7cloud.asia – Fenomena El Nino masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dampaknya berupa kekeringan hingga kebakaran lahan. Jawa Timur salah satunya. Perlu langkah mitigasi, preventif dan quick response dalam menghadapinya.
Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa yang meminta semua pihak, termasuk para bupati dan wali kota, untuk menyiapkan langkah tersebut.
Dilansir dari Antaranews, mengantisipasi dampak El Nino, Khofifah mengajak berbagai pihak untuk melakukan kehati-hatian atas tindakan yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kecerobohan mengakibatkan kawasan hutan dan lahan di Gunung Arjuno Welirang dan Bromo beberapa waktu lalu habis terbakar.
Tidak hanya El Nino, langkah-langkah ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir serta bencana alam lainnya saat musim hujan.
“Apel kesiapsiagaan ini kita gelar dalam rangka menghadapi El Nino, sekaligus potensi banjir. Kita harus terus meningkatkan kehati-hatian dan mitigasi harus dilakukan lebih komprehensif,” ujar Khofifah seperti dikutip Antaranews.
Meski sekarang masih musim kemarau, tetapi lanjut Khofifah, upaya mitigasi perlu dilakukan. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun pada minggu kedua atau ketiga November.
Selanjutnya Khofifah menjelaskan salah satu langkah mitigasi dan preventif itu adalah mengecek kondisi dam atau bendungan. Perlu sinergi untuk mengantisipasi banjir akibat sampah yang menumpuk.
“Maka yang harus dilakukan adalah gotong royong, kerja bakti, sinergi, dan antisipasi bersama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga meminta pihak berwenang untuk melakukan pengecekan pada rumah pompa yang berfungsi untuk mengatur air.
“Dalam rumah pompa jangan sampai ada listrik yang tidak mengalir, sehingga ketika dilakukan proses pengaturan air tidak berfungsi. Dan bisa berdampak pada terjadinya banjir,” paparnya.
Selain itu pihaknya juga terus mendorong upaya normalisasi sungai agar bisa menampung debit air yang lebih besar dan optimal.
Sebab hingga kini masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga di sungai. Hal ini menyebabkan sungai menjadi penuh sampah dan berakibat banjir di saat hujan turun.
“Kami pernah diberi informasi Kepala BNPB untuk segera melakukan normalisasi di tiga sungai di Jatim. Di situ banyak ditemukan potongan kayu yang panjangnya sampai enam meter, TV, juga sofa, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Karena itu, pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur diminta untuk segera menyiapkan langkah mitigasi bersama, untuk normalisasi aliran sungai dalam upaya mengantisipasi ancaman banjir.
“Saya minta tolong siapkan mitigasi bersama karena banyak sungai-sungai yang memang mungkin ada sampah yang menumpuk. Itu antisipasi kita terhadap ancaman banjir,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani









