7cloud.asia – Aktris Cinta Laura, komika Bintang Emon, dan kreator konten Andovi da Lopez berkolaborasi membuat sebuah kampanye soal penanganan sampah bernama Tim Indonesia.
Kampanye yang terinspirasi oleh gerakan penggalangan dana internasional kolaboratif Team Seas itu bertujuan mendesak para calon kepala daerah untuk menangani masalah pengelolaan sampah yang dianggap tidak dikelola dengan baik.
Padahal jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber pendapatan negara yang cukup besar.
Hanifah Nurawaliah, 29 tahun, pegiat isu sampah yang getol ngonten dan mendampingi masyarakat untuk belajar mengelola sampah di lingkungan tempat tinggalnya di Bandung, Jawa Barat, tergerak untuk meramaikan kampanye Tim Indonesia ini.
Dia rajin memposting konten yang menjelaskan betapa pentingnya mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah sampah.
Hanifah berharap, kepala daerah itu berkonsultasi dengan para ahli persampahan di Indonesia. Pasalnya, menurut dia, untuk menyelesaikan solusi persampahan itu bukan hanya, misalnya, dengan kampanye 3R.
”Nggak, tapi memang harus dari akarnya. Akarnya adalah di tata kelola,” urai Hanifah melalui sambungan telepon (25/11/2024).
Istilah 3R yang ia sebut merujuk pada kampanye pengelolaan sampah dengan metode reduce, reuse, recycle, atau kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang sampah.
Hanifah menilai, dari berbagai aspek pengelolaan sampah, seperti kelembagaan, teknis operasional, pembiayaan, hingga partisipasi masyarakat, masalah utamanya ada pada penegakkan hukum.
“Karena aturan sebetulnya sudah ada, seperti di sini, sudah sangat jelas bupati atau wali kota itu memang punya peran atau andil banget terhadap urusan sampah ini. Punya wewenang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Tika Diagnestya, kreator konten yang bekerja untuk salah satu lembaga nirlaba yang fokus pada isu manajemen limbah. Ia turut berpartisipasi dalam kampanye kreator yang digagas Cinta Laura dkk.
Tika berpendapat, regulasi tanpa implementasi yang konsisten akan membuat orang meremehkan hukum, dan ia berharap kepala daerah yang terpilih akan dapat menegakkannya.
“Aku berharap banget supaya calon kepala daerah ini nantinya, siapapun yang kepilih, tetap menjadikan sampah sebagai prioritas utama dalam kebijakan mereka,” tuturnya kepada VOA melalui sambungan telepon (25/11).
“Aku juga berharap nantinya Tim Indonesia tetap menindaklanjuti dari [kepala daerah] yang sudah kepilih untuk menghubungkan gubernur tersebut ke pakar pengelolaan limbah, lembaga-lembaga sosial yang bisa bekerja sama atau membantu mengedukasi pemerintah,” pungkasnya.
Dengan memanfaatkan popularitas para penggagas, Tim Indonesia ingin agar desakan yang mereka buat ampuh melekat di benak sebanyak mungkin masyarakat dan digubris para calon pemimpin daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, selain Ridwan dan Pramono di Jakarta, hanya ada satu calon kepala daerah lain yang menyatakan melalui Tim Indonesia bahwa ia akan memasukkan pengelolaan sampah ke dalam program strategisnya, yaitu calon gubernur Jawa Timur Inda Raya Ayu Miko Saputri.
Pemilihan kepala daerah akan diselenggarakan secara serentak pada Rabu, 27 November 2024, di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.

Leave a Reply