Tag: donald trump

  • Di Bawah Donald Trump, Amerika Serikat Tak Lagi Fokus Pada Penanganan Perubahan Iklim

    Di Bawah Donald Trump, Amerika Serikat Tak Lagi Fokus Pada Penanganan Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Menanggulangi perubahan iklim menjadi fokus mantan Presiden Joe Biden, tetapi di bawah Donald Trump, Amerika Serikat bergerak ke arah yang berbeda.

    “Hari ini saya juga akan mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Kami akan (terus) mengebor, sayang, mengebor (minyak),” kata Donald rump.

    Ketika seorang presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, ia memiliki lebih banyak kewenangan eksekutif untuk menyelesaikan berbagai hal, termasuk mencabut regulasi industri untuk mengebor minyak dan gas.

    Pada hari Jumat (24/1/2025) Trump menambahkan faktor geopolitik, dengan mengatakan bahwa menurunkan harga minyak adalah kunci untuk mengakhiri perang di Ukraina.

    “OPEC harus segera bertindak dan menurunkan harga minyak sehingga perang itu akan segera berakhir,” imbuh Trump.

    Para analis merasa skeptis bahwa tuntutan dan kebijakan Trump tersebut akan berdampak signifikan pada harga minyak.

    Baca: Perubahan Iklim Mempengaruhi Kebakaran Hebat di Los Angeles

    Guru besar di Universitas Cornell, Sheila Olmstead, yang berbicara dengan VOA melalui Skype. “Anda harus memikirkan hal-hal seperti pasokan minyak yang didorong oleh permintaan internasional dan hal-hal lain yang akan sangat berbeda dari berbagai jenis kebijakan yang mungkin dipikirkan oleh Presiden Trump,”

    Menurutnya, hal ini di antaranya dapat memengaruhi eksplorasi dan ekstraksi minyak dan gas.

    Analis mengatakan harga minyak yang rendah juga akan merugikan para donor Trump, yaitu industri bahan bakar fosil Amerika.

    Para pendukung energi terbarukan menunjukkan bahwa produksi minyak dan gas AS sudah mencapai puncaknya.

    Heather O’Neill adalah presiden dan CEO Advanced Energy United, sebuah lembaga nirlaba di Washington, DC. Ia berbicara dengan VOA melalui Zoom. “Jadi, jika ini adalah keadaan darurat, mengapa kita tidak mencari semua sumber daya yang tersedia, khususnya yang menunjukkan nilai riil pada jaringan listrik? Mengapa kita tidak memanfaatkan semua sumberdaya yang kita miliki?,” tanyanya.

    Donald Trump, telah berulang kali menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan belaka” dan ingin menghentikan upaya untuk meningkatkan kendaraan listrik di AS.

    Baca: Tanpa Pengurangan Bahan Bakar Fosil Pemanasan Global Bisa Capai 3,1°C pada 2100

    Donald Trump antaralain akan mencabut keringanan pajak untuk pembelian dan manufaktur kendaraan listrik yang disahkan oleh Kongres selama masa jabatan Biden.

    “Kami akan mencabut mandat kendaraan listrik, menyelamatkan industri otomotif kami dan menepati janji suci saya kepada para pekerja otomotif Amerika yang hebat,” tandas Trump.

    Namun, ia akan membutuhkan persetujuan Kongres untuk langkah tersebut.

    Analis mengatakan hal itu kontraproduktif dengan tujuan yang dinyatakan oleh Trump sendiri untuk bersaing dengan China, yang sudah menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.

    Berbicara dengan VOA, Jun Chen, profesor di Universitas Oakland, mengatakan, “Ada konsensus di kalangan akademisi bahwa kendaraan listrik adalah jalan keluar. Kendaraan listrik adalah jalan keluar untuk mengatasi masalah lingkungan kita. Tidak ada jalan mundur dalam pengembangan kendaraan listrik.”

    Tindakan Trump pada hari pelantikan juga mencakup perintah untuk menarik AS dari komitmen iklim internasional.

    “Hal berikutnya, Bapak Presiden, adalah surat yang akan dikirimkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjelaskan bahwa kami menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris.”

    AS saat ini memproduksi lebih banyak minyak dan gas daripada negara mana pun dalam sejarah.

    Sementara itu, meskipun mempertahankan sebagian besar produksi bahan bakar fosilnya, China adalah produsen panel surya dan turbin angin terkemuka di dunia. Negara itu juga merupakan pencemar iklim terbesar di planet Bumi.

  • Rencana Donald Trump Mengambil Alih Gaza Menuai Penolakan

    Rencana Donald Trump Mengambil Alih Gaza Menuai Penolakan

    7cloud.asia – Proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk “mengambil alih” Gaza dan memindahkan secara paksa warga Palestina dari Jalur Gaza menuai reaksi keras dari sejumlah negara.

    China yang selama ini mendukung dua negara Palestina dan Israel yang merdeka menentang “pemindahan paksa” warga Palestina dari Jalur Gaza.

    “China selalu menyatakan bahwa pemerintahan Palestina atas warga Palestina adalah prinsip dasar pemerintahan Gaza pascaperang,” tegas pemerintah Presiden Xi Jinping, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian, Rabu (5/2/2025).

    “Kami menentang pemindahan paksa penduduk Gaza,” tambahnya.

    Kelompok Hamas juga menolak tegas usulan Donald Trump untuk ‘mengambil alih’ Gaza, dan menggambarkan pernyataannya itu “tidak bertanggung jawab.”

    Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan ucapan Trump “menyerang rakyat dan tujuan kami, dan tidak akan memberikan manfaat bagi stabilitas di kawasan tersebut.”

    Dilansir Anadolu, Hamas menekankan bahwa mereka tidak akan mengizinkan negara manapun untuk menduduki tanah mereka atau memaksakan perwalian pada rakyat Palestina.

    Untuk itu Hamas mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera bertemu membahas “pernyataan berbahaya” Trump, dan mengambil posisi tegas dan bersejarah yang melindungi hak-hak nasional rakyat Palestina.

    Sebelumnya, Izzat Al-Rishq, anggota biro politik gerakan Hamas, mengatakan pernyataan Trump tersebut mencerminkan “kebingungan dan ketidaktahuan yang mendalam tentang perjuangan Palestina dan kawasan secara keseluruhan.”

    “Gaza bukan hanya wilayah biasa bagi suatu negara untuk menentukan nasibnya, Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanah Palestina,” ujar Al-Rishq.

    Ia menegaskan bahwa “resolusi apa pun harus didasarkan pada penghentian pendudukan dan pemenuhan hak-hak nasional yang sah dari rakyat kita, bukan pada logika kekuasaan, dominasi, atau pola pikir pedagang real estat.”

    Pemimpin Hamas itu menambahkan bahwa pernyataan Trump menunjukkan keberpihakan penuh AS terhadap pendudukan Israel dan agresi yang terus dilakukannya terhadap rakyat kami dan hak-hak mereka.”

    Donald Trump menegaskan rencananya untuk memaksa warga Palestina keluar dari Gaza, saat ia menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada hari Selasa (4/2/2025).

    “Saya kira mereka [warga Palestina di Gaza.red] harus mendapatkan sebidang tanah yang bagus, baru, indah, dan kita mendapatkan orang-orang yang dapat mengumpulkan dan untuk membangun Gaza, menjadikannya indah, dapat dihuni dan dapat dinikmati, menjadikannya sebagai rumah,” ujar Trump saat berbicara dengan wartawan menjelang pertemuannya dengan Netanyahu.

    Dengan menyebut Gaza sebagai “wilayah yang hancur,” Trump menggambarkan rencananya ini sebagai “alternatif” yang lebih disukai oleh penduduk di wilayah yang dilanda perang itu.

    “Saat ini mereka tidak punya pilihan. Apa yang akan mereka lakukan? Mereka ingin kembali ke Gaza. Tapi apa itu Gaza? Tidak ada satu bangunan pun yang masih berdiri di sana,” ujar Trump dilansir VOA Indonesia.

    Beberapa hari terakhir ini ratusan ribu warga Palestina di bagian selatan Gaza sudah bergerak ke utara menuju rumah-rumah mereka setelah Israel mengizinkan mereka kembali sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.

  • Kebijakan Tarif Donald Trump Dinilai Bakal Menekan Nilai Rupiah

    Kebijakan Tarif Donald Trump Dinilai Bakal Menekan Nilai Rupiah

    7cloud.asia – Kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dinilai akan memberi tekanan pada nilai Rupiah.

    Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, dilansir Antaranews.com menilai kurs Rupiah akan mengalami tekanan berat akibat penerapan tarif impor sebesar 32 persen yang diterapkan Donald Trump.

    “Indonesia (mendapatkan tarif) 32 persen. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” kata Lukman dikutip Antaranewss.com, Kamis (3/4/2025).

    Pada Rabu (2/4/2025), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS sebagai upaya untuk memangkas defisit perdagangan global.

    Baca: Konsumsi Lebaran jadi indikasi kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja

    Dalam pernyataannya pekan lalu, Donald Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk semua mobil yang dibuat di luar AS, akan berlaku sesuai rencana pada Kamis.

    Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini, besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi Bank Indonesia.

    ”Indeks dolar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” ujar Lukman.

    Berdasarkan sentimen tersebut, Lukman memperkirakan kurs rupiah pada hari ini berkisar Rp16.600 sampai dengan Rp16.900 per dolar AS.

    Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta melemah sebesar 59 poin atau 0,36 persen menjadi Rp16.772 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.713 per dolar AS.

    Baca: Turunnya kelas menengah jadi alarm ekonomi nasional

     

  • Amerika Serikat Tangguhkan Penerapan Tambahan Tarif Impor, Kecuali untuk China

    Amerika Serikat Tangguhkan Penerapan Tambahan Tarif Impor, Kecuali untuk China

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menangguhkan kenaikan tarif impor selama 90 hari untuk puluhan negara, termasuk Indonesia.

    Namun, penundaan ini tidak berlaku untuk China yang mereka anggap menantang kebijakan AS. Merujuk data yang dirilis Gedung Putih, Rabu (9/4/2025), persentase tarif timbal balik untuk seluruh negara diturunkan ke angka 10 persen, terhitung per 5 April lalu.

    Bersamaan dengan pemberlakuan persentase terbaru ini selama 90 hari ke depan, AS akan bernegosiasi dengan sejumlah negara.

    Penundaan dan penurunan tarif sementara ke angka 10 persen ini tak berlaku untuk China. Trump justru menaikkan tarif resiprokal untuk China dari 34 persen ke 125 persen.

    Alasannya, klaim otoritas Gedung Putih, adalah sikap “tidak hormat” pemerintah China yang membalas kebijakan Trump dengan menaikkan tarif hingga 84 persen pada komoditas AS yang masuk ke China.

    Baca: Puluhan negara negosiasikan kebijakan tarif impor AS

    Donald Trump tidak menyebutkan syarat lapangan kerja untuk visa jenis baru: “Itu untuk orang-orang yang punya uang,” katanya.

    Penurunan tarif ke angka 10 persen juga tidak berlaku untuk negara-negara yang dianggap Trump sebagai “penentang terburuk”. Trump menuduh negara-negara ini menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil dengan AS.

    Negara yang masuk kategori itu antara lain 27 negara anggota Uni Eropa, Vietnam, dan Afrika Selatan. Tarif resiprokal yang diterapkan Trump kepada negara kategori ini berkisar antara 11 persen hingga lebih dari 100 persen.

    Pejabat di kantor Perdana Menteri Inggris menilai “perang dagang tidak akan menguntungkan siapa pun”.

    Merujuk penangguhan kebijakan tarif resiprokal, seorang narasumber berkata kepada BBC bahwa “sikap tenang dapat membuahkan hasil”.

    Baca: Kebijakan tarif impor AS jadi alarm bagi ekonomi nasional

    Saat mengumumkan rencana terbarunya di platform media sosial Truth Social, Trump menyebut penangguhan tarif selama 90 hari hanya berlaku bagi negara-negara yang tidak membalas kebijakannya.

    Di sisi lain, kata Trump, tarif tambahan untuk China akan segera dia terapkan.

    “Pada suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari di mana mereka mengelabui AS dan negara-negara lain tidak dapat lagi dilakukan atau diterima begitu saja,” tulis Trump.

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuat klaim bahwa perubahan kebijakan tarif tidak dipengaruhi oleh kejatuhan pasar global. Namun politikus senior Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyebut penangguhan tarif baru memperlihatkan posisi Trump yang “terhuyung-huyung”.

    Aksi jual saham yang masif memicu kerugian triliunan dolar di seluruh dunia. Di AS, muncul pula kekhawatiran tentang kenaikan harga berbagai komoditas dan potensi terjadinya resesi.

    Baca: Turunnya kelompok menengah jadi alarm bagi ekonomi nasional

    Rabu kemarin, sebelum Gedung Putih mempublikasikan keputusan menunda kebijakan tarif resiprokal, suku bunga utang AS melonjak menjadi 4,5%, yang tertinggi sejak Februari 2025.

    Ketika penangguhan diumumkan, berbagai saham di AS meroket. S&P 500 melonjak 7 prsen dalam perdagangan Rabu sore sebelum naik ke 9,5 persen ketika perdagangan ditutup. Sementara itu Dow Jones juga melonjak ke angka 7,8 persen.

    Berbicara di luar Gedung Putih, Rabu kemarin, Trump berkata bahwa dia harus mengubah kebijakan tarif resiprokal karena “banyak orang menjadi bergairah”.

    “Saya melakukan jeda 90 hari untuk orang-orang yang tidak membalas karena saya memberi tahu mereka ‘jika Anda membalas, kami akan menggandakannya’,” kata Trump.

    “Dan itulah yang saya lakukan terhadap China,” ujarnya.

    Trump berkata, “semuanya akan berjalan dengan luar biasa.”

    Presiden China Xi Jinping, menurut Trump, pada suatu titik “ingin mencapai kesepakatan dengan AS”.

  • Lindungi Industri Film AS yang Sedang Sekarat, Donald Trump Kenakan Tarif 100 Persen untuk Film Produksi Luar Negeri

    Lindungi Industri Film AS yang Sedang Sekarat, Donald Trump Kenakan Tarif 100 Persen untuk Film Produksi Luar Negeri

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan industri film di Amerika saat ini sedang sekarat “dengan sangat cepat.”

    Lesunya industri film AS ini, menurut Donald Trump, terjadi akibat maraknya insentif produksi dari negara-negara lain yang berhasil menarik rumah produksi keluar dari AS.

    “Negara-negara lain menawarkan berbagai insentif untuk menarik pembuat film dan studio kami agar pindah dari Amerika Serikat,” ujar Donald Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

    Ia menekankan bahwa Hollywood dan banyak wilayah lain di AS tengah “dihancurkan,” dan menyebut hal itu sebagai “upaya sistematis dari negara lain” yang menurutnya merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.

    Baca: Amerika Serikat tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    “Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyangkut pesan dan propaganda,” tegas Donald Trump.

    Donald Trump pada Minggu (4/5/2025) waktu setempat mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh film yang diproduksi di luar negeri.

    “Saya memberi wewenang kepada Departemen Perdagangan dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat untuk segera memulai proses penerapan tarif 100 persen atas semua film yang masuk ke negara kami dan diproduksi di luar negeri,” ujar Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

    Donald Trump memerintahkan Departemen Perdagangan, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat, untuk segera memulai proses pemberlakuan tarif tersebut.

    Baca: Donald Trump akan tutup puluhan kedutaan dan konsulat AS

    Rencana Trump ini lanagsung direspon sejumlah negara. Australia dan Selandia Baru menyatakan akan melindungi industri film masing-masing.

    Dilaporkan The Sydney Morning Herald, Menteri Seni Australia Tony Burke menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menganggap enteng rencana Trump tersebut.

    Burke mengatakan, pihaknya akan melindungi pekerja film dan industri film di negerinya.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Tolak Menjadi Negara Bagian ke-51 AS, PM Mark Carney Nyatakan Kanada Tidak Dijual

    Tolak Menjadi Negara Bagian ke-51 AS, PM Mark Carney Nyatakan Kanada Tidak Dijual

    7cloud.asia – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney dengan tegas menolak pinangan Donald Trump untuk menjadikan Kanada sebagai “negara bagian ke-51” Amerika Serikat saat bertemu di Gedung Putih Selasa (6/5/2025) waktu setempat.

    Dengan tegas Carney mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa ‘Kanada tidak untuk dijual’,

    Sikap Carney bertentangan dengan Trump, yang telah mengatakan berulang kali bahwa ia ingin mencaplok Kanada dan menjadikannya negara bagian ke-51.

    Kedaulatan Kanada menjadi salah satu isu yang dibahas ketika Carney mengunjungi Gedung Putih, yang menjadi pertemuan membahas pertahanan, perdagangan, pajak dan lainnya sambil menghindari sikap permusuhan.

    Baca: Donald Trump tutup puluhan kedutaan dan konsulat AS

    Keduanya menunjukkan sikap berteman, seperti ketika Carney mengatakan kepada Trump bahwa “beberapa tempat tidak pernah dijual.”

    Namun dibalas Trump dengan kalimat “jangan pernah berkata tidak.”

    Donald Trump kemudian secara langsung menolak permintaan Carney untuk mencabut tarif untuk produk Kanada, menegaskan kembali posisinya bahwa Kanada tidak memiliki apa pun yang diinginkan AS.

    Sementara Trump menolak permintaan untuk mengenakan tarif, Carney mengatakan pembaruan CUSMA yang akan datang (perjanjian perdagangan Kanada-AS-Meksiko) akan menjadi “dasar untuk negosiasi yang lebih luas.”

    Baca: Negara-negara Arab tolak usulan Donald Trump untuk ambil alih Gaza

    “Saya pikir kami menetapkan dasar yang baik hari ini,” kata Carney pada konferensi pers dari kedutaan Kanada setelah pertemuannya dengan Trump.

    “Sungguh, hari ini menandai akhir dari dimulainya proses Amerika Serikat dan Kanada mendefinisikan kembali hubungan itu. Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan bekerja sama di masa depan.”

    Carney memenangkan pemilihan federal pada akhir April dengan salah satu deklarasi kampanye utamanya adalah bahwa ia adalah pemimpin terbaik untuk berurusan dengan Trump yang tidak stabil.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Mahkamah Perdagangan Internasional AS Batalkan Kebijakan Tarif Impor yang Diterapkan Donald Trump

    Mahkamah Perdagangan Internasional AS Batalkan Kebijakan Tarif Impor yang Diterapkan Donald Trump

    7cloud.asia – Mahkamah Perdagangan Internasional Amerika Serikat, pada Rabu (28/5/2025) waktu setempat, memblokir penerapan tarif impor menyeluruh yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

    Mahkamah Perdagangan Internasional AS menemukan Donald Trump telah melampaui wewenang ketika memberlakukan bea masuk atau tarif impor besar-besaran terhadap negara mitra dagang.

    Dalam pernyataannya, Mahkamah tersebut menyebut Kongres memiliki kewenangan eksklusif untuk mengatur perdagangan dengan negara asing berdasarkan Konstitusi AS.

    Selain itu, menurut putusan Mahkamah, kewenangan tersebut tidak dapat digantikan oleh deklarasi darurat nasional presiden untuk membenarkan kebijakan tarif yang diberlakukan secara menyeluruh.

    Baca: Amerika Serikat tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    Pengadilan mengeluarkan putusan permanen atas semua kebijakan tarif menyeluruh yang dikeluarkan oleh Donald Trump sejak menjabat pada Januari 2025.

    Pengadilan juga telah memerintahkan pemerintahan Trump untuk mengeluarkan kebijakan baru yang mencerminkan keputusan tersebut dalam waktu 10 hari.

    Tarif impor AS yang diblokir oleh pengadilan termasuk tarif yang diberlakukan bulan lalu terhadap hampir semua mitra dagang Amerika dan pungutan sebelumnya yang dikenakan kepada Kanada, China, dan Meksiko.

    Pemerintahan Trump diketahui telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

    Baca: Puluhan negara negosiasikan kebijakan tarif impor AS

    Pada April lalu, Trump memberlakukan tarif yang disebutnya “resiprokal” terhadap negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan AS, serta tarif dasar sebesar 10 persen pada hampir semua negara.

    Namun, ia kemudian menangguhkan penerapan tarif resiprokal spesifik negara selama 90 hari.

    Pada Februari, Trump juga memberlakukan tarif terhadap Kanada, Meksiko, dan China, dengan alasan langkah itu diperlukan untuk menghentikan arus imigran ilegal dan perdagangan narkoba melintasi perbatasan AS.

    Setelah putusan pengadilan tersebut, pasar global, termasuk saham Tokyo, menguat karena keputusan tersebut meredakan kekhawatiran atas dampak tarif AS terhadap perekonomian dunia.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo

  • Donald Trump: Kesepakatan Dagang antara AS dan China Sudah Selesai Dirundingkan

    Donald Trump: Kesepakatan Dagang antara AS dan China Sudah Selesai Dirundingkan

    7cloud.asia – Presiden Donald Trump mengatakan, kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China “sudah selesai” dirundingkan dan tinggal menunggu persetujuan akhir dari presiden kedua negara.

    Donald Trump, dalam unggahan di platform Truth Social, pada Rabu (11/6/2025) waktu setempat mengatakan bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 55 persen, sementara China dikenakan tarif sebesar 10 persen.

    “China akan memasok magnet penuh dan logam tanah jarang yang dibutuhkan, di muka,” kata Trump.

    Baca: Tarif impor Donald Trump dibatalkan Mahkamah Perdagangan Internasional AS

    Dia menambahkan bahwa AS akan memenuhi kesepakatan yang menjadi bagiannya, termasuk mengizinkan mahasiswa asal China untuk tetap belajar di universitas-universitas di Amerika.

    “Hubungan (AS dan China) sangat baik!” kata Trump menambahkan.

    Dia menegaskan bahwa dirinya dan Presiden China Xi Jinping akan bekerja sama erat untuk membuka pasar China bagi produk AS.

    “Ini akan menjadi KEMENANGAN besar bagi kedua negara!” kata Trump.

    Baca: AS tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    Pertemuan antara pejabat tinggi AS dan China digelar pekan ini di London, Inggris untuk membahas tarif dagang.

    Pada April lalu, AS mulai menerapkan tarif impor yang sangat besar terhadap produk-produk yang diimpor dari China.

    Namun, sebulan kemudian tepatnya pada Mei, kedua negara sepakat untuk mencabut sebagian besar tarif selama 90 hari.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Donald Trump Disebut Tak Akan Melanjutkan Serangan ke Iran

    Donald Trump Disebut Tak Akan Melanjutkan Serangan ke Iran

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ingin melanjutkan serangan terhadap Iran dan berniat mengupayakan kesepakatan damai dengan Tehran setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, Axios pada Minggu (22/6/2025) melaporkan bahwa Trump menghubungi perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan.

    Trump dilaporkan memberitahu Netanyahu hasil serangan dan menyatakan bahwa tujuan berikutnya adalah mengejar kesepakatan damai dengan Iran.

    “Presiden tidak ingin melanjutkan serangan. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tetapi ia sudah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa ia menginginkan perdamaian,” kata pejabat tersebut.

    Seorang pejabat Israel juga mengonfirmasi sikap Trump, “Amerika sudah menyampaikan dengan jelas bahwa mereka ingin mengakhiri putaran ini. Mereka tidak keberatan jika kami melanjutkan serangan, tapi untuk mereka, sudah cukup.”

    Baca: Keputusan Donald Trump serang Iran dinilai inkonstitusional

    Israel dilaporkan telah menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara Iran dalam waktu 48 jam sebelum serangan AS, atas permintaan Amerika, menurut pejabat Israel dan Amerika.

    Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa AS memberikan daftar sistem pertahanan Iran yang harus dilumpuhkan sebelum menyerang fasilitas nuklir Fordow.

    AS menyerang fasilitas nuklir Iran menggunakan enam bom penembus bunker (bunker-buster) yang dijatuhkan ke fasilitas Fordow dengan pesawat siluman B-2

    AS juga meluncurkan puluhan rudal jelajah dari kapal selam ke fasilitas di Natanz dan Isfahan.

    Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, mengatakan lebih dari 125 pesawat AS terlibat dalam misi tersebut, termasuk pesawat pengebom siluman, jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, dan pesawat pengintai.

    Baca: Pentagon enggan komentari serangan AS ke Iran

    Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran itu “sangat sukses”.

    Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv pecah sejak 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Iran merespons dengan serangan balasan.

    Pihak berwenang Israel melaporkan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan 430 orang meninggal dunia dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat serangan Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Donald Trump Akan Surati Ratusan Negara untuk Jelaskan Ketentuan Perdagangan Baru

    Donald Trump Akan Surati Ratusan Negara untuk Jelaskan Ketentuan Perdagangan Baru

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan mengirimkan surat ke sekitar 200 negara terkait persyaratan tarif baru dan ketentuan perdagangan, dalam waktu dekat.

    “Apa yang akan saya lakukan sebelum 9 (Juli) adalah mengirim surat ke semua negara ini,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan pada Minggu (29/6/2025).

    Sebelumnya Donald TrumpTrump telah menangguhkan tarif dagang tertentu untuk setiap negara, termasuk Uni Eropa, hingga 9 Juli 2025

    Donald Trump memberi sinyal bahwa surat-surat itu akan menetapkan ketentuan baru perdagangan di pasar AS.

    “Kami akan mengirim surat dan kami akan katakan: ‘Bagi kami ini adalah suatu kehormatan besar, dan ini yang harus Anda lakukan untuk berdagang di Amerika Serikat… Semoga Anda beruntung’,” kata dia.

    Baca: Donald Trump tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    Donald Trump juga mengungkapkan harapannya bahwa surat-surat tersebut dapat mengakhiri sengketa dagang dengan negara-negara lain.

    Dia mengindikasikan bahwa Amerika Serikat juga akan mengevaluasi defisit perdagangan dan menilai bagaimana negara-negara lain memperlakukan AS sebelum menetapkan syarat-syarat khusus.

    “Kami akan melihat bagaimana suatu negara memperlakukan kami. Apakah mereka baik? Apakah mereka tidak begitu baik. Untuk beberapa negara, kami tak peduli, kami hanya akan menetapkan tarif yang tinggi,” kata Trump.

    Pada Jumat (27/6/2025), Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahnya menghentikan negosiasi dengan Kanada terkait pajak layanan digital yang dikenakan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat.

    Baca: Puluhan negara negosiasikan kebijakan tarif impor Donald Trump

    Donald Trump membenarkan penangguhan itu selama wawancara dan menyebut kebijakan tersebut akan tetap diberlakukan “sampai mereka mencabut pajak tertentu.”

    Dia juga menuduh Kanada mengenakan tarif hingga 400 persen kepada petani Amerika dan menyebut negara itu “sangat sulit diajak kerja sama” dan “sangat keras.”

    “Ada hal-hal yang tidak kami sukai dan hal-hal di mana mereka mengambil keuntungan, dan mudah-mudahan kami akan baik-baik saja dengan Kanada,” kata Trump.

    Dia menegaskan kembali keinginan AS untuk menjadikan Kanada negara bagian ke-51 dengan mengatakan bahwa negara itu “bergantung sepenuhnya” pada Amerika.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu