BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Termasuk Jabodetabek

Written by

in

7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah termasuk Jabodetabek hingga 16 Januari mendatang.

Selain wilayah Jabodetabek, seluruh Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan sebagian Sulawesi Selatan juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.  

Wilayah tersebut pada bulan Januari kini tengah berada di puncak musim hujan dengan waktu yang berbeda-beda.

Direktur Meteorologi Publik pada BMKG, Andri Ramdhani di Jakarta menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dapat berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan petir.

Baca: Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

Dia mengatakan dampak cuaca ekstrem bermacam-macam bisa berupa genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang akibat angin kencang dan petir.

“Ini tergantung pada kondisi masing-masing wilayah seperti kondisi dataran rendah, pemukiman dengan sistem drainase terbatas kemudian sekitar aliran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS), daerah perbukitan yang tanahnya telah jenuh waspada dengan hujan terus menerus,” jelasnya.

Lebih jauh Andri menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan monsun Asia yaitu angin dari daratan Asia yang membawa uap air.

“Ini setiap tahun datang periode musim hujan dan Januari ini lagi kuat-kuatnya. Ditambah dengan dinamika atmosfer. Ada Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equator sedang aktif tekanan rendah di sebelah selatan NTB, di Samudera Hindia,” terang Andri.

Baca: Cuaca Tahun 2026 Lebih Bersahabat, Meski Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

“Ini mempengaruhi pola sirkulasi angin sehingga terjadi konvergensi atau perlambatan pola angin. Artinya ini yang berpotensi meningkatkan terbentuknya awan-awan hujan,” lanjutnya.

BMKG mengimbau masyarakat agara meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan jika terdapat beberapa indikator terjadinya genangan atau banjir.

“Indikator tersebut jika masyarakat melihat hujan yang tidak berhenti biasanya di pagi hari kalau musim hujan ya dinihari, pagi hari berlangsung kemudian agak mereda kembali di siang hari lalu nanti meningkat lagi di sore hingga menjelang malam hari,” urainya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *