Tag: lingkungan

  • Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    7cloud.asia – Nicole Ng adalah warga Hong Kong yang sudah beberapa tahun ini menerapkan gaya hidup minimalis.

    Kepada Earth.Org, Nicole mengatakan gaya hidup minimalis membuatnya lebih berhati-hati saat berbelanja dan memilih produk berkualitas. Meski untuk itu ia kadang harus membayar sedikit mahal. 

    “Belanja berkualitas tidak diragukan lagi adalah kunci untuk produk yang lebih berkelanjutan, tahan lama, dan multifungsi. Itulah inti gaya hidup miimalis,” katanya.

    Sebagai penggila tanaman, dia sering membeli tanaman di platform seperti Carousell, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace, dan menjual tanaman miliknya karena dia yakin ini adalah praktik yang lebih ramah lingkungan.

    “Saya menemukan video tentang minimalisme karya Marie Kondo di Youtube saat masih menjadi mahasiswa,” ujarnya ketika ditanya apa yang memengaruhinya untuk menjalani gaya hidup minimalis.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    “Saya menyadari bahwa menerapkan gaya hidup minimalis jauh lebih mudah daripada yang saya perkirakan setelah melakukan beberapa penelitian.”

    Beberapa kritikus menyebut, gaya hidup minimalis mengedepankan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya.

    Sebuah artikel tahun 2016 yang diterbitkan di New York Times Magazine menjelaskan bahwa “minimalisme kini identik dengan optimasi diri, sebuah tren yang juga memunculkan perangkat kebugaran dan Soylent.

    Optimalisasi ini, sering didorong oleh teknologi, memerlukan biaya yang mahal dan hanya dilakukan oleh dan untuk kelompok elit.”

    Penulis mengkritik fakta bahwa gaya hidup minimalis akan menekan orang untuk terobsesi dengan apa yang harus dirapikan dan berapa banyak barang yang harus dimiliki.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis melestarikan lingkungan

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai konsekuensi dari minimalis, seperti apa yang akan terjadi jika kaum minimalis membuang terlalu banyak barang sekaligus.

    Artikel tersebut menggambarkan gaya hidup minimalis sebagai gerakan yang arogan dan menjadi tren bagi masyarakat yang memiliki hak istimewa.

    Pasalnya, menjadi seorang minimalis memerlukan modal sosial, jaring pengaman, dan akses terhadap internet, sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.

    Meskipun kekhawatiran ini sahih, tidak dapat disangkal bahwa gaya hidup minimalis menawarkan pendekatan hidup yang transformatif.

    Dengan mengevaluasi kembali konsumerisme, merapikan ruang, mempraktikkan konsumsi yang penuh perhatian, dan memupuk keseimbangan dan kesejahteraan, individu dapat menemukan hiburan dan tujuan di tengah hiruk pikuk perkotaan.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis akan membebaskan hidupmu

    Isu lingkungan yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi kualitas hidup warga Hong Kong serta banyak ekosistem perairan dan darat, penerapan gaya hidup minimalis menawarkan secercah harapan dalam mitigasi perubahan iklim.

    Peneliti dan aktivis simpanse terkenal Jane Goodall pernah berkata: “Kita masing-masing penting, punya peran, dan membuat perbedaan.”

    Oleh karena itu, menganut gaya minimalis di Hong Kong bukan hanya pilihan pribadi;

    Gaya hidup minimlais adalah langkah menuju penciptaan cara hidup yang lebih berkelanjutan, penuh perhatian, dan memuaskan di kota yang dinamis ini.

    Sumber: earth.org

  • Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin dilirik di negara maju dalam beberapa dekade terakhir.

    Banyak orang yang menjalani gaya hidup minimalis, mengakui hidup mereka  dapat memiliki hidup yang lebih berkualitas.

    Gaya hidup minimalis disebut membebaskan mereka yang menjalani sehingga mereka lebih bisa menikmati waktu dan apa yang dimiliki. 

    Gaya hidup minimalis sering diartikan sebagai hidup dalam kebersahajaan sehingga secara tidak langsung akan mengurangi beban yang ditimbulkan pada lingkungan.

    Dilansir earth.org, gaya hidup minimalis adalah proses mengidentifikasi apa yang benar-benar penting dalam hidup dan menghimpun keberanian untuk membuang yang tak penting. 

    Seseorang yang menjalani hidup minimalis hanya akan membeli barang-barang yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan.

    Tapi gaya hidup minimalis bukan melulu tentang materi, tetapi juga cara berpikir. Menjalani gaya hidup minimalis juga berarti membuang hal-hal yang tak perlu dari hidup. 

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk lingkungan

    Jika Anda ingin mulai menjalani gaya hidup minimalis tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, Anda dapat mengikuti 5 langkah sederhana berikut.

    1. Merapikan lingkungan dan pikiran

    Kunci penting dalam langkah ini adalah utamakan kualitas, bukan kuantitas.  Hal ini berlaku bukan hanya dalam urusan belanja tetapi juga dalam menjalani keseharian. 

    Dalam berbelanja, gaya hidup minimalis menyarankan untuk membeli barang yang kualitasnya lebih baik, karena ini  sama saja dengan menghemat uang dalam jangka panjang dengan mengurangi pembelian yang sering dan berulang kali.

    Dalam hal cara hidup, lebih baik melakukan lebih sedikit kegiatan tetapi yang berkualitas ketimbang menyibukkan diri dengan banyak kegiatan secara setengah-setengah.

    Baca: Orang ini mengaku terbebaskan dengan jalani gaya hidup minimalis

    2. Mengonsumsi secara bertanggung jawab

    Belanja sesuai kebutuhan menjadi kunci penting dalam hal ini. Bukan berarti pelit, tapi membeli barang dan jasa sesuai kebutuhan.

    Gaya hidup minimalis menyarankan untuk selalu memperhatikan kembali apakah barang dan jasa yang dibeli dibutuhkan atau hanya diinginkan.

    Saat membeli baju misalnya, sesuaikan dengan kegiatan yang paling sering dilakukan. 

    3. Manfaatkan platform digital

    Jika Anda seorang pembaca buku atau penikmat film, pertimbangkan untuk beralih ke digital.

    Berkurangnya buku-buku hardcopy akan membuat rumah Anda menjadi jauh lebih tertata. Selain itu, membeli buku digital juga relatif lebih murah daripada buku fisiknya.

    Namun, jika Anda termasuk orang yang lebih suka membaca buku secara fisik, pertimbangkan dengan matang saat mebeli buku. Pilihlah buku yang dirasa akan sering dibaca sehingga tidak hanya menumpuk di rak buku.

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    4. Mendaur ulang dan menerapkan guna ulang 

    Menggunakan produk-produk reusable adalah kebiasaan yang jadi bagian dari gaya hidup minimalis. 

    Tak perlu bingung, Anda dapat memulainya dengan menggunakan tumbler atau tempat makan daripada menggunakan botol minum atau wadah sekali pakai. 

    Anda juga mendaur ulang barang-barang yang tak terpakai untuk fungsi lainnya, misalnya baju bekas menjadi lap atau karya patchwork yang menarik.

    Tak hanya lebih ramah di kantung daur ulang ini juga bisa mengurangi sampah yang mencemari lingkungan,

    5. Menata kepemilikan 

    Decluttering atau upaya menyingkirkan barang-barang tidak terpakai di rumah dengan cara menyortir atau memilahnya. Tujuannya agar rumah tampak lebih rapi dan teratur.

    Anda bisa memulainya dengan decluttering pakaian. Pilah mana baju yang sekiranya masih Anda gunakan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

    Sementara baju yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan. Jika sukses di langkah ini, Anda bisa menapaki ke jenjang yang tinggi.

    Dengan semakin banyak ruang kosong dalam rumah, maka beban di pikiran Anda juga akan berkurang.

    Jadi selamat menapaki gaya hidup minimalis sejak sekarang.

     

     

  • Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

    Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

     

    7cloud.asia – Gunung Dukono yang terletak di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara meletus dengan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1,2 kilometer pada hari ini, Kamis (16/11/2023) siang pukul 12.01 WIT.

    “Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur,” ujar Bambang seperti dikutip Antaranews.

    Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari abu vulkanik pada sistem pernafasan.

    Sebab, abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin yang membuat area yang dilanda abu vulkanik berubah-ubah.

    Gunung Dukono saat ini berada pada status level II atau waspada. Permukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.

    baca: sabtu pagi gunung ili lewotolok dua kali meletus

    BPBD Halmahera Utara melaporkan peningkatan debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung api tersebut telah menyebabkan peningkatan penderita infeksi saluran pernapasan di RSUD sekitar 15 persen.

    Pada 14 November 2023, PVMBG bersama BPBD Halmahera Utara telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memitigasi dampak dari peningkatan letusan Gunung Dukono.

    Gunung Dukono (1087 m dpl.) dengan kawah aktif Malupang-Warirang merupakan salah satu gunung api aktif dan sering meletus sampai saat ini.

    Gunung api ini merupakan yang paling muda dan masih aktif di antara gunung api lainnya yang sudah tidak aktif yang tumbuh dalam suatu zona depresi vulkanik.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Dari data geologi yang tercermin dari batuan penyusun Kompleks Gunung Dukono-Warirang dan sejarah erupsi Gunung Dukono sejak 1550 sampai saat ini.

    Karakteristik erupsi gunung api ini bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.

    Dengan memperhatikan jenis, volume, dan pelamparan produk erupsi di masa lalu maupun sampai sekarang, erupsi Gunung Dukono dapat diklasifikasikan ke dalam erupsi eksplosif dan efusif bertipe Stromboli – Vulkano berskala kecil sampai menengah.

    Potensi bahaya primer erupsi Gunung Dukono terdiri atas aliran piroklastika (awan panas), jatuhan piroklastika (lontaran batu dan abu vulkanik), gas beracun, dan aliran lava.

    baca: gunung ili lewotolok meletus

    Sedangkan jenis bahaya sekunder adalah aliran lahar. Dari potensi bahaya erupsi Gunung Dukono teridentifikasi tiga kawasan rawan bencana gunung api, yaitu Kawasan Rawan Bencana III, II, dan I.

    Sebelumnya pada Rabu (8/11/2023).PVMBG mencatat Gunung Dukono telah mengalami 36 kali letusan. Abu vulkanik ini melanda hingga ke Kota Tobelo yang berjarak 22 kilometer dari kawah gunung api tersebut.

    Selain melanda Kota Tobelo, abu vulkanik juga melanda delapan desa yang berada di dekat dengan Gunung Dukono.

    Kedelapan desa itu adalah Made, Popilo, Gorua, Wari Ino-Weri, Buwaele, Gura, Kampung Cina, dan Gamsungi. Desa Made hanya berjarak 15 kilometer dari Gunung Dukono.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • 13 Juta Hektare Lahan Gambut Rusak, Ini Dia Penyebabnya

    13 Juta Hektare Lahan Gambut Rusak, Ini Dia Penyebabnya

    7cloud.asia – Lahan gambut di sejumlah tempat di Indonesia banyak yang rusak. Total sebanyak 13 juta hektare lahan gambut dalam kondisi rusak.

    Hal ini diungkapkan oleh  Kepala Kelompok Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Didy Wurjanto.

    “Jumlah yang rusak itu merupakan 50 persen dari total lahan gambut kita saat ini, 2,6 juta hektare,” ujar Didy seperti yang dilansir Antaranews pada Kamis (16/11/2023).

    Lebih jauh Didy menjelaskan, lahan gambut yang rusak tersebar di tujuh provinsi mulai dari Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Riau, dan Sumatera Selatan.

    Baca: BRIN sebut pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Berdasarkan hasil temuan tim lapangan BRGM, kerusakan lahan gambut tersebut umumnya karena kebakaran, dan aktivitas industrialisasi.

    Industrial​​​​isasi yang dimaksud seperti perluasan perkebunan kelapa sawit yang membuat air di kawasan gambut semakin kering.

    Selain itu, penyebab kerusakan lainnya adalah pembukaan lahan budaya ladang berpindah, perambahan liar oleh kelompok masyarakat. Namun, persentasenya kecil.

    Upaya restorasi lahan gambut memang sudah dilakukan. Tetapi, menurut Didy uapaya tersebut belum maksimal. Sebab sebagian besar berada di dalam konsesi perusahaan.

    Baca: Karhutla terjadi di mana-mana semua pihak harus bahu membahu memadamkannya

    Karena itu, lanjut Didy, BRGM membutuhkan penguatan melalui pengaturan ulang beberapa regulasi untuk merestorasi lahan gambut tersebut.

    Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Hukum BRIN, Laely Nurhidayah mengatakan, ekspansi perkebunan skala besar seringkali menyebabkan kebakaran hutan dan lahan gambut.

    Seperti yang ditemukan di Desa Lukun dan Temusai, Provinsi Riau, yang telah melakukan aktivitas perkebunan skala besar.

    Pembukaan lahan oleh perusahaan ini menyebabkan terjadinya perubahan hidrologi air di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

    Baca: Hilangnya keanekaragaman hayati jadi masalah serius bagi lingkungan

    Kerusakan lahan gambut ini ternyata juga diakui oleh warga setempat. Menurut mereka ekosistem gambut yang telah mengalami perubahan menimbulkan kekeringan dan rawan terjadi kebakaran.

    “Walaupun mungkin di sisi lain mereka menyebutkan bahwa sawit itu menguntungkan bagi mereka secara ekonomi,” ungkap Laely.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Joseph Stiglitz: Negara Miskin Butuh Bantuan untuk Ekonomi Ramah Lingkungan Guna Hadapi Krisis Iklim

    Joseph Stiglitz: Negara Miskin Butuh Bantuan untuk Ekonomi Ramah Lingkungan Guna Hadapi Krisis Iklim

    7cloud.asia – Negara-negara miskin harus diberikan 300 miliar dolar (sekitar Rp 480 triliun) per tahun dari Dana Moneter Internasional untuk membiayai perjuangan mereka melawan krisis iklim.

    Besaran dana yang dibutuhkan negara miskin untuk atasi krisis iklim ini disampaikan ekonom pemenang hadiah Nobel Joseph Stiglitz.

    Stiglitz mengatakan perjuangan melawan pemanasan global dan krisis iklim hanya akan dimenangkan jika negara-negara miskin dilibatkan dalam upaya ini.

    Namun tidak ada harapan bagi mereka untuk melakukan tindakan serupa, yang menurutnya mahal dan sulit namun berhasil.

    Sebaliknya, ia mengatakan negara-negara kaya harus mendukung pembentukan hak penarikan khusus (SDR) IMF senilai 300 miliar dolar setiap tahun untuk membiayai transisi ramah lingkungan global.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak krisis iklim

    Berbicara kepada Guardian pada pertemuan tahunan IMF di Marrakesh, Stiglitz mengatakan negara-negara berkembang membutuhkan paket hibah dan subsidi yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ramah lingkungan dan lapangan kerja.

    Ekonom AS ini mengakui bahwa mustahil untuk menyampaikan rencananya tersebut ke Kongres AS dalam keadaan yang menemui jalan buntu saat ini, namun ia mengatakan ia akan terus berkampanye untuk hal tersebut.

    “Ketika skala perubahan iklim semakin berdampak pada kita, kita memerlukan hal-hal yang lebih berani. Alokasi SDR tahunan ini adalah salah satu cara untuk melakukannya.” tandasnya

    Kebutuhan dana tambahan untuk membantu negara miskin mengatasi dampak krisis iklim dengan melakukan dekarbonisasi perekonomian dunia menjadi agenda utama pada pertemuan tahunan IMF dan organisasi kembarnya, Bank Dunia, di Maroko Oktober lalu.

    Mantan kepala ekonom Bank Dunia ini mengatakan, ia menyambut baik rencana untuk menyediakan lebih banyak modal bagi bank tersebut untuk memberikan pinjaman bagi proyek-proyek ramah lingkungan.

    Baca: Krisis iklim sudah diingatkan sejak 70 tahun lalu

    Namun Stiglitz mengatakan diperlukan pendekatan yang jauh lebih ambisius.

    SDR adalah aset cadangan internasional yang diterima dan dapat ditukar dengan mata uang keras dan dapat digunakan sebagai batas kredit.

    SDR Dilihat sebagai bentuk penciptaan uang yang mirip dengan pelonggaran kuantitatif, IMF mengeluarkan sejumlah SDR senilai 650 miliar dolar pada tahun 2021 sebagai respons terhadap pandemi virus corona.

    Negara-negara kaya tidak perlu menggunakan alokasi mereka dan setuju untuk mendaur ulang sebagian SDR mereka menjadi dana khusus IMF untuk mendukung negara-negara miskin.

    Soal SDR ini Stiglitz mengatakan, Pada dasarnya, SDR adalah mencetak uang. Ini tidak akan menyebabkan inflasi tetapi akan menjadi transformatif.”

    Baca: Negara maju harus mengambil peran dalam menahan laju krisis iklim

    Dia mengatakan UE sedang merencanakan Undang-Undang Pengurangan Inflasi versinya sendiri – tetapi dalam skala yang lebih kecil.

     

    Stiglitz menegaskan, negara-negara berkembang tidak bisa melakukan hal ini dalam skala apa pun.

    Padahal, jika negara berkembang dan pasar negara berkembang tidak mengurangi emisi mereka, tidak peduli seberapa besar upaya yang dilakukan di AS dan Eropa, pemanasan global akan terus terjadi.

    “Retorikanya adalah melakukan sesuatu terhadap perubahan iklim dan bukannya melibatkan orang-orang yang paling Anda butuhkan, Anda malah mengasingkan mereka.”

    Baca: Mungkinkah dunia mewujudkan zero emision pada 2050?

    Undang-undang tersebut awalnya disetujui oleh Presiden AS, Joe Biden, sebagai rencana senilai 370 miliar dolar untuk membangun kembali industri ramah lingkungan di negara berkembang.

    Salah satu cara yang akan ditempuh adalah dengan meningkatkan investasi dalam proyek-proyek yang dirancang untuk mencapai net zero.

    Stiglitz mengatakan jumlah stimulus sebenarnya bisa mencapai 1,5 triliun dolar. “Ini adalah kredit pajak terbuka. Hal baiknya adalah kita mendapatkan banyak investasi ramah lingkungan.”

    Stiglitz mengatakan dia mendukung tindakan tersebut meskipun dirancang dengan buruk dan mencakup beberapa tindakan “proteksionis besar-besaran” yang melanggar aturan internasional.

    Sumber: The Guardian

  • Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    7cloud.asia – Band asal Inggris, Coldplay memberikan kejutan untuk Indonesia dengan menyumbangkan kapal pembersih sampah (interceptor).

    Kapal yang diberi nama Neon Moon II ini disumbangkan, usai  Coldplay sukses menggelar konser dengan tema Music of The Spheres di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu (15/11/2023).

    Rencananya, kapal Neon Moon II berwarna biru-putih sumbangan Coldplay itu akan ditempatkan di sungai Cisadane untuk membersihkan sampah.

    Saat ini kapal Neon Moon II tengah dipersiapkan dan bisa dilihat progresnya di website atau akun Instagram The Ocean Cleanup.

    Sumbangan ini merupakan kolaborasi Coldplay dengan The Ocean Cleanup yang punya misi membersihkan lautan dari sampah plastik.

    baca: kerja keras coldplay untuk wujudkan tur yang ramah lingkungan

    Sebelumnya, sejak tahun 2018, Chris Martin cs sudah bekerja sama dengan The Ocean Cleanup.

    Melansir laman resminya, saat itu  Coldplay menjadi sponsor untuk Interceptor 005 dan membantu organisasi itu dalam kampanyenya mengatasi sungai-sungai paling berpolusi di dunia.

    Interceptor 005 diluncurkan di Malaysia serta mendapat dukungan dari Coldplay dengan nama Neon Moon I.

    Kini, Interceptor kedua sedang dalam perakitan dan akan menuju ke sungai Cisadane di Jakarta dengan nama Interceptor 020 atau Neon Moon II.

    Sejak diluncurkan di Malaysia, The Ocean Cleanup mengungkap Interceptor 005 bersama Interceptor 002 berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta kilogram sampah dari sungai Klang, Malaysia.

    Baca: musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan ala coldplay

    Sebenarya pada bulan Mei lalu, The Ocean Cleanup telah menandatangani perjanjian dengan berbagai pihak di Indonesia.

    Yaitu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Pemerintah Belanda.

    Kerja sama ini dilakukan sebagai rencana penerapan Interceptor Original untuk membersihkan plastik di Sungai Cisadane.

    Rencananya interceptor 020 ini akan berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa tiap tahunnya.

    Baca: atasi masalah sampah pemerintah kota bandung bikin aplikasi bmw

    Coldplay akan mengadopsi Interceptor Original dari The Ocean Cleanup yang bentuknya menyerupai kapal. Karena itu, Interceptor Original dinamakan kapal Neon Moon II.

    Kapal ini dapat mengapung dan memungut sampah secara otomatis di sungai dengan memanfaatkan energi dari sinar matahari.

    Interceptor Original merupakan sistem conveyor belt sekaligus penghalang yang berfungsi untuk memungut sampah plastik di sungai.

    Sehingga sampah-sampah plastik tidak akan mengalir ke laut dan mencemari lautan.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Pupuk Organik Biosaka, Cara Ramah Lingkungan Petani Klaten Tingkatkan Hasil Panen

    Pupuk Organik Biosaka, Cara Ramah Lingkungan Petani Klaten Tingkatkan Hasil Panen

    7cloud.asia – Para petani di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berhasil meramu sendiri semacam pupuk organik yang diberi nama Biosaka.

    Pupuk organik Biosaka yang dikembangkan petani di Klaten ini terbukti dapat membuat tanaman padi tumbuh subur, tahan terhadap hama, dan mempercepat masa panen. 

    Karena besarnya manfaat pupuk organik biosaka, maka Tim Komisi IV DPR menyarakan agar penerapan pupuk organik Biosaka dapat direplikasi para petani di seluruh Indonesia.

    Rombongan Komisi IV menilai pupuk organik Biosaka ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi kekeringan yang selama ini menjadi momok yang dihadapi petani.

    Baca: Penjelasan mengapa pupuk kandang lebih baik untuk lingkungan

    Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L Hamzah meminta, pihak terkait mendukung inovasi pupuk organik berupa Biosaka yang terbukti menyuburkan tanaman.

    “Kita mendengar dari petani di Klaten yang menggunakan metode Biosaka ternyata hasilnya lebih maksimal, tahan terhadap hama dan panen lebih cepat, ini harus menjadi perhatian,” ungkap Sulaeman saat Kunjungan Kerja Spesifik ke daerah pertanian yang terdampak kekeringan akibat El Nino, Kamis (16/11/2023).

    Sulaeman menjelaskan, Biosaka sangat mudah dan murah diproduksi. Biosaka dibuat dari bahan-bahan organik, seperti daun dan rerumputan yang diambil dari lahan yang akan di tamami dan dicampur air, kemudian diperas.

    Baca: Biotron, inovasi BRIN untuk atasi kelangkaan pupuk kimia

    Cairan hasil perasan inilah yang bisa diaplikasikan untuk tanaman perkebunan. Para petani di Klaten sudah mengaplikasikan Biosaka pada tanaman padinya dengan hasil maksimal.

    “Hal ini menjadi perhatian kami dan harus dibicarakan dengan pemerintah agar ada regulasi dan supporting systemuntuk mendukung masyarakat dalam memanfaatkan Biosaka,” ujar Anggota DPR dapil Papua ini.

    Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Nasdem ini mengatakan, Biosaka sendiri sebetulnya bukan pupuk atau pestisida, tapi elisitor yang mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida hingga 50 sampai 90 persen.

    Baca: Pertanian besar-besaran jadi masalah serius bagi lingkungan

    Biosaka juga terbukti meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan lebih subur. Tanaman padi di Klaten juga tak terpengaruh dengan iklim cuaca.

    “Biosaka bukan produk pabrikan yang diproduksi secara massal. Tapi, masih diproduksi secara terbatas dan mandiri oleh para petani, c sini kementerian terkait harus segera melakukan riset agar dapat ditindaklanjuti ,” ungkapnya. 

    Dikutip dari laman kementan.go.id, Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

    Baca: alih fungsi lahan pertanian ancam produksi pangan

    Biosaka mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50-90 persen. Biosaka terdiri dari suku kata Bio dan Saka.

    Bio singkatan dari Biologi, dan Saka artinya dari. Jadi, Biosaka artinya adalah dari Alam Kembali ke Alam.

    Inovasi ini dikembangkan petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam.

    Dikembangkan dari artikel di Parlementaria

  • China Bangun Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Kelas Dunia

    China Bangun Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Kelas Dunia

    7cloud.asia – Pusat konservasi dan penelitian panda raksasa nasional China diresmikan pada Jumat (17/11) di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya.

    Pusat konservasi ini merupakan sebuah platform kelas dunia untuk pertukaran dan kerja sama penelitian panda raksasa,

    Pusat tersebut mengintegrasikan sumber daya Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China dan Basis Penelitian Pembiakan Panda Raksasa Chengdu serta mengumpulkan tim-tim peneliti panda raksasa terkemuka dari seluruh China.

    Menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China, pusat itu telah membentuk sebuah komite akademik konservasi panda raksasa dan aliansi inovasi nasional

    baca: pameran konservasi melestarikan binatang langka tak berarti harus memiliki

    Ke depannya, pusat tersebut akan membangun sebuah laboratorium panda raksasa utama dan mendukung pendirian laboratorium serupa untuk hewan-hewan lain yang terancam punah.

    Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China, administrasi kehutanan dan padang rumput Provinsi Sichuan, dan pemerintah kota Chengdu mengalokasikan modal awal sebesar 110 juta yuan untuk dana konservasi dan penelitian panda raksasa.

    Dua proyek penelitian utama tentang teknologi-teknologi kunci telah dimulai, yaitu untuk melindungi populasi panda raksasa liar serta habitatnya di taman-taman nasional.

    Selain itu untuk meningkatkan keberagaman genetik populasi panda raksasa penangkaran.

    baca: pro kontra konservasi ex situ dalam pelestarian satwa

    Sebuah forum internasional tentang perlindungan panda raksasa juga akan diadakan oleh pusat itu setiap dua tahun, bersamaan dengan berbagai kerja sama penelitian dan kegiatan pertukaran budaya.

    Pada hari yang sama, seorang pejabat dari administrasi tersebut mengatakan bahwa China akan meluncurkan serangkaian kebijakan guna meningkatkan perlindungan terhadap populasi panda raksasa.

    Negara itu akan menyempurnakan kondisi dan teknologi untuk pembiakan artifisial panda raksasa, serta memastikan pengembangan berkelanjutan dari populasi panda raksasa yang berada di penangkaran, kata pejabat tersebut dalam sebuah seminar di Chengdu.

    Guna meningkatkan populasi panda liar, negara tersebut akan menggenjot upaya untuk memulihkan habitat panda raksasa.

    Upaya lain adalah membangun koridor-koridor ekologi untuk penyelesaian cepat bagi masalah-masalah seperti fragmentasi habitat dan isolasi populasi regional.

    Sebuah sistem pemantauan panorama, berteknologi canggih, dan efektif akan dibangun di Taman Nasional Panda Raksasa untuk memantau populasi panda liar dan panda-panda yang ada di penangkaran.

    Taman tersebut membentang di provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu, melindungi lebih dari 70 persen panda liar di China.

    Penilaian tahunan di lokasi akan dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan panda-panda raksasa yang tinggal sementara di luar negeri, dan kepulangan mereka ke China harus ditangani dengan baik, kata administrasi itu.

    Sumber: Antaranews

  • Menyoal Limbah Tekstil di Indonesia: Belum Ada Upaya Serius Menanganinya

    Menyoal Limbah Tekstil di Indonesia: Belum Ada Upaya Serius Menanganinya

    7cloud.asia – Sudah menjadi rahasia umum jika limbah tekstil telah memicu masalah serius bagi lingkungan. 

    Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN KLHK), Indonesia menghasilkan 35,93 juta ton timbulan sampah sepanjang 2022. Di mana 2,6 persen atau lebih dari 700.000 ton merupakan limbah tekstil. 

    Celakanya, limbah tektil sebagian besar terbuat dari bahan yang tidak bisa diurai dengan mudah.

     

    Pengamat Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Suprihatin menilai bahwa limbah tekstil menjadi permasalahan lingkungan yang harus diselesaikan, karena makin banyak masyarakat membuang pakaian tidak layak begitu saja.

    Baca: Fast fashion dan limbah tekstil jadi masalah lingkungan yang serius

    Indonesia perlu berkaca dari data sistem informasi KLHK pada 2021, di mana ada sekitar 2,3 juta ton limbah tekstil dihasilkan, sementara yang didaur ulang hanya 0,3 juta ton.

    Sudah saatnya pemerintah lebih masif bergerak dan meningkatkan sosialisasi terkait penanganan limbah tekstil seperti halnya sampah plastik, organik, maupun logam.

    Pengelolaan limbah tekstil, ujarnya, harus lebih baik lagi. Yakni dengan menelaah teknologi yang bisa dipakai untuk mendaur ulang tekstil mengingat jenisnya juga bermacam-macam, termasuk juga menyediakan sarana pembuangan khusus.

    Suprihatin menegaskan, daur ulang bukan solusi terbaik, tetapi harus dilakukan untuk menghindari penambahan sampah di TPA, terlebih di sungai dan laut.

    Baca: Dampak buruk fast fashion bagi lingkungan

    “Karena cara ini pada akhirnya mengancam kesehatan manusia karena banyak makhluk hidup di laut, khususnya ikan, yang tercemar sampah,” ujarnya.

    Berbagai langkah yang dilakukan itu sebenarnya bukan tentang bagaimana menyelamatkan bumi, tetapi hakikatnya adalah tentang menyelamatkan manusia saat ini dan generasi mendatang.

    Terkait dengan penanganan sampah, Pemerintah Indonesia juga terus berupaya menekan jumlah timbunan sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun.

    Dari jumlah timbulan sampah tersebut, terdapat 13,47 juta ton sampah yang belum terkelola sepanjang tahun lalu, atau 37,51 persen dari total sampah yang ada.

    Baca: Thrifting, cara ramah lingkungan untuk kurangi limbah tekstil

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyusun regulasi tahap kedua Peraturan Menteri LHK Nomor 75 tahun 2019 yang mengatur tanggung jawab produsen atas produknya.

    Tanggung jawab itu mulai dari perencanaan pengurangan sampah, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.

    Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar menjelaskan, dalam regulasi tersebut, nantinya diatur secara khusus mengenai tanggung jawab produsen mengurangi sampah tekstil.

    Produsen di bidang tekstil mulai dari yang besar hingga pelaku UMKM diminta untuk membuat peta jalan penanganan pengurangan sampah.

    Baca: Slow fashion bisa jadi alternatif kurangi limbah tekstil

    Hal ini sudah dilakukan produsen sektor makanan dan minuman, produk berbahan plastik maupun logam.

    Vinda mengatakan, saat ini terdapat 120 produsen yang hingga saat ini sudah menyampaikan konsep atau peta jalan untuk mengurangi sampah dari proses produksi.

    Untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha, KLHK juga berencana memberikan penghargaan berupa insentif tambahan modal usaha guna mendorong pelaku usaha menerapkan pengurangan sampah.

    “Mereka juga diminta untuk melaporkannya melalui peta jalan, mengingat saat ini apresiasi yang diberikan hanya dalam bentuk surat penghargaan,” ujar Vinda sebagaimana dikutip Antaranews.com.

     

  • Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    7cloud.asia – Pandawara Group adalah salah satu pemenang perhatian warganet belakangan ini, karena aksi lingkungan dengan bersih-bersih sampah yang dilakukannya.

    Dengan konten pembersihan sampah di sungai lalu merambah ke pantai, Pandawara Group memikat warganet hingga mampu meraup pengikut sampai 8,4 juta akun hingga tulisan ini dibuat.

    Per Oktober lalu, Pandawara Group sudah membersihkan 620 ton sampah dari 187 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini terus bertambah. Mereka menggarap aksinya bersama para kolaborator, terutama masyarakat dan pegiat lingkungan sekitar lokasi pembersihan.

    Jumlah sampah yang sudah dibersihkan Pandawara memang jauh dibandingkan volume sampah plastik di Indonesia yang sebesar 7,8 juta ton per tahun.

    Namun, dalam artikel yang ditulis Masitoh Nur Rohma, Assistant Professor in International Relations, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
    ini, tidak dibicarakan dampak Pandawara mengurangi sampah.

    Melainkan kemampuan konten mereka menciptakan nuansa positif di kalangan warganet di jagat media sosial.

    Baca: Yuk! Ikuti aksi keren Pandawara 

    Pandawara Group, yang digawangi lima anak muda asal Bandung, mulai beraksi di Tiktok sejak Agustus 2022.

    Konten semacam ini, berdasarkan studi terbaru, justru manjur mengobati dampak buruk dari konsumsi konten negatif seputar lingkungan—salah satunya adalah eco-anxiety atau kecemasan lingkungan yang rentan dialami anak muda.

    Menurut penulis, inilah kekuatan Pandawara sebenarnya di kalangan warganet yang didominasi anak muda.

    Apa itu eco anxiety?
    Eco-anxiety adalah respons psikologis dan emosional yang timbul akibat maraknya krisis lingkungan yang terjadi di sekitar kita.

    Mulai dari hujan dan badai, air laut meluber, tumpukan sampah, sungai tercemar, kebakaran hutan, dan sebagainya.

    Menurut studi, eco-anxiety bermacam-macam gejalanya, mulai dari rasa tidak berdaya, frustasi, dan perasaan putus asa.

    Baca: Teba, kearifan lokal warga Bali kelola sampah rumah tangga

    Keresahan juga dapat memicu serangan panik atau panic attack bahkan gangguan konsentrasi dan gangguan tidur yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.

    Salah satu penyebab eco-anxiety adalah konsumsi berita yang kebanyakan berisi kabar buruk.

    Saat pandemi COVID-19, konsumsi berita buruk juga menyebabkan kecemasan senada pada anak-anak muda.

    Bagaimana konten pembersihan sampah Pandawara mengobatinya? Ini bisa dijawab dari studi yang dilakukan Kathryn Buchanan dari University of Essex dan Gillian M. Sandstrom dari University of Sussex di Inggris.

    Keduanya menguji efek konten positif dan negatif ke 1.800 responden. Sebagian responden hanya menyaksikan konten negatif, sedangkan sebagian lainnya disuguhi konten positif dan negatif.

    Konten positif memuat video terkait aksi kebaikan seperti pemberian perawatan gratis bagi hewan terlantar, ataupun aksi membantu gelandangan.

    Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan produsen untuk lebih ramah lingkungan

    Sedangkan konten negatif berisikan video teror di Manchester, maupun penyiksaan hewan.

    Hasilnya, grup responden yang menyaksikan konten positif+negatif mengemukakan keresahan emosional yang lebih rendah dibandingkan grup penonton video negatif saja.

    Grup positif+negatif juga mengungkapkan persepsi lebih baik terhadap kemanusiaan dibandingkan grup negatif.

    Dalam studi ini, peneliti menganggap bahwa konten positif menjadi obat yang meredam keresahan emosional akibat konsumsi konten-konten negatif.

    Studi juga membandingkan paparan konten hiburan dengan konten positif untuk mengungkit mood seseorang. Hasilnya, konten positif lebih efektif dibandingkan konten hiburan.

    Studi ini juga dapat dihubungkan dengan konten-konten yang diproduksi Pandawara Group.

    Baca: Riset mengungkap antusiasme Gen Z pada aksi pro lingkungan masih rendah

    Melalui aksi bersih-bersihnya, Pandawara Group menyebarkan muatan kebaikan sehingga menampilkan lingkungan yang lebih bersih.

    Karena itulah, konten-konten positif tersebut berpotensi menjadi peredam keresahan emosional terkait lingkungan yang timbul dari konsumsi berita-berita seputar kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

    Sampah yang menggunung, penyu tertusuk sedotan, ataupun buaya terperangkap ban bekas adalah contoh berita semacam itu.

    Pandawara Group memantik aksi lingkungan
    Studi Buchanan dan Sandstrom turut menggarisbawahi konten-konten positif dapat memantik perasaan untuk melakukan kebaikan.

    Dengan menyaksikan konten positif, seseorang akan mendapatkan persepsi baik dari perbuatan orang lain kemudian bercermin untuk melihat apa yang kurang dari dirinya.

    Seseorang juga dapat merasa malu karena secara tak langsung menjadi orang yang dibantu. Perasaan ini bisa menggerakkan seseorang menjadi pihak yang membantu.

    Baca: Seperti ini media memotret aksi lingkungan yang dilakukan anak muda

    Penulis juga menemukan bagaimana konten-konten positif yang diunggah Pandawara Group memancing munculnya konten serupa dari akun lain.

    Misalnya, akun tiktok Pandawara Cilik yang berisikan konten bersih-bersih lingkungan, serupa dengan aksi Pandawara Group.

    Mereka juga memiliki semboyan yang sama, yakni “bukan membersihkan tapi mengurangi”.

    Menghadapi eco-anxiety. Dunia telah merasakan dampak perubahan iklim yang begitu hebat, dari mulai banjir bandang di Pakistan, kebakaran hebat di Kanada, maupun kekeringan parah di wilayah tanduk Afrika.

    Dampak perubahan iklim jauh lebih parah dibandingkan perkiraan para ilmuwan.

    Sementara, di Indonesia, polusi udara juga menjadi perhatian karena menyekap warga di kota-kota besar, mengakibatkan ratusan ribu warga mengalami gangguan pernapasan.

    Baca: Bumi butuh aksi nyatamu untuk selamatkan lingkungan

    Cuaca ekstrem juga mengakibatkan banjir di suatu tempat dan kekeringan di tempat lainnya, dengan jarak tak terpaut jauh.

    Di masa depan, situasi tersebut berisiko memicu eco-anxiety yang lebih intens bagi anak muda.

    Karena itu, kita mesti belajar menghadapi–bukan menghindari–keresahan lingkungan agar berdampak minimal bagi kehidupan.

    Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengonsumsi konten-konten media digital secara seimbang.

    Kita harus menghindari menyaksikan konten bermuatan negatif terlalu banyak, serta menebusnya dengan konten positif dan konten hiburan lainnya.

    Konsumsi konten memang bukan satu-satunya cara. Kita bisa menjajal langkah lainnya seperti berpartisipasi dalam aksi lingkungan.

    Baca: Greta Thunberg berjuang untuk lingkungan sejak umur 8 tahun

    Atau bisa juga dengan bersosialisasi dengan komunitas pegiat lingkungan, hingga healing dengan pergi ke tempat yang bernuansa alami seperti gunung dan pantai.

    Kita juga tak bisa melupakan aksi self-care seperti tidur yang cukup, berolahraga teratur, dan makan yang bergizi untuk menopang kesehatan mental kita.

    Sumber: The Conversation