Tag: pbb

  • PBB: Gaza Butuh Bantuan Besar-besaran Agar Terhindar dari Krisis yang Lebih Besar

    PBB: Gaza Butuh Bantuan Besar-besaran Agar Terhindar dari Krisis yang Lebih Besar

    7cloud.asia – Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, Jamie McGoldrick mengatakan behwa Gaza membutuhkan bantuan besar-besaran.

    Berbicara pada Jumat (12/4/2024) dari Yerusalem, McGoldrick mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa sulit dan berbahaya bagi pekerja bantuan untuk bergerak dan mengirimkan bantuan di Gaza,

    Ia menambahkan bahwa sebuah kendaraan Dana Anak-anak PBB atau UNICEF (United Nations Children’s Fund) pada Selasa (9/4/2024) terkena peluru tajam ketika menunggu untuk memasuki Gaza utara.

    Insiden tersebut menyusul serangan yang menewaskan tujuh pekerja World Central Kitchen yang sedang mengantarkan bantuan ke Gaza pada tanggal 1 April oleh Israel, dan penyerangan serta penjarahan konvoi 14 truk Program Pangan Dunia (WFP) yang bertujuan ke Gaza utara bulan lalu.

    Perkembangan seperti ini menggambarkan bahwa “sistem yang kita gunakan bagi perlindungan dan keselamatan para pekerja bantuan tidak berfungsi,” katanya.

    Merujuk pada konvoi yang diserang, McGoldrick mengatakan, “Saya pikir para pekerja kemanusiaan di sana kemudian mengkhawatirkan keselamatan mereka sendiri. Dan sejauh yang kami tahu, sistem dekonflik dan notifikasi memiliki kelemahan.”

    “Kami tidak memiliki peralatan komunikasi di Gaza untuk beroperasi dengan baik seperti yang Anda miliki dalam situasi lain, dan kedua, kami tidak memiliki hotline atau nomor darurat untuk dihubungi jika terjadi insiden darurat, dan oleh karena itu penting bahwa kita mencari solusinya.”

    McGoldrick mengatakan dia bertemu dengan Mayor Jenderal Yaron Finkelman, kepala Komando Selatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), minggu ini dan memberinya daftar permintaan yang memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan “dengan aman, efektif dan sesuai kebutuhan berskala besar di seluruh Gaza.”

    Dia juga mengatakan kepada Mayor Jenderal Israel itu bahwa “kami bekerja di daerah yang sangat bermusuhan, tanpa kemungkinan untuk menghubungi satu sama lain. Kami tidak memiliki radio. Kami tidak memiliki jaringan seluler.”

    “Jika kami mengalami insiden keamanan yang serius, kami tidak memiliki hotline. Kami tidak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan IDF bahwa kami menghadapi masalah di pos pemeriksaan atau menghadapi masalah dalam perjalanan.”

    McGoldrick mengatakan Mayor Jenderal Finkelman menjanjikan kepadanya bahwa dia akan bergerak maju dan bahwa anggota IDF akan menjadi bagian dari sel koordinasi dan dekonflik kemanusiaan baru untuk memperbaiki situasi (penyaluran bantuan) bagi warga Palestina di Gaza.

    “Kami mendapat komitmen dari Mayor Jenderal, dan kami akan menuntut komitmen mereka, dan memastikan bahwa kita bisa menyiapkan dan menjalankan (komitmen itu) sesegera mungkin,” katanya.

    McGoldrick mencatat bahwa tidak cukup bantuan yang masuk ke Gaza utara untuk memenuhi kebutuhan besar puluhan ribu orang yang kekurangan makanan, perawatan medis, dan kebutuhan penting lainnya untuk menyelamatkan nyawa.

    “Kami lihat dari situasi kesehatannya. Kami lihat dari situasi gizinya,” ujarnya.

    “Anak-anak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi yang serius, dan fakta bahwa IPC [Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu] menyoroti bahwa 70% populasi berada dalam bahaya kelaparan. Kami perlu melihat perubahan dalam hal tersebut, namun (sayangnya) hal tersebut tidak terjadi.”

    Kemungkinan serangan Israel ke Rafah

    Hal lain yang menjadi perhatian besar, yang paling penting dalam pikiran para aktivis kemanusiaan, adalah potensi serangan Israel ke Rafah.

    McGoldrick mengatakan orang-orang yang dia temui dalam kunjungannya ke Gaza beberapa hari lalu sangat khawatir tentang kemungkinan serangan tersebut, kekhawatiran yang juga dia sampaikan kepada Mayjen Finkelman.

    “Kami telah menegaskan sejak hari pertama bahwa kami memerlukan waktu untuk mempersiapkan dan menempatkan pasokan ke tempat-tempat di mana orang mungkin bermigrasi,” katanya. “Kami tidak dapat melakukan itu sekarang karena kami tidak memiliki cukup pasokan yang datang secara rutin.”

    “Saat ini kami hampir tidak mampu memberi makan dan mendukung warga (Palestina di Gaza). Dan jika kami menambahkan dimensi lain dari proses perencanaan darurat untuk (kemungkinan terjadinya) serangan di Rafah, kami belum siap untuk itu,” katanya.

    Sumber:VOA Indonesia

  • AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS), Kamis (18/4/2024) memveto resolusi PBB yang mengakui keanggotaan penuh Palestina di badan dunia tersebut.

    Utusan AS di Dewan memveto rancangan resolusi yang merekomendasikan kepada Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang agar “Negara Palestina diterima menjadi anggota” PBB.

    Inggris dan Swiss abstain, sementara 12 anggota dewan lainnya memilih ya.

    “Amerika Serikat terus mendukung solusi dua negara. Pemungutan suara ini tidak mencerminkan penolakan terhadap negara Palestina, namun merupakan pengakuan bahwa hal ini hanya akan terjadi melalui perundingan langsung antar pihak,” ujar Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam veto AS dalam pernyataannya sebagai hal yang “tidak adil, tidak etis, dan tidak dapat dibenarkan.”

    Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour, juga menyesalkan hasil pemungutan suara tersebut

    “Fakta bahwa resolusi ini tidak disahkan tidak akan mematahkan keinginan kami dan tidak akan menggagalkan tekad kami. Kami tidak akan berhenti dalam upaya kami.” ujarnya.

    Dorongan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB kembali muncul enam bulan setelah perang antara Israel dan militan Palestina Hamas di Jalur Gaza.

    Usulan ini mengemuka ketika Israel memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki, yang dianggap ilegal oleh PBB.

    Saat berbicara kepada 12 anggota DK PBB yang mendukung rancangan resolusi tersebut, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan: “Sangat menyedihkan karena suara Anda hanya akan semakin menguatkan penolakan warga Palestina dan membuat perdamaian menjadi hampir mustahil.”

    Palestina saat ini merupakan negara pengamat non-anggota, sebuah pengakuan de facto atas status kenegaraan yang diberikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2012.

    Namun permohonan untuk menjadi anggota penuh PBB harus disetujui oleh Dewan Keamanan dan setidaknya harus disetujui oleh dua negara. -sepertiga dari Majelis Umum.

    “Kami percaya bahwa pengakuan terhadap negara Palestina tidak boleh dilakukan pada awal proses baru, namun tidak harus pada akhir proses. Kita harus mulai dengan memperbaiki krisis yang terjadi di Gaza,” kata utuan Inggris di PBB.

    Dewan Keamanan PBB telah lama mendukung visi dua negara yang hidup berdampingan dalam perbatasan yang aman dan diakui. Palestina menginginkan sebuah negara di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, seluruh wilayah yang direbut Israel pada tahun 1967.

    Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama yang mengusulkan resolusi ini mengatakan, diterimanya warga Palestina di PBB akan memperkuat solusi dua negara, bukan melemahkan solusi dua negara.

    “Perdamaian akan terwujud jika Palestina diikutsertakan, bukan karena disingkirkannya.” tandasnya.

    “Kegagalan mencapai kemajuan menuju solusi dua negara hanya akan meningkatkan ketidakstabilan dan risiko bagi ratusan juta orang di kawasan ini, yang akan terus hidup di bawah ancaman kekerasan,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada sebelum sidang pengambilan keputusan.

    Sumber: reuters.com

  • Jalur Gaza Dibombardir Israel, PBB Sebut Butuh 14 Tahun Bersihkan Reruntuhan Bangunan

    Jalur Gaza Dibombardir Israel, PBB Sebut Butuh 14 Tahun Bersihkan Reruntuhan Bangunan

    7cloud.asia – Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa mungkin dibutuhkan waktu 14 tahun untuk membersihkan reruntuhan di Jalur Gaza, yang dibombardir dan dihancurkan oleh rezim Israel.

    Diperkirakan 37 juta ton puing menumpuk di Gaza, menurut stasiun TV berita RT Arabic, yang  mengutip pejabat senior Layanan Pekerja Ranjau PBB (UNMAS), Pehr Lodhammar, pada Jumat (26/4).

    “Kita berbicara tentang 14 tahun kerjaan dengan 100 truk,” lapor media asing tersebut, yang mengutip pejabat PBB tersebut.

    Baca: Lebih dari 34 ribu warga Palestina tewas di Jalur Gaza

    Sedikitnya 10 persen dari artileri yang ditemukan di Gaza belum meledak dan menjadi ancaman permanen bagi masyarakat, tim evakuasi, serta pekerja yang membersihkan reruntuhan tersebut, katanya menambahkan.

    Sejak Oktober 2023, militer Israel terus menggempur Jalur Gaza. Perang di wilayah kantong tersebut telah menewaskan lebih dari 34.000 orang, yang kebanyakan di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Jurnalis gugur akibat serangan Israel 141 orang

    Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan 75 pengungsi Gaza atau sekitar 1,7 juta orang, terpaksa menyelamatkan diri.

    Banyak dari mereka disebutkan beberapa kali harus mencari tempat yang cukup aman di tengah gencarnya serangan udara dan penembakan Israel yang melintasi Jalur Palestina yang terkepung itu.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Bahayakan Anak di Daerah Konflik, Israel Masuk Dalam Daftar Hitam PBB

    Bahayakan Anak di Daerah Konflik, Israel Masuk Dalam Daftar Hitam PBB

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan telah memasukkan Israel ke dalam daftar hitam negara dan organisasi yang membahayakan anak-anak di daerah konflik.

    Guterres mengatakan bahwa dirinya telah memberitahukan keputusan tersebut kepada atase pertahanan Israel di Amerika Serikat, Mayor Jenderal Hidai Zilberman.

    Menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, upaya sekuat tenaga Israel untuk membujuk Guterres supaya tidak memasukkan Israel ke daftar hitam tersebut gagal. Televisi Israel Channel 13 juga melaporkan hal ini.

    Baca: Sebanyak 15 ribu anak tewas akibat serangan Israel

    Karena itu, Israel akan disebut dalam daftar hitam yang akan dirilis pekan depan sebagai laporan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, yang akan membahas laporan tersebut pada 26 Juni.

    Bulan lalu, Yedioth Ahronoth dan platform daringnya, Ynet, melaporkan adanya kekhawatiran besar Israel terhadap keputusan tersebut, menyusul sejumlah pernyataan keras Guterres atas Israel.

    Sumber yang dikutip warta tersebut menyebut Sekjen PBB tidak menyukai Israel dan tidak dapat dipengaruhi.

    Israel khawatir daftar hitam yang mencantumkan negaranya tersebut akan berimbas pada embargo senjata.

    Harian Israel tersebut juga mencatat salah satu konsekuensi dari daftar hitam tersebut adalah rusaknya reputasi Israel ketika laporan tersebut direspons komunitas internasional dan dikutip badan PBB.

    Baca: Ratusan ribu anak Palestina tak punya tempat aman

    Sebelumnya, entitas yang tercantum dalam daftar hitam tersebut adalah negara-negara seperti Afghanistan, Mali, Myanmar, Somalia, Sudan, Yaman, dan Suriah, serta organisasi teroris seperti Al Qaida, ISIS, Al Shabaab, dan Boko Haram.

    Laporan yang ditulis oleh Perwakilan Khusus PBB untuk Anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba tersebut akan merangkum peristiwa tahun 2023, termasuk meningkatnya insiden korban jiwa anak akibat agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

    Data laporan tersebut berasal dari informasi dari organisasi PBB dan sumber lokal. Pencantuman suatu entitas dalam laporan tersebut akan berimbas pada munculnya laporan rinci terhadap entitas itu.

    Dengan demikian, perwakilan khusus PBB tersebut akan membuat laporan spesifik terkait Israel yang akan mereka sampaikan kepada DK PBB.

    Baca: Sebanyak 80 ribu warga Palestina tinggalkan Rafah akibat invasi Israel

    Walau begitu, laporan tersebut tidak eksplisit menyebut Israel atau militer Israel, namun hanya menyebut “pasukan keamanan Israel”.

    Rancangan laporan daftar hitam yang diterima pihak Israel beberapa bulan lalu mencantumkan sejumlah pelanggaran yang telah dilakukannya di Jalur Gaza.

    Diantaranya penggunaan bom di daerah berpenduduk, upaya merekrut anak-anak sebagai informan perang, dan memanfaatkan anak-anak sebagai tameng manusia.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang tak kunjung berhenti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan 36.654 warga Palestina, termasuk 15.500 anak-anak dan 10.300 wanita, terbunuh dan 83.309 lainnya cedera.

    Meski demikian, jumlah tersebut kemungkinan besar bertambah karena ribuan korban lainnya masih terjebak reruntuhan bangunan dan belum dapat dievakuasi akibat ancaman serangan Israel.

    Sumber: WAFA

  • Gara-gara Panas Ekstrem, Hampir Setengah Juta Orang Meninggal Per Tahun

    Gara-gara Panas Ekstrem, Hampir Setengah Juta Orang Meninggal Per Tahun

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (25/7/2024), menyoroti bahaya panas ekstrem yang semakin meningkat bagi dunia.

    “Panas ekstrem diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis,” kata Guterres kepada wartawan.

    “Kita tahu apa yang mendorongnya — perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan bahan bakar fosil. Dan kita tahu itu akan menjadi lebih buruk,” katanya lagi.

    Panas ekstrem adalah “ketidaknormalan baru, tetapi kabar baiknya adalah kita dapat menyelamatkan nyawa dan membatasi dampaknya,”  lanjutnya.

    Baca: Suhu panas di Jepang, 6 orang tewas

    Guterres menekankan bahwa panas ekstrem semakin menghancurkan ekonomi, memperlebar kesenjangan, melemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB dan membunuh korban.

    Karena itu, Sekjen PBB tersebut mengatakan bahwa dia meluncurkan tuntutan global dengan empat area fokus – merawat yang paling rentan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja, meningkatkan ketahanan ekonomi dan masyarakat dengan menggunakan data dan sains.

    Guterres menegaskan bahwa poin utamanya yaitu fokus komunitas internasional sekarang adalah dampak panas ekstrem.

    “Namun, jangan lupa bahwa masih banyak lagi gejala krisis iklim yang menghancurkan: Badai yang semakin dahsyat, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut — dan masih banyak lagi,” kata Guterres.

    Baca: Suhu di India hampir capai 50 derajat celsius

    Untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, dia menegaskan penggunaan bahan bakar fosil harus segera dievaluasi.

    “Kita perlu melawan penyakit. Penyakit itu adalah kegilaan yang membakar satu-satunya rumah kita. Penyakit itu adalah kecanduan bahan bakar fosil. Penyakit itu adalah tidak adanya tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.” ujarnya

    Dia mengatakan G20 harus mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang rentan.

    “Pesannya jelas: Panas sedang terjadi. Panas ekstrem berdampak ekstrem pada manusia dan planet ini. Dunia harus bangkit menghadapi tantangan kenaikan suhu,” tambahnya.

    Sumber: Anadolu

  • Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    7cloud.asia – Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata di Jalur Gaza dan mengundang anggota Dewan Keamanan PBB untuk menyaksikan secara langsung kengerian yang dialami oleh warga Palestina.

    Berbicara pada sesi Dewan Keamanan tentang Palestina, pada Kamis (22/8), Mansour menyerukan semua orang yang punya nyali untuk datang dan mengatakan kami datang untuk menuntut gencatan senjata dan menuntutnya sekarang di Jalur Gaza.

    Dirinya menegaskan bahwa Gaza tidak membutuhkan lebih banyak kelumpuhan dan kematian.

    Gaza disebutnya telah menyaksikan kehidupan yang hancaru oleh bom dan peluru, lalu kini ditambah dengan kelaparan dan penyakit yang dipicu pendudukan.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak oleh Zionis

    “Gaza membutuhkan kehidupan untuk dipulihkan, dan Gaza membutuhkannya sekarang juga,” kata Mansour.

    Menggambarkan runtuhnya layanan-layanan penting akibat serangan Israel yang sedang berlangsung, dia berkata rakyat Palestina di Jalur Gaza telah menyaksikan dan merasakan secara langsung runtuhnya semua kebutuhan hidup.

    “Pemerintah Israel bahkan tidak peduli terhadap warga negaranya sendiri… Mereka lebih peduli pada pembunuhan warga Palestina dibandingkan menyelamatkan warga Israel,” ucapnya.

    Mansour mengingatkan pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden tentang perlunya sedikitnya 600 truk bantuan kemanusiaan untuk memasuki Jalur Gaza setiap hari dan bertanya siapa yang menghentikan Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan pernyataan Biden.

    Baca: Lebih dari 100 orang tewas dalam serangan Israel ke sekolah di Gaza

    “Tidak ada alasan bagi Israel untuk terus membunuh warga sipil Palestina yang tidak bersalah, anak-anak, bayi. Berapa lama lagi kita akan mengecewakan mereka?,” ucapnya.

    Lebih lanjut dia menyoroti rencana kepemimpinan Palestina untuk melakukan tindakan lebih lanjut di PBB.

    Termasuk mendorong penerapan pendapat penasihat Mahkamah Internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel.

    “Kami akan memulai tindakan lain untuk mengakhiri pendudukan ilegal ini sesegera mungkin,” sebutnya.

    Sembari menekankan bahwa waktu untuk menunggu sudah berakhir dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.

    Baca: Biadab! Tentara Israel perkosa tahanan Palestina secara bergilir

    Dia meminta Dewan Keamanan PBB memenuhi mandatnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

    Selain itu, ia mendesak anggota dewan menerapkan gencatan senjata segera, menghentikan penderitaan, serta melindungi anak-anak dan semua warga sipil sebagaimana yang dituntung pada hukum internasional dan kemanusiaan.

    Sementara itu, utusan baru Israel untuk PBB Danny Dannon menyebut Mansour seorang teroris berjas dan mengeklaim jika utusan Palestina itu tidak mengutuk Hamas, maka ia adalah salah satu dari mereka.

    Sumber : Anadolu

  • Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (28/8/2024) mendesak Israel agar segera menghentikan serangan militer besar-besaran di daerah pendudukan Tepi Barat setelah 11 orang Palestina tewas dan lainnya terluka.

    Guterres mengutuk keras atas hilangnya nyawa, termasuk anak-anak, dan meminta operasi tersebut segera dihentikan.

    Guterres juga menekankan agar mereka yang terluka “harus memiliki akses terhadap perawatan medis, dan pekerja kemanusiaan harus dapat menjangkau setiap orang yang membutuhkan.”

    Baca: Tentara Israel tutup Rafah, ribuan anak meninggal

    PBB meminta Israel mentaati tanggung jawabnya di bawah hukum humaniter internasional dengan melindungi warga sipil dan memastikan keamanan mereka.

    Dia mendesak aparat keamanan untuk mengendalikan diri secara maksimal dan menggunakan senjata mematikan hanya pada saat sangat dibutuhkan untuk melindungi nyawa,” sebut juru bicara sekjen, Stephane Dujarric.

    “Perkembangan berbahaya ini memicu situasi yang sangat tegang di daerah pendudukan Tepi Barat dan semakin melemahkan Otoritas Palestina,” kata Dujarric.

    Pada akhirnya, imbuhnya, hanya dengan mengakhiri pendudukan dan kembali ke proses politik yang bermakna yang akan mewujudkan solusi dua negara, kekerasan dapat dihentikan.

    Baca: 84 persen jalur gaza di bawah perintah evakuasi Israel

    “PBB akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan ini, guna mengupayakan de-eskalasi situasi saat ini dan mendorong stabilitas di kawasan tersebut,” imbuhnya.

    Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, Israel mengerahkan dua brigade militer, helikopter, drone dan buldoser, saat melakukan penyerangan di Tepi Barat.

    Serangan militer Israel yang terbesar di Tepi Barat terjadi pada 2002 saat Intifada Kedua, dimana terjadi penyerbuan di bagian utara wilayah yang diduduki, termasuk di provinsi Nablus, Tulkarem, Jenin dan Tubas.

    Dalam putusan penting Mahkamah Internasional pada 19 Juli, dinyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah melanggar hukum dan menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

    Sumber: Anadolu

  • PBB Serukan Penyelidikan dan Pertanggungjawaban Pembunuhan Aktivis yang Dilakukan Israel

    PBB Serukan Penyelidikan dan Pertanggungjawaban Pembunuhan Aktivis yang Dilakukan Israel

    7cloud.asia – PBB pada Jumat (06/09/2024) menyerukan dilakukan “penyelidikan penuh” dan pertanggungjawaban atas pembunuhan seorang aktivis warga Turki-Amerika oleh tentara Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian utara.

    Menanggapi pertanyaan Anadolu tentang apakah PBB mengutuk pembunuhan aktivis tersebut, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers:

    “Saya bisa mengatakan bahwa kami ingin melihat penyelidikan penuh atas keadaan ini dan orang-orang yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban.”

    “Seperti yang selalu kami katakan, warga sipil harus dilindungi setiap saat,” tambahnya.

    Baca: Israel bunuh aktivis yang protes pemukiman ilegal

    Ketika ditanya apakah ada pertanggungjawaban atas kematian personel PBB yang dibunuh oleh Israel, Dujarric mengatakan: “kami belum melihat apa pun.”

    Ia menambahkan bahwa penyelidikan dan masalah pertanggungjawaban baru akan terjadi “setelah pertempuran berakhir.”

    “Kami telah melihat beberapa langkah menuju pertanggungjawaban atas perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina,” katanya.

    Seorang aktivis Turki-Amerika, Aysenur Ezgi Eygi, ditembak mati oleh pasukan Israel pada Jumat saat mengikuti aksi protes menentang pemukiman ilegal Israel di kota Beita, distrik Nablus, wilayah pendudukan Tepi Barat.

    Sumber : Anadolu-OANA

  • PBB Kutuk Serangan Israel ke Zona Aman di Jalur Gaza

    PBB Kutuk Serangan Israel ke Zona Aman di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Tor Wennesland dengan tegas mengutuk serangan udara mematikan Israel pada Selasa pagi pada zona aman kemanusiaan di Jalur Gaza selatan.

    “Tindakan tersebut hanya menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman atau zona aman di Gaza,” kata Wennesland dalam sebuah pernyataan, Selasa (10/09/2024).

    Setidaknya 40 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di sebuah kamp tenda di Khan Younis di daerah al-Mawasi, Gaza Selatan.

    Wilayah ini sebelumnya telah ditetapkan Israel sebagai zona aman kemanusiaan bagi warga sipil yang terlantar di Gaza.

    Dinas pertahanan sipil Gaza mengatakan rudal Israel membakar tenda-tenda pengungsi dan menyebabkan lubang sedalam sembilan meter di daerah tersebut.

    Baca: Konflik Israel-Hamas hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    “Saya menggarisbawahi bahwa hukum humaniter internasional, termasuk prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan pencegahan dalam serangan, harus dijunjung tinggi setiap saat. Saya juga menekankan bahwa warga sipil tidak boleh digunakan sebagai perisai manusia,” ucap utusan PBB tersebut.

    Wennesland kembali menyerukan agar Israel dan Hamas segera mencapai kesepakatan yang akan menghasilkan pembebasan semua sandera dan gencatan senjata.

    Ia menekankan pembunuhan warga sipil harus dihentikan dan perang yang mengerikan harus diakhiri.

    “Pada akhirnya, hanya jalur politik yang menguraikan langkah-langkah konkret dan tidak dapat dibatalkan menuju akhir pendudukan dan pembentukan solusi dua negara yang dapat mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan Israel,” ujar dia.

    Israel telah secara sistematis menargetkan fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, di tengah serangan ofensifnya yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. 

    Baca: Aktivis kebangsaan Amerika-Turki dibunuh

    Padahal, sebelumnya telah dirilis resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

    Menurut aturan perang, serangan yang menargetkan fasilitas sipil semacam itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

    Israel terus melancarkan ofensif brutal di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

    Lebih dari 41.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah tewas dan hampir 95.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Blokade yang sedang berlangsung di wilayah tersebut telah menyebabkan kekurangan parah pangan, air bersih, dan obat-obatan, meninggalkan sebagian besar wilayah dalam keadaan hancur.

    Israel menghadapi tuduhan genosida atas tindakannya di Gaza di Pengadilan Internasional.

    Sumber : Anadolu

  • AS dan PBB Desak Israel Lindungi Lokasi Bantuan Kemanusiaan di Gaza

    AS dan PBB Desak Israel Lindungi Lokasi Bantuan Kemanusiaan di Gaza

    7cloud.asia – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) terus menekan Israel untuk melindungi tempat-tempat bantuan kemanusiaan dan kamp pengungsian di Gaza.

    Sebelumnya, serangan udara Israel menghantam kompleks sekolah PBB yang menampung pengungsi Palestina, menewaskan 18 orang, termasuk enam pekerja PBB.

    “Kami perlu melihat tempat-tempat itu dilindungi, dan itu adalah sesuatu yang terus kami kemukakan kepada Israel,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada konferensi pers di Warsawa pada Kamis (12/9/2024) .

    Baca: WHO evakuasi ratusan korban luka keluar dari Gaza

    Pada saat yang sama, lanjut Blinken, dunia terus melihat Hamas bersembunyi, mengambil alih, dan menggunakan tempat-tempat itu untuk melakukan operasinya dan menimbulkan ancaman berkelanjutan.

    “Hal itu tentu saja, harus dihentikan, karena tindakan tersebut membahayakan warga sipil,” tambah Blinken.

    Ia mengatakan serangan itu “sekali lagi menekankan pentingnya mencapai gencatan senjata” untuk menghentikan perang Israel dengan militan Hamas, yang kini memasuki bulan ke-12.

    Baca: Konflik Israel-Hamas hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan pemikiran yang sama dengan mengatakan melalui juru bicaranya,

    “Kurangnya perlindungan yang efektif terhadap warga sipil di Gaza adalah hal yang tidak masuk akal. Warga sipil dan prasarana yang mereka andalkan harus dilindungi dan kebutuhan dasar warga sipil harus dipenuhi,” ujarnya

    Ia meminta pihak-pihak yang berperang untuk berhenti menggunakan sekolah, tempat pengungsian, atau daerah di sekitarnya untuk tujuan militer.

    Baca: Wabah polio membayangi anak-anak di Gaza

    Ia menambahkan, Israel dan Hamas mempunyai kewajiban untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional.

    Pasukan Israel telah menyerang sejumlah sekolah dalam beberapa bulan terakhir. Mereka mengatakan bahwa militan Palestina beroperasi di fasilitas tersebut dan bersembunyi di tengah-tengah warga sipil yang mengungsi. Tuduhan yang disangkal oleh Hamas.

    Sumber: VOA Indonesia