Tag: Kota Global

  • Pemprov DKI Jakarta Targetkan Bangun 33 Kawasan TOD di Sejumlah Titik

    Pemprov DKI Jakarta Targetkan Bangun 33 Kawasan TOD di Sejumlah Titik

    7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pembangunan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), baik untuk mengatasi kemacetan maupun polusi udara.

    Kawasan dengan kawasan TOD ini utamanya akan dibangun di sepanjang jalur KRL, LRT dan MRT dengan tujuan memudahkan akses ke fasilitas publik, ruang terbuka, dan perumahan.

    Konsep TOD juga bertujuan untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan pemukiman dan pusat aktivitas, sehingga memudahkan warga menjangkau segalanya dengan berjalan kaki, sepeda, atau kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan.

    Konsep pembangunan kawasan TOD juga akan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi: Dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi, TOD mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum untuk mobilitas sehari-hari.

    TOD juga meningkatkan kualitas hidup: Mengembangkan kawasan dengan kepadatan tinggi namun tetap nyaman, serta dapat diakses dengan berjalan kaki atau bersepeda, untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan efisien.

    Baca: Pembangunan TOD Dukuh Atas akan dipercepat

    Menciptakan kota yang berkelanjutan menjadi tujuan TOD lainnya. Dengan mendorong penggunaan transportasi publik dan meminimalkan perjalanan jarak jauh, TOD berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Dalam diskusi bertajuk “A City’s Pulse: Dukuh Atas as the Model of Urban Fusion” pada Jumat (24/10/2025) di Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat terungkap, saat ini di DKI Jakarta sudah memiliki lima TOD aktif.

    Lima TOD tersebut adalah TOD Dukuh Atas, TOD Lebak Bulus, TOD Blok M, TOD Fatmawati, dan TOD Istora Senayan.

    Sesuai target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, nantinya akan ada rencana pengembangan 33 titik TOD di Jakarta yang 13 di antaranya sudah berproses saat ini.

    “Saya juga berharap dengan kegiatan Jakarta Innovation Days ini juga memberikan dampak lebih baik lagi, khususnya pada perkembangan ekonomi,” terang Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan.

    Baca: Proyek berkonsep TOD dibangun di Jalur MRT

    Ujang menambahkan, terkait TOD Dukuh Atas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri ke depannya terus melakukan inovasi-inovasi yang salah satunya bukan hanya mempermudah perjalanan transportasi publik, tapi juga terkait meningkatkan pelayanan transportasi.

    “Kita ingin memberikan contoh bagi kota-kota lainnya, bahwa DKI Jakarta dengan segala aspek moda transportasi yang baik, maka akan membuat seluruh warganya merasa aman dan nyaman di manapun,” tandasnya.

    Ujang mengatakan, pembangunan TOD ini sebagai bagian inovasi dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang berbudaya dan berpihak kepada warganya.

    Ujang berharap, dengan moda transportasi yang sudah terintegrasi di suatu ruang TOD akan menjadi kebanggaan untuk masyarakat dan Jakarta agar lebih maju lagi dan tetap berkelanjutan.

    Hadir dalam diskusi pengembangan atau inovasi yang sudah dilakukan, khususnya Transit Oriented Development (TOD) ini Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Asdo Artriviyanto; Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, Fuad IZ Fachroeddin.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

  • Pemprov DKI Jakarta Gandeng IKJ untuk Menjadikan Jakarta Sebagai Kota Global yang Berbudaya

    Pemprov DKI Jakarta Gandeng IKJ untuk Menjadikan Jakarta Sebagai Kota Global yang Berbudaya

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk memajukan seni dan budaya dalam rangka mendukung Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap IKJ bisa lebih sering tampil di berbagai forum yang akan diselenggarakan pada tahun depan, termasuk di kawasan Kota Tua Jakarta.

    Upaya ini juga sejalan dengan rencana Pemprov DKI dan pemerintah pusat yang ingin menjadikan Kota Tua sebagai etalase bagi seni dan budaya.

    Ditambahkannya, sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif, maka wajah Jakarta akan menjadi semakin baik.

    “Indeks kota global Jakarta akan lebih baik kalau kemudian budayanya itu bisa ditampilkan secara lebih baik, lebih rapi, dan kemudian menjadi pesona bagi siapapun orang yang datang di Jakarta,” ujar Pramono, saat meninjau Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

    Baca: Jakarta jadi kota global, apa dampaknya bagi warga?

    Adapun peringkat Jakarta dalam Global Cities Index (GCI) 2025 tercatat di posisi 71, naik tiga tingkat dari posisi 74 pada tahun lalu.

    Lebih lanjut, Pramono juga ingin membangun ekosistem di Taman Ismail Marzuki (TIM), termasuk Institut Kesenian Jakarta menjadi lebih baik. Diharapkan melalui penataan ekosistem ini, maka IKJ menjadi lebih tertata dan terbuka bagi siapapun yang berkunjung.

    Pramono akan meminta kepada Balai Kota untuk mulai melihat, membangun ekosistem yang ada di Taman Ismail Marzuki ini, termasuk di dalamnya ada IKJ menjadi lebih terbuka.

    “Lebih rapi, lebih nyaman, dan bagi siapapun yang datang, orang akan mempunyai kesan yang baik,” jelas Pramono.

    Sementara Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Syamsul Maarif menambahkan, IKJ akan menyiapkan masterplan untuk menjadikan Kota Tua sebagai etalase dan panggung bagi kesenian yang ditampilkan.

    Baca: Pramono targetkan Jakarta menjadi Kota Global Berbudaya

    “Jadi kita mau bikin masterplan IKJ termasuk Kota Tua, mungkin nanti difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari Pemprov DKI dalam menyongsong 500 tahun ulang tahun DKI,” ucapnya.

    Dalam kesempatan ini Syamsul juga meminta dukungan Pemprov DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan sejumlah gedung di Fakultas Seni Rupa yang sempat mangkrak.

    Ia juga mengusulkan pembukaan akses yang akan menjadikan IKJ dan TIM sebagai satu ekosistem yang kuat.

    “Jadi kalau akses-akses ini dibuka, maka TIM menjadi satu ekosistem dan IKJ ada di dalamnya. Jadi Akademi Jakarta, kemudian Dewan Kesenian Jakarta, dan itu dikelola oleh Dinas Kebudayaan yang menjadi anchor-nya,” tandas Syamsul.

    Kepada Gubernur, Syamsul juga mengusulkan agar dana abadi kebudayaan dari Pemprov DKI bisa diberikan untuk mendukung pengembangan seni dan budaya di IKJ.

    Baca: Peringkat Jakarta dalam indeks kota global naik

  • Menuju Kota Global, Jakarta Berbenah Menjadi Kota Ramah Hewan

    Menuju Kota Global, Jakarta Berbenah Menjadi Kota Ramah Hewan

    7cloud.asia  – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk menciptakan kota yang aman dan ramah bagi binatang peliharaan.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan secara sungguh-sungguh telah mengalokasikan untuk penanganan hewan dalam APBD.

    Adapun penanganan yang dilakukan seperti vaksinasi rabies massal, sterilisasi, penyediaan pakan dan edukasi kepada masyarakat.

    Pemprov DKI Jakarta, sambung Pramono, sangat concern lantaran isu mengenai hewan juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penilaian kota global dunia. 

    Baca Juga: Jakarta Jadi Kota Global: Apa Dampaknya Bagi Warga?

    Saat ini, Jakarta telah menduduki peringkat nomor 71, naik dari sebelumnya di urutan 74 dari total 156 kota global dunia.

    Pramono berharap di tahun 2030, Jakarta bisa masuk dalam daftar top 50 kota global dunia.

    “Salah satu hal kontribusi kita memperlakukan hewan, tentunya juga menjadi penilaian,” ujarnya saat membuka kegiatan Animal Welfare International Conference-Indonesia 2025, Jumat (5/12/2025).

    Kegiatan yang berlangsung Jalan Kuningan Persada, Kelurahan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kegiatan yang diikuti para peserta dari sejumlah negara.

    ”Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang menjadi tema utama acara ini. Hal itu sudah terbukti kami menandatangani Pergub Nomor 36 tahun 2025,” ujar Pramono.

    Baca Juga: Menuju Kota Global, Jakarta Genjot Proyek JSDP untuk Atasi Air Limbah di Jakarta

    Dikatakan Pramono, Pergub itu berisi tentang larangan mengonsumsi hewan yang bisa menimbulkan penyakit rabies seperti anjing dan kucing.

    Selain mengeluarkan regulasi, Pram juga mengaku telah meminta kepada jajaran Satpol PP agar melakukan pengawasan dan penindakan bila ditemukan pelanggaran.

    Kemudian, mengenai video viral seperti harimau di Kebun Binatang Ragunan yang terlihat kurus kurang makan, beberapa waktu lalu, Pramono mengaku telah memberikan atensi khusus.

    Ia juga memastikan setelah menyempatkan diri melakukan tinjauan lapangan, video tersebut merupakan kejadian lama saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

     

  • 153 Pasar Tradisional di Jakarta Bakal Naik Kelas Jadi Ruang Perjumpaan Budaya

    153 Pasar Tradisional di Jakarta Bakal Naik Kelas Jadi Ruang Perjumpaan Budaya

    7cloud.asia – Ngopi di Pasar Santa, yuk! Demikian ajakan seorang kawan beberapa waktu lalu. Mungkin bagi sebagian orang, ngopi di pasar adalah hal yang tak lazim. Namun, belakangan hal ini semakin ngetren di kalangan anak muda Jakarta.

    Dan, Pasar Santa merupakan salah satu tempat nongkrong atau sering disebut tempat ngopi favorit para anak muda di Jakarta.

    Terletak di Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Pasar Santa menyimpan daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengeksplor kuliner atau sekedar nongkrong bersama teman.

    Pasar Santa populer sejak tahun 2014. Meski berbentuk pasar, namun di dalamnya ada banyak tempat nongkrong yang asyik, modern, dan kekinian.

    Berkat pengelolaan yang cermat keberadaan Pasar Santa sebagai tujuan favorit anak muda Jakarta bertahan sampai kini. Tak hanya itu Pasar Santa juga berkembang menjadi ruang pertemuan budaya yang egaliter di Jakarta

    Kisah Pasar Santa ini merupakan salah satu bukti komitmen Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan transformasi pasar tradisional sebagai katalis pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

    Baca: Pasar baru akan kembali dijadikan ikon Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development menegaskan, pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi.

    Pasar, ujarnya, bukan lagi sekadar tempat belanja kebutuhan harian tetapi telah menjelma menjadi ruang publik perkotaan yang bernilai ekonomi, sosial, dan nilai budaya tinggi.

    ”Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya seperti dikutip dalam pernyataan resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Pramono Anung menambahkan, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif.

    Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta sempat mengadakan lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua minggu. Hasilnya, terjadi peningkatan transaksi hampir 47 persen. Hal tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat yang cepat dalam beradaptasi.

    Saat ini, transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Terdapat 153 pasar yang potensinya sangat besar dengan sekitar 286 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Baca: Wajah baru kawasan Blok M setelah direvitalisasi 

    “Inilah kekuatan utama ekonomi Jakarta yang sebenarnya,” ujarnya.

    Pramono Anung berharap pasar-pasar di Jakarta dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif, interaksi sosial, ruang pelestarian budaya, sekaligus simpul pengembangan kawasan yang terintegrasi.

    Menurutnya, pasar-pasar di Jakarta sudah berada pada level internasional karena pengunjung datang tidak sekadar berbelanja, tetapi juga mencari pengalaman dan kenyamanan.

    Di Jakarta sudah ada beberapa pasar yang mulai dinikmati wisatawan mancanegara, seperti kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, Pasar Santa, dan lainnya.

    “Namun, kita tetap perlu melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur fisik, sistem pembayaran melalui digitalisasi, peningkatan keamanan, hingga penanganan praktik premanisme parkir,” jelasnya.

    Dia berharap kolaborasi terus ditingkatkan dalam pengembangan pasar. Melalui FGD seperti ini yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.

    “Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” tutupnya.

    Baca: Pengelolaan sampah di pasar-pasar di Jakarta perlu dimodernisasi