7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik. Masyarakat harus waspada.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan para pemudik perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.
“Cuaca merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan mudik. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, periksa tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi. Jika hujan lebat terjadi, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk,” jelas Dwikorita seperti yang dilansir Antaranews beberapa waktu lalu.
Baca: Waspada bencana di Pulau Jawa hingga April 2025
Selanjutnya Dwikorita menerangkan cuaca ekstrem yang terjadi kali ini dipicu oleh tiga faktor. Pertama, adanya gangguan atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia.
Kedua, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO). Ketiga, adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kombinasi faktor ini memperkuat pertumbuhan awan hujan, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem dalam sepekan ke depan.
Cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan dan perjalanan laut.
Karena itu, masyarakat yang menggunakan transportasi udara dan laut perlu memperhatikan prakiraan cuaca di bandara dan pelabuhan tujuan mereka.
Baca: BMKG ingatkan potensi tsunami di terowongan selatan Kulonprogo
“Dalam beberapa hari mendatang, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Pemudik yang melintasi wilayah-wilayah ini diharapkan lebih berhati-hati, terutama di jalur rawan banjir dan longsor seperti jalur Pantura, jalur selatan Jawa, serta beberapa ruas tol yang berpotensi tergenang air,” terang Guswanto.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, ada faktor lainnya seperti anomali suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar perairan Indonesia.
Kondisi ini mengakibatkan adanya penambahan kandungan uap air di atmosfer, sehingga semakin memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan.

Leave a Reply