Tag: kesehatan

  • Stop Makanan Berpengawet untuk Lindungi Ginjal Anak

    Stop Makanan Berpengawet untuk Lindungi Ginjal Anak

    7cloud.asia – Makanan kemasan yang mengandung pengawet sering dijumpai dan dikonsumsi tak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Menghindari makanan berpengawet salah satu cara mencegah timbulnya penyakit ginjal pada anak.

    Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Eka Laksmi Hidayati, Sp.A, Subsp.Nefro(K) menjelaskan biasanya bahan pengawet dalam makanan kemasan yang digunakan adalah natrium klorida (NaCl) atau garam.

    Natrium ini dapat menyebabkan penyakit metabolik seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    “Minuman makanan kemasan tidak langsung ke ginjal, melewati hipertensi dulu tapi semua pengawet makanan hampir semua itu garam, misal roti tawar NaCl-nya tinggi,” jelas Eka seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Banyak kasus diabetes dan gagal ginjal pada anak

    Selanjutnya Eka menjelaskan hipertensi yang terjadi karena natrium tinggi inilah dapat memicu kerusakan ginjal dikemudian hari. Biasanya pada usia remaja hingga dewasa sejumlah gejala mulai muncul diikuti dengan obesitas dan diabetes militus.

    Karena itu, lanjut Eka, pencegahan sejak dini perlu dilakukan agar gangguan ginjal pada anak tidak sampai pada fase kronik.

    Namun, jika anak memiliki risiko kelainan ginjal bawaan maka harus benar-benar dijaga dan dipertahankan kondisinya agar tidak sampai pada stadium 5 atau fase cuci darah.

    Hal ini perlu dilakukan agar kualitas hidup anak tetap terjaga. Selain itu,anak dengan penyakit ginjal bawaan yang sifatnya seumur hidup juga bisa produktif, bisa bersekolah dan bisa menjadi dewasa yang mandiri.

    Baca: Hipertensi dapat memicu gagal ginjal

    “Kalau dia masuk ke fase kronik, maka dia akan membutuhkan pengobatan jangka panjang, bisa seumur hidup. Tapi tetap penting untuk kita berikan obat dan tetap penting untuk pasien itu rutin mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter, karena dengan obat itu maka kita bisa mencegah terjadinya perburukan,” urainya.

    Jika si anak mengalami gagal ginjal akut atau yang terjadi tiba-tiba maka ada harapan untuk sembuh.

    Pengobatannya akan berfokus pada intervensi perbaikan ginjal, memperbaiki faktor risiko komplikasi seperti hipertensi atau diabetes, dan memenuhi kebutuhan cairan.

    Pada kasus gagal ginjal akut, biasanya pasien dapat sembuh dalam waktu tiga bulan. Tetapi jika lebih, maka akan masuk kategori gagal ginjal kronis.

     

  • Covid-19 Kembali Merebak di Kawasan ASEAN, Pemerintah Diingatkan Segera Mengambil Langkah Pencegahan

    Covid-19 Kembali Merebak di Kawasan ASEAN, Pemerintah Diingatkan Segera Mengambil Langkah Pencegahan

    7cloud.asia – Kasus Covid-19 kembali merebak di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara melaporkan peningkatan kasus Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan.

    Contohnya, Singapura mencatat lebih lonjakan kasus menjadi 14.200 selama 27 April-3 Mei, naik dari 11.100 kasus pada pekan sebelumnya. Hal ini disertai kenaikan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

    Sementara Thailand melaporkan lebih dari 16.600 kasus baru dan enam kematian dalam periode 4-10 Mei.

    Pada pertengahan Mei 2025, Malaysia sempat mengeluarkan peringatan waspada karena peningkatan kasus tersebut. Peringatan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, merespons tingginya penularan Covid-19 di Singapura dan Thailand.

    “Malaysia mencatat rata-rata sekitar 600 kasus per minggu, jauh di bawah ambang batas kewaspadaan nasional,” tulisnya di media sosial X, Sabtu (17/5/2025). Ia juga menegaskan, tidak ada laporan kematian akibat Covid-19 di Malaysia sepanjang 2025 sejauh ini.

    Sejak awal tahun ini hingga 10 Mei, Malaysia mencatat total 11.727 kasus Covid-19. Angka tertinggi tercatat pada awal tahun, kemudian menurun dan stabil dalam beberapa minggu terakhir.

    Baca: Laut membersihkan diri saat pandemi Covid-19 berlangsung

    Pemerintah “Negeri Jiran” pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala, serta melindungi kelompok rentan.

    Varian baru virus Covid LF.7 dan NB.1.8 diduga menjadi pemicu kembali merebaknya kasus Covid-19. Kondisi ini jadi alarm bahwa virus Covid-19 masih terus bermutasi dan berada di sekitar kita.

    Pemerintah di banyak negara pun mulai mengambil langkah cepat dengan meningkatkan imbauan protokol kesehatan dan pantau penyebaran Covid lebih ketat.

    Lantas, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di negara tetangga?

    Pentingnya sistem kesehatan yang tangguh
    Dalam episode SuarAkademia terbaru, The Conversation berbincang dengan Olivia Herlinda, Chief Research and Policy dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI).

    Menurut Olivia, ada dua faktor terkuat yang memicu kenaikan kasus CovidD-19 di ASEAN, yaitu mutasi virus yang memang tidak bisa dibendung dan menurunnya kekuatan vaksin dalam tubuh.

    Baca: Perubahan iklim mendorong penyebaran penyakit menular

    Karena itu, dia mengingatkan pentingnya memperketat pengawasan penyebaran virus dan meningkatkan akses vaksin booster untuk masyarakat.

    “Kendati pendekatan vaksinasi Indonesia pada saat pandemi sudah cukup responsif, pendekatan ini perlu ditopang oleh sistem distribusi yang lebih akurat dan inklusif, serta pengumpulan data yang lebih sistematis.” ujar Olivia dikutip The Conversation.

    Dia menambahkan, ketimpangan data antara pemerintah pusat dan daerah selama pandemi memberikan pelajaran soal pentingnya memperbarui sistem surveilans secara fundamental.

    Selain itu, pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan kesehatan. Pasalnya, masih tingginya kesenjangan fasilitas kesehatan antardaerah, menurut Olivia bisa menjadi masalah dalam penanganan kasus Covid-19 mendatang.

    Hal yang tak kalah penting, pemerintah perlu menyampaikan komunikasi risiko menyebarnya kembali kasus Covid-19 secara detail.

    Olivia berharap pemerintah bisa menyampaikan informasi secara transparan, konsisten, dan empatik agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

    Baca: Dampak nyata perubahan iklim terhadap kesehatan manusia

     

  • Mengurangi Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan Air Isi Ulang

    Mengurangi Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan Air Isi Ulang

    7cloud.asia – Riset yang dilakukan tim dari Program Kesehatan Masyarakat UGM pada 2024-2025 di Kota Palembang dan Yogyakarta menemukan adanya kandungan bakteri Escherichia coli dan mikropastik dalam air isi ulang.

    Hasil inspeksi kami terhadap 106 depot air minum di Palembang menunjukkan bahwa setiap depot memiliki rata-rata tiga sumber potensi kontaminasi.

    Sumber yang paling umum diamati, yaitu retaknya tangki penyimpanan air, adanya tanda kontaminasi di dalam tangki penyimpanan air, serta depot air minum terlihat kotor. Hal ini menandakan bahwa aspek higienitas masih menjadi tantangan serius.

    Selain itu, kami menemukan bahwa kebersihan tangki penyimpanan dan efektivitas alat pengolahan air (seperti penggunaan sinar UV) berhubungan positif dengan tingkat kontaminasi.

    Hal ini berarti semakin bersih tangki penyimpanan dan semakin optimal penggunaan UV, maka kualitas air yang diedarkan ke masyarakat akan semakin baik.

    Adapun di Yogyakarta, kontaminasi mikroplastik dalam air isi ulang diduga berasal dari proses pencucian. Sebab, galon disikat dengan bulu keras berbahan plastik (seperti PET atau nilon).

    Gesekan berulang saat mencuci berisiko melepaskan partikel mikroplastik ke dalam galon. Belum lagi, terjadi proses degradasi pada permukaan galon akibat penggunaan berulang dalam jangka waktu lama.

    Mengurangi dampak kesehatan air isi ulang
    Masyarakat tidak perlu panik, karena temuan air galon isi ulang justru mendorong kita untuk lebih cermat.

    Lakukan sejumlah cara di bawah ini guna mengurangi dampak kesehatan air isi ulang yang terkontaminasi:
    1. Rebus kembali air isi ulang hingga mendidih, lalu diamkan selama 5-10 menit guna mematikan bakteri E.coli.

    2. Hindari penggunaan galon yang sudah kusam, banyak goresan, atau terpapar sinar matahari langsung guna mengurangi risiko kontaminasi mikroplastik.
    Idealnya, gunakan galon isi ulang maksimal satu tahun/40 kali pemakaian berulang.

    3. Libatkan puskemas untuk mengawasi secara ketat dan rutin higienitas depot air minum maupun kualitas airnya sesuai dengan regulasi.

    4. Laporkan depot air minum yang dirasa kurang higienis ke puskesmas atau dinas kesehatan setempat.

    Air isi ulang tetap bisa menjadi solusi yang terjangkau dan layak, asalkan kita memiliki kesadaran bersama (baik pelaku usaha, konsumen, maupun pemerintah) dalam mengawasi secara ketat kualitas air minum kita.

    Sebab, air minum bukan sekadar kebutuhan mendasar, tetapi juga fondasi bagi kesehatan jangka panjang yang tak boleh dikompromikan.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Daniel (Lecturer in Public Health, Universitas Gadjah Mada) dan Anindrya Nastiti (Associate professor, Institut Teknologi Bandung)

    Mery Astri Yanni, Nurul Izza, dan Meilany Syabrina Daulay, mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, turut berkontribusi dalam penelitian ini.

  • Awas! Kurang Tidur Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

    Awas! Kurang Tidur Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

    7cloud.asia – Para ahli menyarankan agar orang dewasa tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan yang optimal.

    Dilansir alodokter.com, tidur cukup berperan penting dalam pemulihan tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Oleh karena itu, mencukupi waktu tidur sangatlah penting dilakukan.

    Sebaliknya, kurang tidur tidak bisa dianggap masalah sepele, karena berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

    Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, serta menurunkan daya ingat dan konsentrasi.

    Secara fisik, kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan sistem imun yang melemah.

    Berbagai faktor menjadi penyebab utama kurang tidur, mulai dari gaya hidup yang tidak teratur hingga tekanan pekerjaan dan paparan layar gadget sebelum tidur.

    Baca: Tidur tidak teratur berdampak negatif pada tubuh

    Pola tidur yang terganggu juga dapat dipicu oleh konsumsi kafein berlebihan serta gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea. Tanpa penanganan yang tepat, kebiasaan kurang tidur dapat berkembang menjadi masalah kesehatan kronis.

    Dampak pada kesehatan fisik
    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

    Gangguan tidur juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, yang berperan dalam pengaturan berat badan dan keseimbangan energi.

    Selain itu, tidur yang cukup sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Saat beristirahat dengan baik, tubuh lebih mampu melawan infeksi dan penyakit, sehingga daya tahan tubuh tetap optimal. Berikut beberapa dampak kurang tidur pada kesehatan fisik:

    – Peningkatan risiko penyakit jantung
    Kurang tidur dapat memicu tekanan darah tinggi dan peradangan, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    – Gangguan metabolisme dan diabetes
    Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu regulasi gula darah dan sensitivitas insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

    Baca: Gunakan ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    – Kenaikan berat badan dan obesitas
    Kurang tidur mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga meningkatkan nafsu makan dan risiko obesitas.

    – Penurunan daya tahan tubuh
    Tidur yang cukup penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kurang tidur membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

    – Gangguan fungsi otak dan konsentrasi
    Kurang tidur dapat menurunkan daya ingat, memperlambat respon, serta mengganggu fokus dan produktivitas sehari-hari.

    Dampak pada kesehatan mental
    Kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

    Kurangnya waktu istirahat yang cukup juga dapat melemahkan kemampuan seseorang dalam mengatasi stres, sehingga membuatnya lebih rentan terhadap tekanan emosional.

    Selain itu, tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan kimia otak yang sehat.

    Baca: Jenis insomnia dan cara menanganinya

    Keseimbangan ini diperlukan untuk mengatur emosi dengan baik dan mendukung kesehatan mental secara keseluruhan. Berikut beberapa dampak kurang tidur pada kesehatan mental:

    – Dampak pada emosi
    Kurang tidur dapat meningkatkan aktivitas amygdala hingga 60 persen, bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi. Aktivitas yang berlebihan ini membuat otak lebih sulit mengendalikan respons emosional.

    – Depresi
    Kebiasaan kurang tidur dapat memperburuk kondisi depresi. Selain itu, kurang tidur juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab munculnya gangguan ini.

    – ADHD (Gangguan hiperaktivitas dan defisit perhatian)
    Kurang tidur memiliki gejala yang mirip dengan ADHD, seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, mengantuk di siang hari, dan emosi yang tidak stabil. Kondisi ini dapat dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan sering kali terjadi bersamaan.

    – Gangguan bipolar
    Kurang tidur dapat memperburuk episode mania pada penderita gangguan bipolar. Selain itu, kelelahan ekstrem akibat kurang tidur dapat menyebabkan tidur lebih lama saat fase depresi berlangsung.

    – Gangguan kecemasan
    Gangguan kecemasan sering kali menyebabkan berkurangnya waktu tidur, yang dapat berkontribusi pada serangan panik dan mimpi buruk. Pada penderita gangguan ini, kurang tidur juga mempengaruhi kemampuan dalam mengendalikan emosi.

  • Kenali Tujuh Gejala Kekurangan Zat Besi

    Kenali Tujuh Gejala Kekurangan Zat Besi

    7cloud.asia – Zat besi (Fe) merupakan nutrien yang diperlukan untuk menjalankan berbagai proses enzimatik tubuh seperti pembentukan hormon, metabolisme seluler, hingga sintesis DNA.

    Zat besi dalam tubuh juga dapat bermanfaat untuk proses transpor oksigen. Kemudian yang tak kalah penting, zat besi juga berperan dalam perkembangan dan pembentukan saraf pusat.

    Zat besi terdapat pada berbagai jenis makanan, baik dari sumber hewani maupun nabati.

    Beberapa sumber zat besi yang baik meliputi daging merah, unggas, ikan, kerang, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan kering, serta olahan kedelai seperti tahu dan tempe

    Baca: Intervensi pada calon pengantin untuk cegah stunting

    Dalam prakteknya, banyak orang mengalami kekurangan zat besi. Ya, kekurangan zat besi menjadi hal yang tidak mudah untuk diidentifikasi, gejalanya kerap muncul perlahan bahkan kerap kali tak terasa.

    Dikutip dari Eatingwell, Senin (21/7/2025) kekurangan zat besi muncul dari gejala yang ringan, menengah hingga anemia yang merupakan kondisi parah yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Berikut adalah gejala-gejala anemia akibat kekurangan zat besi yang patut untuk diwaspadai.

    1. Selalu lelah
    Kerap kelelahan beberapa waktu belakangan bisa menjadi tanda defisiensi zat besi dan sebaiknya melakukan pemeriksaan.

    Baca: Faktor sosioekonomi pengaruhi risiko stunting

    2. Selalu kedinginan
    Gejala ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi menghambat efisiensi tiroid dan hormon tiroid yang berperan dalam mengatur suhu tubuh.

    3. Sesak napas
    Kesulitan bernapas meski rutin berolahraga, bisa jadi ini karena kekurangan zat besi. Pasalnya zat besi membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dan tanpa zat besi yang cukup tubuh akan kesulitan mengikuti rutinitas kardio.

    4. Mudah tersinggung
    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa remaja dengan defisiensi zat besi atau anemia mengalami iritabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebaya yang sehat.

    5. Rambut menipis dan rapuh
    Jika kehilangan 50-100 helai per hari, maka gejala ini aman, namun jika lebih dari itu bisa jadi hal ini menjadi tanda kekurangan zat-zat besi.

    Baca: Program makan bergizi gratis dan kasus stunting di Indonesia

    6. Depresi
    Zat besi berperan sebagai neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, kadar zat besi yang rendah memengaruhi kadar neurotransmitter dan memengaruhi suasana hati serta gejala depresi atau kecemasan.

    7. Mengalami kondisi peradangan
    Bila memiliki kondisi radang usus, sebaiknya melakukan konsultasi mengenai kadar zat besi pada tubuh.

  • WHO Peringatkan Wabah Kolera Global Kian Memburuk

    WHO Peringatkan Wabah Kolera Global Kian Memburuk

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (29/8/2025) melaporkan, wabah kolera yang dipicu oleh konflik dan kemiskinan, memburuk di sejumlah negara dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang signifikan.

    Data terkini dari Disease Outbreak News menyebutkan pada 1 Januari hingga 17 Agustus 2025, sebanyak 409.000 kasus kolera dan 4.738 kematian tercatat di 31 negara, dengan enam negara melaporkan tingkat fatalitas kasus di atas 1 persen.

    Menurut data tersebut, kawasan Mediterania Timur melaporkan jumlah kasus tertinggi. Sementara, kawasan Afrika melaporkan jumlah kematian terbanyak.

    Baca: Konflik dan perubahan iklim picu kematian akibat wabah kolera

    Laporan tersebut memperingatkan bahwa konflik, pengungsian massal, bencana alam, dan perubahan iklim mendorong penyebaran kolera, terutama di daerah pedesaan dan daerah terdampak banjir yang memiliki infrastruktur lemah dan akses kesehatan yang terbatas.

    Tantangan lintas perbatasan tersebut membuat wabah semakin kompleks dan sulit dikendalikan.

    WHO menekankan akses mendapatkan air minum yang aman, sanitasi, dan kebersihan tetap menjadi satu-satunya solusi berkelanjutan jangka panjang untuk mengakhiri darurat kolera saat ini dan mencegah wabah di masa depan.

    Baca: Perubahan iklim mendorong penyebaran penyakit menular

    Mengingat skala, keparahan, dan sifat saling terkait dari wabah-wabah tersebut, risiko penyebaran lebih lanjut baik di dalam maupun antar negara dinilai sangat tinggi.

    Guna menekan penularan, WHO merekomendasikan penguatan pengawasan, perbaikan pengelolaan kasus, perluasan intervensi air, sanitasi, dan kebersihan (water, sanitation, and hygiene/WASH).

    Selain itu pelaksanaan kampanye vaksinasi serta peningkatan koordinasi lintas perbatasan untuk menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat juga penting dilakukan.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Ini Sebabnya Pasien Gangguan Ginjal Harus Membatasi Minum Air Putih

    Ini Sebabnya Pasien Gangguan Ginjal Harus Membatasi Minum Air Putih

    7cloud.asia – Orang dengan gangguan ginjal disarankan untuk menakar minumnya dan tidak minum air putih secara berlebihan karena organ ginjalnya telah mengalami penurunan fungsi.

    Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan MS mengatakan, hal ini karena ginjal sudah kehilangan atau mengalami kekurangan kemampuan untuk menyaring cairan.

    Diansir Antaranews.com beberapa waktu lalu, Ali mengatakan terlalu banyak meminum air putih bagi pasien penyakit ginjal, dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

    Hal ini karena cairan yang diasup tidak akan masuk dan disaring ginjal sehingga langsung diserap tubuh yang bisa memicu masalah kesehatan. Itu sebabnya mereka harus memperhatikan batas konsumsi air minum.

    Baca: Demam Berulang Tanpa Batuk Bisa Jadi Indikasi Gangguan Ginjal pada Anak

    Sementara bagi orang yang sehat, tidak ada masalah dalam mengonsumsi air putih dengan takaran yang disarankan yakni sebanyak dua liter per hari.

    “Acuannya kurang lebih juga adalah bahwa setiap kalori makanan yang kita konsumsi itu harus memasukkan sayuran 1 cc sehingga dijadikan pedoman orang awam secara umum kita memerlukan 2.000 kalori makanan setara dengan yang kita harus minum dua liter air putih,” jelasnya.

    Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RA Adaninggar Primaria Nariswari menyebutkan, pada orang normal kebiasaan jarang meminum air putih dapat menjadi faktor risiko.

    Kurang minum air putih mengharuskan seseorang melakukan terapi cuci darah (hemodialisis) meskipun masih usia muda.

    Baca: Waspadai Nyeri Pinggang yang Berkepanjangan

    “Biasanya pasien muda yang melakukan cuci darah karena tidak suka atau jarang minum air putih,” katanya.

    Dokter Ningz, sapaan akrabnya, mengatakan kebiasaan jarang meminum air putih dapat menyebabkan peradangan pada ginjal dan merupakan risiko awal dari penyakit diabetes, yang kelak juga akan berdampak pada fungsi ginjal.

    Ginjal yang sudah kehilangan fungsinya, kata dia, mengakibatkan seseorang harus melakukan terapi cuci darah untuk mengembalikan kualitas hidupnya, karena darah yang kotor dan tak tersaring melalui ginjal dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

  • Jaga Kwantitas Tidur: Kurang Tidur Punya Sederet Dampak Negatif pada Kesehatan

    Jaga Kwantitas Tidur: Kurang Tidur Punya Sederet Dampak Negatif pada Kesehatan

    7cloud.asia – Banyak orang menganggap enteng kurang tidur, padahal senyatanya kurang tidur bisa berdampak serius bagi kesehatan.

    Tidak hanya membuat tubuh terasa lelah dan sulit berkonsentrasi, kebiasaan begadang juga berisiko memicu berbagai penyakit kronis dalam jangka panjang.

    Mulai dari turunnya kemampuan berpikir, gangguan metabolisme, hingga risiko gangguan mental meningkat, semua bisa bermula dari kurang tidur.

    Karena itu, mulai sekarang perhatikan pola tidur kamu. Memahami bahaya kurang tidur sangat penting agar bisa menjaga pola istirahat dengan lebih baik.

    Berikut ini bahaya dari kurang tidur bagi kesehatan fisik dan mental yang kami rangkum dari berbagai sumber:

    1. Mengganggu kemampuan berpikir dan konsentrasi
    Tidur malam yang cukup berperan penting dalam proses kerja otak. Saat tubuh kekurangan tidur, kemampuan otak akan terganggu dalam banyak hal.

     

    Baca: Pola tidur yang berubah-ubah berdampak negatif pada tubuh

    Fokus jadi menurun, sulit berkonsentrasi, berpikir logis terasa berat, hingga kemampuan menyelesaikan masalah ikut melemah. Kondisi ini tentu membuat proses belajar menjadi tidak efektif.

    Selain itu, ketika tidur, otak melewati beberapa proses pemulihan yang membantu memperkuat daya ingat. Jika jam tidur berkurang, kemampuan mengingat pengalaman maupun informasi baru juga ikut menurun.

    2. Mempengaruhi pencernaan
    Kurang tidur juga berdampak pada keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan metabolisme tubuh. Saat tidur berkurang, produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan meningkat.

    Sementara hormon leptin yang memberi sinyal kenyang justru menurun. Akibatnya, tubuh lebih sering merasa lapar dan cenderung mencari makanan tinggi kalori, lemak, serta karbohidrat.

    Selain itu, pola tidur yang buruk juga bisa mengacaukan metabolisme gula darah dan insulin. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan kadar gula meningkat, penumpukan lemak, bahkan risiko obesitas.

    Baca: Main ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    3. Daya tahan tubuh melemah dan risiko kanker
    Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sitokin, yaitu protein penting yang berperan melawan infeksi dan peradangan.

    Ketika tidur terganggu, produksi sitokin berkurang sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit. Kondisi ini bisa memperparah masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

    Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara kurang tidur kronis dengan meningkatnya risiko kanker, seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar, meski mekanismenya belum sepenuhnya terungkap.

    4. Insomnia
    Kurang tidur yang berkepanjangan bisa berkembang menjadi insomnia. Kondisi ini membuat seseorang sulit tidur atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.

    Jika tidak segera ditangani, insomnia bisa menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari, menurunkan konsentrasi, bahkan mempengaruhi fungsi otak dalam berpikir. Insomnia juga kerap meningkatkan kecemasan dan mengganggu kesehatan mental secara umum.

    5. Meningkatkan risiko kesehatan mental
    Dampak lain dari kurang tidur dalam jangka panjang adalah meningkatnya kemungkinan mengalami gangguan mental.

    Kurang tidur membuat suasana hati lebih mudah berubah, seseorang menjadi cepat marah, cenderung berpikiran negatif, dan mengalami penurunan kestabilan emosi.

    Dalam kondisi tertentu, kebiasaan buruk ini dapat memicu atau memperburuk gangguan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan bipolar, bahkan ADHD.

    Baca: Kenali jenis insomnia agar tepat menanganinya

  • Komisi IX DPR Minta Pihak Rumah Sakit Tidak Batasi Masa Rawat Inap Pasien JKN

    7cloud.asia – Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani mengingatkan agar rumah sakit tidak semena-mena membatasi masa rawat inap pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rapat Panja JKN Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

    Rapat tersebut membahas agenda Pengawasan terhadap Sistem Pengaduan Masyarakat dan Respons Pelayanan JKN, dengan menghadirkan BPJS Kesehatan, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Ombudsman RI, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), serta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

    Ia menegaskan, BPJS Kesehatan tidak pernah mengatur pembatasan jumlah hari rawat inap, sehingga tindakan rumah sakit yang mempercepat pemulangan pasien berpotensi membahayakan keselamatan.

    “Banyak kasus pasien baru dirawat tiga hari lalu dipaksa pulang, padahal masih dalam kondisi sakit. Bahkan ada pasien yang kemudian meninggal karena penanganan tidak tuntas. Ini jelas merugikan masyarakat,” kata Irma.

    Baca: DPR tegaskan tak boleh ada diskriminasi bagi pasien BPJS

    Irma mencontohkan, ada pasien di Medan yang dipaksa pulang oleh rumah sakit meskipun masih dalam kondisi menggunakan infus. Setelah dirinya melakukan intervensi, pasien akhirnya bisa tetap dirawat, namun beberapa hari kemudian meninggal dunia.

    “Rumah sakit tidak boleh hanya berpikir soal risiko atau keuntungan. Sumpah dokter itu menempatkan nilai kemanusiaan di atas segalanya,” tegasnya.

    Politisi Partai Nasdem itu juga menyinggung masalah diagnosa yang tidak akurat. Menurutnya, banyak pasien meninggal akibat salah diagnosa awal, seperti kasus pasien sesak napas yang langsung dipulangkan, tetapi ternyata terkena serangan jantung.

    Irma meminta PERSI menindak rumah sakit yang memberikan pelayanan buruk, serta BPJS Kesehatan memastikan kontrak kerja sama hanya dengan rumah sakit yang memenuhi standar.

    “BPJS adalah program kesehatan yang luar biasa bagi rakyat. Jangan sampai dikorbankan karena pelayanan rumah sakit yang tidak profesional,” ujarnya.

    Baca: Kelas dalam BPJS Kesehatan dihapus

    Dalam kesempatan itu, Irma juga menyoroti sejumlah rumah sakit yang masih membebankan biaya tambahan atau urun biaya kepada pasien peserta JKN.

    Ia menilai adanya biaya tambahan ini menyalahi prinsip pelayanan kesehatan yang seharusnya ditanggung BPJS Kesehatan.

    “Banyak rumah sakit yang seharusnya menyediakan obat sesuai standar JKN, tetapi justru menyatakan tidak ada dan kemudian meresepkan obat di luar tanggungan. Ini jelas membebani masyarakat,” tegas Irma.

    Irma menilai masalah urun biaya dan resep obat di luar tanggungan ini bukan kasus tunggal, melainkan sudah sering terjadi di berbagai rumah sakit.

    “BPJS bersama PERSI harus menindak tegas praktik nakal ini. Rumah sakit jangan hanya berpikir keuntungan, tapi juga nilai kemanusiaan,” ujar Legislator dapil Sumatera Selatan II ini.

    Baca: Iuran BPJS Kesehatan naik, layanan harus ditingkatkan

  • Mengintip Manfaat Kesehatan Daun Sungkai

    Mengintip Manfaat Kesehatan Daun Sungkai

    7cloud.asia – Selain menjadi penyedap rasa alami, daun sungkai (Peronema canescens) secara turun-temurun juga digunakan untuk mengatasi keluhan kesehatan umum yang dialami berbagai usia, seperti demam, pusing, dan sakit gigi.

    Tanaman sungkai biasanya dapat tumbuh tinggi sebagai pagar hidup untuk rumah-rumah dan banyak ditemukan di daerah Kalimantan hingga Sumatera.

    Pemanfaatan daun sungkai untuk obat herbal ini berkat beberapa kandungan fitonutrien, senyawa alami dari tumbuhan (termasuk buah, sayur, dan kacang-kacangan) yang memberikan manfaat kesehatan bagi manusia, meskipun bukan nutrisi esensial.

    Fitonutrien membantu tubuh mengurangi risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan melindungi sel dari kerusakan. Contoh fitonutrien meliputi karotenoid, flavonoid, asam elagat, dan resveratrol.

    Seperti dikutip dari studi dalam Pharmacology And Clinical Pharmacy Research (2021), daun sungkai antara lain mengandung flavonoid, terpenoid, polisakarida, alkaloid, saponin, tannin, steroid, dan polifenol.

    Cara mengonsumsi daun sungkai tidak terlalu sulit. Masyarakat daerah Kalimantan dan Sumatera umumnya mengolah daun ini dengan cara direbus dan meminum air rebusannya.

    Baca: Segudang manfaat temulawak untuk kesehatan

    Namun demikian, obat herbal bisa berbahaya atau memiliki efek samping jika tidak digunakan dengan tepat, termasuk saat mengonsumsi daun sungkai.

    Bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan tertentu dan sedang minum obat dokter, sebaiknya konsultasi dulu sebelum mengonsumsi daun ini.

    Beberapa efek samping umum yang mungkin timbul saat mengonsumsi daun ini secara berlebihan adalah alergi, diare, mual dan muntah.

    Sebuah penelitian yang dimuat dalam Biomedics (2015) menemukan efek samping terhadap fetus hewan uji yang menyebabkan kecacatan dan kematian. Meski begitu, penelitian tersebut belum terbukti efeknya terhadap kesehatan manusia.

    Berikut manfaat untuk kesehatan dengan mengonsumsi daun sungkai sebagai obat herbal:

    1. Menurunkan demam
    Salah satu khasiat mengonsumsi air rebusan daun sungkai yang paling dikenal oleh masyarakat adalah kemampuannya untuk menurunkan demam.

    Tanaman herbal ini memang mengandung komponen antipiretik atau zat aktif yang membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Bahkan, daun ini digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat medis penurun demam.

    Baca: Kerap dianggap gulma, daun meniran menyimpan sederet manfaat untuk kesehatan

    2. Membantu pengobatan malaria
    Daun sungkai juga dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif untuk mempercepat penyembuhan pada pasien malaria yang merupakan salah satu infeksi parasit paling mematikan yang memakan korban hingga 627.000 masyarakat di dunia.

    Menurut studi yang dimuat dalam jurnal KnE Life Sciences (2017), daun sungkai bersifat antiplasmodium yang dapat menghambat perkembangan parasit penyebab penyakit malaria.

    3. Meredakan sakit gigi
    Daun sungkai memiliki sifat antibakteri (desinfektan) sehingga dapat menghambat perkembangan bakteri penyebab sakit gigi.

    Anda dapat menggunakan rebusan air daun sungkai sebagai obat kumur alami untuk mengurangi sakit.

    4. Menjaga sistem kekebalan tubuh
    Daun sungkai dapat menjadi obat herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan adanya komponen imunostimulator pada tanaman obat ini.

    Imunostimulator bekerja dengan cara meningkatkan jumlah sel darah putih dan merangsang aktivitas imun tubuh dalam melawan ancaman penyakit maupun infeksi.

    Sebuah penelitian yang melibatkan hewan uji dalam Pharmacognosy Journal (2021) menemukan adanya peningkatan jumlah leukosit setelah diberikan ekstrak daun sungkai dalam beberapa dosis.

    Baca: Kandungan nutrien dalam daun kelor

    5. Bantu pemulihan pasca-melahirkan
    Siapa sangka bahwa daun sungkai juga dapat membantu pemulihan kondisi ibu baru melahirkan dan meningkatkan kesuburan?

    Daun ini disebut-sebut dapat melancarkan menstruasi dan membantu detoksifikasi rahim setelah melahirkan.

    Meski begitu, potensi ini belum mempunyai bukti ilmiah, sehingga masih memerlukan penelitian mendalam untuk mengetahui manfaat pastinya bagi kesehatan reproduksi perempuan.

    6. Mencegah peradangan
    Khasiat daun sungkai berikutnya didapatkan dari komponen antiinflamasinya. Kandungan fenol dan alkaloid pada tanaman ini berguna untuk mencegah terjadinya peradangan.

    Sebenarnya, peradangan merupakan respons tubuh dalam melindungi organ dari mikroorganisme, infeksi, maupun cedera.

    Menurut studi dalam Jurnal Farmasi Sains dan Praktisi (2021), daun sungkai diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi ini, tetapi tidak sekuat efek obat antiinflamasi pada umumnya.

    7. Menurunkan asam urat
    Hiperurisemia adalah kondisi terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal yang menyebabkan nyeri sendi hingga sendi bengkak.

    Kabar baiknya, daun sungkai memiliki komponen antihiperurisemia yang berpotensi membantu menurunkan kadar asam urat secara alami.

    Namun, penelitian yang tersedia masih terbatas pada hewan uji. Masih diperlukan penelitian yang memadai untuk mengetahui efeknya dalam mengatasi masalah asam urat pada manusia.

    Baca: 9 Manfaat teh hijau untuk kesehatan