7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (20/03/2025) hingga Jumat (21/03/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani, Semarang merilis empat faktor yang memicu terjadinya cuaca ekstrem.
Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan faktor pertama, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.
Menurutnya kondisi ini menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Jateng.
Baca: Waspada! Cuaca ekstrem di Yogyakarta
Kedua, adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini terpantau aktif pada fase 3 yang berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Jateng.
Ketiga, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.
Faktor keempat, terdapat labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.
“Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng,” jelas Teguh.
Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025
Selanjutnya Teguh mengungkapkan pada Kamis (20/3/2025), cuaca ekstrem berpotensi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten.
Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula melanda wilayah Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.
Kemudian cuaca ekstrem pada Jumat (21/3/2025) berpotensi melanda Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara.
Baca: Krisis iklim picu cuaca ekstrem
Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir terutama untuk masyarakat yang berada serta tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Leave a Reply