7cloud.asia – Ngopi di Pasar Santa, yuk! Demikian ajakan seorang kawan beberapa waktu lalu. Mungkin bagi sebagian orang, ngopi di pasar adalah hal yang tak lazim. Namun, belakangan hal ini semakin ngetren di kalangan anak muda Jakarta.
Dan, Pasar Santa merupakan salah satu tempat nongkrong atau sering disebut tempat ngopi favorit para anak muda di Jakarta.
Terletak di Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Pasar Santa menyimpan daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengeksplor kuliner atau sekedar nongkrong bersama teman.
Pasar Santa populer sejak tahun 2014. Meski berbentuk pasar, namun di dalamnya ada banyak tempat nongkrong yang asyik, modern, dan kekinian.
Berkat pengelolaan yang cermat keberadaan Pasar Santa sebagai tujuan favorit anak muda Jakarta bertahan sampai kini. Tak hanya itu Pasar Santa juga berkembang menjadi ruang pertemuan budaya yang egaliter di Jakarta
Kisah Pasar Santa ini merupakan salah satu bukti komitmen Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan transformasi pasar tradisional sebagai katalis pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca: Pasar baru akan kembali dijadikan ikon Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development menegaskan, pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi.
Pasar, ujarnya, bukan lagi sekadar tempat belanja kebutuhan harian tetapi telah menjelma menjadi ruang publik perkotaan yang bernilai ekonomi, sosial, dan nilai budaya tinggi.
”Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya seperti dikutip dalam pernyataan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Pramono Anung menambahkan, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta sempat mengadakan lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua minggu. Hasilnya, terjadi peningkatan transaksi hampir 47 persen. Hal tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat yang cepat dalam beradaptasi.
Saat ini, transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Terdapat 153 pasar yang potensinya sangat besar dengan sekitar 286 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca: Wajah baru kawasan Blok M setelah direvitalisasi
“Inilah kekuatan utama ekonomi Jakarta yang sebenarnya,” ujarnya.
Pramono Anung berharap pasar-pasar di Jakarta dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif, interaksi sosial, ruang pelestarian budaya, sekaligus simpul pengembangan kawasan yang terintegrasi.
Menurutnya, pasar-pasar di Jakarta sudah berada pada level internasional karena pengunjung datang tidak sekadar berbelanja, tetapi juga mencari pengalaman dan kenyamanan.
Di Jakarta sudah ada beberapa pasar yang mulai dinikmati wisatawan mancanegara, seperti kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, Pasar Santa, dan lainnya.
“Namun, kita tetap perlu melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur fisik, sistem pembayaran melalui digitalisasi, peningkatan keamanan, hingga penanganan praktik premanisme parkir,” jelasnya.
Dia berharap kolaborasi terus ditingkatkan dalam pengembangan pasar. Melalui FGD seperti ini yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.
“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” tutupnya.
Baca: Pengelolaan sampah di pasar-pasar di Jakarta perlu dimodernisasi

Leave a Reply