Blog

  • Sudah Ketinggalan Jaman, Pengelolaan Sampah dengan Ditimbun Harus Segera Diakhiri

    Sudah Ketinggalan Jaman, Pengelolaan Sampah dengan Ditimbun Harus Segera Diakhiri

    7cloud.asia – Pengelolaan sampah secara konvensial dengan hanya menitikberatkan pada pemrosesan akhir melalui fasilitasi landfill sudah saatnya ditinggalkan. 

    Pengelolaan sampah dengan cara ini terbukti telah memicu banyak masalah seperti longsoran sampah yang memakan korban, kebakaran serta emisi gas metana dan sejumlah masalah lainnya. 

    “Beban tempat pemrosesan akhir yang berat, membuat pengelolaan sampah menjadi tidak optimal dan berpotensi untuk menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran lingkungan, longsor sampah, dan juga perubahan iklim dikarenakan emisi gas metana dari timbunan sampah di landfill,” kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

    Saat berbicara workshop Pengelolaan Sampah dalam rangka Pengendalian Perubahan Iklim, Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Rakyat di Bandung (7/6/2023), Vivien memaparkan sebagian besar kota di Indonesia masih mengelola sampahnya secara konvensional.

    Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, hingga tahun 2022, sebanyak kurang lebih 65,83% sampah di Indonesia masih diangkut dan ditimbun di landfill.

    Untuk itu Vivien menekankan, pentingnya dilakukan berbagai upaya pembenahan yang komprehensif dari hulu ke hilir dalam rangka menuntaskan masalah pengelolaan sampah di Indonesia.

    Baca: Perlu kerjasama pemerintah-produsen dan konsumen untuk kelola sampah

    Salah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah dan pelibatan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

    Saat ini pemerintah terus mendorong optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik, pengolahan sampah menjadi RDF, SRF, dan biogas serta pengolahan sampah melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF).

    Saat ini jumlah pengelolaan sampah secara modern ini ini masih bisa dihitung dengan jari. namun diharapkan sistem pengelolaan sampah secara modern ini dapat dipraktikkan oleh seluruh daerah di Indonesia.

    Baca: Cek lokasi bank sampah dengan menggunakan aplikasi ini

    “Penerapan berbagai opsi teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah ke TPA dan ke depannya hanya residu yang diangkut ke TPA,” tambah Vivien.

     

    Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2022, capaian kinerja pengelolaan sampah nasional adalah 66,58%, yaitu melalui 18,63% pengurangan sampah dan 47,95% penanganan sampah.

    Data tersebut menggambarkan bahwa masih terdapat 33,42% sampah di Indonesia yang belum terkelola dengan baik dan benar.

    “Kondisi tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pemerintah daerah, produsen, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih 2025 dengan 100% sampah terkelola dengan baik dan benar,” tandas Vivien.

    Baca: Seperti ini dampak sampah makanan pada lingkungan

    Vivien turut mengajak agar semua pihak terus menggalakkan berbagai langkah dan upaya untuk mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif agar lingkungan sehat.

    Sebagai bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023, pentingnya dilakukan pembersihan plastik di pantai-pantai, kawasan konservasi, bantaran sungai, tempat-tempat umum sehingga dapat memperkuat budaya kehidupan berkelanjutan.

    “Karena, sebagai negara dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan dan pendekatan modern inovatif menuju negara yang lebih bersih, hijau dan bebas plastik,” pungkasnya.

  • Aksi Gerebek Jumantik: Langkah Sederhana Berdampak Besar untuk Lingkungan

    Aksi Gerebek Jumantik: Langkah Sederhana Berdampak Besar untuk Lingkungan

    7cloud.asia – Sekelompok perempuan dengan mengenakan seragam Jumantik dan menenteng kantung plastik tampak menyusuri jalanan di Malaka Jaya, Klender Jakarta Timur.

    Sambil bergurau, mata mereka awas memantau genangan air. Jika ditemui sampah yang bisa memicu genangan air seperti kaleng, botol, ember bekas dan sebagainya maka tanpa segan mereka memungutnya. 

    Para perempuan ini adalah juru pemantau jentik atau Jumantik di wilayah Malaka yang sedang melakukan Gerebek Jumantik.

    Tugas para jumantik ini adalah melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang merupakan biang penularan penyakit demam berdarah dengue atau DBD. 

    Baca: Pemkab Bangli bersihkan danau Batur dengan menggunakan eco enzyme

     

    Dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk, para jumantik di lingkungan wilayah Malaka Jaya Jakarta Timur berpegang pada pepatah kebersihan adalah sebagian dari iman.

    Mereka tak hanya berusaha mencegah merebaknya penyakit demam berdarah, tapi juga menjaga lingkungan sekitar agar bersih dan nyaman melalui gerakan jumantik peduli lingkungan

    Awalnya, gerakan ini bernama SETIA (Sigap Eliminasi Tempat Indukan Aedes) yang dicetuskan pada 2018 oleh Nurliyanto.

    Seiring waktu berjalan, gerakan ini pun diubah oleh pria yang tercatat sebagai petugas senetarian Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur ini menjadi jumantik peduli lingkungan atau JPL.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya dengan baik

    Jumantik peduli lingkungan tak hanya bertujuan memberantas nyamuk, tapi juga membersihkan lingkungan di sekitar Malaka Jaya.

    “Manfaat jumantik peduli lingkungan untuk memutus mata rantai kehidupan si nyamuk. Jadi sebelum menjadi nyamuk, tempat-tempat seperti plastik atau gelas-gelas air mineral yang dibuang sembarangan, sudah kita ambil duluan,” jelas lelaki yang biasa disapa Nurly, di sela-sela acara grebek jumantik Jumat lalu.

    Upaya ini, menurutnya, dilakukan untuk mencegah genangan bila saat turun hujan, karena genangan ini menjadi tempat berbiaknya nyamuk.

    “Karena kan, gelas plastik atau tampungan-tampungan yang dibuang itu akan menampung air, dan disitu akan menjadi sarang jentik dan menjadi wadah yang membuat jentik menjadi makin banyak,” paparnya.

    Baca: Cara unik masyarkat Bali dalam mengelola sampah

    Itu sebabnya saat kader jumantik melakukan psn diwajibkan membawa kantung plastik atau karung untuk mengambil wadah-wadah itu agar dapat mencegah perkembangbiakan jentik.

    Dari wadah itu pun, kader bisa pula mengelola dan mengirimkannya ke bank sampah atau didaur ulang.

    “Dari daur ulang sendiri kader jumantik kan, jadi punya uang kas atau income dan bisa dibeli oleh bank sampah. Nah uangnya bisa dikelola oleh kader sendiri misalnya bila ada posyandu, dari uang limbah itu bisa dimanfaatkan untuk makanan tambahan balita, beli baju seragam jumantik atau untuk refereshing,” pungkasnya.

    Manfaat dari jumantik peduli lingkungan ini sangat dirasakan warga kelurahan Malaka Jaya. Kasus demam berdarah yang dulu sering merebak di wilayah padat penduduk ini kini jauh berkurang.

    “Ahamdulillah, lingkungan kita bersih dan baik. Dan Alhamdulillah jumantik juga sudah bekerja dengan baik,” kata Lurah Malaka Jaya, Asianto, bangga.

    Baca: Mengenal budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    Sementara itu Korlap Jumantik RW 04 kelurahan Malaka Jaya, Sugiarti Anggraeni mengakui adanya manfaat dari JPL, lantaran aksi ini bisa menjadi uang kas bagi para kader jumantik.

    Namun di sisi lain, ia mengkhawatirkan bila kegiatan jumantik tersebut akan mengurangi pendapatan pemulung yang memang bekerja di wilayah tersebut.

    Namun demikian, aksi jumantik ini patut didukung untuk mencegah merebaknya demam berdarah sekaligus untuk membenahi pengelolaan sampah di lingkungan perumahan.

  • Pengalaman Joshua Becker 15 Tahun Jalani Gaya Hidup Minimalis

    Pengalaman Joshua Becker 15 Tahun Jalani Gaya Hidup Minimalis

    7cloud.asia – Akhir Mei lalu, genap 15 tahun Joshua Becker yang selama ini dikenal sebagai penganjur minimalisme menjalani gaya hidup minimalis.

    Berikut tulisan Joshua Becker yang merekam pengalamannya sebagai penganut gaya hidup minimalis yang dituangkannya dalam blognya “Menjadi Minimalis” yang diterima 7cloud.asia pada akhir Mei lalu.

    Gaya hidup minimalis disebut Joshua Becker telah mengubah hidupnya secara drastis. 

    Di dunia yang terus-menerus menyerukan “lebih banyak lebih baik”, gagasan untuk memiliki lebih sedikit dengan sengaja seperti yang dianjurkan gaya hidup minimalis, sebut Joshua Becker, adalah budaya tandingan.

    Seolah-olah minimalisme dan gaya hidup minimalis adalah jalan sunyi yang harus diperjuangkan di tengah kebisingan.

    “Bagi saya, itu adalah percakapan dengan tetangga saya. Bagi yang lain, itu adalah orang tua, teman, atau bahkan blog Menjadi Minimalis ini,” tambah Joshua Becker

    Baca: Lepaskan beban dengan jalani gaya hidup minimalis

    Namun terlepas dari bagaimana seseorang mengenal dan diperkenalkan pada gaya hidup minimalis, jalan hidup ini sedikit banyak telah mengubah hidup seseorang.

    “Selama 15 tahun terakhir ini merupakan perjalanan pembelajaran, pemahaman, dan pertumbuhan bagi saya,” tulis Joshua Becker.

    Joshua Becker ingin merayakan ulang tahun ini dengan membagikan sejumlah pelajaran yang telah diajarkan gaya hidup minimalis pada dirinya selama 15 tahun terakhir. 

    Berikut beberapa di antaranya:

    1. Kekuatan “memiliki lebih sedikit”
    Masyarakat kita sering menyamakan lebih banyak dengan lebih baik, mendorong kita untuk mengumpulkan banyak hal untuk mengejar kebahagiaan.  Pesan mendasar yang sering disampaikan adalah produk ini akan meningkatkan kehidupan kita.

    Pelajaran paling mendalam yang diajarkan gaya hidup minimalis adalah memiliki lebih sedikit harta benda tidak hanya membuat ruang fisik saya berantakan, tetapi juga memungkinkan saya untuk mengarahkan sumber daya saya yang berharga (dan terbatas) ke hal-hal yang penting.

    2. Kekayaan nyata tidak dirasakan.
    Ada lebih dari satu definisi kata kekayaan. Merriam Webster menawarkan tiga hal yakni kelimpahan harta, pasokan berlimpah dan properti yang memiliki nilai tukar.

    Saat kebanyakan orang memikirkan kata kekayaan, mereka mendefinisikannya (dan biasanya menginginkannya) dalam hal sumber daya keuangan atau material.

    Tetapi ada hal lain di dunia yang harus kita inginkan dalam “persediaan yang melimpah:” hubungan, cinta, iman, dan dampak semuanya muncul di benak kita.

    Sering, upaya mengejar materi membuat pengejaran lainnya kurang. Jadi ketimbang mengejar materi saya lebih memilih kekayaan dalam hubungan, iman, dan cinta. gaya hidup minimalis membantu saya melihatnya lebih jelas dari sebelumnya.

    3. Konten tidak dapat dibeli.
    Masyarakat sering memberi tahu kita bahwa kita akan lebih bahagia jika kita memiliki hal seperti televisi, media sosial, atau majalah hiburan. 

    Tetapi pengejaran yang tak berujung hanya membuat kita merasa hampa dan tidak puas. Lemari, garasi, dan unit penyimpanan kami yang terlalu berantakan menjadi bukti nyata rasa tidak puas yang berkelanjutan.

    “Gaya hidup minimalis mengajari saya bahwa kepuasan sejati tidak dapat dibeli di toko. Anda harus menemukannya di tempat lain”

    4. Kekayaan dari memberi.
    Saat berlomba untuk mengumpulkan, kita sering mengabaikan kegembiraan memberi.

    Kemurahan hati adalah sesuatu yang kita inginkan untuk menjadi diri kita sendiri. Namun, ketika 80% dari kita percaya bahwa kita akan bahagia jika kita memiliki lebih banyak uang, kekayaan yang ditemukan dalam memberi jarang dianggap sebagai sumber kebahagiaan abadi.

    “Selama 15 menjalani gaya hidup minimalis, saya telah belajar bahwa kemurahan hati bukan hanya produk samping dari minimalis—tetapi juga bisa menjadi sumber kehidupannya. Ini adalah bentuk kekayaan yang tidak hanya memperkaya penerima tetapi juga pemberi.”

    5. Membandingkan akan mencuri kebahagiaan.
    Satu hal yang saya pelajari selama 15 tahun adalah bahwa jika kita tidak membandingkan kepemilikan fisik kita dengan tetangga kita, kita akan menemukan hal lain untuk dibandingkan.

    gaya hidup minimalis tidak serta merta menghilangkan kecenderungan tersebut. Namun, minimalisme memungkinkan saya untuk membandingkan satu hal lebih sedikit dengan orang lain.

    Dan perlahan, saya belajar untuk lebih sering bekerja sama dan mendukung daripada membandingkan.

    6. Minimalisme adalah perjalanan seumur hidup.
    Membenahi bukanlah aktivitas satu kali lalu selesai, tetapi proses yang berkelanjutan. Jadi setelah 15 tahun, saya tetap berproses menjadi minimalis. Saya lebih suka menggunakan ungkapan “menjadi minimalis”. Karena konsumerisme tidak hilang, begitu pula hidup tidak berubah.

    Minimalisme adalah perjalanan seumur hidup untuk membuat keputusan sadar yang selaras dengan nilai-nilai kita.

    7. Intensionalitas adalah kunci kebahagiaan.
    Pada intinya, minimalisme adalah tentang intensionalitas.

    Ini tentang menyelaraskan sumber daya hidup kita dengan nilai-nilai terbesar kita—dan menghilangkan gangguan apa pun yang menjauhkan kita darinya.

    Minimalisme, pada dasarnya, adalah tentang memilih apa yang harus dibiarkan dan apa yang harus dilepaskan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang harus dikejar dan apa yang harus dilepaskan.

    8. Minimalisme memicu pertumbuhan spiritual.
    Iman pribadi saya telah membentuk landasan yang kaya untuk cara saya berpikir

    Demikian pula, minimalisme dan gaya hidup minimalis telah membawa kedalaman dan pemahaman yang lebih besar pada keyakinan pribadi saya. 

    Keyakinan bukanlah topik yang saya bicarakan dengan sangat spesifik di sini di Menjadi Minimalis, ada tempat lain di mana saya melakukan itu.

     

  • Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    7cloud.asia – Konser-konser Coldplay yang selama ini diselenggarakan di beberapa negara selalu mengedepankan konsep keberlanjutan atau ramah lingkungan.

    Dikutip dari web resminya, manajeman Coldplay berjanji untuk mengurangi emisi karbon selama tur lebih dari 50 persen, dibanding dengan tur mereka sebelumnya pada kurun 2016-2017.

    Coldplay, selama ini banyak menggandeng perusahaan yang memiliki inisiatif ramah lingkungan, untuk sebanyak mungkin mengurangi dampak dan emisi karbon yang dihasilkannya.

    Baca: Cara Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

    Untuk penerbangan misalnya, manajemen Coldplay selalu mensyaratkan sustainable aviation fuel (SAF). Penerbangan ramah lingkungan ini digunakan untuk semua penerbangan, baik untuk anggota band, kru, hingga pengiriman logistik Coldplay.

    Untuk itu, Coldplay akan membayar biaya tambahan untuk menggunakan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan atau berkelanjutan.

    Ini merupakan bentuk komitmen Coldplay untuk mengurangi gas rumah kaca di sektor transportasi dan juga penggunaan energi terbarukan untuk melistriki konsernya.

    Baca: Sepatu daur ulang milik vokalis Coldplay harganya puluhan juta

    Sementara, saat konser berlangsung di Istora Senayan pada 15 November 2023 mendatang, Coldplay akan memasang lantai kinetik di beberapa lokasi sehingga tarian para penonton dapat diubah menjadi energi yang akan menghidupkan pertunjukan Coldplay.

    Selain itu, gelang LED yang dikenakan oleh penonton sebagai bagian dari pertunjukan Coldplay akan dibuat dari 100 persen bahan nabati yang dapat dikomposkan.

    Dan masih banyak lagi aksi-aksi untuk mengurangi emisi yang dilakukan Coldplay dalam tur keliling dunianya yang diberi tajuk “Music of the Spheres World Tour”, termasuk turnya di Jakarta.

    Baca: Kejutan BTS di Ulang Tahunnya yang ke-10

    Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti berharap apa yang dilakukan Coldplay ini juga dilakukan pemusik tanah air. 

    “Saya berharap para musisi di Indonesia dapat melakukan hal yang serupa,” ujar Dyah Roro dalam keterangan tertulis kepada media, sebagaimana dikutip Parlementaria akhir Mei lalu.

    Baca: Tika Bisono ajak Iluni sebarkan virus ramah lingkungan

    Diungkapkan Dyah Roro, selain dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi kreatif bangsa, langkah Coldplay tersebut juga sekaligus menjaga bumi dan menerapkan prinsip ramah lingkungan. 

    “Banyak sekali langkah lainnya yang mereka terapkan dan menurut saya ini patut untuk diapresiasi dan dicontoh para musisi Indonesia,” tambahnya. 

    Dyah Roro menjelaskan, keberlanjutan bisnis sudah bukan lagi masa depan, namun dapat diterapkan mulai dari sekarang agar mampu mewujudkan masa depan yang juga berkelanjutan.

  • Ibadah Haji Sudah Ada Sebelum Islam Berkembang, Seperti Ini Sejarahnya

    Ibadah Haji Sudah Ada Sebelum Islam Berkembang, Seperti Ini Sejarahnya

    7cloud.asia – Bisa menjalankan ibadah haji menjadi mimpi mayoritas umat Islam di dunia, termasuk umat Islam di Indonesia.

    Meski hanya diwajibkan kepada orang Islam yang mampu, ibadah haji diyakini sebagai penyempurna rukun Islam.

    Namun, tahukah kamu bahwa ibadah haji sudah dilakukan bangsa Arab jauh sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul dan lentas menyebarkan agama Islam.

    Sejak berabab-abad lamanya Ka’bah sudah menjadi tempat yang dipercaya sebagai tempat suci oleh masyarakat Arab.

    Ka’bah menjadi tempat bangsa Arab Jahiliah untuk meletakkan berhala mereka dan melakukan sesembahan di sana. Setelah Islam datang, Ka’bah dibersihkan dari berhala-berhala mereka itu.

    Baca: Ratusan calon haji batak berangkat ke tanah suci karena tak bisa lunasi ONH

    Lalu jika sudah dilaksanakan sejak dahulu, bagaimana pelaksanaan ibadah haji sebelum Islam datang?

    Ibadah haji adalah ibadah yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim. Ibadah ini sebagai bentuk pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh makhluk.

    Dilansir bincangsyariah.com, ibadah haji sebelum datangnya Islam tercantum dalam surat al-Hajj ayat 26-27:

    وَإِذۡ بَوَّأۡنَا لِإِبۡرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلۡبَيۡتِ أَن لَّا تُشۡرِكۡ بِي شَيۡ‍ٔٗا وَطَهِّرۡ بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ٢٦ وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالٗا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٖ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٖ ٢٧

    Artinya: 

    26. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku´ dan sujud.

    27.Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.

    Baca: Ritual thudong, saat para bikhu berjalan ribuan kilometer untuk ziarah

    Ayat ini diarahkan kepada Nabi Ibrahim dan diperintahkan untuk umatnya agar melaksanakan haji dengan mengunjungi baitullah sebagai pengakuan atas Ketuhanan Allah.

    Namun seiring berjalannya waktu, ibadah haji menjadi ternodai. Ia tak lagi menjadi ibadah yang mengakui Allah sebagai Tuhan, tetapi justru menjadi bentuk kemusyrikan yang dilakukan oleh orang-orang Arab Jahiliyah.

    Kaum Quraisy dan orang-orang sekitarnya memang mengkultuskan Ka’bah dan melakukan ibadah haji, tapi dalam bentuk dan wujud kemusyrikan, menyekutukan Allah.

    Setelah Nabi Muhammad diutus oleh Allah sebagai utusanNya, ibadah haji kemudian disyariatkan menjadi kewajiban umat Islam dengan menghilangkan beberapa ritual yang dilaksanakan oleh umat sebelumnya dan mempertahankan sebagian lainnya.

    Baca: Tradisi Seba, saat masyarakat Badui tunjukkan kesetiaannya pada penguasa

    Sebagian ritual dalam ibadah haji yang diubah adalah tentang pelaksanakaan wuquf:

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ قُرَيْشٌ وَمَنْ دَانَ دِينَهَا يَقِفُونَ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَكَانُوا يُسَمَّوْنَ الْحُمْسَ وَكَانَ سَائِرُ الْعَرَبِ يَقِفُونَ بِعَرَفَةَ فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتِيَ عَرَفَاتٍ فَيَقِفَ بِهَا ثُمَّ يُفِيضَ مِنْهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ { ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ }

    Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [bapaknya] dari [Aisyah] radliallahu ‘anha, ia berkata; Kaum quraisy dan orang-orang mengikuti ajarannya, mereka melakukan wuquf di Muzdalifah, dan mereka menamakannya Al Hums. Adapun seluruh kabilah Arab, mereka semua melakukan wuquf di Arafah, dan ketika agama Islam datang, Allah ‘azza wajalla menyuruh NabiNya untuk mendatangi arafah dan melakukan wuquf padanya, lalu keluar darinya dengan segera. Dan itulah yang ditunjukkan firman ‘azza wajalla; “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) …”.

    Bahkan, ibadah haji sebelum Islam datang dilaksanakan dengan ritual yang bodoh dan sangat keji. Seperti pelaksanaan Thawaf dengan telanjang dan pembedaan kelas manusia dengan pemberian baju hanya bagi orang-orang tertentu.

    Islam sebagai agama mengajarkan pada umatnya untuk tak membedakan kelompok manapun dan mengajarkan untuk bersikap menghargai perbedaan. Ibadah haji mengajarkan umatnya untuk tidak bersikap rasis.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah ada sejak jaman Majapahit

    Tercatat dalam sebuah hadits Nabi:

    حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ عُرْوَةُ كَانَ النَّاسُ يَطُوفُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ عُرَاةً إِلَّا الْحُمْسَ وَالْحُمْسُ قُرَيْشٌ وَمَا وَلَدَتْ وَكَانَتْ الْحُمْسُ يَحْتَسِبُونَ عَلَى النَّاسِ يُعْطِي الرَّجُلُ الرَّجُلَ الثِّيَابَ يَطُوفُ فِيهَا وَتُعْطِي الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ الثِّيَابَ تَطُوفُ فِيهَا فَمَنْ لَمْ يُعْطِهِ الْحُمْسُ طَافَ بِالْبَيْتِ عُرْيَانًا وَكَانَ يُفِيضُ جَمَاعَةُ النَّاسِ مِنْ عَرَفَاتٍ وَيُفِيضُ الْحُمْسُ مِنْ جَمْعٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِي الْحُمْسِ ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ

    Artinya: Telah menceritakan kepada kami Farwah bin Abu Al Maghra telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Mushir dari Hisyam bin ‘Urwa ,’Urwah berkata: “Pada masa Jahiliyah orang-orang melakukan thawaf dengan telanjang kecuali Al Humus dan istilah Al Humus adalah orang-orang Quraisy dan keturunan mereka. Dahulu Al Humus membeda-bedakan manusia, diantara kaum lelakinya ada yang memberi pakaian kepada kaum lelaki sehingga dia thawaf mengenakan pakaian, begitu juga diantara wanitanya memberi pakaian kepada para wanita sehingga dia thawaf dengan pakaian itu.

    Baca: Seperti ini perang gender di Korea Selatan

    Sedangkan bagi orang yang tidak diberi pakaian oleh Al Humus (quraisy) maka dia thawaf dengan telanjang. Rambongan orang-orang biasanya bertolak dari ‘Arafah sedangkan Al Humus (quraisy) dari Jama’, atau Muzdalifah. Dia berkata; bapakku telah mengabarkan kepada saya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha[ bahwa ayat ini (QS Al Baqarah ayat 199) turun tentang Al Humus (yang artinya):

    (“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang banyak”). ‘Urwah berkata: “Awalnya mereka selalu bertolak dari Jama’, kemudian diperintahkan bertolak dari ‘Arafah”. (HR. Bukhari)

    Setelah Islam datang, haji kemudian menjadi ibadah yang murni ditujukan kepada Allah dan tanpa pembedaan kelas manusia.

    Tidak ada lagi tradisi-tradisi yang tidak mencerminkan kemanusiaan dan mencerminkan hal-hal tabu. Islam adalah agama yang membawa nilai-nilai luhur bagi pemeluknya dan bahkan bukan pemeluknya.

     

  • Kaesang Pangarep Siap Jadi Depok Pertama, Ini Reaksi PKS dan PDIP

    Kaesang Pangarep Siap Jadi Depok Pertama, Ini Reaksi PKS dan PDIP

    7cloud.asia – Putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep akhirnya memberikan jawaban terkait pencalonan dirinnya menjadi orang nomor satu di Kota Depok, alias calon walikota Depok Jawa Barat. 

    Dalam video berjudul “Klarikasi, Saya Buka Suara” di kanal YouTube Kaesang Pangarep by GK Hebat, suami dari Erina Gudono itu menyampaikan bahwa dirinya siap untuk maju sebagai Depok pertama.

    “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Syalom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Saya Kaesang Pangarep, saya sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga saya. Insya Allah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama. Mohon dukungannya, merdeka!” ujar Kaesang Pangarep, dikutip dari video tersebut, Sabtu (10/6/2023).

    Baca: Pahlawan lingkungan Greta Thunberg berjuang sejak usia muda

    Meski ucapan Kaesang Pangarep ini masih multitafsir, namun banyak pihak menilai ini menyiratkan kesediaan Kaesang menjadi calon walikota Depok. 

    Wacana Kaesang Pangarep menjadi calon wali kota Depok pertama kali dilontarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dukungan PSI dinyatakan  dengan pemasangan baliho raksasa di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, salah satu jalur penghubung utama dari Depok menuju Jakarta.

     Di baliho tersebut bertuliskan “PSI Menang, Walikota Kaesang” tersebut tampak foto Kaesang Pangarep yang tengah memegang bunga mawar dan logo PSI.

    Baliho ini sontak menjadi perbincangan warga Depok. PSI sendiri menyebut dukungan untuk Kaesang Pangarep menjaid balon walikota Depok ini serius dan bukan guyonan.

    Baca: Enam nama dikaji jadi calon pendamping Ganjar Pranowo

    Selama lima periode ini Kota Depok menjadi wilayah kekuasaan Partai Keadilan Sejahtera. Namun, keberhasilan PKS ini juga menuai kritik.

    Pasalnya selama 5 periode atau sekitar 25 tahun berkuasa, para kader PKS yang terpilih tidak menunjukkan kinerja yang jauh dari kata memuaskan. 

    Tidak sedikit warga Depok yang menilai Depok adalah kota autopilot, karena Pemkotnya tidak bekerja. 

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyambut baik wacana anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep yang menyatakan siap menjadi “Depok pertama”.

    Baca: Internal PAN cenderung dukung Ganjar Pranowo-Erick Thohir

    Menurut Mardani, anak muda seperti Kaesang Pangarep sangat baik untuk terjun di dunia politik.

    “Monggo, Mas Kaesang dan yang lain, anak muda mau masuk politik, bagus, politik perlu darah muda,” kata Mardani, Minggu (11/6/2023).

    Kendati mendukung anak muda untuk turut berperan, Mardani mengingatkan pentingnya kualitas diri sebelum benar-benar maju di dunia politik.

    Anggota Komisi II DPR ini memandang, kualitas diri sangat diperlukan agar perannya bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara.

    “Tapi ingat, perlu kualitas dan integritas dan kadang-kadang jalan panjang mulai dari bawah itu akan membuat orang menjadi bijak, jadi, monggo Mas Kaesang dan lain-lain,” kata Mardani.

    “Welcome to the jungle dan kita hidupkan politik yang sehat, politik yang bernilai, politik yang berprinsip, dan politik untuk rakyat,” tuturnya.

    Baca: PPP ingin Sandiaga Uno dampingi Ganjar Pranowo

    Lantas seperti apa respon PDI-P terkait pencalonan Kaesang Pangarep menjadi walikota Depok? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan dalam menentukan calon partainya menerapkan mekanisme kaderisasi bagi siapa pun yang ingin maju menjadi calon kepala daerah.

    “Ya bagi PDI Perjuangan (PDIP) siapa pun yang akan menjadi calon kepala daerah, termasuk misalnya Mas Kaesang Pangarep, dan sebelumnya Mas Gibran. Partai menerapkan mekanisme kaderisasi,” ujar Hasto kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/6/2023).

    Dia menyebut PDIP memiliki sekolah partai yang diawaki para pengajar dari tokoh politik seperti Tri Rismaharini, Pramono Anung dan Azwar Anas.

    Jadi, jika memang Kaesang Pangarep serius menjadi balon walikota Depok, maka ia harus mulai menentukan pilihannya mulai sekarang. Apakah maju bersama PSI atau bersama PDIP seperti bapak dan kakaknya. 

     

  • DemiBumi Ada Karena Planet Bumi adalah Titipan dari Generasi Masa Depan

    DemiBumi Ada Karena Planet Bumi adalah Titipan dari Generasi Masa Depan

    7cloud.asiaSemua berawal dari sebuah cerita tentang kondisi yang mengancam planet Bumi. Karena kerusakan lingkungan dan perubahan iklim maka Bumi terancam tenggelam.

    Mendengar cerita tentang Bumi itu, putri Jessica Halim yang saat itu masih berusia 4 tahun menangis tersedu-sedu. Ia ketakutan dan khawatir akan masa depannya.

    Dari kejadian ini Jessica memutuskan untuk tidak tinggal diam dan tergerak untuk melakukan sesuatu demi menjaga Bumi yang lestari. Hingga kemudian lahirlah DemiBumi. 

    Untuk menggerakkan DemiBumi, Jessica yang sebelumnya berprofesi sebagai grafis desainer itu menggandeng temannya, Juliana.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Awal mula berdirinya DemiBumi adalah misi pribadi duo Jessica-Juliana untuk mengurangi sampah rumah tangga sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melestarikan bumi untuk generasi mendatang.

    DemiBumi yang awalnya adalah proyek pribadi, kini telah berubah menjadi sebuah industri rumah tangga sekaligus gerakan untuk melestarikan lingkungan.

    DemiBumi kini tak hanya menghasilkan beragam produk ramah lingkungan, tapi telah berkembang menjadi sebuah gerakan edukasi untuk mengubah pola pikir bahwa sampah adalah bahan atau material untuk produk baru.

    Baca: Yuk beralih ke bioplastik yang lebih ramah lingkungan

    DemiBumi mengenalkan pola pikir untuk memanfaatkan sumber daya alam seefektif mungkin dan sebanyak mungkin menghindari produk yang terbuat dari plastik.

    DemiBumi mengolah beragam sampah menjadi beragam produk. Botol bekas wine misalnya yang dulu dibuang begitu saja, di tangan DemiBumi diubah menjadi gelas minuman. Kain perca atau pakaian bekas diubah menjadi tas belanja ataupun cepol.

    Yang pasti, DemiBumi terus mengajak warga untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola sampah yang dihasilkannya.

     

    “Mengurangi sebanyak mungkin pemakaian plastik sekali pakai yang menghasilkan sampah yang tidak bisa terurai dan mengotori tanah dan lautan,” ujar Jessica saat berbicara di acara World Environment Day 2023 bertajuk “Solution to Plastic Pollution, Collaboration Action Center ILUNI UI” pada Sabtu (3/6/2023) lalu.

    DemiBumi percaya, Bumi yang kita tinggali adalah pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dan dipelihara untuk dikembalikan kepada mereka dalam kondisi yang baik.

    Baca: 6 cara asyiik kurangi sampah plastik

    Lewat produk yang dihasilkannya, DemiBumi membantu mengedukasi masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya memulai kesadaran akan kehidupan yang berkelanjutan.

    Jessica menambahkan, sebuah perubahan besar hampir selalu berawal dari individu-individu yang kemudian menular ke masyarakat di sekitarnya yang selanjutnya menjangkau masyarakat yang lebih luas dan lebih banyak.

    Kesadaran untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan ini dipraktekkan Jessica mulai dari rumahnya sendiri. Di kediaman Jessica, tempat sampah dipisahkan menjadi enam jenis.

    Dengan cara ini secara tidak langsung orang-orang yang tinggal ataupun tamu yang datang ke rumah Jessica akan diajak memilah sampah.

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke pembalut kain

    Jessica juga tak segan ‘memamerkan’ kebiasaan memilah sampah saat berada di tempat publik. Dan ternyata, cara ini cukup ampuh untuk mengajak masyarakat untuk sadar memilah sampah.

    “Dengan kita mengubah diri sendiri kita bisa membuat orang di sekitar kita juga berubah,” imbuh Jessica.

    Untuk gaya hidup ramah lingkungan ini, Jessica mengaku banyak belajar dari masyarakat adat yang menurutnya sangat mandiri dalam memenuhi kebutuhan mereka.

    Masyarakat adat, ujar Jessica, sangat cerdas memanfaatkan kekayaan alam tanpa harus merusaknya.  

    Baca: Langkah sederhana mengelola sampah rumah tangga

    Proyek DemiBumi

    Setelah lima tahun berjalan, kini DemiBumi berhasil menghasilkan beragam produk. DemiBumi juga gencar memperkenalkan beragam produk rumah tangga ramah lingkungan, seperti pembalut kain, loofah, sampo alami dan sebagainya.

    DemiBumi juga tak segan membagikan ilmunya tentang kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, serta mendaurulang sendiri sampah dan limbah rumah tangga dan memproduksi produk alami kepada masyarakat.

    “DemiBumi fokus pada pendidikan, karena tidak ada yang mengajari kami tentang proses sampah kami sejak di sekolah,” tandas Jessica.

    DemiBumi juga aktif mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi produk-produk yang bermanfaat. 

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

    DemiBumi juga gencar mengajarkan urban farming alias bertani di lahan sempit di kawasan perkotaan.

    Tak berhenti di situ, DemiBumi juga menyisihkan pendapatannya untuk pengembangan segala hal yang berkaitan dengan gaya hidup dan produk ramah lingkungan yang diberi nama Thank You Project. 

    “Thank You Project sebagai solusi produk untuk mendanai penelitian, edukasi, pengembangan, dan inovasi solusi produk ramah,” terang Jessica.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Ketahui Usia Reproduksi Terbaik pada Perempuan

    Ketahui Usia Reproduksi Terbaik pada Perempuan

    7cloud.asia – Usia 33 tahun menjadi waktu reproduksi atau masa kesuburan terbaik perempuan karena setelah itu cadangan ovarium akan semakin menurun.

    Sementara Undang-undang Perkawinan menentukan batas minimum pernikahan untuk perempuan adalah 18 tahun. Sedangkan perempuan dianjurkan mulai hamil sekitar usia 20 tahun ke atas, itu adalah masa-masa yang sangat baik untuk reproduksi. 

    “Golden age (masa keemasan)  reproduksi 33 tahun, lalu akan menurun dengan meningkatnya usia,” ujar Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi dr Mila M, Sp.OG(K), FER, PhD dalam Instagram Live RSCM Kencana, seperti dikuti Antaranews Maret lalu.  ​

    Baca: Olah raga sore hari efektif turunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2

    Mila yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo mengatakan, seorang perempuan dilahirkan dengan cadangan ovarium atau sel telur dengan jumlah yang tetap dan tidak akan bisa bertambah sepanjang usia reproduksi perempuan. 

    Cadangan ovarium mengacu pada jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan, yang sangat erat kaitannya dengan potensi reproduksi.

    Saat lahir, perempuan mempunyai sekitar dua juta sel telur, lalu menjelang pubertas atau akan menstruasi jumlahnya menjadi sekitar 450.000 hingga 500.000.

    Baca: Peran kondisi lingkungan terhadap penyembuhan pasien asma

    Saat menstruasi, sebanyak 1.000 sel telur akan ikut dalam proses menstruasi walaupun hanya ada satu yang akan berovulasi.

    Dengan demikian, sambung Mila, setiap bulan bahkan per tahun cadangan ovarium seorang perempuan pasti akan semakin menurun dan ini akan terus berlanjut dan mempengaruhi kemampuan reproduksi mereka.

    Inilah sebabnya semakin tinggi usia perempuan maka semakin turun jumlah cadangan ovariumnya atau kemampuan reproduksi mereka.

    Data menunjukkan, pada usia 37 tahun cadangan telur tersisa sekitar 25.000.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental 

    “Kalau sudah 35 tahun atau 40 tahun kita harus berhati-hati karena yang berkurang bukan hanya masalah jumlah, tetapi, juga kualitasnya akan sangat terpengaruhi dengan makin meningkatnya usia,” ujar Mila.

    Selain usia, ada juga sejumlah faktor yang dapat menurunkan cadangan ovarium yakni terkait langsung dengan kerusakan ovarium misalnya kemoterapi pada pasien dengan kanker dan adanya kista cokelat yang akan mengurangi jumlah sel telur.

    “Kista cokelat akan membunuh sel-sel telur besar sehingga terjadi pengambilan berlebihan dari sel telur yang merupakan cadangan ovarium. Makin lama dia akan makin cepat habis sehingga pada usia yang sama, pada pasien dengan endometriosis atau kista cokelat, cadangan ovariumnya lebih rendah,” kata Mila menjelaskan 

    Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk kesehatan

    Di sisi lain, stres tidak menyebabkan cadangan ovarium berkurang, tetapi, mungkin terjadinya peningkatan radikal bebas yang tinggi akan mempengaruhi kualitas sel telur.

    Mila mengingatkan pada perempuan yang hamil pada usia di atas 33 tahun, misalnya 35 tahun, ada risiko terjadinya masalah kehamilan seperti abortus atau keguguran karena dinding rahimnya kurang dipersiapkan dengan baik pada awal kehamilan dan terjadinya pre-eklampsia atau perkembangan janinnya yang terhambat.

  • Tur Museum Lokananta: Dari Gamelan hingga Musik Kekinian

    7cloud.asia – Tur museum Lokananta yang diikuti Ketua DPR Puan Maharani pada sabtu (10/6/2023) siang lalu dipandu oleh Seniman Anggit Wicaksono. Anggit adalah pengasuh Lokananta.

    Museum Lokananta didirikan pada tahun 1956 dan mendapatkan namanya dari studio rekaman Lokananta yang terletak di gedung yang sama. Lokananta kini berada di bawah asuhan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

    Museum Lokananta adalah perusahaan musik pertama dan satu-satunya milik negara yang memiliki banyak koleksi musik legendaris berformat piringan hitam maupun kaset pita.

    Tak hanya itu, Lokananta juga memiliki studio rekaman yang masih bisa digunakan hingga sekarang. 

    Studio rekaman di Lokananta masih tetap mempertahankan produksi analog untuk musik-musiknya, yaitu dengan memproduksi musik dalam format kaset pita.

    Baca: Lima museum batik yang wajib kamu kunjungi

    Puan berharap, Lokananta bisa berjaya lagi setelah diaktifkan kembali usai direvitalisasi oleh Pemerintah.

    “Museum ini, sebagai rumah bagi rekaman musik tertua di Indonesia, adalah monumen untuk keberagaman dan kreativitas yang mencengangkan dari bangsa kita,” ujarnya. 

    Lokananta kini sudah berusia hampir 70 tahun, sebuah rentang waktu panjang untuk sebuah label musik. 

    Setelah sempat mati suri, Lokananta saat ini sudah direnovasi dan tak lagi hanya menjadi sebuah museum.

    Lokananta akan dijadikan ekosistem musik bagi para seniman dengan melibatkan komunitas, mengembalikan jenama Lokananta sebagai pusat musik, termasuk rekaman dan produksi piringan hitam. 

    Puan Maharani berharap, Lokananta yang kini bangkit dari mati surinya bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda agar prestasi musik Tanah Air bisa semakin gemilang.

    Baca: Mengenal budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    Dalam tur musem siang itu, tujuan pertama Puan adalah sebuah ruangan yang menampilkan linimasa perjalanan Lokananta sejak berdiri pada tahun 1956 hingga sekarang.

    Di ruangan itu juga terdapat display set gamelan Lokananta Kyai Sri Kuncoro Mulyo. 

    Gamelan ini konon telah ada sejak jaman Pangeran Diponegoro dan diboyong ke Solo pada 1937.

    Tak jauh dari set gamelan ini ada diskografi yang merupakan koleksi piringan hitam kuno musik-musik lokal bersejarah. Tak terkecuali, diorama sejarah karya Gesang dan gramofon pertama era rilis Bengawan Solo.

    Puan terlihat sangat senang apalagi saat diputar lagu Bengawan Solo sehingga suasana semakin syahdu.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Setelahnya, Puan mengunjungi ruang pamer instalasi seni yang merupalan galeri temporer Lokananta Remastered.

    Ia menyempatkan mampir di instalasi buatan Bottlesmoker dengan set JBL era Bung Karno lalu memencet tombol yang memainkan sebuah lagu lama.

    Mengunjungi Lokananta terasa tidak lengkap jika tak melihat studio rekaman legendaris milik museum tersebut. Studio ini merupakan studio rekaman terbesar se-Indonesia. 

    Puan bahkan sempat foto di depan dapur rekaman yang terlihat dari balik kaca. Selain itu, ia juga mengunjungi kios UMKM lokal Matalokal di kompleks Lokananta, lalu ber-photobox bersama pengunjung.

    “Dengan mengunjungi tempat ini, saya berharap dapat mempertegas kembali komitmen kami dalam melindungi dan mempromosikan warisan budaya kita,” ujar Puan.

    Baca: Kota Kupang, yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis

    Puan berharap Lokananta yang sudah direnovasi bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda dan jadi simbol kebangkitan industri rekaman Indonesia.

    “Pemerintah harus melengkapi fasilitas agar Lokananta semakin menarik bagi anak-anak muda,” tutur Puan. 

    Puan menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya Indonesia. Termasuk, kata Puan, studio rekaman di Lokananta yang sangat penting dalam sejarah musik Indonesia karena telah merekam banyak karya musik, baik musik tradisional hingga kontemporer.

    Seni dan budaya adalah bagian integral dari identitas nasional kita. Mereka mengingatkan kita dari mana kita berasal dan memberikan pandangan tentang di mana kita mungkin pergi.

    “Museum Lokananta merupakan warisan budaya kita yang sangat berharga. Lokananta adalah simbol sejarah dan peradaban musik kita, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan seni dan budaya di Indonesia,” kata Puan.

    Baca: Carut marut pengelolaan museum di Indonesia

     

     

     

  • 2 Bulan Musim Kemarau Terjadi 131 Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Diminta Waspada

    2 Bulan Musim Kemarau Terjadi 131 Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Diminta Waspada

    “Kita saat ini sudah mulai berada pada awal musim kemarau di bulan Juni. Yang diwaspadai ada dua yakni kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” kata Muhari dalam diskusi disaster briefing yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (12/6/2023).
     
    Baca: Perubahan iklim sebabkan musim kemarau semakin kering
     
    Dilansir antaranews.com Grafik kejadian bencana sepekan selama 5-11 Juni 2023 tercatat ada 27 kejadian bencana, di mana tujuh di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah.
     
    Kebakaran hutan dan lahan antara lain terjadi di Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
     

    Namun ia menyatakan ada variabilitas cuaca lokal yang secara umum terjadi musim kemarau tetapi juga berpotensi banjir, sehingga harus diperhatikan pemerintah daerah (pemda).
     
    “Kita musim kemarau iya, tetapi ada daerah-daerah yang potensi banjir juga, misalnya Kabupaten Bogor mengalami kekeringan, sedangkan Kota Depok banjir. Jadi dalam satu kawasan yang tidak terlalu luas, bisa terjadi dua fenomena yang sangat berlawanan,” tuturnya.
     

     

    Meski curah hujan sudah tidak terlalu tinggi, kata dia, tetapi bisa membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan.
     
    “Misalnya ada kebakaran hutan dan lahan di Karo, Sumatera Utara, begitu meluas, ada hujan, itu terbantu, sehingga upaya-upaya pemadaman cepat terbantu oleh faktor alam,” kata Abdul Muhari.
     
    Untuk itu ia berharap tahun ini cuaca tidak terlalu kering, masih ada awan hujan sehingga ketika ada eskalasi dari kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, masih bisa berharap awan hujan bisa memadamkan karhutla atau setidaknya menjaga sumber-sumber air.
     
    “Dalam jangka panjang kita harus mencari solusi-solusi permanen, misalnya preservasi air, karena ketika musim hujan bisa kita tahan di daerah-daerah resapan air dengan vegetasi yang cukup, sehingga saat musim kemarau, air ini kemudian bisa mengalir sehingga tetap bisa mengisi embung, waduk, dan daerah resapan air yang lain,” kata Muhari.
     

     

    Muhari mengingatkan pentingnya pencegahan agar tak terjadi kebakaran hutan dan lahan parah seperti tahun 2015, di mana kerugian negara ditaksir mencapai Rp116 triliun oleh Bank Dunia.

     

    “kebakaran hutan dan lahan secara umum akan meningkatkan emisi CO2, harus kita putus, dan melihat karhutla sebagai upaya sistematis, yang paling utama adalah pencegahan, jangan sampai ada api. Karena begitu apinya sudah menjalar akan sangat sulit memadamkan,” katanya.
     
    Hingga saat ini BNPB pun telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan hujan buatan untuk menjaga daerah resapan air agar tidak kering.