7cloud.asia – Tidak sedikit orang yang mencapai lebih banyak kesuksesan di usia 60an ke atas atau saat sudah memasuki masa lansia.
Kesuksesan yang diraih orang-orang ini ternyata jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang pernah mereka capai di masa muda.
Bagaimana para lansia ini mewujudkan capaian ini. Mereka biasanya mempraktikkan serangkaian kebiasaan sehari-hari yang mendorong kesuksesan mereka.
Jika Anda merasa tahun-tahun terbaik Anda telah berlalu, pikirkan lagi. Dengan kebiasaan-kebiasaan ini, Anda bisa mencatat kesuksesan dan menjadikan tahun-tahun emas sebagai tahun yang paling produktif dan memuaskan.
Dalam tulisan sebelumnya, kita telah mengulas dua kebiasaan itu, yakni tidak berhenti belajar dan peduli pada kesehatan.
Baca: Tidak berhenti belajar jadi kunci sukses mereka yang mencapai kesuksesan saat lansia
Berikut dua kebiasaan lain yang dilakukan mereka yang mencapai kesuksesan saat lansia sebagaimana ditulis Lachlan Brown di geediting.com:
Selalu melatih kesadaran hari ini
Kebiasaan ketiga yang membuat orang berkembang dan meraih lebih banyak kesuksesan di usia lanjut atau lansia adalah praktik mindfulness.
Mindfulness adalah tentang hidup di saat ini, sadar sepenuhnya dan terlibat dengan apa pun yang dilakukan saat ini.
Ini berarti melepaskan penyesalan masa lalu dan kecemasan di masa depan dan hanya fokus pada saat ini dan saat ini.
Sekarang, Anda mungkin berpikir, “Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, bukan?” Dan saya setuju. Mengembangkan praktik mindfulness bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam.
Baca: Persiapan menghadapi masa pensiun
Faktanya, saya mendalami hal ini cukup banyak dalam buku saya Rahasia Tersembunyi Buddhisme: Cara Hidup Dengan Dampak Maksimal dan Ego Minimal.
Saya berbagi metode dan wawasan praktis tentang cara memupuk kebiasaan ini, yang dapat mengarah pada kebiasaan yang lebih terpenuhi dan seimbang kehidupan.
Dengan mempraktikkan mindfulness setiap hari, mereka yang berusia 60an atau lebih dapat menjaga pikiran mereka tetap jernih dan fokus, memungkinkan mereka mencapai lebih banyak hal tanpa terbebani oleh pasang surut kehidupan.
Praktik mindfulness adalah tentang hidup dengan dampak maksimal, menikmati setiap momen saat ini apa adanya.
Menjalin hubungan sosial yang kuat
Psikologi telah lama menekankan pentingnya hubungan sosial bagi kesejahteraan kita secara keseluruhan.
Prinsip yang sama juga berlaku bagi mereka yang mencapai kesuksesan di usia 60an atau lebih. Mereka memahami pentingnya membina hubungan yang kuat dan positif.
Baca: Persiapan agar tak alami post power syndrome
Mempertahankan hubungan sosial memberikan dukungan emosional, melawan perasaan kesepian dan isolasi, dan bahkan berkontribusi terhadap kesehatan fisik.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan jaringan sosial yang kuat cenderung hidup lebih lama, memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah, dan bahkan memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat.
Namun ini bukan hanya soal kuantitas; kualitas juga penting. Ini tentang membina hubungan yang mendalam dan bermakna yang memberikan dukungan timbal balik dan positif.
Jadi bagaimana Anda bisa membina hubungan sosial yang kuat ini? Mulailah dengan menghubungi teman atau anggota keluarga secara teratur. Bergabunglah dengan klub atau kelompok yang memiliki minat yang sama dengan Anda.
Ingat selalu, ini tentang menciptakan keterlibatan yang bermakna dengan orang-orang di sekitar Anda.
Seperti yang pernah dikatakan psikolog Carl Jung, “Pertemuan dua kepribadian ibarat kontak dua zat kimia: jika ada reaksi, keduanya berubah.”
Jadi jangan meremehkan kekuatan transformatif dari hubungan sosial yang kuat.
Leave a Reply