Stop Makanan Berpengawet untuk Lindungi Ginjal Anak

Written by

in

7cloud.asia – Makanan kemasan yang mengandung pengawet sering dijumpai dan dikonsumsi tak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Menghindari makanan berpengawet salah satu cara mencegah timbulnya penyakit ginjal pada anak.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Eka Laksmi Hidayati, Sp.A, Subsp.Nefro(K) menjelaskan biasanya bahan pengawet dalam makanan kemasan yang digunakan adalah natrium klorida (NaCl) atau garam.

Natrium ini dapat menyebabkan penyakit metabolik seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi.

“Minuman makanan kemasan tidak langsung ke ginjal, melewati hipertensi dulu tapi semua pengawet makanan hampir semua itu garam, misal roti tawar NaCl-nya tinggi,” jelas Eka seperti yang dilansir Antaranews.

Baca: Banyak kasus diabetes dan gagal ginjal pada anak

Selanjutnya Eka menjelaskan hipertensi yang terjadi karena natrium tinggi inilah dapat memicu kerusakan ginjal dikemudian hari. Biasanya pada usia remaja hingga dewasa sejumlah gejala mulai muncul diikuti dengan obesitas dan diabetes militus.

Karena itu, lanjut Eka, pencegahan sejak dini perlu dilakukan agar gangguan ginjal pada anak tidak sampai pada fase kronik.

Namun, jika anak memiliki risiko kelainan ginjal bawaan maka harus benar-benar dijaga dan dipertahankan kondisinya agar tidak sampai pada stadium 5 atau fase cuci darah.

Hal ini perlu dilakukan agar kualitas hidup anak tetap terjaga. Selain itu,anak dengan penyakit ginjal bawaan yang sifatnya seumur hidup juga bisa produktif, bisa bersekolah dan bisa menjadi dewasa yang mandiri.

Baca: Hipertensi dapat memicu gagal ginjal

“Kalau dia masuk ke fase kronik, maka dia akan membutuhkan pengobatan jangka panjang, bisa seumur hidup. Tapi tetap penting untuk kita berikan obat dan tetap penting untuk pasien itu rutin mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter, karena dengan obat itu maka kita bisa mencegah terjadinya perburukan,” urainya.

Jika si anak mengalami gagal ginjal akut atau yang terjadi tiba-tiba maka ada harapan untuk sembuh.

Pengobatannya akan berfokus pada intervensi perbaikan ginjal, memperbaiki faktor risiko komplikasi seperti hipertensi atau diabetes, dan memenuhi kebutuhan cairan.

Pada kasus gagal ginjal akut, biasanya pasien dapat sembuh dalam waktu tiga bulan. Tetapi jika lebih, maka akan masuk kategori gagal ginjal kronis.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *