7cloud.asia – Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16/10/2023).
Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/10/2023) siang banjir masih menggenangi 106 rumah di Desa Seumantok.
Selain itu, banjir juga merendam 10 rumah di Desa Keutambang, dan enam rumah di Desa Jambak.
Banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Canggai, Desa Pulo Teungoh Manjeng, Desa Lango, serta Desa Berdikari.
Menurut Koordinator Pusat Pengendali Operasi BPBD Aceh Barat, Mashuri tinggi genangan di daerah banjir ada yang mencapai satu meter.
“Banjir juga merendam ruas jalan dengan ketinggian 30 cm,” ungkap Mashuri .
Saat ini, lanjut Mashuri, pihaknya bersama instansi pemerintah terkait membantu warga yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini adanya bibit siklon tropis 99W untuk sejumlah wilayah.
Bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan tersebut berpotensi membawa dampak hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.
“Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Deputi Meteorologi pada BMKG, Guswanto.
Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.
Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.
Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.
“Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” katanya.
Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply