7cloud.asia – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Mokwa, sebuah kota di negara bagian Niger, Nigeria bagian tengah, meningkat menjadi 151 orang.
Demikian data terbaru dari otoritas setempat pada Sabtu (31/5/2025) seperti disampaikan oleh Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Niger (NSEMA) Ibrahim Hussaini
“Jumlah korban meninggal saat ini mencapai 151 orang. Sebanyak 3.018 orang mengungsi, 503 rumah tangga dan 265 rumah terdampak. Tiga komunitas tersapu banjir bandang,” ungkap Hussaini.
Banjir bandang ini terjadi Kamis (29/5/2025) waktu setempat setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/5/2025) malam.
Baca: Banjir bandang makin sering terjadi akibat perubahan iklim
Banjir bandang itu menyebabkan kehancuran luas termasuk menyapu rumah warga dan sarana umum, termasuk jalan, dan dua jembatan.
Mokwa dikenal sebagai jalur perdagangan penting yang menghubungkan para pelaku usaha dari wilayah selatan dengan produsen pertanian di utara Nigeria.
Dampak banjir bandang di wilayah tersebut tidak hanya menimbulkan krisis kemanusiaan, tetapi juga gangguan ekonomi yang signifikan.
Sebagai respons atas bencana itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nigeria (NEMA) menggelar pertemuan para pemangku kepentingan pada Jumat (30/5/2025) di negara bagian Niger.
Baca: Perubahan iklim turut mempengaruhi kebakaran hebat di Los Angeles
Program penanggulangan bencana bertema “Memperkuat Ketahanan, Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Respons” ini bertujuan menyusun strategi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang berulang setiap tahun.
Presiden Nigeria Bola Tinubu telah memerintahkan NEMA dan aparat keamanan untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak, seraya menegaskan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap bencana ini.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Leave a Reply