Tag: banjir

  • BKT, Pengendali Banjir yang Berubah Menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat di Jakarta Timur

    BKT, Pengendali Banjir yang Berubah Menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat di Jakarta Timur

    7cloud.asia – Matahari belum tinggi saat kami tiba di Banjir Kanal Timur atau BKT yang terletak di Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Desir angin sejuk yang berhembus semilir diselingi kicauan burung membuat kami sangat menikmati pagi di BKT yang dibangun untuk mengendalikan banjir di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

    Sekumpulan kupu-kupu terbang kesana-kemari, seakan tak mau tertinggal dalam menyapa indahnya suasana di sepanjang BKT yang kini menjadi tujuan favorit warga Jakarta. 

    Deretan ratusan pohon hijau yang menaungi sepanjang tepi BKT membuahkan suasana yang asri dengan udara yang segar sehingga menjadi pilihan warga Jakarta untuk mengisi hari liburnya untuk jalan santai, lari atau bersepeda.

    Namun. suasana di kawasan pintu air sedikit berbeda. Suara hingar bingar, riuh dengan atraksi ondel-ondel khas betawi bercampur dengan musik kekinian yang diputar komunitas senam aerobik.

    Baca: Setelah BKT, kini ada sodetan kali Ciliwung untuk kendalikan banjir Jakarta

    Pedagang dan warga berbaur di sana. Bagi para ibu dan remaja di Jakarta, ke BKT artinya adalah olahraga sambil belanja dan menikmati kuliner. Banyak jajanan yang dijual di sini.

    Segala macam sayuran, perkakas dapur, barang elektronik, sepatu, tas, baju dan kemeja, topi hingga pakaian dalam, tersedia semua di BKT saat hari libur. 

    Macam-macam jajanan kuliner, seperti gudeg, ketoprak, bubur ayam, bakso, dimsum, soto betawi, cilok, cilung, es potong, es doger dan jajanan lainnya juga tersedia. 

    Warga juga menjadikan BKT sebagai tempat piknik bersama keluarga. Seraya menikmati pemandangan sungai BKT yang mengalir tenang sembari menikmati jajanan kuliner di sekitarnya.

    Sejumlah balita memilih naik odong-odong, mengendarai kuda menyusuri ruas jalan BKT didampingi sang kusir, bermain mandi bola, naik komidi putar atau memancing ikan di kolam yang terbuat dari karet dan melakukan permainan lainnya.

     

    Baca: Pemkot Jakarta Timur siapkan 8,5 hektare lahan untuk hutan kota

    BKT dibangun sejak awal tahun 2003 oleh Pemprov DKI bersama Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, semula bertujuan untuk mengatasi bencana banjir di Jakarta bagian timur dan sebagian wilayah Jakarta Utara.

    Pencanangan proyek pembangunan BKT dilakukan oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di bulan Juli 2003 dan menelan biaya sekitar Rp 2,1 triliun.

    Lahan BKT membentang sepanjang 2 kilometer dari muara ke hulu, dengan
    pembangunan kanal sekitar 200 meter dan muara sekitar 300 meter dengan kedalaman 4 meter.

    Saluran BKT ini memotong Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jatikramat, dan Kali Cakung di perbatasan timur wilayah DKI Jakarta dan dialirkan ke utara.

    Dalam perjalanannya, BKT menjadi tempat favorit bagi banyak orang, lantaran bisa menjadi sarana santai, pelepas lelah dan penat setelah beberapa hari bekerja.

    Baca: Mengapa Pemprov Jakarta lebih memilih pengelolaan sampah RDF ketimbang ITF

    Tak urung beberapa kegiatan penting juga pernah digelar di tempat ini. Dari mulai pagelaran seni, bazaar, gerak jalan bersama warga.

    Minggu lalu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menggelar edukasi tentang cara pemakaian pelampung, dayung, perahu serta memberikan konseling pada masyarakat yang berkunjung yang akan rutin dilakukan tiap bulan.

    “Kita di sini melakukan edukasi pada masyarakat tentang cara memakai pelampung, dayung, perahu serta memberikan layanan dukungan petugas sosial pada mayarakat dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar), PMI, satpol PP. Semuanya gratis dan tidak dipungut biaya,” kata Wahyudi, salah satu pegawai BNPB pada ruangkota.

    Selain itu, masyarakat juga diajak menyusuri sekitar sungai BKT dengan perahu karet menggunakan pelampung dada dan dayung didampingi beberapa petugas, 

    Untuk anak-anak, BNPB juga bekerjasama dengan petugas Damkar menyediakan
    flying fox dengan tali yang dibentang dari tangga mobil Damkar dan berakhir di ujung jalan jembatan pintu air BKT.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Sarana bermain untuk mengenalkan cara menghadapi bencana ini menjadi hiburan tersendiri dan langsung diserbu oleh puluhan anak yang penasaran dan antusias ingin mencoba bermain flying fox. 

    Bocah-bocah tersebut dengan sabar mengantri di bawah matahari pagi yang makin terik.

    Mereka pun berteriak girang saat meluncur di udara dengan tali dan akhirnya mendarat dengan selamat dibantu oleh puluhan petugas Damkar dan BNPB yang menolong mereka.
    .

  • Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    7cloud.asia – Hujan yang mengguyur wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah sejak Senin (9/10/2023) malam mengakibatkan banjir di wilayah tersebut meluas. Tujuh kecamatan terendam air.

    Melansir Serambinews, sebelumnya terdapat enam kecamatan yang terendam yaitu Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas.

    Debit air sejumlah sungai terus meningkat sehingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Geureudong Pase.

    Selain bertambah satu kecamatan, jumlah desa dalam enam kecamatan itu juga bertambah yang terendam.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Mulyadi mengatakan  secara keseluruhan ketinggian air berkisar 20 sampai 120 sentimeter.

    Hingga Selasa (10/10/2023) total 7 kecamatan yang terendam dan mencapai 73 gampong. Banjir juga merendam 4.439 unit, dengan jumlah kepala keluarga 5.561 atau  14.796 jiwa.

    “Sedangkan pengungsi sebanyak 2.158 jiwa dalam 747 KK yang berada di tujuh titik yaitu dua titik di Matang Kuli dan lima titik di Tanah Luas. Mereka sementara mengungsi ke meunasah (mushalla) sambil memantau kondisi rumah,” jelas Mulyadi.

    Sedangkan sehari sebelumnya, jumlah desa yang terendam 50 gampong, dengan jumlah 3.216 KK atau 13.294 jiwa yang terdampak.

    Sedangkan pengungsian sehari sebelumnya sebanyak 446 Kepala Keluarga (KK) atau 1.726 Jiwa.

    “Kerugian material, jalan penghubung Gampong Blang Kubu dengan Blang Cut dikikis erosi,” ungkapnya.

    “Kemudian, Jembatan Sawang (penghubung Aceh Utara dengan Bireuen), mengalami kemiringan akibat tingginya air sungai,” lanjut Mulyadi.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir di Aceh Utara mulai terjadi pada Jumat (06/10/2023) lalu.

    Saat itu banjir melanda Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Kemudian banjir di tiga wilayah itu sudah surut pada Minggu (8/10).

    Namun, lanjut dia, karena kondisi cuaca hujan deras pada Minggu (8/10) malam, maka pada Senin (9/10) pagi banjir susulan kembali terjadi di tiga kecamatan tersebut serta empat kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    Menurutnya banjir di Aceh Utara terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto akibat hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    7cloud.asia – Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara yang sebelumnya dilanda banjir, kini mulai surut. Sebanyak 3.197 warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas, debit air sudah mulai surut,” ujar Ilyas dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ilyas menjelaskan banjir mulai merendam Kecamatan Matang Kuli, PirakTimu dan Tanah Luas kabupaten Aceh Utara pada Jumat (06/10/2023).

    Air sempat surut lalu pada Minggu (08/10/2023) malam curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

    Akibatnya banjir kembali meluas di tiga kecamatan tersebut, serta empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    “Kondisi banjir di Kecamatan Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, dan Geureudong Pase sudah surut (sejak Selasa, (10/10/2023),” ujar Ilyas.

    Selanjutnya Ilyas memaparkan ketinggian air yang merendam rumah warga serta fasilitas umum di Aceh Utara antara 20-120 sentimeter.

    Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto.

    Kondisi ini dipicu oleh hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah selama sepekan terakhir.

    Akibatnya, lanjut Ilyas, korban terdampak dalam peristiwa ini berjumlah 6.644 jiwa dalam 2.525 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 28 gampong atau desa di Kecamatan Matangkuli.

    Kemudian di Kecamatan Pirak Timur berjumlah 4.437 jiwa dalam 1.099 KK tersebar di 11 gampong.

    Selanjutnya, di Kecamatan Tanah Luas sebanyak 3.184 jiwa dalam 984 KK yang tersebar di 11 gampong, dan Kecamatan Samudera berjumlah 1.726 jiwa dalam 447 KK tersebar di delapan gampong.

    Secara total jumlah korban yang terdampak banjir adalah 15.991 jiwa dalam 5.055 KK. “Jumlah pengungsi sebanyak 3.197 jiwa dalam 957 KK yang berada di 11 titik pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

    Sementara itu, data dari BPBD Aceh Utara banjir tidak hanya merendam 4.439 unit rumah warga. Tetapi lahan sawah warga sekitar 592,5 hektare di Kecamatan Matang Kuli, kantor Camat, Koramil dan Polsek juga ikut terendam.

    “BPBD Aceh Utara berada di lokasi untuk melakukan pemantauan lebih lanjut, siaga, berkoordinasi, melakukan pendataan secara kontinu bersama perangkat gampong terpapar, dan melakukan evakuasi korban terdampak banjir,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    7cloud.asia – Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16/10/2023).

    Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap. 

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/10/2023) siang banjir masih menggenangi 106 rumah di Desa Seumantok.

    Selain itu, banjir juga merendam 10 rumah di Desa Keutambang, dan enam rumah di Desa Jambak.

    Banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Canggai, Desa Pulo Teungoh Manjeng, Desa Lango, serta Desa Berdikari.

    Menurut Koordinator Pusat Pengendali Operasi BPBD Aceh Barat, Mashuri tinggi genangan di daerah banjir ada yang mencapai satu meter.

    “Banjir juga merendam ruas jalan dengan ketinggian 30 cm,” ungkap Mashuri .

    Saat ini, lanjut Mashuri, pihaknya bersama instansi pemerintah terkait membantu warga yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini adanya bibit siklon tropis 99W untuk sejumlah wilayah.

    Bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan tersebut berpotensi membawa dampak  hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.

    “Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Deputi Meteorologi pada BMKG, Guswanto.

    Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

    Bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.

    “Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” katanya.

    Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

    BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Lebat Diperkirakan Mengguyur Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Lebat Diperkirakan Mengguyur Beberapa Kota

    7cloud.asia – Hujan lebat diperkirakan mengguyur beberapa wilayah di sejumlah provinsi di Indonesia. Demikian perkiraan cuaca hari ini yang dirilis BMKG.

    Dilansir di laman resminya, BMKG memperkirakan kondisi cuaca hari ini hujan lebat tersebut terutama terjadi di Pulau Sumatera pada pada siang hari.

    Kondisi cuaca hari ini yang akan diguyur hujan lebat, menurut BMKG, di antaranya akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung.

    Selain itu, BMKG juga menyebut kondisi cuaca hari ini dengan hujan lebat juga akan terjadi di provinsi Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Papua.

    Baca; Sebagian wilayah Indonesia mulai masuk musim hujan

    Sementara hujan disertai kilat dan petir diprediksi mengguyur beberapa wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Beberapa wilayah di provinsi Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat juga diprediksi hujan disertai kilat.

    Karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada dengan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    Baca: BMKG sebut sebagian besar wilayah Indonesia baru masuk musim hujan pada November

    Terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

    BMKG juga memperkirakan hujan lebat juga akan terjadi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.  

    Perairan sebelah barat Aceh hingga Sumatera Barat, Perairan Kep. Nias, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, Selat Makassar, Teluk Cenderawasih berpotensi terjadi hujan lebat.

    Baca: Penjelasan BMKG mengapa beberapa hari ini cuaca terasa begitu terik

    BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

    Sedangkan suhu udara harian berkisar antara 18 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah terjadi di kota Bandung, yaitu 18 derajat celsius.

    Suhu tertinggi 35 derajat celsius diperkirakan terjadi di beberapa kota yaitu: Semarang, Surabaya, Kupang, Makasar dan Palembang.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Intensitas Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Ini

    Intensitas Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Beberapa wilayah bulan ini mulai memasuki musim hujan. Aceh, salah satunya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di Aceh waspada potensi banjir dan tanah longsor.

    Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda, Budi Saritua Hutasoit, mengatakan secara umum wilayah provinsi paling barat Indonesia itu sudah mulai memasuki musim hujan.

    “Masyarakat diimbau harus waspada potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi, seperti banjir dan tanah longsor,” katanya dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Budi memaparkan peningkatan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ini dipicu adanya belokan angin (shearline) dan pertemuan angin (konvergensi).

    Kondisi ini membentuk adanya perlambatan angin di wilayah Aceh. Sehingga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

    Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, beberapa daerah dengan status waspada banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari ke depan, antara lain Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya.

    Selain itu wilayah Aceh Tengah, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Simeuleu, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam juga berpotensi banjir dan tanah longsor.

    “Untuk arah dan kecepatan angin dominan dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan maksimum dapat mencapai 30 km per jam,” ungkapnya.

    Sementara untuk kondisi gelombang laut, kata Budi, diprediksikan masih kategori tenang hingga sedang, sehingga masih tergolong aman, terutama untuk jalur-jalur penyeberangan.

    Tinggi gelombang laut di perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang antara 0,05 – 0,5 meter dan Perairan Meulaboh-Kepulauan Sinabang antara 0,01-1,25 meter.

    “Yang perlu diwaspadai adalah potensi adanya perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba saat akan terjadinya hujan lebat yang dapat menyebabkan angin kencang,” katanya.

    Karena itu BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk aktivitas melaut karena tinggi gelombang yang diprediksi masih dalam kategori tenang.

    “Namun nelayan tetap harus waspada karena kondisi cuaca yang berpotensi terjadi hujan lebat, terutama di perairan barat Aceh,” ucap Budi.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peringatan Dini BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspada Bahaya Banjir dan Longsor

    Peringatan Dini BMKG: Curah Hujan Tinggi, Waspada Bahaya Banjir dan Longsor

    ruangkota. com – Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya Provinsi Aceh. Curah hujan yang tinggi beberapa hari kedepan berpotensi terjadinya banjir dan longsor di 11 kabupaten/kota di Aceh.

    Peringatan dini ini disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Budi Saritua Hutasoit.

    “Yang harus dilakukan untuk level waspada, ialah berhati-hati jika aktivitas di luar rumah, dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak,” kata Budi seperti dikutip Antaranews..

    Selanjutnya Budi menjelaskan ada 11 wilayah dengan status waspada terhadap dampak bencana yang dipicu hujan deras. Yaitu Gayo Lues, Aceh Singkil, Kota Subulussalam.

    Wilayah Aceh Selatan, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Simeulue juga dalam status waspada bencana banjir dan longsor.

    “Dampaknya seperti banjir, jembatan yang rendah tidak bisa dilintasi, longsor atau erosi tanah, dan aliran banjir berbahaya serta mengganggu aktivitas masyarakat skala menengah,” jelasnya.

    baca juga: intensitas hujan tinggi waspada banjir dan longsor di wilayah ini
    Prakiraan cuaca di Aceh, lanjut Budi, beberapa hari kedepan berpotensi diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

    Hal ini disebabkan oleh adanya belokan angin dan pertemuan angin di Aceh yang membentuk perlambatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah pertemuan angin.

    Sementara beberapa wilayah yang dalam beberapa hari kedepan berpotensi diguyur hujan lebat sekaligus petir dan angin kencang adalah Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Aceh Besar.

    Selain itu,  hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Banda Aceh, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.

    Arah dan kecepatan angin di Aceh umumnya berhembus dari arah barat daya dengan kecepatan maksimum berkisar 15 knot atau sekitar 30 kilometer per jam.

    “Maka waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat,” ucap Budi.

    baca juga: diguyur hujan deras lebih dari 100 rumah warga terendam

    Sedangkan kondisi gelombang laut, lanjut Budi, diprediksikan masih kategori tenang hingga sedang yakni 0,01 – 2,5 meter.

    Hal tersebut masih dalam kategori aman, baik untuk aktivitas melaut dan juga jalur penyeberangan di wilayah Aceh.

    Tinggi gelombang laut di perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang antara 0,01 – 0,5 meter, penyeberangan Meulaboh-Kepulauan Sinabang tinggi gelombang laut antara 0,01 – 1,25 meter.

    Sementara perairan dengan potensi gelombang laut mencapai 2,5 meter yakni perairan Utara Sabang dan Samudera Hindia Barat Aceh.

    “Yang perlu diwaspadai adalah potensi adanya perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba saat akan terjadinya hujan lebat yang dapat menyebabkan angin kencang,” katanya mengingatkan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    7cloud.asia – Hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Minggu (05/11/2023). Diantaranya wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung.

    Selain itu hujan lebat juga diperkirakan akan mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi hujan.

    Karena itu, dalam laman resminya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan sore hingga malam

    Terutama untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kep.Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

    Bencana hidrometeorologi juga bisa terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Papua.

    Tidak hanya di darat, hujan dengan intensitas lebat juga berpotensi mengguyur wilayah perairan, yaitu perairan barat Aceh hingga Sumatera Barat, Laut andaman, Selat Malaka, Selat Karimata.

    Selain itu wilayah Laut Jawa. Laut Natuna, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Sulawesi, Laut Sulu, perairan utara Papua Barat – Papua, Laut Banda, Laut Aru, dan Teluk Cendrawasih juga diperkirakan hujan lebat.

    baca: cuaca hari ini seluruh wilayah jakarta berawan pagi dan malam hari

    Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hari di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Pada malam hari, hujan ringan diprediksi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Hujan ringan juga masih akan berlanjut pada Senin (06/11/2023) dinihari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara di Jakarta berkisar antara 25 hingga 34 derajat celsius. Sedangkan suhu udara secara keseluruhan di kota-kota lainnya berkisar 18 hingga 35 derajat celcius.

    Suhu terendah terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi terjadi di Yogyakarta, Semarang dan Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Jakarta Mulai Hujan, BPBD Siagakan Lebih 200 Petugas Antisipasi Banjir

    Jakarta Mulai Hujan, BPBD Siagakan Lebih 200 Petugas Antisipasi Banjir

    7cloud.asia – Menghadapi musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan berbagai persiapan mengantisipasi banjir. Diantaranya menyiagakan lebih dari 200 petugas di setiap kelurahan.

    “Menyiagakan 267 personel Petugas Penanggulangan Bencana/TRC pada setiap kelurahan di Jakarta sebagai upaya percepatan koordinasi dan penanganan bencana,” Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang.

    Melansir Detik.com, Michael menjelaskan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka penanggulangan bencana.

    “Dalam menghadapi musim hujan tersebut, BPBD DKI Jakarta menyiapkan serangkaian upaya kesiapsiagaan, antara lain melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, para wali kota/bupati, Dinas SDA dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjalin kolaborasi dalam penanggulangan bencana,” jelasnya.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan sore hingga malam

    Selain itu, lanjut Michael, BPBD juga menyebarluaskan informasi terkait cuaca terkini dan kondisi tinggi muka air (TMA). Publikasi itu dilakukan melalui kanal media sosial BPBD dan website bpbd.jakarta.go.id

    “Memberikan informasi peringatan dini terkait kenaikan TMA melalui Disaster Early Warning System (DEWS) dan SMS Blast, serta peringatan dini cuaca melalui website, media sosial, WhatsApp Group dan Channel Telegram,” paparnya.

    Tidak hanya itu, persiapan lainnya adalah dengan melakukan pengecekan sarana prasarana yang meliputi tenda, perahu, ring buoys, jaket, pelampung.

    Bahkan sejak akhir September lalu, pihaknya kerap melakukan apel siaga bencana dan simulasi pendirian tenda di 25 kelurahan rawan banjir serta beberapa kelurahan yang berpotensi rawan banjir.

    “Kegiatan tersebut sudah berjalan sejak akhir September 2023 dan hingga tanggal 02 November 2023 telah dilakukan di 65 kelurahan,” ungkap Michael.

    Pada kesempatan itu, Michael juga membuka ruang partisipasi bagi warga dan relawan untuk turut dalam upaya pencegahan dan penanganan banjir.

    baca: cuaca hari ini seluruh wilayah jakarta berawan pagi dan malam hari

    “Membuka ruang partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan bencana banjir melalui Forum Pengurangan Risiko bencana (PRB) yang terdiri dari lembaga dan institusi penanggulangan bencana lintas sektor,” jelasnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Jakarta dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (04/11/2023) malam hingga Minggu (05/11/2023) siang.

    Ketinggian air bervariasi antara 40 sentimeter hingga 1 meter merendam sejumlah rumah di Jakarta Timur yaitu: Kelurahan Cililitan, Kelurahan Cawang, Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Kampung Melayu.

    Selain itu, banjir juga terjadi di beberapa titik di Jakarta Selatan, yaitu: Kelurahan Cilandak Timur, Kelurahan Rawa Jati, Kelurahan Kebon Baru.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah Ini

    Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayh di Indonesia pada Rabu (08/11/2023).

    Hujan lebat diatas 50mm/hari tersebut berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Maluku Utara.

    Selain itu, hujan lebat juga diperkirakan mengguyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua.

    Karena itu BMKG mengajak masyarakat agar waspada terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor sebagai dampak dari hujan lebat tersebut.

    baca: masa peralihan cuaca bmkg keluarkan peringatan dini untuk seluruh indonesia

    Hujan lebat juga berpeluang mengguyur sejumlah perairan di Indonesia, yaitu di Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Malaka, Perairan barat Aceh-Sumatera Barat.

    Laut Sulawesi, Selat Makassar, perairan utara Papua Barat – Papua, dan Teluk Cendrawasih juga diperkirakan terjadi hujan lebat.

    Sementara, cuaca kota-kota di Indonesia pada hari ini umumnya cerah dan berawan. Suhu berkisar antara 19 hingga 36 derajat celsius. Suhu terendah terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi terjadi di Kota Surabaya.   

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi pada pagi hingga siang hari cuaca cerah berawan di seluruh wilayah Jakarta.

    baca: bmkg cuaca di jakarta cerah berawan sepanjang hari

    Peluang hujan ringan diperkirakan terjadi pada malam hari di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

    Suhu udara berkisar antara 25 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 85 persen.

    Reporter: Nurakhmayani