7cloud.asia – Spanyol keluar menjadi juara Piala Dunia 2026, setelah di babak final mengalahkan Argentina dengan skor 1-0,Senin (20/7/2026) dini dini hari waktu Indonesia.
Dengan pencapaian ini, Spanyol tercatat dua kali merebut lambang supremasi tertinggi sepak bola dunia, menyamai jumlah perolehan trofi milik Uruguay dan Prancis.
Dalam laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New Jersey, pertandingan berakhir imbang tanpa gol di waktu normal, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.
Spanyol langsung coba menekan sejak awal babak pertama extra time. Nico Williams sempat berhasil menggetarkan gawang Argentina di menit ke-96 dengan memanfaatkan kemelut di kotak penalti Argentina.
Namun wasit Slavko Vincic tidak mengesahkan gol tersebut. Vincic menilai ada pelanggaran dalam proses gol tersebut. Mikel Merino menginjak kaki Nicolas Otamendi sebelum bola bergulir ke arah Nico Williams.
Pertandingan masih bertahan 0-0 hingga babak pertama extra time berakhir. Spanyol akhirnya bisa menggebrak di awal babak kedua extra time sehingga Ferran Torres mampu mencetak gol untuk membawa Spanyol unggul di menit ke-106.
Hasil ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Spanyol yangvdatang sebagai juara bertahan Eropa dan negara peringkat kedua dunia, akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Rekor baru.
Dilansir The Conversation, Argentina dan Spanyol mencapai final tanpa terkalahkan setelah melewati tujuh pertandingan.
Spanyol datang sebagai juara bertahan Eropa dan negara peringkat kedua dunia. Adapun Argentina adalah juara bertahan Copa América dan Piala Dunia, sekaligus peringkat pertama dunia.
Spanyol bisa dibilang merupakan tim dengan taktik paling lengkap di turnamen ini. Mereka memiliki fondasi penguasaan bola yang dominan dan sabar, presssing (tekanan) tanpa henti, dan organisasi pertahanan yang luar biasa.
La Roja (Si Merah, julukan timnas Spanyol) melucuti Prancis 2-0 di semifinal—dengan hanya memberikan sedikit peluang menyerang untuk tim lawan dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Dalam kacamata ilmu olahraga, Spanyol perlahan membangun performa puncak menuju final, kendati sempat ditahan imbang oleh Cabo Verde di partai pembuka fase grup.
Ciri khas tim Spanyol adalah tidak ada seorang pemain pun yang menonjol di atas pemain lainnya. Kesuksesan tim terbagi rata di seluruh skuat.
Ini adalah tim yang komplet. Diarsiteki pelatih Luis de la Fuente yang sedang berada di puncak kariernya, enam pemain telah mencetak setidaknya satu gol. Salah satunya adalah Mikel Oyarzabal yang memimpin daftar dengan torehan lima gol.
Kiper Unai Simón juga tampil kokoh menjaga mistar gawang. Dia melakukan sejumlah penyelamatan brilian, serta penempatan cerdas di luar kotak penalti.
Dani Olmo—meski sempat dua kali diganti—selalu menjadi momok serangan yang mengancam lawan.
Sementara itu, kapten Rodri menjalankan tugasnya dengan baik, meski jarang disorot. Dia sukses mengorkestrasi tim secara luar biasa dari lini tengah.
Argentina dan keajaiban Messi
Argentina juga merupakan tim hebat, tetapi jenis kehebatannya berbeda. Mereka memiliki satu pemain kunci yang sangat menonjol.
Nyaris tak ada lagi yang perlu dijelaskan tentang kehebatan Lionel Messi. Meski begitu, kecemerlangan tim Argentina tidak semata-mata dibangun di atas kejeniusan sang megabintang—melainkan berpusat pada komitmen luar biasa dari sepuluh pemain di sekelilingnya.
Mereka rela berlari, bertahan, berkorban untuknya, dan sepenuhnya percaya kepada Messi.
Messi diberi kebebasan untuk menghemat energinya dan menyelinap ke ruang-ruang di mana ia bisa memberikan dampak terbesar dalam membobol pertahanan lawan.
Rekan-rekan setimnya yang memikul beban fisik dalam mengejar bola dan menghalau serangan. Mereka membiarkan sang kapten menciptakan momen-momen magis di saat paling krusial.
Messi lebih dari seorang pemimpin bagi timnas Argentina. Dia adalah inspirasi, simbol, dan sosok yang memikul harapan seluruh rakyat Argentina.
Sepanjang turnamen, setiap kali Argentina menghadapi situasi genting, para pemain berpaling kepada Messi dengan keyakinan penuh bahwa ia akan menemukan jalan keluar.
Messi hampir selalu berhasil melakukannya, seperti yang dia tunjukkan dalam kemenangan tak terlupakan Argentina atas Inggris.
Perayaan atas kemenangan itu lebih dari sekadar mengantongi tiket ke babak final. Bagi banyak warga Argentina, ada beban emosional dari warisan Diego Maradona yang kontroversial.
Kali ini Argentina sanggup mengalahkan Inggris di panggung sepak bola terbesar lewat keterampilan dan semangat pantang menyerah—bukan keberuntungan semata. Ini merupakan sejarah penting lain dalam perjalanan luar biasa Argentina di Piala Dunia.

Leave a Reply