Rencana Donald Trump Mengambil Alih Gaza Menuai Penolakan

Written by

in

7cloud.asia – Proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk “mengambil alih” Gaza dan memindahkan secara paksa warga Palestina dari Jalur Gaza menuai reaksi keras dari sejumlah negara.

China yang selama ini mendukung dua negara Palestina dan Israel yang merdeka menentang “pemindahan paksa” warga Palestina dari Jalur Gaza.

“China selalu menyatakan bahwa pemerintahan Palestina atas warga Palestina adalah prinsip dasar pemerintahan Gaza pascaperang,” tegas pemerintah Presiden Xi Jinping, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian, Rabu (5/2/2025).

“Kami menentang pemindahan paksa penduduk Gaza,” tambahnya.

Kelompok Hamas juga menolak tegas usulan Donald Trump untuk ‘mengambil alih’ Gaza, dan menggambarkan pernyataannya itu “tidak bertanggung jawab.”

Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan ucapan Trump “menyerang rakyat dan tujuan kami, dan tidak akan memberikan manfaat bagi stabilitas di kawasan tersebut.”

Dilansir Anadolu, Hamas menekankan bahwa mereka tidak akan mengizinkan negara manapun untuk menduduki tanah mereka atau memaksakan perwalian pada rakyat Palestina.

Untuk itu Hamas mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera bertemu membahas “pernyataan berbahaya” Trump, dan mengambil posisi tegas dan bersejarah yang melindungi hak-hak nasional rakyat Palestina.

Sebelumnya, Izzat Al-Rishq, anggota biro politik gerakan Hamas, mengatakan pernyataan Trump tersebut mencerminkan “kebingungan dan ketidaktahuan yang mendalam tentang perjuangan Palestina dan kawasan secara keseluruhan.”

“Gaza bukan hanya wilayah biasa bagi suatu negara untuk menentukan nasibnya, Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanah Palestina,” ujar Al-Rishq.

Ia menegaskan bahwa “resolusi apa pun harus didasarkan pada penghentian pendudukan dan pemenuhan hak-hak nasional yang sah dari rakyat kita, bukan pada logika kekuasaan, dominasi, atau pola pikir pedagang real estat.”

Pemimpin Hamas itu menambahkan bahwa pernyataan Trump menunjukkan keberpihakan penuh AS terhadap pendudukan Israel dan agresi yang terus dilakukannya terhadap rakyat kami dan hak-hak mereka.”

Donald Trump menegaskan rencananya untuk memaksa warga Palestina keluar dari Gaza, saat ia menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada hari Selasa (4/2/2025).

“Saya kira mereka [warga Palestina di Gaza.red] harus mendapatkan sebidang tanah yang bagus, baru, indah, dan kita mendapatkan orang-orang yang dapat mengumpulkan dan untuk membangun Gaza, menjadikannya indah, dapat dihuni dan dapat dinikmati, menjadikannya sebagai rumah,” ujar Trump saat berbicara dengan wartawan menjelang pertemuannya dengan Netanyahu.

Dengan menyebut Gaza sebagai “wilayah yang hancur,” Trump menggambarkan rencananya ini sebagai “alternatif” yang lebih disukai oleh penduduk di wilayah yang dilanda perang itu.

“Saat ini mereka tidak punya pilihan. Apa yang akan mereka lakukan? Mereka ingin kembali ke Gaza. Tapi apa itu Gaza? Tidak ada satu bangunan pun yang masih berdiri di sana,” ujar Trump dilansir VOA Indonesia.

Beberapa hari terakhir ini ratusan ribu warga Palestina di bagian selatan Gaza sudah bergerak ke utara menuju rumah-rumah mereka setelah Israel mengizinkan mereka kembali sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *