Tag: bandung

  • Sederet Artis Tenar Ramaikan The Girl Fest Roadshow Bandung, Dapatkan Info Pembelian Tiket di Sini

    Sederet Artis Tenar Ramaikan The Girl Fest Roadshow Bandung, Dapatkan Info Pembelian Tiket di Sini

     

    7cloud.asia – Sukses menggelar roadshow di Surabaya pada September lalu, The Girl Fest, event garapan Rahasia Gadis dan RANS Entertainment hadir untuk menyapa warga Bandung.

    Acara The Girl Fest Roadshow yang berlangsug 27-29 Oktober ini hasil kolaborasi Rahasia Gadis dan RANS Entertainment yang didukung oleh dua jenama lokal ternama yaitu Cessa dan Peau Jeune Beaute.

    Event ini dikepalai langsung oleh pihak Rahasia Gadis dan RANS Entertainment, yaitu Nagita Slavina, selaku pemilik RANS Entertainment, serta Dhika Himawan dan Adelle Tanuri, co-Founders Rahasia Gadis.

    Dalam roadshow di kota kedua tahun 2023 ini, The Girl Fest membawakan tema yang cocok untuk perempuan Bandung, yakni Girls in Real Life are Creative.

    Tema ini dipilih untuk merayakan sisi kreatif para perempuan muda Bandung yang identik dengan seni, keterampilan dan tahu mengekspresi diri secara maksimal.

    Baca: Manfaat mediatsi untuk kesehatan tubuh

    Antrian The Girl Fest Roadshow Bandung sudah mengular sejak gerbang belum dibuka. Para beauty enthusiast datang dengan membawa banyak koper untuk berburu promo dan diskon dari produk kesayangan mereka.

    Tak hanya dimanjakan oleh banyaknya booth produk perawatan dan kecantikan, beauty enthusiast juga disuguhkan workshop makeup unik dengan tema ‘Snack Inspired Makeup Look’ bersama Chitato Lite yang dipandu oleh Dania June.

    Dalam workshop ini, Dania membuat makeup yang terinspirasi dari warna packaging snack Chitato Lite, yaitu hijau terang yang kemudian ia kreasikan menjadi green smokey eyes yang fresh.

    Tak hanya itu, area Main Stage The Girl Fest Roadshow Bandung juga dimeriahkan oleh penampilan D’Blouse Music yang menghibur para pengunjung dengan membawakan cover lagu-lagu kekinian.

    Setelah penampilan band lokal Bandung tersebut, pengunjung langsung dihebohkan dengan talkshow bertajuk ‘Ask Me Anything About Love’ yang dibawakan oleh Jeje Ritchie Ismail.

    Baca Juga: Sustainable Fashion ala ControlNew Ramaikan Gelaran JF3

    Jeje membagikan tips ampuh untuk menangani masalah-masalah yang sering muncul dalam hubungan romantis.

    Usai membahas masalah percintaan, giliran Chelsea Islan yang hadir untuk mengisi sesi talkshow selanjutnya yang membahas mengenai passion dalam karir, dengan tema ‘When Passion Meets Career: Building A Sustainable Brand’.

    Dalam sesi ini, Chelsea membagikan perkembangan usaha berliannya, Sol et Terre, yang ternyata bukan hasil tambang namun dibuat di laboratorium sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan berlian lain.

    Melanjutkan topik awal mengenai beauty, The Girl Fest Bandung juga mengundang Caitlin Halderman sebagai salah satu pembicara dalam sesi talkshow bertema ‘The Grow Time: Bloom with Confidence’ bersama Peau Jeune Beaute.

    Caitlin dengan semangat membagikan cerita mengenai bagaimana dirinya berproses untuk menjadi lebih percaya diri sebagai seorang aktris.

    Baca Juga: Mengungkap Sisi Gelap Fast Fashion Bagi Lingkungan dan Kehidupan Sosial

    Ia juga  membocorkan self-care ritual-nya menggunakan perawatan dari produk Peau Jeune Beaute.

    Semakin malam The Girl Fest Bandung ini semakin seru, pengunjung dibuat heboh dengan kedatangan para pemain film ‘Mohon Doa Restu’ yakni Syifa Hadju, Cut Mini dan Sarah Sechan.

    Mereka bertiga mengisi talkshow yang bertemakan ‘Kapan Harus Nurut?’ sambil menceritakan keseruan proses pembuatan film mengenai ujian dua insan muda menjelang pernikahan mereka.

    Agak berbeda dari sesi sebelumnya, pada sesi ini ketiga cast diajak bermain game yang mengundang banyak gelak tawa dari penonton.

    The Girl Fest Bandung hari pertama ditutup oleh penampilan OKAAY, grup duo asal Jakarta. Niko Al Hakim atau Okin dan Nicky Kay dengan energik mengajak para audiens untuk bernyanyi bersama dengan membawakan lagu-lagu terbaik mereka seperti

    Baca Juga: Merancang Koleksi Pakaian Ramah Lingkungan Lagi Berkarakter

    ‘Pelipur Jenuh Rasa, ‘Lupa Nama Ingat Rasa’, sampai ‘Tetap Satu’ yang berhasil menghipnotis para penonton ikut larut dalam keseruan.

    The Girl Fest Roadshow Bandung telah didukung oleh sponsor utama yaitu Cessa dan Peau Jeune Beaute, serta sponsor lainnya termasuk Indomilk, Chitato Lite, MS Glow, dan Sentral Cargo.

    The Girl Fest Bandung ini akan menjadi rangkaian penutupan dari perjalanan Roadshow The Girl Fest pada tahun 2023.

    Bagi kamu yang tertarik datang, masih ada dua hari lagi untuk ikut merasakan keseruan The Girl Fest Roadshow Bandung. Harga tiketnya dibandrol dengan harga mulai dari Rp20.000.

    Pengunjung bisa mengakses harga tiket dan melakukan pembelian melalui website www.rahasiagadis.com/girlfest yang langsung akan terhubung ke halaman tiket.com.

  • Kelola Sampah Organik, Pemkot Bandung Rekrut Ratusan Warga

    Kelola Sampah Organik, Pemkot Bandung Rekrut Ratusan Warga

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat untuk menangani sampah. Di antaranya melaksanakan program padat karya pengolahan sampah organik.

    “Kita mempekerjakan banyak orang untuk pengolahan sampah organik ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman di Bandung pada Rabu (08/11/2023).

    Pemkot Bandung mengusulkan empat orang di setiap kelurahan untuk menjadi petugas pengolah sampah organik,

    Baca: Kurangi limbah kecamatan di mataram ubah sampah plastik menjadi pot

    Hingga kini, lanjut Andri, ada 604 orang yang direkrut menjadi petugas pengolah sampah organik di 151 kelurahan di Kota Bandung dalam program padat karya pengolahan sampah.

    Program pengolahan sampah organik ini akan berlangsung selama 50 hari kerja dari 11 November hingga 31 Desember 2023.

    Selanjutnya Andri mengungkapkan pihaknya menyediakan upah untuk pekerja dalam program padat karya pengolahan sampah organik ini senilai Rp133.600 per hari.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    Sebelumnya kelurahan-kelurahan di Kota Bandung mengusulkan pelaksanaan program padat karya dalam pengolahan sampah untuk mengatasi masalah sampah di tingkat kewilayahan.

    Program tersebut mencakup upaya pengolahan sampah menggunakan metode pemanfaatan magot, komposter, Lodong Sesa Dapur atau Loseda, bata terawang, dan metode pengolahan sampah organik yang lain.

    “Targetnya pengolahan sampah organik bisa tercapai satu ton per kelurahan, 151 ton per hari sampah organik bisa diolah,” ucapnya.

    Baca: Status darurat berlanjut pemprov jawa barat tambah kuota membuang sampah terpilah

    Nantinya, sambung Andri, petugas penanganan sampah dan petugas pendamping akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai tata cara memilah dan menangani sampah.

    Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan aparatur pemerintah kelurahan dan kecamatan di Kota Bandung.

    “Diharapkan mereka melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilah sampah di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

    Dengan progran ini, Andri berharap dapat berjalan secara optimal sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

    Reporter: Nurakhmayani 

  • Selamat! Bus Listrik Mulai Layani Angkutan Massal di Kota Bandung

    Selamat! Bus Listrik Mulai Layani Angkutan Massal di Kota Bandung

    7cloud.asia – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Jawa Barat menyatakan sebanyak tujuh unit bus listrik Trans Metro Pasundan (TMP) untuk mendukung angkutan bus the service (BTS) yang akan melayani rute koridor 4.

    “Rute Terminal Leuwipanjang-Dago sebanyak tujuh unit bus listrik TMP,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pembinaan Transportasi, Dishub Kota Bandung Asep Kurnia, di Bandung, Sabtu (11/11/2023).

    Asep menjelaskan rute bus listrik koridor 4 melewati beberapa titik pemberhentian di Kota Bandung, di antaranya Rumah Sakit Immanuel, Taman Tegalega, Terminal Tegalega, RSKIA Astanaanyar, Stasiun Bandung Pintu Selatan.

    Baca: Bus ramah disabilitas ini dikembangkan Pemprov Jawa Tengah era Ganjar Pranowo

    Bus listrik ini juga akan melewati Balaikota, BEC, Hotel The 101, Taman Radio, Kartika Sari, Rumah Sakit Borromeus, Unikom, dan Unpad Dipatiukur.

    Pembayarannya, kata dia lagi, menggunakan cashless atau nontunai dengan uang elektronik dan QRIS. Tarifnya Rp4.900.

    Bus listrik tersebut mulai beroperasi sejak Senin (6/11/2023), dan dapat dipergunakan oleh masyarakat kawasan Kota Bandung dan sekitarnya dengan mempunyai kapasitas 25 penumpang.

    Baca: Bus pelajar gratis di Jakarta

    Lebih lanjut, Asep menilai layanan bus listrik ini dapat efektif mampu mengurangi polusi udara di Kota Bandung sebagai transportasi ramah lingkungan.

    “Bus listrik tentunya sangat ramah lingkungan, hal ini akan sangat mendukung program transportasi yang berkelanjutan,” kata dia pula.

    Layanan bus listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum.

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal

    Selain itu, ia mengatakan pada pembangunan transportasi massal ramah lingkungan sejenis bus rapid transit (BRT) akan makin digalakkan di kawasan Bandung Raya.

    Dan transportasi massal ini akan didukung sejumlah armada BRT yang dioperasikan merupakan bus listrik.

    “Dalam perencanaannya BRT Bandung Raya sebagian besar akan dioperasikan menggunakan bus listrik dan akan dioperasikan secara bertahap,” katanya lagi.

    Sumber: Antaranews.com 

  • Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi masalah sampah. Salah satunya dengan membangun sistem pelaporan pemantauan sampah.

    Sistem pelaporan sampah ini berbasis aplikasi Bandung Waste Management (BMW) yang dikembangkan lewat Program Kota Pintar atau Smart City.

    “Pelaksanaannya sekarang sudah mulai terukur, orang memberikan laporan-laporan dengan aplikasi BMW yang sudah kami kanalisasi di setiap klaster,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Dengan adanya aplikasi ini, lanjut Ema, maka pelayanan di Kota Bandung dapat menjadi jauh lebih baik, mudah, dan terbuka, dalam upaya Pemkot Bandung atasi masalah kedaruratan sampah.

    Baca: Gerakan sampah mbah dirjo mampu kurangi volume sampah hingga 50 persen

    “Aplikasi yang kami hadirkan termasuk juga kebutuhan kekinian dalam menghadapi situasi darurat sampah. Aplikasi BMW ini menjadi sarana komunikasi kami dengan warga masyarakat dalam upaya penanganan sampah,” jelasnya.

    Selain itu dengan menggunakan aplikasi BMW, warga Kota Bandung bisa lebih cepat menerima informasi dan mendapatkan edukasi serta penanganan masalah sampah yang dilakukan oleh pemerintah.

    “Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan masyarakat, karena kecepatan dari aparatur pemerintah kota yang mampu memberikan layanan terbaik dengan daya dukung teknologi,” paparnya.

    Ema berharap dengan adanya program ini, maka semua pihak dapat bersama-sama mengolah sampah dari hulu. Terlebih sampai saat ini Kota Bandung masih berada dalam status darurat sampah.

    Baca: Mengenal sistem pengelolaan sampah berbayar 

    “Mudah-mudahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu bisa mengupdate data  dan minggu ini mungkin saya internal akan lakukan lagi evaluasi karena ini kan harus terukur setiap minggu, harus ada progres, datanya harus benar,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga kini Kota Bandung telah memiliki sebanyak 272 Kawasan Bebas Sampah (KBS) dengan 123 ton per harinya sudah diolah, sehingga tidak ada lagi yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    7cloud.asia – Pasca kebakaran TPA Sarimukti beberapa waktu lalu, pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan volume sampah.

    Salah satu cara yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan sistem pengelolaan sampah Kang Empos ini  dilakukan oleh segenap unsur kewilayahan.

    Dengan cara ini diharapkan, masa kedaruratan sampah di Kota Bandung dapat teratasi.

    Baca: pasca kebakaran sampah yang masuk TPA Sarimukti berkurang

    Dydi mengatakan pola Kang Empos ini masyarakat diajak untuk untuk mengubah pemikiran terhadap sampah.

    “Sampah tidak dikumpul, diangkut dan dibuang. Tapi dikumpul, dipilah dan diolah. Sehingga menjadi penting kolaborasi dari semua pihak,” jelas Dudy dikutip Antaranews.

    Untuk itu, lanjut Dudy, pihaknya telah menyiapkan anggaran di masing-masing kewilayahan untuk membuat metode pengolahan sampah menggunakan model sederhana yaitu Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    “Pada masa kedaruratan ini, Pemkot Bandung melalui anggaran di kelurahan, menyiapkan 20 persen di masing-masing kelurahan untuk menyiapkan sarana prasarana berupa Kang Empos,” paparnya.

    Baca: Tanggap darurat sampah di Bandung raya diperpanjang

    Dengan sistem seperti ini, Dudy berharap dapat menyelesaikan persoalan sampah, terutama sampah organik yang bisa tuntas di level rumah tangga.

    Dudy mengatakan, dari pengamatannya sampah organik, menjadi komposisi paling besar, yakni 50 hingga 60 persen dari total volume sampah. 

    “Oleh karenanya program pemerintah di masa kedaruratan ini, bagaimana kita bisa mengolah sampah secara berjenjang atau skala panjang,” jelasnya.

    Menurutnya, sampah organik seharusnya tidak lagi diangkut ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. 

    Baca: Atasi masalah sampah pemerintah Kota Bandung bikin aplikasi BMW

    Sebab TPA Sarimukti masih belum beroperasi secara normal. Sehingga volume sampah di Kota Bandung tidak semakin menggunung.

    “Bagaimana pada masa darurat ini menjadi momentum bagi kita untuk mengubah pemikiran. Kita harus punya strategi menyelesaikan sampah dari sumbernya,” ucapnya.

    Upaya lain yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung adalah dengan membuat program padat karya untuk pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 604 orang telah direkrut untuk menjadi relawan yang disebar ke 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Baca: Teknologi pengolahan sampah Masaro

    “Nanti untuk sampah organik di kelurahan tersebut tidak usah dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Tapi diolah dan tinggal masyarakat memilah sampah dan diolah oleh tenaga pengolah sampah,” ujarnya.

    Dia berharap para relawan ini dapat menjadi pendorong masyarakat untuk dapat memilah dan mengelola sampahnya secara mandiri mulai dari sumber.

    “Di Kota Bandung ada 272 RW jadi kawasan bebas sampah (KBS). Ini yang ingin kita replikasi ke seluruh RW di Kota Bandung. Para pemuda peduli lingkungan harus beraksi sebagai langkah preventif,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kini,  Pemerintah kota Bandung telah membagikan 3.194 alat pengolah sampah yang dinamai Kang Empos tersebut.

    Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan pembagian ini untuk meningkatkan partisipasi warga dalam mengolah sampah organik.

    “Kang Empos ini akan diberikan kepada 20 persen penduduk per kelurahan dan hampir 90 persen barang tersebut telah diterima oleh masyarakat,” ungkap Ema seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: pengolahan sampah Kang Empos efektif kurangi sampah organik

    Lebih jauh Ema menjelaskan, pemerintah kota Bandung tak hanya memberikan sarana dan prasarana pengolahan sampah organik saja.

    Pemerintah kota Bandung juga memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pemanfaatan Kang Empos.

    Pemkot Bandung, lanjut Ema menyiapkan dana Rp31,9 miliar untuk memberikan bantuan alat pengolahan sampah organik Kang Empos dan sarana budi daya maggot di 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Karena itu, Ema mengajak warga menangani sampah mulai dari sumber, dengan memilah sampah rumah tangga dan mengolah sampah organik.

    Baca: Pemerintah Kota Bandung juga kembangkan aplikasi BMW tuk atasi sampah

    Pemilahan sampah dari rumah ini penting dilakukan agar Kota Bandung bisa segera lepas dari status darurat sampah.

    “Karena sosialisasi dan edukasi sudah berjalan. Mari semua menjadi pejuang menyelamatkan kota dari sampah,” ujarnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi mengungkapkan pembagian 3.194 Kang Empos ditargetkan dapat mendukung pengolahan sekitar lima ton sampah organik per hari.

    Selain itu, sarana budi daya maggot yang ada di 151 kelurahan ditargetkan dapat mengolah hingga 151 ton sampah organik per hari.

    Baca: Mengenal teknologi pengolahan sampah Masaro 

    Menurutnya, jika hal ini dilakukan secara masif, maka akan mengurangi sampah organik sekitar 200-an ton.

    Ini sangat signifikan untuk membantu Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi sampah, yang 50 persen di antaranya tidak bisa dibuang ke TPA Sarimukti,” papar Dudy.

    Dengan begitu, sampah organik di Kota Bandung dapat berkurang signifikan.

    Karena itu Dudy berharap jumlah rumah tangga yang secara mandiri memilah sampah dan mengolah sampah organik semakin banyak.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu warga Bandung dikejutkan dengan bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Rancaekek, Bandung. Potensi angin puting beliung masih akan terjadi hingga awal Maret 2024.

    Hal ini diungkap oleh Kepala Stasiun Geofisika pada  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu seperti yang dilansir Antaranews.

    “Hujan lebat yang disertai angin puting beliung masih berpotensi akan terjadi sepanjang kita masih di posisi puncak musim hujan sampai dengan awal Maret ini. Jadi perlu diwaspadai,” ungkap Teguh.

    Baca: Angin puting beliung landa Bandung dan Sumedang

    Selanjutnya Teguh memaparkan angin puting beliung terbentuk dari sistem awan penghujan atau cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem.

    Meskipun begitu, kata dia, tidak setiap awan cumulonimbus dapat terjadi fenomena angin puting beliung.​

    ​​​​​“Bahwa puting beliung kan adalah dampak ikutan dari hujan lebat tadi yang disebabkan adanya pertumbuhan awan dulu, terus adanya hujan lebat dari cuaca ekstrem itu sendiri,” jelasnya.

    Teguh juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.

    Baca: Angin puting beliung terjang Sukabumi

    “Selain disertai angin puting beliung, ada juga yang nanti menimbulkan hujan es, bahkan mungkin kalau yang daerah pegunungan bisa menimbulkan longsor, drainasenya tidak bagus bisa menimbulkan banjir. Jadi semua wilayah saya rasa harus waspada,” terangnya.

    Karena itu, BMKG merekomendasikan untuk menutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah atau bangunan tersebut jika terjadi bencana puting beliung.

    Jika didalam ruangan, masyarakat dapat mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.

    Tetapi jika di luar ruangan maka jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya.

    Baca: Pemanasan global picu masalah serius bagi lingkungan

    Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi, segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.

    Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung dengan mengecek kondisi atap rumah

    “Terutama terbuat dari bahan ringan dan memangkas pohon apabila sudah terlalu rindang,” imbaunya.

    Sebelumnya, bencana puting beliung terjadi pada Rabu (21/2) sore di Kabupaten Bandung Barat.

    Baca: Kenali 3 jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Akibatnya 223 unit bangunan rumah warga rusak; dengan kondisi sebanyak 119 unit rusak berat dan 151 unit rusak sedang.

    Selain itu, sebanyak 18 unit bangunan pabrik dan toko yang rusak berat-ringan diterpa angin.

    Data dari Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana diketahui jumlah korban angin puting beliung di Kabupaten Bandung ada sebanyak 422 keluarga atau sekitar 1.359 orang warga.

    Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kemudian menetapkan status tanggap darurat 14 hari ke depan atau hingga 6 Maret 2024 mendatang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Banjir dan Longsor di Bandung Barat, Puluhan Rumah Hancur dan 9 Orang Hilang

    Banjir dan Longsor di Bandung Barat, Puluhan Rumah Hancur dan 9 Orang Hilang

    7cloud.asia – Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (24/03/2024) malam telah mengakibatkan 30 unit rumah hancur, sejumlah fasilitas umum rusak dan sembilan orang hilang.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi, Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam rilisnya menjelaskan kesembilan orang itu merupakan warga Desa Gintung, Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

    Mereka diduga hilang setelah terbawa arus deras banjir dan gulungan tanah longsor sejak Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Muhari, jumlah korban yang hilang kemungkinan bertambah.

    Baca: Ini penyebab banjir dan longsor sering melanda Pulau Jawa

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat saat ini  tengah melakukan pencarian dan penyelamatan.

    Petugas menggunakan pesawat  tanpa awak atau drone pendeteksi panas tubuh dari Kantor SAR Bandung agar korban yang hilang dapat segera ditemukan apapun kondisinya.

    Curah hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang labil memicu terjadinya banjir dan longsor di wilayah ini.

    Akibatnya tanah di atas bukit longsor serta menerjang Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

    Baca: Curah hujan tinggi waspada banjir dan longsor

    Berdasarkan data dari BPBD, sebanyak 99 keluarga terdampak akibat bencana tersebut. Dua diantaranya mengalami luka akibat terkena serpihan material longsor hingga harus dirawat secara intensif di puskesmas setempat.

    Selain itu, Sebanyak 189 warga mengungsi sementara di SD Negeri Padakati, Kecamatan Cipongkor dan Gor Desa Cibenda.

    Pada Senin (25/03/2024) BPBD Kabupaten Bandung Barat sudah mendirikan posko darurat dan beberapa dapur umum bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

    Baca: Banjir dan longsor landa Semarang

    Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini antara lain paket sembako, selimut, dan kasur.

    BNPB mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di wilayah berbukit dan dekat dengan tebing untuk selalu waspada terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam.

    Warga yang bermukim di dekat lokasi bencana tanah longsor diharap mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Dibutuhkan 5,4 Juta Lebih Telur Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia untuk Pengendalian DBD di Bandung

    Dibutuhkan 5,4 Juta Lebih Telur Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia untuk Pengendalian DBD di Bandung

    7cloud.asia – Sebanyak 5,4 juta lebih telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, per pekan dibutuhkan untuk uji coba pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan kebutuhan telur nyamuk tersebut akan dikirim dari insektarium Universitas Gajah Mada atau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga.

    Melansir Antaranews, Maxi mengungkapkan uji coba pengendalian DBD di Kota Bandung dilakukan karena kasus DBD di Kota Bandung merupakan kasus terbanyak di Indonesia.

    Baca: Satu anak meninggal dalam kasus DBD di Tasikmalaya

    “Tahun 2024 di pekan ke-10, kasus dengue terlaporkan sebanyak 27.852 kasus dan kematian sebanyak 250 kematian. Kota Bandung merupakan kota dengan kasus dengue tertinggi di Indonesia mencapai 1.301 kasus dan kematian yang cukup tinggi, tujuh kematian,” ungkapnya.

    Dalam pertemuan koordinasi pilot project teknologi Wolbachia dengan Pemkot Bandung, Senin (18/03/2024), disampaikan kebutuhan telur nyamuk ber-Wolbachia berdasarkan luas lahan Kota Bandung 129 kilometer persegi diperkirakan mencapai 5.410.000 telur per pekan.

    Selanjutnya Maxi menjelaskan dibutuhkan 20.782 titik penitipan ember yang menjadi sarang perkembangbiakan telur. Hal ini perlu dilakukan agar sebaran nyamuk ber-Wolbachia efektif.

    Baca: Kasus DBD di Jakarta Selatan naik hingga 100 persen lebih

    Selain itu, Kemenkes juga akan memanfaatkan citra satelit untuk memposisikan ember di lokasi yang tepat dengan merekrut masyarakat setempat sebagai orang tua asuh pelaksanaan uji coba nyamuk ber-Wolbachia.

    Sesuai panduan yang diterbitkan Peneliti Pusat Kedokteran Tropis UGM, metode pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan menggunakan ember berisi air bersih yang tersimpan 250 hingga 300 telur nyamuk dengan angka penetasan telur sekitar 90 persen.

    Setiap ember diletakkan pada jarak 75 meter per segi. Jumlah ember berisi telur nyamuk minimal harus mencapai 10 persen dari populasi Aedes aegypti di daerah tersebut.

    Penyebarannya dilakukan sebanyak 12 kali. Satu kali penyebaran diasumsikan hanya 1 persen dari populasi nyamuk.

    Baca: Kasus DBD di Indonesia naik hingga 2 kali lipat

    Universitas Gajah Mada, Yayasan Tahija dan Monesh University bekerja sama melakukan inovasi Program penanggulangan dengue berteknologi nyamuk ber-Wolbachia selama kurang lebih 10 tahun.

    Wolbachia adalah bakteri alami, simbion yang umum ditemukan di hewan arthropoda, dengan mekanisme menghambat replikasi virus dengue yang diperankan oleh Wolbachia.
    Hasil penelitian tersebut mampu menurunkan 77 persen incidence rate (IR) dengue dan mengurangi risiko perawatan di rumah sakit sebesar 86 persen.

    Atas pertimbangan itu, Kemenkes mengadopsi teknologi Wolbachia dengan menerbitkan Kepmenkes Nomor 1341 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Teknologi Wolbachia di lima kota yaitu Semarang, Bontang, Jakarta Barat, Kupang, dan Kota Bandung.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

    Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

     

    7cloud.asia – Selama bulan Ramadhan, TPA Sarimukti telah menerima rata-rata 1.611,23 ton sampah atau sekitar 347 truk per hari dari wilayah Bandung Raya. Terbanyak dari Kota Bandung yang mencapai 32.807,35 ton.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtyas menjelaskan banyaknya sampah di Kota Bandung karena sebagai kota metropolitan, Bandung berpotensi menghasilkan sampah lebih banyak.

    “Volume sampah dari Kota Bandung terbanyak, kedua dari Kabupaten Bandung, ketiga dari Kabupaten Bandung Barat, dan keempat dari Kota Cimahi,” ungkap Prima seperti yang dilansir Antaranews.  

    Sampah terbanyak kedua adalah Kabupaten Bandung total tonase sebesar 5.669,64 ton dan Kabupaten Bandung Barat total tonase sebesar 4.182,61 ton.

    Selanjutnya Kota Cimahi total tonase sebesar 4.066,47 ton. “Jadi keseluruhan selama Ramadhan adalah total ritasi 10.065 truk, dengan total tonase sebanyak 46.726,06 ton,” ujarnya.

    Meski jumlah sampah meningkat saat Ramadan, namun menurut Prima sampah-sampah tersebut terkelola dengan baik.

     “Bisa dibilang selama Ramadhan tahun ini, sampah dari wilayah Bandung Raya yang ditampung di TPA Sarimukti bisa terkelola dengan baik,” jelas Prima.

    Menurutnya penanganan sampah di Sarimukti selama Ramadhan 2024 cukup lancar, tidak ada kendala yang berarti, sehingga sampah terkelola dengan baik.

    Reporter: Nurakhmayani