Tag: cuaca ekstrem

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Bencana Berpotensi Melanda di Jawa Tengah Hingga 18 Maret

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Bencana Berpotensi Melanda di Jawa Tengah Hingga 18 Maret

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem yang memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) hingga 18 Maret mendatang. Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani, Semarang mengamati adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Jateng.

    Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan faktor lain yang memicu cuaca ekstrem adalah adanya gangguan gelombang Ekuatorial Rossby di sekitar Jateng.

    Baca: Waspada tsunami di terowongan selatan Kulonprogo

    Selain itu kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.

    Adanya labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jateng. “Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada tanggal 16-18 Maret 2025,” jelas Teguh.

    Selanjutnya Teguh mengungkapkan sejumlah wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Senin (17/3/2025), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di sejumlah wilayah

    Cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Batang.

    Selain itu, wilayah Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten/Kota Tegal, Brebes, dan sekitarnya juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    Kemudian pada Selasa (18/3/2025), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta.

    Baca: Modifikasi cuaca di Jakarta diperpanjang hingga 20 Maret

    Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir,” urainya.

    Sementara wilayah lainnya di Indonesia masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Baca: Waspada bencana di Pulau Jawa hingga April 2025

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Jambi, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.      

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Mamuju, Makassar, Kendari dan Jayawijaya. Kemudian hujan berintensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Nabire.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Tanjung Selor dan Merauke.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Jakarta seharian pada Selasa (18/03/2025).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut seluruh wilayah Jakarta berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan pada pagi hari. Kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan hujan berintensitas sedang.

    Kondisi cuaca seperti ini masih berpotensi berlanjut hingga sore hari dan hujan disertai petir diperkirakan akan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Malamnya, seluruh wilayah diperkirakan hujan dengan intensitas ringan, kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan tebal.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Bandung, Semarang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Ambon, Manokwari dan Jayapura.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang, Yogyakarta, Makassar, Mamuju, Kendari dan Sorong.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpotensi melnda Kota Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Surabaya, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Gorontalo, Ternate, Nabire, Jayawijaya dan Merauke .

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sebagian wilayah Sumatera, sebagian Jawa, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau dan pesisir Maluku.

     

     

     

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sekitar Selat Sunda pada Sepekan ke Depan

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sekitar Selat Sunda pada Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 91S yang dipadukan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berpotensi memicu peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

    Karena itu BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, terhitung sejak Senin (17/3/2025).

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knots (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1010 hPa.

    Bibit siklon ini bergerak ke arah barat – barat daya menjauhi wilayah Indonesia dengan potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah.

    Baca: Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau

    Namun demikian, dampaknya tetap dirasakan di beberapa wilayah, terutama Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem atau hujan sedang hingga lebat.

    Selain itu, gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung, perairan selatan Bali hingga Sumba dan Selat Lombok.

    Sementara perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 – 4 meter.

    Dwikorita mengatakan meskipun bibit siklon ini tidak masuk ke wilayah Indonesia, namun dampaknya tetap signifikan. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna mengurangi risiko yang mungkin timbul. Selain itu, aktivitas di wilayah perairan juga perlu dibatasi mengingat potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran.

    Kepada pemerintah daerah, ujarnya, kami harap peringatan dini ini bisa direspons dan diperhatikan, serta segera melakukan langkah antisipatif.

    ”Koordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sangat penting untuk memastikan upaya mitigasi berjalan efektif dan respons cepat dapat dilakukan jika terjadi bencana,” kata Dwikorita melalui keterangan tertulis, Senin (17/3/2025).

    Sementara, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa selain pengaruh bibit siklon tropis 91S, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di fase 2 di Samudra Hindia bagian barat diperkirakan akan bergerak ke fase 3 dalam sepekan ke depan.

    Baca: Metode pendekatan untuk memetakan dan memprediksi potensi banjir

    Fenomena ini berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. Kombinasi antara pengaruh tidak langsung bibit siklon 91S dan aktivitas MJO dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem, terutama di Sumatera bagian selatan dan Jawa, yang saat ini mengalami perlambatan dan pertemuan angin yang konsisten.

    Berdasarkan analisis BMKG, dalam periode 18-20 Maret 2025 hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan, sementara Kepulauan Riau berpotensi mengalami hujan sangat lebat.

    Selanjutnya, dalam periode 21-24 Maret 2025, hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini dan selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi InfoBMKG.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (20/03/2025) hingga Jumat (21/03/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani, Semarang merilis empat faktor yang memicu terjadinya cuaca ekstrem.

    Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap,  Teguh Wardoyo menjelaskan faktor pertama, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.

    Menurutnya kondisi ini menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Jateng.

    Baca: Waspada! Cuaca ekstrem di Yogyakarta

    Kedua, adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini terpantau aktif pada fase 3 yang berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Jateng.

    Ketiga, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.

    Faktor keempat, terdapat labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

    “Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng,” jelas Teguh.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Selanjutnya Teguh mengungkapkan pada Kamis (20/3/2025), cuaca ekstrem berpotensi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula melanda wilayah Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

    Kemudian cuaca ekstrem pada Jumat (21/3/2025) berpotensi melanda Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara.

    Baca: Krisis iklim picu cuaca ekstrem

    Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir terutama untuk masyarakat yang berada serta tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berintensitas Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berintensitas Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Kota

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Jumat (21/03/2025).

    Dalam penjelasan melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur Kota Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang.

    Hujan berintensitas ringan juga terjadi di Kota Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Jayapura, Manokwari, Ternate dan Ambon. Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Denpasar.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Kupang, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Mamuju, Manado, Sorong, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, banjir rob banjir juga masih berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Tanjung Pinang, pesisir Jambi, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Maluku Tengah.

     

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Siang, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Siang, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada Sabtu (22/03/2025) pagi hingga siang.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan berawan tebal. Malamnya, seluruh wilayah di Jakarta diperkirakan berawan tebal.

    Tak hanya wilayah Jakarta. Sejumlah kota besar di Indonesia juga berpotensi hujan berintensitas ringan seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Semarang, Surabaya, Manado, Mamuju dan Kendari.

    Sedangkan hujan yang dapat disertai kilat maupun petir berpotensi melanda Kota Denpasar, Mataram, Kupang, Banjarmasin, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian wilayah Papua.
     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Bali Hingga 25 Maret

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Bali Hingga 25 Maret

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, akibat adanya bibit siklon 92S berpotensi melanda wilayah Bali hingga 25 Maret mendatang.

    Selain wilayah Bali, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Dalam akun youtube resminya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Bandung, Denpasar, Mataram, Kupang, Banjarmasin, Palu, Kendari, Makassar.

    Kondisi cuaca serupa terjadi pula di Kota Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Tanjung Selor dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Mamuju dan Nabire.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, pada pagi hari seluruh wilayah diprediksi berawan tebal. Potensi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Kepulauan Riau.

    Malamnya hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.   

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir KalimantanTengah.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah pada Senin, (24/3/2025).

    Sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan akan dilanda cuaca ekstrem yang ditandai hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

    BMKG juga mengingatkan angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat krisis iklim

    Berikut adalah prakiraan cuaca untuk beberapa wilayah di Indonesia Senin (24/3/2025), dikutip dari web-meteo.bmkg.go.id:

    Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Bali, Banten, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, dan Jawa Tengah

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi mengguyur Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Riau.

    Baca: Tren bencana banjir di Indonesia makin mengkhawatirkan

    Cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara

    Sementara hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Jawa Timur,
    Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat dan Papua

    BMKG juga merilis peringatan dini potensi angin kencang di sejumlah daerah seperti Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan
    Sulawesi Selatan

    Baca: Banjir Jabodetabek bukti nyata ancaman krisis iklim

     

     

  • BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

    BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik. Masyarakat harus waspada.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan para pemudik perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.

    “Cuaca merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan mudik. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, periksa tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi. Jika hujan lebat terjadi, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk,” jelas Dwikorita seperti yang dilansir Antaranews beberapa waktu lalu.

    Baca: Waspada bencana di Pulau Jawa hingga April 2025

    Selanjutnya Dwikorita menerangkan cuaca ekstrem yang terjadi kali ini dipicu oleh tiga faktor. Pertama, adanya gangguan atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia.

    Kedua, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO). Ketiga, adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin.

    Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kombinasi faktor ini memperkuat pertumbuhan awan hujan, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem dalam sepekan ke depan.

    Cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan dan perjalanan laut.

    Karena itu, masyarakat yang menggunakan transportasi udara dan laut perlu memperhatikan prakiraan cuaca di bandara dan pelabuhan tujuan mereka.

     Baca: BMKG ingatkan potensi tsunami di terowongan selatan Kulonprogo

    “Dalam beberapa hari mendatang, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Pemudik yang melintasi wilayah-wilayah ini diharapkan lebih berhati-hati, terutama di jalur rawan banjir dan longsor seperti jalur Pantura, jalur selatan Jawa, serta beberapa ruas tol yang berpotensi tergenang air,” terang Guswanto.

    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, ada faktor lainnya seperti anomali suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar perairan Indonesia.

    Kondisi ini mengakibatkan adanya penambahan kandungan uap air di atmosfer, sehingga semakin memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Timur, Bali dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Timur, Bali dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (26/03/2025) termasuk Jawa Timur dan Bali. Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui kanal youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem bakal melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Banjarmasin, Merauke, Maniokwari dan Nabire.  Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor,

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Palangkaraya, Samarinda, Mamuju, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya dan Jayapura.  

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Timur dan pesisir Kalimantan Barat.