Tag: banjir bandang

  • BNPB Terjunkan Tim Gabungan ke Lokasi Bencana Banjir Bandang Ternate

    BNPB Terjunkan Tim Gabungan ke Lokasi Bencana Banjir Bandang Ternate

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim gabungan, ke lokasi bencana banjir bandang yang menewaskan 13 warga Kelurahan Rua, Ternate, Maluku Utara

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendistribusian kebutuhan yang mendesak ke lokasi bencana banjir bandang.

    Dalam laporan yang diterima BNPB kebutuhan tersebut beberapa di antaranya meliputi tenda pengungsian, menara penerangan, selimut, matras, terpal, kasur lipat dan sembako.

    Jumlah bantuan yang akan didistribusikan tersebut, kata dia, per unitnya akan disesuaikan dengan jumlah korban secara keseluruhan.

    Baca: Kawasan wisata Bromo makin rawan banjir

    Saat ini, BNPB masih dalam pendataan oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate.

    Ia memastikan, saat ini tim di lapangan sedang melakukan proses identifikasi terhadap 13 orang korban meninggal dunia untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

    Begitupun terhadap dua orang korban yang mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan material banjir bandang juga dipastikan sudah mendapat penanganan medis.

    Jumlah korban meninggal dan luka-luka tersebut bertambah dari sebelumnya pada Minggu pagi ditemukan sebanyak tujuh orang.

    Baca: Dampak kegiatan pariwisata pada kondisi lingkungan di Bromo

    Pihaknya menilai jumlah korban dapat kembali berkembang seiring proses pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan Palang Merah.

    Sementara untuk upaya pemulihan lingkungan seperti pembersihan sisa material banjir dan dampak kerusakan akan segera dilakukan setelah kondisi kondusif dan warga setempat dipastikan aman oleh tim petugas gabungan.

    Pusdalops BNPB mendata setidaknya ada 10 unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur tanah, pasir, dan batu dari Gunung Gamalama pada Minggu pukul 03.30 waktu Indonesia timur.

    Sumber: Antaranews.com

  • Pasca Banjir Bandang Rua: Pemerintah Kota Ternate Tetapkan Masa Tanggap Darurat selama Dua Pekan

    Pasca Banjir Bandang Rua: Pemerintah Kota Ternate Tetapkan Masa Tanggap Darurat selama Dua Pekan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang yang terjadi di Rua, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate selama dua pekan.

    Status tanggap darurat itu dilakukan untuk memudahkan langkah evakuasi dan mitigasi pasca becana banjir bandang yang menewaskan 13 orang tersebut.

    Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, penetapan tanggap darurat bencana di Ternate dilakukan setelah pihaknya mendapatkan masukan dari berbagai pemangku kebijakan.

    Status tanggap darurat bencana dilakukan untuk mempermudah tim evakuasi korban bencana yang saat ini masih bekerja.

    Langkah tanggap darurat juga untuk mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan dari kegiatan penyelamatan akibat bencana banjir bandang.

    “Status ini kami putuskan mulai hari ini dan untuk dua minggu ke depan. Saat ini Pemerintah fokus pada penanganan evakuasi korban. Apalagi laporan lapangan masih ada korban jiwa yang belum di evakuasi,” kata Rizal dikutip Tempo.co, 25 Agustus 2024.

    Baca: BNPB kirim tim gabungan ke Ternate

    Menurut Rizal, sebagai langkah cepat dalam mengevakuasi bencana banjir di Rua, Pemerintah Kota Ternate sudah mengerahkan personel dan sejumlah alat berat untuk membantu melakukan pembersihan material tanah berlumpur dan batuan yang menimbun jalan.

    Pemerintah Kota Ternate juga mulai mengidentifikasi kerugian akibat bencana banjir bandang yang memicu timbunan lumpur hingga lebih 2 meter.

    “Sementara ini sedang kami kerjakan. Kami saat ini masih fokus bagaimana melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang sementara ini diduga masih tertimbun,” lanjut Rizal.

    Bram Madya Temara, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian Pertolongan Basarnas Ternate mengatakan, hingga saat ini sudah 11 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate Pulau, Kota Ternate.

    Dari jumlah itu 10 korban telah dievakuasi ke rumah Sakit Chasan Boesoirie Ternate, dan Rumah Sakit Tentara. Selain itu, terdapat dua orang selamat dan telah dievakuasi.

    “Ada satu korban meninggal yang sementara dievakuasi. Tim SAR bersama warga dan aparat TNI dan kepolisian masih melakukan penggalian. Sampai saat ini sudah 11 orang meninggal,” kata Bram kepada Tempo, Minggu (25/8/2024).

    Baca: Kegiatan pariwisata berdampak buruk pada kondisi lingkungan di Bromo 

    Data yang dihimpun Tempo, 11 korban meninggal dunia adalah Ila Abas, Roman Djais, Minanti Musa, Hasyim M Dzen, Tasira Cahya Ramadan yang merupakan mahasiswa IAIN Ternate yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Rua.

    Sedangkan 4 korban lainnya telah dievakuasi untuk di identifikasi dan satu orang masih pada tahap penggalian karena tertimbun lumpur.

  • Tim Gabungan Mulai Menormalisasi Aliran Sungai Rua di Ternate

    Tim Gabungan Mulai Menormalisasi Aliran Sungai Rua di Ternate

    7cloud.asia – Tim gabungan bidang rehabilitasi penanggulangan bencana Rua, intensif melakukan normalisasi aliran Sungai Rua, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).

    Normalisasi Sungai Rua ini untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir bandang yang bisa merusak infrastruktur di kawasan itu.

    Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang di Sungai Rua pekan lalu telah mengakibatkan puluhan rumah rusak dan belasan warga meninggal dunia.

    “Kami melakukan normalisasi kali mati di Rua ini agar air turun dari hulu tidak lagi ke luar hingga ke permukiman warga dan akses jalan, sehingga saluran yang dibangun dengan panjang sekitar 300 meter dengan kedalaman hingga 3 meter bisa mengantisipasi banjir saat hujan deras,” kata Kadis PUPR Kota Ternate, Rus’an M Nur di Ternate, Sabtu (31/8/2024).

    Baca: BNPB kirim tim gabungan ke lokasi banjir bandang Ternate

    Dia menyebut, untuk mengantisipasi meluapnya air saat hujan deras, normalisasi aluran Sungai Rua memiliki lebar sekitar 2 hingga 3 meter, sehingga air yang turun dari hulu hingga ke pantai tidak lagi meluap ke permukiman warga setempat.

    Di samping itu, berdasarkan hasil kajian dan analisa tim geologi, rumah yang rusak akibat dihantam banjir bandang ini tidak lagi dibangun berbagai sarana infrastruktur permukiman warga, tetapi dibangun aliran sungai dan jembatan.

    Bahkan, tim gabungan bidang rehabilitasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut, BPPW Malut, BPJN Malut serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate telah menutup jalur belokan air, agar Ketika hujan deras tidak terjadi lagi luapan air hingga ke jalan utama.

    Sedangkan, Pemkot Ternate akan terus lakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, dan hasil informasi yang kita himpun dari warga terdampak banjir Rua ini, mereka tidak mau lagi tinggal di lokasi banjir.

    Baca: BNPB tetapkan masa tanggap darurat di lokasi banjir bandang Ternate

    Sebelumnya, Pemkot Ternate akan bergerak cepat, agar para pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda-tenda pengungsian atau bersama keluarga mereka.

    Sekkot Ternate, Rizal Marsaoly sebelumnya, menyatakan, Pemkot Ternate harus hadir untuk memberi jaminan ke mereka untuk mendapatkan hunian yang layak dan representatif.

    Pemkot Ternate juga akan melakukan relokasi warga didahului dengan proses pendataan terlebih dahulu. Pihak BWS juga akan membuka jalur air baru dengan masing-masing radius 50 meter dari talud yang dibangun.

    Sehingga dari radius 50 meter kiri dan kanan itu akan dibuat lahan terbuka hijau atau dibuat lapangan bola/basket dan warga tidak perlu kembali dan bangun rumah di Kawasan tersebut.

    Tidak hanya relokasi, pihak BPJN juga akan membuat jembatan darurat sementara, karena normalisasi material itu sudah harus dipotong untuk mengembalikan fungsi kali mati.

    Sumber:Antaranews.com

  • Banjir Bandang Landa Empat Kabupaten di Sumatera Barat

    Banjir Bandang Landa Empat Kabupaten di Sumatera Barat


    7cloud.asia – Tiga kabupaten di Sumatera Barat dilanda banjir dan banjir bandang, mengakibatkan sejumlah rumah penduduk rusak berat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

    Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham di Padang Sabtu (23/11/2024) mengatakan, banjir dan banjir bandang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sementara bencana banjir melanda Kabupaten Pasaman dan Sijunjung.

    Banjir bandang di Limapuluh Kota ini dilaporkan mengakibatkan sejumlah orang meninggal.

    “Banjir dan banjir bandang di Limapuluh Kota mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dan satu orang dilaporkan masih dalam pencarian,” katanya.

    Selain itu, akses jalan lintas sumatera Padang-Pekanbaru di Nagari Pangkalan juga terganggu karena air meluber hingga ke jalan nasional.

    Baca: Waspada, La Nina hingga April 2025

    Dilaporkan puluhan rumah terdampak, tiga diantaranya mengalami rusak berat, satu unit mobil ambulance hanyut terseret banjir, dan puluhan hektare lahan pertanian terendam.

    Sementara di Kabupaten Pasaman enam nagari terdampak banjir, masing-masing Ngari Lubuk Layang, Lansek Kadok, Lansek Kadok Barat, Tanjung Betung Timur, dan Tanjung Betung Barat serta Rao Selatan.

    Ratusan rumah dilaporkan terendam pada enam nagari tersebut, demikian juga lahan pertanian dan perikanan.

    Ilham mengatakan, laporan banjir juga terjadi di Kabupaten Agam dan Sijunjung. Di Agam banjir terjadi di Nagari Pauh Kamang Mudik yang merendam belasan rumah.

    Baca: Perubahan iklim akibatkan La Nina dan El Nino makin sulit diprediksi

    Sedangkan di Kabupaten Sijunjung banjir dilaporkan terjadi di Nagari Aie Amo. Banjir mengakibatkan satu jembatan penghubung Nagari Aie Amo dan Nagari Tanjuang Kaliang Kecamatan Kamang terputus.

    Akibatnya sekitar 4.000 jiwa di Nagari Aie Amo masih terisolasi.

    Ilham menyebutkan, BPBD pada masing-masing daerah telah mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak, sekaligus mendata kerusakan yang terjadi.

    “Saat ini, banjir pada semua daerah terdampak sudah mulai surut. BPBD Sumbar terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten. Peralatan dan personel siaga untuk diturunkan ke lokasi bencana,” katanya.

  • Banjir Bandang di Sibolangit, Deli Serdang Tewaskan 4 Warga

    Banjir Bandang di Sibolangit, Deli Serdang Tewaskan 4 Warga

    7cloud.asia – Hujan deras mengakibatkan banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024) malam.

    Akibat banjir bandang ini sebanyak empat orang warga di Dusun Dua, Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit dinyatakan meninggal dunia dan dua warga lainnya dinyatakan hilang.

    Laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), empat warga yang meninggal dunia akibat banjir bandang ini adalah Kartini Sitepu (65 Tahun/P), Elsie Nadinda Rahel Simajuntak (3 tahun/P), Boru Ginting (81 Tahun/P) dan Perdamenta (35 Tahun)

    Dalam keterangan tertulis BNPB disebutkan, ua warga masih dinyatakan hilang adalah Budi Utama Simanjuntak (30 Tahun/L) dan Gerge Barus (40 Tahun/L)

    Selain data di atas, dilaporkan sebanyak sembilan warga mengalami luka-luka, satu rumah ibadah dan empat rumah warga rusak berat karena terseret arus banjir.

    Dilaporkan, kondisi terkini banjir sudah surut dan upaya pencarian dua orang yang hilang masih terus dilakukan hingga Minggu pagi (24/11/2024).

    BPBD Kabupaten Deli Serdang Bersama TNI, Polri, dan semua unsur Forkopimda terus melakukan koordinasi guna pendataan kerugian, penanganan warga terdampak serta pendalaman terkait kronologis kejadian ini.

    Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geogisika (BMKG), cuaca di Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit selama tiga hari kedepan cenderung cerah berawan hingga hujan ringan.

    Diharapkan kepada tim gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta pemerintah daerah dan masyarakat sekitar agar selalu waspada dan berhati-hati dikarenakan kondisi cuaca yang bisa saja berubah sewaktu-waktu.

  • Banjir Bandang di Sukabumi Diduga Dipicu Aktivitas Tambang, DPR Minta Izin Tambang Dievaluasi

    Banjir Bandang di Sukabumi Diduga Dipicu Aktivitas Tambang, DPR Minta Izin Tambang Dievaluasi

    7cloud.asia – Hasil investigasi Walhi Jawa Barat mengungkap, banjir bandang yang memporak-porandakan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Desember 2024 lalu dipicu kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang di wilayah tersebut.

    Banjir bandang, tanah longsor hingga pergerakan tanah terjadi di 39 kecamatan dan 176 desa. Selain itu, ribuan warga mengungsi, 10 orang meninggal dunia dan dua lainnya dinyatakan hilang.

    Melansir detik.com, Direktur Eksekutif Walhi Daerah Jawa Barat, Wahyudin mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan investigasi ke lokasi yang dilanda banjir bandang.

    Dilihat dari hasil pemantauan citra satelit, terdapat beberapa kawasan hutan yang telah hancur. Kehancuran hutan itu diduga kuat karena aktivitas pertambangan emas dan tambang galian kuarsa.

    Salah satu yang disorot yaitu di wilayah Kecamatan Waluran Jampang. Di sana, kata dia, terjadi degradasi hutan yang diduga kuat karena adanya pembukaan lahan untuk proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) guna pasokan serbuk kayu ke PLTU Pelabuhanratu.

    “Dari lapangan ditemukan fakta bahwa tidak hanya Kawasan Guha dan Dano saja yang telah terdegradasi. Di tempat lain juga terdapat kerusakan hutan dan lingkungan akibat tambang emas, dan tambang galian kuarsa untuk bahan pendukung pembuatan semen,” kata Wahyudin dalam keterangan resmi dilansir detikJabar, Sabtu (14/12/2024).

    Baca: Banjir bandang di Sukabumi terparah dalam 10 tahun terakhir

    Lebih lanjut, Wahyudin menyebutkan beberapa nama perusahaan yang diduga terlibat dalam perusakan lingkungan hingga menyebabkan bencana alam.

    “Tidak salah jika kawasan hutan berubah fungsi dan dapat meningkatkan run (aliran) oleh kegiatan ini, malah kecenderungan kami, bahwa tanaman kaliandra dan gamal hanya menjadi kedok untuk menutupi tambang-tambang yang illegal dan setelahnya di panen untuk kebutuhan suplay serbuk kayu ke PLTU,” jelasnya.

    Bukan hanya itu, Walhi juga telah menemukan adanya operasi tambang emas di kawasan hutan. Di Ciemas, beroperasi sebuah perusahaan dengan luas konsesi 300 hektare dan juga di Kecamatan Simpenan beroperasi kegiatan tambang.

    “Kawasan perhutanan sosial tidak luput pula dari objek tambang sebagaimana terdapat di petak 93 Bojong Pari dan Cimaningtin dengan luas 96,11 hektare,” imbuhnya.

    Dia menambahkan, jika mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sukabumi, kawasan tersebut tidak masuk pada lokasi pertambangan dan juga bukan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

    Menurutnya, bencana ekologis yang telah memporakporandakan wilayah Sukabumi jelas karena adanya kontribusi perusahaan. Untuk itu, Walhi Jabar meminta Polri agar melakukan penegakan hukum tindak pidana lingkungan.

    Baca: Cuaca ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah

    “Kepada pemerintah kami mendesak agar menuntut perusahaan untuk melakukan pemulihan lingkungan, mengganti kerugian yang diderita masyarakat dan mengevaluasi areal perhutanan sosial yang dijadikan objek tambang,” ucapnya.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap perizinan tambang di kawasan bukit dan gunung, untuk mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana.

    “Perizinan tambang dan penebangan hutan yang berisiko merusak lingkungan harus dievaluasi ulang. Kita tidak bisa membiarkan bencana seperti ini terus terjadi akibat perusakan lingkungan,” kata Saan kepada Parlementaria saat mengunjungi Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (14/12/2024).

    Saan juga meminta DPR, terutama komisi teknis yang membidangi lingkungan, untuk mengawal tata kelola tambang di Sukabumi. Ia menyoroti tambang galian C di kawasan bukit dan gunung yang dianggap memerlukan penataan ulang.

    “Komisi terkait bersama kementerian harus mengevaluasi perizinan yang berpotensi merusak lingkungan,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

     

    Baca: Pemanasan global picu bencana akan lebih sering terjadi

    Saan mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat mencegah bencana serupa di masa depan.

    “Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

    Sebagai langkah jangka panjang, Saan merekomendasikan relokasi bagi warga yang tinggal di area rawan longsor, terutama di bawah tebing-tebing curam.

    “Cuaca ekstrem saat ini membuat mereka lebih baik menghindari tempat tinggal yang berisiko longsor,” kata Saan.

    Ia menegaskan, perhatian serius terhadap tata kelola lingkungan dan penanganan bencana harus menjadi prioritas bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

  • Banjir Bandang di Nigeria Tewaskan 150 Orang Lebih

    Banjir Bandang di Nigeria Tewaskan 150 Orang Lebih

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Mokwa, sebuah kota di negara bagian Niger, Nigeria bagian tengah, meningkat menjadi 151 orang.

    Demikian data terbaru dari otoritas setempat pada Sabtu (31/5/2025) seperti disampaikan oleh Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Niger (NSEMA) Ibrahim Hussaini

    “Jumlah korban meninggal saat ini mencapai 151 orang. Sebanyak 3.018 orang mengungsi, 503 rumah tangga dan 265 rumah terdampak. Tiga komunitas tersapu banjir bandang,” ungkap Hussaini.

    Banjir bandang ini terjadi Kamis (29/5/2025) waktu setempat setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/5/2025) malam.

    Baca: Banjir bandang makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Banjir bandang itu menyebabkan kehancuran luas termasuk menyapu rumah warga dan sarana umum, termasuk jalan, dan dua jembatan.

    Mokwa dikenal sebagai jalur perdagangan penting yang menghubungkan para pelaku usaha dari wilayah selatan dengan produsen pertanian di utara Nigeria.

    Dampak banjir bandang di wilayah tersebut tidak hanya menimbulkan krisis kemanusiaan, tetapi juga gangguan ekonomi yang signifikan.

    Sebagai respons atas bencana itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nigeria (NEMA) menggelar pertemuan para pemangku kepentingan pada Jumat (30/5/2025) di negara bagian Niger.

    Baca: Perubahan iklim turut mempengaruhi kebakaran hebat di Los Angeles

    Program penanggulangan bencana bertema “Memperkuat Ketahanan, Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Respons” ini bertujuan menyusun strategi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang berulang setiap tahun.

    Presiden Nigeria Bola Tinubu telah memerintahkan NEMA dan aparat keamanan untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak, seraya menegaskan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap bencana ini.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Banjir Bandang di Texas Amerika Serikat Tewaskan Lebih dari 80 Orang

    Banjir Bandang di Texas Amerika Serikat Tewaskan Lebih dari 80 Orang

     

    7cloud.asia – Banjir bandang yang melanda Texas, Amerika Serikat pada Kamis dan Jumat (3-4/7/2025) telah menewaskan 80an orang. Demikian kata pejabat berwenang pada Minggu (6/7/2025) waktu setempat.

    Sementara pencarian puluhan orang yang hilang masih terus dilakukan. Korban jiwa terbanyak tercatat di Kerr County, di mana 59 orang dilaporkan meninggal.

    “Hingga pukul 9 pagi ini, kami mencatat 59 korban tewas di Kerr County,” kata sheriff setempat, Larry L. Leitha, kepada pers.

    Dia mengatakan bahwa 38 korban tewas adalah orang dewasa dan 21 lainnya adalah anak-anak.

    Sebanyak 18 orang dewasa dan empat anak-anak yang akibat bencana itu belum dapat diidentifikasi, kata Leitha.

    Baca: Banjir bandang di Nigeria tewaskan lebih dari 150 orang

    Selain itu, 11 peserta kemah di Camp Mystic — perkemahan musim panas bagi anak perempuan — masih dinyatakan hilang bersama seorang pembina.

    Leitha mengatakan lebih dari 400 petugas dikerahkan dalam operasi pencarian. Mereka menggunakan puluhan anjing pelacak K9 dan lebih dari 100 kendaraan darat, air, dan udara.

    Manajer Kota Kerrville, Dalton Rice, mengimbau warga untuk tidak menerbangkan drone pribadi.

    “Saat ini mulai terlihat drone-drone pribadi terbang… Ini membahayakan pesawat dan bisa mengganggu operasi penyelamatan,” katanya.

    Selain di Kerr County, delapan korban jiwa lainnya dilaporkan dari berbagai wilayah di Texas: empat orang di Travis County, tiga orang di Burnet County, dan satu orang lainnya di Kendall County.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir bandang makin sering terjadi

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (6/7/2025) menandatangani deklarasi bencana besar bagi Kerr County guna memastikan para petugas penyelamat mendapatkan bantuan secepatnya.

    Deklarasi itu memungkinkan pemerintah federal memberikan bantuan kepada warga dan infrastruktur publik terdampak.

    Di platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa para penjaga pantai dan penyelamat di negara bagian itu “telah menyelamatkan lebih dari 850 jiwa.”

    Bencana tersebut terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari akibat hujan deras yang membuat Sungai Guadalupe meluap.

    Ketinggian air sungai itu mencapai lebih dari 11,8 meter, yang melampaui rekor banjir terbesar kedua di Texas sejak 1987.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Status Darurat di New York, AS untuk Antisipasi Banjir Bandang

    Status Darurat di New York, AS untuk Antisipasi Banjir Bandang

    7cloud.asia – Gubernur New York, Kathy Hochul, Kamis (31/7/2025) mengumumkan status darurat untuk Kota New York dan sejumlah wilayah sekitarnya menyusul hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir bandang secara luas.

    “Saya mengimbau seluruh warga New York untuk tetap waspada, terus mengikuti informasi terbaru, dan berhati-hati karena kita menghadapi hujan deras dengan potensi banjir bandang,” ujar Hochul dalam pernyataannya.

    Pemerintah negara bagian New York menyatakan bahwa persediaan dan perlengkapan tanggap darurat telah disiapkan dan siap dikerahkan sesuai kebutuhan.

    Baca: Bencana alam makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Sejumlah wilayah yang berada dalam status darurat meliputi: Bronx, Delaware, Dutchess, Kings, Nassau, New York, Orange, Putnam, Queens, Richmond, Rockland, Suffolk, Sullivan, Ulster, Westchester, dan wilayah sekitarnya.

    Pegawai negara bagian yang tidak memiliki tugas penting di wilayah terdampak telah dipulangkan lebih awal.

    Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan mobil-mobil terendam banjir di Clearview Expressway, Queens, yang menggambarkan parahnya kondisi badai.

    Baca: Banjir bandang di Texas tewaskan puluhan orang

    Menurut laporan CBS News, banjir bandang, keterlambatan transportasi umum, dan gangguan pada layanan kereta bawah tanah dimungkinkan terjadi, dengan intensitas hujan diperkirakan mencapai dua inci per jam.

    Sebelumnya, banjir bandang yang melanda Texas beberapa waktu lalu telah mengakibatkan lebih 100 orang meninggal. Kerusakan parah yang ditimbulkannya membuat pemerintah federal turun tangan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hujan Monsun Picu Banjir Bandang di Pakistan, Lebih dari 350 Orang Tewas

    Hujan Monsun Picu Banjir Bandang di Pakistan, Lebih dari 350 Orang Tewas

    7cloud.asia – Korban tewas bencana banjir bandang dan longsor akibat hujan monsun yang deras di Pakistan terus meningkat hingga 351 orang, demikian dilaporkan media Geo News pada Minggu (17/8/2025) mengutip otoritas setempat.

    Banjir bandang ini terjadi akibat hujan monsun yang biasa terjadi pada Juni hingga September setiap tahunnya.

    Hujan monsun sering menyebabkan kerusakan di Asia Selatan, termasuk Pakistan. Namun, perubahan iklim telah mengakibatkan intensitas hujan monsun meningkat dan membuatnya semakin tak bisa diprediksi dalam beberapa tahun terakhir.

    Otoritas penanganan bencana nasional Pakistan juga telah memberi peringatan bahwa hujan monsun kemungkinan masih akan terjadi hingga 10 September mendatang.

    Dilansir Anadolu, korban meninggal terbanyak tercatat di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yakni sebanyak 328 orang, sementara 12 orang tewas di Gilgit-Baltistan dan 11 lainnya meninggal di Azad Jammu dan Kashmir.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Otoritas Pakistan mengkhawatirkan jumlah korban tewas meningkat di tengah operasi penyelamatan di daerah-daerah yang terdampak paling parah. Rumah-rumah, pertokoan, dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana.

    Sementara, pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa menyatakan keadaan darurat di semua wilayah yang terdampak banjir di tengah berlanjutnya operasi pencarian korban hilang dan meningkatnya jumlah korban tewas.

    Otoritas penanganan bencana provinsi tersebut melaporkan sembilan wilayah yang terdampak banjir yaitu Swat, Battagram, Bajaur, Buner, Dir Lower, Dir Upper, Mansehra, Torghar dan Shangla.

    Sejauh ini, 209 orang dilaporkan tewas di Buner, di samping 134 korban yang hilang dan 159 cedera. Operasi penyelamatan di wilayah tersebut dilakukan oleh tiga batalyon angkatan darat beserta 300 relawan pertahanan sipil.

    Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim

    Otoritas setempat turut menyediakan pangan, tenda-tenda, dan selimut bagi korban di pengungsian.

    Kepala daerah Khyber Pakhtunkhwa Ali Amin Gadaput telah mengunjungi zona terdampak bencana di Buner dan kemudian memimpin rapat penanganan bencana.

    Para pejabat wilayah setempat melaporkan bahwa sudah lebih dari 3.500 orang berhasil diselamatkan. Ia memuji kinerja semua pihak yang terlibat dan memberi jaminan bahwa pemerintah tidak akan meluputkan satu orang pun dalam rehabilitasi para korban.

    Khyber Pakhtunkhwa mengumumkan masa berkabung pada Sabtu (16/8/2025) kemarin sebagai tanda belasungkawa atas jatuhnya korban banjir bandang dan longsor di provinsi Pakistan itu.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu