7cloud.asia – Artikel mengenai reformasi kebijakan cukai tembakau di peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu sosial ekonomi masyarakat seperti perjuangan pekerja platform untuk hubungan kerja yang adil
Artikel terkait isu lingkungan yaitu pentingnya perubahan struktural untuk solusi iklim yang adil juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Desakan reformasi kebijakan cukai tembakau
Desakan reformasi kebijakan cukai tembakau menguat dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai pemerintah masih terlalu berorientasi pada penerimaan negara dibanding perlindungan kesehatan publik.
Peneliti Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Gurnadi Ridwan, menyoroti pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dinilai belum transparan dan belum optimal mendukung program promotif serta preventif kesehatan.
Menurut dia, DBHCHT merupakan dana publik yang berasal dari dampak konsumsi rokok sehingga penggunaannya harus diarahkan untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat dan melindungi kelompok rentan.
Baca berita selengkapnya di sini
2. SEPETA perjuangkan hubungan kerja yang adil di Sidang ILO
Hadir di Konferensi Pekerja ILO, SEPETA membawa pengalaman nyata para pengemudi dan kurir platform digital di Indonesia.
Di berbagai diskusi dan pertemuan khusus pekerja, SEPETA menyampaikan kondisi kerja yang dihadapi jutaan pekerja platform, mulai dari ketidakjelasan status hubungan kerja, potongan aplikasi yang tinggi.
Pun sanksi dan penonaktifan akun secara sepihak serta tidak adanya jaminan sosial dan perlindungan kerja yang memadai.
Kehadiran delegasi SEPETA juga menjadi bukti bahwa perjuangan pengemudi dan kurir online Indonesia telah menjadi bagian dari perjuangan global untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan perlindungan hak-hak pekerja.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Solusi Iklim butuh perubahan struktural
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Greenpeace Indonesia merilis tulisan berjudul Mau Solusi Iklim? Perubahan Struktural Tak Boleh Alpa.
Dalam tulisan itu, disoroti pentingnya perubahan struktural sebagai solusi krisis iklim, karena kerusakan lingkungan selama ini lebih banyak disebabkan oleh sekelompok kecil manusia, namun dampaknya dirasakan oleh jutaan orang yang tidak berdosa.
Saat membahas kerusakan lingkungan hidup dan krisis iklim, narasi yang marak berkembang menitikberatkan aktivitas seluruh umat manusia sebagai penyebab utama kerusakan Bumi.
Narasi ini kemudian melahirkan solusi krisis iklim yang terbatas pada pertanggungjawaban individu, padahal kerusakan lingkungan adalah masalah struktural.
Baca berita selengkapnya di sini
4. Pengerahan TNI tangani demonstrasi mahasiswa tuai kritik
Respons negara dengan mengerahkan ribuan personel gabungan Polri dan TNI untuk menagani demonstrasi mahasiswa memunculkan kekhawatiran akan potensi penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
Pengerahan aparat kepolisian dan militer dalam jumlah masif di ruang publik sering kali menciptakan efek intimidasi terhadap warga sipil yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya.
Apalagi pelibatan unsur TNI dalam penanganan aksi protes sipil juga sangat problematis, karena mereka dilatih untuk melawan musuh, bukan untuk pengendalian massa.
Baca berita selengkapnya di sini
5. Jadi komoditas, keberadaan 8 spesies kuda laut jadi terancam
Kuda laut (Hippocampus) kini tidak lagi sekadar tangkapan sampingan (bycatch), tetapi juga telah menjadi komoditas perdagangan bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian kuda laut.
Mewakili tim riset BRIN, Muthya Farah dari Project Seahorse mengungkapkan dari 13 spesies kuda laut yang diketahui hidup di perairan Indonesia, tim menemukan 8 spesies yang terlibat dalam perdagangan.
Ke-8 spesies tersebut antara lain adalah Hippocampus histrix, H. barbouri, H. comes, H. mohnikei, H. kelloggi, H. kuda, H. spinosissimus, dan H. trimaculatus. Spesies H. trimaculatus menjadi yang paling banyak ditemukan di wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.
Baca berita selengkapnya di sini

Leave a Reply