7cloud.asia – Artikel mengenai para perempuan yang diangkat pahlawan nasional menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai isu sosial budaya seperti sejarah provinsi Jawa Barat atau juga dikenal dengan bumi Pasundan dan film Pesta Babi
Artikel terkait lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan BGN sehingga memicu keracunan juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Para perempuan yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional
“Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan yang terlontar
Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas. Pun, belum ada kajian yang menyebutkan Kartini mensosialisasikan pemikirannya secara masif kepada masyarakat luas.
“Atau pemikiran Kartini sebenarnya hanya menentang sistem feodalistik di Jawa yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Sebab, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda,“ lanjutnya.
Baca berita selengkapnya di sini
2. Sejarah tatar Sunda
Berabad silam, Tatar Sunda, merupakan wilayah yang terdiri dari banyak kerajaan, seperti Kerajaan Jampang Manggung, Kerajaan Agrabintapura, Kerajaan Tanjung Singuru, Kerajaan Kendan, Kerajaan Galuh.
Kerajaan lain di Jawa Barat kala itu adalah Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Galunggung, Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tembong Agung, dan Kerajaan Sumedang Larang.
Meski memiliki banyak kerajaan, ada satu tokoh yang terkenal sebagai pemimpin tatar Sunda atau Jawa Barat saat itu, yaitu Sri Baduga Maharaja atau dikenal sebagai Raja Siliwangi.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Film Pesta Babi memotret penggusuran warga Papua
Film Pesta Babi berdurasi 90 menit ini membongkar bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) atas nama ketahanan pangan dan energi justru berubah menjadi mesin perampasan ruang hidup.
Dengan dalih “kepentingan nasional”, negara membuka hutan seluas 2,5 juta hektare membentang di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi—wilayah hidup masyarakat adat yang kini berada di bawah bayang-bayang alat berat dan izin konsesi.
Film ini hasil kolaborasi lintas organisasi, dengan gamblang memperlihatkan bagaimana kebijakan dari Jakarta menjelma menjadi ancaman nyata di tanah Papua.
Baca berita selengkapnya di sini
4. Anggaran BPOM untuk awasi MBG hanya Rp2,9 miliar
Meski BGN mendapatkan alokasi anggaran hingga 300 ratusan triliun setahun, anggaran yang diterima BPOM untuk pengawasan MBG kurang dari Rp3 miliar. Angka ini bahkan di bawah anggaran BGN untuk membeli kaus kaki yang mencapai Rp6 miliar lebih.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menilai angka itu sangat tidak sebanding dengan besarnya skala program yang dijalankan.
“Ya hanya tersisa Rp2,9 miliar. Saya tidak bisa meminta pertanggungjawaban kepada BPOM. Karena memang kalau begini berarti kesalahannya bukan di sana. Anggarannya kalah sama pengadaan kaus kaki (MBG),” ujarnya.
Baca berita selengkapnya di sini
5. Demokrasi di ujung tanduk
Desakan untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto kian menguat di ruang publik. Pengamat politik, Saiful Mujani dalam diskusi bertajuk “Politik dan Kebebasan Akademik” di Jakarta, Kamis (24/04/2026) membeberkan sejumlah alasan serius.
Menurutnya adanya pelanggaran sumpah jabatan hingga ancaman terhadap demokrasi bisa menjadi dasar konstitusional untuk mengganti kepala negara.
Dalam Saiful menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar kritik politik, melainkan menyangkut pelanggaran prinsip dasar konstitusi.
“Sumpah presiden itu menjadi landasan konstitusional untuk menilai apakah ada pelanggaran atau tidak,” kata Saiful.
Baca berita selengkapnya di sini

Leave a Reply