Keduanya adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura.

    Baca: Kiat Ganjar Pranowo turunkan angka stunting di Jawa Tengah

    PDIP masih terbuka dengan partai politik lain yang ingin bergabung dalam koalisi pengusung Ganjar Pranowo.

    Puan yang telah resmi ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Ganjar Pranowo menambahkan, akan ada partai lain yang akan bersilaturahmi ke Kantor DPP PDIP dalam waktu dekat

    “Jadi memang partai parlemen atau non parlemen sedang kami lakukan komunikasi yang intensif dan mulai kemarin sudah PPP. Alhamduilah PAN sudah bersilaturahmi, nanti kevdepan akan ada partai-partai lain yang ikut kemudian datang untuk bersilaturahmi,” ujar Ketua DPR itu.

  • Sri Mulyani: Penerapan Pajak Karbon Dilakukan Bertahap dan Sangat Hati-hati

    Sri Mulyani: Penerapan Pajak Karbon Dilakukan Bertahap dan Sangat Hati-hati

    Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Green Economy Forum 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (6/6/2023). ANTARA/Youtube Bisniscom/pri.

     

    7cloud.asia – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan penerapan pajak karbon dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

     
    Dilansir Antaranews, hal ini dilakukan agar dampak positif yang ditimbulkan pajak karbon bisa diambil namun dengan tetap memperhatikan dampak negatif dari setiap instrumen.

    “Dengan begitu, perekonomian Indonesia mampu terus berlanjut dari sisi pertumbuhan, stabilitas, namun juga mampu melakukan transformasi terkait pajak karbon ini,” kata Sri Mulyani dalam acara Green Economy Forum 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

     
    Baca: Alasan beralih ke mobil listrik
     
    Sri Mulyani berharap skema harga karbon, termasuk pajak karbon, mampu mengembangkan mekanisme pembiayaan inovatif, yaitu bagaimana pasar bereaksi dengan mulai diterapkannya pasar karbon.

    Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia juga terus berinovasi untuk mengakselerasi, membangun, dan mengembangkan pasar agar semakin dikenal oleh pelaku ekonomi.

     
    Sehingga ke depan perdagangan karbon termasuk pajak karbon bisa dikelola secara transparan dan kredibel, serta semakin bisa memberikan sinyal secara pasar kepada pelaku ekonomi untuk terus berpartisipasi.
     
    Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah membentuk beberapa instrumen dan kelembagaan, salah satunya Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), special mission vehicle (SMV) yang dikelola bersama-sama antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
    Lembaga tersebut didirikan dengan tujuan mengelola dan memperkenalkan pasar karbon di Indonesia dan pada akhirnya dihubungkan dengan pasar karbon dunia.
     
    Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban

    Selain itu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga sudah membentuk platform SDG Indonesia One, yang dikelola salah satu SMV di bawah Kemenkeu yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

    “Platform ini diharapkan mampu menjadi jembatan, tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi berkolaborasi terutama di dalam mobilisasi pembiayaan untuk transformasi hijau,” tuturnya.

    Tak hanya itu, sambung Menkeu, Indonesia juga telah membentuk Lembaga Pengelola Investasi bernama Indonesia Investment Authority (INA) yang merupakan inovasi institusi yang dibuat untuk bisa menciptakan dampak berupa masuknya investasi, termasuk investasi di sektor hijau.

    Baca: Mengapa operasional PLTU batu bara harus segera diakhiri

    Pajak karbon adalah salah satu instrumen untuk memitigasi peningkatan emisi karbon atau CO2 di Indonesia. Karena di saat suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi, disaat itu juga menghasilkan lebih banyak CO2.

    Pajak karbon dikenakan atas pemakaian bahan bakar berbasis karbon, yaitu seperti produk olahan minyak bumi, gas bumi dan batu bara.

    Pajak karbon juga dapat menjadi upaya bagi pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan dinilai berpotensi untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan.

    Ini karena pajak karbon akan membuat biaya produksi yang menggunakan energi fosil seperti batubara menjadi lebih mahal. 

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditata-ulang demi keuangan Negara

    Dengan adanya pajak karbon, harga energi baru terbarukan dapat bersaing dengan harga energi fosil dan bahan bakar berbasis karbon. 

    Pengenaan pajak karbon juga dipercaya dapat menjadi salah satu sumber penerimaan negara. Namun, Sri Mulyani mengakui penerapan pajak karbon di Tanah Air merupakan hal yang tidak mudah.

    Hal ini menjadi alasan di balik ditundanya penerapan pajak karbon di Indonesia hingga 2025. Sri Mulyani melihat emisi karbon belum begitu bernilai di mata masyarakat Indonesia. Banyak pihak tidak peduli untuk memutuskan penerapannya.

     

  • Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    7cloud.asia – Para ilmuwan dari University of California Riverside, AS sedang mengembangkan penelitian dengan menggunakan tanaman dan jamur untuk ‘membersihkan’ lingkungan yang mengalami polusi cukup parah.

    Mereka menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih secara hati-hati di bekas lokasi industri di Los Angeles yang mengalami polusi parah. Tujuan mereka adalah menghilangkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah tersebut selama puluhan tahun. 

    Di suatu lahan telantar bekas kawasan industri di Los Angeles, Kreigh Hampel mencungkil sorgum hitam California dengan garu untuk mengetahui berapa banyak timbel yang diserapnya.

    Bunga-bunga putih dan merah muda tanaman itu memiliki kemampuan membersihkan yang menakjubkan, yang menurut para ilmuwan dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan polutan berbahaya – dan bahkan mendaur ulangnya.

    Hampel, sukarelawan proyek ini, mengatakan, ”Tanaman benar-benar dapat melakukan pembersihan, mereka tahu bagaimana caranya, mereka telah melakukannya berkali-kali selama jutaan tahun.”

    Baca: Polusi terbukti menurunkan kesuburan laki-laki

    Eksperimen ini adalah bagian dari proyek yang dijalankan University of California Riverside, yang telah menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih dengan hati-hati di bekas lokasi industri tersebut untuk membersihkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah itu selama puluhan tahun.

    Danielle Stevenson, yang memimpin penelitian itu, mengatakan, teknik-teknik pembersihan hayati seperti itu jauh lebih hemat biaya daripada teknik biasa.

    “Kami membersihkan lokasi-lokasi ini dengan menggunakan jamur dan tanaman. Metode pembersihan konvensional hanyalah menggali semua tanah yang terkontaminasi dan membuangnya di tempat lain.”

    Menurutnya, pendekatan konvensional tidak benar-benar menyelesaikan masalah polusi dan biayanya pun besar sekali.

    Baca: Polusi dan kenaikan suhu dorong perkembangan nyamuk malaria

    Proyek Stevenson, yang dilakukan di tiga lokasi di Los Angeles dan sekitarnya, menganggarkan biaya sekitar USD 200.000.
     
    Sejauh ini, hasilnya sangat menggembirakan. Dalam tiga bulan, proyek itu telah mengurangi 50 persen petrokimia dan untuk beberapa jenis logam, level itu akan tercapai dalam enam bulan, ujarnya.

    Stevenson, seorang pakar jamur, memilih senjata antipolusinya dengan hati-hati. Jamur tiram ditanam ke tanah karena peran alaminya dalam penguraian; miselium, bagian jamur yang terpendam, menyerap solar.

    Di alam, jamur ini akan memakan pohon mati. Di tanah, jamur ini akan mengenali minyak solar, misalnya, sebagai sumber makanan.

    Beberapa tanaman asli California, termasuk telegraph weed dan bunga matahari semak California, sangat baik dalam menyerap logam berat.

    “Cara kerjanya adalah tanaman itu saya anggap sebagai penyedot debu bertenaga surya. Pada dasarnya tanaman menyedot logam, seperti timbel, ke tubuh mereka. Jadi ketika kita mencabut tanaman, kita menyingkirkan timbel dari tanah. Jadi tanah dibersihkan dari logam berbahaya,” jelasnya.

    Baca: Polusi udara akibatkan 7 juta kematian dini setiap tahunnya

    Timbel dan logam lainnya kemudian dapat diperoleh dari tanaman tersebut dan bahkan digunakan kembali.

    Di seluruh AS dan negara industri, tempat komersial yang telah tercemar setelah lewat masa pakainya kerap kali ditelantarkan begitu saja, kata Stevenson. Tanggung jawab untuk membenahinya jatuh pada otoritas lokal yang tidak memiliki cukup dana atau perlengkapan.

    Di AS, di mana Badan Perlindungan Lingkungan Hidup mencatat hampir 1.900 lokasi bermasalah, hanya sejumlah kecil proyek pembersihan dilakukan setiap tahun, kata Stevenson.

    Ia berharap metode yang lebih murah akan memungkinkan lebih banyak lagi lokasi yang dibersihkan.

    Para aktivis mengatakan penggunaan pembersihan hayati tidak terbatas untuk memperbaiki bekas lokasi industri. Proses ini juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan abu beracun sisa kebakaran hutan – masalah tahunan di California yang rawan kebakaran.

    Baca: Kampanye iklim harus tumbuhkan kesadaran bukan kengerian

    Sementara itu, Stevenson menunjuk pada prasangka tak sehat mengenai jamur – seperti jamur menakutkan yang menginfeksi zombie dalam serial di HBO, “The Last of Us.”

    “Saya selalu ditanya: ‘Kalau kita gunakan jamur untuk membersihkan suatu tempat, apakah jamur ini akan mengambil alih, memakan rumah kita dan menguasai dunia?” katanya dan dengan cepat ia menjawab, “Tidak akan.”

    Inilah sebabnya mengapa penting untuk melakukan eksperimen semacam itu di dunia nyata, bukan hanya di laboratorium.

    Stevenson berpendapat, jika lebih banyak tes lapangan untuk metode ini dilakukan, orang akan semakin yakin untuk memilih pendekatan semacam ini. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Mengenal Bioplastik, Apakah Benar-benar Ramah Lingkungan?

    Mengenal Bioplastik, Apakah Benar-benar Ramah Lingkungan?

    Bio bag product explanation – source: biobagworld.com.au

    7cloud.asia – Saat memunguti sampah di lokasi Citayam Fashion Show di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, artis Cinta Laura Kiehl menenteng kantung plastik yang disebutnya ramah lingkungan. Plastik yang ditenteng Cinta Laura ini biasa disebut dengan bioplastik.

    Apa itu bioplastik? Bioplastik merupakan bahan plastik yang terbuat dari material biologis selain minyak bumi, contohnya tanaman dan bakteri.

    Bioplastik dikatakan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik sintetis karena lebih mudah terurai di alam dan bahkan bisa menjadi kompos. 

    Berbeda dari plastik biasa yang berbahan minyak bumi (petroleum) yang tidak dapat diproduksi ulang secara cepat, bioplastik menggunakan biomasa yang terbarukan.

    Itu sebabnya bioplastik dianggap sebagai solusi bagi berbagai masalah lingkungan yang dipicu oleh sampah plastik.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Dalam Diskusi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Sabtu (3/6/2023) lalu  7cloud.asia berkesempatan mengikuti pemaparan dari Asmuwahyu, seorang pakar ilmu kimia yang kini menjaid produsen bioplastik. 

    Menurut Asmuwahyu yang adalah mantan dosen UI tersebut, bioplastik dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni diodegradable atau yang bisa terurai dan decompostable atau yang bisa menjadi kompos.

    “Compostable bioplastik berarti biodgradble, tetapi tidak sebaliknya,” ujarnya.

    Hal ini bisa diterangkan karena tidak semua bioplastik bisa diubah menjadi kompos. Bioplastik compostable, menurutnya, akan terbiodegradasi di tanah kompos pada suhu 45- 60 derajat celcius karbon organiknya 90% bisa terurai menjadi karbondioksia atau CO2. 

    Adapun waktu yang dibutuhkan maksimum 180 hari. Sementara karbon organisi pada biodegradable bioplastik tidak sepenuhnya bisa terurai.

     

    Baca: 6 Cara asyik kurangi sampah plastik

    Tapi semua bioplastik bisa dikatakan lebih ramah lingkungan karena bisa terurai, sehingga tidak menghasilkan mikroplastik yang kini memicu banyak masalah bagi lingkungan dan kesehatan. 

    Namun demikian, proses produksi bioplastik hingga saat ini jauh lebih besar sehingga mempengaruhi harga bioplastik menjadi lebih mahal dibanding plastik biasa.

    Dilansir waste4change.com, bioplastik atau bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB), pertama kali ditemukan pada tahun 1926 oleh ahli riset Perancis bernama  Maurice Lemoigne.

    Bioplastik ini merupakan hasil  percobaan yang dia lakukan menggunakan bakteri Bacillus megaterium. Bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB) dibentuk oleh fenomena biosynthesis yang dilakukan oleh bakteri di saat kondisi nutrisi terbatas.

    Setelahnya banyak jenis bioplastik lainnya yang mulai ditemukan, seperti Polylactic acid (PLA), Polyamide 11, Polyhydroxyalkanoate, Bio-derived polyethylene, Cellulose-based plastics, Protein-based plastics ataupun Lipid-derived polymers.

    Baca: Botol kaca dan botol plastik, mana lebih ramah lingkungan

    Beberapa materi biologis yang bisa dikembangkan sebagai bahan dasar bioplastik antara lain adalah minyak nabati, amilum jagung, klobot Klobot jagung, ketela, rumput laut, jerami, ampas tebu, kayu, alga dan sebagainya. 

    Bioplastik dapat terurai di alam lebih cepat dari plastik sintetis, namun ada beberapa tingkatan penguraian untuk jenis bioplastik yang berbeda.

    Beberapa kondisi yang dibutuhkan bioplastik untuk terurai secara optimal di antaranya:

    1. Oxo Degradable Plastic – Dapat terurai dengan bantuan oksigen
    2. Photodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan radiasi ultraviolet dari matahari
    3. Biodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan mikroorganisme tertentu
    4. Compostable Plastic – dapat terurai melewati proses pengomposan yang membutuhkan tingkatan suhu dan kondisi tertentu

    Baca: Kenali jenis-jenis plastik berikut ini

    Jika tidak mendapatkan elemen-elemen yang sesuai untuk proses penguraiannya dan masih diproses dengan cara dibuang di bak sampah tertutup bersama materi anorganik lainnya atau hanya dibiarkan menumpuk di TPA atau lautan, bioplastik kemungkinan besar masih akan menumpuk di alam lebih lama dari yang seharusnya.

    Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa penguraian bioplastik juga bisa melepaskan gas metan (CH4) ke udara yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menyebabkan penipisan lapisan ozon. 

    Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu ada sistem khusus yang harus disediakan lebih dahulu oleh agen daur ulang dan pemerintah, jika bioplastik akan diproduksi secara masif untuk menggantikan plastik sintetik polimer (baca juga sejarah plastic polimer di sini). 

    Baca: Tak hanya plastik seklai pakai, styrofoam harusnya juga dilarang

    Karena itu penerapan konsep 3R (Reduce-Reuse-Recycle) tetap memegang peran penting untuk mengurangi sampah.

    Selalu bijak dalam memilih material dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan berulang kali penting dilakukan sebelum mengambil langkah daur ulang. 

    Jika kamu penasaran di mana bisa membeli bioplastik dan berapa harganya, ikuti di tulisan tentang plastik di 7cloud.asia edisi selanjutnya.   

     

    Referensi: https://waste4change.com/blog/bioplastik/