Tag: sampah

  • Begini Cara Pemkot Denpasar Tangani Masalah Sampah

    Begini Cara Pemkot Denpasar Tangani Masalah Sampah

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Bali dalam mengatasi masalah sampah di kota ini. Salah satunya dengan mengembangkan dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

    Kedua tempat TPST itu adalah TPST Padangsambian Kaja dan Tahura. Rencanya kedua TPST ini akan dijadikan sebagai pusat daur ulang guna menekan kiriman sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) Sarbagita.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa seperti yang dilansir Antaranews.  

    Baca: KLH akan tertibkan tempat pembuangan sampah liar

    Menurutnya saat ini pihaknya tengah berupaya mengirimkan surat terkait rencana ini kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang kini sudah dipisah menjadi Kementerian PU dan Kementerian PR.

    Selanjutnya Ida Bagus Putra menjelaskan sebenarnya Kota Denpasar juga memiliki TPST Kertalangu. Namun, saat ini operasionalnya terhenti.

    Penyebabnya karena pengelola tidak mampu merealisasikan target sebanyak 1.020 ton sampah per hari termasuk di TPST Padangsambian Kaja dan Tahura.

    Meski begitu, untuk memaksimalkan pengelolaan sampah rumah tangga, pihaknya mengoptimalkan 24 tempat pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menggunakan kembali-mengurangi-daur ulang/TPS3R di Denpasar dengan mengerahkan 17 mesin mesin yang menyortir sampah.

    Baca: KLH akan hentikan impor sampah

    “Biasanya di TPS3R itu hanya mampu mengolah sampah satu ton, dengan mesin penyortir sampah itu (produksi) naik menjadi dua hingga tiga ton,” ujar Ida Bagus Putra.

    Selain itu, lanjut Ida Bagus Putra, pihaknya juga memproduksi sampah anorganik khususnya sampah plastik hasil pilahan masyarakat menjadi paving menggunakan mesin peleleh plastik.

    Untuk itu, pihaknya kini juga tengah menyiapkan kerja sama yang dalam waktu dekat akan diteken dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).

    “Kami berupaya mengurangi sampah itu terbuang ke TPA melalui penyiapan mesin peleleh plastik diharapkan menjadi paving,” katanya.

    Baca: Mulai 1 Januari 2025, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan retribusi sampah rumah tangga

    Dalam menangani masalah sampah, Pemkot Denpasar telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.

    Dalam aturan ini, masyarakat diharuskan memilah sampah. Jika tidak, maka petugas pengangkutan sampah akan mengembalikan sampah itu kepada masyarakat.

    “Kami melibatkan aparat desa dan tim DLHK. Kami ada 50 petugas juru pemantau lingkungan (Jumali) dan 50 satuan tugas tersebar di masing-masing tempat penampungan sampah sementara (TPS),” katanya.

  • Pemprov DKI dan KLH Berkolaborasi Wujudkan Jakarta Bebas Sampah

    Pemprov DKI dan KLH Berkolaborasi Wujudkan Jakarta Bebas Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta.

    Melalui kegiatan ‘Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta, Indonesia Bersih’, Pemprov Jakarta berkomitmen mewujudkan kelestarian lingkungan di Kota Jakarta.

    Kegiatan ini digelar di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat dan dilaksanakan secara serentak di tujuh wilayah Jakarta.

    Hutan Kota GBK sebagai lokasi utama, dilengkapi dengan fasilitas interaksi relay dan streaming dua arah yang aktif dari enam lokasi lainnya, serta diikuti oleh sekitar 1.900 peserta.

    Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Jakarta, Minggu (17/11/2024) mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus mendorong warga memilah sampah secara optimal langsung dari sumbernya.

    Baca: Jumlah warga Jakarta yang memilah sampah terus meningkat

    Langkah ini untuk mempercepat penanganan sampah sesuai dengan tata lingkungan yang baik.

    “Kami juga terus memperluas kerja sama dengan pemerintah pusat, sektor swasta, komunitas, dan akademisi untuk mendorong inovasi teknologi pengelolaan sampah. Kami juga mengadakan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ujar Teguh.

    Keenam lokasi lainnya, yaitu Kebun Lingkungan Hidup A-Green, Meruya Utara, Jakarta Barat; Perkampungan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara;

    Jalan Pangkalan Jati III, Cipinang Melayu, Jakarta Timur; Kompleks Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat; Bumi Pesanggrahan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan; dan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

    Aksi ini juga melibatkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat di Jakarta, termasuk anak-anak sekolah, komunitas peduli lingkungan, media dan pegiat sosial media, serta masyarakat umum.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    “Harapannya, kerja sama ini dapat memperkuat komitmen semua pihak untuk mengelola sampah yang lebih baik, melestarikan lingkungan, serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan,” kata Teguh.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum (Sekum) Kementerian LH/Sekum Badan Pengendalian LH Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan para peserta dalam kegiatan ini sebelumnya telah memilah sampah dari rumah dan sekolah.

    Sampah tersebut berpotensi didaur ulang yang dijadikan tiket masuk untuk ke lokasi acara.

    Selain itu, seluruh peserta mendapatkan konsumsi makanan ringan di tempat khusus dengan wadah yang bisa dipakai lagi, kemudian bisa dibawa pulang. Lalu, peserta juga diminta membawa wadah minuman sendiri.

    “Jadi, minuman di sini diserahkan gratis. Bahkan, seluruh ornamen panggung acara ini dicetak dengan kain yang akan didaur ulang sebagai bahan pembuatan tas belanja, jadi tidak akan dibuang di TPA (Tempat Pembungan Akhir) manapun,” jelas Rosa.

  • BRIN Gandeng Industri Kembangkan Teknologi Shredder untuk Mengolah Sampah Perkotaan

    BRIN Gandeng Industri Kembangkan Teknologi Shredder untuk Mengolah Sampah Perkotaan

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur (PRTIPM) menggaet pelaku industri untuk mengembangkan teknologi shredder untuk penanganan sampah perkotaan.

    Teknologi shredder saat ini digunakan di mesin penghancur yang berfungsi untuk memotong dokumen menjadi potongan-potongan kecil atau partikel.

    Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Rapat Pleno Gedung 720, Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (13/11/2024).

    Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN, Hens Saputra menyampaikan bahwa teknologi shredder ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah melalui optimalisasi proses oksidasi dan pembakaran.

    “Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan performa peralatan serta kapasitas SDM Iptek, baik di BRIN maupun mitra eksternal,” ujar Hens.

    Kerja sama ini fokus pada riset untuk mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan kapasitas industri dalam menangani sampah kota.

    Baca: Mengenal pengolahan sampah dengan sistem RDF

    Melalui riset dan inovasi di bidang manufaktur komponen shredder, diharapkan akan muncul solusi yang lebih efisien dalam pengolahan sampah.

    Kerja sama ini juga mencakup pendampingan dan supervisi bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang terlibat dalam sektor pengolahan sampah.

    Dengan dukungan BRIN, PT Bumiresik Nusantara Raya berkomitmen untuk mentransformasikan teknologi pengolahan sampah menjadi lebih efektif, dengan penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi lokal.

    Pimpinan PT Bumiresik Nusantara Raya, Djaka Winarso, berharap kerja sama ini dapat mempercepat inovasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

    “Kami ingin mengembangkan teknologi pengolahan sampah nasional yang inovatif dan berdaya guna, terutama untuk kebutuhan energi,” ujar Djaka.

    Salah satu aspek penting dalam kerja sama ini adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat, baik di pihak BRIN maupun PT Bumiresik Nusantara Raya.

    Baca: DKI Jakarta lebih memilih pengolahan sampah dengan sistem RDF

    Melalui pelatihan, pendampingan, dan uji coba fungsi komponen mesin shredder, diharapkan SDM yang terlibat dalam industri pengolahan sampah dapat memperoleh keterampilan yang lebih baik dan memperkuat kapabilitas mereka dalam bidang manufaktur.

    Teknologi yang dikembangkan juga diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masalah sampah kota yang semakin kompleks.

    Kerja sama ini, diharapkan tidak hanya akan bermanfaat bagi pengembangan teknologi shredder, tetapi juga akan berkontribusi pada upaya penanganan sampah yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

    Dengan peningkatan teknologi, sampah kota yang sebelumnya sulit dikelola dapat diolah menjadi energi yang berguna, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

    Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan inovasi teknologi dan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri dan sektor riset di Indonesia.

    Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian teknologi nasional, khususnya dalam sektor pengolahan sampah. (sumber brin.go.id)

  • Pengmas UI Mengedukasi Siswa SD di Jabodetabek Soal Sampah Plastik dan Cinta Lingkungan

    Pengmas UI Mengedukasi Siswa SD di Jabodetabek Soal Sampah Plastik dan Cinta Lingkungan

    7cloud.asia – Pengabdian masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi para siswa SDN 1 Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, tentang sampah plastik.

    Dalam kegiatan ini Pengmas UI juga mengajak para siswa untuk mencintai lingkungan sejak dini.

    Ketua Tim Pengmas UI, Yuki Wardhana mengatakan bahwa edukasi sejak dini sangat penting tentang bahaya sampah untuk membentuk karakter anak muda di masa yang akan datang dan menghasilkan generasi sadar sampah.

    “Pada 10-15 tahun yang akan datang, anak-anak ini akan berada pada usia produktif dan menjadi penentu jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/11/2024).

    Yuki yang juga dosen Sekolah Ilmu Lingkungan UI, menegaskan pentingnya edukasi cinta lingkungan, khususnya di sekolah agar dapat menanamkan rasa peduli lingkungan dengan membantu mengurangi peningkatan jumlah sampah.

    Baca: KLH bakal tertibkan pengolahan sampah liar 

    “Gaya hidup atau perilaku merupakan kunci dalam mengurangi jumlah sampah dan gaya hidup akan dibentuk sejak anak-anak,” ujar dia.

    Yuki juga menekankan pentingnya mengurangi sampah di level keluarga untuk membantu menghemat biaya pengelolaan sampah negara.

    “Dengan mengurangi sampah, tidak hanya akan membuat lingkungan menjadi bersih namun juga dapat menghemat keuangan negara karena biaya pengelolaan sampah jadi berkurang,” ucapnya.

    Pada kegiatan tersebut, para siswa di SDN 1 Bojong Rawalumbu diperkenalkan dengan perjalanan sampah plastik yang biasa dibuang oleh masyarakat sampai menuju tempat pembuangan akhir.

    Tak jarang, sampah yang dibuang secara sembarangan bisa mencapai laut dan berlayar sampai ribuan km karena sulit terurai.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun harus segera diakhiri

    Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, sampah di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 69,9 juta ton.

    Mayoritas sampah ini merupakan sampah makanan, yakni sebesar 41,60 persen. Sedangkan prosentase sampah plastik mencapai 18,71 persen.

    Siswa SDN 1 Bojong Rawalumbu juga diminta mengeluarkan ide mengenai inisiatif untuk mengurangi sampah.

    Setelah melakukan edukasi, para siswa juga diajak oleh tim Pengmas UI untuk membuat kerajinan berupa pot yang dibuat dari tutup botol, kemudian, mereka juga membawa sampah lain yang dijadikan kerajinan.

    Kepala Sekolah SDN 1 Bojong Rawalumbu Abdul Munir mengapresiasi kegiatan edukasi soal lingkungan yang dilaksanakan oleh tim Pengmas UI tersebut.

     

  • KLH Beri Waktu Satu Tahun kepada Pemda untuk Selesaikan Peta Jalan Pengelolaan Sampah

    KLH Beri Waktu Satu Tahun kepada Pemda untuk Selesaikan Peta Jalan Pengelolaan Sampah

    7cloud.asia – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memberikan waktu satu tahun kepada pemerintah daerah untuk menyusun peta jalan pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing.

    Pemda diminta merancang perbaikan pengelolaan sampah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih melakukan penimbunan terbuka.

    “Ya, kami minta sebenarnya tahun ini harusnya clear. Satu tahun ke depan semua permasalahan sampah dan rencana road map harus disusun,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH Hanif dalam peninjauan di TPA di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (23/11/2024) malam.

    Permintaan pembuatan peta jalan (road map) itu sudah dilakukan saat KLH menyurati 306 kepala daerah yang masih mengoperasionalkan TPA dengan cara menimbun secara terbuka, atau dikenal dengan istilah open dumping.

    Baca: Pemprov DKI dan KLH berkolaborasi wujudkan Jakarta bebas sampah

    Dia menyebut bahwa KLH siap mendukung upaya peningkatan pengelolaan sampah di berbagai daerah, mengingat terbatas anggaran di pemerintah daerah.

    “Sehingga langkah-langkah progresif harus kita susun bersama. Kegotongroyongan harus kita bangun bersama, paling tidak 2-3 tahun ke depan masalah sampah ini harus bisa terurai,” ujarnya.

    Dia juga menyatakan akan melakukan penindakan hukum tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pengelolaan TPA ilegal, karena berkontribusi dalam pencemaran lingkungan hidup.

    Sebelumnya, KLH sudah melakukan evaluasi terkait pengelolaan sampah di 306 TPA di seluruh Indonesia.

    Baca: Jumlah rumah yang memilah sampah di Jakarta terus meningkat

    Di mana, masih banyak yang dikelola menggunakan metode open dumping untuk diperbaiki menjadi sistem sanitary landfill atau setidaknya controlled landfil.

    Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), jumlah timbulan sampah pada 2023 mencapai 38,4 juta ton per tahun.

    Dari jumlah itu, sampah terkelola nasional baru mencapai 61,62 persen, dengan masih terdapat 38,38 persen sampah di Indonesia yang belum terkelola dengan baik.

    Masalah lainnya adalah banyak TPA yang telah over kapasitas yang kemudian memicu masalah baru

  • Cinta Laura dan Warganet Desak Kandidat di Pilkada Atasi Masalah Sampah Lewat Tim Indonesia

    Cinta Laura dan Warganet Desak Kandidat di Pilkada Atasi Masalah Sampah Lewat Tim Indonesia

    7cloud.asia – Aktris Cinta Laura, komika Bintang Emon, dan kreator konten Andovi da Lopez berkolaborasi membuat sebuah kampanye soal penanganan sampah bernama Tim Indonesia.

    Kampanye yang terinspirasi oleh gerakan penggalangan dana internasional kolaboratif Team Seas itu bertujuan mendesak para calon kepala daerah untuk menangani masalah pengelolaan sampah yang dianggap tidak dikelola dengan baik.

    Padahal jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber pendapatan negara yang cukup besar.

    “Biasanya kalau kita ngomongin Indonesia, perubahan iklim, kita cuma nyasarnya tuh mungkin ke batubara, emisi, dan sebagainya… tapi ternyata salah satu sumber yang mempercepat krisis iklim yang [di]kontribusi Indonesia itu adalah karena tumpukan sampah kita yang udah gila banget,” kata Abigail Limuria, penggagas platform media daring What is Up Indonesia? yang digandeng Tim Indonesia untuk mendesain rencana kampanye, dilansir VOA Indonesia, (21/11/2024).

    Abigail juga menyoroti potensi pendapatan negara yang seharusnya bisa diraup sektor pengolahan limbah.

    “Bisa dibilang kita sebenarnya punya tumpukan duit yang nggak – yang belum dikelola, dan karena nggak dikelola malah jadi pencemar, jadi racun, gitu. Padahal kalau dikelola malah untung, jadi cuan gede, gitu, kan,” imbuhnya.

    Baca: Agar isu lingkungan menjadi bahasan di Pilkada 2024

    Menurut studi tahun 2024 dari Senang Eco Services, konsultan keberlanjutan yang berbasis di Bali, sebanyak 94,5 persen sampah di Indonesia dikelola melalui pembuangan akhir, akan tetapi hanya 1,39 persen yang diproses lebih lanjut.

    Sisanya menumpuk menjadi gunungan sampah. Akibatnya, Indonesia kehilangan sekitar Rp93 triliun per tahun akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik.

    Padahal, angka tersebut bisa membiayai hampir seluruh anggaran belanja kesehatan pemerintah pusat tahun 2024 yang sebesar Rp97,4 triliun.

    Tim Indonesia lantas mengajak para kreator konten, pemengaruh, dan warganet untuk mengampifikasi isu pengelolaan sampah, dengan mendorong mereka untuk membuat dan memposting konten mengenai isu sampah sebanyak-banyaknya.

    Mereka juga diminta menge-tag alias “mencolek” calon kepala daerah di media sosial, dan mengarahkan orang-orang untuk menandatangani petisi desakan tersebut.

    Abigail mengatakan, gerakan dunia maya itu akan mempermudah masyarakat “menagih janji” pengelolaan sampah yang disampaikan para kandidat selama kampanye.

    “Ketika, misalnya, Ridwan Kamil atau Pramono [Anung], mereka kan sudah taruh mukanya [di website Tim Indonesia], dan bahkan bikin konten [Instagram] Reels kayak jabarin – kalau soal sampah – dia bakal lakuin A, B, C, nah, itu tuh kan jejak tertulisnya jelas banget jadinya. Jadi, kalau misalnya isu sampahnya nggak terlalu ditangani, nagihnya udah gampang.”

    Baca: Greenpeace dorong isu ketahanan iklim jadi bahasan di Pilkada Jakarta

    Seperti diungkap Abigail, dua calon gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil dan Pramono Anung, telah menyatakan komitmen mereka terhadap masalah sampah usai desakan Tim Indonesia.

    Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam unggahan Instagramnya menyatakan bahwa komitmen menangani masalah sampah sudah ia jalankan ketika menjabat wali kota Bandung dan gubernur Jawa Barat.

    Ia mengatakan, dirinya menggunakan pendekatan “pentaheliks”, yang melibatkan akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media dalam menyelesaikan persoalan sampah.

    “Bisnis juga harus peduli dengan mengurangi sampah-sampah produk, kemudian juga akademisi membantu mencarikan ilmu-ilmu baru yang ramah lingkungan, komunitas mengampanyekan seperti ini, government dengan political will-nya, dan media memviralkan hal-hal positif,” sebutnya.

    Sementara itu, melalui postingan Instagram, Pramono menyatakan bahwa dirinya akan membentuk tim khusus untuk membersihkan sampah baliho-baliho kampanyenya pascapilkada.

    Lebih jauh, ia memaparkan bahwa ada tiga solusi masalah sampah. Pertama, menyiapkan pembangkit listrik tenaga sampah. Sampah kita ternyata bisa jadi energi loh, dan ini energi terbarukan.

    “Yang kedua, mensosialisasikan kepada masyarakat untuk memilah sampah. […] Yang ketiga, mengoptimalkan PPSU atau pasukan oranye, jadi mereka cepat tanggap dalam memastikan kebersihan lingkungan kita,” Pramono merujuk pada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Tingkat Kelurahan (PPSU).

  • Pilkada 2024: Para Konten Kreator Desak Calon Kepala Daerah Seriusi Pengelolaan Sampah

    Pilkada 2024: Para Konten Kreator Desak Calon Kepala Daerah Seriusi Pengelolaan Sampah

    7cloud.asia – Aktris Cinta Laura, komika Bintang Emon, dan kreator konten Andovi da Lopez berkolaborasi membuat sebuah kampanye soal penanganan sampah bernama Tim Indonesia.

    Kampanye yang terinspirasi oleh gerakan penggalangan dana internasional kolaboratif Team Seas itu bertujuan mendesak para calon kepala daerah untuk menangani masalah pengelolaan sampah yang dianggap tidak dikelola dengan baik.

    Padahal jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber pendapatan negara yang cukup besar.

    Hanifah Nurawaliah, 29 tahun, pegiat isu sampah yang getol ngonten dan mendampingi masyarakat untuk belajar mengelola sampah di lingkungan tempat tinggalnya di Bandung, Jawa Barat, tergerak untuk meramaikan kampanye Tim Indonesia ini.

    Dia rajin memposting konten yang menjelaskan betapa pentingnya mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah sampah.

    Hanifah berharap, kepala daerah itu berkonsultasi dengan para ahli persampahan di Indonesia. Pasalnya, menurut dia, untuk menyelesaikan solusi persampahan itu bukan hanya, misalnya, dengan kampanye 3R.

    ”Nggak, tapi memang harus dari akarnya. Akarnya adalah di tata kelola,” urai Hanifah melalui sambungan telepon (25/11/2024).

    Istilah 3R yang ia sebut merujuk pada kampanye pengelolaan sampah dengan metode reduce, reuse, recycle, atau kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang sampah.

    Hanifah menilai, dari berbagai aspek pengelolaan sampah, seperti kelembagaan, teknis operasional, pembiayaan, hingga partisipasi masyarakat, masalah utamanya ada pada penegakkan hukum.

    “Karena aturan sebetulnya sudah ada, seperti di sini, sudah sangat jelas bupati atau wali kota itu memang punya peran atau andil banget terhadap urusan sampah ini. Punya wewenang,” ungkapnya.

    Hal senada disampaikan Tika Diagnestya, kreator konten yang bekerja untuk salah satu lembaga nirlaba yang fokus pada isu manajemen limbah. Ia turut berpartisipasi dalam kampanye kreator yang digagas Cinta Laura dkk.

    Tika berpendapat, regulasi tanpa implementasi yang konsisten akan membuat orang meremehkan hukum, dan ia berharap kepala daerah yang terpilih akan dapat menegakkannya.

    “Aku berharap banget supaya calon kepala daerah ini nantinya, siapapun yang kepilih, tetap menjadikan sampah sebagai prioritas utama dalam kebijakan mereka,” tuturnya kepada VOA melalui sambungan telepon (25/11).

    “Aku juga berharap nantinya Tim Indonesia tetap menindaklanjuti dari [kepala daerah] yang sudah kepilih untuk menghubungkan gubernur tersebut ke pakar pengelolaan limbah, lembaga-lembaga sosial yang bisa bekerja sama atau membantu mengedukasi pemerintah,” pungkasnya.

    Dengan memanfaatkan popularitas para penggagas, Tim Indonesia ingin agar desakan yang mereka buat ampuh melekat di benak sebanyak mungkin masyarakat dan digubris para calon pemimpin daerah.

    Hingga berita ini diterbitkan, selain Ridwan dan Pramono di Jakarta, hanya ada satu calon kepala daerah lain yang menyatakan melalui Tim Indonesia bahwa ia akan memasukkan pengelolaan sampah ke dalam program strategisnya, yaitu calon gubernur Jawa Timur Inda Raya Ayu Miko Saputri.

    Pemilihan kepala daerah akan diselenggarakan secara serentak pada Rabu, 27 November 2024, di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.

  • Cleanup Action di Pantai Tanjung Luar Sukses Angkut 10 Ton Sampah

    Cleanup Action di Pantai Tanjung Luar Sukses Angkut 10 Ton Sampah

    7cloud.asia – Sebanyak 10 ton sampah berhasil dibersihkan dalam kegiatan cleanup action di Pantai Tanjung Luar di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Cleanup action atau kegiatan bersih-bersih ini juga dibarengi dengan penanaman bibit pohon mangrove di Pantai Tanjung Luar yang merupakan salah satu objek wisata di NTB.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Julmansyah mengatakan bahwa kegiatan ini tak sekadar aksi bersih-bersih

    “Ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya di Mataram, Kamis (19/12/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Julmansyah menuturkan jumlah relawan yang hadir dalam aksi bersih pantai mencapai 1.000 orang.

    Baca: Aksi Pandawara Group bukti konten positif obati keresahan terhadap masalah lingkungan

    Mereka membersihkan sampah dan limbah yang ada di Pantai Tanjung Luar, mengumpulkan sampah plastik, kertas, dan sampah organik untuk didaur ulang atau dibuang dengan benar.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang terlibat,” ucapnya.

    Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur menyediakan empat mobil angkut terdiri dari dua truk dum dan dua arm roll untuk mengangkut sampah dari kawasan Pantai Tanjung Luar.

    Penjabat Bupati Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik berharap aksi bersih pantai dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melakukan hal yang sama.

    Menurutnya, lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab.

    Baca: Aksi keren Pandawara nekad nyebur sungai angkut sampah

    “Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di masa depan,” pungkas Juaini.

    Kegiatan bersih pantai itu diselenggarakan oleh Pandawara dan We Save yang diinisiasi oleh PT Danone dan disponsori Aqua.

    Aksi itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pantai.

    Pantai Tanjung Luar berada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Lombok Timur dengan etnis penduduk yang variatif mulai dari suku Sasak, Bugis, Bajo, Madura, Jawa, maupun Ende.

    Desa Tanjung Luar dijuluki miniatur Indonesia karena ragam etnis yang bermukim dan saling hidup berdampingan dengan rukun.

  • Pendakian Gunung Rinjani Mengancam Kelestarian Lingkungan

    Pendakian Gunung Rinjani Mengancam Kelestarian Lingkungan

    7cloud.asia – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat tingginya kunjungan wisatawan di kawasan Gunung Rinjani berdampak pada kelestarian lingkungan setempat.

    Kepala Balai TNGR NTB Yarman mengatakan dampak lingkungan itu adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani.

    Menurut catatan TNGR, sampah yang dihasilkan dari kegiatan pendakian di Gunung Rinjani pada periode April hingga Oktober 2024 mencapai 31.156,43 kilogram atau 31 ton lebih.

    “Berdasarkan data sampah periode bulan April sampai Oktober 2024, sampah yang dihasilkan dari kegiatan pendakian berjumlah 31.156,43 kilogram,” kata Yarman November lalu, seperti dikutip Antaranews.com.

    “Hal tersebut tentu menjadi tugas bersama untuk ikut serta bahu membahu menyelesaikan permasalahan sampah tersebut,” katanya.

    Baca: Gunung Rinjani gelar Zero Waste Mountain Camp

    Ia mengatakan kegiatan yang telah dilakukan sebagai upaya menanggulangi sampah tersebut seperti clean up yang secara rutin dilakukan oleh Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani dan mitra lainnya, serta proses pack in pack out yang dilakukan pada pintu pendakian.

    Balai TNGR telah mendelegasikan Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani untuk menangani kegiatan bersih-bersih dan proses pack in pack out yang ada di Gunung Rinjani.

    “Kegiatan clean up juga dilakukan secara mandiri oleh beberapa trekking organizer, Kelompok Pecinta Alam dan stakeholder lainnya,” kata Yarman.

    Angka kunjungan wisatawan di Taman Nasional Gunung Rinjani pada destinasi wisata pendakian semakin bertambah.

    Tentu hal tersebut, kata dia, memberikan dampak yang sangat baik untuk perekonomian warga setempat yang berkecimpung dalam bisnis layanan pendakian, baik itu trekking organizer, guide, porter serta layanan akomodasi lainnya yang menunjang bisnis pendakian di Gunung Rinjani.

    Baca: Pariwisata mengancam kelestarian lingkungan Gunung Bromo

    “Dimanapun berada, berprofesi sebagai apapun, mari bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Rinjani agar menjadi gunung bebas sampah,” ujar Yarman.

    Sementara menyambut pergantian tahun, TNGR NTB akan melakukan penutupan semua destinasi wisata alam pendakian Gunung Rinjani mulai 1 Januari hingga 2 April 2025 mendatang.

    “Semua jalur pendakian menuju kawasan Gunung Rinjani ditutup mulai Januari hingga April 2025 mendatang,” kata Kepala Balai TNGR Yarman di Mataram, Sabtu (21/12/2024)

    Ia mengatakan peralihan menuju musim hujan sering kali membawa potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman banjir dan tanah longsor pada puncak musim hujan 2025.

    Oleh karena itu pihaknya melakukan penutupan rutin setiap awal tahun yang merupakan bentuk cinta kepada alam, memberi waktu bagi Gunung Rinjani untuk memulihkan diri dan melindungi para pecinta gunung dari risiko yang tak terduga.

    “Di setiap perjalanan menuju keindahan, ada saatnya kami memberi ruang bagi alam untuk bernapas. Demi pemulihan ekosistem dan keselamatan bersama,” katanya.

  • Ruwetnya Pengelolaan Sampah di Rest Area: Dari Sumbernya Sudah Dipilah Tapi Kembali Dicampur Saat Pengangkutan

    Ruwetnya Pengelolaan Sampah di Rest Area: Dari Sumbernya Sudah Dipilah Tapi Kembali Dicampur Saat Pengangkutan

    7cloud.asia – Volume sampah di rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek meningkat signifikan setiap momentum libur panjang, termasuk saat musim libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang sedang berlangsung.

    Dilansir Antaranews.com, Kamis (27/12/2024) petugas pengelola rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek, Teguh Winarko mengatakan setiap musim libur tiba volume sampah meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

    Ia mengatakan bahwa di hari-hari biasa, volume sampah di rest area KM 57 hanya mencapai 4-5 kubik per hari. Sedangkan pada momentum libur panjang seperti musim libur Natal dan Tahun Baru, volume sampah bisa mencapai 9-10 kubik per hari.

    “Jadi ya karena pengunjung ke rest area meningkat pada musim libur panjang, maka volume sampah pun mengalami peningkatan,” katanya.

    Disebutkan bahwa sampah-sampah yang dihasilkan di rest area itu selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jalupang yang berlokasi di Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Karawang.

    Menurut dia, sampah yang dihasilkan di rest area KM 57 sebenarnya sudah dilakukan pemilahan. Namun di tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di sekitar rest area, belum dilakukan sekat-sekat.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang Iwan Ridwan menyampaikan bahwa sampah-sampah yang dihasilkan di rest area KM 57 itu diangkut ke TPA Jalupang dengan menggunakan jasa angkut pihak ketiga.

    Oleh karena itu, ia tidak mengetahui secara pasti jumlah volume sampah yang diangkut dari rest area KM 57 ke TPA Jalupang.

    “Ya setiap hari sampah dari rest area KM 57 diangkut ke TPA Jalupang. Ada sekitar tiga truk yang mengangkut sampah dari rest area KM 57 ke TPA Jalupang setiap hari,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan ke rest area KM 57, Rabu (25/12/2024) malam mendorong agar pengelola rest area jalan tol membangun budaya memilah sampah, agar tidak menyumbang beban TPA.

    Dalam kunjungannya, ia menegaskan pentingnya penerapan budaya pilah sampah baik oleh pengelola maupun pengunjung.

    “Kami meminta semua tenant dan pengunjung di rest area wajib memilih sampah. Sampah tidak boleh dicampur karena ini akan menjadi masalah saat pengolahan di tahap akhir,” katanya.

    Ia mengatakan bahwa setiap tenan harus mengumpulkan sampah mereka secara berkala ke lokasi yang telah ditentukan. Sampah yang memiliki nilai, seperti sampah organik untuk pakan maggot atau bahan kompos, harus dikelola secara terpisah.

    “TPA itu tempat pemrosesan akhir, bukan tempat pembuangan akhir. Yang boleh masuk ke TPA hanyalah residu yang tidak bisa diolah di kawasan ini,” kata dia.

    Ia juga meminta pengelola rest area untuk menyampaikan imbauan secara tertulis kepada pengunjung mengenai tata kelola sampah. Bahkan ia menyarankan agar penyediaan tempat sampah dikurangi untuk mendorong masyarakat membawa pulang dan mengelola sampah masing-masing.

    Hanif juga mengingatkan bahwa pengelola kawasan memiliki kewajiban hukum untuk mengatur sampah sesuai undang-undang. Pelanggaran dalam pengelolaan sampah, seperti praktik open dumping akan dikenakan sanksi tegas, termasuk pemberian status tersangka bagi pihak yang lalai.

    Untuk meningkatkan kesadaran, ia mengusulkan pengelola rest area merekrut masyarakat sebagai duta lingkungan dan kebersihan. Mereka bertugas mengedukasi pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan.

    “Jika ada yang melanggar aturan terkait sampah, pengelola kawasan bisa memberikan sanksi atau denda sesuai regulasi daerah. Ini penting untuk membangun karakter bangsa yang peduli lingkungan,” kata Hanif.

    Ia optimistis dengan kolaborasi yang baik antara pengelola, pengunjung, dan masyarakat, rest area akan tetap bersih dan nyaman, mencerminkan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.