Category: Uncategorized

  • Kenali Gen Alfa yang Akan Membentuk Dunia Kerja di Masa Depan

    Kenali Gen Alfa yang Akan Membentuk Dunia Kerja di Masa Depan

    Foto: shuterstudio.com

    7cloud.asia – Kita mungkin sudah akrab dengan istilah berbagai generasi yang mengisi angkatan kerja saat ini, seperti baby boomers, Gen X, Gen Y, dan Gen Z. Namun ke depan ada generasi baru, yakni Gen Alfa atau mereka yang lahir pada tahun 2010 sampai 2024.

    Gen Alfa ini akan membentuk masa depan dunia kerja dengan cara yang luar biasa. Gen Alfa ini  sangat gesit dalam berteknologi dan yang tertua di antara mereka, saat ini baru berusia sekitar 12 tahun.

    Mari berkenalan dengan Gen Alfa yang menurut lembaga penelitian McCrindle, akan mengisi 11 persen dari tenaga kerja secara global pada 2030.

    Presiden Komisaris wagely Dr. Alex Denni dalam siaran resmi, pada November lalu mengungkapkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan dalam mempersiapkan tempat kerja untuk Gen Alfa.

    “Tidak pernah terlalu dini untuk mulai berpikir tentang Gen Alfa karena ini adalah kesempatan untuk meninjau dan menjelajahi strategi SDM yang akan memberi keunggulan bagi perusahaan dalam menarik dan mempertahankan generasi ini di kemudian hari,” ujar Alex.

    Karena usia minimum untuk bekerja di Indonesia adalah 15 tahun, dengan beberapa pengecualian, seperti 13 tahun untuk pekerjaan ringan dan 18 tahun untuk pekerjaan berat atau berbahaya, Gen Alfa kemungkinan besar akan mulai mengisi tempat kerja pada 2028.

    “Untuk lebih memahami bagaimana perusahaan dapat mendukung generasi ini, mari kita lihat seperti apa masa depan dunia kerja yang akan dibentuk Gen Alfa,” katanya. 

    Penerapan konsep Learning 5.1 di tempat kerja

    Dalam buku terbarunya yang berjudul Learning 5.1: Tiba Duluan Di Masa Depan, Dr. Alex Denni menjelaskan, pekerja di era Industri 5.0 termasuk Gen Alfa perlu memiliki mindsetskillset, dan toolset baru agar terus bertumbuh dan berkembang.

    Alex menyarankan perusahaan agar menciptakan budaya learning 5.1 di mana setiap pekerja mau belajar dan mengajar sambil bekerja sehingga tanpa sadar menjadi kompeten dalam mengerjakan tugas masing-masing.

    Konsep Learning 5.1 menghadirkan sebuah pola pikir baru bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dipelajari mengingat peran teknologi yang membuat akses pengetahuan semakin luas dan tak terbatas bagi Gen Alfa.

    Selain itu, konsep pembelajaran Learning 5.1 ini juga menjelaskan bahwa setiap orang adalah pembelajar sekaligus pengajar, sehingga arus pengetahuan tidak satu arah tetapi dua arah.

    “Tidak ada lagi istilah mentor-mentee atau atasan-bawahan dalam proses pembelajaran di lingkungan kerja masa depan,” tandasnya.

    Memanfaatkan teknologi dan metaverse untuk bekerja

    Tidak seperti generasi sebelumnya, Gen Alfa telah belajar berbagai topik seperti AI dan bahasa pemrograman sejak sekolah dasar. Mereka adalah generasi yang paling terintegrasi secara teknologi.

    Karena telah terbiasa dengan berbagai perangkat pintar, Gen Alfa akan belajar dengan lebih cepat dan dapat menerapkannya dalam dunia kerja. Bahkan, mereka dapat dengan nyaman menggunakan metaverse untuk pelatihan.

    Misalnya, seorang insinyur mekanik bisa melakukan simulasi penyelesaian masalah melalui metaverse.

    Kesejahteraan di tempat kerja menjadi prioritas lebih dari sebelumnya

    Tumbuh di tengah pandemi, ketidakpastian ekonomi, dan tren kerja jarak jauh membuat kesejahteraan menjadi agenda utama ketika Gen Alfa memasuki dunia kerja. Bahkan, perhatian terhadap kesejahteraan kian meningkat selama beberapa tahun terakhir.

    Studi Global Talent Trends 2022 dari Mercer mengungkap, program kesejahteraan termasuk dalam lima alasan teratas mengapa karyawan bertahan, sehingga perusahaan harus memastikan kesejahteraan karyawan secara emosional, fisik, sosial, dan finansial.

    Keberagaman dan Inklusi wajib diwujudkan

    Saat Gen Alfa memasuki pasar tenaga kerja, akan ada banyak keberagaman dalam posisi pimpinan. Mereka percaya bahwa penting untuk memperlakukan semua orang secara setara tanpa memandang ras, suku, warna kulit, dan asal negara.

    Kesetaraan gender sama pentingnya bagi generasi ini. Tumbuh di dunia yang beragam membentuk pandangan dan harapan Gen Alfa. Mereka tidak akan sungkan pergi jika tahu berada di perusahaan yang terlihat mendukung sesuatu secara publik, padahal sebenarnya mengabaikan.

    Preferensi tempat kerja dan hasrat untuk membuat dampak positif

    Bekerja dari mana saja juga akan menjadi norma baru bagi Gen Alfa. Selama pandemi, mereka sekolah secara daring, sehingga transisi menuju kerja di mana saja akan lebih mudah.

    Selain itu, Gen Alfa juga ingin bekerja untuk perusahaan yang sejalan dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Mereka akan merasa puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan, apabila perusahaan memberikan dampak positif, terutama pada isu-isu utama yang menjadi perhatian mereka seperti perubahan iklim, inklusi keuangan, dan pemberdayaan perempuan.

    Jadi, kita-kita yang masuk generasi sebelumnya perlu bersiap menyambut Gen Alfa memasuki dunia kerja.

    Sumber: Antaranews

  • Keunikan Kapal Pinisi dan Kain Songke Manggarai Warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT

    Keunikan Kapal Pinisi dan Kain Songke Manggarai Warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT

    7cloud.asia – Ada yang unik dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 10-11 Mei 2023.

    Usai melakukan pertemuan formal, Rabu (10/05/2023) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin ASEAN bersama pendamping berlayar di perairan Labuan Bajo dengan kapal pinisi Lako Di’a.

    Presiden mengatakan, pelayaran tersebut untuk membangun suasana rileks dan kekeluargaan. Ibarat pinisi, lanjut Presiden, ASEAN tengah berlayar menuju tujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, damai, stabil, dan sejahtera.

    “Saya ajak para leaders untuk berlayar bersama naik kapal pinisi agar suasananya rileks dan kekeluargaan, karena memang ASEAN ini adalah satu keluarga, ikatannya sangat kuat, kesatuannya sangat penting untuk berlayar menuju tujuan yang sama, menjadikan ASEAN epicentrum of growth dan kawasan damai, stabil, dan sejahtera,” ujarnya.

    Sebagai pemegang keketuaan ASEAN, kata Jokowi, Indonesia terus berupaya untuk memperkuat ASEAN sekaligus peran sentralnya di kawasan.

    “Indonesia ingin melihat ASEAN kuat, mampu menghadapi tantangan, tanggap terhadap dinamika, dan tetap memegang peran sentral di kawasan,” ujarnya.

    Baca: Penjelasan soal ketidakhadiran junta militer Myanmar

    Seperti diberitakan sebelumnya, para pemimpin ASEAN dan pendamping tampak antusias dan senang saat berlayar dengan kapal pinisi, Rabu (10/05/2023), usai seharian melakukan pertemuan pada KTT ke-42 ASEAN hari pertama.

    Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. misalnya, mengaku bahwa kegiatan ini merupakan ide yang sangat baik untuk menjernihkan kembali pikiran selepas seharian bekerja.

    “Seperti yang dijanjikan oleh Presiden Widodo adalah kita datang ke kapal dan kita tidak terlalu memikirkan ekonomi dan masalah, keamanan, dan itu benar sekali, itu ide yang sangat bagus untuk menjernihkan pikiran Anda jadi kembali ke bekerja dan menyegarkan,” ujar Presiden Filipina.

    “Dan romantis!” tambah Ibu Louise Aranetta-Marcos yang berada di sampingnya.

    “Indah, pemandangannya indah, jadi kami sangat khawatir karena ketika saatnya tiba bagi kami untuk menjadi tuan rumah ASEAN, kami harus melakukan yang lebih baik dari ini. Indonesia menetapkan standar sangat tinggi, kita harus bersaing,” tambah Presiden Marcos.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, juga tampak menikmati perjalanan di atas kapal pinisi tersebut. Ia sangat senang bahwa ia akan melihat matahari terbenam di Labuan Bajo yang indah.

    “Oh rasanya sangat menyenangkan, sejauh ini sangat tenang, sangat mulus, kami menantikan untuk melihat matahari terbenam. Saya sangat senang kita bisa melihat matahari, saya pikir itu cukup spektakuler,” ujar PM Lee.

    PM Lee menuturkan bahwa ini merupakan kali pertamanya mengunjungi Labuan Bajo NTT. Menurutnya, ia telah melihat foto keindahan NTT, tapi ketika melihatnya secara langsung ternyata lebih baik.

    Ia pun mengaku akan kembali mengunjungi NTT di masa depan untuk menyelam maupun melihat komodo.

    “Saya pikir akan ada banyak turis yang ingin datang juga, terutama dengan hotel-hotel baru yang akan datang,” ucap PM Lee.

    Keunikan itu berlanjut di hari kedua penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo. Para pemimpin negara ASEAN tampak mengenakan baju tenun songke Manggarai.

    Presiden Jokowi yang mengenakan tenun berwarna biru menyambut kedatangan para pemimpin di lobi Hotel Meruorah. Para pemimpin terlihat mengenakan tenun dengan warna yang beragam.

    Songke adalah tenun khas masyarakat Manggarai yang berdiam di sisi barat Pulau Flores. Kain tenun ini wajib dikenakan saat acara-acara adat, antara lain saat kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (nempung).

    Kain ini umumnya berwarna dasar hitam, sedangkan warna benang untuk sulam umumnya warna-warna yang mencolok, seperti merah, putih, oranye, dan kuning.

    Setiap motif songke mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam, maupun dengan Sang Pencipta.

    Selepas semua pemimpin berkumpul di ruang tunggu naratetama lobi hotel, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin untuk berfoto bersama. Dengan latar belakang kapal pinisi, seluruh pemimpin tampak menyilangkan tangannya dan bergandengan.

    Setelah itu, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin menuju Komodo Ballroom di Meruorah Convention Center untuk mengikuti Sesi Retreat KTT ke-42 ASEAN.

    Sumber: Setkab

  • Tak Hanya Membaca, Homeschool Tunas Bangsa Juga Ajak Siswanya Membuat Buku

    Tak Hanya Membaca, Homeschool Tunas Bangsa Juga Ajak Siswanya Membuat Buku

    7cloud.asia – Tulisan ini merupakan lanjutan dari mengenalkan kebiasaan membaca yang sudah tayang sebelumnya. Dalam bagian ini kita akan membahas tahap lanjut dari membangun kebiasaan membaca yang diterapkan di homescholl Tunas Bangsa.

    Pengenalan aktivitas membaca pada anak usia dini yang dilakukan homeschool Tunas Bangsa berlanjut dengan rutinitas wajib saat usia siswa semakin bertambah.

    Karena sudah terbiasa membaca buku dari kecil, saat anak-anak bertambah usia, mereka tidak akan menemui banyak kesulitan dalam memahami isi buku bacaan yang lebih rumit. 

    Bagusnya, dengan kebiasaan yang ditanamkan sejak dini maka tidak ada paksaan untuk membaca buku. Karena membaca seolah sudah merupakan kebutuhan wajib untuk kegiatan belajarnya secara aktif mandiri.

    Baca: Cara homeschool Tunas Bangsa membangun kebiasaan membaca sejak dini

    Salah satu program di Homeschool Tunas Bangsa untuk membangun literasi yang lebih baik, adalah tahapan atau level yang lebih tinggi setelah baca buku, adalah anak didik diajak untuk membuat buku. Topik buku yang dibuat diambil dari mata pelajaran alam / sosial dengan materi pilihan anak sendiri dari program yang sudah disediakan oleh sekolah.

    Program buku siswa merupakan program yang mengharuskan siswa sekolah Homeschool Tunas Bangsa untuk membuat buku dari hasil pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang diajarkan di kelas.

    Tahapan pembuatan buku dimulai dengan menentukan pilihan tema belajar pada setiap mata pelajaran  utama yaitu PPKN, Alam dan Sosial.

    Dari tema yang dipilih itu, siswa melakukan eksplorasi melalui browsing internet, lalu semua bahan materi belajar dirangkum secara lengkap, mulai ditulis tangan dan diberi gambar pada kertas hvs berwarna, lalu mengetiknya, hingga membuat bahan presentasi yang dilengkapi gambar dan cover.

    Baca: Penjelasan mengapa tes Calistung dihapus dari seleksi masuk SD

    Dalam membuat buku, untuk kelas TK s.d 3 SD, – 3 sd, format presentasinya dibuatkan oleh guru. Untuk kelas 4 – 5 SD mulai membuat sendiri dengan banyak panduan dari para guru.

    Sedangkan untuk kelas 6 sampai kelas 12, siswa didik didorong lebih aktif mandiri menjalani setiap tahapannya hingga akhir, sedangkan guru hanya mengawasi.

    Siswa yang berhasil melakukan presentasi terbaik di setiap tingkatannya akan mendapatkan  kesempatan menampilkan buku hasil belajarnya pada acara Production sekolah. Buku-buku siswa ini selain menjadi penilaian rapor dan syarat kenaikan kelas, juga bisa menjadi referensi bahan belajar bagi angkatan berikutnya.

    Tentu saja, karya buku siswa yang ditampilkan di acara Production School juga akan menjadi kebanggaan bagi siswa bersangkutan.

    Baca: Pandemi Covid sebabkan loss learning secara massal

    Menurut Kepala Sekolah Homeschool Tunas Bangsa Melati Pertiwi, mempertahankan budaya membaca buku, wajib dilakukan setiap hari.

    “Tidak harus banyak-banyak, tidak harus lama-lama, bisa dimulai dari 15 menit sehari, kemudian bertambah lagi waktunya atau beberapa halaman sehari. Rutinitas harian itu jangan terlalu keras diterapkan pada diri sendiri, jangan terlalu ekstrim, mulai pelan-pelan, yang penting tidak ditinggal, apalagi tidak dikerjakan,” tegasnya.

    Rutinitas membaca yang diterapkan sekolah Homeschool Tunas Bangsa merupakan
    bagian dari kurikulum yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun dari sejak pendiriannya
    pada tahun 2000.

    Kurikulum aktif mandiri versi HSTB juga lahir di tahun tersebut, oleh karena beberapa isu pendidikan yang dilihat oleh Pendiri Sekolah, Irwan Hasanuddin yaitu:
    1. Isi kelas 50 orang yang terjadi di sekolah umum (di mana pendekatan pembelajarannya diserupakan semua padahal setiap anak unik).
    2. Banyak anak usia dini yang tidak memiliki etika dalam berbahasa.
    3. Anak yang tidak pandai di bidang pengetahuan umum, dianggap bodoh dengadihukum strap atau coret pipi dengan kapur.
    4. Keunggulan anak di bidang lain, tidak mendapat apresiasi karena tidak umum dalam Kompetensi standar kurikulum saat itu.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya

    Kini, kurikulum yang sudah diterapkan selama 20 tahun  di sekolah homeschool Tunas bangsa, ternyata sejalan dengan kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan,
    Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu kurikulum Merdeka.

    Dari metode belajar yang diterapkan HSTB, menjadi contoh bahwa dengan menjadikan rutinitas membaca sebagai kegiatan wajib di sekolah dan di rumah, maka anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa akan terbiasa dengan membaca.

    Pada akhirnya mereka mampu membuat dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat di masa depan.

    Berbagai manfaat membaca seperti yang sudah dituliskan di bagian awal artikel ini, akan dapat dirasakan siswa didik dalam kehidupan saat mereka dewasa nanti.

  • Beda dengan Wisata Alam, Ikuti 9 Tips Asyik Wisata Ramah Lingkungan

    Beda dengan Wisata Alam, Ikuti 9 Tips Asyik Wisata Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – “Traveling iya, tapi jangan sampai traveling kamu justru jadi beban untuk lingkungan alias nggak ramah lingkungan!” 

    Celetukan seorang kawan saat kami jalan-jalan ke sebuah desa di Jawa Barat ini seolah menampar memori saya. Selama ini saya berpikir bahwa konsep eco traveling atau wisata ramah lingkungan adalah wisata ke alam bebas semata.

    Celetukan kawan itu membuat saya mengkaji ulang pemahaman saya soal konsep eco traveling alias wisata ramah lingkungan. 

    Konsep eco traveling atau wisata ramah lingkungan ternyata punya makna yang lebih luas. Wisata ramah lingkungan mengacu pada kegiatan wisata yang lebih bertanggung jawab.

    Sehingga, kita nggak hanya berfokus menikmati tujuan wisata yang kita kunjungi semata,  namun juga menjaga kelestarian alam dan juga memberikan dampak positif pada warga lokal.

    Baca: Kunjungi 5 museum batik ini untuk mengenalinya lebih dekat

    Ternyata setelah saya telusuri, untuk menjadi wisatawan ramah lingkungan itu ternyata nggak sulit-sulit amat. Kamu hanya perlu ikuti tips eco traveling yang dirilis laman resmi badan pariwisata Indonesia berikut ini:
     

    1 | Hindari Penggunaan Barang Sekali Pakai

    Tak dapat dipungkiri, banyak orang cenderung memilih barang sekali pakai saat traveling karena dinilai praktis dan sederhana. Namun, penggunaan plastik sekali pakai justru menjadi salah satu kontributor utama pencemaran lingkungan, lho!

    Oleh karena itu, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan kamu harsu mengurangi penggunaan plastik dan barang sekali pakai lainnya di mana pun dan kapan pun, termasuk saat kamu berwisata. Contohnya dengan membawa alat makan sendiri, membawa botol minuman dan sedotan sendiri, serta membawa tas belanja sendiri!
     

    2 | Hemat Listrik!

    Penghematan listrik menjadi salah satu langkah mudah untuk jadi wisatawan ramah lingkungan. Hemat energi berarti kamu membantu pelestarian lingkungan dan mengurangi emisi global.

    Nah, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan hematlah energi melalui hal-hal sederhana, seperti mematikan televisi saat tidak ditonton, atau mematikan AC dan listrik di kamar saat hendak bepergian.
     

    3 | Maksimalkan Fitur e-Ticket untuk Mengurangi Penggunaan Kertas

    Masifnya penggunaan kertas membuat tingkat penebangan hutan melonjak. Oleh karena itu, mengurangi penggunaan kertas menjadi salah satu aksi yang bijak untuk mendukung pelestarian hutan.

    Cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk jadi wisatawan ramah lingkungan adalah dengan tidak mencetak tiket perjalanan dan memaksimalkan fitur e-ticket dalam berbagai kesempatan, seperti tiket penerbangan pesawat hingga tiket masuk destinasi wisata.
     

    4 | Jangan Buang Sampah Sembarangan

    Menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola wisata saja, namun harus menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk wisatawan apalagi kalau kamu mau disebut sebagai person yang ramah lingkungan.

    Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dengan hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Walau terdengar sepele, namun dampak yang ditimbulkan sangat besar. Jadi, buanglah sampah pada tempatnya ya calon wisatawan ramah lingkungan.
     

    5 | Gunakan Transportasi Umum  atau Perbanyak Jalan Kaki


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Nah, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan kamu wajib gunakan angkutan umum.

    Langkah kecil ini dapat berkontribusi memangkas penggunaan emisi karbon dengan meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum atau bahkan memperbanyak berjalan kaki, termasuk saat kamu berwisata. Selain dapat meminimalisasi polusi lingkungan, kamu juga dapat mengenali tempat wisata secara lebih dalam.
     

    6 | Bawa Barang Secukupnya


    Banyaknya barang yang dibawa, bukan hanya berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan, tetapi juga pada emisi karbon yang digunakan pesawat. Semakin berat beban yang diberikan, semakin besar pula emisi karbon yang dikeluarkan.

    Jadi, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan sahakan untuk membawa barang-barang yang penting dan esensial saja saat berwisata!
     

    7 | Cintai Alam

    Kecintaan pada alam menjadi aspek yang wajib dimiliki agar kamu dapat menjalankan wisata ramah lingkungan yang berkelanjutan. Alam sebagai sarana rekreasi dan hiburan perlu disikapi dengan bijak lewat komitmen serta tindakan yang bertanggung jawab yang dapat menjaga kelestariannya, salah satunya adalah dengan tidak merusakan fasilitas objek wisata alam.

    8 | Menginap di Hotel yang Ramah Lingkungan

    Memilih akomodasi yang tepat menjadi hal yang cukup penting saat merencanakan liburan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Alih-alih memilih hotel yang menawarkan segudang kemewahan namun melupakan aspek kelestarian, sebaiknya kamu memilih hotel yang memang menyuguhkan pelayanan yang ramah lingkungan.
     

    9 | Menghormati dan Membantu Ekonomi Masyarakat Lokal

    Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, konsep eco traveling, nyatanya tak hanya menekankan pada aktivitas bersenang-senang di tujuan wisata saja, namun juga harus memberikan dampak yang positif bagi masyarakat lokal.

    Hal sederhana yang bisa kamu lakukan sebagai wisatawan ramah lingkungan adalah dengan menghormati masyarakat lokal, termasuk budaya dan kebiasaan mereka. Jangan lupa juga untuk membeli karya atau produk lokal, karena dengan begitu, kamu juga  berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi lokal.

    Jadi mulai sekarang, rencanakan liburan dengan bijak dan bertanggung jawab dengan mengikuti deretan tips eco traveling di atas! Dan selamat menjadi wisatawan yang ramah lingkungan. 

  • Cara Mudah Mengenalkan Kebiasaan Membaca pada Anak Sejak Dini

    Cara Mudah Mengenalkan Kebiasaan Membaca pada Anak Sejak Dini

    7cloud.asia – Semua pasti setuju dengan pepatah ‘Membaca adalah Jendela Dunia’ yang bermakna bahwa membaca akan memperluas ilmu dan pengetahuan tentang apapun yang ada di dunia.

    Kemajuan teknologi dan informasi berbasis digital saat ini, memungkinkan seseorang untuk mengetahui banyak hal tanpa harus membeli atau membaca buku, majalah, koran, dll.

    Fasilitas pun juga makin memadai, karena hampir semua orang sudah menjadikan handphone atau smartphone serta komputer sebagai kebutuhan pokok sehingga mereka bisa membaca di mana saja dan kapan saja. 

    Baca: Penjelasan mengapa tes Calistung dihaus dari seleksi masuk SD

    Dirangkum dari beberapa sumber, membaca merupakan aktivitas manusia yang
    sangat penting karena manfaatnya antara lain :

    (1) Memperkaya kosakata,

    (2) Menstimulasi otak,

    (3) Mengurangi stress,

    (4) Memecahkan permasalahan,

    (5) Mendorong tujuan hidup seseorang.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Kelima manfaat membaca tersebut tentu saja erat kaitannya dengan semua bidang kehidupan manusia, mulai dari cara untuk memenuhi kebutuhan dasar, bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga menjalankan beribadah.

    Kegiatan membaca juga sangat berkaitan dengan kemampuan menulis seseorang. Tanpa bisa membaca, maka anak tidak akan bisa menulis. Begitu pula sebaliknya.

    Pada usia dini, anak-anak sudah dikenalkan pada bentuk huruf dari A sampai Z serta bagaimana cara membaca huruf-huruf yang sudah membentuk kata dan kalimat. Lalu pada jenjang selanjutnya, anak akan diajarkan untuk memahami bacaan di buku pelajaran.

    Untuk mengetahui pemahaman anak terhadap bacaan, anak harus mengerjakan tugas atau evaluasi. Hasilnya bisa menjadi tolok ukur apakah anak tersebut sudah mampu menyerap dan memahami setiap materi pelajaran di sekolah. Tahapan ini terus dilakukan hingga jenjang pendidikan tinggi.

    Baca: Thrifting lagi ngetrend di kalangan anak muda, ini penjelasannya

    Mengenalkan aktivitas membaca dapat dilakukan di usia dini, yaitu antara 3 sampai 6 tahun. Sekolah Homeschool Tunas Bangsa yang sudah mengenalkan aktivitas membaca sejak usia pra TK atau PAUD.

    Sekolah yang menerapkan cara belajar aktif mandiri ini bahkan menjadikan membaca sebagai rutinitas wajib para siswanya mulai dari TK hingga SMA.

    Dengan dukungan fasilitas perpustakaan yang menyediakan buku bacaan lengkap, siswa menjadi terbiasa dengan rutinitas membaca.

    Baca: Ciri produk ramah lingkungan

    Cara memperkenalkan aktivitas membaca di usia pra TK dilakukan Sekolah Homeschool Tunas Bangsa antara lain dengan :

    (1). Membacakan dongeng sebelum tidur siang yang dilakukan guru terhadap siswa di kelas pra TK sampai kelas 3 SD. Tidur siang masuk dalam jadwal harian sekolah, dengan durasi 1
    jam (pukul 11.30 – 12.30). Tujuannya adalah agar anak tidak hanya berpikir untuk bermain saja.

    (2). Mengajak anak-anak bergabung dengan kakak-kakak kelasnya yang sedang membaca buku di perpustakaan.

    (3). Mengajarkan story telling kepada siswa TK hingga SD yang akan dipentaskan dalam program Production di akhir semester.

    Program Production merupakan program yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menampilkan bakat dan kemampuannya termasuk kemampuannya membaca di atas panggung. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh guru dan wali murid.

    Bagaimana membangun kebiasaan membaca ini diuji dan dirawat, ikuti tulisan edisi lanjutannya

     

     

     

  • Empat Kota Dunia yang Mengutamakan Pejalan Kaki lagi Ramah Lingkungan

    Paris adalah salah satu kota yang ramah bagi pejalan kaki. Foto: tripadvisori

    7cloud.asia – Terinspirasi oleh karantina wilayah yang berkepanjangan serta kekhawatiran soal keamanan di tengah pandemi Covid-19, sejumlah kota di dunia menjalankan inisiatif ramah pejalan kaki dan mendorong terciptanya lebih banyak ruang bebas kendaraan bermotor.

    Sejumlah kota memperkenalkan jalanan khusus untuk pejalan kaki, mengubah tempat parkir menjadi tempat makan sementara, dan menambahkan lebih banyak jalur sepeda. Inisiatif ini mengubah area yang dulunya dipenuhi mobil menjadi tempat yang cocok untuk pejalan kaki dan bersepeda.

    Perubahan ini membuahkan hasil, tidak hanya dalam peningkatan aktivitas ekonomi,  penelitian juga menunjukkan virus lebih lambat menular di lingkungan yang ramah pejalan kaki.
     
    Dan sementara banyak tempat sekarang telah menghentikan inisiatif ini saat kehidupan berangsur normal, beberapa kota berpegang teguh pada perbaikan infrastruktur bagi pejalan kaki dan mendorong terciptanya lebih banyak ruang bebas kendaraan bermotor.

    Berikut adalah empat kota yang membuat sejumlah perubahan ramah pejalan kaki selama pandemi – dan mempertahankan inisiatif tersebut untuk mendorong penduduk dan pejalan kaki lebih leluasa menikmati kota.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    Paris, Prancis
    Jauh sebelum pandemi, Paris telah mulai menjadi kota yang lebih ramah pejalan kaki. Dermaga bawah yang membentang di sepanjang sungai Seine sepenuhnya menjadi jalur pejalan kaki pada akhir 2016 dan dipermanenkan pada 2018.

    Pada tahun 2020, Walikota Anne Hidalgo terpilih lagi karena dukungannya bagi pejalan kkai dengan konsep “kota 15 menit”: perencanaan kota baru yang memungkinkan penduduk menyelesaikan semua aktivitasnya – mulai dari berbelanja, sekolah, hingga bekerja – dalam jarak berjalan kaki atau bersepeda selama 15 menit.

    Pandemi, makin memperkuat popularitas inisiatif yang berpusat pada manusia atau pejalan kaki lagi ramah lingkungan ini.

    “Keindahan berjalan kaki di Paris lebih disorot sejak Covid,” kata Kathleen Peddicord, pendiri Live and Invest Overseas.

    “Popularitas angkutan umum sudah lama menurun dan juga lebih tidak nyaman dengan harus memakai masker. Jadi, lebih banyak orang mulai menggunakan kaki mereka.”

    Jalur sepeda tambahan juga telah diperkenalkan untuk mengurangi lalu lintas mobil. Bahkan, kota ini berencana untuk menambah 180 kilometer jalur sepeda dan 180.000 tempat parkir sepeda pada tahun 2026.

    “Saya telah tinggal di Paris selama 14 tahun, dan saya dapat dengan yakin mengatakan bahwa saya belum pernah melihat transformasi kota yang lebih besar daripada yang terjadi baru-baru ini untuk mendorong pengendara sepeda,” kata Sadie Sumner, yang membawahi cabang Paris dari perusahaan tur sepeda Fat Tire Tours.

     

    Jalan raya utama seperti Rue de Rivoli di pusat kota Paris telah dikurangi menjadi satu jalur, sementara jalur sepeda diperluas menjadi tiga jalur mobil.

    Paris juga berencana menanam 170.000 pohon pada tahun 2026, dengan tujuan mendinginkan Paris agar lebih nyaman dan menyenangkan bagi pejalan kaki.

    Untuk mengantisipasi kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2024, jembatan antara Menara Eiffel dan Trocadero juga akan sepenuhnya dikhususkan untuk pejalan kaki.

    Secara keseluruhan, penduduk menghargai perubahan yang meluas, dan berharap akan ada lebih banyak lagi perubahan.

    “Penduduk setempat sangat menyukainya, ada lebih sedikit mobil dan orang-orang tampaknya sedikit lebih santai,” kata Roobens Fils, penduduk Paris yang menulis blog di Been Around the Globe.

    Bagi para pelancong yang suka berjalan kaki, disarankan untuk menelurusi sejumlah tempat berikut: Parc Rives de Seine, bentangan sungai sepanjang 7 kilometer;

    Juga rue Montorgueuil di jantung kota Paris untuk mengunjungi berbagai toko keju, anggur, dan bunga; rue Saint Rustique di Montmartre karena batu-batuan kunonya (ini adalah jalan tertua di Paris); dan Cour Saint Emilion untuk butik, kafe, dan restorannya.

     

    Pada bulan September, pemungutan suara akan diadakan untuk menentukan nasib koridor-koridor lain untuk pejalan kaki.

    “Sangat menyenangkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor untuk dapat berbagi jalan,” kata Leith Steel, seorang penduduk setempat, soal jalan an yang masih ditutup. “Anda melihat keluarga berjalan-jalan, anak-anak bermain – itu adalah pengalaman yang jauh berbeda.”

    Dia juga mengatakan bahwa pemerintahan kota telah mengeluarkan dana dan upaya untuk membangun rute sepeda yang lebih baik dan ditandai dengan lebih jelas daripada sebelumnya.

    Dia merekomendasikan untuk benar-benar menjelajahi setiap lingkungan di San Francisco, karena mereka masing-masing memiliki nuansa dan karakter yang berbeda.

    Dia menyukai Hayes Valley karena suasananya yang mewah dan modern; Outer Sunset untuk suasana peselancar yang santai dan pantai pasir putih sepanjang 3,5 mil; dan Pantai Utara yang ramai dengan kafe-kafe (dan merupakan lingkungan paling ramah bagi pejalan kaki ke-4 di kota).

    Meskipun masih banyak yang harus dilakukan untuk mengubah San Francisco menjadi kota yang benar-benar ramah pejalan kaki, sejarah menunjukkan hal itu bisa dilakukan.

    Baca: Seperti ini pengembangan Stasiun Manggarai

    San Francisco, Amerika Serikat
    Kota di California utara ini bergerak cepat di awal pandemi untuk meluncurkan Slow Streets – sebuah program yang menggunakan rambu dan pembatas untuk membatasi lalu lintas dan kecepatan mobil di 30 koridor dalam upaya menjadikannya lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda.

    Menurut data yang dikumpulkan oleh kota itu, program ini mampu mengurangi 50% lalu lintas kendaraan, peningkatan 17% lalu lintas pejalan kaki pada hari kerja dan lonjakan sebesar 65% lalu lintas pengendara sepeda pada hari kerja.

    Meski banyak jalanan telah dikembalikan ke status pra-pandemi, penduduk mendorong untuk membuat empat bagian permanen, termasuk di Golden Gate Avenue, Lake Street, Sanchez Street, dan Shotwell Street. 

    Bogota, Kolombia
    Bogota (dan Kolombia pada umumnya) sudah lama memiliki budaya bersepeda yang kuat. Bersepeda adalah olahraga nasional negara tersebut – pandemi mempercepat banyak perubahan infrastruktur bebas kendaraan bermotor.

    Pada 2020, Walikota Claudia Lopez menetapkan tambahan 84 kilometer jalur sepeda sementara ke jaringan jalur sepeda Ciclorruta sepanjang 550 km yang ada di kota – yang sudah menjadi salah satu yang terbesar di dunia – dan sejak itu menjadikannya jalur permanen.

    Bogota adalah salah satu kota pertama di dunia yang menambahkan jalur sepeda “pop-up” selama pandemi, dan warganya telah memperhatikan perubahan permanen tersebut menjadi lebih baik.

    “Kota ini benar-benar mulai mengembangkan suasana Amsterdam dan Kopenhagen yang nyata selama beberapa tahun terakhir,” kata Alex Gillard, pendiri blog Nomad Nature Travel dan yang tinggal di Bogota selama pandemi.

    “Ada begitu banyak sepeda di jalanan sepanjang hari, itu cukup menginspirasi.”

    Pada hari Minggu dan hari libur, mobil benar-benar dilarang dari rute tertentu dalam sebuah program yang dikenal sebagai Ciclovia. Ini menarik lebih dari 1,5 juta pengendara sepeda, pejalan kaki dan pelari setiap minggu.

    Bus kota baru, SITP, yang menggunakan listrik dan gas, juga telah meningkatkan sistem transportasi umum secara signifikan, menurut penduduk setempat.

    “Suasana Bogota telah berubah. Jauh lebih mudah, lebih tenang dan lebih aman untuk bergerak di sekitar kota sekarang,” kata penduduk Josephine Remo, yang menulis blog perjalanan.

    Dia merekomendasikan para pelancong untuk mengunjungi lingkungan bersejarah La Candelaria, tempat kelahiran ibu kota Kolombia tersebut lebih dari 400 tahun yang lalu; pengunjung akan menemukan banyak museum tentang sejarah kota yang kaya, serta restoran yang bertempat di bangunan berusia berabad-abad.

    Dia juga menyarankan Taman Usaquén untuk pasar terbuka pada akhir pekan, di mana pengunjung dapat melihat makanan, kerajinan, dan acara musik Kolombia.

    Milan, Italia
    Italia adalah salah satu negara yang paling terpukul pada awal masa pandemi, dan kota-kotanya harus beradaptasi dengan cepat untuk menyediakan alternatif transportasi umum.

    Pada musim panas 2020, Milan memulai rencana ambisius untuk melebarkan trotoar dan memperluas jalur bersepeda sepanjang 35 kilometer.

    Perubahan tersebut telah mengubah kota itu, menghadirkan lebih banyak tempat makan di luar ruangan, pasar terbuka, dan taman kota yang ramah untuk pejalan kaki.

    “Ini bukan Milan yang saya ingat dari 10 tahun lalu selama masa kuliah saya,” kata penduduk Luisa Favaretto, pendiri situs Strategistico.

    “Saya menyukai konsep kota 15 menit [rencana yang juga telah dieksplorasi Milan] dan tertarik dengan infrastruktur kota yang berkembang dengan memprioritaskan orang daripada mobil.”

    Dia melihat pertumbuhan dalam apa yang dia sebut rasa komunitas “dunia lama”, karena ada lebih banyak alasan untuk berada di luar ruangan dan bertemu di ruang komunal.

    Distrik CityLife, yang baru-baru ini dibangun, bukan hanya menjadi area bebas kendaraan bermotor terbesar di Milan tetapi juga salah satu zona bebas mobil terbesar di Eropa.

    “Tempat itu dipenuhi dengan ruang hijau publik bersama dengan banyak jalur sepeda, dan menawarkan pandangan sekilas ke masa depan Milan yang berkelanjutan,” kata Favaretto.

    Dia juga merekomendasikan untuk berjalan-jalan di kanal Navigli dan menikmati pilihan bersantap di luar ruangan dan kehidupan malam di sekitarnya.

    Lingkungan di utara Isola telah diubah dari kawasan industri menjadi area yang dapat dilalui dengan berjalan kaki dan bersepeda yang penuh dengan kafe, galeri, dan butik trendi.

    Wisatawan juga tidak perlu khawatir mencari sepeda untuk menikmati jalur bersepeda. Layanan berbagi sepeda kota, BikeMI, memiliki 300 stasiun di seluruh kota dan menawarkan sepeda reguler dan e-bikes.

    Sumber : BBC Indonesia, baca artikel asli di sini
  • DPR: Harus Ada Insentif untuk Daerah Agar Mau Merawat Lingkungan Penghasil Oksigen

    DPR: Harus Ada Insentif untuk Daerah Agar Mau Merawat Lingkungan Penghasil Oksigen

    7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mendorong agar dalam revisi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) dimasukkan klausul pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari APBN dari Pemerintah Pusat untuk daerah yang penghasil oksigen.

    Hal ini, menurut Dedi, sebagai insentif untuk daerah yang wilayahnya memiliki mayoritas wilayah hutan atau perkebunan agar mereka terdorong untuk merawat dan menjaga kondisi lingkungan di daerahnya yang berupa hutan dan perkebunan tersebut.  

    “Dari dana bagi hasil pajak ke daerah-daerah, kita buat pemimpin daerah itu bahagia merawat dan menjaga konservasi lingkungan. Ini hal yang harus dilakukan agar kita memiliki tujuan yang sama dalam merawat lingkungan ke depan untuk anak dan cucu kita,” ujar Dedi saat memimpin Tim Kunker Komisi IV DPR ke Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (11/5/2023).

    Baca: Pemerintah menataulang perdagangan karbon untuk maksimalkan pendapatan 

    Dedi lantas memaparkan kondisi Subang saat ini. Di mana aliran air yang berada dari dataran tinggi di sini itu kencang ke bawah, karena sudah tidak ada lagi penghalang dan airnya mulai tegerus ke daerah Sagalaherang bahkan sampai Purwakarta.

    “Sungai Cipunagara juga jumlah luapannya sangat tinggi karena penambangan liar sudah sangat luar biasa,” tandasnya.

    Legislator Dapil Jabar VII ini berharap, ke depan segera ada rencana yang memadai untuk melakukan recovery lingkungan.

    Ia menekankan, semua pihak pasti menginginkan ekonomi tumbuh dengan baik, tapi jangan pernah melupakan terjaganya konservasi. Terpeliharanya ekologi dan lingkungan yang tertata tetapi keindahannya tidak boleh hilang.

    Baca:  Dana loss n damage yang bisa didapat Indonesia akibat perubahan iklim

    Ia menegaskan, Subang harus menjadikan hancurnya kawasan Puncak Bogor dan rusaknya kawasan Bandung Utara sebagai pelajaran, agar hal yang sama tidak terjadi di Subang.

    “Menurut saya kerusakan itu tidak boleh bergeser ke sini di Kabupaten Subang. Saya yakin bisa dijaga mudah-mudahan karena Pak Bupati Subang itu latar belakangnya adalah orang pertanian,” harapnya.

    Politisi F-Golkar ini menambahkan, kalau Subang yang masuk wilayah selatan sudah berkembang dengan baik dengan menjaga alamnya, nanti dari wilayah utara yang sudah berubah peruntukkan menjadi pusat industri.

    Dengan demikian maka kesejahteraan para pekerja industri itu akan mengalir juga ke wilayah selatan Subang itu.

    “Tapi kalau selatan rusak, mereka buang uangnya akhirnya ke luar,” imbuhnya.

    Baca: Dua alasan untuk beralih ke mobil listrik

    Terkait wacana dana bagi hasil tersebut, Dedi mengatakan hal itu sudah dimasukkan dalam hasil keputusan Rapat Kerja Komisi IV.

    “Sehingga daerah seperti Tangkuban Perahu di Subang ini akan mendapatkan dana besar untuk pemeliharaannya,” tutupnya.

    Revisi Undang-undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) merupakan RUU inisiatif DPR. RUU ini saat ini sedang dibahas di DPR. 

    Baca: Polusi dan kenaikan suhu dorong penyebaran malaria

  • Polusi dan Perubahan Iklim Picu Infertilitas pada Laki-laki

    Polusi dan Perubahan Iklim Picu Infertilitas pada Laki-laki

    7cloud.asia – Infertilitas saat ini menjadi satu masalah serius di dunia. Dari penelitian terungkap, infertilitas pria berkontribusi sekitar setengah dari semua kasus infertilitas dan mempengaruhi 7% populasi pria.

    Namun, infertilitas pria jauh lebih sedikit dibahas daripada infertilitas perempuan, salah satunya karena tabu sosial dan budaya yang mengelilinginya.

    Bagi sebagian besar pria yang memiliki masalah kesuburan atau infertilitas , penyebabnya tetap tidak dapat dijelaskan dan stigmanya berarti banyak yang menderita dalam kesunyian.

    Penelitian menunjukkan masalahnya mungkin berkembang. Faktor-faktor termasuk polusi telah terbukti mempengaruhi kesuburan pria, dan khususnya, kualitas sperma – dengan potensi konsekuensi yang sangat besar bagi individu, dan seluruh masyarakat.

    Masalah infertilitas ini mengemuka menyusul melambannya pertumbuhan penduduk dunia. Seperti diketahui, populasi global telah meningkat drastis selama abad terakhir. Padahal 70 tahun yang lalu – dalam masa hidup manusia – hanya ada 2,5 miliar orang di Bumi.

    Pada 2022, populasi global mencapai delapan miliar. Namun, laju pertumbuhan penduduk melambat, terutama karena faktor sosial dan ekonomi.

    Tingkat kelahiran di seluruh dunia mencapai rekor terendah. Lebih dari 50% populasi dunia tinggal di negara-negara dengan tingkat kesuburan atau inferrylitas di bawah dua anak per perempuan.

    Hal itu mengakibatkan populasi yang tanpa migrasi secara bertahap akan menyusut.

    Alasan-alasan di balik penurunan angka kelahiran ini termasuk perkembangan positif, seperti kemandirian finansial perempuan yang lebih besar dan kendali atas kesehatan reproduksi mereka.

    Di sisi lain, di negara-negara dengan tingkat kesuburan rendah, banyak pasangan ingin memiliki lebih banyak anak, penelitian menunjukkan, tetapi mereka mungkin menunda karena alasan sosial dan ekonomi, seperti kurangnya dukungan keluarga.

    Pada saat yang sama, mungkin juga ada penurunan kesuburan yang berbeda, yang dikenal sebagai fekunditas – artinya, kemampuan fisik seseorang untuk menghasilkan keturunan.

    Secara khusus, penelitian menunjukkan seluruh spektrum masalah reproduksi pada pria meningkat, termasuk penurunan jumlah sperma, penurunan kadar testosteron, dan peningkatan level disfungsi ereksi dan kanker testis.

    Baca: Polusi akibatkan 7 juta kematian dini per tahun

    Sarah Martins Da Silva, seorang pembaca klinis kedokteran reproduksi di University of Dundee, sekaligus seorang ginekolog menemukan perubahan kecil dapat memiliki efek yang kuat pada sel-sel yang sangat terspesialisasi ini, dan terutama, kemampuannya untuk membuahi sel telur.

    Aspek penting untuk kesuburan adalah kemampuannya untuk bergerak secara efisien (motilitas), bentuk dan ukurannya (morfologi), dan berapa banyak mani yang ada dalam jumlah tertentu (dikenal sebagai jumlah sperma).

    Itu adalah aspek-aspek yang diperiksa ketika seorang pria melakukan pemeriksaan kesuburan atau infertilitas.

    “Secara umum, ketika Anda mendapatkan kurang dari 40 juta sperma per mililiter mani, Anda mulai melihat masalah kesuburan,” kata Hagai Levine, profesor epidemiologi di Hebrew University of Jerusalem.

    Jumlah sperma, jelas Levine, memiliki hubungan yang erat dengan peluang kesuburan. Sementara jumlah sperma yang lebih tinggi tidak selalu berarti kemungkinan pembuahan yang lebih tinggi, di bawah ambang batas 40 juta/mililiter kemungkinan pembuahan turun dengan cepat.

    Pada 2022, Levine dan kolaboratornya menerbitkan ulasan tentang tren global dalam jumlah sperma. Ini menunjukkan bahwa jumlah sperma turun rata-rata 1,2% per tahun, antara 1973 hingga 2018, dari 104 menjadi 49 juta/mililiter.

    Sejak tahun 2000, laju penurunan ini meningkat menjadi lebih dari 2,6% per tahun.

    Levine berpendapat percepatan ini bisa disebabkan oleh perubahan epigenetik. Artinya, perubahan cara kerja gen yang disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup.

    Tinjauan lainnya juga menunjukkan epigenetik dapat berperan dalam perubahan sperma dan infertilitas laki-laki.

    “Ada tanda-tanda bahwa itu bisa terakumulasi lintas generasi,” katanya.

    Gagasan bahwa perubahan epigenetik dapat diwariskan lintas generasi bukannya tanpa kontroversi, tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa hal itu mungkin terjadi.

    “Ini [penurunan jumlah sperma] adalah penanda buruknya kesehatan pria, bahkan mungkin umat manusia,” kata Levine. “Kita menghadapi krisis kesehatan masyarakat – dan kita tidak tahu apakah itu dapat dibatalkan.”

    Penelitian menunjukkan infertilitas pria dapat memprediksi masalah kesehatan di masa depan, meskipun kaitan pastinya belum sepenuhnya dipahami.

    Salah satu kemungkinannya adalah faktor gaya hidup tertentu dapat menyebabkan infertilitas dan masalah kesehatan lainnya.

    “Meskipun pengalaman menginginkan anak dan tidak bisa hamil sangat menghancurkan, ini adalah masalah yang jauh lebih besar,” kata Da Silva.

    Perubahan gaya hidup individu mungkin tidak cukup untuk menghentikan penurunan kualitas sperma. Semakin banyak bukti yang menunjukkan ancaman lingkungan yang lebih luas: polutan beracun.

    Dunia yang beracun
    Rebecca Blanchard, rekan pengajar kedokteran hewan dan peneliti di University of Nottingham, Inggris, sedang menyelidiki pengaruh bahan kimia lingkungan yang ditemukan di dalam rumah terhadap kesehatan reproduksi pria.

    Dia menggunakan anjing sebagai ‘prajurit penjaga’ – semacam sistem alarm peringatan dini untuk kesehatan manusia.

    “Anjing itu berbagi lingkungan dengan kita, ” katanya. “Dia tinggal di rumah yang sama dan terpapar kontaminan kimia yang sama dengan kita. Jika kita melihat anjingnya, kita bisa melihat apa yang terjadi pada manusia.”

    Penelitiannya berkonsentrasi pada bahan kimia yang ditemukan dalam plastik, penghambat api, dan barang-barang rumah tangga biasa.

    Beberapa dari bahan kimia ini telah dilarang, tetapi masih tertinggal di lingkungan atau barang-barang yang lebih tua.

    Penelitiannya telah mengungkapkan bahwa bahan kimia ini dapat mengganggu sistem hormonal kita dan membahayakan kesuburan anjing dan manusia.

    “Kami menemukan penurunan motilitas sperma pada manusia dan anjing,” kata Blanchard. “Ada juga peningkatan jumlah fragmentasi DNA.”

    Fragmentasi DNA sperma mengacu pada kerusakan pada materi genetik sperma. Hal ini dapat berdampak di luar pembuahan: karena tingkat fragmentasi DNA meningkat, jelas Blanchard, begitu pula kasus keguguran dini.

    Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan kerusakan kesuburan yang disebabkan oleh bahan kimia yang ditemukan dalam plastik, obat-obatan rumah tangga, rantai makanan, dan udara.

    Ini mempengaruhi pria maupun perempuan, dan bahkan bayi. Karbon hitam, PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances), dan ftalat, semuanya telah ditemukan bisa menjangkau bayi dalam kandungan.

    Perubahan iklim juga dapat berdampak negatif terhadap kesuburan laki-laki. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan sperma sangat rentan terhadap efek peningkatan suhu.

    Gelombang panas telah terbukti merusak sperma pada serangga dan dampak serupa telah diamati pada manusia.

    Sebuah penelitian pada 2022 menemukan suhu lingkungan yang tinggi – karena pemanasan global, atau bekerja di lingkungan yang panas – berdampak negatif pada kualitas sperma.

    Pola makan yang buruk, stres dan alkohol
    Bersamaan dengan faktor lingkungan ini, masalah individu juga dapat membahayakan kesuburan laki-laki, seperti pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak aktif, stres, serta penggunaan alkohol dan obat-obatan.

    Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi pergeseran tentang penuaan. Sementara perempuan sering diingatkan tentang jam biologis mereka, usia dianggap tidak menjadi masalah bagi kesuburan pria.

    Namun sekarang, gagasan itu berubah. Usia paternal seorang pria dikaitkan dengan kualitas sperma yang lebih rendah dan berkurangnya kesuburan.

    Ada seruan yang berkembang untuk pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas pria dan pendekatan baru untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatannya – serta peningkatan kesadaran akan kebutuhan mendesak untuk mengatasi polusi.

    Sementara itu, adakah yang dapat dilakukan seseorang untuk melindungi atau meningkatkan kualitas spermanya?

    Olahraga dan pola makan yang lebih sehat mungkin merupakan awal yang baik, karena dikaitkan dengan peningkatan kualitas sperma.

    Blanchard merekomendasikan untuk memilih makanan organik dan produk plastik yang bebas BPA (Bisphenol A), bahan kimia yang terkait dengan masalah kesuburan pria dan perempuan.

    “Ada hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan,” katanya.

    Dan, kata Hannington, jangan menderita dalam diam.

    Setelah lima tahun perawatan dan tiga putaran ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), teknik IVF di mana satu sperma disuntikkan ke pusat sel telur, dia dan istrinya memiliki dua orang anak.

    Bagi orang yang harus membayar perawatan kesuburan sendiri, prosedur seperti itu mungkin tidak terjangkau.

    Di AS, satu putaran IVF dapat menelan biaya hingga 30.000 dolar AS (senilai Rp452 juta) dan perlindungan asuransi untuk IVF dapat bergantung pada negara tempat Anda tinggal dan siapa pemberi kerja Anda.

    Bagaimanapun, Hannington mengatakan dia masih merasakan penderitaan mental dari cobaan yang dia hadapi.

    “Setiap hari saya bersyukur karena sudah memiliki anak, tetapi saya tidak lupa,” katanya. “Itu akan selalu menjadi bagian dari diri saya.”

    Versi bahasa Inggris dari artikel ini, How pollution is causing a male fertility crisis bisa Anda baca di laman BBC Future.

     
  • Mengenang 25 Tahun Tragedi Mei 98

    Mengenang 25 Tahun Tragedi Mei 98

     
    7cloud.asia – Di tengah keramaian aksi Kamisan yang dipenuhi payung-payung hitam, seorang perempuan muda duduk di pinggiran. Ia menggenggam erat penanya sambil menulis sebuah puisi di secarik kertas yang ia ambil dari buku tulisnya.

    Perempuan itu bernama Sangayu Piwulang Sae. Ia adalah seorang mahasiswa Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia. Ia datang ke aksi Kamisan karena ia sedang mempelajari Peristiwa ’98 melalui mata kuliah Filsafat dan HAM.

    Dilansir BBC Indonesia, Sangayu sudah lama mengenal sosok Sumarsih dari akun Instagram-nya yang sering membagikan informasi seputar aksi Kamisan dan penyelesaian pelanggaran HAM.

    “Sejauh yang saya tahu, aksi Kamisan ini dimulai oleh Ibu Sumarsih yang adalah ibu dari Wawan. Salah satu mahasiswa aktivis yang meninggal di Peristiwa ’98. Sampai saat ini Wawan belum mendapat keadilan atas kejahatan yang dilakukan oleh negara,” kata Sangayu sambil mengusap air mata yang mengalir.

    Perkataan Sumarsih yang ia selalu ingat adalah bahwa apa yang terjadi pada Wawan bisa terjadi pada siapa saja.

    Sangayu mengatakan tragedi itu menjadi bukti nyata bahwa negara pernah dengan seenaknya mengambil nyawa seorang mahasiswa yang sedang menyampaikan pendapatnya.

    “Kami mengetahui bahwa hal yang terjadi di tahun ’98 bukanlah mustahil untuk terulang kembali. Bahwa bagaimana kebiasaan kita untuk mengabaikan ketidakadilan-ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita bisa terus bertumpuk-tumpuk dan menghasilkan ketidakadilan yang lebih besar lagi,” tegas Sangayu.

    Baca: Mengenal Marsinah, simbol perjuangan buruh perempuan

    Bahkan, ia sangat tergerak hatinya oleh suasana pada aksi Kamisan tersebut sehingga ia menulis puisi mengenai perjuangan Sumarsih untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya yang bertajuk “Ibuku berdiri di sini”.

    Ibuku berdiri di sini

    Karya: Sangayu Piwulang Sae, 2023.

    Ada hari yang dihitung dalam angka

    Ada gema yang terus keluar dari toa

    Wajah demi wajah berganti

    Suara perempuan, suara laki-laki

    Undang-Undang agaknya diperbarui

    Mobil, motor, manusia, tidak lelah-lelahnya

    Gedung-gedung semakin tinggi

    Pohon bergantian ditumbangi

    Melewati itu semua, ibuku berdiri di sini

     

    Baca: Membaca pemikiran Kartini soal kesetaraan

     

    Ia berharap akan ada lebih banyak orang muda yang – meski tidak merasakan secara langsung zaman itu – bisa ikut memperjuangkan keadilan dan berdiri bersama para korban yang terdampak. Salah satunya dengan ikut aksi Kamisan yang dilakukan untuk memperjuangkan keadilan bagi korban Tragedi Mei 1998.

    “Untuk saya pribadi, saya melihat Bu Sumarsih dan saya tidak bisa membayangkan kesedihan yang dia rasakan: kehilangan seorang anak di tangan negara,” kata Sangayu sambil memandang ke arah massa. Ia tak kuasa menahan air matanya.

     

    Ya, tak terasa Tragedi Mei 98 yang menandai reformasi telah 25 tahun berlalu. Namun demikian hingga kini cita-cita reformasi masih jauh dari harapan. Para korban Tragedi Mei 98 juga belum menemukan keadilan. 

    Bahkan, kini ada upaya untuk ‘menghapus’ Tragedi Mei 98 yang memakan ribuan korban tewas dari ingatan dan sejarah bangsa ini. Namun demikian, ada setitik harapan untuk mewujudkan keadilan bagi Korban Tragedi Mei 98.

     

    Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Andy Yentriyani mengatakan pada tahun ini pihaknya mendapatkan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo untuk melaksanakan rekomendasi dari Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu (Tim PPHAM).

    “Dengan itu, kita berharap dapat meneguhkan solidaritas dan silang daya dalam memastikan upaya pemenuhan hak korban dari pelanggaran HAM berat bisa terpenuhi,” ujar Andy di sela peringatan 25 tahun tragedi Mei 98 di TPU Pondok Rangon, pekan lalu.

     

    Baca: Tokoh ini perjuangkan pendidikan untuk semua

     

    Andy mengungkapkan dari peristiwa tersebut, telah lahir gerakan berupa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta berbagai terobosan tata kelola pemerintahan pasca-Orde Baru, seperti adanya Mahkamah Konstitusi (MK) yang diharapkan menjadi pengawal hak konstitusional bagi masyarakat.

    Selain itu, terdapat revisi Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dimana definisi pemerkosaan diperluas sesuai dengan hukum internasional yang merupakan salah satu rekomendasi utama penyelesaian tragedi Mei 1998.

     

    Presiden juga membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai sebuah tim yang terdiri atas pemerintah maupun lembaga masyarakat sipil dan Komnas HAM.

    Dalam upaya pemenuhan HAM korban, Komnas Perempuan berupaya mengadakan peringatan tragedi Mei 1998 setiap tahunnya karena Komnas Perempuan lahir dari tragedi Mei 98 atas desakan sipil sebagai pertanggungjawaban negara dalam memenuhi dan memastikan pemenuhan hak-hak korban dapat terlaksana.

    Inisiatif masyarakat, khususnya perempuan penyintas tragedi Mei 1998 dan kepemimpinan perempuan penyintas, diharapkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian Tim PPHAM.

  • Minyak Sawit, Antara Alternatif Ketahanan Pangan dan Ancaman bagi Lingkungan

    Minyak Sawit, Antara Alternatif Ketahanan Pangan dan Ancaman bagi Lingkungan

    “Sebagai komoditas strategis, minyak sawit telah membuktikan menjadi salah satu solusi alternatif ketahanan pangan mengingat kondisi geopolitik saat ini di Eropa sebagai akibat Perang Ukraina dan Rusia,” ucap Airlangga saat pertemuan menteri Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) ke-11 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/5/2023).

    Pertemuan negara-negara produsen minyak sawit tersebut dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perkebunan dan Komoditas (MPC) Malaysia Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof.  Menteri Pertanian dan Peternakan Honduras Laura Suazo Torres berpartisipasi secara virtual.

    Pertemuan tingkat menteri tersebut juga meyakini bahwa minyak sawit akan tetap menjadi bahan baku penting untuk produksi biodiesel sehingga dapat memastikan ketahanan energi dunia dalam jangka panjang.

    Meskipun ketersediaan dan pasokan minyak nabati utama masih belum pasti pada 2023, namun minyak sawit masih berpeluang tumbuh karena ketersediaan, keserbagunaan, dan daya saing harganya.

    “Kami optimis bahwa produksi palm oil, demand, dan harga akan tumbuh positif di tahun 2023 walaupun banyak tantangan terhadap industrinya dan tentunya kami juga melihat berbagai tantangan terhadap produk CPOPC baik itu di Eropa di India maupun di beberapa negara lain,” kata Airlangga.

     
    Baca: Harus ada insentif untuk daerah yang mau merawat kawasan penghasil oksigen

    Ia pun mengapresiasi langkah yang diambil CPOPC untuk melakukan joint visit antara Indonesia dan Malaysia ke Uni Eropa (UE) berkaitan dengan industri kelapa sawit khususnya minyak sawit.

    Kemenko Perekonomian menginformasikan bahwa untuk mencermati perkembangan terkini di UE, khususnya Peraturan Deforestasi UE (EUDR) yang berpotensi memberi dampak negatif pada industri kelapa sawit dan mengecualikan petani kecil dari rantai pasok, CPOPC akan menyelenggarakan misi bersama untuk negara produsen ke Brussels, Belgia, pada 30-31 Mei 2023.

    Misi bersama itu juga akan bertemu dengan para pemain utama industri kelapa sawit (minyak sawit) dan organisasi masyarakat sipil di UE. Para menteri CPOPC optimis misi bersama ke UE tersebut akan membawa hasil positif.

    Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menyambut baik bergabungnya Honduras menjadi anggota CPOPC. Honduras menjadi negara ketiga setelah Indonesia dan Malaysia yang menjadi anggota CPOPC.

    Dalam waktu dekat, Papua Nugini juga akan bergabung menjadi anggota CPOPC. Pertemuan tingkat menteri penghasil sawit tersebut juga diikuti oleh perwakilan Kolombia, Ghana, dan Papua Nugini sebagai negara pengamat serta Nigeria sebagai negara tamu.

    Keempat negara itu menyatakan dukungannya terhadap strategi dan prioritas dewan CPOPC yang bertujuan mendukung pengembangan industri dan mengatasi tantangan global seperti ketahanan pangan dan energi terbarukan.

    “Minyak sawit tidak hanya penting bagi negara-negara anggota CPOPC tetapi juga untuk dunia,” kata Airlangga.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif bagi lingkungan
     
    Isu kerusakan lingkungan
    Pertemuan negara-negara produsen minyak sawit ini berlangsung di tengah kontroversi dampak industri minyak sawit bagi lingkungan. Dilansir The Conversation, Indonesia masih menghadapi permasalahan tata kelola perkebunan kelapa sawit, termasuk persoalan tumpang tindih kebun sawit dengan kawasan hutan.

    Pada 2019, data dari lembaga nirlaba yang fokus pada pelestarian lingkungan, Yayasan Kehati, mengemukakan ada 3,4 juta hektare (ha) kebun sawit dalam kawasan hutan.

    Upaya pembenahan tata kelola sawit tak bisa dilakukan dengan cara yang koersif atau kaku. Misalnya, dengan pendekatan pidana ataupun dengan pembongkaran tanaman sawit yang terlanjur merambah kawasan hutan.

    Selain tak efektif, pendekatan-pendekatan tersebut tak menjamin pemulihan hutan yang kualitasnya terlanjur rusak atau menurun akibat kebun sawit. Pendekatan yang koersif juga amat berisiko pada kesejahteraan petani, dan rawan menimbulkan konflik.

     

    Guna menyelesaikan persoalan ini, sejak 2018, tim dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, bersama Universitas Jambi, Universitas Palangka Raya, dan Yayasan Kehati melalui program Strengthening Palm Oil Sustainability (SPOS) Indonesia merumuskan solusi untuk memperbaiki kondisi hutan yang telah digunakan untuk kebun sawit sejenis (monokultur), sekaligus menjaga kesinambungan pendapatan petani.

    Baca: Perdagangan karbon ditataulang untuk maksimalkan pendapatan negara

    Solusi ini bernama strategi jangka benah, yakni penambahan jumlah tanaman berkayu pada kebun sawit monokultur melalui teknik agroforestri (wanatani) selama jangka waktu tertentu. Ini bertujuan untuk menambah keberagaman jenis tanaman dengan manfaat lingkungan dan manfaat ekonomi yang tinggi pada kebun sawit yang berada dalam kawasan hutan.

    Bagaimana praktik jangka benah dapat memulihkan lingkungan?

    Strategi jangka benah bertumpu pada petani sebagai aktor kunci untuk memulihkan lingkungan. Petani dapat memulainya dengan memilih jenis tanaman yang tepat untuk tumbuh bersama sawit di kebunnya.

    Berdasarkan hasil analisis, pemilihan tanaman dapat mempertimbangkan beberapa kriteria seperti:

    • jenis asli atau endemik setempat
    • multiguna (multi purpose tree species, atau MPTS); menghasilkan batang, kulit, buah, biji, daun getah atau akar yang bernilai ekonomi tinggi
    • teknik budi daya yang cukup dikenal masyarakat
    • berumur panjang
    • memiliki perakaran yang dalam
    • tersedia bahan tanaman dalam jumlah cukup