7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pembangunan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), baik untuk mengatasi kemacetan maupun polusi udara.
Kawasan dengan kawasan TOD ini utamanya akan dibangun di sepanjang jalur KRL, LRT dan MRT dengan tujuan memudahkan akses ke fasilitas publik, ruang terbuka, dan perumahan.
Konsep TOD juga bertujuan untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan pemukiman dan pusat aktivitas, sehingga memudahkan warga menjangkau segalanya dengan berjalan kaki, sepeda, atau kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan.
Konsep pembangunan kawasan TOD juga akan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi: Dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi, TOD mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum untuk mobilitas sehari-hari.
TOD juga meningkatkan kualitas hidup: Mengembangkan kawasan dengan kepadatan tinggi namun tetap nyaman, serta dapat diakses dengan berjalan kaki atau bersepeda, untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan efisien.
Baca: Pembangunan TOD Dukuh Atas akan dipercepat
Menciptakan kota yang berkelanjutan menjadi tujuan TOD lainnya. Dengan mendorong penggunaan transportasi publik dan meminimalkan perjalanan jarak jauh, TOD berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dalam diskusi bertajuk “A City’s Pulse: Dukuh Atas as the Model of Urban Fusion” pada Jumat (24/10/2025) di Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat terungkap, saat ini di DKI Jakarta sudah memiliki lima TOD aktif.
Lima TOD tersebut adalah TOD Dukuh Atas, TOD Lebak Bulus, TOD Blok M, TOD Fatmawati, dan TOD Istora Senayan.
Sesuai target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, nantinya akan ada rencana pengembangan 33 titik TOD di Jakarta yang 13 di antaranya sudah berproses saat ini.
“Saya juga berharap dengan kegiatan Jakarta Innovation Days ini juga memberikan dampak lebih baik lagi, khususnya pada perkembangan ekonomi,” terang Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan.
Baca: Proyek berkonsep TOD dibangun di Jalur MRT
Ujang menambahkan, terkait TOD Dukuh Atas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri ke depannya terus melakukan inovasi-inovasi yang salah satunya bukan hanya mempermudah perjalanan transportasi publik, tapi juga terkait meningkatkan pelayanan transportasi.
“Kita ingin memberikan contoh bagi kota-kota lainnya, bahwa DKI Jakarta dengan segala aspek moda transportasi yang baik, maka akan membuat seluruh warganya merasa aman dan nyaman di manapun,” tandasnya.
Ujang mengatakan, pembangunan TOD ini sebagai bagian inovasi dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang berbudaya dan berpihak kepada warganya.
Ujang berharap, dengan moda transportasi yang sudah terintegrasi di suatu ruang TOD akan menjadi kebanggaan untuk masyarakat dan Jakarta agar lebih maju lagi dan tetap berkelanjutan.
Hadir dalam diskusi pengembangan atau inovasi yang sudah dilakukan, khususnya Transit Oriented Development (TOD) ini Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Asdo Artriviyanto; Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, Fuad IZ Fachroeddin.
Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia



