Tag: film

  • Potret Perundungan di Dunia Maya, Seperti Ini Karakter Tokoh di Film Budi Pekerti

    Potret Perundungan di Dunia Maya, Seperti Ini Karakter Tokoh di Film Budi Pekerti

    7cloud.asia – Bersamaan dengan peluncuran teaser poster film Budi Pekerti pada Jumat (4/8/2023) Wregas Bhanuteja juga memperkenalkan para pemain utama film Budi Pekerti yang hadir beserta karakternya masing-masing.

    Dalam penjelasannya Wregas mengatakan karakter dalam film Budi Pekerti ini dibangun dalam proses reading yang berlangsung selama hampir tiga bulan. 

    Wregas menjelaskan film Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani, seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, ia dan keluarganya mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Baca: Budi Pekerti mengungkap kedetilan Wregas sebagai pembuat film

    Budi Pekerti mengambil setting  kota Yogyakarta tempat Wregas lahir dan dibesarkan, sehingga sedikit banyak budaya Yogyakarta akan terpampang di film ini.

    Plot dan karakter para tokoh di film Budi Pekerti, dibangun saat proses reading yang berlangsung selama lebih tiga bulan. Dalam proses itulah, para pemeran turut memberikan masuk bagi karakter yang diperankannya. 

    Wregas mengatakan, Budi Pekerti yang akan diputar di layar bioskop akhir tahun 2023 akan banyak menyajikan akting wajah para pemainnya.

    “Lewat gesture, seperti sorot mata, tarikan alis, gerakan hidung cukup menggambarkan karakter tokoh-tokohnya,” terang Wregas dalam konferensi pers peluncuran teaser poster Film Budi Pekerti itu.

    Baca: Petualangan Sherina 2 segera diputar, janjikan sesuatu yang nostalgic tapi baru

    Adapun karakter di film Budi Pekerti yang akan menjalani world premiere di  Toronto International Film Festival ini antara lain adalah:

    Bu Prani, tokoh utama di Budi Pekerti diperankan oleh Sha Ine Febriyanti. Ia adalah guru pembimbing yang sering memberi hukuman pada siswa yang berbuat salah.

    Alih-alih hukuman fisik, hukuman yang diberikan Bu Prani di Budi Pekerti ini adalah hukuman yang disebut refleksi. 

    Muklas, putra bungsu Bu Prani yang berprofesi sebagai content creator. Muklas akan diperankan Angga Yunanda yang selama ini lebih dikenal sebagai soft boy.

    Baca: Daftar film produksi Miles Films

    Karakter selanjutnya adalah Tita, putri sulung Bu Prani yang diperankan oleh Prilly Latuconsina. Tita adalah musisi independen yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. 

    Aktor senior Dwi Sasono akan memerankan Didit, suami Bu Prani yang sedang menghadapi krisis karena kehilangan pekerjaan setelah bisnisnya ambruk terdampak Covid-19

    Selanjutnya ada Gora, mantan murid Bu Prani yang bekerja sebagai jurnalis di sebuah media online.  Gora adalah seorang videografer yang sangat ideologis dan filoosofis dalam berkarya.

    Ada juga Ari Lesmana yang memerankan Tunas, pemimpin redsksi di media tempat Gora bekerja. Berbeda dengan Gora, Tunas menjadikan keviralan sebagai ‘agama’ dalam kerja jurnalistiknya.

    Baca: Cerita Nicholas Saputra, antara film, gaya hidup dan lingkungan

    Wregas Bhanuteja yang menyutradarai sekaligus menulis naskah Budi Pekerti mengatakan, lewat fim ini ia ingin mengajak penonton merefleksikan tentang sikapnya di dunia maya.

     “Selain itu, saya ingin mendiskusikan bagaimana seharusnya kita menyikapi pendidikan agar membuat sesama manusia menjadi pribadi yang lebih baik.”

    Nantikan penayangan film Budi Pekerti di bioskop tanah air pada akhir tahun 2023 ini.

     

  • Film Budi Pekerti Diputar di TIFF, Wregas Bhanuteja Sekelas dengan Sutradara Oppenheimmer

    Film Budi Pekerti Diputar di TIFF, Wregas Bhanuteja Sekelas dengan Sutradara Oppenheimmer

     

     

    7cloud.asia – Kabar gembira disampaikan sutradara Wregas Bhanuteja di sela konferensi pers dan peluncuran teaser poster film Budi Pekerti, Jumat (4/8/2023) di Epicentrum Jakarta.

     

    Film Budi Pekerti yang merupakan film cerita panjang kedua Wregas Bhanuteja akan menjalani world premierenya di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 pada 7-17 September 2023 mendatang.

     

    Film Budi Pekerti yang bergenre drama ini ditulis dan disutradarai sendiri oleh Wregas Bhanuteja, dan diproduksi oleh Rekata Studio bekerja sama dengan Kaninga Pictures dan didukung oleh KG Media, Hwallywood, Momo Films, dan Masih Belajar. 

     

    Baca:  Budi Pekerti, film panjang kedua karya Wregas Bhanuteja

     

    Di Toronto International Film Festival (TIFF), film Budi Pekerti akan masuk dalam program Discovery program yang khusus memperkenalkan dan mengapresiasi karya pertama atau kedua dari para sutradara visioner.

     

    Beberapa pembuat film yang pernah masuk dalam program Discovery ini antara lain adalah sutradara Oppenheimer, Christopher Nolan;  sutradara The Killing of Sacred Deer Yorgos Lanthimos, sutradara The Worst Person in The World, Joachim Trier; dan sutradara The Exorcist, David Gordon Green.

     

    Wregas Bhanuteja memang layak disebut sebagai sutradara visioner. Karya-karyanya menjadi langganan festival film. Sebut Prenjak yang berhasil mencuri perhatian di Festival Film Channes 2016.

     

    Baca: Proses panjang membangun karakter para tokoh di film Budi Pekerti

     

    Sedangkan Penyalin Cahaya, film panjang pertama Wregas berhasil menyabet 11 Piala Citra di Festival Film Indonesia 2021.

     

    Tahun ini, program Discovery menampilkan 26 film dari 25 negara, termasuk film Budi Pekerti karya terbaru Wregas Bhanuteja yang diproduseri oleh Adi Ekatama, Ridla An-Nuur, Willawati, dan Nurita Anandia.

     

    Discovery di TIFF adalah salah satu program yang banyak melahirkan filmmaker besar di dunia saat ini. Untuk Budi Pekerti bisa terpilih masuk ke program Discovery di TIFF ini adalah suatu kebanggaan untuk saya pribadi,” tutur Adi Ekatama, produser.

     

    Baca:  Bakal tayang pada 28 September, ini bocoran cerita Petualangan Sherina 2 

     

    Adi berharap lewat film ini bisa membuat penonton film di sana semakin penasaran dan ingin menonton film-film Indonesia.

     

    “Harapan saya untuk Wregas juga semoga ia bisa mengikuti jejak kesuksesan filmmaker yang film pertama dan keduanya juga pernah terpilih di program Discovery TIFF ini.” ujarnya.

     

    Dua pemain film Budi Pekerti mengungkapkan kegembiraannya mendengar kabar dari Toronto International Film Festival.

     

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

     

    “Seneng banget pas tau film ini masuk dan akan world premiere di Toronto International Film Festival. Apalagi, ini kali pertama saya akan hadir festival film luar negeri,” ucap Angga Yunanda.

     

    Hal serupa diungkapkan Prilly Latuconsina yang mengaku memendam mimpi bisa kerja bareng Wregas Bhanuteja.

     

    “Terharu dan tentunya nggak sabar melihat respon penonton di sana pas nonton filmnya. Jujur aku deg-degan tapi semoga filmnya bisa diterima dengan baik,” lanjut Prilly Latuconsina.

     

    Baca:  Mengenal desain biofilik yang menyatukan alam dan lingkungan binaan

     

  • Transformasi Brutal Angga Yunanda di Film Budi Pekerti

    Transformasi Brutal Angga Yunanda di Film Budi Pekerti

    7cloud.asia – Sosok Muklas di film Budi Pekerti telah mencuri perhatian banyak orang. Tak terkecuali pada Angga Yunanda yang memerankannya.

    Angga Yunanda adalah aktor dan penyanyi Indonesia yang dikenal luas berkat perannya dalam serial Malu-Malu Kucing dan Mermaid in Love.

    Ia diajak sutradara Wregas Bhanuteja untuk memerankan Muklas, anak bungsu Bu Prani (tokoh utama film Budi Pekerti  yang diperankan Sha Ine Febriyanti) dan Pak Didit (Dwi Sasono).

    Baca: Seperti ini karakter di film Budi Pekerti

    Namun dalam film Budi Pekerti ini, kita akan menemukan Angga Yunanda yang sangat berbeda. 

    Angga Yunanda menyebut, sosok Muklas adalah transformasi brutal yang pernah dia lakukan. 

    “Muklas jadi transformasi brutal yang pernah gue lakukan,” ujarnya saat jumpa pers pengenalan karakter film Budi Pekerti di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Baca:  Film Budi Pekerti diputar di TIFF, Wregas sekelas dengan sutradara Oppenheimer

    Tapi sebenarnya, penggemar Angga Yunanda sudah bertanya-tanya sejak sosok Muklas sejak foto-fotonya tayang pertama kali di akun Instagram resmi film Budi Pekerti @filmbudipekerti.

    Muklas yang diperankan oleh Angga Yunanda ini berponi pirang, bertindik, dan bekerja sebagai influencer yang membuat dan menyebarkan konten tentang menjaga jiwa dan kesehatan mental.

    Lantas bagaimana seorang Angga Yunanda bertranformasi menjadi seorang Muklas yang sangat berbeda dengan peran-perannya di Malu-Malu Kucing?

    Baca: Film Budi Pekerti tunjukkan kedetilan Wregas Bhanuteja sebagai pembuat film

    Setelah menerima skenarionya pada bulan Mei 2022 lalu, Angga Yunanda mulai melakukan pendalaman karakter selama berbulan-bulan, termasuk mencari penampilan baru.

    “Menemukan penampilan baru adalah salah satu upaya untuk meninggalkan diri dan masuk ke dalam karakter di film,” tutur Angga.

    Hasilnya, tampilan Muklas yang di film Budi Pekerti ini berbeda dengan beragam karakter lain yang pernah diperankan Angga Yunanda sebelumnya, yakni rambut berwarna pirang hingga harus menaikkan berat badan hingga 10 kilogram.

    Baca: Bocoran cerita Petualangan Sherina 2

    Buat kamu yang penasaran, seperti apa akting Angga Yunanda sebagai Muklas, nantikan pemutaran Film Budi Pekerti yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir tahun 2023 ini.

    Sebelumnya, film Budi Pekerti akan tayang perdana di Toronto International Film Festival 2023 pada awal September 2023 mendatang.

    Film Budi Pekerti merupakan film panjang kedua Wregas Bhanuteja yang diproduksi oleh Rekata Studio dan Kaninga Pictures, serta didukung oleh KG Media, Masih Belajar Project, Hwallywood Academy of Media & Arts Singapore, dan Momo Film.

    Baca: Daftar film bermutu produksi Miles Films

     

  • 30 Judul Film Panjang lolos Seleksi Awal FFI 2023, Simak Daftarnya di Sini

    30 Judul Film Panjang lolos Seleksi Awal FFI 2023, Simak Daftarnya di Sini

    7cloud.asia – Hingga pendaftaran ditutup pada 31 Agustus 2023 lalu, setidaknya 742 karya, baik film cerita panjang, film pendek, film animasi, film dokumenter, dan kritik film telah diterima oleh Komite FFI 2023.

    Jumlah karya yang didaftarkan ke Komite FFI 2023 terdiri dari 75 film cerita panjang, 566 film non cerita panjang dengan rincian 336 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 89 film animasi pendek.

    Komite FF! 2023 juga menerima 22 judul film dokumenter panjang, dan 118 judul film dokumenter pendek, serta 101 judul kritik film untuk mengikuti festival tersebut.

    Jumlah film dan karya kritik yang mendaftar FFI 2023 ini meningkat lebih dari 50% dibanding tahun sebelumnya.

    Baca Juga: Potret Perundungan di Dunia Maya, Seperti Ini Karakter Tokoh di Film Budi Pekerti

    Rangkaian proses penjurian FFI 2023 akan dimulai Sabtu (2/9/2023) dari tahap
    rekomendasi asosiasi-asosiasi perfilman hingga tahap pemenang berdasarkan penilaian Dewan Juri Akhir.

    Semakin banyak film-film Indonesia yang lolos seleksi festival luar negeri, film-film yang menampilkan nilai dan budaya lokal, serta film-film yang dibuat oleh pembuat film dari daerah turut ambil bagian.

    “Semoga keragaman film yang lolos 30 besar seleksi awal FFI 2023 dapat memberi warna dan penanda capaian perfilman Indonesia yang semakin maju,” tutur Reza Rahadian, Ketua Komite FFI 2021-2023.

    Baca Juga: Mengenal Sosok Ulama Buya Hamka lewat Film

    Berdasarkan kriteria dan elemen penjurian, potensi nominasi, serta persyaratan administrasi, 30 film cerita panjang yang berhasil lolos Tahap Seleksi Awal FFI 2023 adalah:

    1. 24 Jam Bersama Gaspar,

    2. Ali Topan,

    3. Berbalas Kejam,

    4. Budi Pekerti,

    5. Buya Hamka Vol. 1, 

    6. Catatan Si Boy,

    7. Cek Toko Sebelah 2

    8. Cross The Line, 

    9. Dear David,

    10. Dear Jo: Almost is Never Enough,

    11. Detektif Jaga Jarak,

    12. Galang,

    13. Ganjil Genap,

    14. Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang,

    15. Kembang Api,

    16. Ketika Berhenti Di Sini,

    17. Like & Share,

    18. Onde Mande!,

    19. Orpa,

    20. Puisi Cinta Yang Membunuh,

    21. Qodrat,

    22. Qorin,

    23. Sara,

    24. Sewu Dino,

    25. Sleep Call,

    26. Sri Asih,

    27. Tegar,

    28. The Big 4,

    29. Waktu Maghrib, dan

    30. Women From Rote Island.

    Baca Juga: Selain Petualangan Sherina, Berikut Daftar Film Berkualitas Produksi Miles Films

    Garin Nugroho, Ketua Bidang Penjurian FFI 2023, juga menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme para pembuat film dan kritikus film tahun ini.

    Menurutnya, FFI adalah ajang yang menjaga kebersamaan para insan film Indonesia untuk saling membangun. Banyaknya peserta menunjukkan harapan para insan film Indonesia untuk terus berkarya dan memajukan industri film Indonesia.

    “Dan membangun industri film Indonesia yang lebih baik dan lebih maju dengan penuh keragaman dan semangat baru. Saya ucapkan selamat kepada 30 film yang lolos seleksi awal FFI 2023. Mari kita rayakan keberagaman, kebersamaan, dan pencapaian film Indonesia 2023,” ucap Garin Nugroho.

    Film-film tersebut selanjutnya akan melalui Tahap Rekomendasi dari asosiasi-asosiasi profesi perfilman.

    Baca Juga: Nostalgia Mengharu Biru di Peluncuran Trailer Petualangan Sherina 2

    Tahun ini, proses penjurian film kembali akan dilakukan secara daring di Ruang
    Penayangan FFI.

    Platform penayangan daring ini tersedia atas kerja sama Komite FFI 2023 dengan Bioskop Online dan hanya dapat diakses oleh para juri yang bertugas.

    Akademi Citra FFI yang terdiri dari sineas pemenang Piala Citra FFI juga akan kembali terlibat untuk menentukan daftar nominasi masing-masing kategori penghargaan.

    Sebanyak 97 anggota Akademi Citra telah menyatakan kesediaannya manjadi Juri Nominasi tahun ini.

    Selain itu, Komite FFI 2023 masih membuka kesempatan bagi masyarakat pecinta film Indonesia untuk berpartisipasi melalui kategori penghargaan khusus, yaitu Film, Aktor, dan Aktris Pilihan Penonton.

    Baca Juga: The Journey of Christine Hakim Menandai 50 Tahun Jejak Christine di Dunia Film

    Film yang dapat dipilih adalah film-film yang berhasil lolos tahap Seleksi Awal FFI 2023. Aktor dan aktris yang dapat dipilih pun adalah mereka yang bermain
    di film-film tersebut.

    Pemilihan kategori penghargaan khusus ini dapat dilakukan melalui situs resmi FFI (https://festivalfilm.id/vote) dimulai 2 September 2023 dan berakhir 31 Oktober 2023.

    Daftar film non cerita panjang, baik film cerita pendek, film animasi, dan film dokumenter, serta karya kritik film yang berhasil lolos tahap Seleksi Awal juga akan diumumkan menyusul.

    Daftar nominasi FFI 2023 akan diumumkan pada tanggal 14 Oktober 2023. Malam puncak anugerah Piala Citra FFI 2023 akan dilakukan pada tanggal 14 November 2023.

    Baca Juga: Mungkinkah Mengikis Pandangan Seksis dari Industri Film Nasional?

     

  • Saksikan Teaser Film Budi Pekerti di Link Ini

    Saksikan Teaser Film Budi Pekerti di Link Ini

    7cloud.asia – Film Budi Pekerti akan tayang perdana pada 9 September 2023 di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 yang diselenggarakan pada 7-17 September 2023.

    Film Budi Pekerti akan ditayangkan untuk publik pada Sabtu dan Minggu (9-10/9/2023) di Scotiabank 10. Sedangkan untuk kalangan pers dan industri film akan ditayangkan pada Minggu (10/9/2023) dan Rabu (13/9/2023) di Scotiabank 10.

    Film Budi Pekerti yang bergenre drama ini merupakan film cerita panjang kedua yang ditulis dan disutradarai oleh Wregas Bhanuteja serta diproduksi oleh Rekata Studio, bekerja sama dengan Kaninga Pictures dan didukung KG Media, Hwallywood, Momo Films, dan Masih Belajar.

    Dalam penayangan perdananya ini, film Budi Pekerti yang memiliki judul internasional Andragogy akan masuk dalam program Discovery Toronto International Film Festival 2023.

    Baca: Seperti ini karakter tokoh di film Budi Pekerti

    Discovery adalah program yang khusus memperkenalkan dan mengapresiasi karya pertama atau kedua dari para sutradara visioner terkenal, seperti Christopher Nolan, Yorgos Lanthimos, Warwick Thornton, Joachim Trier, dan David Gordon Green.

    Para pemain dan kru film Budi Pekerti yang akan menghadiri pemutaran perdana film ini di TIFF adalah sutradara Wregas Bhanuteja, produser eksekutif Iman Usman, produser film Adi Ekatama, Ridla An-Nuur, Nurita Anandia, dan Willawati.

    Dari jajaran pemain yang turut hadir ialah Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, dan Dwi Sasono.

    Sha Ine Febriyanti, yang berperan sebagai Ibu Prani mengungkapkan harapannya untuk world premiere di TIFF 2023.

    Baca: Film Budi Pekerti cermin kedetilan Wregas sebagai pembuat film

    “Saya sangat bangga dan merasa terhormat bisa ikut merayakan kelahiran film Budi Pekerti di TIFF. Saya berharap, film ini bisa mendapatkan sambutan baik dari
    penonton di TIFF dan Indonesia semakin dikenal di industri film internasional.”

    Bersamaan dengan persiapan keberangkatan tim Budi Pekerti ke TIFF, teaser trailer film Budi Pekerti diluncurkan.

    Teaser trailer dibuka dengan adegan Bu Prani (Ine Febriyanti) dan anak bungsunya Muklas (Angga Yunanda) yang bersiap di depan kamera telepon genggam untuk diabadikan oleh anak sulungnya, Tita (Prilly Latuconsina).

    Kemunculan Pak Didit (Dwi Sasono), suami Bu Prani yang mengalami depresi. Sosok Gora (Omara Esteghlal), alumni dari sekolah tempat Bu Prani mengajar, serta Tunas (Ari Lesmana), seorang pemimpin redaksi sebuah kantor berita, menambah rasa penasaran penonton untuk tahu lebih lanjut kisah dalam film Budi Pekerti.

    Baca: Seperti ini bocoran cerita film Petualangan Sherina 2

    “Banyak orang menantikan Budi Pekerti, semoga dengan dirilisnya teaser ini, bisa memberikan sedikit gambaran perjalanan Ibu Prani yang berupaya keluar dari krisis yang ia alami karena perundungan di media sosial yang mengancam kehidupan dia dan keluarganya,” tutur Ridla An-Nuur, produser film Budi Pekerti.

    Berlatar di Yogyakarta semasa pandemi, film Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani, seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, dia dan keluarganya mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Setelah tayang di Toronto International Film Festival, film Budi Pekerti akan menyapa penontonnya di bioskop tanah air. 

    Buat kamu yang penasaran bisa melihatnya di link ini

  • Catat! Film Petualangan Sherina 2 Bakal Diputar Serentak Kamis 28 September Ini

    Catat! Film Petualangan Sherina 2 Bakal Diputar Serentak Kamis 28 September Ini

    7cloud.asia – Film musikal “Petualangan Sherina 2” bakal diputar di bioskop secara serentak di Tanah Air pada Kamis (28/9/2023) mendatang.

    Produser Film Petualangan Sherina 2,  Mira Lesmana pun mengakui belakangan dirinya senewen menjelang pemutaran sekuel dari Petualangan Sherina yang meledak pada tahun 2000.

    Ini karena, Mira Lesmana selalu ditanya-tanya soal kapan fim Petualangan Sherina 2 bakal diputar. 

    Sebenarnya, ujarnya, sudah senewen sejak awal bulan ini. Karena setiap ketemu dan kemana pun di selalu ditanya kapan film Petualangan Sherina 2 akan diputar dan seperti apa filmnya. 

    “Jadi semakin dekat, saya semakin nervous juga,” ujar Mira Lesmana ditemui usai press screening di Jakarta, Senin (25/9/2023)

    Baca: Film Petualangan Sherina diputar 28 September 2023

    Sebagai konseptor dari sekuel “Petualangan Sherina 2”, Mira ternyata tetap emosional saat akhirnya melihat sepotong demi sepotong adegan yang disatukan menjadi film.

    Film Petualangan Sherina 2 ini telah dinantikan selama 23 tahun, memberikan Mira beban tambahan untuk bisa menjawab ekspektasi masyarakat mengenai lanjutan kisah eksplorasi Sadam dan Sherina setelah dewasa.

    “Beberapa kali proses pembuatannya, saya menangis-menangis. Misalnya saat editing pertama, itu saya nangis. Karena emang nostalgic banget dengan yang ada di film pertama kami,” ujar istri dari aktor Mathias Muchus itu.

    Film “Petualangan Sherina 2” memang memakan waktu cukup panjang untuk terealisasikan.

    Baca: Peran Sherina Munaf gantikan Elfa Sciora

    Dimulai dari 2019, para konseptor yang terdiri dari Mira Lesmana, sutradara Riri Riza, dan dua aktor utama yaitu Sherina Munaf serta Derby Romero berembuk untuk menyiapkan kisah baru dari petualangan Sherina dan Sadam versi Dewasa.

    Pandemi Covid-19 mengakibatkan persiapan itu harus terhenti dan baru kembali memasuki produksi di akhir 2022 sehingga akhirnya dapat dipastikan tayang pada 28 September 2023 ini.

    Maka dari itu dengan persiapan yang sangat panjang, Mira berharap dengan “Petualangan Sherina 2” setelah ditonton bisa mengisi kerinduan masyarakat pada film bergenre musikal itu.

    ‘Harapan kami ini bisa jadi film yang hangat untuk keluarga. Kalau mungkin selama ini udah nggak nonton bareng film keluarga pakai Bahasa Indonesia nah kali ini bisa diwujudkan,” kata Mira.

    “Petualangan Sherina 2” akan mengisahkan kisah Sherina sebagai jurnalis dan Sadam yang berperan sebagai aktivis perlindungan satwa di Kalimantan.

    Baca: Film tentang lingkungan yang wajib kamu tonton

    Pertemuan itu terjadi karena Sherina ditugaskan untuk meliput peristiwa pelepasliaran orang utan.

    Sherina dan Sadam kembali memulai petualangan saat satu anak orang utan bernama Sayu yang dilepasliarkan ternyata diculik oleh komplotan penjahat.

    Keduanya harus bahu membahu kembali melakukan petualangan dalam upaya kembali mendapatkan Sayu.

    Namun keduanya harus menghadapi konflik tidak hanya dari medan yang sulit serta musuh yang tangguh tapi juga perbedaan pendapat di antara mereka.

    Dapatkah mereka menyelamatkan Sayu? Bagaimana relasi persahabatan Sherina dan Sadam usai bertemu kembali setelah sepuluh tahun terpisah?

    “Petualangan Sherina 2” siap mengguncang bioskop-bioskop Indonesia mulai 28 September 2023.

     

     

  • 22 Film Lolos Penjurian untuk Masuk Nominasi di FFI 2023

    22 Film Lolos Penjurian untuk Masuk Nominasi di FFI 2023

    7cloud.asia – Komite Festival Film Indonesia 2023, pada pekan lalu telah mengumumkan 22 judul hasil penjurian tahap Rekomendasi Asosiasi untuk film yang akan masuk nominasi Piala Festival Film Indonesia  atau FFI 2023.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (22/9/2023) terdapat 22 judul film dengan kategori film bercerita panjang yang dinyatakan lolos untuk bersaing mendapatkan piala bergengsi di FFI 2023 untuk insan perfilman Tanah Air ini.

    Deretan film yang lolos ke FFI 2023 ini dipilih berdasarkan perhitungan penilaian akhir dari 15 asosiasi profesi perfilman yang dilakukan oleh Akuntan Publik.

    Baca: Daftar 30 film panjang yang lolos seleksi

    Ke 22 film ini selanjutnya akan memasuki Tahap Nominasi untuk 17 kategori yang ditentukan oleh anggota Akademi Citra FFI 2023.

    Beberapa judul film yang akan masuk nominasi FFI 2023 seperti “Kembang Api” karya sutradara Herwin Novianto, film laga dari Jagat Sinema Bumilangit “Sri Asih” yang disutradari Upi.

    Ada juga film biopik “Buya Hamka Vol.1” karya Fajar Bustomi, siap ikut ‘bertarung’ memperebutkan piala FFI 2023 ini.

    Baca: Tentang film Budi Pekerti

    Selain itu, film bergenre thriller terbaru yang diperankan Laura Basuki berjudul “Sleep Call” karya Fajar Nugros.

    Film karya Angga Dwimas Sasongko “Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang” juga ikut meramaikan 22 nominasi kategori film panjang ini.

    Pada tahun 2023 ini, Festival Film Indonesia mengangkat tema PIALA CITRA. CITRA bermakna “bayangan” atau “imaji”, terinspirasi dari sajak karya Usmar Ismail.

    Baca: Film Petualangan Sherina 2 diputar hari ini

    CITRA disematkan sebagai nama anugerah perfilman Indonesia, yang telah diberikan sejak tahun 1967 dan menjadi simbol supremasi tertinggi perfilman Indonesia.

    PIALA CITRA yang diberikan setiap tahun menjadi benang merah pencapaian perfilman Indonesia, yang membentuk peta dinamika dan kemajuan perfilman Indonesia dahulu, kini, dan nanti.

    Festival Film Indonesia atau FFI dihelat setiap tahun, sejak 1967.

    Penganugerahan PIALA CITRA diharapkan dapat memberikan percikan semangat bagi para insan perfilman untuk tetap konsisten menciptakan film-film Indonesia yang berkualitas dan membangun CITRA positif bagi industri perfilman Indonesia.

     

  • Kantungi 17 Nominasi di FFI 2023, Film Budi Pekerti Bakal tayang di Bioskop 2 November 2023

    Kantungi 17 Nominasi di FFI 2023, Film Budi Pekerti Bakal tayang di Bioskop 2 November 2023

    7cloud.asia – Film panjang kedua besutan sutradara Wregas Bhanuteja, Budi Pekerti dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 2 November 2023.

    Di sela screening film pada Senin (30/10/2023), Wregas Bhanuteja yang juga bertindak sebagai penulis skenario film Budi Pekerti tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

    “Saya sangat terharu sekaligus bangga karena film Budi Pekerti yang telah dinantikan ini akan tayang secara perdana di Jakarta dan serempak di bioskop-bioskop tanah air pada 2 November 2023,” ujar Wregas Bhanuteja. 

    Wregas Bhanuteja memang memainkan peran cukup besar dalam produksi film Budi Pekerti ini.

    Ia menulis skenario sekaligus menjadi sutradara bagi film panjang keduanya ini. Film Budi Pekerti mengambil setting Kota Yogyakarta semasa pandemi.

    Baca: Karakter di film Budi Pekerti

    Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani (diperankan Sha Ine Febriyanti), seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, Bu Prani  dan keluarganya mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Pengabdiannya selama bertahun-tahun sebagai seorang guru seolah menguap begitu saja hanya dengan adanya video berdurasi 20 detik.

    Selain Sha Ine Febriyanti, film Budi Pekerti ini juga dibintangi Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, Dwi Sasono, Omara Esteghlal, Ari Lesmana, dan sederet pemain berbakat lainnya.

    “Saya sangat senang kisah Bu Prani dan keluarga akhirnya bisa disaksikan oleh penonton Indonesia. Semoga film ini bisa diterima dengan baik dan siapa pun yang menonton film ini bisa mendapatkan pencerahan,” tutur Sha Ine Febriyanti.

    Baca: Transformasi brutal Angga Yuana di Budi Pekerti

    Ia mendapatkan nominasi Piala Citra kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik lewat perannya di film ini.

    Film Budi Pekerti tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 dan pemutaran khusus di Yogyakarta dan Bandung, 

    Kedetilan Wregas Bhanuteja sebagai sutradara tidak mengkhianati hasil. Film  Budi Pekerti mendapat 17 nominasi Festival Film Indonesia 2023.

    Film ini juga akan tayang sebagai official selection di Taipei Golden Horse International Film Festival 2023.

    Adi Ekatama selaku produser film Budi Pekerti bersyukur Budi Pekerti mendapatkan respon yang positif dan sangat baik setelah pemutarannya di festival luar negeri.

    Baca: Detilnya Wregas Bhanuteja saat menggarap Budi Pekerti

    Meskipun kisah Bu Prani dan keluarga berlatar Indonesia, film ini mengangkat cerita universal yang terjadi di berbagai belahan dunia.

    Ia menyambut bahagia Gala Premiere Budi Pekerti yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

    “Ini sebuah film yang kami harapkan bisa menyentuh hati para penonton dan menjadi pengingat agar tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari sebuah video beberapa detik yang viral,” tutur Adi Ekatama, produser film Budi Pekerti.

    Setelah Gala Premiere di Jakarta, film Budi Pekerti akan menyapa penontonnya di berbagai kota di Indonesia dan berkeliling ke beberapa festival internasional lainnya. 

     

  • Women from Rote Island Terpilih sebagai Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2023, Ini Daftar Lengkapnya

    Women from Rote Island Terpilih sebagai Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2023, Ini Daftar Lengkapnya

    7cloud.asia – Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia atau FFI 2023 rampung diselenggarakan pada Selasa (14/11/2023) malam di Ciputra Artpreneur.

    Dalam ajang tersebut, Women from Rote Island dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2023.

    Tak hanya itu, di ajang FFI 2023 ini, Women from Rote Island juga memenangkan seluruh kategori yang dinominasikan, yakni Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Sinematografi Terbaik

     

    Sementara “Like & Share” memenangkan sejumlah piala, terutama kategori teknis, seperti Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Penata Suara Terbaik di FFI 2023.

    Baca: Daftar 22 nominasi FFI 2023

    Dalam kesempatan tersebut, H.M Soleh Ruslani dan Raam Punjabi dianugerahi Lifetime Achievement atas pengabdian dan kerja kerasnya di industri perfilman Indonesia.

    Sementara itu, Budi Pekerti sebagai film yang masuk 17 nominasi, pulang dengan membawa dua piala Citra, yakni Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Prilly Latuconsina dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Sha Ine Febriyanti.

    Berikut daftar lengkap pemenang Piala Citra FFI 2023.

    Pemeran Utama Pria Terbaik:
    Reza Rahardian – Berbalas Kejam

    Pemeran Utama Perempuan Terbaik:
    Sha Ine Febriyanti – Budi Pekerti

    Baca: Daftar film yang lolos nominasi FFI 2023

    Sutradara Terbaik:
    Jeremias Nyangoen – Women from Rote Island

    Film Cerita Panjang Terbaik:
    Women from Rote Island

    Pemeran Pendukung Pria Terbaik:
    Marthino Lio – The Big 4

    Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik:
    Prilly Latuconsina – Budi Pekerti

    Penulis Skenario Asli Terbaik:
    Jeremias Nyangoen – Women From Rote Island

    Baca: Jejak 50 tahun Christine Hakim berkarya di dunia film

    Penulis Skenario Adaptasi Terbaik:
    M Irfan Ramli – 24 Jam Bersama Gaspar

    Pengarah Sinematografi Terbaik:
    Joseph Christoforus Folid – Women From Rote Island

    Pengarah Artistik Terbaik:
    Dita Gambiro – Like & Share

    Penata Efek Visual Terbaik:
    Kalvin Irawan – Sri Asih

    Penyunting Gambar Terbaik:
    Aline Jusria – Like & Share

    Baca: Film-film keren produksi Miles Film

    Penata Suara Terbaik:
    Aria Prayogi, M Ichsan Rachmaditta, Muhammad Akbar Patawari – Like & Share

    Penata Musik Terbaik:
    Abel Huray – Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

    Pencipta Lagu Tema Terbaik:
    Yura Yunita, Donne Maulana, Marchella FP – Jalan Pulang; Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

    Penata Busana Terbaik:
    Retno Ratih Damayanti – Puisi Cinta yang Membunuh

    Penata Rias Terbaik:
    Aktris Handradjasa – Sri Asih

    Baca: Mengikis pandangan seksis di film nasional

    Film Animasi Pendek Terbaik:
    Truntung

    Film Cerita Pendek Terbaik:
    Evakuasi Mama Emola

    Film Dokumenter Panjang Terbaik:
    Eksil

    Film Dokumenter Pendek Terbaik:
    Wisisi Nit Meke

    Penghargaan Tanete Pong Masak (Karya Kritik Film Terbaik):
    Like & Share: Yang Tidak Tertangkap Layar dari Rekaman KBGO – Permata Adinda

    Baca: Aktivis perempuan Iran raih Nobel Perdamaian

    Penghargaan Dhalia FFI 2023 (Aktris Pilihan Penonton):
    Rachel Vennya – Sleep Call

    Penghargaan A.N Alcaff FFI 2023 (Aktor Pilihan Penonton):
    Refal Hady – Ketika Berhenti Di Sini

    Penghargaan Lilik Sudio FFI 2023 (Film Pilihan Penonton):
    Ketika Berhenti Di Sini

    Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup Piala Citra FFI 2023:
    1. H.M Soleh Ruslani
    2. Raam Punjabi

  • Aksi Mogok di Hollywood Berlanjut, Rilis Film Besar Tertunda

    Aksi Mogok di Hollywood Berlanjut, Rilis Film Besar Tertunda

    7cloud.asia – Aksi mogok yang dilakukan oleh sejumlah aktor dan penulis naskah di Hollywood menyebabkan tertundanya syuting sejumlah film.

    Pemogokan ini telah membuat beberapa studio film di Hollywood  kalang kabut dalam menyelesaikan pembuatan film terbaru mereka dan mengubah jadwal perilisan film lainnya.

    Walau demikian, aksi mogok aktor Hollywood ini tak menghalangi penggemar film untuk tetap dapat menyaksikan film-film besar tahun 2024 ini.

    Pembuatan beberapa film besar Hollywood seperti “Joker: Folie à Deux,” “Gladiator 2,” dan bagian pertama dari dua bagian film “Wicked” hampir rampung.

    Sementara perilisan film “Deadpool 3” dan sekuel the “Beetlejuice” masih dalam tahap penggarapan, seperti dirilis VOA Indonesia.

    Baca: Serikat aktor Hollywood mogok

    Itu adalah film-film besar di mana studio film sebenarnya sudah menetapkan tanggal perilisannya.

    Akibat aksimogok,kini mereka harus mendapatkan kembali semua aktornya, memulai produksi kembali, dan berupaya menyelesaikan tahap akhir pembuatan film.

    “Jadi akan banyak perubahan jadwal perilisan film tahun 2024.” ujar penulis naskah film AP, Lindsey Bahr menjelaskan.

    Salah satu film bahkan batal dirilis tahun ini, yaitu serial film Mission Impossible yang menampilkan Ethan Hunt dan timnya.

    Lindsey menambahkan,”Saya kira, kerugian finansial terbesar 2024 sejauh ini adalah mereka kehilangan “Mission Impossible: Dead Reckoning Part 2.”

    Baca: Mengikis seksisme dari dunia film nasional

    Namun film “Mission Impossible: Dead Reckoning, Part 1” juga tidak mengalami kesuksesan besar, sebagian dikarenakan film tersebut bersaing dengan perilisan film ‘Barbie’ dan film ‘Oppenheimer’.”

    Hasil pendapatan dari perilisan film “Barbie” dan “Oppenheimer” di seluruh dunia mampu menghasilkan lebih dari dua miliar dollar.

    Dalam perayaan 20 tahun “Wicked” digelar di Broadway, komposer pertunjukan musikal Broadway itu, Stephen Schwartz mengungkapkan alasan mengapa versi layar lebar itu akan dibuat menjadi dua bagian.

    “Kami memiliki banyak kisah yang ingin kami ceritakan dan beberapa hal yang kami ingin lakukan, yang tidak dapat kami lakukan di atas panggung Broadway,” jelasnya.

    Baca: Daftar lengkap pemenang FFI 2023

    Aktris Cynthia Erivo yang pernah meraih Penghargaan Tony, berperan sebagai Elphaba, si penyihir hijau.

    Erivo mengatakan, “Saya dapat menceritakan kisah tersebut dan sekaligus menyanyikannya dengan penuh perasaan pada saat bersamaan. Dan itu sangat luar biasa.”

    Mungkin tujuan terbesar yang ingin dicapai rumah produksi tahun ini adalah kembalinya film-film box office. Sejak tahun 2019, penghasilan film box office belum melampaui angka 11 miliar dollar.

    Film besar lainnya yang dapat dinantikan penggemar film tahun ini adalah “Furiosa: A Mad Max Saga,” “Dune: Part Two,” “Challengers,” dan prekuel “A Quiet Place. 

    Sumber: VOA Indonesia