7cloud.asia – Tak kurang dari 115 orang tewas dan lebih dari 150 orang luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di sebuah perayaan pernikahan di Qaraqosh, Irak Utara pada Selasa (26/09/2023) malam.
Melansir BBC, beberapa sakisi mengatakan peristiwa ini sangat mengerikan dan orang-orang menjadi panik ketika api mulai membesar.
Salah seorang korban yang selamat, Ghaly Nassim 19 tahun menjelaskan ia hanya berjarak beberapa meter dari ruang perjamuan al-Haitham saat kebakaran terjadi pada Selasam malam.
Saat itu, ia bergegas menolong lima temannya yang terjebak di dalam.
“Satu pintu terkunci, jadi kami membukanya dengan paksa. Kobaran api nampak keluar dari aula. Rasanya seperti pintu neraka terbuka,” jelasnya.
“Suhunya tak tertahankan. Saya tidak bisa menggambarkan panasnya.” Lanjutnya.
Nassim menyebut kebakaran ini sebagai sebuah tragedi. Kebakaran terjadi saat pesta dansa pertama kedua mempelai. Belum diketahui apakah pasangan pengantin itu selamat.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain lari dari api,” ucapnya yang terdengar kelelahan melalui sambungan telepon.
“Setelah petugas pemadam kebakaran tiba, saya bergegas masuk untuk mencari teman-teman saya. Sata lihat 26 mayat di kamar mandi. Seorang gadis berusia 12 tahun terbakar habis dan tergeletak di sudut ruangan,” paparnya.
Sementara juru bicara media Pertahanan Sipil Irak, Gawdat Abdul Rahman, menjelaskan kebakaran tersebut dipicu oleh kembang api yang dinyalakan di dalam aula.
Bahan bangunan aula yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar. Nassim juga meyakini kurangnya pintu keluar darurat yang memadai memperburuk keadaan.
Sebab sebagian besar tamu mencoba keluar menggunakan pintu masuk utama aula -yang kemudian diduga menimbulkan kerumunan.
Beberapa teman Nassim juga selamat dalam tragedi yang mematikan itu. Salah satunya Tommy Uday, 17 tahun.
Uday mengungkapkan saat itu sedang berdiri di samping pintu keluar ketika kebakaran terjadi. Sehingga ia dapat dengan cepat melarikan diri.
“Saya melihat kepulan asap hitam besar keluar dari langit-langit, jadi saya segera berlari keluar,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa “seluruh tempat itu hancur hanya dalam waktu lima menit”.
Sekitar 50 jenazah dimakamkan pada Rabu (27/09). Sisa jenazah diperkirakan akan dikubur keesokan hari. Tapi masih banyak orang mencari anggota keluarga mereka.
Salah satunya Ghazwan. Dia terpisah dari istrinya yang berusia 33 tahun, putranya yang berumur empat tahun, serta putrinya yang berusia 13 tahun kala kebakaran terjadi.
Sementara putri lainnya berusia 10 tahun keluar dari aula dan “mengalami luka bakar hampir 98% di tubuhnya,” ungkap saudara perempuan Ghazwan, Eisan.
Dia mengatakan saudara laki-lakinya sedang berkeliling rumah sakit untuk mencari keluarganya.
Sementara itu, di pusat medis khusus luka bakar di Mosul, Dr Waad Salem mengungkapkan korban luka bakar yang parah sebanyak 60%.
“Mayoritas luka bakar terjadi di wajah, dada, dan tangan,” katanya dengan menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk yang paling terdampak.
Kepala Perawat Israa Mohammed merawat korban luka sepanjang malam. Dia mengatakan merawat sekitar 200 pasien.
“Apa yang saya lihat sangat mengerikan,” ucapnya.
“Saya telah melihat orang-orang dengan lebih dari 90% tubuhnya terbakar habis,” sambungnya.
Dia menambahkan, bahwa setidaknya 50 anak dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit.
“Saya tidak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan.”
“Saya tahu mereka kehilangan anggota keluarga mereka. Setidaknya tiga keluarga kehilangan setiap anggota keluarga dalam kebakaran itu. Masyarakat bersedih, tidak hanya di Provinsi Niveneh tapi di seluruh Irak. Seluruh negara sedih,” ungkapnya.
Penulis: Nurakhmayani

Leave a Reply