7cloud.asia – Artikel mengenai fenomena Lebaran blues menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan seperti momentum untuk membangun kedaulatan energi di tengah krisis energi global dan Hari Gletser Sedunia.
Artikel mengenai perkembangan perang antara AS-Israel dengan Iran juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Lebaran blues
Suka cita perayaan Idulfitri bukanlah milik semua orang. Bagi sebagian orang yang sedang berduka, hari raya justru dapat memicu rasa kehilangan terasa lebih nyata.
Melalui aktivitas spesial, perayaan hari raya identik dengan kegiatan berkumpul, bertamu, berbagi cerita, serta makan bersama. Keriaan ini dapat mengingatkan seseorang jika ada sesuatu yang hilang, berkurang, atau suasana yang tidak sama lagi.
Ingatan ini bisa memicu rasa sakit, dan membuat orang-orang yang sedang berduka merasa kesepian yang disebut dengan Lebaran blues
Baca berita selengkapnya di sini
2. Krisis energi global jadi momentum membangun kedaulatan energi
Krisis energi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormuz, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk membangun kedaulatan energi.
Dalam pernyataan tertulis kepada 7cloud.asia, Jumat (27/3/2026) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memperingatkan bahwa kedaulatan energi ini harus selaras dengan potensi, daya dukung dan daya lingkungan, serta keseimbangan ekologis.
WALHI mendesak pemerintah agar tidak terjebak dalam kebijakan pragmatis jangka pendek yang justru memperdalam krisis ekologi melalui apa yang disebut sebagai “solusi palsu” energi
Baca berita selengkapnya di sini
3. Iran menutup Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya mengizinkan semua negara–kecuali Amerika Serikat (AS) bersama Israel dan sekutunya–untuk berlayar melintasi Selat Hormuz.
Hal tersebut merupakan perkembangan terbaru setelah AS dilaporkan mengebom target militer di Pulau Kharg yang sangat penting bagi minyak Iran.
“Sebenarnya, Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kita, untuk mereka yang menyerang kita dan sekutu mereka. Yang lain bebas untuk lewat,” kata Araghchi.
Baca berita selengkapnya di sini
4. Dampak yang dirasakan lingkungan jika gletser hilang
Pemanasan global dan perubahan iklim mengakibatkan laju hilangnya gletser berlangung lebih cepat. Kabar baiknya, mulai terlihat adanya tanda-tanda bahwa dunia mulai menanggapi hilangnya gletser.
Pada Sidang Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketujuh (UNEA-7) pada Desember 2025, negara-negara di dunia mengadopsi resolusi penting yang didedikasikan untuk pelestarian gletser dan kriosfer yang lebih luas, khususnya di wilayah pegunungan.
Resolusi tersebut, yang diusulkan oleh Tajikistan dan disponsori bersama oleh Bhutan dan Peru yang merupakan negara yang tergantung pada gletser.
Baca berita selengkapnya di sini
5. Memasuki musim kemarau kualitas udara Jakarta memburuk
Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga disarankan agar mengenakan masker saat berada di luar rumah, demikian menurut laman IQAir pada Kamis (26/3/2026) pagi.
Dipantau pada pukul 05.00 WIB, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 115 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik.
Angka ini 8,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca berita selengkapnya di sini









