Tag: kebakaran

  • Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    7cloud.asia – Fenomena El Nino masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dampaknya berupa kekeringan hingga kebakaran lahan. Jawa Timur salah satunya. Perlu langkah mitigasi, preventif dan quick response dalam menghadapinya.

    Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa yang meminta semua pihak, termasuk para bupati dan wali kota, untuk menyiapkan langkah tersebut.

    Dilansir dari Antaranews, mengantisipasi dampak El Nino, Khofifah mengajak berbagai pihak untuk melakukan kehati-hatian atas tindakan yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kecerobohan mengakibatkan kawasan hutan dan lahan di Gunung Arjuno Welirang dan Bromo beberapa waktu lalu habis terbakar.

    Tidak hanya El Nino, langkah-langkah ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir serta bencana alam lainnya saat musim hujan.

    “Apel kesiapsiagaan ini kita gelar dalam rangka menghadapi El Nino, sekaligus potensi banjir. Kita harus terus meningkatkan kehati-hatian dan mitigasi harus dilakukan lebih komprehensif,” ujar Khofifah seperti dikutip Antaranews.

    Meski sekarang masih musim kemarau, tetapi lanjut Khofifah, upaya mitigasi perlu dilakukan. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun pada minggu kedua atau ketiga November.

    Selanjutnya Khofifah menjelaskan salah satu langkah mitigasi dan preventif itu adalah mengecek kondisi dam atau bendungan. Perlu sinergi untuk mengantisipasi banjir akibat sampah yang menumpuk.

    “Maka yang harus dilakukan adalah gotong royong, kerja bakti, sinergi, dan antisipasi bersama,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Khofifah juga meminta pihak berwenang untuk melakukan pengecekan pada rumah pompa yang berfungsi untuk mengatur air. 

    “Dalam rumah pompa jangan sampai ada listrik yang tidak mengalir, sehingga ketika dilakukan proses pengaturan air tidak berfungsi. Dan bisa berdampak pada terjadinya banjir,” paparnya.

    Selain itu pihaknya juga terus mendorong upaya normalisasi sungai agar bisa menampung debit air yang lebih besar dan optimal.

    Sebab hingga kini masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga di sungai. Hal ini menyebabkan sungai menjadi penuh sampah dan berakibat banjir di saat hujan turun.

    “Kami pernah diberi informasi Kepala BNPB untuk segera melakukan normalisasi di tiga sungai di Jatim. Di situ banyak ditemukan potongan kayu yang panjangnya sampai enam meter, TV, juga sofa, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

    Karena itu, pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur diminta untuk segera menyiapkan langkah mitigasi bersama, untuk normalisasi aliran sungai dalam upaya mengantisipasi ancaman banjir.

    “Saya minta tolong siapkan mitigasi bersama karena banyak sungai-sungai yang memang mungkin ada sampah yang menumpuk. Itu antisipasi kita terhadap ancaman banjir,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kebakaran Hebat di Pesta Pernikahan, Lebih dari 100 Orang Tewas

    Kebakaran Hebat di Pesta Pernikahan, Lebih dari 100 Orang Tewas

    7cloud.asia – Tak kurang dari 115 orang tewas dan lebih dari 150 orang luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di sebuah perayaan pernikahan di Qaraqosh, Irak Utara pada Selasa (26/09/2023) malam.

    Melansir BBC, beberapa sakisi mengatakan peristiwa ini sangat mengerikan dan orang-orang menjadi panik ketika api mulai membesar.

    Salah seorang korban yang selamat, Ghaly Nassim 19 tahun menjelaskan ia hanya berjarak beberapa meter dari ruang perjamuan al-Haitham saat kebakaran terjadi pada Selasam malam.

    Saat itu, ia bergegas menolong lima temannya yang terjebak di dalam.

    “Satu pintu terkunci, jadi kami membukanya dengan paksa. Kobaran api nampak keluar dari aula. Rasanya seperti pintu neraka terbuka,” jelasnya.

    “Suhunya tak tertahankan. Saya tidak bisa menggambarkan panasnya.” Lanjutnya.

    Nassim menyebut kebakaran ini sebagai sebuah tragedi. Kebakaran terjadi saat pesta dansa pertama kedua mempelai. Belum diketahui apakah pasangan pengantin itu selamat.

    “Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain lari dari api,” ucapnya yang terdengar kelelahan melalui sambungan telepon.

    “Setelah petugas pemadam kebakaran tiba, saya bergegas masuk untuk mencari teman-teman saya. Sata lihat 26 mayat di kamar mandi. Seorang gadis berusia 12 tahun terbakar habis dan tergeletak di sudut ruangan,” paparnya.

    Sementara juru bicara media Pertahanan Sipil Irak, Gawdat Abdul Rahman, menjelaskan kebakaran tersebut dipicu oleh kembang api yang dinyalakan di dalam aula.

    Bahan bangunan aula yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar. Nassim juga meyakini kurangnya pintu keluar darurat yang memadai memperburuk keadaan.

    Sebab sebagian besar tamu mencoba keluar menggunakan pintu masuk utama aula -yang kemudian diduga menimbulkan kerumunan.

    Beberapa teman Nassim juga selamat dalam tragedi yang mematikan itu. Salah satunya Tommy Uday, 17 tahun.

    Uday mengungkapkan saat itu sedang berdiri di samping pintu keluar ketika kebakaran terjadi. Sehingga ia dapat dengan cepat melarikan diri.

    “Saya melihat kepulan asap hitam besar keluar dari langit-langit, jadi saya segera berlari keluar,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa “seluruh tempat itu hancur hanya dalam waktu lima menit”.

    Sekitar 50 jenazah dimakamkan pada Rabu (27/09). Sisa jenazah diperkirakan akan dikubur keesokan hari. Tapi masih banyak orang mencari anggota keluarga mereka.

    Salah satunya Ghazwan. Dia terpisah dari istrinya yang berusia 33 tahun, putranya yang berumur empat tahun, serta putrinya yang berusia 13 tahun kala kebakaran terjadi.

    Sementara putri lainnya berusia 10 tahun keluar dari aula dan “mengalami luka bakar hampir 98% di tubuhnya,” ungkap saudara perempuan Ghazwan, Eisan.

    Dia mengatakan saudara laki-lakinya sedang berkeliling rumah sakit untuk mencari keluarganya.

    Sementara itu, di pusat medis khusus luka bakar di Mosul, Dr Waad Salem mengungkapkan korban luka bakar yang parah sebanyak 60%.

    “Mayoritas luka bakar terjadi di wajah, dada, dan tangan,” katanya dengan menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk yang paling terdampak.

    Kepala Perawat Israa Mohammed merawat korban luka sepanjang malam. Dia mengatakan merawat sekitar 200 pasien.

    “Apa yang saya lihat sangat mengerikan,” ucapnya.

    “Saya telah melihat orang-orang dengan lebih dari 90% tubuhnya terbakar habis,” sambungnya.

    Dia menambahkan, bahwa setidaknya 50 anak dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

    “Saya tidak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan.”

    “Saya tahu mereka kehilangan anggota keluarga mereka. Setidaknya tiga keluarga kehilangan setiap anggota keluarga dalam kebakaran itu. Masyarakat bersedih, tidak hanya di Provinsi Niveneh tapi di seluruh Irak. Seluruh negara sedih,” ungkapnya.

    Penulis: Nurakhmayani

     

  • Pasca Kebakaran, Ini Rencana Pemprov Bandung di TPA Sarimukti

    Pasca Kebakaran, Ini Rencana Pemprov Bandung di TPA Sarimukti

    7cloud.asia – Status darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung telah berakhir. Usai kebakaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai langkah strategis.

    “Langkah strategis ini sebagai upaya pemulihan, sekaligus persiapan operasional TPA Sarimukti secara penuh pascakebakaran fasilitas tersebut,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtias seperti yang dikutip Antaranews.

    Pihaknya, lanjut Prima, akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), menjalankan upaya strategis dalam masa transisi Tanggap Darurat Bencana usai kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah ketinggalan jaman

    Prima menjelaskan langkah strategis pertama adalah memastikan tidak ada lagi api yang muncul di semua zona sehingga TPA Sarimukti dapat kembali menampung sampah secara normal.

    “Pada Rabu (27/9) dengan bantuan petugas Topdam III/Siliwangi, dilakukan pemantauan dan foto udara ke titik-titik api di zona 4,” katanya.

    Langkah strategis kedua, adalah memadatkan lahan di zona 1, 2 dan 3 untuk kemudian menyiapkan zona 1 agar dapat menampung 80 ribu ton sampah terpilah.

    “Untuk pemadatan zona 1, sekitar 15.510 meter kubik tanah dari Sektor 11 Citarum Harum dipindahkan menggunakan alat berat dari Yonzipur 3/Siliwangi,” ungkapnya.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampahnya

    Selain itu pihakya juga akan melakukan langkah ketiga dengan mendorong sumber air yang ada di zona 4 ke titik-titik api menggunakan pompa hidran yang dibuat Zidam III/Siliwangi.

    “Sebagai pendukung, petugas membuat sumur bor baru di TPA,” katanya.

    DLH juga, menyiapkan posko dengan pemasangan instalasi listrik dan perlengkapan lainnya, serta meminta PLN membuat sambungan listrik baru di TPA.

    Sebelumnya diberitakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan atau tidak memperpanjang status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti.

    Baca: Pengelolaan smpah plastik di Indonesia

    Penghentian ini dilakukan seiring dengan berhasil dipadamkannya kebakaran fasilitas yang terletak di Kabupaten Bandung Barat tersebut.  

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan dengan keadaan kebakaran Sarimukti yang membaik tersebut, status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti berakhir 25 September 2023 ini.  

    “Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, status darurat yang berakhir hari ini tidak diperpanjang,” ucap Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • TPA Kopi Luhur Cirebon Terbakar, Menteri KLH Minta Waspadai Kebakaran di TPA

    TPA Kopi Luhur Cirebon Terbakar, Menteri KLH Minta Waspadai Kebakaran di TPA

     

    7cloud.asia – Kebakaran di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) kembali terjadi. Kali ini di TPA Kopi Luhur, Cirebon, Jawa Barat.

    Kebakaran di TPA Kopi Luhur Cirebon ini memaksa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya langsung meninjau lokasi. 

    Adapun penyebab kebakaran di TPA Kopi Luhur yang terjadi pada Minggu (1/10/2023) ini masih diteliti.

    “Di sini, spotnya kecil-kecil jadi lebih bisa ditangani oleh kawan-kawan di lokasi. Tapi pada konteks ini kami dari Kementerian ingin melihat persisnya ada api,” kata Siti seperti yang dikutip Antaranews.

    Menurut Siti, kondisi di TPA Kopi Luhur berbeda dengan TPA Sarimukti, Bandung Barat. Di TPA Kopi Luhur api dapat tertangani dengan baik sehingga dampak yang ditimbulkan tidak separah seperti di TPA Sarimukti.

    Baca: Kebakaran di TPA Sarimukti Bandung

    “Tadi sudah bertanya, agak berbeda dari TPA Sarimukti. Sarimukti sebetulnya agak terlambat menanganinya sehingga apinya keburu gede,” katanya.

    Selanjutnya Siti menjelaskan pihaknya perlu melakukan pengecekan secara langsung. Sebab, ada kemungkinan gas metan yang memicu munculnya titik api di lokasi tersebut.

    Setelah melakukan peninjauan ini, lanjut Siti, pihaknya akan mengkaji untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat untuk peristiwa kebakaran di TPA.

    “Karena ada teorinya juga, itu ada gas metan, kemudian ada angin besar, ada oksigen pasti kebakar. Itu yang ingin kami lihat. Kalau itu terjadi kebakaran gede-gede, itu kita sedang pelajari,” urainya.

    Agar kebakaran hebat seperti yang terjadi di TPA Sarimukti tidak terulang, pihaknya melakukan perjalanan darat untuk mengecek satu per satu lokasi kebakaran TPA baik itu di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

    Baca: Opsi mengatasi krisis di TPA Piyungan

    Berdasarkan data yang ia terima, terdapat 15 TPA di Indonesia yang mengalami kebakaran.

    “Saya mengikuti perkembangan, sebetulnya sudah sebulan lebih tempat-tempat pembuangan akhir sampah seperti ini terbakar dan belasan spot. Yang terecord sama saya ada 15 spot, bukan hanya satu-satunya di Sarimukti, Bandung,” jelasnya.

    Sebelumnya TPA Sarimukti terbakar hebat sejak 19 Agustus lalu. Kebakaran tersebut dipicu oleh sampah anorganik menjadi satu dengan sampah organik hingga membentuk gunungan sampah seberat 25 ribu ton.

    Atas peristiwa ini, Pemprov Jawa Barat menetapkan status darurat untuk TPA Sarimukti.

    Selama masa darurat, berbagai upaya pemadaman dilakukan termasuk dengan cara water bombing hingga akhirnya titik api padam seluruhnya pada 24 September lalu.  

    Baca: Gerakan sampah Mbah Dirjo kurangi sampah hingga separuhnya

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan dengan keadaan kebakaran Sarimukti yang membaik tersebut, status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti berakhir 25 September 2023 ini.  

    “Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, status darurat yang berakhir hari ini tidak diperpanjang,” kata Bey.

    Meski kebakaran TPA Sarimukti sudah mengalami perbaikan, Bey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Bandung Raya, harus tetap berkomitmen mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.  

    “Kalau caranya tetap sama seperti ini, ya, ini akan berulang terus. Kita tidak mau seperti itu. Harus ada perubahan pola,” ucapnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Karhutla Kalimantan Tengah Kian Parah, KLHK Kirim 25 Unit Mesin Pompa

    Karhutla Kalimantan Tengah Kian Parah, KLHK Kirim 25 Unit Mesin Pompa

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimkan 25 unit mesin pompa dan selang untuk mengatasi karhutla.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong usai bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menjelaskan pentingnya air untuk mengatasi karhutla.

    “Mesin pompa, sumur bor harus kita perbanyak, karena sumber air jadi kunci untuk atasi karhutla,” ujar Alue seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Musim hujan mundur, BMKG ingatkan potensi karhutla di dejumlah wilayah

    Alue telah ke lapangan melihat dan membantu langsung upaya penanganan karhutla di antaranya di wilayah Tumbang Nusa hingga Tanjung Taruna.

    “Banyak sumur bor yang ada di lapangan yang telah dibangun masih fungsional, itu sudah saya buktikan kemarin di Tanjung Taruna, sampai sore, di lapangan, jalan terus,” jelasnya.

    Selanjutnya Alue menjelaskan dalam situasi darurat seperti ini, semua sumber daya yang dimiliki harus mampu dioptimalkan, baik orang, tenaga, finansial, peralatan.

    “Semua komponen harus turun bersama-sama untuk mengatasi karhutla,” ujarnya.

    Baca: Kerugian akibat karhutla akibat foto prewedding di Bromo capai Rp 5,4 miliar

    Menurutnya asap akibat karhutla khususnya di kawasan Tumbang Nusa, Kameloh Baru, maupun Tanjung Taruna dapat berkurang secara signifikan jika segala upaya dilakukan dengan maksimal.

    Pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai kondisi di lapangan, termasuk pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi terjadi.

    “Semua kita awasi, sudah ada beberapa konsesi yang kita police line (garis polisi) dipasang Gakkum. Saya minta diproses kalau memang ada kelalaian, di daerah-daerah, baik PBS maupun konsesi lain. Kalau terjadi karhutla saya minta diproses juga,” tegasnya.

    Sementara itu, Edy Pratowo mengatakan akibat karhutla kian meluas beberapa kabupaten meningkatkan dari siaga menjadi tanggap darurat.

    Baca: Mahalnya harga yang harus dibayar akibat karhutla di sejumlah wilayah

    “Beberapa kabupaten sudah menetapkan status, kemaren kami dapat informasi Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, dan akan menyusul lagi beberapa kabupaten lainnya,” ungkap Edy.

    Menurutnya peningkatan status kondisi darurat di daerah sangat penting untuk menjadi pedoman bagi semua pihak terkait dalam upaya menangani karhutla.

    “Dengan demikian adanya penetapan status tanggap darurat dari beberapa kabupaten. Minimal 2 kabupaten maka provinsi akan meningkatkan status. Dari siaga menjadi tanggap darurat,” paparnya.

     Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

     

  • Kebakaran Gunung Lawu Berlanjut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Kebakaran Gunung Lawu Berlanjut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu masih terjadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

    “Bupati Ngawi menetapkan Status Tanggap Darurat kejadian bencana kebakaran Gunung Lawu, dengan menerbitkan surat, selama 14 hari terhitung sejak tanggal 30 September hingga 13 Oktober 2023,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra.

    Dilansir Antaranews Penetapan status tersebut diberlakukan menyusul kebakaran di Gunung Lawu yang belum tuntas. Bahkan hingga Senin (2/10/2023) siang api masih tampak.

    Baca: Butuh langkah komprehensif tuk atasi karhutla

    Kebakaran di lereng Gunung Lawu sudah menjalar ke wilayah sekitar seperti Kabupaten Magetan Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah hingga menghanguskan lahan sekitar 200 hektare.

    Kebakaran hutan di Gunung Lawu pertama kali muncul di wilayah Kecamatan Jogorogo, Ngawi dan berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

    Sebelumnya dalam satu bulan terakhir hutan di Gunung Lawu  telah mengalami beberapa kali kebakaran.

    Kondisi lahan yang kering serta angin yang bertiup kencang membuat kebakaran kembali terjadi dan meluas.

    Baca: Kemarau panjang, BMKG ingatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah

    Berdasarkan data BPBD setempat, titik api muncul dari Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, area Gunung Lawu sisi utara masuk Kabupaten Ngawi kemudian meluas.

    Upaya pemadaman terus dilakukan hingga kini oleh ratusan personel gabungan dari BPBD Jatim, Agen Bencana Provinsi Jatim, Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Magetan, TNI, Polri, Polhut, BKSDA.

    Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Perhutani KPH Ngawi, serta relawan, dan masyarakat juga turut serta dalam upaya pemadaman ini.

    Berbagai cara dilakukan agar api segera padam. Diantaranya secara manual dan membuat ilaran yakni parit penyekat api di sekitar lokasi titik api yang tergolong cukup curam.

    Baca: Kebakaran lahan di lereng Bromo, kerugian capai Rp 5,4 miliar

    Selain itu, BPBD juga mengerahkan helikopter milik BNPB untuk melakukan pemadam api melalui udara atau water bombing pada hari Senin (2/10) ini.

    Untuk memudahkan pemantauan selama status tanggap darurat, petugas telah mendirikan posko peninjauan di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

    Pemkab Ngawi juga menyediakan dapur umum yang berlokasi di lingkungan kantor Desa Ngrayudan.

    Di Magetan, BPBD setempat juga mendirikan posko relawan dan dapur umum di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan.

    Posko tersebut merupakan lokasi terdekat dari titik api yang bisa diakses para petugas dan relawan sehingga memudahkan upaya penanganan karhutla.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Marak Kebakaran Hutan, KLHK Segel Lahan Milik Pengusaha Singapura

    Marak Kebakaran Hutan, KLHK Segel Lahan Milik Pengusaha Singapura

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lahan perkebunan sawit terbakar di PT. Sampoerna Agro (SA) dengan Penanaman Modal Asing (PMA) milik Singapura.

    Penyegelan lahan oleh KLHK ini dilakukan di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

    Penindakan ini dilakukan langsung oleh Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLHK, Rasio Ridho Sani bersama tim pengawas lingkungan hidup.

    Lahan perkebunan sawit tersebut berlokasi di Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

    Baca: Kebakaran lahan terjadi di mana-mana

    Selain PT. SA, KLHK juga melakukan penyegelan perkebunan sawit milik PT. Tempirai Palm Resources (PT. TPR). Berdasarkan citra satelit, lahan PT. TPR yang terbakar seluas ±648 ha.

    Rasio Ridho Sani mengatakan penyegelan ini merupakan langkah awal penegakan hukum yang akan dilakukan terhadap karhutla di lokasi perusahaan.

    “Hari ini kami menyegel lahan terbakar di lokasi PT. SA seluas 586 ha. Langkah penyegelan yang dilakukan ini harus menjadi perhatian bagi perusahaan lainnya. Di lokasi ini kebakaran masih terjadi, masih berasap. Karhutla ini berdampak serius bagi kesehatan dan lingkungan,” jelas Rasio.

    Berdasarkan citra satelit, lanjut Sani, kebakaran lahan disekitar lokasi yang disegel mencapai sekitar 1.030 ha.

    Baca: BMKG ingatkan potensi kebakaran lahan di sejumlah daerah

    Pihak KLHK sedang mendalami penanggung jawab atau pemilik lahan ini.  Karena pihak KLHK tidak memiliki akses data HGU. Menurut PT. SA lokasi tersebut bukan HGU mereka.

    “Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN siapa pemegang HGU atau pemilik lahan terbakar tersebut. Data HGU penting untuk mengetahui siapa penanggung jawab karhutla,” urainya.
     
    Tim Pengawas KLHK juga melakukan penyegelan lahan terbakar di PT. Bintang Harapan Palma (PT. BHP).

    PT BHP ini berlokasi di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan luas lahan terbakar di PT BHP ±5.148 ha.

    Baca: Karhutla di Gunung Ciremai hanguskan 150 hektare lahan

    Tidak hanya itu, PT. Banyu Kahuripan Indonesia (PT. BKI) juga kembali disegel.

    Penyegelan ini berlokasi di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin karena masih terbakarnya lokasi tersebut.  Luas area yang terbakar sekitar ±200 ha.
     
    Sementara itu Direktur Pengawasan dan Sanksi Administratif KLHK, Ardy Nugroho, mengatakan hingga saat ini KLHK telah menyegel 11 lokasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

    “Jumlah lokasi yang akan disegel akan bertambah karena tim KLHK sedang menganalisis data hotspot dan citra satelit. Apabila kami melihat ada lokasi yang terbakar kami akan mengirimkan tim ke lokasi”, jelasnya.

    Sementara itu, Rasio menyampaikan sesuai perintah Menteri LHK Siti Nurbaya, ambil tindakan tegas terkait karhutla.

    Baca: Puluhan kebakaran lahan terjadi selama Agustus-September 2023

    “Kami akan gunakan semua instrumen penegakan hukum yang menjadi kewenangan KLHK baik instrumen administratif, perdata dan pidana,” tegas Rasio.
     
    Rasio Sani menambahkan untuk kebakaran berulang tindakan tegas sanksi administratif termasuk pencabutan izin akan dilakukan.

    “Kami juga sudah bicara dengan kuasa hukum dan ahli untuk menghitung ganti rugi lingkungan serta menyiapkan gugatan perdata ganti rugi lingkungan agar ada efek jera”, ucapnya.
     
    Pihaknya juga akan memberlakukan penegakkan hukum karhutla terpadu yang akan melibatkan penyidik KLHK, kepolisian dan Jaksa Agung untuk menangai kasus tindak pidana karhutla.

    Baca: Kebakaran lahan di gunung Arjuno hanguskan 900 hektare lahan
     
    Rasio Sani menambahkan penegakan hukum pidana terpadu dan pidana berlapis akan meningkatkan efektitas penegakan hukum karhutla serta meningkatkan efek jera. 

    Untuk Korporasi dan masyarakat untuk serius mencegah dan menangani karhutla. Ancaman hukuman sangat berat, sesuai Pasal 108 UU No. 32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan (UU PPLH) pidana pokoknya 10 tahun penjara dan denda Rp. 10 miliar.

    “Untuk badan usaha sesuai Pasal 119 UU PPLH dapat dikenakan pidana tambahan berupa antara lain perampasan keuntungan dan perbaikan akibat tindak pidana. Kami ingatkan kembali, kami tidak akan berhenti untuk menindak tegas pelaku karhutla,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diselimuti kabut asap. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi menyikapi kabut asap kiriman dari Sumatera.

    “Perbanyak minum air putih agar terhindar dari ISPA akibat asap kiriman yang sudah masuk di beberapa wilayah di Kepri,” kata Muhammad Hasbi seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Hasbi menjelaskan ada beberapa daerah yang sudah terdampak kabut asap kiriman dari Sumatera, yaitu Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan.

    Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara di tiga daerah tersebut masuk kategori tidak sehat dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada siang hari mencapai 123 hingga 126.

    “Untuk tiga daerah itu, kualitas udaranya sekarang sudah masuk kategori awas. Sedangkan daerah lainnya masih aman,” ungkapnya.

    Kabut asap kiriman ini, lanjut Hasbi, juga mempengaruhi jarak pandang. Di daerah Batam, Tanjungpinang dan Bintan, jarak pandang tidak sampai 5 kilometer. Padahal normalnya sekitar 10 km.

    “Batam itu hari ini jarak pandangnya 4,5 km, Tanjungpinang dan Bintan 4 km. Untuk daerah lainnya di atas 6 km semua,” jelasnya.

    Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepri menyebutkan kualitas udara di kota itu pada Sabtu (07/10/2023) masuk dalam kategori tidak sehat.Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP mengatakan imbauan ini juga ditujukan untuk masyarakat berisiko tinggi yaitu asma, lansia, anak-anak, serta ibu hamil.

    “Pagi ini nilai ISPU kita 111, masuk kategori tidak sehat atau warna kuning. Saatnya gunakan masker untuk aktivitas di luar, terutama bagi yang beresiko tinggi memiliki asma, lansia, anak-anak, ibu hamil,” jelas IP.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sejak beberapa bulan yang lalu.

    Hal ini merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.

    Akibatnya kabut asap menyelimuti kota Batam, kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kebakaran di TPA Purbahayu Pangandaran, Sudah Empat Hari Belum Padam

    Kebakaran di TPA Purbahayu Pangandaran, Sudah Empat Hari Belum Padam

    7cloud.asia – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kembali terjadi. Kali ini kebakaran terjadi di TPA Purbahayu, Pangandaran, Jawa Barat.

    Kebakaran di TPA Purbahayu sudah memasuki hari keempat, namun hingga kini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat telah berupaya mencegah kebakaran di TPA Purbahayu tersebut meluas ke lahan warga.

    Baca: Rencana Pemprov Jabar pasca kebakaran di TPA Sarimukti

    Melansir Antaranews, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rokhman menjelaskan pihaknya melakukan penyekatan agar mata rantai api dapat terputus.

    “Kami berupaya untuk menyekat agar tidak melebar ke area lahan perkebunan warga,” ujar Untung.

    Lebih Ianjut Untung menjelaskan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), dan Dinas Pemadam Kebakaran terus berupaya memadamkan api sejak Jumat (6/10/2023) lalu.

    Baca: Setelah TPA Piyungan terbakar, muncul gerakan Mbah Dirjo

    Pihaknya bersama DLHK dan Damkar melakukan penyekatan dengan menurunkan alat berat untuk memutus mata rantai api.

    Sampai saat ini petugas masih memantau titik api dan kepulan asap di fasilitas penanganan sampah tersebut.

    Selain itu mereka terus menyemprotkan air ke titik-titik api yang berada di dekat lahan milik warga.

    “Penyemprotan tetap dilakukan untuk antisipasi manakala ada yang di pinggir-pinggir lahan warga,” ucapnya.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan cara ditimbun di TPA sudah saatnya diakhiri

    Hingga kini, penyebab kebakaran di TPA Purbahayu ini belum diketahui pasti. Namun Untung memperkirakan pemicu kebakaran adalah sampah-sampah yang dapat menimbulkan percikan api.

    “Semacam power bank juga bisa menimbulkan percikan api. Terus sisa-sisa korek gas yang tidak terpakai. Jadi, sampah juga bisa mengakibatkan kebakaran, di saat panas meledak,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana menyampaikan bahwa anggotanya juga membantu penanganan kebakaran di TPA Purbahayu.

    “Kebakaran masih, dan terus dipantau,” ujar Nana.

    Baca: Pengelolaan sampah ala RDF yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, kebakaran di TPA Purbahayu mulai terjadi pada hari Jumat  (6/10/2023) sekitar pukul 22.30 WIB. Titik api berasal dari tengah, kemudian merambat dan terus meluas.

    Pemadaman api terus dilakukan sampai hari Minggu (8/10/2023), namun titik api terus bermunculan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah ada kiriman kabut asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Tidak ada kiriman asap seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak atau seperti yang terjadi setiap tahun di masa lalu. Sekarang tidak ada lagi,” jelas Mahfud yang dikutip Antaranews.

    Memang, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tahun ini ada peningkatan titik panas (hot spot). Tetapi karhutla yang terjadi lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca: Modifikasi cuaca dilakukan di daerah berpotensi terjadi karhutla

    Hal ini akibat adanya fenomena El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih lama dan beberapa daerah mengalami cuaca panas ekstrem.  

    “Jika dibandingkan dengan El Nino pada tahun 2019 yang lalu, karhutla pada tahun ini masih lebih kecil dan terkendali. Kita akan terus memonitoring hot spot yang meningkat, meskipun tidak selamanya hot spot menjadi fire spot,” urainya.

    Selanjutnya Mahfud mengatakan berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengatasi karhutla.terutama di daerah-daerah yang sebaran titik panasnya luas.

    Baca: Karhutla terjadi di mana-mana, semua pihak diminta turun membantu

    Di antaranya dengan melakukan patroli terpadu, baik Polri, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak swasta dengan terus memantau titik panas.

    “Operasi darat akan diutamakan dan di maksimalkan, karena operasi udara pesawat kita terbatas,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan water bombing di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Karhutla di Ciremai hanguskan ratusan hektare lahan

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mendapat tawaran bantuan dari pemerintah Malaysia untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

    Tawaran itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui surat yang dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

    “Inti surat tersebut menyampaikan kondisi kualitas udara terakhir di Malaysia dan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama menangani kebakaran hutan yang terjadi, jika pemerintah Indonesia memerlukan,” kata Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal.

    Baca: Perubahan iklim picu gelombang panas makin ganas

    Sementara itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya membantah tudingan soal kabut asap dari karhutla yang terjadi di Indonesia melintas ke Malaysia.

    Hal tersebut berdasarkan laporan sandingan peta citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) untuk periode 28-30 September 2023.

    Arah angin di Indonesia pada umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut dan tidak terdeteksi ada asap lintas batas.

    “Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” tegas Siti.

    Reporter: Nurakhmayani