Tag: lansia

  • Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional: Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat

    Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional: Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat

    7cloud.asia – Setiap tanggal 29 Mei di Indonesia diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Pun demikian dengan hari ini, Rabu (29/5/2024).

    Hari Lanjut Usia Nasional ini diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting para lanjut usia dalam mempertahankan kemerdekaan dan memajukan bangsa.

    Seperti tahun lalu, Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2024 ini mengusung tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.

    Tema ini menekankan pentingnya perawatan dan penghargaan terhadap para lansia, serta memastikan bahwa mereka hidup dengan sejahtera.

    Tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat” ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa lansia mendapatkan perawatan yang layak dan dihormati, sehingga mereka dapat hidup dengan bahagia.

    Baca: Banyak lansia yang tak punya BPJS

    Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional pada tahun 2024 kali ini memiliki nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat terutama kalangan lansia.

    Dalam unggahannya menyambut Hari Lanjut Usia Nasional, Kemensos menyebut, Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana, sehingga membawa pengaruh yang besar terhadap eksistensi lansia.

    Hal ini terutama terjadi di kawasan-kawasan yang mengalami bencana seperti konflik, banjir, tanah longsor, gunung berapi, tsunami, gempa bumi dan kebakaran

    Hal ini semakin memperparah kondisi lansia, sehingga banyak lansia yang terdampak dengan situasi tersebut. Atas dasar hal itu, negara hadir bersama stakeholders dalam penanganan masalah di atas.

    Dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menghargai dan merawat para lansia.

    Baca: Cara Yogyakarta menjadi kota ramah lansia

    Pasalnya para lansia ini telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

    Sejarah Hari Lanjut Usia Nasional
    Sejarah HLUN dimulai dari peran Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat, seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia, yaitu ketua BPUPKI 1945.

    Untuk menghormati dan mengapresiasi peran serta kontribusi para lanjut usia, terutama dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, pemerintah Indonesia mencanangkan Hari Lanjut Usia Nasional.

    Hari Lanjut Usia Nasional pertama kali dicanangkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang.
    Sejak itu, tanggal 29 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional.

    Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran lanjut usia dalam pembangunan negara, serta memberikan penghormatan dan penghargaan kepada mereka.

    Hari Lanjut Usia Nasional juga bertujuan untuk mendorong upaya-upaya yang lebih nyata dalam meningkatkan kesejahteraan para lanjut usia di Indonesia.

     

  • Kiat Berolahraga untuk Masa Tua yang Sehat

    Kiat Berolahraga untuk Masa Tua yang Sehat

    7cloud.asia – Seiring bertambahnya usia, bukan berarti menjadi malas bergerak, terutama jika seseorang berharap untuk membatasi rasa sakit dan nyeri saat lansia.

    Disiarkan dari laman Well and Good, Jumat (30/6/2023), kegiatan bergerak pada usia lanjut bukan berarti berolahraga yang banyak menguras energi. Tetap aktif adalah kunci untuk hari tua dan lansia yang sehat.

    Kegiatan yang berguna untuk penuaan yang sehat adalah kebugaran fungsional, yaitu latihan dengan cara yang menawarkan kekuatan yang dapat digunakan dalam gerakan kehidupan sehari-hari.

    “Fungsi didefinisikan sebagai ‘berguna, ‘bertujuan’ untuk hal-hal seperti membengkokkan, memutar, mengangkat, membawa, mendorong, menarik, jongkok, dan mengangkut,” ucap Ingrid Clay, pelatih olaharaga di aplikasi Centr.

    Kebugaran fungsional bermanfaat pada fleksibilitas dan keseimbangan, yang merupakan komponen kunci dari penuaan yang sehat karena membantu mencegah jatuh dan cedera.

    Baca Juga: Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional: Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat

    Selain itu, lakukan latihan kebugaran dengan cukup sering yaitu 150 hingga 300 menit latihan aerobik sedang hingga berat sepanjang minggu dan latihan ketahanan progresif (latihan kekuatan) yang menargetkan semua kelompok otot utama dua kali seminggu.

    Hindari melakukan jenis olahraga yang sama berulang kali untuk memastikan tubuh bergerak di semua bidang gerak dan mempertahankan fungsi jantung, paru-paru, dan otot yang kuat.

    Latihan fungsional bisa dilakukan mulai dari usia muda, akan membantu seseorang mengatur gerakan yang aman dan nyaman seumur hidup.

    1. Jongkok split isometrik (Isometric split squat)
    Dengan satu kaki di depan dan satu lagi di belakang, tekuk kedua lutut hingga membentuk tikungan 90 derajat dengan kedua kaki.

    Tahan selama mungkin, hingga dua menit jika memungkinkan. Latihan itu terkait dengan keseimbangan naik dan turun.

    Baca Juga: Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

    2. Squat dengan alat bantu (Supported deep squat)
    Berdirilah di depan pintu tertutup, kaki harus sedikit lebih lebar dari jarak pinggul dan jari kaki sedikit keluar.

    Pegang gagang pintu saat menekuk kedua lutut untuk perlahan-lahan berjongkok selama 5 detik. Berikan jeda saat berada di bawah selama satu detik.

    Dorong perlahan melalui telapak kaki untuk kembali berdiri dalam hitungan 5 detik. Olahraga itu berfungsi untuk melatih kekuatan dan mobilitas pinggul dan lutut, serta keseimbangan seiring bertambahnya usia.

    3. Duduk bersandar dinding dengan tumit terangkat
    Berdiri dengan punggung menghadap dinding. Tekan kepala, punggung atas, dan bokong ke dinding, perlahan tekuk lutut dan pinggul 90 derajat seperti posisi duduk.

    Angkat tumit tanpa menggerakkan apa pun dan tahan selama 60 detik. Latihan itu melatih soleus dan tendon Achilles untuk menjaga kemampuannya agar kenyal dan menyerap benturan di pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

    Baca Juga: Hari Lansia Nasional: Banyak Lansia Tak Miliki BPJS Kesehatan

    4. Bat Wing
    Mulailah berdiri dengan tangan di belakang telinga, telapak tangan menghadap ke depan, dan siku terbuka lebar. Libatkan otot besar di samping dan punggung atas untuk menarik siku ke bawah dan ke arah samping, rapatkan tulang belikat.

    Gerakkan dengan perlahan dan tahan selama lima detik. Latihan itu melatih otot punggung atas untuk menjaga kemampuan tetap tegak dan membatasi efek negatif dari membungkuk dan merosot.

    5. Beast Crawl

    Mulailah dengan posisi lutut dan tangan berada di lantai dan sejajarkan dengan bahu. Perlahan angkat lutut dari tanah, dengan posisi punggung tetap lurus.

    Mulai merangkak perlahan ke depan, ke belakang, dan ke samping dengan tujuan tetap bergerak dan lutut terangkat selama 30 detik.

    Penting untuk mempertahankan kemampuan mendarat di jari kaki untuk memungkinkan dorongan selama aktivitas cepat seperti berlari atau berjalan cepat, plus mengontrol tekanan pada sendi jempol kaki, yang dapat mencegah perkembangan bunion.

     

  • Kenali Penyebab Nafsu Makan Para Lansia Menurun Drastis

    Kenali Penyebab Nafsu Makan Para Lansia Menurun Drastis

     

    7cloud.asia – Banyak orang yang telah memasuki usia lanjut atau lansia mengeluhkan nafsu makan yang menurun drastis. Hal ini butuh perhatian serius, karena asupan makanan berpengruh pada ketahanan tubuh mereka.

    Ahli gizi dari dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Dokter Mahar Mardjono Jakarta, Sheila Octavia menyebutkan, ada sejumlah hal yang dapat menyebabkan turunnya nafsu makan para lansia.

    “Lansia itu sudah mulai memasuki fase akhir kehidupan, jadi memang usianya dimulai sejak 60 tahun ke atas dan memang permasalahannya mulai beragam mulai dari fungsi fisiologisnya sampai masalah gizinya sudah mulai kompleks,” kata Sheila dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (8/7/2024).

    Sheila menuturkan perlu mengkaji lebih dalam alasan nafsu makan seorang lansia mengalami penurunan. Dalam berbagai kasus yang ia temukan, setiap individu memiliki situasi yang berbeda-beda.

    Baca Juga: Layanan Lansia Terpadu: Cara Kota Yogyakarta Menuju Kota Ramah Lansia

    Penyebab pertama turunnya nafsu makan yang ia temukan adalah kondisi fisik lansia yang sudah tidak dapat lagi berfungsi secara maksimal.

    “Pada bagian gigi misalnya, bisa jadi susunan giginya sudah tidak utuh atau berkurang,“ imbuhnya.

    Hal ini menyebabkan lansia kesulitan untuk menggigit ataupun mengunyah makanan yang bertekstur keras dan padat seperti daging utuh. Bisa pula karena lambungnya yang mulai terbiasa memakan makanan dalam jumlah lebih sedikit.

    Turunnya nafsu makan pada lansia juga bisa dipicu masalah psikologis Dalam kasus yang pernah ia temui, nafsu makan lansia menurun karena mereka ingin makan bersama anggota keluarganya atau merasa dekat dengan anak dan cucu.

    Baca Juga: Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

    Bila melihat porsi makan, katanya, anggota keluarga juga perlu memahami apakah lansia tersebut memang kehilangan nafsu makan karena hal tertentu atau porsi makan yang diberikan selama ini lebih banyak dari yang bisa ia habiskan.

    Jadi harus diketahui seperti apa porsinya, pasien itu ada yang tidak terbiasa makan porsi besar, jadi bisa kita bagi-bagi sesuai takarannya.

    “Ada yang bisa makan tiga kali sehari, tapi ada juga lansia yang bisa makan lima kali sehari, tergantung kekuatan lambungnya,” ucap dia.

    Nafsu makan yang menurun pada lansia juga dapat disebabkan oleh efek obat yang dikonsumsi atau perasaan yang dirasakan saat itu.

    Baca Juga: Kenali Gejala Depresi Terselubung pada Lansia

    Misalnya, lansia merasa sedang sedih karena memikirkan sesuatu atau merasa bosan karena olahan makanan yang diberikan bersifat monoton.

    Dalam kesempatan tersebut, ia menilai bahwa berbagai penyebab penurunan nafsu makan pada lansia seharusnya sudah dapat dikenali oleh tiap anggota keluarga yang menjadi pihak paling sering berinteraksi dan bertemu setiap hari.

    Ini harus digali lagi dan yang tahu keluarganya karena setiap hari yang ketemu keluarganya atau misalnya pengolahan makannya cenderung makan itu-itu saja sehingga lansia bisa saja bosan.

    “Makanya peran keluarga sangat dibutuhkan, biar bisa tahu kondisi orang tuanya seperti apa,” pungkas Sheila.

    Sumber:Antaranews.com

  • Indonesia Masuki Era Aging Population, Ini Tantangannya

    Indonesia Masuki Era Aging Population, Ini Tantangannya

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, saat ini Indonesia mulai memasuki era penuaan penduduk atau aging population.

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memberikan batasan di mana sebuah negara dikatakan memasuki era aging population, bila terdapat lebih dari 10 persen penduduknya yang berada dalam kategori lanjut usia (lansia).

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, pada 2023 Indonesia memiliki hampir 12 persen penduduk lansia sehingga bisa dikatakan sudah memasuki aging population.

    Adapun, seseorang dikatakan telah mencapai lansia saat usianya mencapai 60 tahun atau lebih. Lansia dibagi menjadi tiga kategori.

    Yakni, lansia muda kisaran usia 60-69 tahun merupakan, usia 70-79 tahun merupakan lansia madya, dan 80-89 tahun merupakan lansia tua.

    Baca: Kota pilihan untuk masa pensiun

    “Indonesia kini mulai memasuki aging population, masyarakatnya mulai menua,” kata Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Nida Rohmawati dalam taklimat media menjelang Pameran Kesehatan Lansia Internasional Indonesia (Senior Expo) di Jakarta, pekan lalu.

    Dulu, lanjut Nila, diagram penduduk Indonesia terlihat seperti piramida, dari yang tertua paling sedikit, hingga termuda paling banyak.

    “Sekarang sudah mulai bergeser menjadi seperti vas bunga seiring bertambahnya penduduk usia dewasa dan lansia,” ujarnya dilansir Kompas.com.

    Hal tersebut, kata Nida, juga meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia, dari sebelumnya 68,2 tahun pada 2022 menjadi 74 tahun pada saat ini, yang juga menandakan kian membaiknya akses kesehatan di Indonesia.

    Meski demikian, lanjutnya, torehan tersebut bukan tanpa catatan. Ia menyebut pada usia harapan hidup 68 tahun, masyarakat lansia Indonesia pada umumnya hanya mengalami masa sakit sebelum meninggal selama 8 tahun.

    Baca: Persiapan menghadapi masa pensiun

    Angka ini lebih kecil dibandingkan era sekarang yang memiliki angka harapan hidup hingga 74 tahun, dengan masa sakit sebelum meninggal pada umumnya selama 11 tahun.

    “Meskipun hidupnya tambah lama, tapi juga tambah menderita. Berusia panjang, tapi sakit-sakitan, itu yang kita cegah sekarang,” tegasnya.

    Nida menyatakan, Kemenkes telah berupaya dalam meningkatkan taraf hidup para lansia agar selain berusia panjang, mereka juga memiliki kualitas hidup yang baik.

    Salah satunya, kata dia, melalui Program Puskesmas Santun Lansia, yang melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pra-lansia dan lansia.

    Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, yang merupakan bagian dari transformasi kesehatan yang dilalukan oleh Kemenkes.

    Kepada masyarakat, Nida berpesan untuk merawat para lansia dengan baik. Karena jika diperlakukan dengan baik, para lansia juga bisa menjadi produktif sebagaimana masyarakat pada umumnya.

  • Kebiasaan Mereka yang Mencapai Kesuksesan Saat Lansia: Pembelajaran Sepanjang Hidup (1)

    Kebiasaan Mereka yang Mencapai Kesuksesan Saat Lansia: Pembelajaran Sepanjang Hidup (1)

    7cloud.asia – Ada kesalahpahaman umum yang memandang bahwa puncak kehidupan atau kesuksesan seseorang saat berada di usia 20-an dan 30-an, dan masa setelahnya apalagi saat lansia adalah proses penurunan bertahap.

    Namun, banyak fakta membuktikan stereotip ini salah besar. Tidak sedikit orang yang mencapai lebih banyak kesuksesan di usia 60an ke atas (lansia), jika dibandingkan dengan yang pernah mereka capai di masa muda.

    Bagaimana mereka melakukannya? Mereka biasanya mempraktikkan serangkaian kebiasaan sehari-hari yang mendorong kesuksesan mereka.

    Dalam artikel ini, 7cloud.asia akan kebiasaan sehari-hari yang secara rutin diterapkan oleh orang-orang yang berkembang di usia lanjut ke dalam kehidupan mereka.

    Jika Anda merasa tahun-tahun terbaik Anda telah berlalu, pikirkan lagi. Dengan kebiasaan-kebiasaan ini, Anda bisa mencatat kesuksesan dan menjadikan tahun-tahun emas sebagai tahun yang paling produktif dan memuaskan.

    Baca: Persiapan dini menghadapi masa pensiun

    Berikut beberapa kebiasaan tersebut dimulai dari yang paling mendasar, seperti dikutip dari geediting.com:

    1. Pembelajaran seumur hidup
    Mari kita mulai dengan salah satu kebiasaan paling umum yang dimiliki orang-orang yang mencatatkan kesuksesan di usia 60an ke atas adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar.

    Orang-orang ini memahami bahwa pertumbuhan tidak berhenti ketika kita mencapai usia tertentu.

    Mereka selalu berusaha mempelajari sesuatu yang baru, baik itu keterampilan baru, bahasa baru, atau bahkan resep baru tajam dan semangat mereka tinggi.

    Namun ini bukan sekadar tentang memperoleh keterampilan atau pengetahuan baru. Pembelajaran seumur hidup adalah tentang tetap memiliki rasa ingin tahu dan berpikiran terbuka.

    ”Ini tentang memahami bahwa berapa pun usia Anda, selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan,” tulis Lachlan Brown di geediting.com.

    Mengutip psikolog terkenal Carl Rogers, “Satu-satunya orang yang terpelajar adalah mereka yang telah belajar bagaimana belajar dan berubah.”

    Jika Anda ingin unggul di tahun-tahun berikutnya, ujar Lachlan, mulailah dengan memupuk kecintaan belajar hari ini.

    Baca: Era digital menuntut orang harus terus belajar 

    2. Mengutamakan kesehatan dan kebugaran
    ”Sesuatu yang saya amati pada mereka yang mencapai lebih banyak prestasi di usia 60an atau lebih adalah komitmen yang teguh terhadap kesehatan dan kebugaran mereka,” tulis Lachlan.

    Dia kemudian memaparkan apa yang ditemuinya beberapa tahun yang lalu, saat bertemu dengan seorang pria bernama George di pusat kebugaran yang biasa dia kunjungi.

    George berusia awal 70-an merupakan salah satu individu paling bugar yang pernah dia lihat setiap pagi tanpa henti, sering kali bertahan lebih lama dari orang yang usianya setengahnya.

    Ketika Lachlan bertanya kepada George tentang dedikasinya terhadap kebugaran, dia hanya berkata, “Kesehatan saya adalah kekayaan saya. Kesehatan memungkinkan saya melakukan apa yang saya inginkan, kapan pun saya mau.”

    Komitmen George terhadap kesehatannya bukan hanya soal latihan fisik. Ia juga memprioritaskan pola makan seimbang dan pemeriksaan rutin ke dokter.

    George adalah bukti nyata bahwa memprioritaskan kesehatan dan kebugaran Anda dapat membuat perbedaan signifikan dalam kemampuan Anda untuk mencapai lebih banyak hal di kemudian hari.

    Ini bukan hanya tentang menambah tahun dalam hidup Anda, tetapi juga kehidupan dalam tahun-tahun Anda.

    Baca: Pembelajaran sepanjang hayat banyak diterapkan di negara maju

  • Kebiasaan Mereka yang Mencapai Kesuksesan Saat Lansia: Membangun Kesadaran untuk Hidup di Saat Ini (2)

    7cloud.asia – Tidak sedikit orang yang mencapai lebih banyak kesuksesan di usia 60an ke atas atau saat sudah memasuki masa lansia.

    Kesuksesan yang diraih orang-orang ini ternyata jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang pernah mereka capai di masa muda.

    Bagaimana para lansia ini mewujudkan capaian ini. Mereka biasanya mempraktikkan serangkaian kebiasaan sehari-hari yang mendorong kesuksesan mereka.

    Jika Anda merasa tahun-tahun terbaik Anda telah berlalu, pikirkan lagi. Dengan kebiasaan-kebiasaan ini, Anda bisa mencatat kesuksesan dan menjadikan tahun-tahun emas sebagai tahun yang paling produktif dan memuaskan.

    Dalam tulisan sebelumnya, kita telah mengulas dua kebiasaan itu, yakni tidak berhenti belajar dan peduli pada kesehatan.

    Baca: Tidak berhenti belajar jadi kunci sukses mereka yang mencapai kesuksesan saat lansia

    Berikut dua kebiasaan lain yang dilakukan mereka yang mencapai kesuksesan saat lansia sebagaimana ditulis Lachlan Brown di geediting.com:

    Selalu melatih kesadaran hari ini
    Kebiasaan ketiga yang membuat orang berkembang dan meraih lebih banyak kesuksesan di usia lanjut atau lansia adalah praktik mindfulness.

    Mindfulness adalah tentang hidup di saat ini, sadar sepenuhnya dan terlibat dengan apa pun yang dilakukan saat ini.

    Ini berarti melepaskan penyesalan masa lalu dan kecemasan di masa depan dan hanya fokus pada saat ini dan saat ini.

    Sekarang, Anda mungkin berpikir, “Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, bukan?” Dan saya setuju. Mengembangkan praktik mindfulness bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam.

    Baca: Persiapan menghadapi masa pensiun

    Faktanya, saya mendalami hal ini cukup banyak dalam buku saya Rahasia Tersembunyi Buddhisme: Cara Hidup Dengan Dampak Maksimal dan Ego Minimal.

    Saya berbagi metode dan wawasan praktis tentang cara memupuk kebiasaan ini, yang dapat mengarah pada kebiasaan yang lebih terpenuhi dan seimbang kehidupan.

    Dengan mempraktikkan mindfulness setiap hari, mereka yang berusia 60an atau lebih dapat menjaga pikiran mereka tetap jernih dan fokus, memungkinkan mereka mencapai lebih banyak hal tanpa terbebani oleh pasang surut kehidupan.

    Praktik mindfulness adalah tentang hidup dengan dampak maksimal, menikmati setiap momen saat ini apa adanya.

    Menjalin hubungan sosial yang kuat
    Psikologi telah lama menekankan pentingnya hubungan sosial bagi kesejahteraan kita secara keseluruhan.

    Prinsip yang sama juga berlaku bagi mereka yang mencapai kesuksesan di usia 60an atau lebih. Mereka memahami pentingnya membina hubungan yang kuat dan positif.

    Baca: Persiapan agar tak alami post power syndrome

    Mempertahankan hubungan sosial memberikan dukungan emosional, melawan perasaan kesepian dan isolasi, dan bahkan berkontribusi terhadap kesehatan fisik.

    Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan jaringan sosial yang kuat cenderung hidup lebih lama, memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah, dan bahkan memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat.

    Namun ini bukan hanya soal kuantitas; kualitas juga penting. Ini tentang membina hubungan yang mendalam dan bermakna yang memberikan dukungan timbal balik dan positif.

    Jadi bagaimana Anda bisa membina hubungan sosial yang kuat ini? Mulailah dengan menghubungi teman atau anggota keluarga secara teratur. Bergabunglah dengan klub atau kelompok yang memiliki minat yang sama dengan Anda.

    Ingat selalu, ini tentang menciptakan keterlibatan yang bermakna dengan orang-orang di sekitar Anda.

    Seperti yang pernah dikatakan psikolog Carl Jung, “Pertemuan dua kepribadian ibarat kontak dua zat kimia: jika ada reaksi, keduanya berubah.”

    Jadi jangan meremehkan kekuatan transformatif dari hubungan sosial yang kuat.

  • Tetap Berkembang Saat Lansia: Menerima Kegagalan dan Selalu Bersyukur Jadi Kunci

    Tetap Berkembang Saat Lansia: Menerima Kegagalan dan Selalu Bersyukur Jadi Kunci

    7cloud.asia – Saat membincangkan berkembang saat lansia atau di usia 60-an dan seterusnya, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang mencapai usia tertentu atau mencapai pencapaian tertentu.

    Tapi, ini tentang perjalanan. Tentang memupuk kebiasaan yang memperkaya hidup kita, meningkatkan kesejahteraan kita, dan memungkinkan kita untuk terus tumbuh dan belajar meski sudah lansia.

    Inti dari semua ini adalah pemahaman bahwa usia hanyalah sebuah angka. Usia tidak mendefinisikan kita atau membatasi apa yang dapat kita capai di masa muda mereka.

    Perjalanan peningkatan diri dan pembelajaran terus-menerus ini adalah tema inti dalam buku saya Rahasia Tersembunyi Buddhisme: Cara Hidup Dengan Dampak Maksimum dan Ego Minimum.

    Buku ini menawarkan wawasan tentang bagaimana kita dapat menjalani hidup kita sepenuhnya, berapa pun usia kita.

    Jadi saat Anda melangkah maju, ingatlah untuk melatih ketahanan, tanamkan rasa syukur, jalin hubungan sosial yang kuat, dan jangan pernah berhenti belajar.

    Karena berapa pun usia Anda, setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertumbuh, belajar, dan melakukan hal-hal baru berkembang pesat.

    Lagipula, seperti yang pernah dikatakan Carl Jung: “Siang hari dalam kehidupan sama penuh maknanya dengan pagi hari; hanya saja, makna dan tujuannya berbeda…” Jadi, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya

    Berikut beberapa kebiasaan mereka yang meraih kesuksesan saat lansia:

    Menerima kegagalan
    Poin satu ini mungkin tampak agak kontra-intuitif, bukankah kita seharusnya menghindari kegagalan?

    Sebenarnya tidak demikian. Orang-orang yang sukses di usia 60an ke atas mempunyai sudut pandang yang berbeda. Mereka melihat kegagalan bukan sebagai kemunduran, namun sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

    Mereka memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Ini adalah kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Mereka tidak membiarkan rasa takut akan kegagalan menghalangi mereka untuk bergerak.

    Jadi, jika menghadapi kemunduran atau kegagalan, jangan biarkan hal itu membuat Anda putus asa. Sebaliknya, anggaplah itu sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

    Seperti yang pernah dikatakan oleh Thomas Edison setelah kegagalannya yang tak terhitung jumlahnya dalam menciptakan bola lampu: “Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan berhasil.”

    Merangkul kegagalan adalah dengan mengadopsi pola pikir berkembang – melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.

    Menumbuhkan rasa syukur
    Kebiasaan ampuh lainnya yang dilakukan oleh mereka yang sukses di usia lanjut adalah menumbuhkan sikap bersyukur.

    Orang-orang ini selalu mengakui hal-hal baik dalam hidup mereka. Mereka tentu saja bersyukur atas kemenangan besar, tetapi mereka juga menghargai hal-hal kecil – hari yang cerah, buku bagus, makanan lezat.

    Kebiasaan bersyukur ini semakin menguatkan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

    Ada banyak penelitian psikologis yang mendukung hal ini. Penelitian menunjukkan bahwa mengungkapkan rasa syukur dapat meningkatkan perasaan bahagia, meningkatkan kesehatan fisik, dan bahkan memperkuat hubungan.

    Jadi bagaimana Anda bisa menumbuhkan sikap bersyukur? Mulailah dengan membuat jurnal rasa syukur, di mana Anda menuliskan tiga hal yang Anda syukuri setiap hari. Ini adalah praktik sederhana, namun dapat membuat perbedaan besar.

    Punya tujuan dan gairah
    Menemukan tujuan dan hasrat adalah landasan kehidupan yang memuaskan, berapa pun usianya.

    Bagi mereka yang berusia 60-an atau lebih, hal ini sering kali berarti melakukan aktivitas yang tidak hanya memberi mereka kegembiraan tetapi juga berkontribusi pada kebaikan yang lebih besar.

    Bertahun-tahun yang lalu, masalah kesehatan yang serius memaksa saya untuk mengevaluasi kembali prioritas saya. Saya menyadari bahwa meskipun saya telah sukses dalam karier saya, saya belum mengejar apa yang benar-benar membuat saya bahagia.

    Saat itulah saya memutuskan untuk memulai Hack Spirit dan mendalaminya perhatian dan ajaran Buddha. Itu adalah keputusan yang didorong oleh tujuan dan hasrat baru saya.

    Menemukan tujuan Anda tidak selalu berarti Anda harus membuat perubahan dramatis dalam hidup Anda. Ini bisa berupa hal sederhana seperti meluangkan lebih banyak waktu untuk hobi Anda atau menjadi sukarelawan untuk tujuan yang Anda pedulikan.
    Kuncinya adalah melakukan aktivitas yang selaras dengan tujuan Anda menghargai dan memberi Anda kegembiraan.

    Latih ketahanan
    Kebiasaan terakhir orang-orang yang berkembang di usia 60an atau lebih adalah praktik ketahanan.

    Hidup tidak dapat diprediksi. Tantangan, kemunduran, dan kekecewaan tidak dapat dihindari. Namun yang membedakan orang-orang sukses adalah kemampuan mereka untuk bangkit kembali dari kesulitan-kesulitan tersebut.

    Ketahanan bukanlah tentang menghindari kesulitan atau berpura-pura bahwa kesulitan itu tidak merugikan. Ini tentang menghadapinya secara langsung, belajar darinya, dan menggunakan pengalaman untuk tumbuh lebih kuat.

    Individu yang tangguh mampu mempertahankan pandangan positif dan tetap fokus pada tujuan mereka, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Mereka melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang dan bukan sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi.

    Anda dapat memupuk ketahanan dengan mempertahankan sikap positif, mempraktikkan perawatan diri, menetapkan tujuan yang realistis, dan mencari dukungan saat dibutuhkan.

    Seperti kata pepatah terkenal: “Ini bukan tentang seberapa keras Anda memukul. Ini tentang seberapa keras Anda bisa menerima pukulan dan terus bergerak maju.”

    Terus bergerak maju, apa pun yang Anda jalani, itulah kunci untuk sukses di usia berapa pun.

  • Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Para Lansia

    Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Para Lansia

    7cloud.asia – Tidak hanya kesehatan fisik, lansia atau mereka yang telah berusia 60 tahun ke atas juga harus menjaga kesehatan mental mereka.

    Lansia yang sehat dapat berkontribusi banyak di masyarakat karena memiliki pengalaman dan keterampilan hidup yang banyak. Namun, banyak lansia yang mengalami disabilitas sehingga membatasi pergerakannya.

    Menurut Charles F. Reynold, dkk dalam tulisannya, Mental health Care for Older Adullts: Recent Advances and New Directions in Clinical Practice and Research (2022), seiring dengan bertambahnya usia, para lansia sering menghadapi peningkatan disabilitas.

    Gangguan kesehatan mental sering kali adalah faktor uutama yang menyebabkan disabilitas pada lansia tersebut.

    Sehingga, kesehatan mental lansia harus dijaga agar dapat tetap hidup dengan baik.
    Apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental lansia, berikut paparannya:

    1. Menjaga interaksi sosial
    Ini adalah mendorong lansia untuk tetap aktif berinteraksi di lingkungan sosial, baik dengan keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas pada umumnya.

    Lansia harus bersosialisasi sesering mungkin agar tidak kesepian dan depresi dalam mengahadapi pertambahan usia juga kesehatan yang makin menurun.

    Baca: Rahasia agar lansia tetap terus berkembang

    2. Melakukan aktivitas sosial
    Melakukan aktivitas sosial seperti menjadi relawan di bidang yang dikuasainya juga efektif menjaga kesehatan mental para lamsia.

    Para lansia dapat mengajarkan banyak ilmu dan sharing pengalaman hidup yang telah dilewatinya.

    Dilansir dari World health Organization, aktivitas sosial yang bermakna secara signifikan meningkatkan kesehatan mental yang positif, kepuasan hidup, kualitas hidup, dan mengurangi gejala depresi.

    3. Berolah raga
    Olahraga adalah salah satu hal penting yang dapat menjaga kesehatan mental. Dengan berolahraga, energi akan terarah pada kegiatan yang positif dan menghindarkan dari stres dan emosi negatif lainnya.

    Dengan berolahraga, kesehatan tubuh juga dapat ikut meningkat.

    4. Melatih pikiran
    Dilansir dari St Luke’s Hospital, para lansia sebaiknya meluangkan waktu 30 menit setiap harinya untuk melakukan aktivitas yang menantang secara mental agar pikiran mereka tetap tajam.

    Contohnya adalah memecahkan teka-teki, bermain sudoku, mempelajari bahasa baru, dan memainkan alat musik. Dengan melatih pikiran, lansia dapat mengurangi kemungkinan menderita penyakit seperti dimensia dan alzheimer.

    Baca: Pembelajaran sepanjang hidup jadi kunci sukses lansia

    5. Makan makanan yang bergizi
    Untuk menjaga kesehatan mental lansia, makanan bergizi punya peran penting. Makanan yang bergizi membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, juga menghindarkan dari penyakit.

    Lansia juga harus menghindari makanan yang tinggi gula, tinggi garam, dan mengandung berbagai pengawet buatan.

    6. Tidur yang cukup dan berkualitas
    Untuk menjaga kesehatan mental, lansia memerlukan tidur yang cukup dan berkualitas. Lansia memerlukan tidur berkualitas sekitar 7 jam setiap harinya.

    Sehingga, tubuh akan terasa lebh segar dan terhindar dari suasana hati negatif juga penurunan kemampuan kognitif akibat terganggunya tidur.

    7. Melakukan hobi
    Melakukan hobi dapat membuat suasana hati menjadi baik dan memelihara kemampuan kognitif.

    Lansia dapat melakukan berbagai hobi seperti memasak, meluskis, bermusik, bernyanyi, menulis, merajut, berkebun, yoga, mengikuti aktivitas klub, membaca, mendaki, bermain catur, juga berjalan-jalan.

    Baca: Persiapan menghadapi masa pensiun

  • Perhatikan Penurunan Fungsi Organ yang Lazim Dialami Lansia

    Perhatikan Penurunan Fungsi Organ yang Lazim Dialami Lansia

    7cloud.asia – Penurunan fungsi organ umum terjadi pada seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia).

    Hal ini diungkapkan Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Rozana Nurfitri Yulia dalam diskusi daring yang diikuti Rabu (4/9/2024).

    Rozana mengatakan ada perubahan fungsi organ berkaitan dengan komposisi tubuh yang terkait massa otot, massa lemak, fungsi organ dan aktivitas seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini juga memengaruhi kemampuan makan pada lansia dan perubahan kebutuhan nutrisinya.

    “Kalau komposisi tubuh adanya penurunan massa otot, umumnya usia lanjut massa otot lebih rendah digantikan dengan massa lemak yang termasuk dengan obesitas,” kata Rozana dikutip dari Antaranews.com.

    Baca: Cara sederhana menjaga kesehatan mental para lansia

    Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan massa otot yang berkurang juga menyebabkan penurunan total cairan tubuh, hal ini berkaitan dengan rasa haus yang berkurang, serta fungsi ginjal yang berkurang.

    Fungsi saluran cerna juga berubah seiring bertambahnya usia, dan juga indera pengecapan yang berkurang mengurangi kemampuan mendeteksi rasa pada lansia. Ini biasanya juga terjadi pada penderita stroke.

    “Indera pengecap juga berkaitan dengan penurunan kemampuan penciuman pada hidung, jadi membau dan lidah juga banyak berkurang fungsinya,” katanya.

    Rozana menambahkan produksi air liur pada lansia juga berkurang, ini menyebabkan proses mengunyah dan menelan menjadi lebih berat sehingga menyebabkan asupan makanan berkurang.

    Baca: Cara sederhana agar tetap berkembang meski telah memasuki usia lansia

    Hal ini juga berpengaruh pada esogafus atau bagian atas lambung, ada gangguan kontraksi karena gangguan dari menelan sehingga umumnya lansia lebih lama merasa lapar.

    Fungsi asam lambung juga berkurang sehingga proses pembentukan vitamin dan mineral juga berkurang.

    Sementara itu, Rozana mengatakan biasanya dosis obat pada lansia juga dikurangi karena ada penurunan fungsi organ hati yang menyebabkan produksi enzim yang berkaitan dengan metabolisme juga berkurang.

    Berkurangnya fungsi hati juga akan memengaruhi produksi albumin yang bertugas memberikan protein dalam darah.

    Baca: Terus belajar agar tetap berkembang meski telah memasuki usia lansia

    Rozana mengatakan lansia perlu banyak melakukan aktivitas atau bergerak agar tidak mengalami konstipasi atau BAB keras.

    Selain itu, para lansia juga disarankan untuk cukup mengonsumsi cairan dan suplementasi vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.

    Sumber:Antaranews.com

  • Empat Langkah Membuat Para Lansia Merasa Lebih Berharga

    Empat Langkah Membuat Para Lansia Merasa Lebih Berharga

    7cloud.asia – Keterbatasan mobilitas kadang membuat mereka yang berusia lanjut (lansia) merasa tak berguna, karena harus bergantung dengan bantuan orang lain.

    Belum lagi perubahan hidup yang dialami para lansia, seperti kehilangan pekerjaan karena pensiun, anak-anak yang sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri, bahkan kehilangan pasangan.

    Kondisi ini akan membuat lansia merasa sendirian, tak dibutuhkan, dan bahkan merasa tidak berharga.

    Jika dibiarkan, hal tersebut akan berdampak pada kesehatan mental lansia, yang selanjutnya juga berisiko berdampak pada kesehatan keseluruhan mereka.

    Bila saat ini Anda memiliki orangtua lansia yang sedang merasa menjadi beban, tak dibutuhkan, dan tak berharga, lakukan beberapa cara berikut untuk membuat lansia merasa berharga.

    1. Biarkan Lansia Membantu Tugas Rumah Tangga
    Ketika merawat orangtua yang sudah lanjut usia, Anda mungkin ingin melakukan segala sesuatu untuknya, agar mereka bisa bersantai dan tak kelelahan.

    Namun sebenarnya, hal seperti ini justru membuat lansia merasa menjadi beban, karena merepotkan anaknya. Apalagi, jika sebelumnya mereka termasuk orang-orang yang aktif bergerak dan bekerja.

    Agar lansia merasa berharga, ajak mereka melakukan pekerjaan rumah, seperti membuat daftar belanjaan, melipat baju, menyemprot tanaman hias di dalam rumah, atau menentukan menu makanan untuk dimasak. Tugas-tugas ini akan membuat lansia merasa produktif dan dibutuhkan.

    2. Mintalah Saran dari Lansia
    Anda mungkin merasa telah dewasa dan mampu membuat keputusan sendiri untuk keluarga Anda. Namun, sesekali cobalah meminta saran orangtua saat Anda harus membuat keputusan, terutama hal-hal yang berkaitan dengan mereka.

    Misalnya, jika Anda dan keluarga ingin mengajak orangtua pergi berlibur. Melibatkan lansia dalam mengambil keputusan, akan membuat mereka merasa dihargai dan dihormati.

    Ungkapkan rasa terima kasih untuk setiap saran yang mereka berikan. Ini mungkin tampak sepele, tapi menunjukkan pada lansia bahwa Anda masih menganggap mereka penting dalam hidup Anda.

    3. Tunjukkan Ketertarikan pada Kehidupan Lansia
    Selain mendengarkan apa yang lansia katakan, Anda juga harus menunjukkan ketertarikan pada hidup mereka.

    Coba ingat kembali, bagaimana orangtua Anda dulu selalu tak sabar mendengar cerita Anda sepulang sekolah.

    Kini, lakukan hal yang sama pada mereka. Biasakan bertanya kepada mereka tentang hari mereka dan bagaimana perasaan mereka.

    Jika Anda tak tinggal bersama orangtua Anda, luangkan sedikit waktu untuk menelepon mereka untuk mendengarkan cerita mereka Hal seperti ini akan membuat lansia lebih bersemangat dan bisa secara drastis meningkatkan perasaan Bahagia mereka.

    4. Bantu Lansia Menjaga Kesehatan
    Jika Anda tidak tinggal bersama orangtua yang telah lanjut usia, pastikan Anda tetap memerhatikan kesehatan lansia dan kebutuhan pengobatan mereka.

    Misalnya saja mengatur jadwal kontrol rutin ke dokter dan menyiapkan semua kebutuhan suplemen serta obat.

    Pastikan juga asupan makanan mereka bergizi dan menghindari makanan-makanan yang tak boleh dikonsumsi sesuai kondisi kesehatannya.

    Agar lebih aman, Anda bisa menggunakan jasa perawat lansia untuk membantu mengurus kebutuhan orangtua yang lanjut usia. Dengan begitu, lansia merasa berharga, karena diperhatikan dan dianggap penting keberadaannya.