Tag: berita terpopuler

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Fitur Traktir Kopi hingga Desakan untuk Hentikan Penggunaan Energi Fosil

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Fitur Traktir Kopi hingga Desakan untuk Hentikan Penggunaan Energi Fosil

    7cloud.asia – Artikel mengenai fitur Traktir Kopi yang dirilis 7cloud.asia untuk mendukung jurnalisme yang berpihak pada lingkungan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu sosial budaya seperti kebijakan pembatasan tembakau dan dugaan korupsi program MBG

    Artikel terkait isu lingkungan yaitu desakan pengurus WALHI region Jawa untuk menghentikan penggunaan energi fosil juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Fitur Traktir Kopi di 7cloud.asia
    Ruangkota.com terus berinovasi untuk menjaga keberlanjutan pemberitaan. Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan adalah fitur “Traktir Kopi”

    Lewat fitur “Traktir Kopi”, pembaca setia 7cloud.asia dapat memberikan dukungan langsung bagi kerja jurnalistik 7cloud.asia yang berpihak pada kelompok rentan dan lingkungan.

    Ruangkota.com berkomitmen menghadirkan berita terkait isu lingkungan dan masalah sosial perkotaan dengan menyajikan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Kontroversi penambahan layer cukai rokok
    Rencana pemerintah menambah layer cukai rokok yang mulai berlaku pada Juni 2026 mendapat penolakan dari pegiat pengendalian tembakau.

    Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan tujuan cukai sebagai instrumen pengendalian konsumsi rokok dan justru berpotensi memperluas kecanduan di masyarakat.

    Sekretaris Jenderal Komite Nasional Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi, menilai penambahan layer cukai akan mendorong fenomena downtrading, yakni peralihan konsumen ke produk rokok yang lebih murah.

    Dampaknya, harga rokok semakin bervariasi di pasaran dan pengawasan pemerintah menjadi semakin sulit.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Pergantian Kepala BGN dinilai takkan selesaikan masalah
    Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana tidak serta merta menyelesaikan masalah terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Dalam pernyataan tertulis yang diterima 7cloud.asia, Rabu (3/6/2026) ICW menegaskan, masalah MBG tidak hanya mengenai tata kelola.

    Masalah mendasar MBG adalah bahwa kebijakan ini dijadikan alat politik untuk memperkuat atau memperluas dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

    “Mencopot Kepala BGN, terlebih lagi menggantinya dengan orang yang merupakan pendukung Prabowo dalam pilpres tidak akan menyelesaikan masalah MBG,“ ujar Anggota Divisi Advokasi ICW, Seira Tamara.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Wakil SEPETA Bawa Agenda Kerja Layak di Ekonomi Platform ke Sidang ILO
    Isu kerja layak di ekonomi platform menjadi salah satu agenda paling penting dalam Sidang ILO tahun ini karena memasuki pembahasan lanjutan untuk mendorong lahirnya standar internasional perlindungan pekerja platform digital.

    Kehadiran SEPETA di pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan sekadar hadir, bukan sekadar perjalanan atau safari politik.

    Kehadiran SEPETA membawa amanat jutaan driver online, kurir paket, dan pekerja platform yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian, eksploitasi, dan penindasan sistem platform digital.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. WALHI region Jawa tolak perpanjangan energi fosil
    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Regional Jawa dalam dokumen kertas kebijakan (policy brief) mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), untuk segera menjalankan transisi energi berkeadilan.

    Terdiri dari WALHI Jawa Timur, WALHI Yogyakarta, WALHI Jawa Tengah, dan WALHI Jakarta, WALHI regional Jawa menyebutkan, PLTU yang telah berusia tua harus dipensiunkan.

    Sudah saatnya PLTU energi fosil tersebut digantikan dengan energi terbarukan yang tidak merusak lingkungan, tidak merampas ruang hidup masyarakat, serta tidak semata berorientasi pada profit.

    WALHI menegaskan bahwa energi merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi oleh negara secara adil dan berkelanjutan.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Reformasi Cukai Rokok hingga Kelestarian Kuda Laut

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Reformasi Cukai Rokok hingga Kelestarian Kuda Laut

    7cloud.asia – Artikel mengenai reformasi kebijakan cukai tembakau di peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu sosial ekonomi masyarakat seperti perjuangan pekerja platform untuk hubungan kerja yang adil

    Artikel terkait isu lingkungan yaitu pentingnya perubahan struktural untuk solusi iklim yang adil juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Desakan reformasi kebijakan cukai tembakau
    Desakan reformasi kebijakan cukai tembakau menguat dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai pemerintah masih terlalu berorientasi pada penerimaan negara dibanding perlindungan kesehatan publik.

    Peneliti Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Gurnadi Ridwan, menyoroti pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dinilai belum transparan dan belum optimal mendukung program promotif serta preventif kesehatan.

    Menurut dia, DBHCHT merupakan dana publik yang berasal dari dampak konsumsi rokok sehingga penggunaannya harus diarahkan untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat dan melindungi kelompok rentan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. SEPETA perjuangkan hubungan kerja yang adil di Sidang ILO
    Hadir di Konferensi Pekerja ILO, SEPETA membawa pengalaman nyata para pengemudi dan kurir platform digital di Indonesia.

    Di berbagai diskusi dan pertemuan khusus pekerja, SEPETA menyampaikan kondisi kerja yang dihadapi jutaan pekerja platform, mulai dari ketidakjelasan status hubungan kerja, potongan aplikasi yang tinggi.

    Pun sanksi dan penonaktifan akun secara sepihak serta tidak adanya jaminan sosial dan perlindungan kerja yang memadai.

    Kehadiran delegasi SEPETA juga menjadi bukti bahwa perjuangan pengemudi dan kurir online Indonesia telah menjadi bagian dari perjuangan global untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan perlindungan hak-hak pekerja.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Solusi Iklim butuh perubahan struktural
    Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Greenpeace Indonesia merilis tulisan berjudul Mau Solusi Iklim? Perubahan Struktural Tak Boleh Alpa.

    Dalam tulisan itu, disoroti pentingnya perubahan struktural sebagai solusi krisis iklim, karena kerusakan lingkungan selama ini lebih banyak disebabkan oleh sekelompok kecil manusia, namun dampaknya dirasakan oleh jutaan orang yang tidak berdosa.

    Saat membahas kerusakan lingkungan hidup dan krisis iklim, narasi yang marak berkembang menitikberatkan aktivitas seluruh umat manusia sebagai penyebab utama kerusakan Bumi.

    Narasi ini kemudian melahirkan solusi krisis iklim yang terbatas pada pertanggungjawaban individu, padahal kerusakan lingkungan adalah masalah struktural.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Pengerahan TNI tangani demonstrasi mahasiswa tuai kritik
    Respons negara dengan mengerahkan ribuan personel gabungan Polri dan TNI untuk menagani demonstrasi mahasiswa memunculkan kekhawatiran akan potensi penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.

    Pengerahan aparat kepolisian dan militer dalam jumlah masif di ruang publik sering kali menciptakan efek intimidasi terhadap warga sipil yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya.

    Apalagi pelibatan unsur TNI dalam penanganan aksi protes sipil juga sangat problematis, karena mereka dilatih untuk melawan musuh, bukan untuk pengendalian massa.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Jadi komoditas, keberadaan 8 spesies kuda laut jadi terancam
    Kuda laut (Hippocampus) kini tidak lagi sekadar tangkapan sampingan (bycatch), tetapi juga telah menjadi komoditas perdagangan bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian kuda laut.

    Mewakili tim riset BRIN, Muthya Farah dari Project Seahorse mengungkapkan dari 13 spesies kuda laut yang diketahui hidup di perairan Indonesia, tim menemukan 8 spesies yang terlibat dalam perdagangan.

    Ke-8 spesies tersebut antara lain adalah Hippocampus histrix, H. barbouri, H. comes, H. mohnikei, H. kelloggi, H. kuda, H. spinosissimus, dan H. trimaculatus. Spesies H. trimaculatus menjadi yang paling banyak ditemukan di wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Upaya Kota Atasi Panas Ekstrem hingga Penyakit Akibat Gaya Hidup

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Upaya Kota Atasi Panas Ekstrem hingga Penyakit Akibat Gaya Hidup

    7cloud.asia – Artikel mengenai upaya kota-kota di dunia menghadapi panas menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan lainnya seperti dampak panas ekstrem terhadap pengemudi ojek online serta inovasi mengolah puntung rokok menjadi barang berguna

    Artikel terkait isu kesehatan gusi dan penyakit yang diakibatkan gaya hidup juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Upaya kota-kota di dunia atasi panas ekstrem
    Alam telah mengirim sinyal yang tak dapat diabaikan, bahwa panas ekstrem semakin sering terjadi dan semakin tinggi intensitasnya. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bukan hanya isu iklim, tetapi juga tentang ketidakadilan.

    Dampak panas ekstrem tidak dirasakan sama oleh kelompok masyarakat. Kelompok lansia, anak-anak, masyarakat berpendapatan rendah dan pekerja lapangan merasakan dampak yang lebih besar.

    Data Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebut, 2,4 miliar pekerja (lebih dari 70 persen angkatan kerja, harus berjibaku menghadapi panas ekstrem hampir sepanjang tahun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Gusi berdarah bisa memicu penyakit serius
    Masalah gusi kerap dianggap gangguan ringan. Padahal, gusi yang tidak terawat dapat menjadi sumber peradangan kronis yang berisiko memengaruhi organ tubuh lainnya.

    Di sela-sela acara Pepsodent Gum Expert Lab di Jakarta beberapa waktu lalu, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan, infeksi pada gusi yang dibiarkan terus menerus dapat memicu peningkatan sel inflamasi dalam tubuh.

    “Gusi yang tidak terawat secara terus menerus itu, bakteri dan produk-produk peradangan akan terus berada di dalam aliran darah. Dengan kondisi itu, inflamasi akan semakin tinggi dan bisa berdampak menjadi fokus infeksi,” jelas Ines.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Dampak panas ekstrem pada pengemudi ojek online
    Perubahan iklim membuat anomali cuaca di berbagai kota besar, terutama di Jakarta, makin menjadi-jadi. Ketika panas tiba-tiba hujan, ketika hujan tiba-tiba panas. Semuanya tak menentu.

    Bagi para pekerja kantoran, kondisi ini masih bisa diacuhkan karena mereka bekerja di ruangan tertutup dan ber-AC. Namun, beda cerita bagi para pengemudi ojek online (ojol) atau pun kurir, mereka tidak bisa mengeluh terhadap panas terik maupun hujan.

    Dengan tempat berteduh yang sangat minim, bahkan tanpa risiko iklim sekalipun, para pengemudi ojol sudah mengalami kelelahan ekstrem.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Penyakit akibat gaya hidup mengintai anak-anak
    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) menyebut perubahan pola hidup menjadi pemicu penyakit tersebut.

    Dia menjelaskan peningkatan kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada anak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

    “Penyakit akibat gaya hidup ini menjadi epidemi. Seharusnya penyakit tidak menular itu ya tidak menular, tetapi secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang muncul di usia semakin muda,” ujar Piprim.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Parongpong RAW Lab sukses mengolah puntung rokok
    Parongpong RAW Lab yang dikenal sukses mengolah sampah menjadi beragam produk. Salah satunya, Parongpong RAW Lab sukses mendaur ulang sampah puntung rokok menjadi aneka perabot rumah tangga.

    Presiden Direktur Parongpong RAW Lab Rendy Aditya Wachid mengatakan, sampah puntung rokok digunakan sebagai salah satu bahan untuk pengganti serat fiber yang harganya cukup tinggi.

    “Dengan puntung rokok kami bisa membuat produk seperti tatakan, asbak, bahkan sampai kursi dan harganya pun cukup tinggi,” kata Rendy seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng hingga Kritik terhadap Pemerintah yang Antikritik

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng hingga Kritik terhadap Pemerintah yang Antikritik

    7cloud.asia – Artikel mengenai kritik terhadap sikap pemerintah yang cenderung menyudutkan pengritiknya menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan, seperti upaya mewujudkan kawasan rendah emisi dan adaptasi iklim.

    Artikel terkait isu sosial politik seperti kontroversi sponsorship penyelenggaraan ArtJog 2026 juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Mengapa pemerintah menjelekkan pengritiknya
    Alih-alih menanggapi substansi, banyak pejabat di pemerintahan Prabowo-Gibran justru lebih suka menyindir atau bahkan mendiskreditkan sosok pengkritiknya.

    Sehingga muncul pertanyaan yang lebih luas: mengapa respons terhadap kritik publik sering kali tidak berhenti pada penjelasan kebijakan, tetapi juga menyasar kredibilitas orang yang mengkritik?

    Dalam studi kebijakan publik, fenomena ini dapat dipahami melalui dua konsep: blame avoidance dan chilling effect.

    Keduanya membantu menjelaskan bagaimana cara pejabat merespons kritik tidak hanya berdampak pada debat elite, tetapi juga pada kualitas ruang kebebasan berpendapat secara lebih luas.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Mewujudkan kawasan rendah emisi di Jeron Beteng
    Caretaker Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Prof. Mirwan Usada mengingatkan, emisi gas rumah kaca mengancam kelestarian bangunan di dalam kawasan Jeron Beteng.

    Ia melanjutkan, polusi udara tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga mempercepat degradasi material bangunan bersejarah yang tidak dapat dipulihkan. Karena itu tingginya emisi karbon yang memicu penurunan kualitas udara bukan lagi isu yang dapat ditunda penanganannya.

    “Implementasi Low Emission Zone atau kawasan rendah emisi yang konsisten di berbagai kota dunia secara ilmiah terbukti berhasil menurunkan konsentrasi polutan berbahaya seperti NO₂ dan PM2.5,” ujarnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Adaptasi iklim butuh kolaborasi banyak pihak
    Untuk membangun ketahanan iklim membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas lokal, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Pembelajaran tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Nasional Adaptasi Perubahan Iklim yang diselenggarakan KEMITRAAN bersama Kementerian Lingkungan Hidup dengan dukungan Adaptation Fund (AF) yang dipantau secara daring pada Rabu (24/6/2026).

    Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, mengatakan bahwa pihaknya telah menjadikan isu perubahan iklim sebagai prioritas program pembangunan nasional.

    “Pemerintah melalui berbagai kebijakan pembangunan nasional terus mendorong penguatan kapasitas daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan berbagai inisiatif adaptasi berbasis masyarakat,” sebutnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Sponsorship ARTJOG digugat
    ARTJOKES menilai festival seni ARTJOG yang mulai digelar pada 2008 berangsur kehilangan keberpihakannya kepada rakyat. Tangan-tangan kekuasaan dan pemilik modal telah mempengaruhi gelaran ini lewat uang yang mereka miliki.

    Dalam pernyataan tertulisnya kepada media, seniman yang tergabung dalam ARTJOKES mengakui, selama dua dekade ARTJOG berhasil membius jutaan pasang mata dari berbagai belahan dunia.

    “ARTJOG adalah panggung kesenian yang prestisius. Namun, di dinding dan ruang pameran itu jugalah penderitaan dan kenyataan hidup kita semua disulap sebagai komoditas yang bernilai fantastis di mata para kolektor,” demikian ARTJOKES dalam pernyataannya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. PDI Perjuangan konsisten membersamai rakyat
    Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya tidak membutuhkan pengakuan dari pihak lain terkait posisi politiknya.

    Menurut Ganjar, posisi PDI Perjuangan sudah sangat jelas, yakni berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang. Sikap tersebut, kata dia, merupakan keputusan resmi partai yang lahir dari mekanisme organisasi tertinggi.

    “Posisi PDI Perjuangan justru sangat jelas, kami berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang. Itu keputusan resmi partai, hasil mekanisme organisasi tertinggi, dan telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Jadi, tidak ada yang abu-abu,” tegas Ganjar, Jumat (19/6/2026).

    Baca berita selengkapnya di sini

     

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Diversifikasi Usaha Media Lokal hingga Ancaman terhadap Pengelolaan APBN

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Diversifikasi Usaha Media Lokal hingga Ancaman terhadap Pengelolaan APBN

    7cloud.asia – Artikel mengenai pentingnya pengelola media untuk melakukan diversifikasi usaha agar tetap bertahan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu politik ekonomi seperti sorotan terhadap safari politik Jokowi serta ancaman kebijakan ugal-ugalan pemerintahan Prabowo-Gibran terhadap APBN

    Artikel terkait isu musim kemarau yang mendekati puncaknya juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Pentingnya diversifikasi usaha untuk media
    Masalah keberlanjutan usaha media menjadi isu penting selain juga independensi. Selain berubahnya pola konsumsi informasi masyarakat, pengelola media juga dihadapkan pada pendapatan dan kue iklan yang makin mengecil.

    Sementara untuk menjalankan kerja-kerja jurnalistik butuh biaya yang tidak kecil. Karena itu, diversifikasi usaha dibutuhkan agar media tetap bisa menjalankan tugas jurnalistiknya.

    “Jurnalisme itu mahal dan kita tidak bisa menghidupi media. Karenanya media harus punya model bisnis lain untuk menunjang aktifitas media,” katanya saat menyampaikan sambutan di hadapan puluhan media lokal di Banten.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Musim kemarau dekati puncak
    Memasuki Juli 2026, sejumlah wilayah Indonesia diprediksi mencapai puncak musim kering, dengan ancaman berkurangnya cadangan air, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak menunggu dampak terjadi sebelum melakukan antisipasi.

    Puncak kemarau dipastikan tidak datang bersamaan di seluruh Indonesia. Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Juni 2026, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak kemarau pada Juli.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Masyarakat adat Dayak Kualan minta DPR turun tangan
    Dalam konferensi pers bertajuk Jerat Kriminalisasi & Perampasan Tanah Adat: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Komisi XIII DPR Lindungi Hak Masyarakat Adat Kalbar yang dipantau secara daring pada Rabu (1/07/2026), Combeng memaparkan getirnya nasib masyarakat adat menghadapi perampasan lahan oleh perusahaan tanaman industri.

    Bagaimana masyarakat adat dayak Kualan tak hanya menghadapi penguasaan sepihak atas tanah adat mereka, tetapi juga dikriminalisasi saat berusaha memperjuangkan hak atas tanah ulayat mereka.

    Dalam kesempatan itu, juga hadir Tarsisius Fendy Sesupi Kepala Adat Lelayang, Kualan Hilir, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Dengan tegas ia berharap agar pihak perusahaan mengembalikan tanah yang diambil paksa, memulihkan hutan yang telah dirusak, menghormati dan mengakui hak masyarakat adat.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Risiko di balik penerbitan Patriot Bond dan Merah Putih Bond
    Pemerintah Indonesia baru saja meluncurkan Merah Putih Bond, menyusul kehadiran Patriot Bond sebagai instrumen pembiayaan negara baru. Peluncuran ini menarik perhatian dan perdebatan publik.

    Nama “Patriot Bond” dan “Merah Putih Bond” memiliki muatan simbolik yang kuat: ajakan agar warga negara—terutama para penimbun kekayaan di luar sistem keuangan formal atau bahkan di luar negeri—berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional.

    Pemerintah menegaskan instrumen ini bersifat sukarela bagi para warga negara pemilik dana di atas Rp3 miliar. Selain bunga yang kompetitif, para pemilik modal bahkan bisa kebal hukum.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Safari politik Jokowi tuai kritik tajam
    Safari politik yang dilakukan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), berpotensi membawa konsekuensi terhadap dinamika politik nasional yang pada akhirnya berdampak pada kondisi ekonomi.

    Sejumlah kalangan menilai safari politik yang dilakukan Jokowi dapat dilihat sebagai persiapan menuju kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2029.

    Jokowi dinilai sedang mempersiapkan alternatif lain seandainya keinginan untuk memasangkan Gibran dengan Prabowo pada pilpres 2029 yang akan datang kandas.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Pameran Pocket Art hingga Gugatan PraPeradilan Roy Suryo Dikabulkan

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Pameran Pocket Art hingga Gugatan PraPeradilan Roy Suryo Dikabulkan

    7cloud.asia – Artikel mengenai Pocket Art Exhibition menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan seperti pentingnya perubahan struktural untuk aksi iklim serta penolakan terhadap penggabungan UU Iklim dan Pengelolaan Lingkungan

    Artikel terkait isu sidang praperadilan kasus tudingan ijazah palsu mantan presiden Jokowi juga masuk berita terpopuler pekan ini

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Pocket Art Exhibition
    Kecil itu indah. Dan, sebuah ruang kecil tak selalu berarti miskin gagasan. Ruang yang kecil akan tetap mampu memuat gagasan besar.

    Itulah yang ingin diungkap #01 Pocket Art Exhibition yang resmi dibuka pada Rabu (1/7/2026) di TSpace Bintaro. Pameran yang akan berlangsung hingga akhir Juli ini menampilkan 252 karya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.

    Sebanyak 149 perupa berpartisipasi dalam pameran #01 Pocket Art Exhibition yang dikuratori oleh Dick Syarir, perupa senior yang juga pensiunan dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Film Operasi Pesta Copet
    Di balik gemerlap ajang musik terbesar di Indonesia, PestaPora ada sisi gelap yang sering tak terungkap ke permukaan. Salah satunya adalah maraknya para copet yang beroperasi di tengah kerumunan.

    Itulah yang dipotret dalam film Operasi Pesta Copet karya terbaru Imajinari, rumah produksi yang selama ini dikenal dengan karyanya yang tidak biasa

    Film Operasi Pesta Copet akan menjadi kolaborasi paling tidak terduga tahun ini, menggandeng promotor festival musik terbesar di Indonesia, dengan Direktur Festival PestaPora Kiki Aulia Ucup sebagai produser eksekutif.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Aksi iklim individu takkan mampu atasi krisis iklim
    Gerakan membawa tumbler atau mengurangi emisi pribadi memang bagus. Tapi perlu disadari sumber utama pencemaran dan kerusakan justru bukan berasal dari perilaku konsumsi individu.

    Data Carbon Majors Report menunjukkan lebih dari 70 persen emisi CO₂ global dari bahan bakar fosil dan produksi semen sejak Revolusi Industri pada akhir abad ke-18.

    Dan jika ditelusuri, keseluruhan total emisi itu merupakan hasil produksi 78 entitas saja, mencakup perusahaan swasta dan perusahaan minyak atau gas milik negara.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Gugatan praperadilan Roy Suryo dikabulkan
    Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan sebagian gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Selasa (7/7/2026).

    “Mengabulkan gugatan Pemohon untuk sebagian,” kata Hakim I Ketut Darpawan saat membacakan putusan di PN Jakarta Selatan, Selasa.

    Hakim mengabulkan permohonan Roy Suryo terkait keabsahan upaya paksa yang dilakukan penyidik dalam melakukan penangkapan, penggeledahan, dan penahanan terhadap Roy. Dalam pertimbangannya, hakim menilai Roy Suryo tidak menunjukkan indikasi akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, maupun menghambat proses penyidikan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. ARUKI desak RUU Keadilan Iklim dibahas tersendiri
    Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI) dengan tegas menolak, baik substansi maupun proses pembahasan penggabungan UU Perlindungan Lingkungan Hidup dan RUU Iklim ini, karena dinilai akan mengaburkan substansi utamanya.

    Dalam jumpa pers yang dilakukan pada Senin (6/7/2026) di Kawasan Jatipadang, Jakarta, ARUKI yang beranggotakan 43 organisasi yang peduli lingkungan dan keadilan iklim menyatakan dua isu ini memiliki ruang lingkup yang sangat besar.

    Sehingga jika digabung, dikhawatirkan tidak akan mampu mencakup akar masalah dari dua isu besar terkait lingkungan dan keadilan iklim.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Festival Dadap hingga Perempuan Pahlawan Nasional

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Festival Dadap hingga Perempuan Pahlawan Nasional

    7cloud.asia – Artikel mengenai Festival Dadap 2026 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu sosial politik seperti usulan penggunaan hak angket untuk mengusut perseteruanpentingnya perubahan struktural untuk aksi iklimPolrivsKejaksaan serta kekerasan pada anak

    Artikel terkait isu lingkungan yakni kurangnya ruang terbuka hijau memicu panas perkotaan juga masuk berita terpopuler pekan ini

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Festival Dadap 2026
    Festival Dadap yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026 ini mengusung tema “Swasembada Pesisir End Climate Corruption”, dan menjadi ruang kolektif yang mempertemukan seni, budaya, pendidikan, dan advokasi lingkungan dalam satu gerakan masyarakat.

    Festival Dadap lahir pada tahun 2020 dari inisiatif pemuda Kampung Dadap sebagai respons atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, seperti ancaman penggusuran, kriminalisasi nelayan yang berjuang.

    Juga krisis ekologis, tata kelola infrastruktur yang buruk, pengabaian sosial hingga hilangnya ruang hidup akibat pembangunan yang masif.

    “Festival Dadap bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah ruang belajar bersama tentang semangat, kreativitas, keberanian untuk bersuara, memperjuangkan hak, serta membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan masa depan pesisir,“ demikian pernyataan tertulis dari panitia yang diterima 7cloud.asia.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Penggunaan hak angket untuk mengurai ketegangan Polri vs Kejaksaan
    Ketegangan yang mencuat antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, khususnya dalam penanganan sejumlah perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah cukup meresahkan.

    Merespon konflik Polri vs Kejaksaan ini muncul usulan agar DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki kasus ini.

    Menurut Anggota Komisi III DPR Benny K. Harman, konflik terbuka Polri vs Kejaksaan tersebut telah menimbulkan keresahan publik dan berpotensi mengganggu kredibilitas penegakan hukum.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Kekerasan pada anak masih tinggi
    Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi alarm serius. Sepanjang 2025, lebih dari 15 ribu anak menjadi korban kekerasan seksual, sementara ribuan lainnya mengalami kekerasan fisik. Ironisnya, mayoritas kasus justru terjadi di dalam rumah.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), tercatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik sepanjang 2025.

    Sebanyak 60,1 persen kasus terjadi di lingkungan rumah, tempat yang semestinya menjadi ruang paling aman bagi anak.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. El nino dan minimnya ruang terbuka hijau perburuk panas perkotaan
    Risiko paparan panas juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Kota-kota yang dipenuhi bangunan, minim ruang terbuka hijau, serta didominasi beton dan aspal cenderung menyerap dan menyimpan panas lebih lama.

    Kondisi ini memicu fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan), yang membuat suhu kawasan perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya dan meningkatkan risiko heat stress bagi masyarakat.

    Executive Director Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, mengatakan bahwa adaptasi terhadap suhu panas tidak dapat hanya dibebankan kepada individu. Cara rumah, lingkungan, dan kota dirancang turut menentukan tingkat paparan panas yang dialami warga.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. 16 Perempuan pahlawan nasional
    “Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan yang terlontar

    Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.

    Sementara, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Siapa saja mereka?

    Baca artikel selengkapnya di sini