7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk menciptakan kota yang aman dan ramah bagi binatang peliharaan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan secara sungguh-sungguh telah mengalokasikan untuk penanganan hewan dalam APBD.
Adapun penanganan yang dilakukan seperti vaksinasi rabies massal, sterilisasi, penyediaan pakan dan edukasi kepada masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta, sambung Pramono, sangat concern lantaran isu mengenai hewan juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penilaian kota global dunia.
Baca Juga: Jakarta Jadi Kota Global: Apa Dampaknya Bagi Warga?
Saat ini, Jakarta telah menduduki peringkat nomor 71, naik dari sebelumnya di urutan 74 dari total 156 kota global dunia.
Pramono berharap di tahun 2030, Jakarta bisa masuk dalam daftar top 50 kota global dunia.
“Salah satu hal kontribusi kita memperlakukan hewan, tentunya juga menjadi penilaian,” ujarnya saat membuka kegiatan Animal Welfare International Conference-Indonesia 2025, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung Jalan Kuningan Persada, Kelurahan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kegiatan yang diikuti para peserta dari sejumlah negara.
”Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang menjadi tema utama acara ini. Hal itu sudah terbukti kami menandatangani Pergub Nomor 36 tahun 2025,” ujar Pramono.
Baca Juga: Menuju Kota Global, Jakarta Genjot Proyek JSDP untuk Atasi Air Limbah di Jakarta
Dikatakan Pramono, Pergub itu berisi tentang larangan mengonsumsi hewan yang bisa menimbulkan penyakit rabies seperti anjing dan kucing.
Selain mengeluarkan regulasi, Pram juga mengaku telah meminta kepada jajaran Satpol PP agar melakukan pengawasan dan penindakan bila ditemukan pelanggaran.
Kemudian, mengenai video viral seperti harimau di Kebun Binatang Ragunan yang terlihat kurus kurang makan, beberapa waktu lalu, Pramono mengaku telah memberikan atensi khusus.
Ia juga memastikan setelah menyempatkan diri melakukan tinjauan lapangan, video tersebut merupakan kejadian lama saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Leave a Reply