Tag: jabodetabek

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Jabodetabek Hingga 3 Hari Mendatang

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Jabodetabek Hingga 3 Hari Mendatang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berpotensi mengguyur wilayah Jabodetabek mulai Jumat (19/12/2025) hingga 3 hari mendatang.

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG memprediksi pada Jumat hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur:

    1. Kota Tangerang
    2. Kota Tangerang Selatan
    3. Kabupaten Tangerang
    4. Jakarta Barat
    5. Jakarta Pusat
    6. Jakarta Utara
    7. Jakarta Selatan
    8. Jakarta Timur
    9. Kepulauan Seribu
    10. Kabupaten Bekasi
    11. Kabupaten Bogor
    12. Kota Bogor.

    Angin kencang dengan kecepatan 45 km/jam atau 25 knot berpotensi melanda:

    1. Kota Tangerang
    2. Kota Tangerang Selatan
    3. Kabupaten Tangerang
    4. Jakarta Barat
    5. Jakarta Pusat
    6. Jakarta Utara
    7. Jakarta Selatan
    8. Jakarta Timur
    9. Kepulauan Seribu
    10. Kabupaten Bekasi
    11. Kota Bekasi
    12. Kabupaten Bogor
    13. Kota Bogor
    14. Kota Depok

    Kemudian pada Sabtu (20/12/2025), hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah:

    1. Kota Tangerang
    2. Kota Tangerang Selatan
    3. Kabupaten Tangerang
    4. Jakarta Barat
    5. Jakarta Pusat
    6. Jakarta Utara
    7. Jakarta Selatan
    8. Jakarta Timur
    9. Kepulauan Seribu
    10. Kabupaten Bekasi
    11. Kabupaten Bogor
    12. Kota Bogor.
    13. Kota Depok

    Angin kencang dengan kecepatan 45 km/jam atau 25 knot berpotensi melanda:

    1. Kota Tangerang
    2. Kota Tangerang Selatan
    3. Kabupaten Tangerang
    4. Jakarta Barat
    5. Jakarta Pusat
    6. Jakarta Utara
    7. Jakarta Selatan
    8. Jakarta Timur
    9. Kepulauan Seribu

     

    Kemudian pada Minggu (21/12/2025), hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah:

    1. Kota Tangerang Selatan
    2. Kabupaten Tangerang
    3. Jakarta Barat
    4. Jakarta Pusat
    5. Jakarta Utara
    6. Jakarta Selatan
    7. Jakarta Timur
    8. Kepulauan Seribu
    9. Kabupaten Bekasi
    10. Kota Bekasi
    11. Kabupaten Bogor

    Selanjutnya angin kencang dengan kecepatan 45 km/jam atau 25 knot masih berpotensi melanda:

    1. Kota Tangerang
    2. Kota Tangerang Selatan
    3. Kabupaten Tangerang
    4. Jakarta Barat
    5. Jakarta Pusat
    6. Jakarta Utara
    7. Jakarta Selatan
    8. Jakarta Timur
    9. Kepulauan Seribu

    BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut tetap tenang namun waspada potensi bencana potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

     

  • BMKG Prediksi Intensitas Hujan Menurun Hingga Jelang Tahun Baru

    BMKG Prediksi Intensitas Hujan Menurun Hingga Jelang Tahun Baru

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di seluruh wilayah Indonesia saat ini mulai menurun hingga 29 Desember nanti.  

    Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto mengatakan, meski intensitas hujan mulai menurun tetapi masyarakat yang akan berlibur tetap memperhatikan kondisi cuaca.

    “Tanggal 23 sampai 29 (Desember) ini intensitas hujan mulai menurun dan agak tenang,” kata Guswanto.

    Namun setelah atanggal 29 Desember hingga 10 Januari, terjadi peningkatan intensitas hujan terutama pada sore menjelang malam hari.

    Baca: Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah, BMKG Tetapkan Status SIAGA

    Bahkan beberapa wilayah Sumatera sebelah selatan ekuator seperti Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan Laut Arafuru berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    Sementara untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, Guswanto mengajak masyarakat untuk memperhatikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Terjadi Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    “Tolong buka peringatan dini cuaca. Kayak mau ke pantai misalnya ke Parangtritis tolong buka dulu tinggi gelombang brp sih. Itu nanti kita aman. Misalnya tinggi gelombang 0,5 meter itu aman,” jelas Guswanto.

    “Begitu juga yang liburan di perbukitan atau lereng. Kalau prediksi hujan ya pending dulu. Cari lokasi yang aman dari cuaca ekstrem,” lanjutnya.

    Sementara untuk wilayah Jabodetabek, pihaknya tetap memantau kondisi cuaca pada malam pergantian tahun.

    Bahkan jika ada potensi cuaca ekstrem, BMKG bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana siap melakukan modifikasi cuaca.

  • BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Termasuk Jabodetabek

    BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Termasuk Jabodetabek

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah termasuk Jabodetabek hingga 16 Januari mendatang.

    Selain wilayah Jabodetabek, seluruh Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan sebagian Sulawesi Selatan juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.  

    Wilayah tersebut pada bulan Januari kini tengah berada di puncak musim hujan dengan waktu yang berbeda-beda.

    Direktur Meteorologi Publik pada BMKG, Andri Ramdhani di Jakarta menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dapat berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan petir.

    Baca: Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

    Dia mengatakan dampak cuaca ekstrem bermacam-macam bisa berupa genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang akibat angin kencang dan petir.

    “Ini tergantung pada kondisi masing-masing wilayah seperti kondisi dataran rendah, pemukiman dengan sistem drainase terbatas kemudian sekitar aliran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS), daerah perbukitan yang tanahnya telah jenuh waspada dengan hujan terus menerus,” jelasnya.

    Lebih jauh Andri menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan monsun Asia yaitu angin dari daratan Asia yang membawa uap air.

    “Ini setiap tahun datang periode musim hujan dan Januari ini lagi kuat-kuatnya. Ditambah dengan dinamika atmosfer. Ada Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equator sedang aktif tekanan rendah di sebelah selatan NTB, di Samudera Hindia,” terang Andri.

    Baca: Cuaca Tahun 2026 Lebih Bersahabat, Meski Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

    “Ini mempengaruhi pola sirkulasi angin sehingga terjadi konvergensi atau perlambatan pola angin. Artinya ini yang berpotensi meningkatkan terbentuknya awan-awan hujan,” lanjutnya.

    BMKG mengimbau masyarakat agara meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan jika terdapat beberapa indikator terjadinya genangan atau banjir.

    “Indikator tersebut jika masyarakat melihat hujan yang tidak berhenti biasanya di pagi hari kalau musim hujan ya dinihari, pagi hari berlangsung kemudian agak mereda kembali di siang hari lalu nanti meningkat lagi di sore hingga menjelang malam hari,” urainya.

     

  • BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jabodetabek hingga 23 Januari mendatang. Status kondisi cuaca, WASPADA.

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan hingga 19 Januari mendatang hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah.

    Hujan lebat antara lain berpotensi mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Bogor.

    Kemudian pada 20 hingga 23 Januari 2026, kondisi cuaca seperti ini berpotensi melanda wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem

    Dalam penjelasannya BMKG mengungkap beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut, yaitu:

    1. Adanya bibit Siklon Tropis 96S dan bibit Siklon Tropis 97S
    2. Seruakan dingin (cold surge)
    3. Aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin
    4. Udara sangat lembab di berbagai ketinggian
    5. Labilnya atmosfer

    Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Jabodetabek Hingga 26 Januari

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Jabodetabek Hingga 26 Januari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek mulai 22 hingga 26 Januari 2026.

    Dilansir di akun instagram resmi (IG) BMKG, disebutkan pada 23 Januari, hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang berpotensi melanda Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    Untuk wilayah Kepulauan Seribu, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat 

    Sedangkan Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Depok.

    Selanjutnya 24 Januari hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

    Di tanggal yang sama hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor.

    Esoknya 25 Januari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

    Pada 26 Januari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.

    Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu mobilitas dan keselamatan pegawai.

    Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, yang diterbitkan pada Kamis (22/1/2026) dan berlaku hingga 28 Januari 2026 dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi kebencanaan di wilayah DKI Jakarta.

    Edaran ini menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel, serta memperhatikan prediksi cuaca dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

    Uus mengatakan, kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan ASN tetap terjaga tanpa mengabaikan keberlangsungan pelayanan publik.

    “Pemprov DKI Jakarta berupaya menyesuaikan pola kerja ASN secara adaptif di tengah cuaca ekstrem. Prinsipnya, keselamatan pegawai menjadi perhatian utama, namun kinerja dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal,” ujarnya.

    Dalam surat edaran tersebut, kepala perangkat daerah dan biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta yang tidak memberikan layanan kedaruratan dan tidak beroperasi 24 jam diperkenankan menerapkan fleksibilitas jam kerja hingga 120 menit dari ketentuan jam masuk.

    Penyesuaian jam pulang dilakukan secara proporsional melalui pengaturan jadwal kerja dengan kode shift REG dan REG J, khusus hari Jumat.

    Selain itu, kepala perangkat daerah juga dapat menyesuaikan pelaksanaan tugas kedinasan melalui skema bekerja dari rumah (work from home/WFH).

    Skema ini diperuntukkan bagi ASN yang akses menuju dan dari tempat kerja terputus akibat banjir. ASN yang bekerja dari lokasi lain tetap diwajibkan melaporkan kehadiran secara daring melalui aplikasi presensi mobile.

    Khusus sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan diminta menerapkan pembelajaran jarak jauh guna menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

    Sekda Uus menegaskan, fleksibilitas kerja tersebut tidak boleh berdampak pada penurunan kinerja maupun kualitas layanan publik.

    “Setiap kepala perangkat daerah wajib memastikan penyesuaian kerja, baik WFH maupun pembelajaran jarak jauh, tidak mengganggu capaian kinerja yang telah ditargetkan serta tetap menjamin pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.