7cloud.asia – Artikel mengenai Festival Dadap 2026 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu sosial politik seperti usulan penggunaan hak angket untuk mengusut perseteruanpentingnya perubahan struktural untuk aksi iklimPolrivsKejaksaan serta kekerasan pada anak
Artikel terkait isu lingkungan yakni kurangnya ruang terbuka hijau memicu panas perkotaan juga masuk berita terpopuler pekan ini
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Festival Dadap 2026
Festival Dadap yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026 ini mengusung tema “Swasembada Pesisir End Climate Corruption”, dan menjadi ruang kolektif yang mempertemukan seni, budaya, pendidikan, dan advokasi lingkungan dalam satu gerakan masyarakat.
Festival Dadap lahir pada tahun 2020 dari inisiatif pemuda Kampung Dadap sebagai respons atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, seperti ancaman penggusuran, kriminalisasi nelayan yang berjuang.
Juga krisis ekologis, tata kelola infrastruktur yang buruk, pengabaian sosial hingga hilangnya ruang hidup akibat pembangunan yang masif.
“Festival Dadap bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah ruang belajar bersama tentang semangat, kreativitas, keberanian untuk bersuara, memperjuangkan hak, serta membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan masa depan pesisir,“ demikian pernyataan tertulis dari panitia yang diterima 7cloud.asia.
Baca berita selengkapnya di sini
2. Penggunaan hak angket untuk mengurai ketegangan Polri vs Kejaksaan
Ketegangan yang mencuat antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, khususnya dalam penanganan sejumlah perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah cukup meresahkan.
Merespon konflik Polri vs Kejaksaan ini muncul usulan agar DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki kasus ini.
Menurut Anggota Komisi III DPR Benny K. Harman, konflik terbuka Polri vs Kejaksaan tersebut telah menimbulkan keresahan publik dan berpotensi mengganggu kredibilitas penegakan hukum.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Kekerasan pada anak masih tinggi
Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi alarm serius. Sepanjang 2025, lebih dari 15 ribu anak menjadi korban kekerasan seksual, sementara ribuan lainnya mengalami kekerasan fisik. Ironisnya, mayoritas kasus justru terjadi di dalam rumah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), tercatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik sepanjang 2025.
Sebanyak 60,1 persen kasus terjadi di lingkungan rumah, tempat yang semestinya menjadi ruang paling aman bagi anak.
Baca berita selengkapnya di sini
4. El nino dan minimnya ruang terbuka hijau perburuk panas perkotaan
Risiko paparan panas juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Kota-kota yang dipenuhi bangunan, minim ruang terbuka hijau, serta didominasi beton dan aspal cenderung menyerap dan menyimpan panas lebih lama.
Kondisi ini memicu fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan), yang membuat suhu kawasan perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya dan meningkatkan risiko heat stress bagi masyarakat.
Executive Director Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, mengatakan bahwa adaptasi terhadap suhu panas tidak dapat hanya dibebankan kepada individu. Cara rumah, lingkungan, dan kota dirancang turut menentukan tingkat paparan panas yang dialami warga.
Baca berita selengkapnya di sini
5. 16 Perempuan pahlawan nasional
“Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan yang terlontar
Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.
Sementara, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Siapa saja mereka?
Baca artikel selengkapnya di sini

Leave a Reply