Kelola Sampah Organik, Pemkot Bandung Rekrut Ratusan Warga

Written by

in

7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat untuk menangani sampah. Di antaranya melaksanakan program padat karya pengolahan sampah organik.

“Kita mempekerjakan banyak orang untuk pengolahan sampah organik ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman di Bandung pada Rabu (08/11/2023).

Pemkot Bandung mengusulkan empat orang di setiap kelurahan untuk menjadi petugas pengolah sampah organik,

Baca: Kurangi limbah kecamatan di mataram ubah sampah plastik menjadi pot

Hingga kini, lanjut Andri, ada 604 orang yang direkrut menjadi petugas pengolah sampah organik di 151 kelurahan di Kota Bandung dalam program padat karya pengolahan sampah.

Program pengolahan sampah organik ini akan berlangsung selama 50 hari kerja dari 11 November hingga 31 Desember 2023.

Selanjutnya Andri mengungkapkan pihaknya menyediakan upah untuk pekerja dalam program padat karya pengolahan sampah organik ini senilai Rp133.600 per hari.

Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

Sebelumnya kelurahan-kelurahan di Kota Bandung mengusulkan pelaksanaan program padat karya dalam pengolahan sampah untuk mengatasi masalah sampah di tingkat kewilayahan.

Program tersebut mencakup upaya pengolahan sampah menggunakan metode pemanfaatan magot, komposter, Lodong Sesa Dapur atau Loseda, bata terawang, dan metode pengolahan sampah organik yang lain.

“Targetnya pengolahan sampah organik bisa tercapai satu ton per kelurahan, 151 ton per hari sampah organik bisa diolah,” ucapnya.

Baca: Status darurat berlanjut pemprov jawa barat tambah kuota membuang sampah terpilah

Nantinya, sambung Andri, petugas penanganan sampah dan petugas pendamping akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai tata cara memilah dan menangani sampah.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan aparatur pemerintah kelurahan dan kecamatan di Kota Bandung.

“Diharapkan mereka melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilah sampah di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Dengan progran ini, Andri berharap dapat berjalan secara optimal sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Reporter: Nurakhmayani 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *