Tag: berita terpopuler

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Lebaran Blues hingga Hari Gletser Sedunia

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Lebaran Blues hingga Hari Gletser Sedunia

    7cloud.asia – Artikel mengenai fenomena Lebaran blues menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan seperti momentum untuk membangun kedaulatan energi di tengah krisis energi global dan Hari Gletser Sedunia.

    Artikel mengenai perkembangan perang antara AS-Israel dengan Iran juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Lebaran blues
    Suka cita perayaan Idulfitri bukanlah milik semua orang. Bagi sebagian orang yang sedang berduka, hari raya justru dapat memicu rasa kehilangan terasa lebih nyata.

    Melalui aktivitas spesial, perayaan hari raya identik dengan kegiatan berkumpul, bertamu, berbagi cerita, serta makan bersama. Keriaan ini dapat mengingatkan seseorang jika ada sesuatu yang hilang, berkurang, atau suasana yang tidak sama lagi.

    Ingatan ini bisa memicu rasa sakit, dan membuat orang-orang yang sedang berduka merasa kesepian yang disebut dengan Lebaran blues

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Krisis energi global jadi momentum membangun kedaulatan energi
    Krisis energi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormuz, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk membangun kedaulatan energi.

    Dalam pernyataan tertulis kepada 7cloud.asia, Jumat (27/3/2026) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memperingatkan bahwa kedaulatan energi ini harus selaras dengan potensi, daya dukung dan daya lingkungan, serta keseimbangan ekologis.

    WALHI mendesak pemerintah agar tidak terjebak dalam kebijakan pragmatis jangka pendek yang justru memperdalam krisis ekologi melalui apa yang disebut sebagai “solusi palsu” energi

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Iran menutup Selat Hormuz
    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya mengizinkan semua negara–kecuali Amerika Serikat (AS) bersama Israel dan sekutunya–untuk berlayar melintasi Selat Hormuz.

    Hal tersebut merupakan perkembangan terbaru setelah AS dilaporkan mengebom target militer di Pulau Kharg yang sangat penting bagi minyak Iran.

    “Sebenarnya, Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kita, untuk mereka yang menyerang kita dan sekutu mereka. Yang lain bebas untuk lewat,” kata Araghchi.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Dampak yang dirasakan lingkungan jika gletser hilang
    Pemanasan global dan perubahan iklim mengakibatkan laju hilangnya gletser berlangung lebih cepat. Kabar baiknya, mulai terlihat adanya tanda-tanda bahwa dunia mulai menanggapi hilangnya gletser.

    Pada Sidang Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketujuh (UNEA-7) pada Desember 2025, negara-negara di dunia mengadopsi resolusi penting yang didedikasikan untuk pelestarian gletser dan kriosfer yang lebih luas, khususnya di wilayah pegunungan.

    Resolusi tersebut, yang diusulkan oleh Tajikistan dan disponsori bersama oleh Bhutan dan Peru yang merupakan negara yang tergantung pada gletser.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Memasuki musim kemarau kualitas udara Jakarta memburuk
    Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga disarankan agar mengenakan masker saat berada di luar rumah, demikian menurut laman IQAir pada Kamis (26/3/2026) pagi.

    Dipantau pada pukul 05.00 WIB, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 115 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik.

    Angka ini 8,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Trump Ingin Segera Akhiri Perang dengan Iran Hingga Kriminalisasi terhadap Aktivis Lingkungan

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Trump Ingin Segera Akhiri Perang dengan Iran Hingga Kriminalisasi terhadap Aktivis Lingkungan

    7cloud.asia – Artikel mengenai rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait ketegangan di Timur Tengah seperti pengawasan Iran atas lalu lintas kapal di Selat Homrmuz.

    Artikel mengenai pembongkaran hunian liar di Stasiun Senen pasca kunjungan Presiden juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Trump ingin segera akhiri perang dengan Iran
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa dia siap mengakhiri operasi militer ke Iran bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar masih ditutup.

    Laporan itu ditulis The Wall Street Journal, Senin (30/3/2026), dengan mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Amerika, sebagaimana dikutip RIA Novosti pada Selasa.

    Menurut laporan tersebut, dalam beberapa hari terakhir, Trump dan para stafnya menyimpulkan bahwa misi untuk membuka Selat Hormuz secara penuh berpotensi memperpanjang konflik di luar rencana awal operasi

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Hunian liar di Stasiun Senen digusur
    Sehari usai Prabowo blusukan ke lokasi, hunian di bantaran rel Senen yang berada di seberang barat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat tersebut telah dibongkar.

    Puluhan rumah yang ada di sana sudah rata dengan tanah. Sebelumnya, rumah liar warga berada sekitar tiga meter dari titik rel kereta api di perlintasan Senen. Lokasi rumah liar itu menempel dengan dinding bangunan Pasar Gaplok.

    Sebelum digusur, rumah-rumah liar warga berjajar sepanjang 300 meter di bantaran rel tepatnya di sisi barat Stasiun Senen.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Aktivis lingkungan alami kriminalisasi
    Jaksa Penuntut Umum menuntut aktivis lingkungan Erasmus Frans Mandato dengan hukuman penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Selama ini, Erasmus Frans Mandato kerap mengritik privatisasi Pantai Bo’a di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

    Tuntutan ini dibacakan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Rote Ndao, pada Senin (30/3/2026). Sebelumnya, pada sidang pada 17 November 2025, Erasmus didakwa melanggar Pasal 45A Ayat 3 Jo. Pasal 28 Ayat 3 UU ITE.

    Erasmus Frans Mandato dituduh menyebarkan informasi bohong yang menimbulkan kerusuhan terkait kritiknya di Facebook pada 24 Januari 2025 terhadap dugaan penutupan akses publik ke Pantai Oemau (Pantai Bo’a) oleh PT Bo’a Development.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Daftar kapal yang diizinkan melintasi selat Hormuz
    Iran menutup selat Hormuz setelah serangan sepihak yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Teheran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.

    Akibat ketegangan tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, berhenti total.

    Dampaknya, sekitar 1900 kapal tertahan. Teheran membatasi kapal dan hanya mengizinkan kapal milik negara tertentu yang boleh melintasi Selat Hormuz. Namun, belakangan Iran membuka selat Hormuz untuk sejumlah negara

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Kiprah 10 tahun Palari Films
    Desember Jani menjadi salah satu dari tujuh film yang diproduksi guna menandai 10 tahun kiprah Palari Film di panggung film nasional.

    Desember Jani akan disutradarai visual artist perempuan Ariani Darmawan yang juga pendiri Kineruku di Bandung.

    Dalam keterangan tertulisnya, Desember Jani disebut akan menjadi film yang dibintangi, disutradarai, ditulis, dan diproduseri, semuanya oleh perempuan (all women project).

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Kontroversi Proyek Geotermal hingga Upaya Mengakhiri Ketergantungan pada Kemasan Sachet

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Kontroversi Proyek Geotermal hingga Upaya Mengakhiri Ketergantungan pada Kemasan Sachet

    7cloud.asia – Artikel mengenai sorotan terhadap pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dan krisis energi

    Artikel mengenai upaya warga Manila, Filipina untuk melepaskan diri dari ketergantungan dari kemasan sachet karena memicu polusi plastik juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Kontroversi proyek geotermal
    Energi panas bumi (geotermal) di Indonesia memiliki potensi sangat besar hingga mencapai 23.592 megawatt (MW).

    Namun, riset Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (2026) mengungkap bahwa potensi besar ini menyimpan risiko yang besar pula.

    Berbagai indikasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) ditemukan dalam pengembangan geotermal di Indonesia, seperti pada proyek geotermal di Nagari Pandai Sikek, Sumatera Barat, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng, Jawa Tengah.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Trump ingin segera akhiri perang dengan Iran
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa dia siap mengakhiri operasi militer ke Iran bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar masih ditutup.

    Laporan itu ditulis The Wall Street Journal, Senin (30/3/2026), dengan mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Amerika, sebagaimana dikutip RIA Novosti pada Selasa.

    Menurut laporan tersebut, dalam beberapa hari terakhir, Trump dan para stafnya menyimpulkan bahwa misi untuk membuka Selat Hormuz secara penuh berpotensi memperpanjang konflik di luar rencana awal operasi

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Gugatan terhadap penyangkalan Menteri Kebudayaan
    Keputusan PTUN terkait gugatan masyarakat sipil terhadap penyangkalan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kasus pemerkosaan massal Mei 1998 dinilai sangat penting.

    Menurut mantan Jaksa Agung, Marzuki Darusman kepercayaan bangsa Indonesia terhadap tata hukum di negara ini akan bermula dalam perkara ini atau berakhir di perkara ini juga.

    “Kepercayaan publik terhadap hukum Indonesia bisa bangkit apabila PTUN menyimpulkan secara benar. Tetapi kepercayaan itu akan hilang sama sekali kalau itu terjadi yang sebaliknya. Ini ujung tombak dari pemulihan kepercayaan publik dari hukum Indonesia,” kata Marzuki.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Harga plastik melonjak jadi momentum untuk dorong sistem guna ulang
    Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, tak hanya mengakibatkan lonjakan harga minyak tetapi juga memicu kenaikan harga plastik.

    Pedagang melaporkan harga kemasan plastik sekali pakai, di antaranya plastik kresek dan gelas plastik, naik hingga Rp8.000 per bungkus. Kenaikan yang dipicu oleh terganggunya rantai pasok bahan baku plastik ini tercatat sudah mulai dirasakan sejak sebelum periode Lebaran.

    Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar menilai bahwa krisis ini bukanlah hal yang mengejutkan. Menurutnya, gangguan terhadap rantai pasok plastik dan industri petrokimia adalah konsekuensi dari pembangunan ekonomi berorientasi bahan bakar fosil yang sudah lama diprediksi.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Upaya warga Manila melepaskan diri dari kemasan sachet
    Ketergantungan masyarakat Filipina pada kemasan sachet plastik sekali pakai untuk kebutuhan sehari-hari sangat signifikan dan sudah mengakar dalam kehidupan mereka. Mulai dari kopi Nescafé 3in1 hingga pasta gigi Colgate tersedia di setiap toko kelontong (toko komunitas di sudut jalan) di seantero Filipina.

    Perusahaan yang menjual Barang Konsumsi Cepat Laku (Fast Moving Consumer Good/FCMG) – produk yang dijual dengan cepat dan murah – telah menciptakan pasar yang sepenuhnya bergantung pada kemasan sachet.

    Dengan lebih dari 15 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, kemasan sachet ini seringkali menjadi satu-satunya pilihan yang layak bagi individu yang kekurangan uang untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Sejarah Provinsi Jawa Barat hingga Perluasan Kawasan Rendah Emisi di Jakarta

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Sejarah Provinsi Jawa Barat hingga Perluasan Kawasan Rendah Emisi di Jakarta

    7cloud.asia – Artikel mengenai sejarah provinsi Jawa Barat atau jugavdikenal dengan bumi Pasundan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai kondisi sosial budaya seperti para perempuan pahlawan nasional dan perubahan besar di dunia kerja

    Artikel terkait isu lingkungan seperti peran pemulung untuk kebersihan lingkungan dan perluasan kawasan rendah emisi di Jakarta juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Sejarah tatar Sunda
    Berabad silam, Tatar Sunda, merupakan wilayah yang terdiri dari banyak kerajaan, seperti Kerajaan Jampang Manggung, Kerajaan Agrabintapura, Kerajaan Tanjung Singuru, Kerajaan Kendan, Kerajaan Galuh.

    Kerajaan lain di Jawa Barat kala itu adalah Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Galunggung, Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tembong Agung, dan Kerajaan Sumedang Larang.

    Meski memiliki banyak kerajaan, ada satu tokoh yang terkenal sebagai pemimpin tatar Sunda atau Jawa Barat saat itu, yaitu Sri Baduga Maharaja atau dikenal sebagai Raja Siliwangi.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Para perempuan yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional
    “Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan yang terlontar

    Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas. Pun, belum ada kajian yang menyebutkan Kartini mensosialisasikan pemikirannya secara masif kepada masyarakat luas.

    “Atau pemikiran Kartini sebenarnya hanya menentang sistem feodalistik di Jawa yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Sebab, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda,“ lanjutnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Potret dunia kerja: Perusahaan enggan rekrut Gen Z
    Stigma terhadap generasi Z (Gen Z) melekat di dunia kerja. Mereka sering dianggap kurang loyal, cepat berpindah tempat kerja, tidak tahan tekanan, hingga dinilai beretika kerja lebih lemah dibanding generasi sebelumnya.

    Padahal, setiap generasi memiliki karakter dan gaya kerja masing-masing. Sejarah dan pengalaman menunjukkan bahwa dunia kerja-lah yang pada akhirnya harus beradaptasi dari generasi ke generasi.

    Oleh karenanya, kondisi dunia kerja saat ini pun perlu cepat dibenahi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka kelompok usia muda (15 – 24 tahun) secara konsisten menjadi yang tertinggi dibanding kelompok usia lainnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Peran pemulung untuk lingkungan masih diabaikan
    Studi di lima kota besar di Indonesia menujukkan pemulung individu (79 persen), diikuti pengepul skala kecil (15 persen), dan pengepul skala menengah atau bandar (6 persen), secara rata-rata mampu menyelamatkan hampir 44 kilogram material bernilai daur ulang setiap harinya.

    Produktivitas kolektif ini menyumbang sekitar 10-15 persen dari total tingkat daur ulang kota, mengungguli banyak program daur ulang yang secara nasional diperkirakan hanya mampu menyerap kurang dari 5 persen.

    Namun, kontribusi besar ini sering tidak dianggap. Para pengepul sampah ini terjebak dalam kondisi yang sangat rentan. Jaminan sosial belum menyentuh mereka, sementara sistem sosial, ekonomi, dan tata ruang kota terus meminggirkan mereka.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Kawasan rendah emisi efektif turunkan polusi udara
    Berdasarkan kajian Feasibility Assessment of Low Emission Zone (LEZ) oleh Breathe Jakarta tahun 2025, implementasi kawasan rendah emisi secara luas dan terintegrasi dapat menurunkan konsentrasi PM2.5 hingga 30 persen.

    Pembahasan kebijakan kawasan rendah emisi mengemuka dalam penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Kawasan Rendah Emisi, yang melibatkan peneliti dari Universitas Indonesia serta mitra internasional dari C40 melalui program Breathe Cities.

    City Advisor Breathe Jakarta dari C40, Fadhil Firdaus mengatakan, penerapan kawasan rendah emisi pada satu kawasan Transit Oriented Development (TOD) saja sudah mampu menurunkan kadar PM2.5 skala kawasan sebesar 8 hingga 11 persen dan 3 persen di seluruh wilayah Jakarta.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Para Perempuan Pahlawan Nasional hingga Kecilnya Anggaran Pengawasan MBG

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Para Perempuan Pahlawan Nasional hingga Kecilnya Anggaran Pengawasan MBG

    7cloud.asia – Artikel mengenai para perempuan yang diangkat pahlawan nasional menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai isu sosial budaya seperti sejarah provinsi Jawa Barat atau juga dikenal dengan bumi Pasundan dan film Pesta Babi

    Artikel terkait lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan BGN sehingga memicu keracunan juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Para perempuan yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional
    “Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan yang terlontar

    Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas. Pun, belum ada kajian yang menyebutkan Kartini mensosialisasikan pemikirannya secara masif kepada masyarakat luas.

    “Atau pemikiran Kartini sebenarnya hanya menentang sistem feodalistik di Jawa yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Sebab, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda,“ lanjutnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Sejarah tatar Sunda
    Berabad silam, Tatar Sunda, merupakan wilayah yang terdiri dari banyak kerajaan, seperti Kerajaan Jampang Manggung, Kerajaan Agrabintapura, Kerajaan Tanjung Singuru, Kerajaan Kendan, Kerajaan Galuh.

    Kerajaan lain di Jawa Barat kala itu adalah Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Galunggung, Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tembong Agung, dan Kerajaan Sumedang Larang.

    Meski memiliki banyak kerajaan, ada satu tokoh yang terkenal sebagai pemimpin tatar Sunda atau Jawa Barat saat itu, yaitu Sri Baduga Maharaja atau dikenal sebagai Raja Siliwangi.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
    Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.

    Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.

    Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Anggaran BPOM untuk awasi MBG hanya Rp2,9 miliar
    Meski BGN mendapatkan alokasi anggaran hingga 300 ratusan triliun setahun, anggaran yang diterima BPOM untuk pengawasan MBG kurang dari Rp3 miliar. Angka ini bahkan di bawah anggaran BGN untuk membeli kaus kaki yang mencapai Rp6 miliar lebih.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menilai angka itu sangat tidak sebanding dengan besarnya skala program yang dijalankan.

    “Ya hanya tersisa Rp2,9 miliar. Saya tidak bisa meminta pertanggungjawaban kepada BPOM. Karena memang kalau begini berarti kesalahannya bukan di sana. Anggarannya kalah sama pengadaan kaus kaki (MBG),” ujarnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Demokrasi di ujung tanduk
    Desakan untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto kian menguat di ruang publik. Pengamat politik, Saiful Mujani dalam diskusi bertajuk “Politik dan Kebebasan Akademik” di Jakarta, Kamis (24/04/2026) membeberkan sejumlah alasan serius.

    Menurutnya adanya pelanggaran sumpah jabatan hingga ancaman terhadap demokrasi bisa menjadi dasar konstitusional untuk mengganti kepala negara.

    Dalam Saiful menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar kritik politik, melainkan menyangkut pelanggaran prinsip dasar konstitusi.

    “Sumpah presiden itu menjadi landasan konstitusional untuk menilai apakah ada pelanggaran atau tidak,” kata Saiful.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Fenomena Godzilla El Nino hingga Keracunan MBG Memakan Korban Jiwa

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Fenomena Godzilla El Nino hingga Keracunan MBG Memakan Korban Jiwa

    7cloud.asia – Artikel mengenai para fenomena Godzilla El Nino yang melanda sejumlah negara di dunia menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai lingkungan seperti dampak pembangunan Surabaya Waterfront Land dan ketimpangan gender yang memicu krisis iklim

    Artikel terkait jatuhnya korban jiwa akibat keracunan program MBG juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Fenomena Godzilla El Nino
    Fenomena Godzilla El Nino akan melanda Indonesia pada tahun 2026 ini. Masyarakat diimbau mewaspadai fenomena ini, mengingat kekeringannya jauh lebih besar dari El Nino biasa.

    Dalam kondisi normal, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Saat fenomena El Nino menguat, pola pembentukan awan dan hujan ikut berubah. Awan cenderung terkonsentrasi di wilayah Samudra Pasifik.

    Hal ini mengakibatkan sejumlah wilayah seperti Indonesia justru mengalami pengurangan awan dan curah hujan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Dampak lingkungan pembangunan Surabaya Waterfront Land
    Surabaya Waterfront Land dirancang menjadi kawasan terpadu berbasis laut—meliputi pelabuhan, kawasan bisnis, pariwisata, hingga hunian. Proyek ini bukan sekadar reklamasi, tapi pengembangan ekonomi berbasis pesisir.

    Proyek ini bertujuan merevitalisasi alur pelayaran sejauh 20 mil, menciptakan pusat maritim modern, pariwisata, dan perikanan terpadu.

    PT Granting Jaya ditunjuk sebagai operator, namun proyek ini sedang dalam tahap studi AMDAL dan menghadapi penolakan terkait dampak lingkungan dan sosial nelayan

    Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, disebutkan proyek Surabaya Waterfront Land ini berdampak pada 5 wilayah Kecamatan di Surabaya, diantaranya Kecamatan Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Kenjeran, dan Rungkut.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
    Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.

    Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.

    Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Ketimpangan jadi akar krisis iklim
    Kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan dinilai bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci utama dalam mendorong aksi iklim yang berkeadilan di Indonesia.

    Hal ini terungkap dalam Seminar Hari Kartini bertajuk “Dari Emansipasi ke Aksi Iklim: Memperkuat Kesetaraan Gender, Partisipasi, dan Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim di Indonesia” di kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

    Para pembicara menegaskan bahwa krisis iklim tak bisa diselesaikan tanpa membongkar ketimpangan gender yang mengakar.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Keracunan MBG memakan korban jiwa
    Balita MAB dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026) sore diduga akibat keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (21/4/2026).

    Sebelum meninggal dunia di RSUD Pagelaran, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles. Namun, akibat kondisi kesehatan yang terus menurun, pihak puskesmas merujuk balita tersebut ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

    Balita MAB menghembuskan nafas terakhir dengan diagnosa karena syok septik, di mana sejak awal penanganan terdapat riwayat diare.

    Syok septik adalah kondisi gawat darurat medis yang mengancam jiwa akibat infeksi parah (sepsis), yang menyebabkan tekanan darah turun drastis (hipotensi persisten) dan gangguan metabolisme sekuler.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Film Pesta Babi hingga Hari Kebebasan Pers Sedunia

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Film Pesta Babi hingga Hari Kebebasan Pers Sedunia

    7cloud.asia – Artikel mengenai film Pesta Babi menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai lingkungan seperti penolakan masyarakat adat terhadap penetapan Taman Nasional Timau Muntis dan penyebab hujan lebat di Jakarta

    Artikel terkait isu sosial politik seperti peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia dan juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
    Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.

    Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.

    Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Donald Trump harus segera akhiri perang dengan Iran
    Hingga batas waktu 60 hari sejak pemerintahan Trump melaporkan operasi militer ke Kongres pada awal Maret, Trump gagal kantungi persetujuan dari Kongres AS.

    Berdasarkan War Powers Act, Donald Trump harus menghentikan atau mengurangi operasi militer di Iran jika tidak memperoleh otorisasi resmi dari parlemen dalam periode tersebut.

    Namun hingga tenggat tiba, belum ada persetujuan dari Kongres. Situasi ini membuka potensi benturan langsung antara Gedung Putih dan lembaga legislatif.

    Akhirnya, pada Jumat (1/5/2026) waktu setempat Donald Trump secara resmi mengirimkan surat kepada Kongres yang menegaskan bahwa ia tidak wajib meminta otorisasi dari parlemen untuk melanjutkan operasi militer di Iran.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Penyebab hujan ekstrem di Jakarta
    Hujan lebat hingga sangat lebat yang mengguyur Jakarta pada Senin (4/5/2026) dan memicu banjir ternyata bukan fenomena biasa di tengah peralihan musim.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, cuaca ekstrem ini dipicu kemunculan bibit siklon tropis 92W di wilayah Pasifik utara Papua.

    Melalui keterangan resmi di media sosial, Selasa (5/5/2026), BMKG menyebut bibit siklon tersebut terpantau sejak 4 Mei pukul 01.00 WIB dan berada dalam area pemantauan TCWC Jakarta.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Masyarakat Adat tolak penetapan Taman Nasional Mutis Timau
    Masyarakat adat yang hidup di wilayah sekitar Gunung Mutis, Gunung Kekneno, dan Gunung Mollo menyampaikan sikap tegas menolak Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 964 Tahun 2024 terkait perubahan status Cagar Alam Mutis Timau menjadi Taman Nasional Mutis Timau.

    Dengan penetapan ini, maka pengelolaan kawasan Mutis Timau oleh pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur.

    Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat Mutis menyatakan bahwa penetapan kawasan Mutis sebagai Taman Nasional dilakukan tanpa pelibatan dan persetujuan masyarakat adat yang secara turun-temurun hidup, menjaga, dan menggantungkan kehidupan pada wilayah tersebut.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Pemerintah Menyabotase Kerja Pers Demi Mengendalikan Informasi
    Dalam sistem demokrasi, pemerintah seharusnya akuntabel. Akuntabilitas adalah parameter untuk menilai apakah prinsip demokrasi dijalankan dengan baik ataukah justru negara menjadi otoriter.

    Sabotase dan pembungkaman terhadap media merupakan cermin kegagalan akuntabilitas pemerintah.

    Akuntabilitas merupakan hubungan antara aktor (pemerintah) dan forum (publik). Dan forum adalah wujud keberadaan publik yang perlu mengetahui arah kebijakan publik pemerintah.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Penyebaran Hantavirus hingga Penggunaan Teknologi Hidrotermal untuk Mengolah Sampah Organik

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Penyebaran Hantavirus hingga Penggunaan Teknologi Hidrotermal untuk Mengolah Sampah Organik

    7cloud.asia – Artikel mengenai penyebaran penyakit hantavirus menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai pengelolaan sampa di Jakarta seperti penggunaan teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah organik.

    Artikel terkait isu sosial politik seperti pemutaran film Pesta Babi dan peringatan Tragedi Mei 98 juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Penyebaran penyakit yang diakibatkan hantavirus
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 total 251 kasus suspek hantavirus.

    Sebanyak 23 kasus diantaranya dinyatakan positif hantavirus dan 3 orang diantaranya meninggal dunia.

    Sedangkan 20 orang dinyatakan sembuh. Kasus hantavirus yang paling banyak tercatat adalah pada 2025 sebanyak 17 kasus, kemudian 2026 sebanyak 5 kasus, dan 2024 sebanyak 1 kasus.

    Kasus hantavirus di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. Di Jakarta dan Yogyakarta 6 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur, Banten, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Jawa Timur masing-masing 1 kasus.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
    Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.

    Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.

    Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Pemanfaatan teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah
    Pemprov) DKI Jakarta akan memanfaatkan teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah organik, terutama yang dihasilkan dari pasar tradisional di Jakarta.

    Teknologi hidrotermal adalah metode pengolahan material atau limbah menggunakan air, panas, dan tekanan tinggi, sering disebut sebagai “perebusan canggih” untuk mengurai sampah organik menjadi bahan berguna (seperti kompos/bahan bakar) atau mensintesis kristal.

    Berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan pembusukan alami, teknologi hidrotermal menggunakan uap panas bertekanan tinggi. Hasilnya, sampah organik hancur tanpa perlu dibakar, sehingga jauh lebih ramah lingkungan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Peringatan Tragedi Mei 98
    Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan disebut semakin mengkhawatirkan. Dalam kurun dua tahun terakhir, angka kekerasan di sekolah hingga perguruan tinggi terus meningkat dan mayoritas didominasi kekerasan seksual.

    Sorotan itu mengemuka dalam rangkaian kegiatan “MeiLawan Merawat Ingatan” yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya bersama KBUI (Keluarga Besar Universitas Indonesia) dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia di Kampus UI Depok, 11–13 Mei 2026.

    Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengungkapkan pada 2024 tercatat 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Mulai 10 Mei, Warga Jakarta Wajib Memilah Sampah
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong warganya untuk memilah sampah rumah tangga. Pemilahan ini wajib dilakukan dari rumah mulai 10 Mei 2026 sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

    Menurut Instruksi Gubernur ini warga Jakarta kini wajib memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

    Mengutip laman JDIH Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (13/5/2026), gerakan memilah sampah mengajak masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: The Economist Kritik Tajam Kebijakan Prabowo-Gibran hingga Inspirasi Pengelolaan Sampah dari Kota Kopenhagen

    Berita Terpopuler Pekan Ini: The Economist Kritik Tajam Kebijakan Prabowo-Gibran hingga Inspirasi Pengelolaan Sampah dari Kota Kopenhagen

    7cloud.asia – Artikel mengenai kritik tajam media Inggris, The Economist terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai pengelolaan sampah di Jakarta yang terinspirasi dari kota Kopenhagen,

    Artikel terkait isu sosial ekonomi seperti pemutaran film Pesta Babi dan kondisi keuangan negara juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. The Economist kritik kebijakan Prabowo-Gibran
    Majalah mingguan asal Inggris, The Economist kembali melontarkan kritik tajam atas sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai berisiko bagi stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.

    Dalam edisi mingguan yang dirilis Kamis (14/5/2026), The Economist menurunkan dua artikel khusus untuk membahas kepemimpinan Prabowo-Gibran.

    Salah satunya, diberi judul “Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy atau Presiden Indonesia membahayakan perekonomian dan demokrasi”.

    Dalam artikel yang dimuatnya, media asal London, Inggris itu menyebut Prabowo Subianto sebagai Presiden yang boros dan otoriter.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. APBN dalam kondisi kritis, pemerintah selayaknya pangkas MBG
    Mengelola anggaran MBG sebesar Rp335 triliun di tahun 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) kerap menuai kontroversi. Mulai dari masalah penyaluran MBG hingga pengadaan motor dan jasa event organiser yang biayanya dinilai terlalu mahal.

    Publik juga sempat dihebohkan oleh pengadaan jumbo lebih dari 20 ribu unit motor listrik operasional MBG, yang ditaksir bernilai hampir Rp2 triliun. Anggaran ini disebut sempat ditolak Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya diduga diloloskan oleh Dirjen Anggaran yang berakhir dicopot dari jabatannya.

    Di saat yang sama, kondisi keuangan negara juga tertekan akibat dinamika global, khususnya perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang menciptakan gejolak harga minyak dunia dan mendorong kenaikan biaya barang serta jasa lainnya.

    Meski menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, MBG membawa tantangan besar bagi pemerintah yaitu ketersediaan uang negara untuk membiayai program MBG tersebut dan program ambisius lainnya hingga akhir tahun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
    Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.

    Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.

    Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Lambannya perkembangan Nestle Waste Station
    Nestle Indonesia mendorong pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat dengan menempatkan waste station di minimarket yang memudahkan masyarakat menyetor sampah anorganik.

    Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan ritel luas dan dekat dengan area permukiman, Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membangun kebiasaan bijak kelola sampah dari rumah di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali.

    Inisiatif ini diluncurkan pada 2024 dan dioperasikan oleh Rekosistem selaku waste management partner Nestlé Indonesia.Meski demikian, saat ini tercatat baru 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Pengelolaan sampah di Kopenhagen
    Pengalaman kota Kopenhagen dalam mengelola sampah menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini terus berupaya mempercepat pengurangan dan pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pun memimpin delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau fasilitas pengelolaan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, pada Minggu (17/5/2026) pagi waktu setempat.

    Copen Hill, yang juga dikenal sebagai Amager Bakke, dibuka sebagai pembangkit listrik tenaga sampah generasi terbaru.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Transisi Energi Bersih di Bali hingga Pertumbuhan Ekonomi yang Rapuh

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Transisi Energi Bersih di Bali hingga Pertumbuhan Ekonomi yang Rapuh

    7cloud.asia – Artikel mengenai sejumlah hotel di Bali memanfaatkan energi surya sebagai upayanya menuju transisi energi bersih menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai kondisi sosial ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang rapuh dan penutupan ritel modernn untuk koperasi merah putih

    Artikel terkait isu lingkungan yakni ditunjuknya Gubernur DKI Jakarta menjadi pemimpin gerakan net zero emisssion juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Sektor pariwisata Bali beralih ke energi bersih
    Sektor pariwisata di Bali terus berupaya mengimplementasikan strategi energi bersih sebagai bisnis jangka panjang. Sejumlah hotel premium di Pulau Dewata kini mempercepat adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

    Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi target keberlanjutan, tetapi juga mengurangi risiko akibat volatilitas suplai dan harga energi global.

    Wujud komitmen ini adalah pemasangan PLTS atap yang baru saja rampung di sebuah resor internasional premium di Bali yang dikembangkan bersama dengan Greenvolt Power Indonesia.

    Sistem tersebut memiliki kapasitas terpasang sekitar 323 kilowatt-peak (kWp) dan memberikan kontribusi terhadap tren adopsi PLTS atap di sektor perhotelan Bali.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Kritik terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih
    Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menyoroti polemik penutupan sejumlah gerai ritel modern di Lombok Tengah untuk pengembangan koperasi desa merah putih yang memicu keresahan di kalangan pekerja.

    Menurutnya, persoalan ini tidak boleh hanya dilihat sebagai isu penataan usaha atau perizinan daerah, tetapi juga harus dilihat dari dampaknya terhadap tenaga kerja yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

    Dikutip Parlementaria, Edy menilai, munculnya narasi yang membenturkan keberadaan gerai ritel modern dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak tepat.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. C40 Cities dan upaya Jakarta turunkan emisi
    C40 Cities pekan lalu mengumumkan penunjukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities.

    C40 Cities adalah jaringan global yang terdiri dari hampir 100 kota besar di dunia yang berkomitmen untuk mengatasi krisis iklim.

    Jaringan ini berfokus pada kolaborasi antar-kota untuk berbagi pengetahuan, mendorong inovasi kebijakan, serta mempercepat implementasi solusi iklim yang berdampak nyata

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Militerisasi membuat demokrasi mati suri
    Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengecam keras semakin terbukanya praktik militerisasi ruang sipil yang dilakukan TNI.

    PBHI menilai keterlibatan militer dalam pengawasan warga sipil kritis hingga penanganan kriminalitas jalanan menjadi indikator serius kemunduran demokrasi dan bangkitnya kembali multifungsi TNI.

    Ketua Badan Pengurus Nasional PBHI, Kahar Muamalsyah, menegaskan tindakan aparat militer yang memantau, mendata, hingga mendekati warga sipil karena kritik politik merupakan pola intimidasi yang identik dengan rezim otoritarian.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Pertumbuhan ekonomi 5,1 persen yang rapuh
    Baru-baru ini BPS merilis angka pertumbuhan PDB Q1 2026 sebesar 5,61 persen year on year, angka tertinggi sejak 2012 di luar periode pandemi Covid-19.

    Namun kajian terbaru yang dilakukan Ikhsan dan Riefky (2026) mengidentifikasi adanya inkonsistensi internal di dalam data BPS itu sendiri.

    Inkonsistensi itu ditunjukkan oleh kontraksi sektor listrik sebesar −0,99 persen seiring dengan sektor Manufaktur yang tumbuh sebesar +5,04 persen menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai integritas pengukuran.

    Apabila inkonsistensi tersebut dikoreksi, maka perkiraan pertumbuhan yang wajar berkisar pada 4,4 hingga 5,2 persen

    Baca berita selengkapnya di sini