Tag: palestina

  • Kondisi Palestina Terus Memburuk, Menlu RI Pertanyakan Kepemimpinan Dewan Keamanan PBB

    Kondisi Palestina Terus Memburuk, Menlu RI Pertanyakan Kepemimpinan Dewan Keamanan PBB

    7cloud.asia – Indonesia mempertanyakan bagaimana kepemimpinan Dewan Keamanan (DK) PBB dalam menciptakan perdamaian ketika kondisi di Palestina terus memburuk.

    Pernyataan tegas tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berpidato di hadapan forum Debat Terbuka Tingkat Tinggi DK PBB di Markas Besar PBB New York, Rabu (25/9).

    “Kita semua di sini membicarakan tentang kepemimpinan dalam isu perdamaian. Namun, damai itu tidak pernah dirasakan oleh Bangsa Palestina,” ujar Menlu.

    Baca: Gaza dan Ukraina jadi pembahasan di sidang umum PBB

    Dengan kondisi mengkhawatirkan di Palestina di mana 41.000 orang telah kehilangan nyawa dan jutaan orang lainnya mengungsi, serta akses terhadap bantuan diputus, menurut Retno, “Kita layak mempertanyakan rasa kemanusiaan dunia”.

    “Jika kita tidak bisa melaksanakan hal yang dimandatkan DK PBB untuk menciptakan perdamaian, apa lagi yang tersisa dari kepemimpinan DK dalam isu perdamaian?” Retno mempertanyakan.

    Karena itu, Indonesia menawarkan cara-cara untuk mengembalikan kredibilitas dan kepercayaan atas DK PBB dengan mengupayakan kepemimpinan yang lebih demokratis serta mengikutsertakan lebih banyak pihak.

    Baca: Dunia gagal melindungi warga sipil di Gaza yang tak bersalah

    “Indonesia menyerukan mekanisme yang lebih demokratis untuk pengambilan keputusan yang efektif supaya tidak ada kelambanan dalam menghadapi ancaman besar terhadap kedamaian dan keamanan internasional,” ucap Menlu.

    Retno menutup pidatonya dengan satu penegasan bahwa dunia tidak perlu repot-repot mencari cara untuk menciptakan perdamaian di masa depan, karena langkah-langkah itu harus dimulai sejak saat ini juga.

    Sumber: Antaranews

  • Demi Mewujudkan Negara Palestina Merdeka, Italia Siap Kirim Pasukan Perdamaian PBB

    Demi Mewujudkan Negara Palestina Merdeka, Italia Siap Kirim Pasukan Perdamaian PBB

    7cloud.asia – Italia siap mengirimkan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam rangka membantu pembentukan negara Palestina, yang diakui oleh Israel dan mengakui Israel, Anadolu melaporkan pada Minggu (29/9).

    Dalam wawancara dengan surat kabar Italia, Avvenire, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menggarisbawahi kenyataan bahwa terdapat pemerintahan berbeda di Gaza dan Tepi Barat.

    Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pemerintahan yang utuh di Palestina.

    “Tujuan kami adalah memfasilitasi integrasi ini, mungkin untuk jangka waktu terbatas, dengan kehadiran misi PBB yang dipimpin oleh negara-negara Arab di bawah bimbingan otoritas Palestina,” ujarnya. 

    “Kami siap mengirim pasukan kita bersama PBB untuk pembentukan negara Palestina yang diakui oleh Israel dan yang juga mengakui Israel,” kata Tajani, menambahkan.

    Baca: Kondisi Palestina Memburuk, Indonesia pertanyakan kepemimpinan DK PBB

    Ketika ditanya tentang pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di PBB, Tajani mengatakan, “Israel memiliki hak untuk membela diri, dan krisis ini dimulai dengan serangan pada 7 Oktober.”

    “Namun, yang membuat khawatir bahwa puluhan ribu warga sipil Palestina terbunuh.” ujarnya.  

    Dalam wawancara tersebut, Tajani juga membahas isu-isu internasional sehubungan dengan situasi terbaru di kawasan Timur Tengah setelah kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

    Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan bom oleh tentara Israel pada 27 September lalu.

    Baca: AS dan PBB desak Israel lindungi lokasi bantuan di Gaza

    “Sayangnya, risiko eskalasi ketegangan saat ini tampak terus-menerus. Saat ini, kami bekerja lebih keras dari sebelumnya bagi perwujudan gencatan senjata di Lebanon dan Gaza,” katanya. 

    Tajani menekankan bahwa dirinya terus menjalin kontak dengan kedutaan besar di Tel Aviv, Beirut, dan Teheran.

    “Kami memantau situasi darurat dan siap untuk mengevakuasi warga negara kita,” ujarnya. 

    “Kami mendesak semua orang untuk meninggalkan wilayah tersebut sesegera mungkin. Sementara kami terus melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, situasinya tetap genting.”

    Sumber: Anadolu

  • UNRWA Tuding Israel Sengaja Ciptakan Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

    UNRWA Tuding Israel Sengaja Ciptakan Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

     

    7cloud.asia – Komisioner Jenderal badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan bahwa bencana kelaparan di Jalur Gaza terjadi akibat tindakan yang disengaja melalui blokade bantuan dan serangan sistematis Israel terhadap infrastruktur.

    “Kelaparan menyebar di Gaza. Kelaparan ini seluruhnya adalah karena tindak manusia. Lebih dari 70 persen ladang tanaman pun hancur,” kata Lazzarini dalam pernyataannya di media sosial yang dipantau pada Kamis.

    Ia mengatakan, jumlah warga Gaza yang tidak mendapat bantuan jatah makanan yang mencapai 1 juta orang pada Agustus kemarin, melonjak menjadi 1,4 juta orang pada September.

    Baca: Lebih dari 1 juta warga Palestina terancam kelaparan

    Akibat agresi dan blokade Israel yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan tatanan pemerintahan di Gaza, lebih dari 100 ribu ton pasokan makanan tak bisa masuk, kata dia.

    Terlebih, kehancuran besar di Gaza memaksa seluruh populasi kawasan tersebut, yang jumlahnya sekitar 2,1 juta orang pada 2023, menggantungkan nasib pada bantuan kemanusiaan dari luar.

    Lazzarini menyatakan, pembatasan dan penundaan pengiriman bantuan kemanusiaan hanya akan memperburuk kondisi kehidupan pengungsi di Gaza.

    “Dengan semakin dekatnya musim dingin dan memburuknya kondisi cuaca, kekurangan bantuan kemanusiaan yang layak hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih besar lagi,” kata dia.

    Baca: PBB tuding Israel sengaja gunakan metode perang baru, menciptakan kelaparan bagi warga Palestina

    Untuk itu, Komisioner Jenderal UNRWA menegaskan pentingnya gencatan senjata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan meredakan ketegangan kawasan.

    Diperlukan kehendak politik dan kepemimpinan yang teguh di antara pihak-pihak berkonflik untuk memastikan semua sandera dibebaskan, titik-titik penyeberangan baru dibuka, dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa halangan apapun, ucap dia.

    “Memilih perdamaian sebagai cara kita untuk maju adalah pilihan para pemberani. Karena itu, inilah waktunya,” kata Lazzarini.

    Baca: Tragis! Anak-anak Palestina meninggal karena peluru atau mati kelaparan

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang pada 7 Oktober mendatang genap berlangsung selama setahun tersebut telah menyebabkan hampir 41.600 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta lebih dari 96.200 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Serangan Israel juga telah membuat hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Sumber: Antaranews

  • Israel Berencana Melarang UNRWA Beroperasi di Wilayahnya

    7cloud.asia – Kepala badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan, jika undang-undang Israel tentang UNRWA benar-benar diadopsi Knesset, semua operasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat akan “tercerai-berai,”.

    Buntutnya, akan menyebabkan ratusan ribu warga Palestina berada dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan di saat konflik di wilayah tersebut terus berkecamuk.

    Sebuah komisi di parlemen Israel pada Senin (7/10/2024) lalu menyetujui sejumlah rancangan undang-undang yang akan melarang badan bantuan yang dikenal sebagai UNRWA, beroperasi di wilayah Israel.

    Aturan itu juga mendesak diakhirinya semua kontak antara pemerintah dan UNRWA. RUU tersebut memerlukan persetujuan akhir dari Knesset, atau parlemen Israel.

    Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (9/10/2024) bahwa para pejabat senior Israel bertekad untuk menghancurkan badan tersebut.

    Baca: Indonesia kecam sikap Israel terhadap UNRWA

    Dia mendesak badan PBB yang paling berkuasa untuk melindungi UNRWA “dari upaya untuk mengakhiri mandatnya secara sewenang-wenang dan prematur tanpa adanya solusi politik yang telah lama dijanjikan”.

    Ditambahkannya, undang-undang tersebut melanggar kewajiban Israel berdasarkan piagam PBB dan hukum internasional.

    Lazzarini menekankan bahwa secara operasional seluruh respons kemanusiaan di Gaza bergantung pada infrastruktur UNRWA – dan “mungkin akan hancur” jika undang-undang tersebut diadopsi.

    Dia juga memperingatkan bahwa penghentian koordinasi dengan Israel akan semakin mengganggu penyediaan tempat tinggal, makanan dan layanan kesehatan bagi warga Palestina menjelang musim dingin.

    Selain itu lebih dari 650.000 anak akan kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan mereka “dan seluruh generasi akan dikorbankan.”

    Baca: 453 Serangan Israel menyasar fasilitas kemanusiaan milik UNRWA

    Para pejabat Palestina mengatakan pemboman Israel terhadap Gaza tengah dan utara telah menewaskan puluhan orang dan membuat ribuan orang terjebak di rumah-rumah mereka.

    Sementara itu, jumlah korban tewas dalam perang selama setahun di Gaza telah melampaui 42.000 orang.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pihaknya menemukan 40 jenazah dari Jabaliya dari Minggu (6/10/2024) hingga Selasa (8/10/2024), dan 14 lainnya dari komunitas yang jauh di utara.

    Pihak kementerian mengatakan bahwa jumlah korban jiwa mungkin lebih tinggi karena masih banyak jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan dan di daerah yang tidak dapat diakses.

    Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa pasukan Israel beroperasi di Jabaliya untuk mencegah Hamas menghimpun kembali kekuatan dan telah membunuh sekitar 100 militan.

    Sumber:VOAINdonesia

     

  • Setahun Lebih Serangan ke Gaza, Kondisi Anak-anak Kian Mengenaskan

    Setahun Lebih Serangan ke Gaza, Kondisi Anak-anak Kian Mengenaskan

    7cloud.asia – Kondisi anak-anak di Gaza semakin menggenaskan dari hari ke hari, dengan pasokan makanan, air, dan obat-obatan semakin minim dan diperburuk serangan Israel serta pembatasan ketat bantuan kemanusiaan, kata juru bicara UNICEF pada Selasa (15/10).

    James Elder mengatakan dalam konferensi pers di PBB Jenewa bahwa banyak anak-anak di Gaza telah beberapa kali mengungsi sejak perang berlangsung lebih dari setahun yang lalu.

    “Setiap hari, kekurangannya semakin parah,” ujar Elder, menyoroti bahwa 85 persen dari Jalur Gaza berada di bawah perintah evakuasi dan dalam kondisi yang tak layak huni.

    Dia juga menyoroti penurunan tajam dalam pengiriman bantuan kemanusiaan, terutama di bulan Agustus, yang mencatat jumlah bantuan terendah yang masuk ke Gaza sejak konflik dimulai.

    Baca: Israel didesak lindungi lokasi bantuan kemanusiaan di Gaza

    Selain itu, baru-baru ini, tidak ada truk komersial yang diizinkan memasuki Gaza, sehingga memperparah situasi yang sudah ada.

    Elder memperingatkan, jika pembatasan terhadap bantuan tidak segera dicabut dan serangan tidak dihentikan, situasi anak-anak yang sudah parah ini hanya akan semakin memburuk.

    “Setiap harinya, kondisi bagi anak-anak semakin buruk dari hari sebelumnya, dan ini akan terus berlanjut selama serangan berlangsung dan pembatasan bantuan kemanusiaan terus diperketat,” tambahnya.

    “Sulit dibayangkan, tetapi besok akan lebih buruk bagi anak-anak daripada hari ini.”

    Baca: konflik Israel-Hamas menghancurkan masa depan anak-anak Palestina 

    Save the Children International juga menggambarkan Wilayah Pendudukan Palestina (OPT) sebagai “tempat paling mematikan di dunia bagi anak-anak saat ini.”

    “Setidaknya 3.100 anak-anak di bawah usia 5 tahun telah tewas di Gaza, dan ribuan lainnya berisiko mengalami malnutrisi berat seiring dengan ancaman kelaparan yang semakin nyata,” katanya pada Selasa melalui X.

    Israel terus melancarkan serangan brutal di Gaza setelah serangan lintas batas oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

    Sejak serbuan itu, lebih dari 42.300 orang telah tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 98.600 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak oleh Israel

    Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk di Jalur Gaza menjadi pengungsi, di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas telah gagal karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk menghentikan perang.

    Israel juga menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Krisis Pembangunan di Gaza Bahayakan Generasi Mendatang

    Krisis Pembangunan di Gaza Bahayakan Generasi Mendatang

    7cloud.asia – Sebuah laporan terbaru yang dirilis PBB memperingatkan dampak kemanusiaan yang sangat besar dari perang di Gaza.

    Perang di Gaza yang sudah berlangsung lebih satu tahun menghambat pembangunan di wilayah kantong Palestina selama 70 tahun, serta membahayakan warga Palestina selama beberapa generasi dan tidak hanya di Gaza.

    Proyeksi dalam penilaian terbaru itu menegaskan bahwa di tengah penderitaan dan hilangnya nyawa secara mengerikan, krisis pembangunan yang serius juga terjadi.

    “Krisis yang membahayakan masa depan rakyat Palestina untuk generasi penerus,” kata pejabat Program Pembangunan PBB (UNDP), Achim Steiner.

    Baca: Butuh waktu 14 tahun untuk menyingkirkan puing di Gaza

    Dalam sebuah pernyataan yang bertepatan dengan peluncuran laporan UNDP hari Selasa (22/10/2024), Steiner mengamati “bahkan jika bantuan kemanusiaan diberikan setiap tahun, perekonomian mungkin tidak akan pulih ke tingkat sebelum krisis selama satu dasawarsa atau lebih.”

    Laporan ini dihasilkan melalui koordinasi dengan Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Barat (ESCWA) PBB.

    Penilaian baru itu sarat dengan statistik yang mengejutkan. Laporan itu memperkirakan, kemiskinan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel akan meningkat menjadi 74,3 persen tahun ini, naik dari 38,8 persen pada akhir 2023.

    ”Itu berdampak pada 4,1 juta orang, termasuk 2,61 juta orang yang baru saja jatuh miskin.”

    Karena kerugian ekonomi yang “mencengangkan” itu, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mengalami penurunan sebesar 35,1% tahun ini, dengan potensi pengangguran meningkat menjadi 49,9 persen.

    Baca: Konflik Israel-Hamas hancurkan masa depan anak-anak Gaza

    Wilayah Palestina mengalami kemunduran pembangunan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI), yang menunjukkan hilangnya kemajuan pembangunan selama hampir 24 tahun.

    Puluhan negara mengakui negara Palestina, namun Amerika Serikat dan sebagian besar negara Eropa Barat tidak mengakuinya.

    Serangan Israel yang telah berlangsung lebih dari satu tahun meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Gaza dan menimbulkan krisis kemanusiaan.

    Hingga hari ini, lebih dari 42.000 warga Palestina tewas, dan lebih 100.000 orang lainnya terluka, jutaan orang hidup di pengungsian tanpa fasilitas memadai menurut pejabat kesehatan Gaza.

    Konflik Israel dan Hamas juga menghambat pendidikan bagi anak-anak Palestina di Tepi Barat, di mana Israel juga mengintensifkan pembatasan pergerakan dan melakukan penggerebekan besar-besaran. (Sumber: VOA Indonesia)

     

  • Situasi Semakin Memburuk, Seluruh Penduduk Gaza Utara Berisiko Sekarat

    Situasi Semakin Memburuk, Seluruh Penduduk Gaza Utara Berisiko Sekarat

    7cloud.asia – Seorang pejabat senior urusan bantuan kemanusiaan PBB, Sabtu (26/10), memperingatkan, di tengah situasi yang semakin memburuk dan serangan hebat tentara Israel yang berlangsung selama berminggu-minggu, “seluruh penduduk di Gaza utara berisiko sekarat.”

    “Rumah sakit telah diserang dan para pekerja kesehatan telah ditahan. Tempat penampungan telah kosong dan dibakar,” kata Joyce Msuya, pejabat senior sementara PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat.

    Msuya menyoroti dampak mengkhawatirkan dari serangan Israel terhadap layanan kesehatan dan keselamatan warga sipil, serta nasib para petugas pertolongan pertama yang telah “dicegah untuk menyelamatkan orang-orang dari bawah reruntuhan.”

    Baca: Krisis pangan di Gaza bahayakan generasi mendatang

    Kepala kemanusiaan PBB itu mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap populasi sipil, melaporkan bahwa “keluarga telah terpisah dan pria serta anak laki-laki diangkut dengan truk.”

    Kekerasan Israel itu telah mengakibatkan “ratusan warga Palestina dilaporkan tewas,” dengan “puluhan ribu sekali lagi terpaksa melarikan diri,” ujarnya.

    Sembari memperingatkan bahwa “seluruh penduduk Gaza utara berisiko tewas,” dia pun mengutuk serangan dan blokade yang sedang berlangsung sebagai indikasi “pengabaian mencolok terhadap kemanusiaan dasar dan hukum perang.”

    Baca: Kondisi anak-anak di Gaza kian mengenaskan

    Dia menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan bagi warga sipil di kawasan tersebut.

    Invasi darat dan serangan bom oleh tentara Israel terus berlanjut di seluruh Gaza utara, saat pasukan Israel memaksa warga Palestina yang telah kehilangan properti mereka terus berpindah-pindah.

    Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel terus menyerang dan menghancurkan Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, tahun lalu.

    Baca: Pasukan Zionis bakar rumah sakit Indonesia di Gaza

    Hampir 43.000 orang telah tewas sejak pecah perang. Sebagian besar korban itu adalah perempuan dan anak-anak.

    Selain itu, aksi genosida rezim Zionis itu juga menyebabkan lebih dari 100.000 lainnya terluka, kata otoritas kesehatan setempat.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Pertemuan Internasional Pertama untuk Implementasi Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Digelar di Arab Saudi

    Pertemuan Internasional Pertama untuk Implementasi Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Digelar di Arab Saudi

    7cloud.asia – Arab Saudi menjadi tuan rumah sesi pertama pertemuan pada Rabu (30/10/2024) yang bertujuan untuk menemukan solusi pembentukan negara Palestina di tengah perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

    Perwakilan dari sekitar 90 negara dan organisasi internasional berkumpul di Riyadh untuk membicarakan “Aliansi Global untuk Implementasi Solusi Dua Negara”.

    Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, yang menghadiri pembicaraan tersebut, menekankan perlunya solusi dua negara sebagai kerangka kerja yang didukung oleh komunitas internasional.

    “Solusi dua negara adalah kerangka kerja yang disepakati secara internasional yang merupakan bagian hakiki dari keberhasilan dan kondisi yang adil,” kata Lazzarini.

    Faisal bin Farhan Al-Saud, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, selaku tuan rumah mengatakan, pertemuan ini akan menjadi langkah pertama dari beberapa langkah.

    ”Pesertanya mencapai sekitar 90 negara dan organisasi internasional. Mereka yang mengikuti acara ini mengusung satu semangat, satu tujuan, yaitu mendirikan negara Palestina.” ujarnya.

    Pertemuan di Riyadh merupakan yang pertama dalam serangkaian pertemuan, yang di masa depan direncanakan akan berlangsung di Brussels, Kairo, Amman, Oslo, dan Ankara.

    Solusi dua negara Israel dan Palestina diusulkan banyak negara untuk mengakhiri konflik di Gaza. Uni Eropa, China dan negara-negara Timur Tengah mendukung usulan ini. Sumber:VOAIndonesia

  • ILO Resmi Tingkatkan Status Palestina Menjadi Negara Pengamat

    ILO Resmi Tingkatkan Status Palestina Menjadi Negara Pengamat

    7cloud.asia – Organisasi Perburuhan Internasional (International Labor Organization/ILO) secara resmi meningkatkan status Palestina menjadi “negara pengamat nonanggota” dari sebelumnya yang hanya sebagai “gerakan pembebasan.”

    Keputusan itu diambil dalam Konferensi Umum Dewan Direksi ILO, yang melibatkan perwakilan dari serikat pekerja Arab dan internasional, demikian dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.

    Persetujuan akhir atas keputusan peningkatan status Palestina itu diharapkan akan diberikan dalam Konferensi Perburuhan Internasional pada Juni 2025.

    Keputusan tersebut memungkinkan Palestina untuk berpartisipasi penuh dalam seluruh struktur ILO dan menjadi langkah menuju keanggotaan penuh pada masa depan, ujar Shaher Saad, sekretaris jenderal Federasi Umum Serikat Pekerja Palestina (PGFTU).

    Baca: Pertemuan Internasional untuk solusi dua negara Israel dan Palestina

    ILO, yang didirikan pada tahun 1919, adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didedikasikan untuk memajukan keadilan sosial dan hak-hak buruh yang diakui secara internasional.

    ILO tetap menjadi satu-satunya badan tripartit dalam PBB, yang menyatukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari 187 negara untuk menetapkan standar perburuhan dan memajukan kondisi kerja yang adil secara global.

    Sebelumnya, Arab Saudi menjadi tuan rumah sesi pertama pertemuan pada Rabu (30/10/2024) yang bertujuan untuk menemukan solusi pembentukan negara Palestina di tengah perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

    Perwakilan dari sekitar 90 negara dan organisasi internasional berkumpul di Riyadh untuk membicarakan “Aliansi Global untuk Implementasi Solusi Dua Negara”.

    Baca: Italia siap kirim pasukan perdamaian PBB untuk wujudkan negara Palestina

    Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, yang menghadiri pembicaraan tersebut, menekankan perlunya solusi dua negara sebagai kerangka kerja yang didukung oleh komunitas internasional.

    “Solusi dua negara adalah kerangka kerja yang disepakati secara internasional yang merupakan bagian hakiki dari keberhasilan dan kondisi yang adil,” kata Lazzarini.

    Solusi dua negara Israel dan Palestina diusulkan banyak negara untuk mengakhiri konflik di Gaza. Uni Eropa, China dan negara-negara Timur Tengah mendukung usulan

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Gencatan Senjata Dimulai, Ribuan Aparat Keamanan Gaza Dikerahkan

    Gencatan Senjata Dimulai, Ribuan Aparat Keamanan Gaza Dikerahkan

    7cloud.asia – Ribuan aparat keamanan Gaza mulai dikerahkan di beberapa area di wilayah kantong tersebut pada Minggu (19/01/2025) menyusul berlakunya gencatan senjata dengan Israel, demikian ungkap otoritas setempat.

    Kantor media pemerintah Gaza mengatakan pengerahan tersebut berdasarkan rencana untuk menjaga keamanan dan menegakkan aturan di seluruh wilayah.

    “Kota-kota mulai kembali beroperasi dan merehabilitasi jalan-jalan, tak lama setelah gencatan senjata dimulai,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Israel belum sepenuhnya terima kesepakatan gencatan senjata

    Selain itu, kementerian dan institusi pemerintah “sudah siap sepenuhnya untuk bekerja di bawah rencana pemerintah untuk memastikan kehidupan kembali normal secepatnya.

    Namun, otoritas tetap memberi peringatan kepada warga untuk tetap waspada selama melakukan perjalanan antar wilayah di Gaza.

    Sementara itu, pemulangan para pengungsi akan dilakukan tujuh hari setelah gencatan senjata berlaku.

    Baca: RI sambut positif gencatan senjata Israel-Hamas

    Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel mulai berlaku pada pukul 11.15 waktu setempat (16.15 WIB) pada Minggu setelah tertunda beberapa jam karena Israel menuduh Hamas menunda merilis daftar tawanan yang akan dibebaskan.

    Awalnya, perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 8.30 waktu setempat (13.30 WIB).

    Hamas kemudian mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan daftar tiga tawanan perempuan Israel yang akan dibebaskan pada Minggu.

    Sumber: Anadolu