7cloud.asia – Artikel mengenai film Pesta Babi menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai lingkungan seperti penolakan masyarakat adat terhadap penetapan Taman Nasional Timau Muntis dan penyebab hujan lebat di Jakarta
Artikel terkait isu sosial politik seperti peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia dan juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.
Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.
Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.
Baca berita selengkapnya di sini
2. Donald Trump harus segera akhiri perang dengan Iran
Hingga batas waktu 60 hari sejak pemerintahan Trump melaporkan operasi militer ke Kongres pada awal Maret, Trump gagal kantungi persetujuan dari Kongres AS.
Berdasarkan War Powers Act, Donald Trump harus menghentikan atau mengurangi operasi militer di Iran jika tidak memperoleh otorisasi resmi dari parlemen dalam periode tersebut.
Namun hingga tenggat tiba, belum ada persetujuan dari Kongres. Situasi ini membuka potensi benturan langsung antara Gedung Putih dan lembaga legislatif.
Akhirnya, pada Jumat (1/5/2026) waktu setempat Donald Trump secara resmi mengirimkan surat kepada Kongres yang menegaskan bahwa ia tidak wajib meminta otorisasi dari parlemen untuk melanjutkan operasi militer di Iran.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Penyebab hujan ekstrem di Jakarta
Hujan lebat hingga sangat lebat yang mengguyur Jakarta pada Senin (4/5/2026) dan memicu banjir ternyata bukan fenomena biasa di tengah peralihan musim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, cuaca ekstrem ini dipicu kemunculan bibit siklon tropis 92W di wilayah Pasifik utara Papua.
Melalui keterangan resmi di media sosial, Selasa (5/5/2026), BMKG menyebut bibit siklon tersebut terpantau sejak 4 Mei pukul 01.00 WIB dan berada dalam area pemantauan TCWC Jakarta.
Baca berita selengkapnya di sini
4. Masyarakat Adat tolak penetapan Taman Nasional Mutis Timau
Masyarakat adat yang hidup di wilayah sekitar Gunung Mutis, Gunung Kekneno, dan Gunung Mollo menyampaikan sikap tegas menolak Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 964 Tahun 2024 terkait perubahan status Cagar Alam Mutis Timau menjadi Taman Nasional Mutis Timau.
Dengan penetapan ini, maka pengelolaan kawasan Mutis Timau oleh pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur.
Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat Mutis menyatakan bahwa penetapan kawasan Mutis sebagai Taman Nasional dilakukan tanpa pelibatan dan persetujuan masyarakat adat yang secara turun-temurun hidup, menjaga, dan menggantungkan kehidupan pada wilayah tersebut.
Baca berita selengkapnya di sini
5. Pemerintah Menyabotase Kerja Pers Demi Mengendalikan Informasi
Dalam sistem demokrasi, pemerintah seharusnya akuntabel. Akuntabilitas adalah parameter untuk menilai apakah prinsip demokrasi dijalankan dengan baik ataukah justru negara menjadi otoriter.
Sabotase dan pembungkaman terhadap media merupakan cermin kegagalan akuntabilitas pemerintah.
Akuntabilitas merupakan hubungan antara aktor (pemerintah) dan forum (publik). Dan forum adalah wujud keberadaan publik yang perlu mengetahui arah kebijakan publik pemerintah.
Baca berita selengkapnya di sini

Leave a Reply