PBB: Gaza Butuh Bantuan Besar-besaran Agar Terhindar dari Krisis yang Lebih Besar

Written by

in

7cloud.asia – Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, Jamie McGoldrick mengatakan behwa Gaza membutuhkan bantuan besar-besaran.

Berbicara pada Jumat (12/4/2024) dari Yerusalem, McGoldrick mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa sulit dan berbahaya bagi pekerja bantuan untuk bergerak dan mengirimkan bantuan di Gaza,

Ia menambahkan bahwa sebuah kendaraan Dana Anak-anak PBB atau UNICEF (United Nations Children’s Fund) pada Selasa (9/4/2024) terkena peluru tajam ketika menunggu untuk memasuki Gaza utara.

Insiden tersebut menyusul serangan yang menewaskan tujuh pekerja World Central Kitchen yang sedang mengantarkan bantuan ke Gaza pada tanggal 1 April oleh Israel, dan penyerangan serta penjarahan konvoi 14 truk Program Pangan Dunia (WFP) yang bertujuan ke Gaza utara bulan lalu.

Perkembangan seperti ini menggambarkan bahwa “sistem yang kita gunakan bagi perlindungan dan keselamatan para pekerja bantuan tidak berfungsi,” katanya.

Merujuk pada konvoi yang diserang, McGoldrick mengatakan, “Saya pikir para pekerja kemanusiaan di sana kemudian mengkhawatirkan keselamatan mereka sendiri. Dan sejauh yang kami tahu, sistem dekonflik dan notifikasi memiliki kelemahan.”

“Kami tidak memiliki peralatan komunikasi di Gaza untuk beroperasi dengan baik seperti yang Anda miliki dalam situasi lain, dan kedua, kami tidak memiliki hotline atau nomor darurat untuk dihubungi jika terjadi insiden darurat, dan oleh karena itu penting bahwa kita mencari solusinya.”

McGoldrick mengatakan dia bertemu dengan Mayor Jenderal Yaron Finkelman, kepala Komando Selatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), minggu ini dan memberinya daftar permintaan yang memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan “dengan aman, efektif dan sesuai kebutuhan berskala besar di seluruh Gaza.”

Dia juga mengatakan kepada Mayor Jenderal Israel itu bahwa “kami bekerja di daerah yang sangat bermusuhan, tanpa kemungkinan untuk menghubungi satu sama lain. Kami tidak memiliki radio. Kami tidak memiliki jaringan seluler.”

“Jika kami mengalami insiden keamanan yang serius, kami tidak memiliki hotline. Kami tidak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan IDF bahwa kami menghadapi masalah di pos pemeriksaan atau menghadapi masalah dalam perjalanan.”

McGoldrick mengatakan Mayor Jenderal Finkelman menjanjikan kepadanya bahwa dia akan bergerak maju dan bahwa anggota IDF akan menjadi bagian dari sel koordinasi dan dekonflik kemanusiaan baru untuk memperbaiki situasi (penyaluran bantuan) bagi warga Palestina di Gaza.

“Kami mendapat komitmen dari Mayor Jenderal, dan kami akan menuntut komitmen mereka, dan memastikan bahwa kita bisa menyiapkan dan menjalankan (komitmen itu) sesegera mungkin,” katanya.

McGoldrick mencatat bahwa tidak cukup bantuan yang masuk ke Gaza utara untuk memenuhi kebutuhan besar puluhan ribu orang yang kekurangan makanan, perawatan medis, dan kebutuhan penting lainnya untuk menyelamatkan nyawa.

“Kami lihat dari situasi kesehatannya. Kami lihat dari situasi gizinya,” ujarnya.

“Anak-anak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi yang serius, dan fakta bahwa IPC [Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu] menyoroti bahwa 70% populasi berada dalam bahaya kelaparan. Kami perlu melihat perubahan dalam hal tersebut, namun (sayangnya) hal tersebut tidak terjadi.”

Kemungkinan serangan Israel ke Rafah

Hal lain yang menjadi perhatian besar, yang paling penting dalam pikiran para aktivis kemanusiaan, adalah potensi serangan Israel ke Rafah.

McGoldrick mengatakan orang-orang yang dia temui dalam kunjungannya ke Gaza beberapa hari lalu sangat khawatir tentang kemungkinan serangan tersebut, kekhawatiran yang juga dia sampaikan kepada Mayjen Finkelman.

“Kami telah menegaskan sejak hari pertama bahwa kami memerlukan waktu untuk mempersiapkan dan menempatkan pasokan ke tempat-tempat di mana orang mungkin bermigrasi,” katanya. “Kami tidak dapat melakukan itu sekarang karena kami tidak memiliki cukup pasokan yang datang secara rutin.”

“Saat ini kami hampir tidak mampu memberi makan dan mendukung warga (Palestina di Gaza). Dan jika kami menambahkan dimensi lain dari proses perencanaan darurat untuk (kemungkinan terjadinya) serangan di Rafah, kami belum siap untuk itu,” katanya.

Sumber:VOA Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *