Israel Berencana Melarang UNRWA Beroperasi di Wilayahnya

Written by

in

7cloud.asia – Kepala badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan, jika undang-undang Israel tentang UNRWA benar-benar diadopsi Knesset, semua operasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat akan “tercerai-berai,”.

Buntutnya, akan menyebabkan ratusan ribu warga Palestina berada dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan di saat konflik di wilayah tersebut terus berkecamuk.

Sebuah komisi di parlemen Israel pada Senin (7/10/2024) lalu menyetujui sejumlah rancangan undang-undang yang akan melarang badan bantuan yang dikenal sebagai UNRWA, beroperasi di wilayah Israel.

Aturan itu juga mendesak diakhirinya semua kontak antara pemerintah dan UNRWA. RUU tersebut memerlukan persetujuan akhir dari Knesset, atau parlemen Israel.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (9/10/2024) bahwa para pejabat senior Israel bertekad untuk menghancurkan badan tersebut.

Baca: Indonesia kecam sikap Israel terhadap UNRWA

Dia mendesak badan PBB yang paling berkuasa untuk melindungi UNRWA “dari upaya untuk mengakhiri mandatnya secara sewenang-wenang dan prematur tanpa adanya solusi politik yang telah lama dijanjikan”.

Ditambahkannya, undang-undang tersebut melanggar kewajiban Israel berdasarkan piagam PBB dan hukum internasional.

Lazzarini menekankan bahwa secara operasional seluruh respons kemanusiaan di Gaza bergantung pada infrastruktur UNRWA – dan “mungkin akan hancur” jika undang-undang tersebut diadopsi.

Dia juga memperingatkan bahwa penghentian koordinasi dengan Israel akan semakin mengganggu penyediaan tempat tinggal, makanan dan layanan kesehatan bagi warga Palestina menjelang musim dingin.

Selain itu lebih dari 650.000 anak akan kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan mereka “dan seluruh generasi akan dikorbankan.”

Baca: 453 Serangan Israel menyasar fasilitas kemanusiaan milik UNRWA

Para pejabat Palestina mengatakan pemboman Israel terhadap Gaza tengah dan utara telah menewaskan puluhan orang dan membuat ribuan orang terjebak di rumah-rumah mereka.

Sementara itu, jumlah korban tewas dalam perang selama setahun di Gaza telah melampaui 42.000 orang.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pihaknya menemukan 40 jenazah dari Jabaliya dari Minggu (6/10/2024) hingga Selasa (8/10/2024), dan 14 lainnya dari komunitas yang jauh di utara.

Pihak kementerian mengatakan bahwa jumlah korban jiwa mungkin lebih tinggi karena masih banyak jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan dan di daerah yang tidak dapat diakses.

Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa pasukan Israel beroperasi di Jabaliya untuk mencegah Hamas menghimpun kembali kekuatan dan telah membunuh sekitar 100 militan.

Sumber:VOAINdonesia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *